Bayar Premi Asuransi 10 Tahun Saja? Ini Penjelasannya

Terimakasih  kepada agen asuransi senior yang sudah terjun di bisnis ini jauuuuhhh sebelum saya.  Karena ternyata apa yang dikampanyekan saat itu, sangat bisa diterima masyarakat hingga kini.  Yaitu bahwa:  “Bayar asuransi hanya 10 tahun, proteksinya seumur hidup”.

Hampir semua calon nasabah saya beranggapan bahwa setelah 10 tahun, mereka stop membayar premi asuransi.  Perlindungan atau manfaat Asuransi akan didapatkan secara GRATIS hingga usia 99 tahun.  Hanya dengan menyisakan saldo 2 juta rupiah saja pada akhir tahun ke 10.

Sayangnya, agen asuransi pada saat itu, hampir tidak ada yang memberikan penjelasan lebih lanjut terhadap kelangsungan hidup polis tersebut apabila tidak ada saldo dana pada unitlinknya.  Maka, disinilah tugas saya untuk meluruskan pemahaman tersebut dan memberikan informasi lengkap kepada Anda, pembaca blog yang budiman, calon nasabah saya.

 

Fungsi dana investasi dalam sebuah Polis Asuransi Jiwa.

Memiliki polis Asuransi Jiwa dengan pembayaran premi dibatasi beberapa tahun saja bukan keputusan yang salah.  Namun ada hal lebih detail yang harus diketahui oleh calon nasabah mengenai dampak dari kelangsungan hidup polis, apabila tidak dilakukan lagi pembayaran premi oleh nasabah.

Unitlink bukan hanya sekedar tabungan bagi si pemegang polis.  Bila saldo pada dana investasi unitlink Anda tidak mencukupi untuk dilakukannya penarikan Biaya Asuransi, maka Polis akan Lapse.

Dana investasi unitlink berfungsi seperti rekening tabungan dan bisa diambil kapan saja dengan menyisakan saldo minimal sebesar 2 juta rupiah.  Perlu diperhatikan juga bahwa Biaya Asuransi Polis Asuransi Jiwa Anda setiap bulannya juga ditarik dari saldo dana investasi unitlink ini.  Penarikan Biaya Asuransi ini akan dilakukan selama manfaat perlindungan diperoleh Tertanggung atau artinya selama Polis tersebut aktif.

T:  Bila saya mempunyai Asuransi Jiwa Unitlink dengan masa pembayaran Premi Asuransi 10 tahun, saya masih harus membayar Biaya Asuransi setelah tahun ke 10?

J:  Ya Betul…  Karena  Biaya Asuransi berbeda dengan Premi Asuransi.

Premi Asuransi adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada Perusahaan Asuransi sehubungan dengan pembelian suatu Polis, yang terdiri dari Premi Berkala dan apabila ada Premi Top Up Berkala atau Premi Top Up Tunggal.

Pembayaran Premi Asuransi bisa dibatasi.  Di Allianz cuti premi bisa dilakukan paling cepat dalam 5 tahun, artinya setelah 5 tahun premi bisa tidak dibayar lagi.

 Biaya Asuransi adalah biaya yang dikenakan sehubungan dengan manfaat pertanggungan yang diberikan. Biaya Asuransi dikenakan setiap bulan selama Polis aktif.  Jika Biaya Asuransi berhenti dibayar, proteksi dan manfaat Asuransi otomatis berhenti.  Jadi, Biaya Asuransi tetap dibayar walaupun nasabah sudah tidak menyetor premi lagi.
Setiap manfaat yang kita beli pada Polis Asuransi Jiwa, maka kita berkewajiban membayar Biaya Asuransi-nya selama Polis tersebut aktif dan ini berlaku pada semua Perusahaan Asuransi.

 

 

T:  Apakah Polis akan tetap aktif walaupun premi tidak disetor lagi?

J:  Polis tetap aktif selama Perusahaan Asuransi berhasil melakukan pendebitan Biaya Asuransi bulan berjalan dari saldo investasi unitlink anda.

Misalnya Anda merencanakan cuti premi setelah 10 tahun, maka setelah tahun ke 10 memang Anda tidak perlu menyetorkan premi lagi, namun Biaya Asuransi harus tetap dibayar dan akan ditarik dari saldo investasi unitlink yang sudah terbentuk selama 10 tahun tersebut.

Prosedurnya juga tidak bisa langsung berhenti setor premi setelah periode 10 tahun tersebut, melainkan harus mengajukan permohonan cuti premi ke Perusahaan Asuransi tersebut. Bila tidak diajukan Cuti Premi maka setiap bulan Biaya Asuransi akan tetap di debit dari saldo investasi Anda.

Bila nasabah mengajukan cuti premi, maka Perusahaan Asuransi akan menghitung berapa tahun kedepan saldo investasi yang sudah terbentuk dapat membayar Biaya Asuransi Polis Anda.
Semakin besar nilai investasinya akan bisa menutup Biaya Asuransi untuk periode tahun yang lebih lama.

 

T:  Bagaimana jika saldo saya tidak mencukupi untuk membayar Biaya Asuransi?

J:  Jika saldo tidak mencukupi untuk membayar Biaya Asuransi, maka Anda harus melakukan Top Up, agar polis tidak lapse.

Kerugian apabila Polis Lapse sbb :
1. Nasabah tidak bisa melakukan klaim atas manfaat Polis
2. Masa tunggu penyakit kritis diulang lagi dari awal, yaitu masa tunggu 3 bulan

 

Pembayaran Premi Asuransi yang dibatasi atau kita kenal dengan sebutan “Cuti Premi”

Apa itu Cuti Premi?

Cuti premi adalah fitur dimana nasabah dapat sementara berhenti membayar premi, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku, seperti antara lain, usia polis sudah di atas 5 (lima) tahun, dan telah membayar seluruh premi pada periode lima tahun tersebut, serta polis memiliki nilai tunai yang cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Ini sebuah fitur yang sebenarnya bermanfaat buat nasabah, terutama saat kondisi darurat, dimana kondisi keuangan tidak memungkinkan membayar premi, maka perusahaan asuransi memberikan solusi supaya proteksi tetap bisa berjalan.

Dalam prakteknya, cuti premi dimodifikasi dengan membuatnya menjadi masa pembayaran premi yang singkat. Misalnya, bayar premi 10 tahun saja, sisanya sudah tidak bayar lagi.

Ini esensinya sama dengan cuti premi, tapi dibungkus dalam marketing gimmick yang sangat menarik.   Sayangnya, penjelasan detail tentang korelasi antara dana saldo investasi dan kelangsungan hidup polis seringkali tidak disampaikan, sehingga akhirnya banyak nasabah yang salah persepsi.

Siapa yang tidak tergiur dengan penawaran, “ bayar premi cuma 10 tahun, setelah itu gratis, dana bisa ditarik. Perlindungan sampai umur 99 tahun”.

Banyak yang jadi tertarik lalu mengambil asuransi dengan pola pembayaran premi seperti ini.  Cuti premi dipahami oleh nasabah sebagai istilah “gratis bayar premi”.

T:  Apakah ada bedanya, bila bayar premi seumur hidup dengan bayar premi hanya 10 tahun saja?

J:  Ada.  Bila bayar premi seumur hidup, maka preminya lebih murah.  Jika ingin masa bayarnya diperpendek (contoh 10 tahun saja), maka harus ditambah biaya topup, sehingga total premi/setoran yang dibayarkan menjadi lebih mahal.  Kenapa?  Karena kita harus bayar “deposit” selama 10 tahun, agar saldo investasinya kelak cukup untuk membayar biaya asuransi, pada saat kita cuti premi.

 

Kesimpulan

Jadi persoalan bayar premi sampai kapan, itu seharusnya tidak menjadi masalah, karena toh Biaya Asuransinya dibayar seumur hidup Polis.

Jadi jangan terkecoh dengan rayuan agen yang menawarkan bayar premi hanya cukup 10 tahun.  Mintalah penjelasan pada agen yang menawarkan kepada Anda, mengenai detail korelasi antara dana investasi dengan kelangsungan hidup polis.  Jangan-jangan, agennya juga kurang memahami hal ini.  Yang menjadi tujuannya hanyalah menarik nasabah sebanyak-banyaknya dengan iming2 kemudahan cara bayar pendek untuk proteksi yang lama.

Karena sudah banyak saya mendengar cerita calon nasabah yang sudah ancang ancang menarik dana investasinya di akhir tahun 10 dengan pemikiran manfaatnya bisa didapatkan sampai usia 99 tahun tanpa menyetor premi lagi dan juga tidak memperhatikan saldo investasinya.

Perencanaan keuangan terhadap polis nasabah harus dijelaskan secara detail agar dikemudian hari tidak terjadi salah persepsi sesuai dengan kondisi atau keadaaan yang sebenarnya.  (SUMBER dengan beberapa tambahan informasi)

Manfaatkan fasilitas Cuti Premi dengan cara yang tepat, agar dalam kondisi tidak membayar premi pun proteksi bisa tetap dinikmati nasabah.

Bagaimana caranya??

Hubungi:

Estri Heni

WA: 0817 028 4743

Tujuan Jangka Panjang Polis Unitlink Untuk Manfaat Maksimal

 

 

Silahkan klik kanan, Artikel terkait berikut ini:

Asuransi = jangka pendek, investasi = jangka penjang

Punya asuransi unitlink, pilih proteksi atau investasi?

Ini pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan anak

Bagaimana komposisi asuransi yang ideal untuk 1 keluarga?

Dana Terbatas, asuransi apa yang harus diambil lebih dulu?

Cari Asuransi Kesehatan? Beli Asuransi Kesehatan Lewat Agen Asuransi Berlisensi

Saat Anda mencari asuransi kesehatan, ada 14 hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan:

  1.  Jenis asuransi kesehatan.  Ada 2 jenis:  Asuransi kesehatan Murni dan asuransi kesehatan tambahan.
  2. Manfaat yang akan dibeli.  Pada Askes Tambahan umumnya hanya menyediakan manfaat rawat inap saja.  Sedangkan pada Asuransi Kesehatan Murni, selain manfaat utama Rawat Inap, juga tersedia manfaat rawat jalan, kehamilan, gigi, dll.  Sesuaikan kebutuhan Anda.  Perhatikan juga detil fasilitas manfaat rawat inapnya, apakah  itu semua sudah termasuk biaya kamar ICU, biaya perawatan dan biaya daignosa dokter karena biaya rawat inap adalah biaya yang paling besar.
  3. Pengecualian.  Tanyakan pada agen asuransi, hal-hal apa saja yang termasuk pengecualian.  Adakah penyakit tertentu dan kondisi tertentu yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.  Baca juga:  Pengecualian pada Asuransi Kesehatan Allianz
  4. Jaringan RS rekanan.  Bila suatu perusahaan asuransi memiliki jaringan RS yang banyak, bahkan mencakup RS di luar negeri, Anda bisa memilih Asuransi Kesehatan tersebut.  Baca juga:  Jaringan RS Rekanan Allianz
  5. Masa berlaku dan masa tunggu.  Penting mengetahui masa berlaku proteksi asuransi kesehatan yang Anda minati.  Apakah manfaatnya sudah bisa digunakan sejak pengajuan disetujui, atau harus menunggu beberapa hari baru bisa digunakan.  Adakah suatu kondisi penyakit yang memiliki masa tunggu.
  6. Usia masuk.  Usia masuk lebih muda maka premi akan lebih murah.
  7. Plan yang dipilih.  Banyak juga calon nasabah yang minta ilustrasi asuransi kesehatan dengan plan rawat inap terendah, agar preminya murah.  Allianz punya plan 100 di produk Asuransi Kesehatan “Allisya Care”.  Plan 100, artinya harga kamar perawatan = 100 ribu perhari.  Mungkin setara dengan kamar kelas 3 di RS tertentu.  Jika memang dana Anda tersedia, minimal pilihlah plan yang sedang, yaitu plan 500, artinya harga kamar perawatan = 500 ribu perhari, atau setara kamar kelas 1 di RS tertentu.
  8. Inflasi.  Kontrak asuransi kesehatan adalah 1 tahun.  Setelahnya, saat akan perpanjangan polis, Anda bisa mereview kembali polis Anda.  Apakah manfaat plan yang dipilih masih sesuai dengan kebutuhan proteksi Anda.
  9. Premi.  Usia masuk, jenis kelamin, plan yang dipilih, manfaat yang dibeli, mempengaruhi besarnya premi.  Semakin lengkap, maka premi akan semakin mahal.
  10. Cara bayar premi.  Ada beberapa cara bayar premi yang disediakan: tahunan (umumnya), semesteran, kuartalan, dan bulanan.
  11. Cara Klaim.  Manfaat rawat inap dan maternity umumnya klaim secara cashless (pakai kartu).  Manfaat lainnya klaim secara reimburse.
  12. Koordinasi manfaat (bukan dobel klaim).  Kebanyakan asuransi kesehatan sekarang sudah bisa koordinasi manfaat dengan perusahaan asuransi lain.
  13. Sesuaikan dengan budget Anda.  Pertimbangkan proteksi terbaik sesuai kebutuhan Anda dan kemampuan finansial Anda.
  14. Hubungi agen asuransi berlisensi.  Baca juga:  Cara memilih agen asuransi

Saat Anda membandingkan dengan asuransi kesehatan lainnya, silahkan dibandingkan detil manfaat/fasilitasnya apa saja, dan berapa limitnya (untuk askes yang ada limit).

 

 

Hati-hati dengan penawaran yang datang pada Anda melalui telepon (telemarketing asuransi).

Dibandingkan dengan Agen Asuransi Berlisensi, ternyata cara penawaran asuransi kesehatan melalui telemarketing ini memiliki beberapa kekurangan:

Pertama, Sales yang menawarkan hanya bertujuan untuk mendapat klosingan pada saat itu juga.  Seringkali terlalu bersemangat sehingga terkesan “ngotot” supaya nasabah segera “SETUJU” untuk buka polis SAAT ITU JUGA.  Sekarang ini, kalimat yang digunakan jadi lebih halus “apakah ibu bersedia kami bantu untuk dikirimkan dokumennya”.  Itu artinya, jika nasabah setuju, maka polis langsung aktif, dan akan ada debet rekening ataupun debet kartu kredit secara OTOMATIS yang ditagihkan ke nasabah.

Kedua, Sales yang menawarkan akan berbeda dengan sales yang kelak akan mendampingi proses klaim nasabah.  Nasabah hanya akan langsung berhubungan dengan Customer Care nya via telepon juga.

Ketiga, Tidak ada kedekatan emosional antara sales yang menawarkan dengan nasabah.  Nasabah tertentu bisa merasa “kurang adanya support” dari salesnya.  Bila ada hal kecil yang ingin ditanyakan, harus kontak Customer Care-nya yang juga berganti-ganti orangnya saat dihubungi.

Keempat, Nasabah tidak tau dan tidak kenal siapa salesnya, seperti apa “penampakannya”, hanya tau nama saat perkenalan via telepon saja.  Tidak juga ada blog pribadi  atau blog bisnis ataupun web resmi perusahaan yang disana bisa dilihat foto diri sales.  Walau tidak kenal secara pribadi, tapi kalau tau orangnya, tentu “feel”nya akan berbeda toh?  Lebih nyaman, pastinya.  Berbeda jika Anda sampai di blog saya http://ProteksiKita.com, ada foto diri saya, ada foto lisensi keagenan aktif saya, ada data kontak pribadi juga.

Kelima, Menggunakan bahasa verbal yang hanya bisa mudah dipahami oleh orang yang memiliki kemampuan menyimak yang sangat baik.  Pada orang yang kemampuan visualnya jauh lebih baik, masih harus dibantu dengan menulis ulang manfaat yang disampaikan sales.

Keenam, Menawarkan produk secara tergesa-gesa, sehingga bisa ada informasi yang terlewat ataupun kurang detil menyampaikan manfaat produk.

Ketujuh, Menggunakan bahasa “per-asuransi-an” yang terdengar kurang familiar dan agak sulit dimengerti bagi nasabah yang baru kenal “asuransi”, apalagi via telepon yang hanya mengandalkan indera pendengar saja.  Padahal secara psikologi, suatu informasi akan lebih mudah dipahami secara visual sekitar 80%.

Kedelapan, Umumnya mengutamakan penawaran premi yang murah.  Jika demikian, saran saya jangan langsung tergiur premi murah.  Anda harus mendengarkan secara seksama, manfaat apa saja yang Anda bisa dapat dari premi murah tersebut.

 

Berikut saya sekedar berbagi informasi penawaran produk kesehatan yang datang ke saya via telepon baru-baru ini.  Produk dari ****A Family E**iC***.  Setelah berbasa-basi dan perkenalan, sales sampaikan beberapa poin sebagai nilai jual produknya:

“Ibu Estri usia XX, suami usia XX, dengan 3 anak usia X, X, X.

Manfaat yang didapat:  untuk rawat inap 200 juta/tahun utk 5 orang, dengan rincian sbb: kamar 600rb perhari, ICU 1.2 juta perhari, operasi maksimal 12 juta pertindakan operasi, rawat jalan pasca rawat inap max 1.2 juta/orang perkejadian reimburse,

Premi = 500 ribuan perbulan, sudah cover untuk 5 orang”

Apa yang ada di benak Anda, setelah mendengar informasi tersebut dalam  1x penjelasan tanpa interupsi?  “WOW… murah banget, 500 ribu perbulan untuk 5 orang, manfaatnya segitu”…  Benar ya?  Kalau saya, memang itu yang tertanam di benak saya setelah salesnya sampaikan secara tuntas semua informasi tanpa saya potong.  Setelah itu, baru saya tanya2 lagi secara rinci.

Di akhir2 penjelasannya (itupun setelah saya tanya berkali-kali untuk mendapat informasi yang lebih detil, karena agen asuransi pun mudah tertarik dengan yang berjudul “murah”  🙂 ), barulah disampaikan oleh salesnya bahwa “Betul ibu, ini bukan asuransi kesehatan, melainkan santunan saja yang melengkapi asuransi kesehatan yang sudah ibu miliki”..

Naahh looo…  Kenapa bukan disampaikan dari awal, jadi otak saya lebih mudah mengikuti penjelasan si sales.

Ini strategi marketing yang efektif untuk sales bisa cepat menjaring nasabah, tapi merupakan trik berbahaya bagi nasabah yang minim pengetahuan tentang asuransi.  Dan informasi seperti ini sangat tidak adil bagi nasabah.  Mendengar istilah “kamar 600rb perhari”, pemahaman saat pertama kali mendengarnya adalah kamar perawatan seharga 600rb perhari, alias setara kamar kelas 1 di RS tertentu.  Padahal ini adalah 2 hal yang berbeda. Ternyata terakhir baru sadar bahwa yang ditawarkan adalah SANTUNAN kesehatan, BUKAN asuransi kesehatan.

Santunan kesehatan = memberi sejumlah uang sesuai perjanjian polis terhadap suatu kondisi/tindakan.  Contoh di atas, berarti:  hanya memberi uang sejumlah 600 ribu dikali lamanya hari di rawat inap, yaitu 600 ribu X 10 hari = 6 juta.  Jadi, misal saya  dirawat di kamar perawatan saja tanpa ada tindakan operasi, pulang dari RS saya klaim ke asuransi tersebut, maka saya akan terima uang = 6 juta. ITU SAJA.

Asuransi kesehatan = mengganti biaya perawatan/pengobatan selama berurusan dengan Rumah Sakit.  Saat di rawat di kamar perawatan kelas 1, misal harga kamar 600rb/hari.  Jangan lupa bahwa selama di rawat, saya pasti diberi obat, ada visit dokter spesialis/umum, mungkin juga ada pemeriksaan diagnostik spt ambil darah/rontgen dll.  Ternyata banyak hal yang harus saya bayar saat perawatan di RS.  Disinilah fungsi Asuransi Kesehatan.  Asuransi Kesehatan mengganti semua biaya perawatan selama berada di RS.  Sedangkan santunan kesehatan tidak sedetil ini.

Pengalaman ini menarik untuk saya bagi kepada pembaca blog saya yang budiman.  Agar Anda lebih waspada dan mengetahui secara jelas dan detil, produk apa yang Anda butuhkan.  Asuransi kesehatan jenis apa yang Anda cari.  Manfaat apa saja yang ingin Anda dapatkan dari sebuah produk Asuransi Kesehatan.  Pilihannya ada pada Anda.  Jangan sampai keliru atau dibuat keliru dalam memilih, yang disebabkan karena tergiur dengan premi murah namun belum paham detil manfaat yang didapat.  Ingat bahwa: Yang mengganti semua biaya perawatan selama di RS adalah Asuransi Kesehatan.

Jadi, mau beli Asuransi Kesehatan lewat telemarketing asuransi atau lewat Agen Asuransi Berlisensi?

Mencari Asuransi Kesehatan cashless yang klaimnya sesuai tagihan?  Klik Smartmed Premier.

Mencari Asuransi Kesehatan cashless yang sesuai limit dan Syariah?  Klik Allisya Care

Mau tanya-tanya dan diskusi GRATIS?  Hubungi Agen Asuransi Berlisensi  WA:  0817 028 4743

 

95% nasabah tidak memahami isi polisnya. 

Hubungi Estri Heni untuk membantu membedah polis asuransi yang sudah Anda miliki.

 

 

 

Lagi-lagi Tentang Asuransi Pendidikan Anak…

children_460

Warisan terbaik bagi Anak adalah pendidikan.  Warisan berbentuk harta seperti uang, property, bisa habis dengan mudah dan cepat.  Apalagi jika si Anak kurang memahami cara meng”aman”kannya.  Dengan memberikan pendidikan terbaik, maka Anak akan dapat berkarya sesuai keahliannya, sehingga bisa menghasilkan uang ataupun harta sesuai dengan impiannya.  Hal inilah yang menginspirasi orangtua untuk mempunyai kepastian dalam siapkan dana pendidikan untuk Anak.

Semua hal yang berbau “pendidikan” pasti sangat diminati.  Biasanya “bau” tersebut berlabel  Tabungan Pendidikan, atau Asuransi Pendidikan.  Kalau Tabungan Pendidikan, biasanya orangtua akan menghubungi mbak-mbak cantik di Bank.   Karena saya adalah agen asuransi, maka pembaca yang menghubungi saya, pastinya akan menanyakan tentang asuransi pendidikan.  Uraian di bawah ini, bolehlah sekali-kali saya bahas sedikit di luar produk asuransi sebagai awalan ceritanya ya…

 

Siapkan dana Pendidikan anak

Sebenarnya saya juga masih belajar.  Saya mengacu pada saran beberapa Perencana Keuangan Top di Indonesia, bagaimana pengelolaan dananya, bagaimana cara meng”aman”kan dana yang saya punya, dan produk apa yang tepat.  Saya bagi dengan Anda infonya di blog saya ini ya.

Idealnya, siapkan dana pendidikan adalah sejak anak usia 0 tahun , dan memang harus rinci.

Dimulai dari:

Pertama,  Sekolah mana yang kelak menjadi tujuan saat SD,SMP,SMA, sampai Universitas.  Lalu survey juga berapa biaya yang dibutuhkan untuk masuk sekolah tersebut PADA SAAT INI.  Agar memudahkan untuk dikonversikan menjadi biaya di masa datang.

Kedua,  Menghitung biaya pendidikan menggunakan kalkulator klik DISINI.

Ketiga,  Menentukan dan memilih produk apa yang bisa memenuhi target dana pendidikan yang kita butuhkan. Hal ini bisa dilakukan setelah orangtua mengetahui ilustrasi besaran dananya.

Pada produk berlabel “Asuransi Pendidikan”, dana yang dikeluarkan untuk tahapan masuk sekolah bukanlah dana asuransi, tapi dana investasi atau tabungannya. Investasi dan asuransi itu dua hal yang berbeda, bahkan bertolak belakang.

Perlu diketahui perbedaan prinsipil antara asuransi dan investasi:

Kejadian yang memerlukan asuransi adalah risiko yang sifatnya tidak diinginkan dan tidak diketahui kapan waktunya. Contoh: sakit, cacat, meninggal dunia. Sedangkan pendidikan itu kejadiannya diinginkan dan waktunya pun bisa diketahui.

Asuransi menyediakan dana besar dalam waktu singkat, dan ini cocok untuk mengantisipasi risiko tidak pasti yang bisa datang kapan saja. Sedangkan dana investasi butuh waktu untuk bisa menjadi besar, dan ini cocok untuk mengantisipasi kebutuhan yang direncanakan di masa depan (contohnya pendidikan anak).

 Tabungan, asuransi, reksa dana adalah alat/sarana. Harus cari tau kebutuhan kita berapa. Harus tahu tujuan financial untuk apa?   Produk harus melayani tujuan.  Bila bicara tujuan, harus ada angka.  Sebab, orangtua  selalu mendadak “mellow” kalau sudah bertemu dengan produk yang ada kata “pendidikan”.

 

Kalau mau pilih investasi ketimbang menabung, orang tua harus melek investasi dulu.  Jangan sampai masukin modal tapi tidak ngerti apa-apa.  Hanya tau adanya iming-iming: modal sekian juta, beberapa bulan ke depan akan menjadi belasan juta.  Semua orang pasti maunya:  terbentuk dana jumlah besar dengan modal kecil.  Saya pun maunya begitu 😀   Pelajari betul-betul produk yang “sangat menggiurkan” tersebut.  Investasi saham, return nya besar dan sangat menggiurkan.  Hanya saja, kita harus betul-betul mengerti produk, dan memahami caranya.  Tidak sedikit orang yang akhirnya menyerah “main saham”, karena hanya menginginkan “high return”-nya, tapi lupa bahwa saham juga bersifat “high risk”.

Jika orang tua lebih memilih investasi Rp 500 ribu per bulan, perlu menggunakan portofolio investasi berupa reksadana yang mampu memberikan return hingga 20%, selain deposito, ORI dan lainnya. Bahkan kalangan menengah bawah pun dapat memulai investasi dalam bentuk sederhana, seperti emas.

Siapkan dana pendidikan anak melalui investasi, akan memberikan hasil yang lebih maksimal, dibandingkan melalui asuransi.  Saya luruskan lagi ya, bahwa fungsi utama asuransi adalah PROTEKSI, bukan investasi.

Loh, kan ada produk unitlink, yang katanya proteksi sekaligus investasi..?  Benar, produk unitlink memang proteksi sekaligus investasi.  Hanya saja, fungsi investasi pada produk unitlink bukanlah tujuan utamanya.   Investasi pada produk unitlink fungsinya adalah:  membayar biaya asuransi, membuat premi menjadi flat, memperpendek masa bayar premi, dan mengembangkan dana.  Detilnya DISINI.

Lalu, apa yang salah dengan Asuransi Pendidikan?  Tidak ada.  Hanya saja, jika dana Anda terbatas, menyiapkan dana pendidikan anak melalui Asuransi Pendidikan tidak akan maksimal hasilnya.  Bisa jadi, ujung-ujungnya Anda akan protes sama saya, karena nilai tunai yang terbentuk tidak sesuai harapan Anda.

Jadi jika Anda ingin menyiapkan dana pendidikan Anak melalui asuransi, itu sama halnya dengan tujuan utama Anda adalah berinvestasi di asuransi unitlink dengan maksud ‘mendapatkan pengembangan dana senilai tertentu di tahun tertentu’, mohon maaf Anda akan kecewa.  Kenapa?

  1. Premi yang Anda harus bayarkan akan menjadi sangat besar
  2. Jangan lupa bahwa pada produk unitlink, masih ada banyak potongan biaya akuisisi di tahun 1-5.  Premi Anda baru akan 100% diletakkan pada investasi adalah di tahun ke-6.
  3. Sehingga wajar, jika dalam tahun 1-5, dana Anda belum berkembang sesuai harapan.
  4. Jelas Anda akan kecewa, karena merasa “sudah bayar premi 500 ribu selama 3 tahun, kok nilai investasinya kecil banget sih?  Mendingan tabung di bank, sudah jelas dapetnya sekian”  Hayoooo… pasti banyak kan pembaca yang merasa demikian???
  5. Bagi pembaca yang mengalami kejadian poin 4, saya ajak Anda untuk mendalami kembali karakteristik produk unitlink ya.  Penjelasan utamanya seperti pada poin 2.
  6. Bagi pembaca yang sudah memahami fitur produk unitlink, tentu tidak masalah.  Apalagi jika sudah punya produk asuransi jiwa unitlink Syariah “Allisya Protection Plus”, yang pastinya akan memaksimalkan fitur Proteksinya.

 

Perhatikan contoh berikut ya:

Usia anak 0 tahun.  Biaya masuk kuliah suatu Universitas tahun 2017 sebesar 100 juta.  Dengan asumsi inflasi pendidikan 15%, maka kelak 17 tahun kemudian, biaya tersebut menjadi 1.076.100.000.

Bagaimana cara mencapainya?  Bila menggunakan instrumen investasi dengan asumsi return 5%, maka butuh dana yang disisihkan = 3.7 juta perbulan.  Bila menggunakan instrumen investasi dengan asumsi return 10%, maka butuh dana yang disisihkan = 2.3 juta perbulan.  Bila menggunakan instrumen investasi dengan asumsi return 15%, maka butuh dana yang disisihkan = 1.4 juta perbulan.

Untuk sampai ke investasi itu, pilihannya cuma ada dua:

  1. menabung Rp 1.4 juta per bulan tanpa putus selama 17 tahun, atau
  2. investasi Rp 500 ribu setiap bulan untuk jenjang S1.

Jadi kalau tidak punya Rp 1.4 juta, ternyata Rp 500 ribu sudah bisa memenuhi rencana tersebut.

 

Instrumen yang berlabel “Asuransi Pendidikan”, umumnya bertujuan: mendapatkan pengembangan dana senilai tertentu di tahun tertentu.  Hal ini tidak tepat digunakan sebagai alat untuk mencapainya.

Perhatikan contoh berikut:  “Asuransi Pendidikan”:

PREMI = 1.4 juta perbulan, masa bayar = 18th, Ayah 30th, Anak 0th.  Apa saja yang didapat?

hal1-premi1-4jt-cuti-th18

Keterangan dari gambar di atas:

  • Premi = 1.4 juta perbulan, Masa bayar = 18th, Tertanggung = Anak, Pembayar premi = Ayah
  • Asuransi dasar (warisan jika ANAK yang meninggal) = 120juta
  • Payor = gratis premi, dan dibayarkan preminya oleh Allianz sampai usia ayah seolah-olah 65th, JIKA Ayah mengalami musibah sakit kritis/cacat tetap total/meninggal

 

hslinvestpremi1-4jt-perbulan-cuti-th18

Catatan
– Nilai Investasi adalah nilai jual Unit berdasarkan Harga Beli Unit yang akan datang.
– Nilai setiap Unit akan berbeda dari waktu ke waktu tergantung pada kinerja investasi Allianz dan tidak terlepas dari resiko investasi  berdasarkan jenis investasi yang dipilih oleh Pemohon.
– Illustrasi nilai setiap Unit tergantung kepada Tabarru, Biaya Administrasi sebesar Rp. 26,500 per bulan dan Biaya
Pengelolaan Investasi yang berlaku saat ini.
– Jika ada tanda “***” artinya Nilai Investasi Anda sudah tidak mencukupi dan Polis anda akan berakhir.
– Membeli Polis Asuransi Jiwa adalah komitmen jangka panjang. Apabila Polis dihentikan pada tahun-tahun awal dapat menyebabkan  kerugian bagi Nasabah.
– Nilai Investasi pada tabel diatas dicantumkan hingga usia 100 tahun, dan proteksi asuransi kepada Tertanggung tetap berlaku hingga  usia 100 tahun selama nilai dari Unit tersedia cukup untuk membayarkan Tabarru dan Biaya Administrasi.

 

Keterangan dari gambar di atas:

Dengan meletakkan dana premi pada equity fund, maka asumsi proyeksi nilai tunai yang terbentuk saat anak usia 18th adalah antara 900 jutaan (return 13%) sampai 1.6 Miliar (return 18%).  Jika tujuan dana saat anak usia 18th adalah = 1.076.100.000 (biaya saat anak masuk kuliah kelak 17 tahun kemudian), maka bisa saja Anda menggunakan “Asuransi” untuk mencapainya.

Masalahnya:  apakah tersedia dana yang dianggarkan sebesar 1.4 juta perbulan untuk siapkan dana pendidikan Anak?  Dana sebesar itu “hanya” untuk siapkan pendidikan anak, loh.  Belum lagi ada anggaran lainnya yang menjadi kewajiban Anda, seperti: anggaran rutin bulanan Anda untuk biaya hidup bulanan, cicilan, tagihan, liburan…

Ingat, komposisi di atas untuk anak 0 tahun, preminya = 1.4 juta perbulan.

 

Baiklah…

Selanjutnya misalkan dana yang tersedia untuk siapkan dana pendidikan anak adalah PREMI = 500 ribu perbulan, dimasukkan ke dalam “Asuransi Pendidikan”.  Maka hasilnya sbb:

hal1-premi500-cuti-th18

Keterangan dari gambar di atas:

  • Premi = 500 ribu perbulan, Masa bayar = 18th, Tertanggung = Anak, Pembayar premi = Ayah
  • Asuransi dasar (warisan jika ANAK yang meninggal) = 60juta
  • Payor = gratis premi, dan dibayarkan preminya oleh Allianz sampai usia ayah seolah-olah 65th, JIKA Ayah mengalami musibah sakit kritis/cacat tetap total/meninggal

 

hslinvestpremi500rb-perbulan-cuti-th18

Catatan
– Nilai Investasi adalah nilai jual Unit berdasarkan Harga Beli Unit yang akan datang.
– Nilai setiap Unit akan berbeda dari waktu ke waktu tergantung pada kinerja investasi Allianz dan tidak terlepas dari resiko investasi  berdasarkan jenis investasi yang dipilih oleh Pemohon.
– Illustrasi nilai setiap Unit tergantung kepada Tabarru, Biaya Administrasi sebesar Rp. 26,500 per bulan dan Biaya
Pengelolaan Investasi yang berlaku saat ini.
– Jika ada tanda “***” artinya Nilai Investasi Anda sudah tidak mencukupi dan Polis anda akan berakhir.
– Membeli Polis Asuransi Jiwa adalah komitmen jangka panjang. Apabila Polis dihentikan pada tahun-tahun awal dapat menyebabkan  kerugian bagi Nasabah.
– Nilai Investasi pada tabel diatas dicantumkan hingga usia 100 tahun, dan proteksi asuransi kepada Tertanggung tetap berlaku hingga  usia 100 tahun selama nilai dari Unit tersedia cukup untuk membayarkan Tabarru dan Biaya Administrasi.

 

Keterangan dari gambar di atas:

Dengan meletakkan dana premi pada equity fund, maka asumsi proyeksi nilai tunai yang terbentuk saat anak usia 18th adalah antara 300 jutaan (return 13%) sampai 500 jutaan (return 18%).  Jika tujuan dana saat anak usia 18th adalah = 1.076.100.000 (biaya saat anak masuk kuliah kelak 17 tahun kemudian), maka tentu saja Anda TIDAK BISA menggunakan “Asuransi” untuk mencapainya.

 

Pada 2 contoh tersebut, tujuan utama berasuransi adalah mendapatkan dana sejumlah tertentu, pada tahun  tertentu.

Pertanyaan:  Selama bertahun-tahun Anda berupaya menempatkan dana di “Asuransi Pendidikan” tersebut:

Apakah Anda yakin upaya tersebut akan mulus tanpa halangan?  Apakah Anda yakin tidak akan ada musibah (sakit kritis/cacat/meninggal) yang mungkin terjadi?  Apakah Anda yakin, bila musibah itu datang pada diri Anda sebagai penabung, finansial Anda tidak akan terganggu?  Apakah Anda yakin, bahwa Anda tabungan Anda yang lain + asset yang dimiliki, akan cukup untuk mengatasi masalah finansial yang timbul?  Jangan-jangan, dana pendidikan yang Anda siapkan ini malah Anda “bongkar” untuk dipakai menggantikan penghasilan Anda yang hilang?  Kalau sudah begitu, bisa batal dong, rencana siapkan dana Pendidikan Anak?  Impian anak untuk sekolah sampai jenjang yang tinggi terpaksa harus dikubur…

Coba Anda cermati lagi komposisi Asuransi Pendidikan di atas, apa manfaat proteksi yang didapat?  Memang ada, tapi cek lagi apakah sesuai nominalnya untuk menggantikan penghasilan Anda yang hilang jika terjadi musibah?

Mari luruskan kembali pemahaman yang benar dalam ber-asuransi pendidikan…  Siapkan dananya melalui investasi, asuransi itu untuk proteksi penghasilan Anda.

Disitulah bedanya asuransi VS investasi.  Saya tidak ingin asal produk asuransi saya terjual.  Biasanya saya akan tetap memberikan saran profesional agar Anda puas dalam mengelola rencana keuangan Anda sesuai tujuan.

Itulah sebabnya, meski saya adalah agen asuransi, ketika banyak permintaan ilustrasi Asuransi Pendidikan yang masuk ke email, atau ke nomor kontak saya, maka saya tetap akan memberikan saran profesional:

Dana pendidikan disiapkan melalui investasi, bukan via asuransi. Tujuan dana yang ingin disiapkan saat jenjang pendidikan tertentu akan lebih mudah tercapai via investasi.

Syarat penting berinvestasi:  pilih perusahaan yang bonafit, kenali produknya, pilih produk yang sesuai dengan profil Anda, tentukan produk yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda, pelajari portofolio/kinerja produknya, sesuaikan dananya.

Hubungi Manajer Investasi atau agen penjual produk investasi saat Anda ingin berinvestasi.

Hubungi Estri Heni (email: ProteksiKita@gmail.com), atau ke nomor kontak saya (WA: 0817 028 4743) sekarang juga untuk buka polis Asuransi Jiwa Syariah (premi 355 ribu UP 1 Miliar), atau Asuransi Kesehatan Syariah.  Musibah datang tanpa pemberitahuan, maka miliki polis asuransi saat musibah belum terjadi dan saat Anda merasa belum butuh asuransi.  Karena jika Anda merasa butuh asuransi, mungkin Asuransi sudah tidak bisa menerima pengajuan Anda…

Salam.

 

 

Artikel terkait:

Pendidikan Anak:  Kembangkan dananya melalui investasi, dampingi dengan asuransi sebagai proteksi

 

 

 

 

 

 

 

“Apa Produk Unggulan Allianz?”

Terkadang ada calon nasabah atau calon agen yang bertanya seperti itu. Dalam hal ini, tentu yang dimaksud produk adalah produk asuransi jiwa (life insurance) dan yang dimaksud Allianz adalah PT Asuransi Allianz Life Indonesia, bukan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia yang menjual asuransi umum (general insurance).

Jawaban saya, “Produk unggulan Allianz adalah Tapro.”

Jika anda bertemu agen asuransi Allianz, pasti mereka akan menawarkan Tapro.

Apa itu Tapro?

Tapro adalah suatu produk asuransi jiwa. Tapro memberikan manfaat utama perlindungan keuangan dari risiko meninggal dunia. Selain itu, manfaat Tapro bisa ditambah rider (asuransi tambahan) berupa perlindungan keuangan dari risiko meninggal atau cacat karena kecelakaan (ADDB), perlindungan keuangan dari risiko cacat tetap total (TPD), perlindungan keuangan dari risiko penyakit kritis (CI+, CI100), perlindungan keuangan dari risiko rawat inap dan pembedahan (HSC+, Flexicare Family), dan pembebasan premi jika mengalami sakit kritis atau cacat tetap total (Payor Benefit, Spouse Payor Benefit), atau pembebasan premi jika meninggal dunia (Payor Protection, Spouse Payor Protection).

Tapro tergolong asuransi jiwa jenis unit-link (unit-linked). Yang dimaksud unit-link artinya produk ini ada unsur investasinya. Investasinya berbentuk reksadana dan disalurkan ke berbagai instrumen investasi yang legal seperti saham, obligasi, sukuk, SBI, deposito. Meskipun ada investasinya, unit-link tetaplah produk asuransi, di mana fungsi utamanya adalah sebagai sarana proteksi keuangan dari risiko-risiko yang tidak diinginkan, sedangkan nilai investasinya berfungsi sebagai cadangan dana untuk membiayai polis supaya tetap berlaku. Tidak disarankan mengambil unit-link untuk tujuan investasi, seperti untuk pendidikan anak atau dana pensiun, karena banyak potongan biaya untuk asuransi sehingga hasil investasinya tidak akan maksimal. Jika ingin berinvestasi, pilihlah instrumen keuangan yang memang dikhususkan untuk investasi, seperti reksadana, saham, emas, obligasi, atau minimal deposito.

Tapro bukan nama resmi produk ini, melainkan hanya istilah populer untuk memudahkan pemasaran. Tapro bisa berarti Tabungan Proteksi. Artinya, produk ini terdiri dari unsur tabungan (tepatnya: investasi) dan unsur proteksi. Ada tabungan, ada proteksi. Tak ada tabungan, tak ada proteksi.

Tapro juga bisa berarti Tanggung Problem. Artinya, Tapro menanggung problem keuangan yang akan dialami orang jika terkena salah satu risiko yang dijamin dalam polis.

Nama resmi Tapro ada dua versi. Yang satu versi syariah, satu lagi versi konvensional. Tapro syariah namanya Allisya Protection Plus. Tapro konvensional namanya Smartlink Flexi Account Plus.

Kedua produk memiliki manfaat dasar yang sama, rider yang sama, premi yang sama, dan struktur biaya yang sama. Perbedaan utama terletak dalam redaksi kontrak/akad dan penyaluran investasi. Perbedaan lainnya mencakup semua perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional.

Fokus Proteksi Penyakit Kritis

Di antara berbagai manfaat perlindungan Tapro, ada satu yang paling banyak ditawarkan oleh agen Allianz, yaitu rider penyakit kritis. Boleh diadu dengan produk sejenis di pasaran, rider penyakit kritis dari Tapro Allianz adalah yang paling bagus sekaligus paling murah. Dengan premi mulai 300 ribu per bulan, kita bisa mendapatkan uang pertanggungan penyakit kritis 1 miliar.

Kenapa penyakit kritis?

Karena penyakit kritis adalah risiko yang paling besar biayanya dan telah terbukti banyak bikin orang bangkrut. Para artis yang kelihatannya banyak uang saja bisa bangkrut, bagaimana dengan orang dari kalangan biasa? Penyakit kritis juga bisa membuat seseorang tidak bisa bekerja dan kehilangan penghasilan. Asuransi penyakit kritis memberikan uang tunai dalam jumlah besar untuk menggantikan penghasilan yang hilang itu.

Orang boleh punya banyak asuransi, tapi tanpa asuransi penyakit kritis dalam portofolionya, jika kejadian yang dialaminya adalah penyakit kritis, mungkin saja semua asuransi yang dimilikinya tidak banyak membantu.

Ada tiga rider penyakit kritis di Tapro. Yang direkomendasikan ada dua yaitu CI100 (menanggung 100 kondisi penyakit kritis mulai tahap awal sd usia 100 tahun) dan CI+ (menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut sd usia 70 tahun). Rider CIA kurang direkomendasikan karena klaimnya mengurangi UP jiwa, sedangkan klaim CI+ dan CI100 tidak mengurangi UP jiwa. Rider penyakit kritis bisa diambil maksimal lima kali UP jiwa.

Fokus Proteksi Penghasilan

Rider penyakit kritis merupakan bagian dari konsep proteksi penghasilan. Apa itu proteksi penghasilan?

Penghasilan adalah modal kita menjalani kehidupan. Kita bisa makan dan minum, membeli pakaian, bertempat tinggal, bepergian, menyekolahkan anak, menyalurkan hobi, rekreasi, memelihara kesehatan, menabung, bersedekah, dan lain-lain, semuanya memerlukan uang atau penghasilan. Penghasilan diperoleh jika kita bekerja.

Pertanyaannya, bagaimana jika kita tidak bekerja? Tentunya kita tidak akan memperoleh penghasilan dan karena itu tidak bisa membiayai segala kebutuhan dan gaya hidup secara normal.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang menyebabkan kita tidak bisa bekerja? Macam-macam, di antaranya cacat tetap, sakit berat atau sakit kritis, dan meninggal dunia. Tiga penyebab ini tidak bisa kita kendalikan dan tidak bisa kita ketahui kapan terjadinya.

Lalu bagaimana cara terbaik menanggulangi dampak keuangan dari tiga risiko tersebut? Tidak lain melalui asuransi, dan produk yang cocok adalah Tapro.

Tapro adalah suatu program proteksi penghasilan, karena Tapro melindungi penghasilan kita dari risiko hidup yang dapat menyebabkan penghasilan berhenti, yaitu cacat tetap (produk rider ADDB dan TPD), penyakit kritis (produk rider CI+ dan CI100), dan meninggal dunia (produk dasar dan rider Term Life).

Penawaran Standar Tapro

Bicara proteksi penghasilan, penawaran standar yang biasa diajukan agen Allianz adalah produk Tapro dengan manfaat:

  1. UP jiwa.
  2. Rider ADDB
  3. Rider TPD.
  4. Rider CI+/CI100 (boleh salah satu atau dua-duanya)
  5. Rider Payor Benefit (pembebasan premi jika mengalami TPD atau CI+)

Uang pertangungan untuk tiap manfaat di atas biasanya disamakan dan besarnya tergantung premi, usia,jenis kelamin, dan pekerjaan.

Misalnya, untuk pria usia 30 tahun, premi 2 juta per bulan, Tapro bisa memberikan manfaat sbb:

  1. UP jiwa 1 miliar
  2. Rider ADDB 1 miliar
  3. Rider TPD 1 miliar
  4. Rider CI+/CI100 1 miliar
  5. Rider Payor benefit

Total manfaat lebih dari 4 miliar dan ada nilai investasinya.

Ilustrasinya seperti terlihat di bawah.

 

1

Ilustrasi Tapro dengan komposisi manfaat semacam di atas biasa ditawarkan untuk kepala keluarga (biasanya ayah) dan juga ibu jika bekerja.

Untuk istri yang tidak bekerja (ibu rumah tangga), penawaran manfaat difokuskan ke rider penyakit kritis dengan UP yang lebih besar dari UP jiwa. Demikian pula untuk anak. Ibu rumah tangga dan anak-anak tidak bekerja sehingga tidak ada penghasilan yang perlu diproteksi.

Penawaran Tapro dengan Rider Rawat Inap

Bagimana jika ada yang menanyakan manfaat proteksi untuk rawat inap atau lazim dikenal sebagai “asuransi kartu”?

Tapro juga menyediakannya melalui rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Dengan memiliki rider HSC+, seseorang cukup menunjukkan kartu cashless ke admin RS rekanan Allianz ketika hendak berobat yang memerlukan rawat inap atau pembedahan. Ini semacam kartu sakti sehingga kita tidak perlu menaruh deposit saat dirawat inap. Segala biaya rumah sakit seperti kamar, ICU, dokter yang merawat, dokter spesialis, pembedahan, obat-obatan, administrasi, ditanggung dengan rider HSC+. Masa perlindungannya sd usia 80 tahun.

Selain rider HSC+, Tapro juga menyediakan rider Flexicare Family yang memberikan santunan tunai jika seseorang dirawat inap atau pembedahan. Cara klaimnya hanya bisa reimbursement, bisa double claim dengan asuransi lain, dan boleh menggunakan kuitansi legalisir. Rider Flexicare Family bisa menyertakan anggota keluarga, tentunya dengan tambahan premi. Masa perlindungan sd usia 65 tahun.

Berikut adalah contoh apabila penawaran Tapro standar di atas ditambah dengan rider HSC+ plan kamar 1 juta dan Flexicare Family dengan santunan 1 juta per hari. Premi jadi 3 juta per bulan.

2

 

 

Bagaimana Jika Ada yang Menanyakan Asuransi Pendidikan?

Satu jenis asuransi yang juga sering ditanyakan orang adalah asuransi pendidikan. Apa itu asuransi pendidikan? Ialah asuransi yang memberikan sejumlah dana tunai ketika anak masuk jenjang-jenjang sekolah. Kita tahu khususnya untuk sekolah swasta, biaya masuknya cukup mahal dan sebaiknya dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

Sebenarnya, bicara jujur, yang disebut asuransi pendidikan itu tidak ada.

Dalam produk yang dikemas dengan istilah “asuransi pendidikan”, dana yang dikeluarkan untuk tahapan masuk sekolah bukanlah dana asuransi, tapi dana investasi atau tabungannya. Investasi dan asuransi itu dua hal yang berbeda, bahkan bertolak belakang.

Di sini perlu diketahui perbedaan prinsipil antara asuransi dan investasi.

Pertama, kejadian yang memerlukan asuransi adalah risiko yang sifatnya tidak diinginkan dan tidak diketahui kapan waktunya. Contoh: sakit, cacat, meninggal dunia. Sedangkan pendidikan itu kejadiannya diinginkan dan waktunya pun bisa diketahui.

Kedua, asuransi menyediakan dana besar dalam waktu singkat, dan ini cocok untuk mengantisipasi risiko tidak pasti yang bisa datang kapan saja. Sedangkan dana investasi butuh waktu untuk bisa menjadi besar, dan ini cocok untuk mengantisipasi kebutuhan yang direncanakan di masa depan (contohnya pendidikan anak).

Jadi, bagaimana jika ada yang menanyakan asuransi pendidikan?

Pertama, saya sarankan agar berinvestasi sendiri, minimal menabung secara rutin. Lalu pada saat yang sama, orangtua harus memiliki asuransi jiwa, minimal untuk risiko meninggal dunia. Fungsi asuransi jiwa ialah jika orangtua meninggal dunia, uang pertanggungan cair dan bisa digunakan untuk menopang dana pendidikan anak maupun biaya hidupnya.

Kedua, jika tidak mampu berinvestasi sendiri, atau ragu bisa menabung secara rutin jika dikelola sendiri, Tapro bisa dijadikan pilihan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, dengan beberapa catatan, yaitu tertanggungnya tetap atas nama orangtua, uang pertanggungan atau manfaat proteksinya tidak terlalu besar, alokasi investasinya diperbesar, dan bahwa nilai investasi tidak dijamin.

Pada dasarnya, selama orangtua sehat walafiat dan mampu bekerja secara normal, anak akan bisa sekolah. Jadi, jangan lupakan proteksi penghasilan untuk orangtua melalui Tapro. Dan jika anak anda pintar, dia akan mudah memperoleh beasiswa. Persiapan khusus melalui investasi atau tabungan untuk sekolah anak hanya perlu dilakukan jika anda ingin anak anda bersekolah di sekolah swasta yang mahal.

 

 

Bagaimana Jika Ada yang Menanyakan Asuransi Pendidikan Plus Rawat Inap untuk Anak?

Ini yang repot 😀 , apalagi jika anggarannya terbatas. Pendidikan itu investasi, sedangkan rawat inap itu asuransi. Investasi berlawanan dengan asuransi. Jika asuransinya dimaksimalkan, investasinya jadi kecil. Jika ingin investasinya besar, asuransinya harus dikecilkan.

Saran saya, jika anggaran terbatas, siapkan untuk rawat inap dulu. Tidak perlu dua-duanya, karena nanti dapatnya kecil-kecil. Barulah nanti jika penghasilan bertambah, siapkan juga tabungan pendidikan untuk anak.  Jangan lupa, sebelumnya orangtua harus punya proteksi penghasilan.

 

Bagaimana Jika Ada yang Menanyakan Asuransi untuk Rawat Jalan, Rawat Gigi, dan Melahirkan?

Asuransi untuk membiayai rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan merupakan fasilitas standar pada asuransi kumpulan, sebagai salah satu cara pemilik perusahaan untuk menjaga aset paling berharganya yaitu para karyawan. Tapi pada asuransi individu, tiga jenis asuransi ini preminya terlalu mahal dan tidak sebanding dengan manfaatnya yang kecil.

Selain itu, untuk menghadapi tiga risiko ini sebetulnya orang tidak benar-benar membutuhkan bantuan asuransi. Biaya rawat jalan dan gigi relatif kecil, jadi masih bisa pakai uang sendiri dan tidak akan bikin bangkrut. Sementara biaya melahirkan masihlah dapat diukur, tidak pernah terdengar ada orang bangkrut karena melahirkan anak. Dan pula punya anak itu keinginan sendiri, jadi kenapa harus minta pihak lain yang bayari?

Jika ada orang yang menanyakan asuransi rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan, saya akan buatkan ilustrasinya melalui produk kesehatan murni yang tersedia di Allianz, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan Smartmed Premier. Tapi saya selalu sertakan ilustrasi alternatif jika hanya ambil rawat inap, supaya mereka melihat perbedaan preminya yang sangat jauh. Sebagai contoh, jika hanya ambil rawat inap plan E pada produk Allisya Care untuk wanita usia 30, preminya 2,5 jutaan per tahun. Tapi jika ditambah rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan dengan plan yang sama, preminya jadi 12,4 jutaan per tahun. Selisih hampir 10 juta. Jika dananya ada, lebih baik uang 10 juta itu disimpan saja untuk digunakan sewaktu-waktu diperlukan.

 

Jadi Asuransi Apa yang Disarankan untuk Dimiliki?

Jenis asuransi yang perlu dimiliki tidak banyak. Disingkat R-S-C-M, yaitu Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, dan Meninggal dunia. Keempat risiko ini sama-sama tidak diinginkan, tidak diketahui waktunya, dan butuh biaya besar.

Keempatnya terdapat pada produk Tapro. Cukup satu produk, sudah melindungi keuangan kita dari 4 risiko hidup.

  1. Rawat inap, melalui rider HSC+ dan Flexicare Family
  2. Sakit kritis, melalui rider CI+ dan CI100
  3. Cacat tetap, melalui rider ADDB dan TPD
  4. Meninggal dunia, melalui produk asuransi jiwa dasar, rider Term Life, dan ADDB (untuk meninggal karena kecelakaan).

Khusus Rawat inap, ada alternatif di luar Tapro yaitu Allisya Care, asuransi kesehatan murni tanpa investasi. Jika ingin asuransi kesehatan rawat inap yang sesuai tagihan, produknya Smartmed Premier. Kelebihan dari askes murni ini adalah bisa menyertakan anggota keluarga dalam satu polis. Sedangkan jika askesnya pakai Tapro, satu polis hanya bisa untuk satu orang.

Kemudian bagi anda yang sudah memiliki asuransi rawat inap dari tempat lain (kantor, pemerintah, BPJS) dan merasa itu cukup, anda bisa fokus pada proteksi penyakit kritis dan atau proteksi penghasilan di Tapro.

SUMBER ARTIKEL

Pembuatan Ilustrasi Tapro

Jika anda tertarik untuk memiliki produk Tapro, silakan klik tautan berikut ini:

FORM PERMOHONAN ILUSTRASI TAPRO

 

 

Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

 

hepifam

 

Seorang kepala keluarga dari sebuah keluarga bahagia menghubungi saya, menyampaikan maksudnya yang sedang mencari Asuransi untuk Masa Depan Anak.  Apakah di Allianz Syariah ada produk yang bisa menjawab kebutuhan saya itu?

 

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan “meluruskan” pemahaman tentang Asuransi untuk “Masa Depan Anak”.  Yang beliau maksud dengan “Masa Depan Anak” yaitu bahwa Anaknya akan terjamin ketersediaan dana pendidikannya dan juga kebutuhan lainnya dapat dipastikan persiapan dananya tidak terganggu.  Saya tanya kembali:  “Apakah Bapak sudah punya asuransi untuk Bapak sendiri?”.  Beliau menjawab:  “Belum.  Saya fokuskan persiapan dana untuk masa depan anak”

Baiklah, saya sudah mengerti maksudnya.

 

KETERSEDIAAN DANA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

Kebanyakan orangtua masih rancu dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.  Menghubungi saya untuk membeli asuransi pendidikan anak, dengan pemikiran agar dana pendidikan bisa disiapkan melalui asuransi.

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?

Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja merupakan “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti, yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).

Bila Pencari nafkah sudah PUNYA polis asuransi, artinya:

  1. Selama pencari nafkah masih sehat –> pencari nafkah bekerja –> ada penghasilan  –> ada dana yang disisihkan untuk persiapan dana pendidikan melalui instrumen investasi –> dana pendidikan anak akan siap.
  2. Bila pencari nafkah mengalami musibah –> tidak bisa bekerja –> tidak ada penghasilan –> ada DANA TUNAI dari klaim asuransi –> dana digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi dana pendidikan.

Dari uraian tersebut, tentunya sudah dapat dipahami bahwa dengan adanya polis asuransi untuk pencari nafkah, maka masa depan Anak akan terjamin.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak

 

 

KETERSEDIAAN DANA JIKA TERJADI MUSIBAH, TANPA HARUS JUAL HARTA

Sekarang kita coba pelajari isi polis.  Bagi agen asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan dalam rangka menyiapkan masa depan anak, biasanya dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah ANAK.  Sedangkan saya, yang mengutamakan asuransi bagi pencari nafkah, untuk tujuan masa depan anak yang terjamin, maka dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah PENCARI NAFKAH.

Apa bedanya, jika dalam polis, yang menjadi TERTANGGUNG adalah ANAK, dengan TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH ?

 

TERTANGGUNG adalah ANAK

  1.  Jika terjadi musibah pada anak ??

rip

 

panah

Penerima Manfaat Untuk Siapa ???

Untuk orangtuanya yang masih sehat dan produktif?

 

 

2.  Jika terjadi musibah pada pencari nafkah ??

rip

panahYang ditanggung = anak.  Yang kena musibah = pencari nafkah.

Maka  Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan

HANYA   bebas premi saja, dan atau dana pendidikan sampai usia tertentu.

 

 

Lalu, bagaimana untuk keluarga yang ditinggalkan…

Masalah apa saja yang masih mungkin terjadi ?

  • Biaya kebutuhan keluarga, seperti: makan, pakaian, dll
  • Cicilan
  • Berbagai tagihan
  • Kebutuhan / perlengkapan sekolah
  • Biaya pengobatan
  • Biaya tidak terduga

SIAPA YANG AKAN  MEMBERIKAN “TANGGUNGAN” TERSEBUT ?

Pasangan Anda dan anak tercinta jadi harus bekerja membanting tulang menggantikan posisi Anda, agar semua kebutuhan hidup di atas bisa tetap dibayar/dipenuhi.

Bayangkan, pasangan Anda yang mulai menua, tenaga yang sudah berkurang, tapi masih harus memulai hidup dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan Anak Anda (sesuai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Bayangkan anak Anda yang masih kecil, masih dalam masa permainan, dengan tenaganya yang masih lemah, tapi harus membantu pasangan Anda untuk memulai bekerja dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan mereka (seusai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Anak, ini KURANG tepat!  Saya sangat tidak menyarankan.

 

TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH

Jika terjadi musibah pada Pencari Nafkah:

  •   Terdiagnosa Penyakit Kritis:

cancer

atau penyakit kritis lainnya

 

Ada 49 jenis penyakit kritis atau 100 kondisi “Penyakit Kritis”

  •  Cacat Tetap Total

 

Jika klaim memenuhi kriteria sesuai dalam buku polis, maka PENERIMA MANFAAT (ahli waris) akan:

  1. Menerima “Uang TUNAI jumlah Besar” yang ditransfer oleh Allianz.  Uang Tunai ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Seperti:  kebutuhan hidup keluarga (makan, pakaian, dll), membayar cicilan, membayar tagihan, biaya pengobatan, ditabung untuk biaya pendidikan anak, digunakan sebagai modal usaha, diinvestasikan lagi agar dana semakin berkembang.
  2. Sakit kritis, Cacat Tetap Total, Meninggal dunia  ==>  ada manfaat bebas Premi bagi polis anggota keluarga lainnya.  Artinya:  premi polis anggota keluarga lainnya menjadi GRATIS dan akan dibayarkan preminya oleh Allianz.  Sehingga anggota keluarga lainnya tetap akan mendapatkan perlindungan dan manfaat, walaupun pencari nafkah sudah tidak lagi bersama mereka.

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Pencari Nafkah, saran profesional saya: sangat merekomendasikannya!

Baca juga:   Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

 

Bersama Allianz Syariah, masa depan Anak dan keluarga Anda akan terlindungi, baik selama Anda ada ataupun sudah tidak bersama mereka lagi…

 

happy-family

 

SEGERA lindungi penghasilan Anda, dan siapkan masa depan Anak dan keluarga dengan TEPAT.

Pahami manfaat asuransi yang ditawarkan agen.  Hubungi Agen Asuransi Allianz Syariah Bersertifikasi, yang mengerti fitur produknya dan memahami kebutuhan Anda.

Estri Heni

SMS/WA:   0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

 

 

 

Bagaimana Komposisi Asuransi Yang Ideal Untuk 1 Keluarga?

 

happy_family_

 

Beberapa hal mendasar yang harus dipahami:

Asuransi = Proteksi, bukan Investasi.  Jika Anda membutuhkan proteksi, hubungi agen asuransi.

Investasi bukan ranah asuransi.  Walaupun pada produk unitlink ada juga porsi investasi.  Namun fungsi investasi pada produk unitlink adalah:  klik DISINI.

Apa tujuan Anda berasuransi?  Tujuan asuransi adalah:  melindungi penghasilan dari musibah yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.

Asuransi apa yang menjadi prioritas?  Utamanya adalah ASURANSI JIWA.  Detilnya baca DISINI.

Yang utama harus punya asuransi adalah:  pencari nafkah utama.  Kenapa?  Sebab penghasilan beliau adalah sumber utama keuangan keluarga.  Dimana pada beliaulah roda kehidupan keluarga bergantung.

Bila biaya kesehatan (berobat dan perawatan di RS) sudah ditanggung kantor, sisihkan sedikit penghasilan untuk memiliki polis asuransi jiwa.  Lengkapi asuransi kesehatan dari kantor, dengan memiliki polis asuransi jiwa.  Alasannya baca DISINI.  Maksimalkan proteksinya pada penyakit kritis dan meninggal dunia.  Kenapa?  Penyakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, dan penderitanya masih “ada” sehingga biaya hidup menjadi dobel antara penderita sakit kritis dan keluarganya.  Begitu juga bila meninggal dunia, pastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap dapat hidup layak sepeninggalnya si pencari nafkah.

Bila biaya kesehatan belum ditanggung kantor, dan dana Anda terbatas, miliki BPJS untuk menghindari kebangkrutan bila terjadi musibah sakit, utamanya sakit berat.  Dengan premi yang terjangkau, mohon untuk tidak mengeluhkan pelayanan BPJS yang mungkin agak kurang memuaskan Anda.

Asuransi Pendidikan untuk anak?  Ini kurang tepat.  Penjelasannya baca artikel ini:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak.   Sudah punya asuransi Pendidikan untuk Anak?  Coba baca KISAH  INI.

Apa asuransi yang tepat untuk anak?  Kembali pada poin 1 di atas, bahwa asuransi adalah proteksi.  Sehingga walaupun ditujukan untuk anak, selama “judulnya” adalah asuransi, maka milikilah asuransi jiwa dan kesehatan.  Asuransi kesehatan bisa memaksimalkan fasilitas dari kantor, atau BPJS.  Asuransi jiwa utamakan untuk memaksimalkan proteksi sakit kritisnya. Sementara untuk UP jiwa / asuransi dasar (pada asuransi jiwa) bisa diminimalkan.  Ingatlah bahwa asuransi kesehatan itu ada batasan proteksinya, dan tentu saja ada perbedaan manfaat dengan asuransi penyakit kritis.  Baca ini:  Bedanya Asuransi Kesehatan dengan asuransi penyakit kritis.

Kenapa anak juga harus punya asuransi sakit kritis?  Ingat bahwa musibah itu tidak pilih2 orang.  Siapa saja bisa terkena musibah:  orang tua, orang muda, orang sehat, orang sakit, anak-anak, laki-laki, atau perempuan.

Asuransi apa yang tepat untuk Ibu Rumah Tangga?  Jawabannya sama seperti poin di atas.  Baca juga:  Istri punya asuransi jiwa atau tidak, ini bedanya.  Beruntung Anda sampai di blog saya.  Asuransi jiwa Allianz Syariah sudah mengembangkan fitur produknya, yaitu untuk penyakit kritis, UPnya bisa 5x lebih besar dari UP jiwanya.  Sehingga selain fasilitas askes dari kantor suami (yang ternyata ada limit manfaatnya), asuransi untuk ibu rumah tangga bisa memaksimalkan proteksi penyakit kritis hingga 5x UP jiwa.  Info detilnya DISINI.

 

Dari poin-poin pemahaman dasar yang disebutkan di atas, maka komposisi ideal untuk proteksi keluarga adalah sbb:

  1.  Ayah.  Sebagai pencari nafkah utama, maka maksimalkan UP jiwa (warisan, proteksi penghasilan sepeninggalnya agar keluarga yang ditinggalkan masih dapat hidup layak) dan maksimalkan UP sakit kritis (karena sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  2. Ibu.  Jika ibu adalah seorang ibu rumah tangga, artinya penghasilan utama bergantung pada suami.  Proteksi yang ideal: warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  3. Anak 1 dan 2.  Masih usia sekolah, biaya hidup masih bergantung pada ayah.  Proteksi yang ideal:  warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).

 

Berikut adalah contoh   Program Asuransi  Paket untuk Keluarga

 

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

 

Berikut adalah ilustrasinya:

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

 

ayah

Ilustrasi Tapro utk pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan.

 

 

ibu1

Ilustrasi Tapro utk wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan.

 

 

anak1

Ilustrasi Tapro utk anak usia 5th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 300 ribu per bulan.

—————————-

Hal di atas adalah contoh komposisi proteksi yang ideal berdasarkan pada pemahaman dasar asuransi.  Jika memang dana yang tersedia terbatas, silahkan diskusikan kebutuhan proteksi Anda pada agen Estri Heni (WA: 0187 028 4743) untuk mendapatkan solusi terbaik bagi proteksi keluarga Anda.