Cara Menarik Dana Investasi Unitlink

 

Polis unit-link tidak seperti tabungan di bank yang memiliki fasilitas ATM sehingga bisa ditarik kapan saja. Untuk menarik dana unit-link, dalam hal ini unit-link Tapro dari Allianz, anda harus mengisi Form Penarikan dan Penebusan Polis Unit Link (klik untuk mengunduh). Setelah diprint, diisi, dan ditandatangani, form dikirim ke kantor pusat Allianz, atau dititip lewat agen, dengan lampiran fotokopi KTP pemegang polis.

Cara Pengisian Form Penarikan Dana

Pada Form Penarikan dan Penebusan Polis Unit Link, ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu penarikan sebagian dana (withdrawal) dan penarikan seluruh dana (surrender). Penarikan seluruh dana berarti polisnya ditutup atau ditebus atau diserahkan kembali ke Allianz. Sedangkan penarikan sebagian dana, polis masih aktif.

Yang akan dibahas kali ini adalah penarikan sebagian dana (withdrawal).

Form Penarikan 1.PNG

Hal. 1: Data pokok diisi, lampiran dicentang no 2, bagian A diisi dengan nominal atau jumlah unit, lalu alasan penarikan dana.

Setelah data pokok diisi, lampiran dicentang di nomor 2 (Fotokopi kartu identitas pemegang polis), selanjutnya yang diisi adalah bagian A: Penarikan Dana Investasi (Withdrawal). Pilih jenis dana yang akan diambil dan tulis nominalnya atau jumlah unit (salah satu saja). Lalu tulis pula alasan penarikan.

form-penarikan-2

Hal 2 berisi ketentuan penarikan dan penebusan polis.

form-penarikan-3

Diisi bagian C dan dicentang kotak pertama (Transfer melalui Rekening)

Selanjutnya menuju bagian C: Pembayaran atas Penarikan Dana/Penebusan Polis. Di sini ada tiga pilihan:

  1. Transfer melalui rekening.
  2. Digunakan untuk pembayaran premi dasar.
  3. Digunakan untuk pembayaran premi Top Up Tunggal.

Jika sekadar ingin menarik uang, cukup diisi di opsi pertama.

Form Penarikan 4.PNG

Tanda tangan di kolom pemegang polis. Data agen boleh dikosongkan.

Selanjutnya mengisi bagian D: Data FATCA – Individu. Centang tidak jika anda tidak memiliki kaitan dengan Amerika Serikat.

Selanjutnya, bagian E: Pernyataan Pemegang Polis. Isi tempat dan tanggal, lalu tanda tangan di kolom Tanda Tangan Pemegang Polis disertai nama jelas.

Data agen boleh dikosongkan.

Setelah form diisi lengkap, disertai lampiran fotokopi KTP, form dikirim ke kantor pusat Allianz, atau ke kantor agensi, atau dititip lewat agen.

Alamat Kantor Pusat Allianz

PT Asuransi Allianz Life Indonesia

Allianz Tower

Jl. HR Rasuna Said

Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2

Jakarta Selatan 12980

Telp: 021-2926-8888

 

Tanya Jawab

T: Mulai kapan dana unitlink bisa diambil?

J: Kapan saja bisa selama memenuhi syarat minimum penarikan dan minimum saldo.

T: Berapa minimum penarikan dan berapa minimum saldo?

J: Di unitlink Tapro, minimum penarikan 1 juta, dan minimum saldo 2 juta. Artinya, jika saldo unit-link anda 3 juta, anda bisa menarik dana 1 juta dan sisanya 2 juta. Jika saldo unit-link anda 100 juta, anda boleh menarik dana hingga 98 juta. Tapi jika saldo unit-link anda masih di bawah 3 juta, anda belum bisa ambil sama sekali.

T: Apakah di tahun pertama bisa tarik dana?

J: Bisa jika saldonya sudah 3 juta atau lebih.

T: Apa akibatnya jika saldo unit-link diambil?

J: Yang pasti saldo unit-link anda berkurang sejumlah nilai yang diambil. Misalnya, saldo unit-link anda ada 50 juta, lalu anda ambil 30 juta, maka secara garis besar saldo unit-link anda tinggal 20 juta. Kemudian karena nilai investasinya berkurang, otomatis hasil investasinya juga tidak akan sebesar jika dana tidak ditarik. Dalam jangka panjang, hal ini mungkin membuat polis lebih cepat lapse karena terus dipotong untuk membayar biaya-biaya polis (meliputi biaya asuransi dan administrasi).

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

Layanan Digital Allianz Bagi Nasabah

 

PT Asuransi Allianz Life Indonesia terus berinovasi tanpa henti untuk semakin mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada para nasabah. Untuk itu Allianz menghadirkan sejumlah layanan digital yang berhak dimanfaatkan oleh nasabah asuransi Allianz.

1. E-Statement

Jika anda telah mengisikan email saat mengisi SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) dan setuju untuk menerima pemberitahuan lewat email, anda tidak perlu melakukan apa-apa karena secara otomatis Allianz akan mengirimkan e-statement ke email anda setiap kali telah membayar premi. E-statement berisi informasi mengenai premi yang anda setorkan, potongan biaya yang dikenakan, dan jumlah unit atau saldo investasi polis anda.

Jika setelah satu bulan jadi nasabah anda belum menerima e-statement dari Allianz, silakan menghubungi Customer Service Allianz di nomor 021-29269999, atau email contactus@allianz.co.id, atau menghubungi agen asuransi anda.

2. Customer Online Portal

Melalui Customer Online Portal, anda dapat memantau status polis secara daring (online). Di portal ini anda bisa melihat data polis, histori pembayaran premi, hingga jumlah unit dan nilai investasi.

Customer Online Portal bisa dibuka di https://www.allianzlife.co.id/CustomerOnlinePortal/Individual/. Untuk pemakaian pertama, klik pendaftaran. Selanjutnya tinggal login dengan memasukkan user id dan password yang telah anda buat.

Petunjuk penggunaan Customer Online Portal bisa dibaca di SINI.

3. Allianz Smart Point

Anda mau hadiah dari Allianz? Aktifkan aplikasi AlaCards di ponsel android atau iOS anda. Di aplikasi ini ada program Allianz Smart Point yang akan memberikan hadiah kepada anda dalam bentuk poin. Poin-poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan aneka hadiah sesuai yang ditawarkan, seperti voucher belanja, potongan harga, hingga nonton film gratis di merchant-merchant yang bekerja sama.

Untuk mengikuti program loyalitas ini ada kriterianya, yaitu premi minimal 625 ribu per bulan atau 7,5 juta setahun. Poin diberikan berdasarkan transaksi-transaksi yang telah ditentukan dan di waktu-waktu tertentu ada promo campaign.

Petunjuk penggunaan Allianz Smart Point bisa dibaca di SINI.

4. Allianz eAzy Payment

Khusus untuk anda yang memilih cara pembayaran melalui transfer (bukan autodebet tabungan atau kartu kredit), ada satu cara pembayaran premi yang mudah untuk anda, bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah, yaitu Allianz eAzy Payment. Syaratnya anda memiliki kartu kredit atau kartu debit yang telah diotorisasi oleh bank penerbit untuk melakukan transaksi daring.

Caranya, anda masuk ke web allianz di https://services.allianz.co.id/allianz-eazy-pay/#/renewal, lalu ikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan.

Atau baca di SINI.

5. Allianz eAzy Claim

Khusus bagi anda yang memiliki produk asuransi kesehatan (Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier, Rider HSC+, dan Rider Flexicare Family, serta asuransi kesehatan kumpulan), anda dapat memanfaatkan fasilitas Allianz eAzy Claim untuk melakukan klaim secara reimburse. Tidak perlu fotokopi berkas, cukup difoto lalu kirim lewat aplikasi. Dalam hitungan detik, berkas klaim anda sampai di Allianz pusat.

Aplikasi Allianz eAzy Claim bisa diaktifkan di ponsel atau tablet berbasis android dan iOS.

Petunjuk penggunaan Allianz eAzy Claim bisa dibaca di SINI.

6. Allianz eAzy Med

Allianz eAzy Med adalah cara mudah untuk memesan dan membeli obat setelah nasabah pulang dari rumah sakit. Anda bisa mendapatkan obat dengan resep tanpa harus mengantre dan menunggu lama di apotek. Program ini dikhususkan bagi nasabah yang memiliki produk asuransi kesehatan cashless (Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier, Rider HSC+, dan asuransi kesehatan kumpulan).

Petunjuk penggunaan program Allianz eAzy Med bisa dibaca di SINI. []

Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

Allianz eAZy MED, Cara Mudah Pesan Obat Bagi Nasabah Asuransi Kesehatan

 

Apa Itu Allianz eAZy Med?

Allianz eAZy Med adalah layanan pemesanan dan pengantaran obat resep dokter yang memudahkan nasabah Asuransi Allianz Life Indonesia melalui aplikasi HaloDoc pada fitur ApotikAntar.

Layanan Allianz eAZy Med didukung jaringan apotek dan apoteker yang dimiliki oleh HaloDoc telah tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki izin resmi. Anda pun akan mendapatkan obat dengan resep tanpa harus mengantre atau menunggu lama di apotek, dan obat dapat langsung diantarkan kepada alamat tujuan. 

Ketentuan Penggunaan eAZy Med

Nasabah Allianz yang berhak menggunakan layanan Allianz eAZy Med adalah Nasabah yang memiliki:

  • Produk Asuransi Kesehatan Kumpulan (SmartHealth Classic Premier, SmartHealth Blue Sapphire, SmartHealth Light Titanium)
    Manfaat
    – Rawat Inap (Perawatan Sesudah Rawat Inap) dan
    – Rawat Jalan
  • Produk Asuransi Kesehatan Individu (SmartHealth Maxi Violet, SmartMed Premier, AlliSya Care)
    Manfaat
    – Rawat Inap (Perawatan Sesudah Rawat Inap) dan
    – Rawat Jalan
  • Produk Asuransi Jiwa dengan Rider Asuransi Kesehatan (Hospital & Surgery Care+, Allisya Hospital & Surgery Care+)
    Manfaat
    – Rawat Inap (Perawatan Sesudah Rawat Inap)

Cara Mendapatkan Layanan eAZy Med

Layanan ini bisa didapatkan melalui aplikasi HaloDoc yang dapat Anda unduh melalui smartphone di Play Store (Android) dan App Store (iOS) atau klik link di bawah ini:

Selanjutnya, lakukan langkah pendaftaran akun pada aplikasi HaloDoc dengan cara berikut ini:

  • Pilih menu “Create Account” dan masukkanemail dan password Anda dengan diakhiri klik menu “Create”.
  • Klik “Accept” pada laman Terms And Conditions.
  • Lengkapi data diri Anda pada laman “Create Account” dan klik menu “Save”.

Cara Pesan Obat Resep Dokter

Untuk informasi lebih lanjut terkait cara pesan obat resep, silakan untuk melakukan unduh pada link di bawah:

Unduh alur pemesanan obat resep dokter

Tanya Jawab Mengenai Allianz eAZy Med

Seputar pertanyaan yang diajukan mengenai layanan Allianz eAZy Med, silakan diunduh pada link di bawah:

Tanya Jawab eAZy Med

Bujangan Punya Polis Asuransi Jiwa atau Tidak, Ini Bedanya

 

Bujangan artinya belum menikah.  Bujangan masih menjadi tanggungan orangtua.  Orangtua kaya,  punya investasi, punya dana, tujuan untuk hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan di masa depan sudah tersedia dana dan fasilitasnya.  Bahkan untuk masalah resiko pun sudah ada disiapkan dananya.

Kondisi tersebut bisa melenakan bagi tipe bujang yang manja.  Merasa masih menjadi tanggungan orangtua yang kaya, hidupnya bisa seenaknya, karena semua terjamin.  Tidak kuatir kekurangan fasilitas ataupun dana.

Berbeda kondisinya dengan tipe bujang yang mandiri.  Bujangan tipe mandiri tidak akan terlena dengan “kemudahan” yang diberikan orangtuanya.  Walaupun masih menjadi tanggungan orangtua, namun bujangan mandiri justru tidak ingin merepotkan orangtuanya.  Mungkin karena dia sadar.  Dengan kondisinya yang masih bujangan saja, sebenarnya sudah “membebani” pikiran orangtuanya.  Diakui atau tidak, walau tidak pernah terucap pasti dalam benak orangtua ada sedikit terbersit “Kapan ya anakku menikah…”

Fatih Seferagic Bosnian Qori And Hafizd Quran

Fatih Seferagic
Bosnian Qori And Hafidz Qur’an

Masa muda, masa bujangan, masa belum menikah biasanya tujuan rencana keuangannya adalah berinvestasi.  Bujangan atau orang yang belum menikah melakukan investasi pastinya menyiapkan dana untuk tujuan yang indah-indah dan menyenangkan.  Seperti:  rencana wisata/hiburan, rencana perjalanan ibadah, rencana memperbanyak asset, rencana menikah, rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sampai rencana untuk pensiun sejahtera.

Saya yakin, tidak ada orang berinvestasi dengan tujuan: jika sakit berat, jika kecelakaan, jika tidak berpenghasilan lagi, jika meninggal…

Untuk hal-hal yang tidak menyenangkan (dengan kata lain: musibah), itu adalah “area” bagi asuransi.

Pertanyaan:  Saya masih muda, masih bujangan, belum menikah, masih sehat, masih produktif, apakah perlu punya asuransi?

Bujangan TIDAK punya asuransi jiwa

Bujangan yang sangat kaya raya, mungkin apapun yang terjadi tidak akan kuatir karena dirinya dan orangtuanya sudah punya semuanya.

Bagaimana bila si bujang ini bukan orang kaya raya?  Untuk hal yang membahagiakan (seperti menikah) saja, akan meminjam dana dari sanak saudara.  Bagaimana untuk hal yang disebut sebagai musibah?  Apakah ada dananya?  Apakah sudah siap dana saat musibah terjadi?  Padahal yang namanya musibah itu datangnya tidak akan kasih kabar dulu kan?  Jadi, kapan akan siap-siapnya ya?

Dalam perjalanan si Bujang menyiapkan dana investasi sebesar-besarnya, apakah yakin, perjalanan hidup si Bujang akan selalu semulus yang diinginkannya?  Semoga si Bujang selalu diberi kesehatan agar selalu produktif dan tercapai tujuan investasinya.  AAmiin..

Dalam hidup yang mulus, bisa juga ada kerikil bahkan sampai tebing yang curam.  Apakah si Bujangan rela, investasi yang sudah dikumpulkannya dengan susah payah, untuk tujuan yang indah dalam hidupnya, ternyata jadi terpakai untuk mengatasi musibah yang menimpanya???

Saat si bujang mengalami musibah terdiagnosa sakit berat (contoh serangan jantung, gagal ginjal, kanker ataupun lainnya), dananya dari mana?  Oke, untuk biaya perawatan RS masih bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan dari kantornya.

Jangan lupa bahwa pada kasus sakit berat, ada juga biaya lain yang timbul DI LUAR biaya perawatan RS.

Apa saja biaya yang timbul di luar biaya RS?

Contoh:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), atau suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM).
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Biaya pendidikan anak atau dana pensiun (jika sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sebelumnya sehingga biaya hidup tak jadi masalah).

Biaya tersebut tidak dicover oleh asuransi kesehatan sebaik apapun.  Sehingga asuransi kesehatan dari kantor Bujangan hendaklah didampingi dengan asuransi sakit kritis pada asuransi jiwa.

Bagaimana bila si Bujang tersebut akhirnya dipanggil Yang Kuasa?

Ya sudah, biasa saja.  Bila orangtuanya kaya raya, semua budaya keagamaan bisa dilakukan.  Bila orangtuanya bukan orang kaya raya, dananya akan pinjam dari keluarga.

Masalah selesai.  Si Bujang akan dikenang sesuai dengan hal-hal yang dilakukannya semasa hidup.  Itu saja.

 

Bujangan PUNYA asuransi jiwa

Masa muda, masa bujangan, masa belum menikah, adalah masa paling nikmat untuk berinvestasi.  Tujuan investasi kebanyakan adalah untuk mewujudkan rencana masa depan yang indah dalam hidup.

Sedangkan asuransi, bertugas mendampingi rencana investasi.  Agar tujuan investasi tetap bisa tercapai, walau terjadi hal buruk pada diri si Bujangan.

Punya asuransi jiwa itu buat apa sih?  Jawabannya DISINI.

Bujangan yang punya asuransi jiwa, pasti hatinya mulia.  Bujangan yang punya asuransi jiwa ini tau caranya menjadi lebih mandiri secara finansial, punya keinginan kuat untuk tidak mau (terus-terusan) merepotkan orangtua.  Bujangan yang punya asuransi jiwa sangat menyadari betapa besar pengorbanan orangtua demi dirinya, sejak lahir sampai dewasa.

Membantu finansial orangtua sudah dilakukannya dengan memberikan separuh gajinya untuk orangtuanya, sudah punya rumah sendiri, sudah punya kendaraan sendiri.  Si Bujang ingin membahagiakan orangtuanya dengan selalu istiqomah menjadi anak sholeh.

Si Bujang ingin saat dia bahagia, orangtuanya lebih bahagia dari dirinya.  Saat dia bersedih, dia ingin orangtuanya tidak ikut bersedih.  Si Bujang yang punya asuransi jiwa, ketika musibah terjadi, dia tidak perlu membuat orangtuanya repot atau panik atau sibuk cari pinjaman dana.

Si Bujang tau, ada seseorang (selain orangtuanya) yang tidak akan menjauhinya saat dia mengalami musibah (contoh  kecelakaan, sakit berat atau meninggal dunia).  Si Bujang tau bahwa ada seseorang yang dapat diandalkan.  Seseorang yang “memberinya UANG pada saat yang PALING dibutuhkan.  Dimana pada saat itu TIDAK ADA seorang pun yang mengambil tanggung jawab, dan tidak ada orang yang MAMPU membantu“.  Ya, seseorang itu adalah AGEN ASURANSI!

Ketika musibah terjadi, buatlah repot agen asuransi. Hubungi agen asuransi untuk membantu pengajuan klaim.  Jangan sungkan, karena memang tugasnya demikian.

Jadi, bila si Bujang terkena musibah sakit berat, agen asuransi akan membantunya mengajukan klaim, sehingga ada Dana Tunai yang dapat dimanfaatkan untuk menambah biaya pengobatan dll.

Bila si Bujangan ternyata dipanggil Yang Maha Kuasa, agen asuransi akan membantunya mengajukan klaim, sehingga ada Dana Tunai yang dapat diwariskan kepada orangtuanya ataupun kepada adik-adiknya.  Memang, si Bujang sudah tidak bersama orangtua dan adik-adiknya lagi.  Tetapi perannya membantu biaya hidup orangtua dan adik akan tetap mengalir.  Dana Warisan ini dapat didepositokan sehingga setiap bulan orangtua dan adik-adiknya akan tetap mendapatkan dana untuk berbagai keperluan, sama seperti saat si Bujang masih hidup dulu.

Bujangan yang punya asuransi jiwa, walaupun dia sudah tiada, segala hal baik yang dilakukan semasa hidupnya pasti selalu dikenang.  Ditambah lagi dengan bantuan dana warisan yang disiapkannya sejak awal, tetap bisa bermanfaat bagi orangtuanya untuk membantu mewujudkan cita-cita dan rencana masa depan yang indah bagi semua anggota keluarga…

Sungguh anak sholeh yang berbakti…  Semoga menjadi amalan tidak terputus bagi orangtuanya…

Asuransi Jiwa Sebagai Modal Nikah

Setiap calon mertua tentu mengharapkan calon mantunya adalah seorang anak sholeh, ahli ibadah, yang bisa menuntun anaknya menggapai Jannah, membimbing anaknya untuk senantiasa mendoakan orangtuanya walau orangtuanya telah tiada.  Karena anak yang sholeh merupakan amalan yang tidak putus.

Selain itu, orangtua juga tentunya ada keinginan bahwa calon mantunya tidak akan menyengsarakan anaknya. Hal ini wajar.  Karena orangtua sudah membesarkan anaknya dengan sangat baik, mendidik anaknya menjadi sholeh, bersikap sopan, bertutur santun, memberikan pendidikan terbaik, memberikan penghidupan yang layak. Masa sih, ketika orangtua mempercayakan anaknya pada mantu, si anak menjadi menurun kualitas hidupnya?

Jika saat mantunya sehat saja kualitas hidupnya sudah menurun (dibanding saat masih hidup bersama orangtua), apalagi jika saat mantu sakit????

Si mantu yang sudah punya asuransi jiwa saat masih bujangan tentu tidak akan menyengsarakan pasangan hidup yang dicintainya dan dipercayakan kepadanya.  Dia sudah membuat rencana keuangan yang tepat sejak dirinya belum menikah.

Untuk biaya pengobatan RS, tentu ada asuransi kesehatan terbaik dari kantornya.  Bagaimana bila yang terjadi adalah sakit berat????

Si mantu yang sejak Bujangan sudah punya asuransi jiwa, tidak akan membuat mertuanya kuatir.  Anaknya yang sudah dipercayakan kepada si mantu tidak akan direpotkan hati dan pikirannya.  Bila terjadi sakit berat, ada dana tunai yang cair, sehingga si mantu tidak perlu kuras harta pribadi,  apalagi harus kuras harta mertua.  Artinya: ada jaminan dana tunai untuk sakit berat. Sehingga si mantu bisa fokus pada pengobatan dan cepat pulih. Tidak usah pusing lagi cari pinjaman uang.

Bagaimana bila ternyata si mantu dipanggil Yang Kuasa?  Mertua tidak perlu kuatir anaknya akan sengsara hidupnya.  Si anak tidak harus mulai kembali hidupnya dari nol.  Kalaupun harus kembali ke rumah orangtua, si anak tetap mandiri karena ada warisan yang sudah disiapkan pasangannya sejak masih bujangan dulu.

Jadi, sebagai Bujangan yang well educated, apakah Anda akan:

  • Membuka polis asuransi jiwa sebagai pendamping bila terjadi hal buruk yang bisa mengganggu tujuan rencana investasi?
  • Membuka polis asuransi jiwa sebagai pelengkap asuransi kesehatan dari kantor?
  • Menyiapkan dana warisan untuk orangtua dan adik-adik agar rencana indah masa depan tetap terwujud?

Atau hanya akan:

  • Berinvestasi saja tanpa didampingi asuransi?
  • Memaksimalkan saja asuransi kesehatan dari kantor?
  • Menggunakan dana pribadi untuk biaya2 di luar RS?
  • Membiarkan kehidupan orangtua dan adik-adik berjalan apa adanya “sepeninggal” dirinya?

Saya yakin, walaupun Anda masih bujangan, seorang anak sholeh pasti akan merencanakan pengelolaan keuangan terbaik, tidak hanya jangka pendek, melainkan juga untuk jangka panjang.  Masa muda memang masanya berinvestasi untuk mempersiapkan hal baik dan menyenangkan dalam hidup.  Jangan lupa bahwa dalam masa berinvestasi itu bisa juga terjadi hal buruk.  Sehingga akan lebih bijaksana bila investasi Anda dibarengi dengan proteksi asuransi.

 

Dampingi investasi masa muda, masa bujangan, masa belum menikah Anda dengan Asuransi Jiwa Allianz

Butuh ketentraman? Pilih asuransi jiwa Allianz Syariah.

Konsultasi gratis dan ilustrasi, hubungi:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

atau isi data di form dengan klik PERMOHONAN ILUSTRASI, untuk mendapatkan ilustrasi asuransi jiwa Allianz Syariah.

Allianz Smart Point, Program Penuh Aneka Hadiah Untuk Nasabah Setia

 

 

Apa itu Allianz Smart Point?

  • Program loyalitas pelanggan dengan memberikan poin kepada nasabah yang memenuhi kriteria. Poin diberikan berdasarkan transaksi-transaksi yang telah ditentukan dan campaign. Poin dapat ditukarkan dengan aneka hadiah sesuai yang ditawarkan, seperti voucher belanja, potongan harga, hingga nonton film gratis di merchant-merchant yang bekerja sama.
  • Menggunakan aplikasi AlaCards pada perangkat bergerak (ponsel pintar dan dan tablet) iOS dan Android sehingga memberikan nasabah kenyamanan dan akses yang mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi poin, menukarkan poin (redeem), dan mendapatkan hadiah.

Kriteria

  1. Memiliki polis asuransi jiwa individu (Agency dan Bancassurance), antara lain produk Tapro Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus. Tidak termasuk polis atas nama perusahaan (corporate partner) : PT, CV, Yayasan, dll).
  2. Akumulasi premi minimum Rp 7.500.000/tahun atau Rp 625.000/bulan.
  3. Point diberikan kepada pemegang polis secara individual dan berdasarkan Policy Holder ID (PH ID). Poin dihitung per polis.
  4. Berlaku untuk produk Unit link dan tradisional.

Cara Perolehan Poin Utama

Poin yang diperoleh dari pembayaran Premi Polis Baru dan Renewal:
smart-points-1
  • Polis Baru: Poin akan terhitung setelah melewati periode peninjauan polis (Free-look 21 hari)
  • Polis Unit Link: Poin akan terhitung 7 hari kerja setelah pembayaran premi berhasil diproses.
  • Polis tradisional: Poin akan dihitung 7 hari kerja setelah melewati jatuh tempo dan pembayaran premi berhasil diproses.

Cara Perhitungan Poin Utama

Premi Regular:
  1. Jika nasabah membayar premi secara bulanan Rp 750.000, maka nasabah akan mendapat: 7 poin.
  2. Jika nasabah punya 2 polis dengan premi masing-masing Rp 350.000, total pembayaran premi adalah Rp 700.000.
    Maka total poin yang diperoleh adalah: 6 poin.
  3. Jika nasabah memiliki 1 polis dengan premi 750.000/bulan. Nasabah melakukan pembayaran sekaligus untuk 2 bulan, maka total poin yang diperoleh adalah 15 poin. (Rp 1.500.000/100.000 = 15 poin)

Cara Perolehan Poin Bonus

Tambahan poin yang diperoleh dengan kriteria tertentu, sbb:

smart-points-2

 

Cara Perolehan Poin Campaign

Poin Campaign (Ad-Hoc Campaign)
Tambahan poin yang diperoleh jika nasabah mengikuti campaign Allianz seperti:

  • Promo Pembelian Produk baru
  • Promo penambahan Rider
  • Promo Alokasi Fund baru
  • Promo Top-up Single
  • Social media promo (share FB, twitter),
  • Acara khusus Allianz
  • dll

Ketentuan Perolehan Poin

  1. Perhitungan poin dimulai setelah program Allianz Smart Point (ASP) diluncurkan dan setelah pemegang polis berhasil melakukan registrasi dan aktivasi. Premi yang dibayarkan sebelum proses aktivasi berhasil maka tidak dihitung sebagai penambahan poin.
  2. Untuk nasabah yang sudah berhasil aktivasi, polis –polis aktif lainnya akan masuk dalam perhitungan poin.
  3. Yang berhak mendapatkan poin adalah: Pemegang Polis berdasarkan Policy Holder ID Allianz (PH ID).
  4. Poin dihitung per level polis dan ditampilkan per level PH ID. Jika PH ID memiliki lebih dari satu polis, maka poin akan digabung sesuai dengan PH ID yang sama.
  5. Jika nasabah yang sama memiliki 2 PH ID, maka akan dianggap sebagai 2 (dua) pemegang polis yang berbeda.
  6. Poin dihitung per polis, dan pembulatan kebawah.

Cara Registrasi

A. Cara Registrasi dan Aktivasi AlaCards

  1. Download aplikasi alaCards di Google PlayStore (Android) atau AppStore (iOS).
    Image Cara Registrasi
    Image App Store
    Image Google Play
  2. Pada menu search ketik alaCards dan klik tombol download.
  3. Login dan Registrasi alaCards.
    – Login alaCards dapat melalui Sign-up email atau Facebook.
    – Lengkapi form user information (Nama, Email dan HP).
    – Pastikan adanya koneksi internet pada proses login dan registrasi.
    Cara Registrasi
  4. Add eCard ALLIANZ
    – Di menu utama klik “Add Card”
    – Pilih “All” di category

    – Add eCard Allianz dan otomatis akan masuk kedalam “Wallet”

    Cara Registrasi

     

B. Aktivasi Allianz Smart Point

  1. Bagi Pemegang Polis  Allianz dapat mengaktifkan eCard Anda dengan menekan tombol “Activate”.
  2. Masukkan Nomor Polis yang aktif, Tanggal Lahir. Klik “ kirim PIN”. Jika pemegang polis memiliki lebih dari 1 polis, cukup salah satu polis saja yang dimasukan, maka nomor polis lainnya akan terakumulasi secara otomatis.
  3. PIN akan dikirimkan melalui SMS ke no HP anda yang sudah ter-registrasi di Allianz
  4. Setelah menerima PIN, klik “Sudah Punya PIN” dan input nomor PIN.
  5. Setelah aktivasi berhasil, eCard Allianz akan berubah warna dan akan mendapat welcome poin = 200 poin.

a.Cara Registrasi    b. Cara Registrasi  c.Cara Registrasi d. Cara Registrasi
Informasi jumlah poin akan terupdate kepada nasabah pada aplikasi alaCards.

Cara Penukaran Point

Cara Penukaran Point Allianz Smart Point :

  1. Klik menu Offer pada Allianz eCards
  2. Pilih hadiah yang diinginkan
  3. E-voucher akan tertera pada menu “Voucher”
  4. Untuk produk pada merchant, tunjukan E-Voucher pada kasir atau pada bagian informasi. Untuk produk online, masukan kode voucher sebelum melakukan pembayaran
  5. E-Voucher yang sudah diredeem akan expired dalam jangka waktu 2 minggu setelah penukaran point.

 

Image Cara Penukaran Point

Mendapatkan Poin Cek Poin                                                              Redeem Poin

Kumpulkan poin dengan                                                 Saldo poin dan mutasi                                    Tukarkan poin dengan produk – produk
berbagai program yang                                                   akan tertera di eCard Allianz                         menarik di menu”Offer”
ditentukan

 

Terlampir Contoh Penukaran Poin:

Image Cara Penukaran PointImage Cara Penukaran PointImage Cara Penukaran Point

Image Cara Penukaran Point

Notes:
*Penukaran hadiah hanya berlaku selama stock voucher tersedia
*Saat ini adalah periode promo dimana kami memberikan nilai poin yang rendah (discount point) untuk penukaran hadiah

Download Brosur Allianz Smart Point

 

Untuk menjadi nasabah Allianz, silakan menghubungi saya:

Estri Heni

SMS/WA: 0817 028 4743

atau isi data di form dengan klik PERMOHONAN ILUSTRASI  untuk membuka polis Tapro (Asuransi Jiwa Allianz Syariah)

Istri Punya Asuransi Jiwa atau Tidak, Ini Bedanya

 

Umumnya pencari nafkah utama adalah suami.  Sehingga suami idealnya harus memiliki asuransi jiwa.  Lalu bagaimana dengan istri?  Apakah tidak perlu punya asuransi jiwa?

Artikel ini membahas tentang istri yang punya asuransi jiwa atau tidak.  Dengan kondisi ideal, yaitu suami sebagai pencari nafkah utama dan suami sudah punya asuransi jiwa untuk dirinya sendiri.

 

ISTRI BEKERJA KANTORAN

Bila istri bekerja, artinya istri juga sebagai pencari nafkah.  Jika penghasilan istri ini untuk membantu penghasilan suami dalam membiayai kebutuhan hidup, maka istri sebaiknya juga punya asuransi jiwa.  Tujuannya untuk melindungi penghasilan dirinya (istri) agar tetap utuh jika terjadi resiko hidup.

Istri yang bekerja kantoran tentu memberikan kontribusi penting bagi kinerja perusahaan, sehingga perusahaan pun membayar jasanya dengan baik.  Penghasilan istri ini (pada beberapa kasus) disatukan dengan gaji suami untuk memenuhi beberapa poin keperluan keluarga.  Pada beberapa keluarga, penghasilan istri bisa juga untuk membayar pegawai yang bekerja di rumahnya untuk menggantikan peran selama istri berada di kantor.  Contoh:  membayar pengasuh bayi/anak, asisten rumah tangga, sopir, sekuriti, tukang kebun, juru masak.  Semoga semua istri yang bekerja kantoran selalu diberi kesehatan, sehingga tetap bisa produktif di kantor, tetap berpenghasilan, bisa membayar pegawai di rumah, sehingga tetap sinergis pekerjaan di kantor dan di rumah.  Aamiin…

Bagaimana bila suatu saat terjadi resiko? Si istri bekerja lalu terdiagnosa sakit berat (contoh:  kanker, jantung, dll)  Tentu kualitas hidup menurun, istri tidak lagi bisa bekerja dengan baik. Proses pengobatan dan penyembuhan untuk kasus sakit berat bukanlah hal yang instan, melainkan butuh waktu panjang.

Apakah istri yakin, selama istri bergulat dalam proses penyembuhan itu, perusahaan akan menunggu istri sampai sembuh kembali?  Sampai kapan harus menunggu?  Bagaimana dengan tugas dan kewajiban pekerjaan istri terhadap perusahaan?  Bisa jadi, diam-diam Perusahaan tempat istri bekerja mungkin sedang menyiapkan seseorang yang sama baiknya atau bahkan lebih baik produktifitas kerjanya sebagai pengganti posisi istri di perusahaan tersebut.

Lalu saat istri sudah benar-benar pulih, apa yang terjadi?  Perusahaan, dengan tidak mengurangi rasa hormat dan apresiasi terhadap kontribusi dan loyalitas  pekerjaan si istri selama belasan tahun tersebut, dengan sangat terpaksa meminta istri untuk bekerja di rumah saja…

Bila istri bekerja kantoran TIDAK punya asuransi jiwa

Saat istri sedang tergolek sakit, ataupun sudah melalui proses pengobatan, ataupun menjelang proses pemulihan, selain butuh waktu (sehingga pekerjaan di kantor dan perusahaan tidak bisa menunggu), juga butuh biaya besar.  Dananya dari mana?  Kuras tabungan, cairkan deposito/reksadana, jual investasi logam mulia, bisa cepat, tapi bagaimana dengan nominalnya?  Bisa besar juga?  Oke, masalah bisa selesai.  Tapi coba renungkan kembali.  Apa tujuan awal istri dari dana yang disiapkan melalui tabungan, deposito, reksadana, logam mulia tersebut?  Yakin nih, tujuan awalnya memang untuk siapkan dana darurat bila terjadi sakit berat?  Benar nih, bukan untuk siapkan dana untuk pensiun sejahtera?  Bukan untuk siapkan dana perjalanan ibadah?  Bukan untuk siapkan dana wisata keluarga?

Bila dananya ternyata belum cukup, bagaimana?  Terpaksa jual mobil, bisa cepat.  Jual rumah?  Butuh waktu lama untuk dapat harga yang sesuai.  Bisa cepat, bila harga “setega”nya.  Memang sih, dananya bisa dapat.  Tapi coba renungkan kembali.  Apa tujuan awal istri memiliki mobil dan rumah tersebut?  Yakin nih, tujuan awalnya memang untuk dijual saat butuh dana darurat bila terjadi sakit berat?  Benar nih, bukan untuk siapkan tempat tinggal ternyaman saat pensiun untuk tetap sejahtera?  Bukan untuk menjadi sarana transportasi paling nyaman semasa masih produktif?

Jadi, seorang istri yang produktif, bekerja di perusahaan hebat, bisa mengaktualisasikan diri, berangkat pagi pulang sore, sering meeting di luar kota, hari Sabtu-Minggu yang sedianya untuk keluargapun sampai berubah menjadi hari kerja, meninggalkan suami dan anak-anak, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, lalu diinvestasikan dengan tujuan awal:  kebahagiaan dan kenyamanan saat pensiun, ternyata malah uang dan hartanya terpakai untuk BIAYA PENGOBATAN SAKIT BERAT?????

Saya rasa, si istri perlu cek ulang rencana pengelolaan keuangannya.

Asuransi jiwa bagi istri bekerja kantoran

Pada asuransi jiwa ada manfaat tambahan yaitu asuransi sakit kritis.  Yaitu memberi uang tunai jika terjadi sakit kritis/sakit berat.  Jika istri yang bekerja kantoran mengalami sakit ringan (ataupun sakit berat) yang pengobatannya berhubungan dengan RS (baik rawat jalan ataupun rawat inap), silahkan gunakan fasilitas asuransi kesehatan terbaik dari kantor.

Jika istri yang bekerja kantoran tersebut mengalami sakit berat, maka ada uang tunai jumlah besar yang bisa digunakan untuk membayar biaya2 yang timbul DI LUAR biaya RS.

Apa saja biaya yang timbul di luar biaya RS?

Contoh:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), atau suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM).
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Biaya pendidikan anak atau dana pensiun (jika sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sebelumnya sehingga biaya hidup tak jadi masalah).

Biaya tersebut tidak dicover oleh asuransi kesehatan sebaik apapun.  Sehingga asuransi kesehatan dari kantor istri hendaklah didampingi dengan asuransi sakit kritis pada asuransi jiwa.

Bagaimana bila istri bekerja kantoran tersebut akhirnya dipanggil Yang Kuasa?

Ada warisan yang berguna bagi suami dan anak-anak.  Bisa dimanfaatkan sebagai dana pemakaman dan beberapa kebiasaan budaya asal si istri (seperti ritual keagamaan yang panjang, dll). Atau didepositokan untuk tambahan biaya pengeluaran keluarga seperti saat istri masih hidup.  Atau diinvestasikan kembali untuk tujuan siapkan dana pendidikan anak.

Istri yang punya asuransi jiwa akan sangat membantu finansial suami, saat terjadi resiko sakit berat.  Suami tidak perlu kuatir kehilangan sebagian tabungan atau hartanya untuk membiayai sakit berat istrinya tercinta.  Istri juga tidak perlu kuatir kehilangan sebagian tabungan atau hartanya untuk membiayai sakit berat dirinya.

Semua cita-cita indah, rencana masa depan menyenangkan yang disiapkan dari dana tabungan dan investasi akan tetap utuh dan bisa terwujud.

Jadi, sebagai istri yang bekerja kantoran, apakah Anda akan:

  • Membuka polis asuransi jiwa sebagai pendamping asuransi kesehatan dari kantor?
  • Menyiapkan dana warisan untuk suami dan anak2 agar rencana indah masa depan tetap terwujud?

Atau hanya akan:

  • Memaksimalkan asuransi kesehatan dari kantor tapi menggunakan dana pribadi untuk biaya2 di luar RS?
  • Membiarkan kehidupan suami dan anak2 berjalan apa adanya “sepeninggal” istri?

Saya yakin, sebagai istri bekerja kantoran yang well educated, seorang istri bijak pasti akan merencanakan pengelolaan keuangan terbaik, tidak hanya jangka pendek, melainkan juga untuk jangka panjang.

 

ISTRI DI RUMAH SAJA

Istri tidak bekerja kantoran, bukan berarti istri yang santai, hanya di rumah saja.  NO, big NO!  Istri yang di rumah saja itu malah kerjanya 24/7/365.  Kerjanya full, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun. Saat bosnya terjaga, istri bekerja, saat bosnya tidur, istri juga bekerja. Pekerjaannya multitasking:  juru masak, pengasuh anak, sekuriti, guru, sopir, laundry, house keeping, cleaning service, psikolog, psikiater, tenaga medis pertama, manajer keuangan keluarga, wuiiiihhh banyak yaaaa…  Tanpa libur, tanpa cuti, tanpa bonus.  (Hahaha… ini mah curhatan saya)…

Bayangkan pekerjaan istri yang di rumah saja.   Semoga semua istri yang di rumah saja selalu sehat walafiat, sehingga semua pekerjaan selalu bisa dilakukan dengan baik.

Di kalangan istri atau ibu rumah tangga, bahkan sampai ada quote yang tidak tertulis bahwa “istri/ibu itu dilarang sakit walaupun cuma sakit ringan seperti sakit kepala, demam, atau flu”.  Betul apa betul, ibu-ibu??

Ya, karena kalau istri sakit, semuanya jadi berantakan.  Istri sakit artinya:  tidak masak, tidak beberes rumah, tidak antar jemput anak sekolah.  Artinya lagi: untuk makan terpaksa beli masakan jadi.  Untuk beberes rumah terpaksa semua anggota keluarga turun tangan.  Untuk antar jemput sekolah terpaksa langganan tukang ojek untuk beberapa hari ke depan.  Jika anak sudah remaja, tidak masalah.  Bagaimana jika anak masih balita???

Itu baru sekedar sakit ringan, istri cuma perlu istirahat di rumah maksimal 2 hari.  Bagaimana bila istri sakit dan harus rawat inap?    Sakit ringan rawat inap di RS maksimal butuh waktu 7 hari.  Masalah dan solusinya hampir sama.  Hanya butuh waktu sedikit lebih lama untuk beli masakan jadi, untuk merelakan rumah agak berantakan sedikit lebih lama, dan untuk berlangganan ojek juga agak bertambah lama harinya.  Biaya sakit untuk kasus seperti ini masih ditanggung asuransi kesehatan dari kantor suami.  Benar ya Bu Ibu???

Setelah sehat, alhamdulillah.  Aktifitas normal kembali setelah 7 hari “berantakan”…

Istri di rumah saja yang  TIDAK punya asuransi jiwa

Ada suatu kenyataan bahwa istri tidak bisa memilih untuk “hanya terima sakit ringan saja” atau “nanti saja sakitnya kalau sudah tua”.  Ya, itu namanya resiko hidup.  Hidup tidak selalu mulus seperti yang diinginkan semua istri.  Bagaimana bila kejadiannya:  ternyata istri yang selalu sehat, rajin olahraga, tidak pernah rawat inap, tiba2 terdiagnosa sakit berat?

Anak2 masih butuh ibunya, suami butuh istrinya.  Kehidupan anak bisa terganggu.  Sekolahnya jadi terganggu, mungkin jadi sering bolos karena harus temani ibunya ke RS, ataupun tetap sekolah tapi pikirannya tidak tenang karena teringat ibunya.  Demikian juga suami.  Pekerjaan jadi terganggu, jadi sering tidak masuk kerja karena harus temani istri, atau tetap pergi meeting tapi hati dan pikiran tidak tenang.

Karena 1 anggota keluarga yang sakit, seluruh anggota keluarga terkena dampaknya.  Dampak psikologis.  Waktu produktif untuk suami bekerja jadi berkurang.  Waktu produktif anak untuk belajar juga jadi terganggu.  “Quality time”, waktu berkualitas untuk bercengkrama bersama keluarga pun jadi rusak…

Sakit berat yang menjadi momok bagi istri (perempuan) misalnya Kanker.  Nasabah saya dengan sedih menceritakan istrinya yang beberapa bulan lalu terdiagnosa kanker payudara stadium 2B, sampai berkata “Gila ya, sekarang ini seseorang terdiagnosa kanker sudah menjadi hal yang biasa terjadi”.  Artinya sekarang ini terdiagnosa kanker sudah sesering orang terdiagnosa flu.  Padahal penyakit kanker itu jenis penyakit yang luarbiasa.  Bukan penyakit yang tiba-tiba. Artinya ada pengaruh faktor genetika/keturunan, atau juga pola hidup dan pola makan.  Disebut luarbiasa juga karena efek penyakit yang dirasakan bagi pasiennya, efek pengobatannya yang bisa membunuh sel normal disekeliling sel kankernya, dan yang lebih terasa adalah efek keuangan yang ditimbulkan.

Bila istri terdiagnosa sakit berat, pilihannya cuma 1: terima dengan ikhlas dan dijalani setiap tahap pengobatannya.  Biaya pengobatan sakit berat sangatlah besar.  Contoh kanker:  1x kemoterapi minimal bisa 30 juta. Padahal butuh 6x kemoterapi.  Bila pembuluh darahnya kecil dan bermasalah, perlu pasang kemo port biayanya bisa 40 juta.  Belum obat yang diminum (ini bisa dicover asuransi kesehatan), vitamin dan suplemen (ini tidak dicover asuransi kesehatan), jangan lupa ada biaya2 lain diluar biaya pengobatan selama di RS (ini harus rogoh kantong pribadi).

Lihatlah bahwa saat resiko hidup terjadi pada istri yang di rumah saja, bukan hanya masalah fisiologis, psikologis saja yang terjadi.  Ibaratnya, yang sakit cuma istri, tapi seluruh anggota keluarga terkena dampaknya.

Dampak keuangan dari sakit berat bagaimana?

Sakit berat butuh biaya besar, butuh waktu dan tenaga juga yang tidak sedikit.  Tabungan terkuras, aset yang dimiliki terpaksa dijual, dan bahkan terpaksa harus membuang malu agar bisa meminjam uang sanak saudara.

Saat istri yang di rumah saja ini sehat walafiat, semua urusan rumah tangga bisa beres.  Saat istri yang di rumah saja ini ternyata terpaksa menghadap Sang Maha Pencipta, bagaimana?

Pekerjaan dan tanggungjawab rumah tangga yang dilakukan istri yang di rumah saja tidak sedikit.  Pada keluarga yang kondisi keuangannya terbatas, tidak ada dana untuk membayar gaji pegawai di rumahnya, maka istri-lah yang mengerjakan semua urusan rumah tangga.  Bayangkan jika suami harus membayar banyak pegawai di rumahnya untuk menggantikan perannya.  Berapa banyak dana yang dialokasikan?

Asuransi jiwa bagi istri yang di rumah saja

Bila terjadi resiko sakit berat yang membutuhkan biaya yang sangat besar, suami tinggal membantu siapkan dokumen yang diperlukan untuk melakukan klaim sakit kritis.  Dokumen diproses, cairlah DANA TUNAI jumlah besar.  Istri bisa tenang menjalani pengobatan tanpa kuatir harus kuras tabungan atau jual harta suami.  Proses pemulihan akan menjadi lebih mudah jika pasiennya tenang hati dan pikiran.

Bila terjadi resiko kematian, ada warisan yang bisa didepositokan dan sisanya dipakai untuk tambahan pengeluaran rutin rumah tangga.  Misalnya:  membayar gaji pengasuh anak, asisten rumah tangga, tukang kebun dll.  Sehingga suami bisa fokus pada pekerjaannya di kantor, dan pekerjaan di rumah beres saat suami pulang kantor.  Suami tetap punya “Quality Time” bersama anak-anak sampai mereka dewasa.

Ataupun:  dengan adanya warisan yang besar dari istri tercinta, suami bisa punya keputusan terbaik:  bekerja dari rumah saja atau bahkan meninggalkan pekerjaan di kantornya.  Semata-mata agar bisa fokus mengurus anak-anak dan mengawasi pegawai rumah tangga.  “Quality Time” yang dibutuhkan oleh anak-anak tetap bisa mereka dapatkan dari sosok ayahnya walau tanpa kehadiran ibunda bersama mereka.

Ingatlah bahwa:

parenting

 

 

Jadi, sebagai istri yang di rumah saja, apakah Anda akan:

  • Membuka polis asuransi jiwa sebagai pendamping asuransi kesehatan dari kantor suami?
  • Menyiapkan dana warisan untuk suami dan anak2 agar rencana indah masa depan tetap terwujud?

Atau hanya akan:

  • Memaksimalkan asuransi kesehatan dari kantor suami tapi menggunakan dana pribadi untuk biaya2 di luar RS?
  • Membiarkan kehidupan suami dan anak2 berjalan apa adanya “sepeninggal” istri?

Saya yakin, sebagai istri yang well educated, seorang istri bijak pasti akan merencanakan pengelolaan keuangan terbaik, tidak hanya jangka pendek, melainkan juga untuk jangka panjang.

 

Mari lakukan strategi cara cepat siapkan dana darurat sakit kritis untuk istri tercinta dan warisan untuk anak-anak tersayang…

Konsultasi gratis dan ilustrasi, hubungi:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

Atau isi data di form PERMOHONAN ILUSTRASI

 

 

 

Teladan Bapak Penjual Tahu

 

sugeng

Kisahku dengan mas Sugeng Sang Pencuri Hati 3 tahun yang lalu.

Perkenalan kami dimulai karena keadaan.  Saat dunia masih terlelap dengan mimpinya,  saat itulah kami harus mengais rejeki kami di pasar dalam dinginnya angin malam.

Mas Sugeng bersama istri yang dicintainya dengan ramah melayani pembeli dan pelanggannya.  Mengantarkan pesanan tahu satu persatu ke pedagang sayur keliling.  Berjalan dari ujung ke ujung dan seringkali sambil membawakan belanjaan tukang sayur yang lain.

Tiba saatnya untuk mengambil nafas sembari cerita tentang TAPRO.  Entah mengapa saat mendengar informasi tentang manfaat TAPRO, mas Sugeng langsung memberikan tanggapan positif.  Tidak ada argumen ataupun penolakan.  Sampailah di hari yg naas itu sebuah bis malam mengambil nyawanya.

 
Teman…

Polis asuransi memang tidak bisa menggantikan sosok mas sugeng sebagai seorang suami atau ayah.  Tapi polis asuransi bisa menggantikan peran mas Sugeng sebagai penghasil income dalam keluarganya.

Saat istri2 yang lain yang sudah ditinggal suaminya tidak mendapatkan uang belanja bulanan lagi dari almarhum suaminya, mbak Yani masih tetap dapatkan itu dari mas sugeng.

Saat anak2 yang lain yang sudah ditinggal ayahnya tidak mendapatkan uang saku lagi dari almarhum ayahnya, anak2 mas Sugeng masih bisa bilang sama teman2nya:  “Ayahku masih kasih aku uang jajan”.

Untuk istri2 disana…

Jangan pernah larang suami kalian untuk beli polis asuransi.   Karena sebenarnya itu adalah bentuk cinta kasih yang terdalam untuk istrinya.

Saat suami harus meninggalkan dunia ini, dia hanya ingin memastikan kita bisa tetap hidup layak dan nyaman, tanpa harus menurunkan gaya hidup keluarganya sekarang.

Dia tidak bisa membayangkan istrinya membanting tulang mencari nafkah untuk anak2  yang masih kecil, menggantikan peran mereka.
Polis asuransi memang hanyalah selembar kertas…

Tapi saat resiko itu datang dan tak ada seorangpun yang bisa membantu kita,  polis itu akan berubah menjadi mukjizat.
Kami atas nama agen asuransi mohon maaf yang sebesar2nya pada teman2,  jika kalian risih terhadap tawaran kami yang seolah memaksa.

Karena saat resiko itu datang, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih berarti, bukan cuma sekedar ucapan belasungkawa.
TERIMA KASIH untuk mas Sugeng karena sudah memberikan kepercayaan kepada Allianz.

Semoga kau tenang disana temanku.

 

seperti diceritakan DISINI

 

Untuk konsultasi dan pembuatan proposal gratis, silahkan hubungi:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

atau isi form data klik PERMOHONAN ILUSTRASI