UP Sakit Kritis di Allianz, Bisa Lebih Besar 5x Lipat Dari UP Jiwa

 

Kabar gembira untuk anda para nasabah dan calon nasabah Allianz. Mulai 14 Desember 2016, Uang Pertanggungan untuk rider Penyakit Kritis (CI+ dan CI100) di Tapro Allianz bisa lebih besar 5 kali lipat dari UP jiwa. Sebelumnya, UP penyakit kritis hanya bisa maksimal sama dengan UP jiwa.

Selain itu, dalam satu polis Tapro, rider Penyakit Kritis boleh diambil lebih dari satu. Misalnya, ambil CI+, CI100, dan CI accelerated sekaligus dalam satu polis. Sebelumnya, dalam satu polis Tapro hanya bisa ambil satu rider penyakit kritis.

Apa untungnya bagi nasabah?

  1. Tidak perlu ambil UP jiwa yang besar untuk mendapatkan UP penyakit kritis yang besar. Misalnya, untuk mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Sebelumnya, UP jiwanya harus 1 miliar juga jika ingin mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar.
  2. Premi pun bisa jauh lebih murah. Dengan premi 300 ribu per bulan untuk usia anak, sudah bisa mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar dan UP jiwa 200 juta. Sebelumnya, karena UP jiwanya harus 1 miliar juga, maka preminya minimal 750 ribu per bulan.
  3. Biaya asuransi pun jadi lebih murah. Karena UP jiwanya bisa lebih kecil, maka biaya asuransi untuk UP jiwa itu pun jadi lebih kecil.
  4. Cukup satu polis untuk mendapatkan beberapa rider penyakit kritis yang berbeda. Jika anda sudah punya CI+, tidak perlu buka polis baru untuk mendapatkan CI100. Demikian pula sebaliknya.

Mengapa perubahan ini penting? Karena tidak semua orang membutuhkan asuransi jiwa dengan UP yang besar, tapi semua orang butuh asuransi penyakit kritis dengan UP yang besar.

UP jiwa yang besar hanya dibutuhkan oleh orang yang menjadi penanggung nafkah dalam keluarga, yaitu (biasanya) ayah, ibu single parent, dan lajang yang menghidupi orangtua atau saudaranya.

Sedangkan orang-orang yang tidak menjadi penanggung nafkah bagi orang lain, secara prinsip tidak membutuhkan UP jiwa yang besar. Dia tetap butuh UP jiwa, tapi kecil saja tak apa-apa, yang penting cukup untuk biaya kematian dan upacara yang menyertainya.

Perubahan ini cocok untuk anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, duda dan janda tanpa anak, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.   Untuk mereka, UP jiwanya kecil saja tak apa-apa, yang penting tidak merepotkan orang lain ketika tutup usia.

Tapi mereka tetap membutuhkan UP penyakit kritis yang besar, karena mereka tidak kebal dari penyakit kritis dan biaya penyakit kritis bisa sangat besar.

Ayo manfaatkan kesempatan ini untuk memaksimalkan perlindungan asuransi anda dan keluarga.

Mulai 300 ribu per bulan, anak-anak anda bisa mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar. Untuk dewasa preminya mulai 350 ribu per bulan, tergantung usia. Cek ilustrasinya di SINI.

 

Untuk konsultasi langsung secara GRATIS, silahkan menghubungi saya:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

Kapan Harus Punya Asuransi Sakit Kritis ?

 

5 sakit kritis paling sering diklaim ke Allianz:

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

critical-illnessinsurance-419x288

 

Mari kita cermati masing-masing jenis penyakit tersebut, dari beberapa faktor.

 

  1.  KETURUNAN

Jantung:  Apakah penyakit jantung adalah penyakit keturunan?

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di jantung koroner. Jika pasokan darah ke jantung terhenti akibat tersumbatnya pembuluh darah koroner, maka dapat mengakibatkan serangan jantung, dan kematian.

Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi dalam darah, kurangnya berolahraga, dan asupan kemak jenuh serta lemak trans dari makanan.

Meski demikian, riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung koroner juga dapat menjadi faktor risiko yang memungkinkan kita juga terkena serangan jantung. Dari keluarga, kita bisa mewarisi gen pendukung penyakit jantung, misalnya produksi kolestrol dalam tubuh yang sudah tinggi atau kita mewarisi gaya hidup yang kurang sehat dari keluarga.

Kita perlu waspada jika ayah kita di bawah usia 55 tahun dan ibu kita di bawah 65 tahun terkena serangan jantung, karena itu berarti kita berpeluang besar mengalami hal yang sama. Menurut American Journal of Preventive Medicine, peluang yang kita peroleh sekitar 1,5 sampai 2 kali lebih besar dibandingkan teman kita yang tidak memiliki riwayat keluarga penyakit jantung.

Meski ada benarnya bahwa penyakit jantung koroner itu penyakit turunan, namun kita bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin. (Nutrifood Research Center dalam “Buka Fakta 101 Mitos Kesehatan”. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama)

sumber

 

Kanker:  Apakah kanker adalah penyakit keturunan?

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, kanker payudara seperti juga kanker yang lain, bukan penyakit yang menular ataupun penyakit keturunan. Kendati begitu, sekitar tujuh persen, jadi hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga.

kata Zubairi, kanker payudara bisa dicegah. Kecuali bila ada kakak atau adik kandung (first degree relative) yang terkena kanker payudara juga, maka risiko terkena penyakit yang sama menjadi meningkat sekali, artinya sekitar 80 persen kemungkinan mengalami kanker payudara.

Bila dua anggota keluarga terdekat terkena kanker payudara, Zubairi menyarankan agar seorang wanita juga memeriksakan darahnya, apakah ada mutasi gen BRCA-1 dan BRCA-2. Mutasi genetik tersebut menandakan kemungkinan terkena kanker payudara di kemudian hari menjadi sekitar 80 persen. Pemeriksaan mutasi genetik BRCA-1 dan BRCA-2 saat ini sudah bisa dikerjakan di RS Kanker Dharmais.  (sumber)

Dari doktersehat.com, Para peneliti menyimpulkan bahwa seseorang berisiko terkena kanker apabila orangtuanya menderita kanker di usia muda maupun sudah usia lanjut.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 8 juta orang beserta orangtuanya menunjukkan beberapa jenis kanker yang dapat diturunkan orangtua kepada anaknya antara lain, kanker kulit sebanyak 3,5%, kanker paru-paru sebanyak 5%, kanker payudara sebanyak 8,8%, kanker prostat sebanyak 30,1%, kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 1,6%, kanker kulit melanoma sebanyak 4,6%, kanker kandung kemih sebanyak 2,8%, dan kanker kolon sebanyak 6,4%.

Para peneliti juga menemukan bahwa sekitar 35 – 81 persen kanker yang diderita orangtua terjadi pada usia 69 tahun. Jenis kankernya antara lain kanker prostat sebanyak 75%, kanker paru-paru sebanyak 59%, kanker kulit sebanyak 81%, kanker kulit melanoma sebanyak 35%, kanker kolon sebanyak 59%, kanker kandung kemih sebanyak 62%, kanker payudara sebanyak 41%, dan kanker non-Hodgkin lymphoma sebanyak 54%.

Menurut para peneliti risiko kanker kemungkinan besar disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik. Belum ada faktor non genetik yang dapat meningkatkan resiko kanker pada anak ketika orangtua diagnosis terkena kanker.

 

Stroke:  Apakah stroke adalah penyakit keturunan?

Stroke (penyakit serebrovaskuler) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik).

Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah. Pada stroke hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg Penderita kolesterol tinggi
  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)
  • Perokok
  • Penderita atrial fibrilation
  • Obesitas
  • Tidak pernah berolah raga
  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga
  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

sumber

Dari yastroki.co.id,  Para ahli kesehatan meyakini, ada hubungan antara risiko stroke dengan faktor keturunan, walaupun tidak secara langsung. Pada keluarga yang banyak anggotanya menderita stroke, kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke harus lebih ditingkatkan.

Dari kompasiana.com,  Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama.

Gagal Ginjal:  Apakah gagal ginjal adalah penyakit keturunan?

Gagal ginjal berarti fungsi ginjal sudah sedemikian terganggunya sehingga diperlukan hemodialisa (HD) rutin atau transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.  Gagal ginjal tidak secara langsung diturunkan oleh keluarga, namun beberapa kondisi penyakit seperti Diabetes Mellitus (sakit gula), Hipertensi (darah tinggi) serta pola hidup Anda yang akan menentukan kondisi ginjal Anda kelak.

 

2.  POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP

Jantung

Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner adalah merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi dalam darah, kurangnya berolahraga, dan asupan kemak jenuh serta lemak trans dari makanan.  (sumber)

Kanker

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga.  Namun, tidak berarti pula kita bisa santai-santai saja. Zubairi menyarankan agar kita tetap memperbaiki gaya hidup dan segera beralih ke gaya hidup sehat. Ada beberapa gaya hidup yang memudahkan munculnya kanker payudara, yaitu makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol. Jadi batasilah konsumsi lemak seperti makanan berlemak, sop buntut, susu full-cream, es krim, sampai jeroan. Hindari pula rokok dan kebiasaan menenggak alkohol.  (sumber)

Bagi Anda yang memiliki keturunan terkena kanker dari orangtua, sebaiknya perhatikan pola hidup Anda, jangan sampai gaya hidup yang tidak sehat malah akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker. (sumber)

Stroke

Banyaknya kasus stroke dalam keluarga Anda mungkin lebih disebabkan faktor pola makan, gaya hidup, dan watak yang hampir sama. Makanan bersantan asal tidak berlebihan sebetulnya tidak berbahaya.   Namun jika setiap hari mengonsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani dalam jumlah berlebihan, apalagi kurang makan sayur dan buah-buahan segar, tentu akan meningkatkan risiko stroke. Cepat marah, panik, dan stres, apalagi perokok, kurang olah raga, berat badan berlebih dan kurang tidur akan melipat gandakan kemungkinan Anda terkena stroke.  (sumber)

Menurut medis, stroke memang ada yang disebabkan karena keturunan, dimana ketika salah satu orang tua atau bagian keluarga terkena stroke maka dimungkinkan mengalami penyakit yang sama. Meskipun ada faktor lain yang melingkupinya salah satunya adalah faktor konsumsi yakni seseorang yang terkena stroke diawali oleh kebiasaan buruk ketika mengkonsumsi makanan, selalu makan makanan berminyak, berlemak jenuh tinggi dan kurangnya makanan sayur. Akibatnya terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang lambat laun terjadi melemahnya proses aliran darah dalam tubuh akibat penyumbatan tersebut yang berujung pada tekanan darah yang tinggi. Akibatnya organ pada otak mengalami disfungsi dan berujung kematian fungsi secara permanen.

Selain faktor makanan yang memicu percepatan gejala stroke, faktor pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penting timbulnya gejala stroke. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bukan keturunan keluarga yang memiliki penyakit stroke tapi karena pola hidup yang buruk mengakibatkan dirinya terkena penyakit yang berbahaya ini. (sumber)

Gagal Ginjal

Faktor penyebab terjadinya gagal ginjal:
  • Dehidrasi
  • Diabetes
  • Hipertendi
  • Ginjal Polistik
  • Glomerulonefritis
  • Refluks Nefropati
  • Konsumsi obat berlebihan
  • Serangan Jantung
  • Gangguan fungsi hati

Kebiasaan gaya hidup sehat menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan ginjal.  Pola hidup sehat untuk mengendalikan penyebab gagal ginjal menjadi langkah paling penting untuk mencegah gagal ginjal.  (sumber)

3.  BIG IS BEAUTIFUL

Poin ini sebenarnya juga termasuk dalam poin ke2, yaitu gaya hidup dan pola makan.  Kegemukan bukanlah keturunan atau proses instan.  Yang sebenarnya diturunkan bukanlah “kegemukan”nya, melainkan pola makannya.  Bila dalam suatu keluarga, orangtuanya terbiasa dengan pola makan cepat saji, maka secara otomatis anaknya pun akan mengikuti pola makan tersebut.  Kegemukan terjadi akibat pola makan yang tidak sehat, yang terjadi secara terus-menerus selama bertahun-tahun.   Kegemukan harus diwaspadai karena merupakan sumber dari berbagai macam penyakit.

Ada yang bilang bahwa “tidak apa gemuk, yang penting sehat”.  Yang dimaksud sehat disini, mungkin adalah karena Anda masih bisa beraktifitas rutin ya?  Coba sesekali Anda cek kondisi “organ dalam” Anda.  Cari tau:  kadar lemak, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi hati, fungsi ginjal, dll.  Bila hasil laboratorium banyak tercetak bintang merah, artinya Anda harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat sekarang juga.  Karena bisa jadi, saat ini Anda masih sehat karena banyaknya tumpukan lemak yang menutup organ dalam Anda.  Sehingga, bila terjadi “sesuatu kesalahan kecil” pada organ dalam, maka sulit terdeteksi adanya sinyal dari tubuh Anda terhadap hal yang tidak beres.  Organ dalam Anda menjadi tidak responsif karena tertutup lemak.  Respon baru terasa setelah terjadi “kesalahan besar” yang membuat Anda baru diketahui sudah dalam kondisi parah.

 

4.  SAKIT KRITIS BISA JUGA TERJADI PADA USIA MUDA

Fakta bahwa ternyata saat ini penyakit kritis tidak hanya terjadi pada usia senja, melainkan juga bisa terjadi pada usia muda.  Dari gaya hidup serba instan dan tidak beraturan saat ini, akibat tuntutan produktifitas kerja yang tinggi.  Ditunjang dengan kemudahan mendapatkan makanan cepat saji dimana-mana dan pola makan yang kurang sehat, bisa menyebabkan terjadinya penyakit kritis.

Beberapa contoh kasus sakit kritis usia muda:

  • Penyakit jantung pada penyanyi muda Mike Mohede, 32 tahun (sumber)
  • Serangan jantung pada comica Dodit Mulyanto, 25 tahun (sumber)
  • Meningitis pada artis Olga Syahputra, 32 tahun (sumber)
  • Kanker Serviks pada artis Julia Perez, 35 tahun (sumber)
  • Kanker payudara pada penyanyi Andien, saat kelas 2 SMA (sumber)

dan masih banyak lagi yang bisa Anda search via google.

 

KESIMPULAN

Jadi, kapan harus punya asuransi sakit kritis?

Apabila saat ini Anda masih muda, masih sehat, dan belum butuh asuransi, tapi:

  1. Ada riwayat penyakit kritis yang dialami keluarga inti Anda
  2. Gaya hidup Anda serba instan dan tidak teratur
  3. Pola makan Anda sembangan
  4. Mengalami obesitas ataupun tidak

Maka, SEKARANG adalah saat yang TEPAT bagi Anda untuk membeli asuransi sakit kritis.

Membeli asuransi sakit kritis haruslah saat Anda belum membutuhkannya.  Karena perusahaan asuransi pasti akan menerima permohonan asuransi sakit kritis yang Anda ajukan.

Bila sakit kritis sudah terjadi, sudah pasti Anda sangat membutuhkan asuransi.  Hanya saja, perusahaan asuransi sudah pasti tidak akan menerima pengajuan Anda.

 

Saat ini, di Allianz Syariah, Anda bisa mendapatkan pertanggungan sakit kritis sebesar 1 Miliar hanya dengan premi 500 ribu perbulan (pria 30 tahun) atau 550 ribu perbulan (wanita 30 tahun).  Anda boleh keliling dulu untuk minta ilustrasi dari perusahaan asuransi lain.  Terakhir, langsung kontak saya untuk mendapatkan ilustrasi sebagai pembanding terakhirnya.  Saya jamin, Allianz Syariah memberikan premi yang lebih murah untuk mendapatkan UP sakit kritis 1 Miliar.

Buktikan ilustrasinya sesuai profil Anda.

Kontak:  Estri Heni, WA: 0817 028 4743

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20 Persen Masyarakat Menengah-Atas Jatuh Miskin Akibat Penyakit Kritis

Indonesia rawan penyakit kritis dibandingkan negara-negara maju. Berbeda dengan kondisi di negara maju, di Indonesia, 80 persen masyarakatnya jauh dari harapan hidup sehat. Banyak masyarakat kita akhirnya menderita penyakit kritis karena tak kunjung berobat, akibat kekurangan uang. Sementara itu, 20 persen masyarakat menengah ke atas uangnya habis untuk mengobati penyakit berat. Hal ini terjadi karena mereka kurang peduli untuk melakukan pemeriksaan dini.

“Mayoritas penduduk Indonesia cenderung tidak waspada dan menunda pengobatan, sehingga penyakit terlambat diketahui atau sudah telanjur stadium lanjut. Masyarakat seringkali mengabaikan check up atau deteksi dini,” ujar pengamat kesehatan Dr Handrawan Nadesul di Jakarta.

World Health Organization (WHO) dan World Bank memperkirakan, 12 juta penduduk Indonesia didiagnosa menderita penyakit kritis tahun lalu. Sementara itu, tahun 2008, ada 36,1 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kritis.

Berdasarkan banyaknya penderita, penyakit kritis pada urutan pertama di Indonesia adalah jantung, kanker dan tumor, serta hipertensi. Berdasarkan prediksi Kementerian Kesehatan tahun 2011, jumlah penderita kanker akan mendekati penyakit jantung dan stroke, yaitu sekitar 230 ribu. Sementara itu, jumlah pasien kanker, penyakit jantung, dan stroke diproyeksikan mencapai 750 ribu.

Menurut Dr Hendrawan, penanganan penyakit kritis sejak awal sangat penting. Sebab, jika sudah terlambat, biayanya akan semakin tinggi. Check up bisa mengurangi biaya perawatan kesehatan. Pasalnya, semakin dini penyakit diketahui, pengobatan akan semakin mudah dan murah.

Jika sudah stadium lanjut, pengobatan bakal lebih sulit dan biayanya pun mahal. “Meski akhirnya berhasil diobati, penyakit sudah telanjur menyebar. Pasien yang sembuh juga akan cacat, karena salah satu organ tubuhnya telah rusak. Misalnya penyakit stroke, walaupun sudah diobati dan sembuh, pasien tetap saja cacat. Penderita tidak bisa sehat seperti semula, sehingga kualitas hidupnya akan buruk,” jelas dia.

Itulah sebabnya, lanjut Handrawan, check up perlu dilakukan. Selain meminimalisasi biaya, deteksi dini bermanfaat untuk menjaga kualitas hidup kita.

“Salah satu kesalahan masyarakat Indonesia adalah masih percaya pada pengobatan alternatif. Ketika merasa nyeri bukannya langsung berobat, malah mampir ke orang pinter dulu. Akibatnya, saat diperiksakan ke dokter, kondisinya sudah ‘terlambat’,” imbuhnya.

Handrawan menjelaskan, penduduk Indonesia lebih berisiko terkena penyakit kritis terutama karena enam faktor:

  1.  Wawasan kesehatannya yang masih rendah.
  2. Sistem family doctor belum menjadi tradisi.
  3. Check up belum menjadi kegiatan rutin.
  4. Tidak semua masyarakat mampu berobat setiap sakit.
  5. Meningkatnya pendapatan kalah cepat dengan percepatan kenaikan ongkos berobat.
  6. Dampak globalisasi yang terakulturasi, seperti gaya hidup kebarat-baratan, terutama mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung tinggi kalori dan lemak.

“Menu harian yang tidak sehat menjadi penyebab utama penyakit kanker. Bukan hanya porsi makan yang harus diperhatikan, tetapi juga kualitas makanan yang dikonsumsi,” katanya.

Ia memaparkan, jajanan banyak yang mengunakan bahan-bahan kimia yang mengandung zat adiktif. Contohnya, dalam krupuk dan kripik terdapat obat penggaring. Demikian pula dalam mi ada obat antilengket.

“Gula pasir dan bahan penyedap makanan juga mengandung bahan kimia. Orang yang mengonsumsi makanan tersebut dalam menu harian, selama puluhan tahun, tentu beresiko terkena kanker,” tandasnya.

Untuk menghindari kanker, Dr Handrawan menganjurkan:

  • mengonsumsi makanan sehat, seperti ubi, singkong dan daunnya, bayam, kangkung, serta buah-buahan.
  • Selain itu, masyarakat juga harus sering berolahraga, misalnya jalan kaki selama 45-50 menit.

“Saat ini, orang-orang yang paling sehat di dunia berasal Okinawa, Jepang. Usia mereka bisa mencapai angka maksimal manusia hidup, yakni 120 tahun. Ini dikarenakan mereka masih mengonsumsi makanan tradisional yang sehat,” ujarnya.

Dr Handrawan menjelaskan, penyakit kritis yang beresiko kematian menguras biaya yang tinggi, karena memerlukan terapi yang mahal. Pengobatannya membutuhkan peralatan medis yang canggih.

Biaya itu akan sangat membebani keuangan keluarga. “Oleh karena itu, check up merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan. Bagi yang berpotensi terkena kanker atau orangtua dan keluarganya pernah terkena kanker, sebaiknya check up enam bulan sekali. Sedangkan orang yang tidak berpotensi kanker bisa check up setahun sekali,” imbuhnya.

Menjalani gaya hidup sehat dan melakukan check up medis, lanjut Handrawan, merupakan upaya yang efektif untuk meminimalisasi risiko terkena penyakit kritis. Apalagi, kemajuan teknologi saat ini membuat check up medis lebih akurat dalam mendeteksi penyakit kritis sejak dini.

sumber

Data Tentang Jenis Penyakit Kritis

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyatakan baru saja  menyelesaikan analisa awal survei penyebab kematian berskala nasional.

Survei itu disebut Sample Registration Survey (SRS). Datanya menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Balitbangkes, dikumpulkan dari kejadian selama 2014.

“Data dikumpulkan dari sampel yang mewakili Indonesia, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, dan pada semua kematian itu dilakukan autopsi verbal, sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara real time oleh dokter dan petugas terlatih,” tulis Tjandra Yoga beberapa waktu lalu seperti dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.

 

10 Jenis Penyakit Paling Sering Menjadi Penyebab Kematian di Indonesia:

1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke.
2. Penyakit jantung iskemik.
3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.
4. Tubercolusis pernapasan.
5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi.
6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
7. Penyakit liver atau hati.
8. Akibat kecelakaan lalu lintas.
9. Pneumonia atau radang paru-paru.
10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.

Menurut Tjandra Yoga, data tersebut di atas menunjukkan ada peningkatan peringkat Penyakit Tidak Menular (PTM)  atau sering juga disebut sebagai penyakit degeneratif sebagai penyebab kematian di Indonesia.  (sumber)

Sementara itu, Tjandra melanjutkan, WHO memperkirakan 10 penyebab kematian di dunia pada 2015, di antaranya, penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran napas bawah, PPOK, diare, HIV/AIDS, kanker paru, bronkus dan trakea, diabetes melitus, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit jantung hipertensif.  (sumber)

 

JENIS PENYAKIT YANG BERPOTENSI MENJADI BEBAN FINANSIAL

Berikut data yang disampaikan Menkes RI di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

1. Penyakit jantung

Jantung termasuk penyakit kritis yang menghabiskan triliunan rupiah. Disebutkan pada periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).

2. Stroke

Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Karena itulah pengobatannya butuh biaya yang mahal.

3. Ginjal

Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menangani 138.779 pasien ginjal sebesar Rp750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.

4. Diabetes

Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini menurut Menkes menghabiskan Rp313,64 miliar untuk menangani 70.584 pasien sepanjang Januari Ð Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.

5. Kanker

Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan. Jumlahnya mencapai Rp313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya. Untuk merawat penderita, biasanya pasien harus menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.

Agar terhindar dari jenis jenis penyakit tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di antaranya adalah dengan tidak merokok. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.

HardyWebsiteCritical

 

DATA ALLIANZ TENTANG SAKIT KRITIS

Allianz sendiri telah melakukan survei terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Manado, dan Bali. Hasilnya, 95 persen responden menyatakan bahwa mereka sadar akan risiko penyakit kritis dan tingginya biaya pengobatan yang dikeluarkan.

Todd Swihart, Direktur Allianz Life Indonesia, mengatakan, jumlah klaim yang dibayarkan terkait penyakit kritis di Allianz bisa mencapai 500-600 klaim per tahun. Tahun 2012 saja, klaim yang telah dibayarkan terkait penyakit itu mencapai 496 klaim. Kembali menurut data perusahaan, 5 penyakit kritis yang paling banyak diklaim dalam dua tahun terakhir adalah:

  1. kanker,
  2. stroke,
  3. penyakit jantung,
  4. gagal ginjal, dan
  5. tumor otak jinak.

 

Agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis penyakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi sakit kritis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana caranya?  Miliki asuransi sakit kritis di Allianz.

Kenapa di Allianz?  Karena Allianz memiliki fitur:

  1. Rider CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sd usia 70 tahun.  Detil info DISINI.
  2. Rider CI100 merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.  Detil info DISINI.

Secara umum, CI100 lebih bagus karena cakupan penyakitnya lebih banyak, menanggung mulai tahap awal (early stage), dan masa perlindungannya sd usia 100 tahun, tapi biaya asuransinya lebih mahal. Sedangkan CI+ memiliki kelebihan yaitu biaya asuransinya lebih murah dan tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa), sementara CI100 memiliki syarat survival period 7 hari (ini pun paling sebentar dibanding produk sejenis di pasaran).

Karena ada kelebihan dan kekurangan itulah, saya menyarankan anda memiliki dua-duanya. UP atau uang pertanggungannya dibagi dua. Misalnya UP penyakit kritis 1 miliar, maka bisa dibagi CI+ 500 juta dan CI100 500 juta.

Kabar baiknya, gabungan dari rider penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali uang pertanggungan jiwa. Misal, jika anda ingin UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Hal ini memberikan keleluasaan bagi orang yang secara teoretis tidak memerlukan asuransi jiwa dengan UP besar, misalnya anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.

Asuransi sakit kritis UP 1 Miliar bisa Anda dapatkan dengan premi ekonomis, mulai dari 300 ribu perbulan.

Anda sudah punya asuransi sakit kritis dari perusahaan lain?  Bagus.  Anda sudah bagus dalam merencanakan keuangan.  Silahkan buka dan pelajari kembali polis yang Anda punya, pastikan bahwa UP nya cukup besar untuk antisipasi jikalau musibah sakit kritis menimpa.  Jangan sampai, polis Asuransi sakit kritis Anda tidak bermanfaat saat Anda membutuhkannya.

UP sakit kritis dari polis yang Anda miliki sangat kecil? Hanya puluhan juta untuk UP sakit kritis?  Silahkan hubungi agen asuransi Anda untuk upgrade polis Anda.  Pastikan bahwa dengan premi yang baru, Anda akan mendapatkan “harga” yang sebanding untuk UP sakit kritis.

Bila ternyata disana preminya sangat tinggi untuk mendapatkan UP sakit kritis sebesar minimal 1 Miliar, silahkan kontak agen asuransi Allianz Syariah bersertifikasi (agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743) untuk mendapatkan proteksi sakit kritis UP 1 Miliar dengan premi ekonomis.

 

Asuransi Apa Yang Anda Cari? Ini Solusinya!

 

horatio2

 

Apakah anda sedang mencari asuransi?

Jika ya, asuransi apa yang anda cari?

Semoga informasi berikut ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan asuransi anda.

 

 

 

 

 

Klik pada nama produk untuk keterangan lebih lengkap, dan anda pun dapat membaca penjelasannya di bagian bawah. 

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus

4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:

1. HSC+

2. CI+ atau CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Kesehatan Kumpulan Blue Sapphire
8 Asuransi Rawat Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
11 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, ortu punya asuransi jiwa.
12 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

 

Jika anda berminat dengan salah satu produk asuransi di atas, silakan mengisi formulir berikut:

 

Sudah Punya Asuransi Kesehatan Dari Kantor? Lengkapi Proteksi Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis

 

“Kesehatan saya sudah dicover oleh kantor, jadi tidak perlu asuransi lagi”  kalimat itu sering sekali disampaikan ketika saya bercerita tentang asuransi sakit kritis.

Bersyukurlah jika Anda sudah punya asuransi kesehatan dari kantor.  Ini bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda pada saat mengalami sakit dan harus melakukan pengobatan atau perawatan di Rumah Sakit.

Setelah Anda menerima informasi bahwa kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi kesehatan kantor, saran saya:  Segera hubungi Customer Care Asuransi Kesehatan dari kantor Anda untuk detil manfaat yang Anda terima.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan/konfirmasi ke CS Askes dari kantor Anda:

  1.  Cara klaim kesehatan.  Apakah cashless, atau reimburse.
  2.  Limit yang Anda dapatkan:  Kelas kamar apa, atau kelas kamar harga berapa perharinya?
  3. Bagaimana cara mengetahui limit:  harus telepon CS Askes kantor, atau info dari RS rekanan
  4. Kondisi yang dikecualikan apa saja.  Kondisi bagaimana yang tidak dicover?
  5. Manfaat apa saja yang dicover: rawat inap saja kah?  Atau ada juga rawat jalan, rawat gigi, kehamilan, santunan harian?
  6. Prosedur berobat:  apakah bisa langsung ke RS konsul ke dokter ahli?  atau harus melalui faskes 1 dulu? atau ada beberapa dokter spesialis yang bisa langsung, tanpa harus ada rujukan dulu dari faskes 1?
  7. Selain Anda sebagai pekerja di kantor Anda, apakah pasangan Anda dan anakAnda  juga ditanggung?  Sampai anak keberapa yang ditanggung?  Sampai anak usia berapa yang ditanggung?

Semua hal itu harus jelas sampai ke Anda informasinya.  Jangan sampai: setelah Anda selesai konsul dengan dokter, ternyata Anda tidak bisa cashless tapi harus reimburse, atau biaya kesehatan yang tadi Anda konsulkan ke dokter ternyata termasuk pengecualian alias tidak dicover.

Sejatinya, asuransi kesehatan haruslah bisa meringankan Anda saat harus melakukan perawatan/pengobatan di RS/Klinik rekanan.  Sehingga sangat penting untuk memahami manfaat yang Anda dapat dari Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh Kantor Anda.

Jangan risau jika Kantor Anda tidak memberikan fasilitas Asuransi Kesehatan.  Toh, Anda  bisa ajukan asuransi kesehatan pribadi ke perusahaan asuransi terpercaya kepada agen asuransi bersertifikasi (Silahkan kontak agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743), atau bisa juga ajukan permohonan fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan pribadi, mohon cek kembali polis Anda untuk detil manfaat yang Anda dapat.  Beberapa poin penting yang bisa menjadi acuan adalah seperti pertanyaan pada customer Care tersebut di atas.

Asuransi kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda bisa memanfaatkan Asuransi Kesehatan dari kantor.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jangan lupa, pada umumnya, asuransi kesehatan dari kantor memberikan manfaat sesuai limit pertahun (mohon konfirmasikan ke CS Asuransi Kesehatan dari kantor Anda).  Artinya apa?  Ada beberapa kondisi yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan dari kantor.

Contoh kasus:

Limit askes kantor = kamar kelas 1.  Ternyata saat Anda harus dirawat, kamar kelas 1 sudah penuh. Maka Anda disarankan oleh pihak RS untuk dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi.  (Pada jenis askes tertentu, masih bisa cover kondisi ini, pada 2 hari pertama.  Dengan ketentuan, hari ke3 kembali ke kelas 1).  Namun, bagaimana jika sampai Anda selesai dirawat, kamar kelas 1 (yang sesuai limit askes kantor) juga tidak bisa Anda tempati?  Maka terpaksa Anda harus membayar ekses klaim.

Apa itu ekses klaim? Ekses klaim adalah biaya perawatan yang dipakai oleh peserta melebihi dari plafon atau limit yang menjadi haknya dalam polis asuransi kesehatan yang dimilikinya. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit menunjukkan batasan manfaat yang dapat diterima oleh peserta asuransi kesehatan.  Artinya:  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar ekses klaim ini.

Apakah hal ini berat bagi Anda?  Tergantung berapa jumlah yang harus Anda bayar.  Mungkin jika kurang dari 1 Juta, masih belum jadi masalah ya…  Ataukah 1 juta saja sudah jadi masalah bagi finansial Anda???  hehehe…

Yang saya mau garis bawahi disini adalah fakta bahwa:  walaupun sudah punya asuransi kesehatan (yang katanya bisa meringankan finansial Anda saat terjadi sakit, masuk RS tinggal gesek kartu saja tidak perlu keluar uang lagi), ternyata masih ada kemungkinan Anda masih harus pakai uang pribadi lagi.  Betul ya?  Pada contoh ini, biaya pribadi yang harus Anda keluarkan lagi adalah biaya ekses klaim.

Itu baru contoh kecil, dimana Anda masih harus bayar lagi, harus keluarkan uang lagi, untuk bayar biaya kelebihan tagihan perawatan RS.

Jangan lupa, saat Anda akan/sedang berobat ke RS:

  1.  Ada anggota keluarga lain yang mendampingi
  2. Butuh transportasi umum (jika tidak punya kendaraan pribadi)
  3. Jika penyakit Anda harus dirujuk ke RS yang lebih besar:  Butuh ambulance
  4. Jika dirujuk ke RS di luar kota/luar negeri:  butuh penginapan
  5. Pendamping Anda butuh makan
  6. Anak Anda yang ditinggal di rumah selama Anda sakit juga butuh pengasuh sementara

6 hal di atas adalah untuk kasus sakit “ringan”, contohnya: febris, DBD, thypoid.

Jika kasusnya adalah sakit “berat/kritis”, contohnya:  jantung, gagal ginjal, kanker, maka selain 6 faktor di atas, akan ada 5 hal lagi yang harus Anda ingat:

  1. Mungkin Anda butuh pengobatan alternatif
  2. Juru rawat pribadi atau tambahan supir
  3. Suplemen, vitamin ekstra untuk penyembuhan
  4. Income Anda yang terganggu atau bahkan hilang
  5. Income pasangan Anda yang terganggu  atau bahkan hilang

Apakah  11 faktor tersebut butuh biaya juga?  Jawabannya:  YA!

Apakah 11 faktor tersebut juga ditanggung/dicover oleh Asuransi Kesehatan fasilitas dari kantor yang Anda miliki?  Jawabannya:  11 faktor tersebut TIDAK ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk menutup biayanya?

  • Kuras tabungan.  Bisa cepat tersedia uang tunai, jumlahnya belum tentu besar.  Tanya kembali:  Sudah berapa lama Anda menabung?  Berapa besar uang yang Anda tabungkan setiap bulan?  Apa sebenarnya tujuan Anda menabung?  Apakah untuk impian masa depan yang indah dan sejahtera?  Atau memang uangnya disiapkan untuk jaga-jaga bila terjadi musibah (sakit, kecelakaan, cacat, meninggal)?
  • Jual motor/mobil/rumah/tanah.  Perlu waktu untuk tersedia uang tunai, jumlahnya bisa besar.  Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.
  • Pinjam teman/saudara/kerabat.  Bisa cepat, bisa juga butuh waktu, jumlahnya tidak tentu. Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.

 

Jika penyakitnya termasuk kategori “sakit berat/kritis”, apakah biayanya yang didapat dari 3 upaya di atas tersebut bisa cukup?

Baca juga:  Benarkah sakit kritis butuh biaya besar?

Kenapa agen Estri Heni selalu menyinggung tentang “sakit berat/kritis”?   Seseorang yang sakit, adalah orang yang masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas harian.  Jadi, orang yang sakit itu butuh pengobatan terhadap sakitnya, ditambah pemulihan dari sakitnya, ditambah perawatan pasca sakit, ditambah adanya kemungkinan beliau bisa kehilangan produktifitas kerja, ditambah lagi kemungkinan kehilangan penghasilan akibat sakit yang lama…

Karena sakit ringan itu masih bisa dicover oleh asuransi kesehatan, atau juga karena dampak finansialnya tidak buruk.  Sakit ringan, misalnya thypus, paling banter rawat inap 5 hari di kelas VIP butuh biaya “hanya” 21 juta (baca DISINI).  Sedangkan berat/kritis itu butuh biaya yang sangat besar.  Selain itu, sakit berat/kritis itu juga memberikan dampak keuangan yang buruk.

Fungsi asuransi adalah:  melindungi penghasilan Anda dari dampak keuangan yang buruk.  Yaitu menjaga agar penghasilan Anda tidak terganggu dan impian masa depan yang indah dan sejahtera tetap bisa terwujud, apabila terjadi musibah pada diri Anda.  Penghasilan Anda aman/utuh, keluarga Anda tidak terganggu, tetap bisa hidup layak walau musibah sakit kritis menimpa Anda.

Fungsi asuransi sakit kritis:

  • Membiayai pengobatan penyakit kritis.
  • Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
  • Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
  • Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
  • Memelihara kepercayaan diri

Maka, untuk membiayai 11 hal di atas, yang tidak dicover/tidak ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda, lengkapilah proteksi Anda dengan asuransi sakit kritis.

Ingat, asuransi kesehatan fasilitas dari kantor Anda memiliki banyak batasan.  Untuk sakit ringan, mungkin uang pribadi Anda masih bisa menjadi solusi.

Bagaimana bila yang terjadi adalah sakit berat/kritis?

  • Apakah Anda bisa memilih untuk “hanya terima sakit ringan saja”, “sakit beratnya jangan ke saya, tolong limpahkan saja kepada si Fulan”?
  • Mampukah uang pribadi Anda menjadi solusinya?
  • Seberapa besar bantuan dari keluarga bisa menjadi solusi?
  • Apakah Anda hanya akan menunggu dan mengandalkan bantuan dari orang lain saja?
  • Tidakkah lebih baik Anda siapkan secara mandiri proteksinya, agar Anda bisa pastikan siap dana tunai minimal 1 Miliar untuk Anda?

Saran saya, untuk hal ini, jadilah pribadi yang EGOIS.  Pikirkanlah hanya diri Anda sendiri, dan keluarga kecil Anda.  Siapkan dana maksimal untuk jaga-jaga terhadap musibah yang mungkin bisa terjadi pada diri Anda dan keluarga Anda.  Jangan menggantungkan hidup Anda kepada oranglain.  Orang lain sudah pusing dengan urusannya sendiri.  Janganlah Anda usik dengan kedatangan Anda untuk tawarkan harta Anda untuk dijual padanya karena Anda butuh dana, ataupun kedatangan Anda pinjam uang padanya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

 

Berikut contoh ilustrasinya:

 

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

 

 

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

 

 

TABEL PREMI Asuransi Sakit Kritis UP = 1 Miliar

tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit1

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

 

 

 

 

Apa Beda Asuransi Kesehatan dengan Asuransi Sakit Kritis?

Pernahkah Anda mendapat tawaran asuransi penyakit kritis dari seorang agen asuransi? Lebih dari 75% orang yang saya tanya, ternyata pernah mendapatkan tawaran tersebut. Namun, sebagian besar tidak memahami jenis perlindungan ini, sehingga masih banyak orang yang menolak untuk membelinya.

Alasan terbanyak biasanya karena sudah memiliki polis asuransi kesehatan. Apabila Anda telah memiliki tunjangan kesehatan dari kantor tempat bekerja misalnya, untuk apa lagi membeli polis asuransi penyakit kritis?  Apa bedanya asuransi kesehatan dengan asuransi sakit kritis?

 

ASURANSI KESEHATAN

Asuransi Kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.  Manfaat utama yang didapat nasabah adalah manfaat rawat inap.

Jenis Asuransi kesehatan ada 2:

  1. Askes murni.  Karakteristiknya:  berdiri sendiri (tidak gabung dengan asuransi jiwa), tidak ada nilai tunai yang terbentuk, tidak ada premi yang dikembalikan, premi murah, ada limit.  Di Allianz produknya:  Askes Syariah (Allisya Care), askes Non Syariah (Maxi Violet), askes Non Syariah Premium (Smartmed Premier)
  2. Askes sebagai Rider kesehatan.  Karakteristiknya:  merupakan rider/manfaat tambahan dari asuransi jiwa (Gabung dengan asuransi jiwa), nilai tunai yang terbentuk ada namun merupakan nilai investasi dari asuransi jiwa, tidak ada premi yang dikembalikan, premi sedikit lebih mahal karena merupakan premi asuransi jiwa, ada limit.  Di Allianz nama ridernya adalah: HSC+ (Hospital Surgical Care Plus)

Nasabah akan mendapatkan kartu asuransi kesehatan untuk mendapatkan fasilitas cashless jika harus dirawat di RS.  Cashless = tidak perlu mengeluarkan uang saat akan di rawat di RS.  Hanya tinggal menunjukkan saja kartunya, bagian administrasi RS akan mengurusnya, dan pasien langsung bisa menjalani proses rawat inap di RS rekanan tersebut.

Nasabah hanya perlu membayar apabila terdapat selisih biaya perawatan antara biaya aktual yang timbul dengan plafon yang dimiliki di perusahaan asuransi.  Contohnya produk asuransi kesehatan Allianz Syariah: (Allisya Care). Jika askes yang dimiliki adalah askes tanpa plafon (sesuai tagihan), maka Allianz akan membayarkan biaya perawatan rawat inap rumah sakit sesuai tagihan rumah sakit, berapapun jumlahnya, asalkan tidak melebihi 6 Milyar per tahun.  Contohnya produk askes Premium dari Allianz:  (Smartmed Premier)

Bila nasabah tidak menggunakan kartu cashless, maka semua perawatan rumah sakit yang timbul harus dibayarkan terlebih dahulu dengan uang pribadi, baru kemudian direimburse ke pihak asuransi. Di Allianz, reimburse askes cuma butuh 7 hari kerja dengan aplikasi Allianz Eazy Claim yang bisa di download di handphone berbasis IOS atau Android. (Sampai saat ini, blum ada satu asuransi pun yang memiliki aplikasi ini, hanya di Allianz yang punya.)

Selain rawat inap sebagai manfaat utama, juga ada manfaat tambahan (bisa dibeli, bisa juga tidak).  Manfaat tambahan pada asuransi kesehatan murni:

  1. Rawat jalan
  2. Rawat Gigi
  3. Kehamilan
  4. Santunan Harian (pada produk Allisya Care)

Asuransi Kesehatan sangat bermanfaat untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda membutuhkan Asuransi Kesehatan.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Hanya sampai disinilah Asuransi Kesehatan Anda berperan.

Mau buka polis asuransi Kesehatan?  Mari kita diskusikan dulu kebutuhan asuransi Kesehatan Anda, melalui ilustrasi Asuransi Kesehatan Allianz.  Kirimkan data diri Anda KESINI untuk mendapatkan ilustrasinya.

 

 

ASURANSI SAKIT KRITIS

Bagaimana jika Anda kena sakit kritis, tetapi tidak dirawat inap di rumah sakit? Ya, berarti asuransi kesehatan Anda tidak bermanfaat. Asuransi kesehatan Anda hanya bermanfaat selama Anda dirawat inap di rumah sakit. Jika Anda cari pengobatan alternatif, cari tabib, sinshe, akupunctur, makan suplemen dan lain lain, asuransi kesehatan tidak akan mengcover biaya itu.    Bagaimana jika Anda kena sakit parah, cari pengobatan alternatif selain dirawat inap di rumah sakit?  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar semua biaya itu.

 

Critical Illness Hidden Cost

 

Jangan lupa, bahwa apapun kategori sakitnya, (baik sakit “ringan” ataupun sakit “berat/kritis”), pasti ada yang namanya “biaya tersembunyi”.

Nah, bagaimana dengan “biaya tersembunyi”?  Apakah masih dicover oleh Asuransi Kesehatan?  Tentu saja adanya biaya tersembunyi tersebut sudah tidak dapat memanfaatkan fasilitas Asuransi Kesehatan.

Apa saja “biaya tersembunyi” itu?  Dari gambar diatas, inilah beberapa “biaya tersembunyi”:

  • Biaya Pengobatan di luar plafon
  • Biaya Pengobatan Alternatif / obat eksperimental
  • Income yang hilang selama tidak bekerja
  • Income pasangan/keluarga yang hilang
  • Akomodasi dan penginapan di luar kota / luar negeri
  • Increased Childcare Expenses (pengeluaran/biaya pengasuh anak jadi bertambah)
  • Juru rawat pribadi + tambahan supir
  • Nutrisi ekstra untuk penyembuhan

Umumnya biaya tersembunyi terpaksa diselesaikan dengan “uang sendiri”.  Terpaksa kuras tabungan, jual asset, atau pinjam teman/kerabat.

 

SOLUSI

Bagaimana jika Estri Heni (Hp: 0817 028 4743) menawarkan solusi lain yang tidak perlu “mengganggu” dana pribadi Anda?  Apakah itu?

Disinilah peran “asuransi sakit kritis”.  Bagi pasien sakit kritis, biaya2 tersembunyi tersebut akan sangat terasa dibutuhkan.

Asuransi sakit kritis memberikan Uang Tunai (sekaligus) dalam Jumlah Besar.  Berapa jumlah besarnya?  Tergantung UP (Uang pertanggungan) yang ada di polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 Miliar, maka akan diberikan sebesar 1 Miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak dipakai berobat pun silakan saja (misalnya biaya rumah sakit sudah dijamin askes sesuai tagihan). Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif pun oke-oke saja. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, atau disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun boleh. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah. Bahkan mau dipakai jalan-jalan dan membeli mobil baru pun tak ada larangannya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

Bagaimana dengan preminya?

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743