Fakta “Serangan Jantung” (Dokter Spesialis Jantung – Bandung Barat)

 

Kali ini saya ingin berbagi informasi kesehatan tentang Serangan Jantung dari dokter ahli jantung, Dr Erta Priadi Wirawijaya, SpJP, yang bertugas di Klinik Jantung di Bandung Barat.  Ini adalah informasi yang diposting di akun media sosial milik beliau.  Semoga bermanfaat.

 

dr Erta

 

Sesuai prediksi, dibandingkan hari biasa dihari lebaran ini lebih banyak yang terkena serangan jantung. Sudah ada beberapa pasien yang mengeluh nyeri dada dan datang ke IGD. Mereka terdiagnosis sindrom koroner akut atau serangan jantung. Serangan jantung merupakan pembunuh nomer satu di dunia dan juga di Indonesia saat ini. Jenisnya ada beragam, ada yang mengalami serangan jantung lantas timbul gangguan irama mematikan sehingga terjadi henti jantung mendadak yang berarti kematian saat itu juga. Kejadiannya cukup banyak, seseorang yang tadinya baik-baik saja bisa mendadak tidak bernyawa karena hal ini.

Ada juga yang penyempitannya arteri koronernya tidak lengkap sehingga tidak terjadi kerusakan otot jantung yang menetap. Hanya nyeri dada yang hilang muncul. Tapi ada juga juga yang arteri koronernya tersumbat total hingga timbul kerusakan otot jantung yang luas. Pada keadaan itu, jantung yang tadinya bisa memompakan darah hingga 5 liter/menit bisa mendadak terganggu fungsinya dan hanya bisa memompakan sedikit darah, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan menimbulkan kongesti atau penumpukan darah di paru-paru sehingga timbul keluhan sesak. Jika kongesti yang terjadi berat, paru-paru bisa dengan cepat terendam cairan tubuh yang terkandung didalam darah sehingga timbul sesak nafas yang berat. Kalau hal ini terjadi (infark dengan shock dan gagal jantung / Killip IV), angka kematiannya menjadi sangat tinggi mencapai 81%.

Komplikasi mematikan berupa gangguan irama dan gagal jantung inilah yang sering kali menyertai serangan jantung. Karena itu jangan pernah menganggap remeh keluhan nyeri dada.

Bicara soal kecepatan penanganan, semakin cepat semakin baik. Jika sampai terjadi penyumbatan total arteri koroner, bisa diberikan obat peluruh pembuluh darah yang harganya berkisar 7-14 juta. Tergantung kecepatan pemberian obat dan jenis obat yang diberikan keberhasilannya sekitar 31-62%.

Tindakan intervensi yang bisa memberikan kepastian dan menyelamatkan nyawa pada kasus seperti ini adalah intervensi koroner perkutan atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Ini bukan sebuah operasi besar, sebuah kateter atau selang kecil akan dimasukkan ke pembuluh darah dan dipandu menuju arteri koroner, setelah sampai disana kontras akan disemprot dan akan terekam alat sehingga penyempitan / oklusi yang terjadi bisa kelihatan. Setelah itu gumpalan darah yang menimbulkan penyumbatan bisa disedot, jika ternyata ada penyempitan bermakna bisa dilebarkan dengan ballon atau dilanjutkan dengan pemasangan stent.

Bagaimana biayanya?
Sangat mahal, bisa mencapai 50-100 juta.

Kabar baiknya tindakan penyelamatan nyawa ini ditanggung oleh BPJS kesehatan. Jadi hanya dengan modal Rp 25.500,-/bulan anda sudah cukup terlindungi.

Karena itu saya sarankan mereka yang memiliki faktor risiko dibawah ini untuk memiliki jaminan kesehatan:
1. Kencing manis / Diabetes
2. Tekanan darah tinggi / Hipertensi
3. Berat badan berlebih / Obesitas
4. Kebiasaan hidup tidak sehat & jarang olah raga
5. Kolesterol tinggi
6. Riwayat keluarga sedarah memiliki stroke, penyakit pembuluh darah atau meninggal mendadak, untuk laki-laki <55 tahun, perempuan <65 tahun.
6. Usia lanjut. Laki-laki berusia diatas 45 tahun, perempuan diatas 55 tahun.
7. Merokok

Sakit tidak bisa diduga. Sudah terlalu sering ada cerita pasien mengalami serangan jantung tapi tidak ada biaya untuk berobat. Jangan biarkan hal ini terjadi pada diri anda atau keluarga anda. Miliki asuransi kesehatan. Entah itu BPJS / asurasi swasta lainnya. Pastikan saja asuransi nya mengkover tindakan diatas yang bisa menyedot puluhan bahkan ratusan juta sekali tindakan.

SUMBER

==========================

 

Sebagai seorang ahli medis, beliau menganjurkan agar kita memiliki asuransi kesehatan yang bisa mengcover tindakan medis untuk menangani kasus serangan jantung, yang biayanya sangat mahal itu.

Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit.  Silahkan Anda baca kembali polis asuransi kesehatan yang dimiliki, pastikan bahwa asuransi kesehatan mengcover biaya tindakan medisnya ya..

Bila seorang pasien harus menjalani perawatan/tindakan medis di rumah sakit, jangan lupa bahwa ada biaya “tersembunyi” yang timbul DI LUAR biaya perawatan RS.  Bila pasien mendapat tindakan medis karena diagnosa penyakit yang “biasa” (typhus, demam berdarah) mungkin biaya di luar RS ini masih bisa ditolerir.  Yang sebaiknya menjadi perhatian utamanya adalah pada pasien yang didiagnosa penyakit “berat” (gagal ginjal yang harus berkali-kali cuci darah, kanker yang harus berkali-kali kemoterapi, dll).  Bagaimana untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit?   Asuransi Kesehatan biasanya tidak bertanggung jawab lagi.  Apa saja biaya yang timbul di luar RS dan apa solusinya, bisa dibaca DISINI.

Bagaimana bila asuransi kesehatan yang sudah dimiliki ternyata tidak cover tindakan medis seperti itu?  Tenang, jangan panik.  Anda bisa mendapatkannya dari proteksi yang disebut “Asuransi Sakit Kritis”.

Di Allianz, kasus serangan jantung masuk kategori “sakit kritis” pada rider (manfaat tambahan) dari asuransi jiwa, yaitu rider CI 100.  Detilnya baca DISINI.

Pada rider CI 100, kondisi sakit kritis yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung adalah:

Early CI:

Pemasangan alat pacu jantung

Pericardectomy

Pembedahan katup jantung percutaneous

Penyakit arteri koroner ringan

 

Intermediate CI:

Pemasangan defibrilator jantung

 

Advanced CI:

Serangan jantung pertama

Operasi penggantian katup jantung

Penyakit jantung koroner lain yang serius

 

Catastrophic CI:

Serangan jantung yang ekstensif

Transplantasi jantung dan paru-paru

 

Manfaat tambahan CI:

Angioplasty dan tindakan invasif lainnya untuk penyakit arteri koroner sebesar 10% UP CI100 atau maksimal 75 juta

*defenisi dari masing-masing jenis sakit kritis ada pada ketentuan dalam polis

 

Berikut contoh ilustrasinya:

Profil nasabah:  Pria 30 tahun, tidak merokok, kerja dalam ruangan

  1.  Premi = 700rb perbulan

Manfaat:

UP jiwa dasar              = 500jt

UP termlife                  = 500jt

UP 100 sakit kritis     = 500jt

Payor

Ada tabungan

artikel dr erta

 

2.  Premi = 1.1 juta perbulan

Manfaat:

UP jiwa dasar              = 1 Miliar

UP 100 sakit kritis     = 1 Miliar

Payor

Ada tabungan

artikel dr erta c100 1M

 

 

Bagaimana cara mendapatkan asuransi sakit kritis?  Silahkan isi formnya  KLIK DISINI

atau kontak saya:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

E-mail:  proteksikita@gmail.com

 

 

 

Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Asuransi Kesehatan

Anda membutuhkan proteksi berupa penggantian biaya pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit?  Tepat sekali Anda membeli Asuransi Kesehatan.  Memiliki polis asuransi kesehatan artinya memberikan ketenangan bila suatu ketika terjadi resiko seseorang terpaksa harus menjalani pengobatan.  Tujuan asuransi kesehatan memang untuk membantu penggantian biaya pengobatan dan perawatan SELAMA di rumah sakit.

IMG_20160607_062634602

 

 

Berikut 14 hal yang harus diperhatikan sebelum membeli Asuransi Kesehatan:

  1.  Jenis asuransi kesehatan.  Ada 2 jenis:  Asuransi kesehatan Murni dan asuransi kesehatan tambahan.  Asuransi Kesehatan Murni yaitu askes saja yang berdiri sendiri.  Tidak ada pengembalian premi jika tidak terjadi klaim.  Tidak ada nilai tunai yang terbentuk.  Premi lebih murah.  Baca juga:  Asuransi Kesehatan Murni Allianz.  Asuransi Kesehatan Tambahan yaitu askes yang merupakan manfaat tambahan dari asuransi jiwa (gabung dengan asuransi jiwa).  Tidak ada pengembalian premi jika tidak terjadi klaim.  Nilai tunai yang terbentuk bukan merupakan manfaat dari askes tambahan, melainkan merupakan manfaat tambahan dari asuransi jiwa-nya.  Premi lebih mahal (karena gabung dengan asuransi jiwa).  Baca juga:  Rider Hospital and Surgical Care
  2. Manfaat yang akan dibeli.  Pada Askes Tambahan umumnya hanya menyediakan manfaat rawat inap saja.  Sedangkan pada Asuransi Kesehatan Murni, selain manfaat utama Rawat Inap, juga tersedia manfaat rawat jalan, kehamilan, gigi, dll.  Sesuaikan kebutuhan Anda.  Perhatikan juga detil fasilitas manfaat rawat inapnya, apakah  itu semua sudah termasuk biaya kamar ICU, biaya perawatan dan biaya daignosa dokter karena biaya rawat inap adalah biaya yang paling besar.   Jika dana terbatas, belilah hanya manfaat rawat inap.  Ingat fungsi asuransi:  menggantikan kondisi yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.  Rawat inap membutuhkan biaya lebih besar daripada “sekedar” rawat jalan, rawat gigi, kesehatan mata.    Baca juga:  Rawat jalan itu TIDAK perlu pakai asuransi.
  3. Pengecualian.  Tanyakan pada agen asuransi, hal-hal apa saja yang termasuk pengecualian.  Adakah penyakit tertentu dan kondisi tertentu yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.  Hal ini penting.  Agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga nasabah tidak perlu protes jika ada klaim yang tidak dibayar atau nasabah diminta pihak Rumah Sakit untuk membayar kelebihan tagihannya.  Baca juga:  Pengecualian pada Asuransi Kesehatan Allianz
  4. Jaringan RS rekanan.  Bila suatu perusahaan asuransi memiliki jaringan RS yang banyak, bahkan mencakup RS di luar negeri, Anda bisa memilih Asuransi Kesehatan tersebut.  Baca juga:  Jaringan RS Rekanan Allianz
  5. Masa berlaku dan masa tunggu.  Penting mengetahui masa berlaku proteksi asuransi kesehatan yang Anda minati.  Apakah manfaatnya sudah bisa digunakan sejak pengajuan disetujui, atau harus menunggu beberapa hari baru bisa digunakan.  Adakah suatu kondisi penyakit yang memiliki masa tunggu.
  6. Usia masuk.  Usia masuk lebih muda maka premi akan lebih murah.
  7. Plan yang dipilih.  Menurut saya ini adalah poin paling penting.  Banyak juga calon nasabah yang minta ilustrasi asuransi kesehatan dengan plan rawat inap terendah.  Allianz punya plan 100 di produk Asuransi Kesehatan “Allisya Care”.  Jika memang dana Anda tersedia, saran saya pilihlah plan kamar terbaik.  Seseorang yang sedang sakit, dia sudah tidak nyaman dengan kondisi dirinya sendiri.  Dengan plan kamar terbaik, tentu fasilitasnya akan jauh lebih nyaman.  Baik dari kebersihan kamar, kelengkapan fasilitas, keramahan petugas medis tentu berbeda dibandingkan dengan plan kamar terendah di RS tersebut.  Contoh saja (pengalaman pribadi):  kamar VIP setiap hari sprei diganti, lantai dibersihkan 2x sehari, tempat sampah dikosongkan 2x sehari, petugas medis datang dengan senyuman dan sangat perhatian, pasien tenang dan nyaman walau saat itu sedang tidak ada anggota keluarga yang menemani, istirahat tidak terganggu oleh pasien lain disebelahnya yang batuk-batuk terus, misalnya.  Hal kecil ini tanpa disadari akan sangat menunjang proses pengobatan dan penyembuhan bagi pasien.  Pasien bisa lebih singkat atau bahkan sesuai jadwal pengobatan saja berada di RS.  . Tentunya juga memberikan rasa nyaman bagi keluarga yang menemani pasien. Tidak perlu sungkan dengan pasien lain, tidak terlalu ribut oleh suara tamu dari pasien sebelahnya.  Semoga menginspirasi.
  8. Inflasi.  Kontrak asuransi kesehatan biasanya 1 tahun.  Setelahnya, saat akan perpanjangan polis, Anda bisa mereview kembali polis Anda.  Apakah manfaat plan yang dipilih masih sesuai dengan kebutuhan proteksi Anda.
  9. Premi.  Usia masuk, jenis kelamin, plan yang dipilih, manfaat yang dibeli, mempengaruhi besarnya premi.  Semakin lengkap, maka premi akan semakin mahal.
  10. Cara bayar premi.  Ada beberapa cara bayar premi yang disediakan: tahunan (umumnya), semesteran, kuartalan, dan bulanan.
  11. Cara Klaim.  Manfaat rawat inap dan maternity umumnya klaim secara cashless (pakai kartu).  Manfaat lainnya klain secara reimburse.
  12. Koordinasi manfaat (bukan dobel klaim).  Kebanyakan asuransi kesehatan sekarang sudah bisa koordinasi manfaat dengan perusahaan asuransi lain.
  13. Sesuaikan dengan budget Anda.  Pertimbangkan proteksi terbaik sesuai kebutuhan Anda dan kemampuan finansial Anda.
  14. Hubungi agen asuransi berlisensi.  Baca juga:  Cara memilih agen asuransi

 

Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan

 

Dari survey kecil-kecilan yang saya buat saat membuat iklan di facebook tentang “Asuransi Pendidikan”,  “Asuransi Jiwa” dan “Asuransi Kesehatan”, ternyata Asuransi Pendidikan menempati pilihan pertama para orangtua saat mengalokasikan dana untuk asuransi, ketimbang pilih asuransi Jiwa untuk orangtua.  Permohonan ilustrasi yang masuk ke email saya juga banyak yang meminta informasi mengenai Asuransi Pendidikan.  Hal ini membuat saya ingin menulis artikel tentang hal tersebut.

 

IMG_20160510_094409

 

Asuransi Pendidikan merupakan hal yang sangat diminati orang tua, karena orang tua tentu sangat menyayangi anaknya.  Orangtua menginginkan anak dapat menuntut ilmu setinggi-tingginya dan dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Asuransi Pendidikan.  Asuransi Pendidikan diharapkan dapat menjadi alat bagi orang tua untuk mendampingi kebutuhan finansial terhadap pendidikan anak.  Orangtua juga membutuhkan rasa aman saat siapkan dana pendidikan anak sejak SD-kuliah.  Dengan kata lain:  urusan biaya sekolah sejak SD-kuliah BERES dengan asuransi pendidikan.

Namun, benarkah demikian?

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?  Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja menjadi “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Lalu bagaimana dengan asuransi pendidikan?? Apa yang salah dengan asuransi pendidikan??

Tidak ada yang salah dengan asuransi pendidikan.  Semua asuransi adalah baik adanya.  Hanya saja pemahamannya yang belum tepat.  Frase “Pendidikan” pada istilah “Asuransi Pendidikan” sangat menyentuh emosional.  Manusia bertindak berdasarkan emosional.  Sehingga bila mendengar ada sesuatu yang namanya “Asuransi Pendidikan”, maka hal itu sangat menarik minat, utamanya bagi ibu-ibu (seperti saya, dulu… hehe).

Lalu bagaimana konsep Asuransi Pendidikan yang tepat?

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).  Memang, idealnya bila kita punya dana cukup besar, maka semua anggota keluarga diasuransikan.

Ibaratnya:  bila punya payung, sebaiknya semua anggota keluarga punya payung.  Karena kita tidak tau, siapa yang akan mengalami hujan.  Apakah ayah, ibu, atau anak yang akan mengalami hujan.  Bila semua anggota keluarga punya payung, bila hujan turun di suatu tempat tertentu, maka orang tersebut tidak akan kebasahan oleh hujan.  Ingat: punya payung bukan berarti hujan tidak akan turun, tetapi melindungi si pemilik payung agar tidak kebasahan saat hujan turun.

Bagaimana bila dananya terbatas??  Siapa yang harus diasuransikan terlebih dulu??  Bila keadaannya demikian, jauh lebih bijak jika orangtua (pencari nafkah) yang lebih dulu diasuransikan.

Baca juga:    Dana Terbatas, asuransi apa yang diambil lebih dulu?

Masih merasa lebih sreg bila anak punya asuransi pendidikan?  Masih lebih mengutamakan asuransi pendidikan anak daripada asuransi untuk pencari nafkah?

Mari kita cermati perbedaannya, bila yang diasuransikan lebih dulu adalah anak atau orangtua:

Skenario 1.

Anak PUNYA asuransi pendidikan, namun orang tua tidak punya asuransi jiwa.  Orang tua mengalami musibah, sehingga tidak mampu bekerja.  Tidak mampu bekerja artinya penghasilan terputus (tidak ada penghasilan).  Apa yang akan dilakukan?

Tindakan yang dilakukan umumnya adalah:  aset dijual, investasi dicairkan, tabungan diambil.

Masalah:  apakah Anda yakin, dana yang disiapkan semula untuk tujuan pendidikan anak akan tetap “aman” alias tidak akan diambil juga?

Untuk atasi musibah si orang tua (misal sakit kritis butuh biaya miliaran, atau kondisi cacat total sehingga kemampuan bekerja tidak maksimal lagi), seseorang akan dihadapkan pada kondisi:  bagaimana caranya agar orangtua sembuh.  Salah satu caranya adalah mengambil dana (yang semula ditujukan untuk) tabungan pendidikan anak, bukan? Lalu bagaimana nasib pendidikan anak tersebut?  Apakah anak akan bisa tenang menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang tinggi?

Memang benar, pada skema asuransi pendidikan, ada istilah payor / autosaving.  Yang artinya:  bila orangtua kena musibah, maka tidak perlu bayar premi lagi dan premi akan diteruskan (diteruskan tabungannya) oleh asuransi.

Contoh: premi asuransi pendidikan anak 500rb/bulan.  Dengan adanya autosaving 500rb/bulan, apakah 500rb/bulan itu cukup untuk biaya pendidikan anak dan untuk biaya hidup anak?  Itu baru hitung-hitungan untuk si anak saja, loh.  Belum dihitung biaya hidup orangtua, cicilan, dll yang tentunya tidak dicover oleh asuransi pendidikan anak.

Baca jugaYang punya Asuransi Pendidikan Anak, wajib baca ini!

Skenario 2.

Anak tidak punya asuransi pendidikan.  Orang tua PUNYA asuransi jiwa.  Orang tua mengalami musibah, sehingga tidak mampu bekerja.  Tidak mampu bekerja artinya penghasilan terputus (tidak ada penghasilan).  Apa yang harus dilakukan?

Tindakan yang harus dilakukan:  hubungi agen asuransi atau customer service perusahaan asuransi, klaim diproses, cair DANA TUNAI jumlah BESAR (misal 500 juta atau 1 miliar).

Lalu bagaimana strategi pengelolaan dana besar tersebut?

Dana Besar tersebut dialokasikan ke beberapa instrumen investasi sehingga bisa menjadi dana pendidikan anak, biaya hidup keluarga, biaya cicilan yang belum selesai, dll.  Sehingga dari dana besar yang cair tersebut, si anak akan tetap bisa hidup layak dan menempuh pendidikan dengan tenang sampai jenjang yang tinggi.

Baca juga:

Cara Terbaik Siapkan Dana Pendidikan Anak

Itulah pentingnya melindungi si pencari nafkah terlebih dulu.  Supaya jika terjadi musibah pada pencari nafkah, anak akan tetap aman.  Aman untuk bisa hidup layak, dan aman dalam melanjutkan pendidikan.

Baca juga:

Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

Kesimpulan pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan

3 hal penting yang harus diketahui:

  1.  Seorang anak bisa sekolah sampai selesai jenjang tinggi, bukan semata-mata karena asuransi.  Melainkan karena adanya orangtua masih mampu bekerja.  Kemampuan orang tua dalam bekerja merupakan JAMINAN bagi pendidikan anak.  Mari kita cek diri kita:  apakah kita bisa sekolah tinggi karena asuransi, atau karena orang tua kita mampu bekerja?
  2. Punya asuransi ibarat kita punya payung.  Sebisa mungkin setiap anggota keluarga punya payung agar tidak basah saat hujan turun.  Karena kita tidak bisa memprediksi musibah akan datang pada siapa.  Bila dana cukup, jangan hanya mengasuransikan diri sendiri saja, tapi juga anggota keluarga lainnya.
  3. Bila dana terbatas: #skenario 1.  yang disiapkan adalah asuransi pendidikan anak.  Bila orangtua kena musibah, maka akan sama-sama jatuh.  Artinya:  orangtua kena musibah sehingga tidak berpenghasilan, anak juga tidak bisa sekolah karena dana dipakai untuk pengobatan orangtua.  #skenario 2.  yang disiapkan adalah asuransi jiwa orangtua.  Bila orangtua kena musibah, cair uang besar.  Uang besar itu bisa digunakan sebagian untuk pengobatan orangtua dan sebagian lagi dialokasikan untuk tabungan pendidikan anak.  Orangtua teratasi musibahnya karena bisa melanjutkan pengobatan.  Anak teratasi masalahnya karena bisa melanjutkan sekolah.  Jadi uang besar itu bisa dimanfaatkan sebagai JAMINAN pendidikan anak.

 

Hubungi Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

Dapatkan pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan.

Bila Anda sudah punya polis, hubungi Estri Heni untuk mereview polis Anda, karena 95% orang Indonesia tidak mengerti isi polis mereka, dan berujung pada kekecewaan.

 

Demikian.  Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Sakit Kritis” Menurut Dokter dan Pengalaman Seorang Survivor Kanker Payudara

 

Dr. Pandu Ranggabirawa, seorang dokter muda yang kesehariannya bertugas di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beliau sekaligus adalah agen asuransi Allianz.

Dalam kesempatan malam itu, Dokter Pandu memberikan informasi lengkap tentang penyakit-penyakit kritis yang sebabnya terkadang tidak diketahui orang, dan gejalanya juga terkadang terlewatkan oleh orang.

Pasien tua dan muda selalu ada, bahkan Dokter Pandu berkata pasien termuda yang pernah dia temui adalah anak berusia 17 tahun, meninggal karena serangan jantung. Stroke pada orang berusia 28 tahun.

Mengapa semua bisa terjadi? Mengapa penyakit kritis bisa menimpa ke orang yang berusia muda?

Banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup, yaitu makanan yang dikonsumsi, minuman, rokok, pola tidur, dan sebagainya.

Banyak orang berkata ada namanya stroke ringan dan berat. Salah!

Stroke tidak ada ringan maupun berat. Stroke pada dasarnya ada dua penyebab, penyumbatan di pembuluh darah otak, dan pecahnya pembuluh darah di dekat otak.

Cara penanganannya pun berbeda. Banyak broadcast mengatakan tusuk jari dengan jarum. Salah! Itu tidak mengatasi sama sekali. Cara terbaik adalah membawa pasien ke Rumah Sakit dengan segera dan ditangani oleh pihak yang lebih mengerti.

Penyumbatan di pembuluh darah otak dapat ditangani dengan obat pengencer darah, itupun harus dalam masa Golden Period, yaitu 4 jam sejak terjadinya stroke.

Harga satu botol obat pengencer darah adalah seharga satu motor vario, dan kita harus menyiapkan dana sebesar empat buah motor vario untuk dapat sembuh, itupun harus dilihat lagi kondisi selanjutnya.

Penanganan untuk pecahnya pembuluh darah di dekat otak itu sangat berbeda dengan penanganan untuk penyumbatan. Pecahnya pembuluh darah di otak harus dilakukan operasi, yaitu tengkorak kepala di bor dan di buka untuk di sedot cairan darahnya.

Penyebab kematian terbesar menurut data WHO adalah penyakit kritis, yaitu 67%.  Tapi ternyata data itu tidak sepenuhnya benar, data di Allianz, penyakit kritis menyebabkan lebih dari 95% kematian.

 

IMG-20160511-WA0000(1)

 

Sedikit bercerita, Dr. Pandu mengisahkan bagaimana dia bisa terjun ke dunia asuransi, yang tadinya dia sama sekali tidak menghiraukan.

Sahabat beliau menelpon dan dengan panik meminta tolong untuk menjemput ibunya dengan ambulans.  Dengan sigap Dr. Pandu mengirimkan ambulans dan menjemput, lalu berbincang dengan sahabatnya tersebut.

Gejala stroke yang diderita ibu sahabatnya itu oleh dokter syaraf mengharuskan pasien di rawat di kamar ICU dan perhitungan biaya adalah 10 Juta per hari, dengan minimal perawatan 30 hari, belum termasuk biaya obat-obatan 70 Juta, jadi total biaya yang harus disiapkan adalah 370 Juta.

Dokter syaraf berkata, kalau kamu tidak punya uang 370 Juta sebaiknya kamu jangan masukkan ke Rumah Sakit, karena percuma, daripada setengah jalan dan tidak sanggup bayar dan harus lewat kan sayang.

Sejak kejadian itu Dr. Pandu “klik” dengan yang namanya asuransi, dan segera menghubungi Ibu Marjana, seniornya di RS Siloam yang kini sudah full time di Allianz. Dengan premi 7,5jt per bulan, UP Sakit Kritis untuk orang tuanya adalah 1 M.

Sedikit kaget, Dokter Pandu berkata agak berat, namun Ibu Marjana menawarkan agar premi gratis, dan sejak saat itulah Dokter Pandu menjadi agen asuransi yang membantu mendistribusikan uang besar kepada orang-orang lewat TAPRO Allianz.

 

IMG-20160511-WA0001

 

 

Orang biasanya tidak percaya sebelum mengalami. Tapi bagi yang sudah mengalami, pasti tahu betapa mahalnya sakit itu, apalagi sakit kritis.  Dan ternyata banyak orang yang tidak sadar bahwa biaya non medical itu LEBIH BESAR daripada biaya medical.

 

Biaya tersembunyi penyakit kritis yang seringkali orang abaikan:

– Biaya akibat penghasilan yang hilang karena tidak mampu bekerja
– Biaya yang hilang akibat harus merawat orang yang dicintainya
– Biaya untuk membeli nutrisi khusus
– Biaya transportasi karena harus berobat ke luar negeri
– Biaya berobat alternatif yang tidak dicover oleh perusahaan
– Biaya pendidikan anak yang tidak bisa berhenti
– Biaya hidup seluruh anggota keluarga

Dan semua biaya-biaya itu, tidak bisa dibayar oleh BPJS maupun asuransi kesehatan dengan limit terbesar sekalipun baik dari perusahaan maupun asuransi.   Semua itu hanya dapat dibayar dengan uang tunai.

Baca juga:

Sudah punya asuransi kesehatan terbaik, masih perlukah asuransi sakit kritis?

Dr. Pandu menghimbau agar kita yang masih sehat bisa sadar untuk punya proteksi sakit kritis, uang tunai besar agar kita terhindar dari bencana keuangan.

Terima kasih Dokter Pandu sudah berbagi dengan kami.

# latepost 28 April 2016

 

Baca juga:

5 Fungsi Asuransi Sakit Kritis

Keunggulan rider Critical Illnes (sakit kritis)

 

Satu lagi narasumber yang juga menginspirasi adalah Ibu Lenny, seorang survivor kanker payudara stadium 3C.  Ibu yang masih sangat muda belia, yang hidupnya sehat, tidak obesitas, malah bisa terkena penyakit kanker.  Ibu Lenny bercerita betapa kagetnya dan tidak percayanya dia ketika mendapat vonis sakit kanker.  Untuk memastikan, dia pergi ke Penang dan ternyata positif kanker payudara stadium 3C.

Dokter mengatakan harus 21 kali pengobatan kemoterapi.  Hingga akhirnya mobil satu-satunya harus dia jual demi membayar pengobatan tersebut.

Dia bercerita bahwa sebelumnya temannya yang agen asuransi Allianz pernah mendatangi dia untuk menawarkan asuransi penyakit kritis, namun ditolaknya mentah-mentah, dengan berbagai alasan, karena limit yang dia miliki dari asuransi kesehatan kantornya sangat besar, dan bahkan suaminya bekerja di perusahaan asuransi juga mempunya perlindungan asuransi kesehatan besar untuk sekeluarga.

Namun ternyata pemikiran dia semua salah besar.

Semua sudah terlambat dan sakit kritis menggerus uang tabungannya. Dan temannya berkata, coba kalau kamu waktu itu ambil asuransi, pasti tidak perlu jual mobil.

 

ibu lenny

 

 

Namun, begitulah manusia, tidak pernah merasa sakit kritis tidak akan pernah menimpa diri sendiri, jadi untuk apa lah asuransi sakit kritis, toh masih muda.

Sejak itu, Ibu Lenny memutuskan untuk menjadi agen asuransi, dengan misi agar jangan sampai orang lain terjadi seperti dia dahulu baru sadar pentingnya asuransi sakit kritis.

Dan kini dia sisa menjalani 2 kali kemoterapi lagi.

Dari pengalaman dan sharing Ibu Lenny, kita semakin disadarkan bahwa sakit kritis itu sangat mahal dan bisa terjadi pada siapa saja kapan saja.

Tinggal bagaimana kita mengantisipasinya.   Apakah asuransi kesehatan dan BPJS cukup?  Tidak! Semua tetap perlu asuransi sakit kritis.

 

Ingin siapkan dana darurat  1 Miliar untuk proteksi sakit kritis?

Diskusikan dengan saya:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

atau  Klik:  KONTAK SAYA

Perhatikan Hal Ini Sebelum Daftar Asuransi

daretolivemore_960x400

 

Asuransi berfungsi untuk melindungi penghasilan dan memberikan rasa aman.  Maksudnya adalah bila Kepala Keluarga adalah pencari nafkah utama dalam keluarga, maka penghasilan Kepala Keluarga akan digunakan untuk membiayai semua kebutuhan rutin bulanan keluarga dan juga untuk persiapan hari esok mewujudkan impian.  Semua berdoa semoga Kepala Keluarga sehat selalu, agar bisa terus produktif dalam bekerja, sehingga impian keluarga akan tercapai (anak sekolah di sekolah terbaik, perjalanan ibadah, rekreasi keluarga, rumah idaman, kendaraan impian, dll).

Yang menjadi masalah:  bagaimana bila kemudian yang terjadi adalah hal terburuk dalam hidup?  Seperti:  meninggal (apalagi jika terjadi saat anak masih kecil-kecil), kecelakaan, cacat tetap total, atau sakit kritis, yang semuanya membutuhkan biaya besar.  Baik bagi yang mengalaminya (terkena resiko), maupun bagi keluarganya agar dapat bertahan hidup layak.

Berdasarkan fakta ini, maka semakin terbuka wawasan untuk memiliki proteksi terhadap penghasilan.  Silahkan segera menghubungi agen asuransi profesional untuk mendapatkan proteksi terbaik.  Syarat agen asuransi profesional klik ini:  Memilih Agen Asuransi

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi perhatian Anda sebelum buka polis asuransi:

Usia Masuk.  Hal ini mempengaruhi besarnya premi, dan besarnya Uang Pertanggungan.  Semakin muda usia masuk, maka premi akan semakin murah dan Uang Pertanggungan akan lebih besar.  Untuk asuransi kesehatan:  semakin tua usia masuk, maka premi semakin mahal.  Baca juga:  UP 2.5 Miliar premi cuma 600 ribu

Jenis Pekerjaan.  Semakin besar tingkat resiko suatu pekerjaan, maka premi akan lebih mahal dan besarnya Uang Pertanggungan menjadi lebih kecil.  Contoh:  pekerja tambang preminya akan lebih mahal dan Uang Pertanggungan jadi lebih kecil, dibandingkan staf administrasi kantor.

Status Merokok.  Ada pengaruhnya terhadap besarnya premi dan Uang Pertanggungan.

Jenis kelamin.  Berpengaruh terhadap besarnya premi dan Uang Pertanggungan.  Pada asuransi jiwa: laki-laki lebih mahal preminya daripada perempuan.  Pada asuransi kesehatan:  laki-laki lebih murah preminya daripada perempuan.  Catatan:  perbandingan pada usia masuk yang sama.

Kondisi kesehatan saat ini.  Informasi yang diminta berupa: tinggi dan berat badan, gejala penyakit/keluhan yang dirasakan, kebiasaan/gaya hidup (merokok/minum alkohol), ketergantungan obat (resep dokter, biasanya untuk penyakit hipertensi, diabetes, dll).  Bila calon nasabah memiliki riwayat sakit tertentu, bagian underwriting akan meminta calon nasabah melakukan tes medis. Setelah dilakukan penilaian oleh bagian underwriting, maka ada kemungkinan preminya akan naik yang dikenakan kepada nilai biaya asuransi (tabarru/biaya asuransi) misalnya 50% (besar presentasenya tergantung penilaian bagian underwriting).  Jika calon nasabah mengalami kegemukan (overweight). Misalnya calon nasabah berpostur 150 atau 160 meter dan beratnya 90 kg lebih, maka akan dikenakan penambahan premi yang besarnya tergantung penilaian underwriters perusahaan asuransi.

Uang Pertanggungan.  Besarnya UP sangat dipengaruhi oleh usia masuk, jenis pekerjaan, status merokok, jenis kelamin, dan juga besarnya premi.  Uang Pertanggungan akan besar nominalnya, jika:  usia muda, jenis pekerjaan 100% dalam ruangan, tidak merokok, jenis kelamin perempuan, dan preminya besar.

Asuransi dibutuhkan saat masih sehat.  Sebab bila sudah sakit (punya penyakit tertentu), asuransi tidak bisa menerima lagi.

Anda masih sehat?  Berarti belum butuh asuransi?  Namun asuransi terbuka menerima Anda.

Segera hubungi saya, agar diterima asuransi untuk punya proteksi sebelum resiko terjadi.

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

Email      : proteksiKita@gmail.com

Jadi Agen di Allianz Star Network, benefit apa saja yang didapat?

allianz-star-networking

 

Terkadang ada orang bertanya, apa benefit yang diperoleh agen asuransi di ASN? Saya jawab, yang pasti komisi.

Saya tahu bukan itu jawaban yang diinginkan. Ketika orang menanyakan tentang benefit suatu pekerjaan, biasanya yang ada di benaknya adalah semacam tunjangan, fasilitas, bonus, dan asuransi (kesehatan, pensiun). Pertanyaan semacam itu lazimnya ditujukan untuk pekerjaan karyawan, di mana benefit akan menjadi nilai tambah di luar gaji yang diperoleh.

Tapi perlu diingat bahwa menjadi agen asuransi di ASN berarti menjadi pebisnis. Pebisnis atau pengusaha tidak mengharapkan tunjangan dan bonus, karena dialah yang justru memberikan tunjangan dan bonus kepada orang-orang yang bekerja kepadanya.

Memang saat ini masih ada pekerjaan agen asuransi yang sistemnya tidak murni bisnis, antara lain di perusahaan asuransi yang menerapkan sistem branch (cabang, bukan agensi) dan di bancassurance (agen asuransi yang ditempatkan di bank), di mana selain komisi ada fasilitas dan tunjangan hingga bonus dan asuransi. Itu adalah kelebihan dari pekerjaan agen asuransi pada sistem yang tidak murni bisnis. Tapi kekurangannya, potensi penghasilan yang bisa diperoleh pun terbatas.

Setidaknya ada 4 benefit yang bisa diperoleh agen asuransi di Allianz Star Network, yaitu penghasilan,penghargaan, trip ke luar negeri, dan aneka kontes. Di luar itu masih banyak benefit lain yang sifatnya nonmateri, seperti pengembangan diri, perluasan jaringan pertemanan, fleksibilitas kerja, hingga kepuasan batin karena telah membantu mencairkan klaim nasabah.

  1. Penghasilan

Sebagai sebuah bisnis, benefit paling utama tentunya adalah penghasilan. Penghasilanlah, yang tergambar melalui marketing plan, yang mestinya menjadi pertimbangan utama ketika anda memasuki sebuah bisnis. Banyak benefit lain bisa anda dapatkan jika penghasilan besar sudah di genggaman.

Jenjang karir di ASN terdiri dari dua level, yaitu BE (Business Executive) dan BP (Business Partner). Syarat dari BE menjadi BP adalah penjualan pribadi 300 juta (premi disetahunkan) dan bisa dicapai dalam hitungan bulan, maksimal 2 tahun. Setelah jadi BP, tugasnya adalah merekrut agen-agen dan mendidik mereka supaya bisa melakukan penjualan pribadi 300 juta. Begitu saja dilakukan setiap tahun sampai jaringan membesar tanpa batas. Potensi penghasilan yang bisa diraih sebanding dengan besarnya jaringan yang bisa dibangun.

Marketing plan ASN menyediakan tiga macam sumber penghasilan.

  1. Komisi. Diperoleh dari penjualan pribadi, baik level BE maupun BP. Besarnya komisi tergantung produk.
  2. Overriding unit. Diperoleh BP dari penjualan pribadi maupun penjualan BE-BE di bawahnya. Overriding unit besarnya setengah dari komisi tahun pertama dan tahun kedua.
  3. Overriding generasi (royalti). Diperoleh BP dari omset BP-BP di bawahnya hingga kedalaman 5 generasi BP. Overriding generasi besarnya seperenam dari komisi tahun pertama dan tahun kedua. Inilah sumber penghasilan pasif yang besar dalam jangka panjang.

Keunggulan dari marketing plan ASN antara lain:

  1. Paling simpel. Jenjang karier hanya dua level, sehingga memudahkan untuk sampai di posisi puncak (BP).
  2. Paling mudah. Syarat naik ke posisi puncak hanya penjualan pribadi 300 juta, tidak perlu merekrut, dan boleh dicapai dalam waktu beberapa bulan hingga maksimal dua tahun.
  3. Paling cepat. Naik ke posisi puncak bisa dicapai dalam hitungan bulan, tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.
  4. Paling ringan. Syarat maintenance (pertahankan posisi) puncak juga hanya 300 juta (penjualan unit).
  5. Paling dalam. Overriding generasi atau royalti hingga kedalaman 5 generasi BP.
  6. Paling besar. Nilai overriding generasi seperenam komisi, di tempat lain paling hanya sepersepuluh komisi.

 

  1. Penghargaan

Agen asuransi adalah profesi yang penuh dengan penghargaan, tentunya bagi agen-agen yang berprestasi. Penghargaan paling terkenal adalah MDRT (Million Dollar Round Table), penghargaan level internasional bagi agen yang berhasil mengumpulkan penjualan premi sejumlah tertentu (sekitar 540 juta collected premium tahun pertama).

Di atas MDRT ada COT (Court of Table) dengan target 3 kali lipat MDRT, dan di atasnya ada TOT (Top of Table) dengan target 6 kali lipat MDRT.

Khusus di ASN, penghargaan paling bergengsi adalah MDIT (Million Dollar Income Team), yaitu penghargaan bagi agen dengan penghasilan minimal 1 miliar per tahun. Level MDIT ditandai dengan jumlah bintang, 1 bintang mewakili penghasilan 1 miliar. Peraih bintang tertinggi saat ini adalah Liem Lie Sia dengan 17 bintang (penghasilan 17 miliar per tahun), yang menjadi agen ASN sejak tahun 2004. Status MDIT lebih prestisius daripada MDRT bahkan TOT sekalipun.

Selain itu, masih ada beberapa penghargaan lagi yang dikeluarkan perusahaan, grup agensi, maupun Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.

 

  1. Trip ke luar negeri

Semua perusahaan asuransi menyediakan trip ke luar negeri atau dalam negeri bagi agen-agen yang memenuhi syarat. Di ASN setiap tahun ada 3 target trip ke luar negeri, mulai dari negara-negara di kawasan ASEAN, Asia, hingga Eropa-Amerika-Afrika, semakin jauh semakin tinggi targetnya. Sejauh ini belum ada kontes trip dalam negeri di ASN.

Target trip bisa dicapai melalui penjualan pribadi (bagi BE maupun BP) dan omset unit (khusus BP).

 

  1. Aneka Kontes

Selain trip ke luar negeri, selalu ada kontes di bisnis asuransi. Kontes bisa diberikan perusahaan, grup agensi, maupun leader.

Sebagai contoh, sejak tahun 2015 di ASN ada kontes berhadiah iPad dan trip ke luar negeri bagi agen yang mampu mencapai CPC (Consistent Producers Club). Ada juga kontes berhadiah mobil VW Beetle dan Mercedes Benz C Class.

Grup agensi maupun leader pun seringkali memberikan kontes dengan hadiah yang lebih kecil, misalnya trip dalam negeri, nonton bareng, angpau, atau sekadar souvenir.

Semua itu diperlukan untuk menjaga semangat agen, karena agen asuransi adalah profesi yang rentan mengalami penurunan semangat.

 

 

Tanya Jawab

  • Apakah di ASN ada bonus tahunan atau triwulanan dari penjualan pribadi? Tidak ada. Bonus tahunan yang dulu pernah ada telah dialihkan ke overriding generasi supaya penghasilan pasif makin besar.
  • Apakah di ASN ada bonus perekrutan? Tidak ada. Bonus perekrutan yang dulu pernah ada telah dialihkan ke overriding generasi supaya penghasilan pasif makin besar.
  • Apakah agen ASN memperoleh asuransi kesehatan? Asuransi kesehatan bisa dibeli sendiri ketika sudah memperoleh penghasilan.
  • Apakah agen ASN memperoleh asuransi pensiun? Dana pensiun bisa diperoleh melalui overriding generasi jika jaringan sudah berkembang.
  • Apakah agen ASN memperoleh fasilitas seperti telepon, meja, komputer, kendaraan?Ingat, agen asuransi itu pebisnis, bukan karyawan. Semua fasilitas tsb bisa diperoleh melalui penghasilan. Jadi, fokus saja pada peningkatan penghasilan.
  • Apakah syarat menjadi BP harus merekrut agen? Tidak. Untuk menjadi BP, syaratnya adalah penjualan pribadi saja dengan ALP 300 juta.
  • Apa itu ALP? ALP singkatan dari Annualized Life Premium atau premi asuransi jiwa yang disetahunkan. Misal premi 1 juta per bulan, berarti ALP-nya 12 juta (dengan catatan 1 juta itu premi dasar semua, top up atau saver dalam unitlink tidak termasuk).
  • Berapa minimal jumlah nasabah yang harus diperoleh untuk menjadi BP? Tidak ada syarat minimal jumlah nasabah, yang penting total ALP mencapai 300 juta. ALP 300 juta adalah setara premi 25 juta per bulan. Jika satu nasabah rata-rata preminya 1 juta per bulan, berarti diperlukan 25 nasabah untuk mencapai ALP 300 juta.
  • Apakah BP masih harus melakukan penjualan pribadi? Tidak harus. Kewajiban BP adalah merekrut agen dan mendidik agen-agen yang direkrutnya agar bisa menjual polis. Tapi jika melakukan penjualan pribadi, itu lebih baik sekaligus memberi contoh untuk agen-agen di jaringannya.
  • Apakah yang dimaksud kedalaman 5 generasi BP? Contoh: Si A seorang BP, dia merekrut B. Si B lalu menjadi BP, dan dia merekrut C. Si C menjadi BP, dan dia merekrut D. Si D menjadi BP, lalu dia merekrut E. Si E menjadi BP, dan dia merekrut F. Si F menjadi BP. Dari struktur ini, si B adalah generasi kesatu dari si A, C generasi kedua, D generasi ketiga, E generasi keempat, dan F adalah generasi kelima dari si A. Jika terjadi penjualan di F, si A mendapatkan overriding generasi alias royalti.
  • Apakah ada syarat untuk mendapatkan overriding generasi dari kedalaman 5 generasi? Ya ada, yaitu harus mempunyai BP generasi 1 sebanyak 5 BP.
  • Apakah BP bisa turun level menjadi BE? Bisa. BP akan turun level menjadi BE jika tidak memenuhi syarat maintenance (mempertahankan posisi) yaitu penjualan unit sebesar 300 juta. Penjualan unit berarti penjualan pribadi BP dengan BE-BE di bawahnya.
  • Bagaimana caranya menjadi agen asuransi ASN? Mendaftar melalui BP dengan melengkapi persyaratannya. Selengkapnya bisa dibaca di Cara Menjadi Agen Allianz.

Punya Asuransi Bikin RUGI ?

Balancing stones

Saya rugi punya asuransi, saya tidak pernah klaim & sampai sekarang masih hidup, bahkan sehat-sehat saja, jadi saya mau tutup saja, mending uangnya saya masukkan tabungan dibank saja, daripada beli asuransi, rugi”

Apakah Anda pernah mendengar orang yang berkata demikian?

Dari bahasanya sepertinya dia merasa rugi karena tidak ada manfaat yang dia rasakan selama dia mengikuti asuransi dan membayarkan premi tersebut.

RUGI, gitu katanya.

Asuransi memang bentuk hubungan yang unik, untuk memahaminya pun butuh cara pandang yang tidak biasa.

Asuransi bisa saja program jangka panjang, tapi banyak kasus juga program jangka pendek (karena bisa Klaim terlalu cepat).

Hmm, bagaimana ya?
OK, bagaimana kalau seperti ini:

Ada orang yang ingin mengembalikan gembok besi yg telah 3 tahun dibelinya dengan mengatakan, “Saya dulu berniat membeli gembok ini utk keamanan, tapi ternyata rumah saya aman-aman saja”

Warga komplek Tanah Pasir bermaksud memecat satpam yg telah mereka pekerjakan selama 10 bulan, “Dulu kami pekerjakan dia karena ada motor salah satu warga yang hilang, dan beberapa warga merasa tidak aman, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi kehilangan, jadi kami sudah tidak memerlukan dia (satpam) lagi”

Moylie, juga berniat mendatangi supermarket tempat dia membeli payung, “Mbak, ini kan dulu saya beli buat jaga2 kalau hujan. Nyatanya gak hujan2, saya mau kembalikan saja payung ini”

Juki memutuskan untuk tidak mau lagi menggunakan jembatan penyeberangan,atau menengok kanan -kiri saat menyebrang jalan raya dan berkata “Saya akan baik-baik saja”, ujarnya

Dan apa pendapat kita semua jika ada orang-orang yang mengembalikan barang-barang ini ke penjualnya dgn alasan yg sama :

Ban serep, karena ban utamanya tidak pernah bocor;

Tabung pemadam kebakaran, karena rumahnya tak pernah kebakaran;

Sabuk pengaman, karena tak pernah terjadi kecelakaan;

Helm, karena tidak pernah jatuh.

Saya simpulkan bahwa beberapa usaha-usaha yang bersifat pencegahan memang mengandung biaya ekstra dalam pelaksanaannya.

Usaha mengunci pintu setiap malam, membosankan.

Membayar tenaga keamanan, pengeluaran.

Membawa payung kemana-mana, berat.

Menaiki jembatan penyeberangan, melelahkan.
Memasang sabuk pengaman, tdk nyaman.
Memakai helm, pengap & panas.

Demikian pula asuransi, mungkin Anda harus mengatur keuangan dengan lebih bijak & hemat?

 

sumber