Promo Registrasi Allianz Eazy Connect

 

 

Allianz Eazy Connect adalah portal daring untuk nasabah Allianz Life Indonesia, baik peserta produk asuransi jiwa unitlink Tapro maupun produk kesehatan murni (Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier).

Eazy Connect berfungsi memantau polis antara lain:

  1. Histori pembayaran
  2. Nilai investasi
  3. Riwayat klaim
  4. Unduh dokumen (pernyataan transaksi dan laporan tahunan)

Selengkapnya mengenai Eazy Connect dan cara daftarnya bisa dipelajari di SINI.

Dalam periode promo dari tanggal 1 Februari sd 31 Mei 2018 ini, Allianz menyediakan hadiah berupa voucher Alfamart senilai 50 ribu.

Yuk, dimanfaatkan promonya…

 

 

 

 

 

 

Iklan

Allianz Eazy Connect

 

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para nasabah, Allianz meluncurkan portal online yang diberi nama Allianz Eazy Connect.

Eazy Connect merupakan penyempurnaan dari portal nasabah sebelumnya, Customer Online Portal.

Eazy Connect bisa diakses di https://services.allianz.co.id/eazyconnect/#/login.

Portal Eazy Connect berisi informasi yang penting untuk pemegang polis, meliputi:

  1. Informasi pengajuan polis baru, jika nasabah mengajukan polis baru di Allianz
  2. Detail polis: informasi pemegang polis, informasi tertanggung, informasi penerima maslahat, informasi pembayaran, agen, riwayat polis, dan informasi maslahat tambahan
  3. Informasi keuangan: fund yang dipilih nasabah dan saldo terakhir
  4. Transaksi fund
  5. Riwayat klaim
  6. Dokumen: Pernyataan transaksi, Laporan transaksi tahunan, Billing dan reminder
  7. Saldo Smart Point
  8. Tabel manfaat untuk asuransi kesehatan pemegang polis

Cara Daftar Allianz eAZy Connect

  1. Buka https://services.allianz.co.id/eazyconnect/#/login
  2. Cari tombol registrasi, klik untuk pendaftaran baru.
  3. Isi data seperti tampak pada form di bawah, klik saya bukan robot, telah membaca syarat dan ketentuan, dan lanjut.

    Jika pendaftaran sukses, akan tampil seperti ini:
  4. Cek email anda. Buka email aktivasi dari Allianz dan segera aktivasi dengan mengklik link yang disediakan.
  5. Setelah melakukan aktivasi, anda bisa masuk ke portal Allianz eAZy Connect.

    Tampilan dasbor portal eazy connect

     

Ada beberapa masalah yang mungkin timbul saat melakukan registrasi, antara lain nomor polis yang salah dan email yang tidak terdaftar di Allianz. Segera hubungi agen anda untuk sinkronisasi email dan nomor polis.

Satu akun Allianz eAZy Connect dapat menampung beberapa polis yang terdaftar dengan email yang sama. Jika anda punya beberapa polis di Allianz, baik atas nama anda sendiri ataupun anggota keluarga anda, maka semua polis akan muncul di akun Eazy Connect anda, dengan catatan alamat emailnya sama.

 

Agen Asuransi Allianz Syariah:

Estri Heni  |  WA:  0817 028 4743

Ibu Melati: Wanita, Harta dan Sengketa (Sebuah Kisah Nyata)

Contoh ini selalu saya sampaikan dalam setiap kelas “Asuransi sebagai Solusi Persoalan Waris dan Pajak” yang saya bawakan. Sebuah kisah nyata yang mungkin terjadi di sekitar anda.

Ibu Melati (katakan begitu namanya, karena kalau pakai nama Mawar banyak yang protes) adalah seorang ibu yang tangguh, wanita gigih pekerja keras. Sejak suami bu Melati diberhentikan dari pabrik tempatnya bekerja, praktis beliaulah yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Suaminya diberhentikan ketika pabrik tempatnya bekerja dililit hutang dan akhirnya tutup. Nyaris tanpa pesangon yang berarti. Coba usaha ini gagal, usaha itu gagal sementara usia makin tak memungkinkannya diterima bekerja kembali. Pabrik-pabrik lebih suka mempekerjakan anak-anak muda lulusan baru yang mau digaji murah. Akhirnya pekerjaannya hanya di rumah, mengurus peliharaan (burung dan ayam), mantengin medsos dan nonton tivi seharian.

Bu Melati memulai usahanya -sepuluh tahun lalu- ikut meringankan beban keluarga dengan berkeliling kampung menjajakan daster dan kain batik, hingga kemudian usahanya berkembang seiring makin banyaknya kantor yang membutuhkan seragam batik.

Usahanya makin maju sehingga tak hanya meringankan beban keluarga, tapi menjadi penopang utama. Barang di rumah yang dulu habis tergadai, mulai terbeli lagi dan bertambah. Perabotan, motor dan mobil.

Hingga untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Bu Melati divonis menderita kanker payudara yang tak butuh waktu lama, karena telat diketahui, didiagnosa dan diobati, enam bulan kemudian beliau meningal dunia.

Masalah muncul ketika pembagian harta waris. Keluarga almarhum bu Melati menuntut pembagian atas harta waris yang adil. Mereka menganggap bahwa suaminya -yang hanya di rumah tak ada peran apapun dalam bisnis dan hasil usaha almarhum – tidak berhak menerima 1/2 dari harta tersebut.

Sengketa itu belum beres sampai hari ini, dan anak-anak almarhumahlah yang menjadi “korban dari sengketa” ini. Mengapa? Karena harta bawaan almarhum, harta bersama ayah ibu mereka masih berstatus “status quo” mengingat belum diserahkan ke pemilik baru (para ahli waris) melalui pembagian berdasar Hukum Waris.

Mengapa sengketa ini bisa terjadi ?

Terdapat perbedaan penafsiran soal HARTA dalam perkawinan menurut Hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam. Menurut Hukum Islam tidak ada percampuran harta benda dan kekayaan dalam perkawinan, karena Hukum Islam telah mewajibkan nafkah yang cukup diluar belanja harian bagi seorang istri.

Istri bisa memiliki kekayaan pribadi dengan mengumpulkan nafkah itu untuk kemudian menjadi kekayaan yang diwariskan kepada ahli warisnya saat ia meninggal dunia, dan tidak menganut kesepakatan bernama Harta Bersama sebagai UU Perkawinan kita.

Tetapi menurut Kompilasi Hukum Islam pasal 171 Huruf e disebutkan bahwa Harta Waris adalah harta bawaan (harta yang dibawa sebelum menikah) ditambah bagian dari Harta Bersama (sebagaimana UU no 1 tahun 1974 tentang Perkawinan) setelah digunakan untuk keperluan pewaris sejak sakit hingga meninggalnya, biaya penyelenggaraan jenazah, pelunasan Hutang dan Pajak serta pemberian untuk kerabat.

Itu baru perbedaan penafsiran di Hukum Waris Islam. Kabar baiknya di Indonesia berlaku TIGA Hukum Waris yang berlakunya tidak ada yang dominan satu diantara yang lainnya. Sehingga persoalan seperti bu Melati banyak terjadi yang bisa menjadi berkepanjangan.

Siapa yang menjadi korban utama? Umumnya anak. Karena merekalah yang paling membutuhkan harta waris ini untuk keberlangsungan hidup mereka.

Belajar dari kasus ibu Melati dan banyak kasus lain di luar sana : Saya tak bosan menyampaikan “ SIAPKAN Harta Waris yang sifatnya PENUNJUKAN LANGSUNG”.

Pakai Surat Wasiat? Bisa. Tapi ingat, Hukum Waris Islam (Faraidh) menggariskan bahwa harta yang dicakup dalam surat wasiat itu tak boleh lebih dari 1/3 harta waris.

Maka memiliki Program Asuransi -sejauh ini – adalah Solusi paling tepat untuk memastikan Harta Waris itu jatuh : TEPAT JUMLAH, TEPAT SASARAN dan BEBAS SENGKETA.

Meninggalkan generasi penerus yang kuat, adalah lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam kondisi lemah.

Itu saja.  (SUMBER)

Asuransi Itu Bukan Tabungan, Tapi Kumpulan Sumbangan

Gambar asuransiBanyak orang terheran-heran, mengapa asuransi bisa memberikan manfaat proteksi yang begitu besar dibandingkan premi yang dibayarkan. Misalnya premi 1 juta per bulan, baru bayar 1 kali lalu kena musibah bisa dapat  uang 1 miliar.

Kedengarannya asuransi itu too good to be true. Terlalu bagus untuk bisa dipercaya. Kok bisa?

Jawabnya: karena asuransi bukan tabungan.

Kalau tabungan,  sampai mati pun sangat kecil kemungkinannya uang 1 juta tiap bulan bisa menjadi 1 miliar, karena untuk itu butuh waktu 1000 bulan alias 83 tahun.

Kalau bukan tabungan, lalu apa?

Asuransi adalah kumpulan sumbangan. Anda menyumbang dan ribuan orang lainnya menyumbang. Maka dalam sekejap terkumpul uang dalam jumlah yang banyak, yang siap-siaga untuk dikeluarkan jika sewaktu-waktu ada penyumbang yang butuh bantuan.

Mungkin saja di antara yang butuh bantuan itu anda. Maka jika anda ingin dibantu, membantulah lebih dahulu. Inilah baru fair namanya.

Orang yang di saat masih sehat tidak mau ikut asuransi, tapi setelah terasa sakit baru tergerak ikut asuransi, hakikatnya adalah orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Ingin dibantu ketika sakit, tapi tidak mau membantu ketika sehat. Di asuransi pemerintah (BPJS), hal seperti ini dimungkinkan. Banyak orang yang ketika sehat tidak mau ikut program JKN dari BPJS, tapi ketika sudah sakit barulah daftar BPJS. Hal semacam ini tidak dimungkinkan di asuransi swasta.

Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Konsep asuransi sebagai kumpulan sumbangan disebutkan secara eksplisit dalam asuransi syariah, dan implisit dalam asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah, peserta asuransi mengadakan perjanjian dengan para peserta lainnya untuk saling tolong-menolong (ta’awun) dengan bersama-sama mengumpulkan dana hibah yang disebut tabarru. Dana tabarru merupakan milik para peserta, digunakan hanya untuk membantu para peserta yang mengalami musibah yang dipertanggungkan, dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain. Sedangkan pihak perusahaan asuransi hanyalah sebagai pengelola yang mendapat imbalan atas dasar akad wakalah bil ujrah.

Dalam asuransi konvensional, kata-kata semacam tolong-menolong tidak disebutkan secara eksplisit, tapi sebetulnya semua orang sama-sama tahu bahwa uang yang dipakai perusahaan asuransi untuk membayar klaim sebetulnya berasal dari kumpulan premi para nasabah. Bedanya dengan asuransi syariah, status uang tersebut telah menjadi milik perusahaan, sehingga secara prinsip perusahan berhak menggunakannya untuk apa saja atau mau diinvestasikan ke mana, yang penting ketika nasabah hendak klaim uangnya ada.

Demikian. [Artikel ini dimuat juga di myallisya.com]

Silakan dibaca pula beberapa artikel yang relevan dengan topik ini:

Adapun produk asuransi syariah yang tersedia di Allianz ada dua:

  1. Tapro Allisya Protection Plus: asuransi jiwa jenis unit-link dengan manfaat lengkap: asuransi jiwa, rawat inap cashless, rawat inap reimburse, penyakit kritis, kecelakaan/cacat, dan pembebasan premi.
  2. Allisya Care: asuransi kesehatan rawat inap cashless, murni tanpa investasi.

Untuk berdiskusi tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Asep Sopyan [Business Partner]

HP/WA: 082111650732 | email: myallisya@gmail.com | Blog: myallisya.com | Tinggal di Tangerang Selatan | Jadi agen asuransi Allianz sejak November 2011

Atau:

Cari Agen Allianz di Kota Anda

Iklan bisnis