Penghargaan Allianz Bagi Agen Peraih CPC Program

Mengulang pencapaian saya di tahun 2015 yang lalu,  minggu kemarin  saya mendapatkan undangan dari Allianz untuk menghadiri acara CPC Recognisi ini sebagai “CPC Winner Periode Februari-April 2017 area Jabotabek”, bertempat di Crown Plaza Hotel, hari Senin 22 Mei 2017 jam 14.00-selesai.

Bagi agen (level BE) yang mampu menjual minimal 2 cases perbulan (level BP menjual minimal 5 cases perbulan), maka agen tersebut berhasil mencapai CPC pada bulan itu.  Pemenang CPC Kuartal, artinya agen berhasil mencapai penjualan minimal 6 cases dalam 3 bulan (level BP minimal 15 cases dalam 3 bulan).  Target ini sangat menarik dan sangat achieveable untuk diperjuangkan.  Semua agen pasti bisa melakukan penjualan 2 cases perbulan.  Tinggal bagaimana agen merencanakan actionnya, dan melakukan action tersebut dengan baik dan konsisten.  Program CPC adalah langkah kecil menuju tujuan yang lebih besar.  Kenapa?  Target CPC adalah 2 cases perbulan dan konsisten dilakukan, sehingga bisa menjadi kebiasaan yang baik bagi agen.  Jadi bukan sekedar klosing sesukanya.  Harus ada tujuan jelas kenapa harus konsisten 2 cases tiap bulan.  Program CPC ini merupakan landasan menuju MDiT (tentang MDiT akan dibahas lain waktu).

 

Pencapaian penjualan saya periode Februari-April 2017 ini adalah 7 cases.  Apa saja yang saya lakukan sehingga tercapai target CPC?  Tidak ada yang istimewa rasanya.  Saya hanya mengikuti tips dan strategi yang sudah disiapkan oleh manajemen untuk memperbesar rasio klosing.  Standar rumus klosing yaitu 10:1.  Artinya dari 10 prospek  maka klosing 1.  Bila diselaraskan dengan CPC Program, maka harus ada aktifitas 20 janji temu dengan prospek agar bisa klosing 2 case.  Bagi agen asuransi yang bekerja secara offline rumus itu akan lebih mudah, karena memang agen offline akan bertemu banyak orang dalam kesehariannya.

 

Lalu bagaimana dengan saya?  Saya adalah agen asuransi Allianz Syariah yang bekerja secara online dari rumah atau manapun selama ada koneksi internet.  Saya memasarkan produk asuransi melalui blog saya www.ProteksiKita.com.  Sejak saya menekuni profesi ini secara online, tidak sengaja saya merasakan benefit yang selama ini saya cari.  Kekhawatiran saya akan penolakan secara langsung dari prospek, secara perlahan memudar. Walaupun proses penolakan itu tetap saja ada.  Namun saya akui, dengan memasarkan produk asuransi melalui internet rasio klosing terasa lebih mudah.  Hal ini karena prospek yang datang atau “nyasar” sehingga sampai ke blog saya adalah sudah pasti orang yang sedang mencari informasi tentang asuransi, mencari produk asuransi, atau sudah bulat ingin beli polis asuransi.  Yang saya lakukan tinggal menjawab kebutuhan prospek tersebut, memberikan solusi produk yang sesuai dengan kebutuhannya, dan membantunya mengajukan permohonan asuransi.

Nah, sebelum bisa seperti itu, bagaimana caranya? Lagi-lagi saya cuma mengikut tips dan strategi yang diajarkan oleh Leader saya, Pak Asep Sopyan, yaitu:  terus menulis, perbanyak artikel, isilah dengan konten asli yang berbobot dan harus bermanfaat bagi pembaca.  Apakah saya seorang penulis?  Terbiasa menulis? Atau senang menulis?  Tidak.  Saya tidak punya latar belakang itu.  Lalu, bagaimana supaya bisa menulis?  Saran beliau:  Banyaklah membaca.  Orang yang senang membaca biasanya akan bisa menulis.  Bila belum bisa menulis?  Teruslah belajar menulis.  Menulis itu bisa dipelajari kok.  Saya sudah membuktikannya.  Saya bukan penulis, saya tidak pandai menulis, tapi saya mau belajar menulis.  Saya rasa, kunci dasarnya hanya itu.

Materi artikel yang original dan berkualitas akan lebih bertahan lama melekat di “ingatan” Om Google  🙂  Materi artikel bisa didapat dari mana saja.  Bila senang membaca, kita bisa menuangkan kembali hal-hal menarik dan bermanfaat yang pernah kita dapatkan informasinya dari hasil bacaan kita untuk bisa menjadi sebuah artikel menarik dengan gaya penulisan kita sendiri. Atau dari hasil emak-emak ngobrol tentang rencana keuangan, strategi menabung, pendidikan anak, rencana liburan, rencana perjalanan ibadah, rencana pensiun, semua bisa dijadikan materi artikel.  Yang penting kita mau menulis.

Trus, kalau sudah punya blog, sudah menulis, apalagi yang harus dilakukan?  Tentu ada strategi-strategi khususnya dong.  Serius mau tau atau cuma ingin sekedar tau, nih?  Kalau Anda penasaran ingin jadi agen asuransi yang memasarkan produk via online, pastikan Anda bergabung dengan tim yang tepat ya!  😉

Anda berminat berpenghasilan dari rumah saja via online? Mau fokus menjalankan bisnis sebagai agen asuransi?  Mau bisa klosing 2 cases perbulan? Mau punya penghasilan minimal 5 juta hanya dari rumah saja?  Mau punya penghasilan minimal 5 juta dengan waktu kerja yang lebih pendek dari pekerja kantoran?  Mau punya penghasilan minimal 5 juta tanpa harus nyetok barang?  Mau kerja 1x tapi dibayar sampai 2 tahun?

 

 

HANYA UNTUK YANG SERIUS

Kontak saya:

Estri Heni

WA = 0817 028 4743

CPC Recognisi, Crown Plaza Hotel Jakarta, 22 Mei 2017

Acara siang kemarin merupakan ajang penghargaan dari manajemen Allianz kepada para agen yang berhasil mencapai target CPC kuartal.  CPC adalah singkatan dari Consistent Producer Club, merupakan suatu strategi mudah bagi agen asuransi Allianz dalam upaya mencapai target besarnya.

Acara CPC Recognisi kemarin memberikan penghargaan bagi agen BP, yaitu Top 1st BP Winner CPC Bpk. Kris Purba, Top 2nd BP Winner CPC Bpk. Asep Sopyan (Leader saya yang sederhana, pendiam, tapi bisa sukses luarbiasa), Top 3rd BP Winner CPC Ibu Tia.

Kemudian ada testimonial dari CPC Winner yaitu Ibu Fajar Andi (mantan karyawan), Ibu Tia (ibu rumah tangga), Bpk Edison (MDiT *2).

Ibu Fajar Andi bercerita bahwa beliau anak pertama yang harus membiayai hidup orangtua, dirinya dan adik-adik.  Merelakan untuk putus kuliah agar adiknya bisa masuk SMP.  Join menjadi agen asuransi Allianz karena faktor kepepet dan butuh uang.  Tidak paham sistem bisnis, tidak pakai protes, tidak membantah saran Leader, hanya mengikuti arahan Leader agar sukses. Titik balik dirinya adalah ketika trip ke Australia, dia masih galau mau ngapain sepulang dari trip. Dapat sentilan dari seorang Leader untuk fokus menjalankan bisnis ini, membuatnya semakin berkomitmen akan mimpi-mimpi yang ingin diraihnya demi kehidupan keluarganya yang lebih baik.

Ibu Tia bercerita awal mula join agen asuransi Allianz karena pertanyaan Leadernya:  “kamu mau bisa jalan-jalan ke mal dan belanja-belanja tanpa pusing punya duit berapa?” Menekuni bisnis ini karena fokus pada mimpinya sendiri.  Titik balik dirinya adalah ketika seorang agen di timnya bertanya:  “ibu, kami ini mau dibawa kemana?” membuatnya jadi mengubah tujuan kerjanya.  Bukan lagi untuk dirinya sendiri bisa menjadi bintang, tapi bagaimana dia bisa membawa dan menjadikan agen2 di timnya juga menjadi bintang.

Pak Edison bercerita awal ketertarikannya join agen asuransi Allianz karena ingin kehidupan yang lebih baik.  Tersadar akan kekurangan dirinya yang tidak bisa berbahasa Inggris, tidak bisa bahasa asing lain, tidak sekolah tinggi, tapi ingin punya penghasilan besar.  Beliau bercermin pada diri atasannya di kantor yang:  lulusan S2, pandai banyak bahasa asing, punya skil, posisi direktur, wajar jika berpenghasilan 40 juta perbulan (ketika itu).  Sementara dirinya wajarlah jika berpenghasilan hanya 4 juta perbulan.  Tapi Pak Edison sangat ingin mengubah hidup.  Titik baliknya adalah ketika Beliau bertemu dengan Leader Allianz yang kira-kira kemampuannya sama seperti dirinya:  orang biasa, tidak sekolah tinggi, tidak pandai bahasa asing, tapi penghasilannya besar.  Beliau jadi semakin percaya bahwa beliau bisa mengubah hidup lebih baik jika menekuni bisnis ini.  Satu kelebihan yang dimiliki Pak Edison hanyalah:  saya bisa rajin!  Kalau disuruh rajin, saya mau.  Menekuni bisnis ini hanya bermodalkan kelebihan yang dimiliki, fokus pada kemampuannya, dan konsisten melakukannya, membawa beliau sampai pada posisi MDiT *2.

Ada lagi sharing yang sangat menarik dari Bapak Edwin Marshall.  Beliau memulai bisnis ini saat masih kuliah.  Awal join Desember 2009.  Mengerjakan bisnis hanya di bulan Januari 2010, klosing 2 case saja, yaitu premi 500rb dan 350rb perbulan.  Namanya masih kuliah, masih belum berani berkomitmen mau bisnis apa.  Semua hal dicoba dan dilakukannya:  menjadi guru privat, guru kumon, bisnis franchise es pisang ijo.  Perhatiannya adalah ketika bulan Juni 2010.  Bulan Juni-Juli adalah bulan libur bagi anak sekolah.  Otomatis tidak ada yang les bimbel, les kumon juga muridnya pada cuti, skripsinya selesai bulan Juni, menjalankan bisnis franchise jualan es pisang ijo juga ternyata tidak semudah bayangannya.  Sebagai franchisee, dirinya harus punya karyawan.  Masalah muncul jika tidak punya karyawan tapi butuh omset, maka harus jualan es pisang ijo.  Jadi beliau melakukan semua hal sendiri:  buka gerai, siapkan bahan, terima order, siapkan pesanan, cuci mangkok, kasir, sampai tutup gerai.  Malam hari capek, sementara pagi harinya harus urusan kampus.  Akhirnya diputuskan take over franchise.  Sehingga  beliau benar-benar zonk.  Tidak punya penghasilan.  Titik baliknya adalah ketika beliau pergi ke bank untuk printout buku rekening.  Dilihatnya, sejak Januari-Juli, selalu ada transferan masuk dari Allianz sebesar 150 ribu, rutin, setiap bulan!  Beliau berfikir: “Saya hanya kerja Januari dapet 2 case.  Februari-Juli saya tidak sentuh bisnis Allianz, tapi transferan tetap masuk.  Lalu, kenapa saya tidak fokus kesini saja?  Bila ditekuni, ini pasti bisa menghasilkan income yang besar”.  Akhirnya dengan minta bimbingan Leader, fokus Juli-Desember, klosing 100 juta ALP.  Semakin yakin akan bisnisnya, semakin bersemangat untuk bisa mencapai reward-reward yang disiapkan Allianz bagi agen yang berprestasi.   Fokus untuk berkomitmen, persisten dan konsisten membawanya sampai pada level kesuksesan seperti sekarang:  kebebasan waktu dan finansial.

Selain testimoni juga ada sharing berbagai kegiatan yang dilakukan Allianz seperti sponsor berbagai acara olahraga, mengadakan perlombaan olahraga, pengumpulan 150.000 kilometer lari yang akan diberikan dalam bentuk donasi senilai Rp. 500 juta untuk komunitas Difabel binaan Allianz di Indonesia agar bisa memajukan bisnis yang ditekuninya.

Sharing yang sangat bermanfaat dan menginspirasi…

 

 

 

 

 

Terlindungi Untuk Kebaikan Sekarang Dan di Masa Depan

 

Baca juga artikel berikut:

3 Manfaat Asuransi Syariah

UP jiwa 1 Miliar premi 355 ribu perbulan

Mau Tutup Polis Asuransi Unitlink Yang Dimiliki? Pertimbangkan Dulu Hal Ini!

 

Beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan bagi Anda nasabah Asuransi Allianz Syariah yang terhormat, apabila Anda berencana untuk menutup polis asuransi yang Anda miliki saat ini, yaitu:

KENAPA Anda Berencana Menutup Polis

Berikut mungkin salah satu alasan Anda berencana untuk tutup polis asuransi:

 

Tidak ada uang lagi untuk membayar polis.

Apakah Anda yakin, tidak bisa lagi sisihkan dana 1 juta perbulan?  Anda yakin, hal itu bukan karena Anda lebih mementingkan gaya hidup Anda? Sehingga dana 1 juta perbulan yang semula bisa Anda sisihkan untuk asuransi, menjadi hilang karena harus dialokasikan ke hal lain demi gaya hidup Anda? Apakah Anda lebih suka 1 juta perbulan Anda gunakan untuk ngopi-ngopi ketimbang beli asuransi?

Cek lagi kemampuan finansial yang Anda miliki.  Apakah Anda sudah siap dana “nganggur” di tabungan Anda sebesar minimal 1 Miliar jika terjadi sakit kritis menimpa Anda?  Apakah Anda sudah siap asset yang banyak senilai minimal 1 Miliar jika terjadi resiko sakit kritis?  Baiklah Anda punya asset/harta begitu banyak yang sangat besar nominalnya, apakah Anda rela jika harus dijual satu persatu atau bahkan semuanya untuk membiayai pengobatan sakit kritis?  Apakah itu cara yang efektif untuk mengantisipasi biaya tak terduga semacam biaya sakit kritis?

Mana yang lebih mudah bagi Anda untuk siapkan dana tunai 1 Miliar jika terjadi resiko sakit kritis:  cicil 1 juta perbulan atau tiba-tiba harus setor 1 Miliar untuk pengobatannya?

 

Masih Ada Kebutuhan Lain, seperti:  biaya sekolah anak, cicilan rumah, cicilan mobil

Kondisi ini memang penting untuk dipikirkan dan selalu dilakukan pembayarannya.  Namun, apakah solusinya dengan mengambil kembali atau bahkan menghilangkan anggaran dana premi asuransi yang “hanya” 1 juta perbulan?

Selagi Anda sehat dan mampu bekerja, tentu Anda masih dapat berpenghasilan yang dapat digunakan untuk semua pengeluaran rutin Anda.

Masalahnya:  bagaimana bila Anda sakit?  Baiklah, hanya sakit ringan-sedang bisa manfaatkan asuransi kesehatan dari kantor.  Bagaimana bila musibah yang terjadi adalah sakit berat/sakit kritis (jantung, kanker, stroke, gagal ginjal)???  Bila sakit berat terjadi, bisa-bisa tabungan anak yang sedianya adalah untuk dana pendidikan, malah terpaksa diambil untuk membantu biaya pengobatan sakit kritis.  Hasilnya:  orangtua sakit, harta orangtua terjual, tabungan anak ludes, ujung-ujungnya:  anak tertunda sekolah tinggi atau bahkan gagal meneruskan pendidikannya.  Belum lagi ditambah adanya tagihan cicilan rumah, tagihan cicilan mobil yang terganggu karena dananya sudah dipakai untuk pengobatan sakit kritis…  😦

 

Masih Muda Dan Sehat, Rasanya Rugi Punya Asuransi Karena Tidak Terpakai Juga

Alhamdulillah kita semua senantiasa diberi nikmat sehat oleh Allah Subhanahu Wata’ala.  Kesehatan adalah karunia yang paling mahal.  Maka hendaklah kita selalu menjaganya, menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat.

Masih muda dan sehat?  Wajar.  Sudah tua dan banyak keluhan kesehatan?  Juga wajar, lawong sudah tua.  Nah, yang tidak wajar itu jika masih muda, tapi sakit.  Kok bisa, padahal kan pola hidup sehat, pola makan sehat???  Nah, jangan lupa bahwa kita hidup kan tidak sendirian.  Bisa jadi, diri kita sudah berupaya sehat, tapi orang disekitar kita tidak?  Sehingga bisa saja kan, kitanya sehat, tapi tertular tetangga, misalnya.  Kita bisa kontrol diri kita, tapi kita tidak bisa kontrol tetangga kita.

Keadaan sehat dan sakit adalah takdir Tuhan.  Kita sudah berupaya sehat, tapi kalau Tuhan mentakdirkan kita sakit berat pada hari H tanggal T jam J, kita bisa apa?  Begitupun asuransi.  Asuransi bukan untuk mencegah takdir.  Asuransi adalah salah satu upaya/cara merencanakan keuangan agar bisa bermanfaat di waktu yang tepat, jika resiko hidup yang buruk terjadi.  Mungkin saat ini kita masih muda dan sehat, pasti belum perlu asuransi.  Sayangnya, yang namanya musibah (bahkan yang namanya hadiah) itu tidak pernah “pengumuman” dulu sebelumnya bahwa akan datang kepada seseorang.  Jadi, siapa yang akan tau, jika beberapa waktu kemudian mengalami musibah buruk?  Jika Anda punya asuransi:  tabungan Anda akan aman, tidak akan terpakai untuk biaya pengobatan sakit kritis.  Anda juga tidak perlu silaturahim ke kerabat dengan tujuan lain yaitu mau pinjam uang untuk berobat.  Anda pinjam 10-50 juta, kerabat bisa berikan.  Anda butuh 100 juta-200 juta, orangtua masih bisa berupaya.  Anda butuh 600 juta – 1 Miliar, apakah kerabat dan orangtua masih bisa kasih??

 

Agen Asuransi Hilang Kontak dan Tidak Bisa Dihubungi Lagi

Nah, kalau hal ini, menyangkut masalah personality.  Agen tipenya bermacam-macam.  Begitupun dengan nasabah.  Bila nasabah butuh Agen untuk hal urgent sehubungan dengan klaim, namun agen sulit dihubungi, nasabah bisa hubungi Leadernya.  Masih sulit juga?  Hubungi kantor Agency-nya.  Masih sulit juga?  Hubungi kantor Pusat Allianz di nomor 021-29269999, atau di nomor khusus Allianz Syariah 1500-139.

Agen sulit dihubungi, bisa jadi karena kondisi belum memungkinkan untuk menerima telepon.  Mungkin sedang di jalan setir mobil, setir motor, berdesakan di busway atau kereta, bonceng ojek, janji temu dengan calon nasabah, training fullday di kantor Allianz, atau bahkan mungkin sedang tidur…. Hehehe…  Agen Asuransi kan manusia juga, butuh istirahat di sela-sela waktu melayani nasabah.  Jika demikian kondisinya, silahkan tinggalkan pesan dengan menyampaikan maksud dan kebutuhan Anda.  Agar Agen tau mana yang bisa didahulukan.

Jika Agen sudah tidak aktif lagi, dan Anda bermaksud menutup polis Anda karena itu, saya rasa Anda yang akan rugi.  Agen Anda sudah tidak aktif lagi, bukan berarti manfaat polis Anda berakhir juga toh?  Bila status polis Anda masih aktif, semua manfaat di dalamnya masih berlaku dan bisa dilakukan klaim jika resiko sesuai polis terjadi.  Tugas Agen adalah membantu nasabah.  Jika tidak ada agen yang membantu Anda, jangan manja.  Masih ada call center Allianz yang bisa Anda hubungi.  Call Canter akan membantu Anda.  Apa saja yang harus Anda lakukan, dokumen apa saja yang harus disiapkan.  Call Center akan menginformasikannya untuk Anda.  Nasabah juga harus mandiri, jangan terlalu bergantung pada agen.  Jangan kecewa terhadapnya, karena Anda sendiri yang saat itu memilih dia untuk mendampingi proteksi Anda.

Mau tutup polis asuransi karena agen tidak perhatian.  Agen hanya hubungi nasabah sekedar untuk ingatkan bayar premi supaya agen dapet komisi.  Nah, pemahaman seperti ini yang harus diluruskan.  Seorang agen asuransi mengingatkan nasabah tentang jatuh temponya dan mengingatkan untuk membayar premi, sebenarnya adalah bentuk perhatian agen terhadap nasabah.  Tujuannya tentu semata-mata untuk nasabah juga.  Yaitu agar polis Anda tetap aktif, dan manfaat dalam polis tetap berlaku bagi Anda.  Sehingga jika kelak mungkin musibah terjadi, nasabah tetap bisa klaim dan Uang Pertanggungan cair.  Mengenai komisi yang didapat agen, itu adalah efek samping dari tugasnya.  Dan adalah wajar jika agen dapat komisi, karena agen bertanggungjawab mendampingi nasabahnya seumur hidup.  Seumur hidup, loh.  Bukan sesaat setelah terjadi penjualan saja.

Bagi Anda pembaca yang belum punya polis asuransi, belum berani buka polis asuransi karena kuatir agennya kurang kompeten?  Tips berikut bisa menjadi pertimbangan, klik:  Memilih Agen Asuransi

 

Masih Ada Keraguan Di Hati:  Apakah Kelak Jika Ada Klaim, Allianz Akan Membayarnya?

Jika hal ini yang menjadi pertimbangan Anda, saya tidak akan bicara banyak hal.  Silahkan Anda buktikan saja testimoni nasabah Allianz dengan cara KLIK DISINI.

Allianz akan membayar klaim nasabah, dengan syarat:

  1. Kondisi nasabah sesuai ketentuan dalam polis
  2. Status polis masih aktif saat musibah terjadi
  3. Dokumen yang diserahkan ke Allianz sudah lengkap
  4. Sesuai dengan rentang waktu pengajuan klaim yang ditetapkan Allianz

 

Alternatif Selain Menutup Polis Asuransi

Asuransi terutama asuransi jiwa memiliki prioritas yang sangat tinggi dibanding banyak kebutuhan lainnya. Hanya sedikit kebutuhan yang prioritasnya di atas asuransi jiwa, yaitu: utang (KPR, kartu kredit, dan utang-utang lain yang telah terlanjur dibuat), kebutuhan makan-minum, operasional rumah tangga, operasional pekerjaan, sedekah wajib (zakat), dan biaya sekolah anak (jika sudah punya anak yang sekolah). Di luar itu, prioritasnya berada di bawah asuransi jiwa.

Oleh karena itu, jika anda mengalami suatu kesulitan keuangan, atau peningkatan kebutuhan hidup sementara penghasilan tetap, inilah beberapa alternatif yang bisa anda lakukan selain menutup polis.

  • Mengurangi pengeluaran yang sifatnya untuk gaya hidup (life style), seperti makan di restoran, ngopi di mall, merokok, naik taksi, pakai mobil pribadi, penyaluran hobi, liburan, beli baju baru, dll.
  • Mengurangi anggaran untuk tabungan atau investasi. Asuransi memiliki prioritas yang lebih utama dibandingkan menabung atau berinvestasi. Investasi tak akan banyak berguna jika seseorang mengalami musibah dalam waktu dekat, karena investasi itu butuh waktu untuk tumbuh besar.
  • Mengurangi anggaran untuk pengembangan diri, seperti beli buku dan ikut seminar. Pengembangan diri itu ibarat investasi, prioritasnya berada di bawah asuransi.
  • Menurunkan premi polis hingga preminya sesuai dengan angggaran anda, mungkin dikurangi seperempatnya, setengahnya, atau ambil premi minimal.
  • Jika anda memiliki beberapa polis untuk sekeluarga, dan mayoritas didominasi asuransi kesehatan, boleh dikurangi untuk manfaat kesehatannya, atau ditutup dan dialihkan ke JKN-BPJS. Tapi pastikan pencari nafkah terlindungi oleh asuransi jiwa dengan UP (Uang Pertanggungan) yang memadai.
  • Bersedekahlah. Janji Allah “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At Thalak: 7). Rasulullah Saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. “Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma.” (HR Muttafaq alaih).

Jika hal-hal di atas tidak dapat dilakukan, berarti kesulitan keuangan yang anda alami memang lumayan gawat. Baiklah anda boleh menutup polis anda atau membiarkannya tidak dibayar.

 

Ada Produk Unitlink Lain Yang Ditawarkan Oleh Perusahaan Asuransi Sebelah

Nah, jika hal ini yang menjadi pertimbangan Anda, saya masih bisa mendukung Anda.  Karena itu artinya bahwa Anda sangat memahami apa itu asuransi jiwa.  Anda menyadari bahwa Anda butuh asuransi jiwa sebagai salah satu upaya melakukan perencanaan keuangan yang baik.  Dan saat ini sedang menimbang dan membandingkan produk asuransi jiwa unitlink yang sekarang dimiliki dengan produk sejenis dari “toko” sebelah

Saya sarankan beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan dalam membandingkan produk unitlink:

  • Besaran Premi dan Manfaat Asuransi
  • Proyeksi Nilai Investasi
  • Biaya-biaya Polis
  • Fitur Manfaat Asuransi Secara Detil  (manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, rider rawat inap)

Detil informasinya silahkan klik dan baca artikel “Cara Membandingkan produk Unitlink”

 

Jadi, apakah Anda masih berniat tutup polis Asuransi Jiwa Unitlink?  Seharusnya sih tidak, kecuali memang kesulitan keuangan yang anda alami sudah lumayan gawat…

 

 

 

2. Stroke, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Diklaim ke Allianz. Ini Karakteristiknya!

5 sakit kritis paling sering diklaim ke Allianz:

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

 

Saya akan bahas satu persatu untuk menambah informasi asuransi tentang karakteristik tiap jenis sakit kritis tersebut.

STROKE

#  Pada rider CI+ (49 sakit kritis), berikut kondisi STROKE  yang bisa diajukan klaim:

STROKE  (kondisi no.2)

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen yang berlangsung lebih dari 24 jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi.  Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut seperti di bawah ini:

  1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.

Penyakit yang dikecualikan:

  • Transient Ischaemic Attack
  • Kerusakan Otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau luka, infeksi, vasculitis, dan penyakit radang
  • Penyakit pembuluh darah yang mempengaruhi mata dan syaraf mata
  • Gangguan ischaemic dari vestibular system

 

STROKE YANG MEMERLUKAN OPERASI ARTERI CAROTID  (kondisi no.41)

Operasi Arteri Carotid (Carotid Endarterectomy) oleh dokter ahli bedah syaraf yang diperlukan untuk membuang timbunan plak di arteri carotid pada stroke yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan.  Operasi ini harus ada indikasi dibutuhkan secara medis oleh dokter ahli syaraf untuk mencegah berulangnya serangan ischemic cerebrovascular.

 

 

 

#  Pada rider CI100 (100 kondisi kritis), berikut kondisi STROKE  yang bisa diajukan klaim:

EARLY CI

PEMASANGAN CEREBRAL SHUNT  (kondisi no.2)

Pembedahan untuk pemasangan shunt dari ventrikel otak untuk mengurangi peningkatan tekanan dalam cairan cerebrospinal.  Kebutuhan pemasangan shunt harus dinyatakan oleh dakter spesialis sebagai pembedaha yang diperlukan secara medis.

ADVANCED CI

STROKE  (seperti pada rider CI+)

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen yang berlangsung lebih dari 24 jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi.  Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut seperti di bawah ini:

  1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.

CATASTROPHIC CI

STROKE BERAT

Insiden serebrovaskular meliputi infark jaringan otak, pendarahan serebral dan subarachnoid, emboli serebral dan trombosis serebral yang menyebabkan Peserta dalam kondisi terbaring di tempat tidur dan memerlukan pengawasan terus menerus untuk penyediaan semua kebutuhan sehari-hari minimal 3 bulan sejak kejadian.

Diagnosis ini harus ditegakkan oleh dokter spesialis syaraf dan didukung oleh temuan pada Magnetic REsonance Imaging, Computerised Tomography,atau teknik imaging lainyang dapat diandalkan secara konsisten dengan diagnosa stroke baru.

 

 

Bagaimana Cara Ajukan Klaim Coordination Of Benefit (COB) antara BPJS Dengan Allianz?

 

Bagaimana cara klaim apabila mempunyai 2 asuransi kesehatan?   Misalnya asuransi pertama BPJS , dan satu lagi asurasi kesehatan yang dari SWASTA. Apabila keduanya Asuransi Swasta, maka Anda tinggal memilih mana dulu asuransi yang akan di gunakan.

Pada dasarnya ketika kita mempunyai dua ASURANSI KESEHATAN (Asuransi yang membayar biaya rawat inap SISTEM KARTU), maka bisa dua-dua nya di klaim, dengan catatan tidak melebihi biaya yang dikeluarkan. Jadi sifatnya saling melengkapi kekurangan tagihan satu sama lain. Namun hal ini bergantung juga akan kebijakan masing masing perusahan asuransi.

Contohnya : Tuan A memiliki asuransi BPJS  dan asuransi  KESEHATAN SWASTA. Saat dirawat di rumah sakit Tuan A menggunakan kamar, biaya dokter, oprasi dan obat obatan yang melebihi dari PLAFON BPJS. Untuk MEMBAYAR KEKURANGAN TAGIHANNYA , Tuan A bisa mengklaim ke perusahaan kedua (ASURANSI KESEHATAN SWASTA) TENTUNYA SESUAI DENGAN PLAFON. Hal ini pun berlaku dengan asuransi ketika dua duanya adalah asuransi swasta. Hal penting yang perlu dicatat adalah, pembayarannya

Adapun prosedur pengajuan klaim, adalah dengan cara prosedur di bawah ini (Prosedur di bawah ini adalah prosedur untuk pengajuan double klaim di Asuransi Allianz) :

  1. Apabila Anda mempunyai BPJS , maka asuransi yang pertama yang HARUS di gunakan saat anda dirawat adalah asuransi BPJS, dan kemudian kekurangan pembayarannya Anda bisa klaim ke asuransi swasta lainnya yang Anda miliki. Setelah itu, anda bisa menghubungi asuransi kedua, untuk memberitahukan bahwa Anda sedang melakukan rawat inap. Untuk menghubunginya di kartu kesehatan Anda ada no call center yang bisa dihubungi 24 jam, atau memberitahukan pihak rumah sakit bahwa selain memiliki asuransi BPJS anda pun memiliki asuransi di perusahaan asuransi lain
  2. Ketika akan pulang dari pengobatan atau rawat inap, Anda bisa meminta rincian dari perusahaan asuransi PERTAMA mengenai PERINCIAN BIAYA APA SAJA YANG TIDAK DICOVER oleh perusahaan tersebut untuk kekurangannya di klaimkan ke asuransi yang kedua.(Dokumen Asli).
  3. Mintalah COPY-AN KUITANSI KESELURUHAN dari biaya pengobatan yang Anda lakukan, dengan dilengkapi dengan CAP ASLI dari rumah sakit tersebut. Sertakan pula RESUME MEDIS DARI DOKTER yang harus diisi oleh dokter yang formatnya sudah disediakan oleh ASURANSI KEDUA. Lengkapi pula dengan HASIL LAB yang berhubungan dengan pengobatan, untuk disertakan di pengajuan ke ASURANSI KEDUA.
  4. Setelah dokumen yang dibutuhkan untuk klaim ke ASURANSI KEDUA, maka segera kirimkan dokumen tersebut, yang disertai dengan pengajuan KLAIM.
  5. Apabila dokumen telah lengkap, maka Anda tinggal menunggu pencairan dana yang yang akan di trasfer perusahaan Asuransi langsung ke rekening Anda atas kekurangan dana pengobatan.

 KESIMPULANNYA DATA YANG DIBUTUHKAN UNTUK KLAIM KE ASURANSI YANG KEDUA :

  • Perincian biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan pertama
  • Copian kuitansi biaya keseluruhan pengobatan
  • Form Resume medis dokter (Disediakan oleh asuransi ke dua )
  • Hasil lab yang berhubungan dengan pengobatan (Boleh Copian)
  • Form pengajuan klaim 

Pengajuan DOUBLE KLAIM ASURANSI KESEHATAN itu MUDAH, asalkan Anda tahu caranya dan LENGKAP DATANYA, dan dana Klaim Anda pun akan lebih cepat cair.

Ringkasan Prosedur COB (Coordination Of Benefit) dengan BPJS yang berjalan saat ini adalah:
1. Peserta ikuti prosedur BPJS. Minta rujukan dari puskesmas nya. Masuk RS BPJS.
2. Kalau naik kelas atau ada biaya Medis yang tidak dicover BPJS, bisa diklaim reimburse ke Allianz.
Dokumen yang diperlukan:
a. Form klaim. Minimal diisi bagian Peserta nya saja. Kalau bisa minta dokter isi
b. SEP (Surat Eligibilitas Peserta) BPJS yg dikeluarkan di awal perawatan oleh petugas di BPJS center di RS
c. Resume Medis dari RS. Ini Hak pasien untuk dapat copynya
d. Yang paling penting kuitansi asli dari biaya yang dibayar sendiri. Namanya bayar, tentu berhak atas kuitansi.
Noted:
Bila nasabah membeli rider Flexicare (detil info rider Flexicare DISINI), maka tidak perlu kuitansi asli. Tapi butuh resume medis atau surat keterangan RS yg menjelaskan dirawat kapan, dokter siapa & diagnosanya.
Prosedur COB atau Koordinasi manfaat ke asuransi kedua itu mudah.  Asalkan dari perusahaan asuransi pertama sudah lengkap, maka asuransi kedua pasti akan membayar ekses klaimnya.
Bila ingin COB atau koordinasi manfaat dari BPJS ke asuransi swasta juga mudah.  Yang dibutuhkan oleh asuransi swasta adalah dokumen yang lengkap.  Yang menjadi pertanyaan adalah:  apakah BPJS bisa dan mau (dengan mudah) memberikan dokumen yang diperlukan nasabah untuk memenuhi syarat yang diminta oleh asuransi swasta?

Layanan Menyeluruh Dari Asuransi Kesehatan Allianz Syariah

Nasabah Yang Terhormat,

 

 

 

4 Fitur dari Asuransi Kesehatan Allianz Syariah ini tentunya sangat membantu nasabah lebih mudah mendapatkan pelayanan maksimal, untuk bisa lebih fokus pada pengobatan dan penyembuhan.

Tagihan Rumah Sakit?  Biar Allianz yang urus.

 

Tertarik untuk buka polis Asuransi Kesehatan Allianz Syariah?

Untuk meminta penawaran ilustrasinya, silahkan KLIK DISINI