Persetujuan Klaim Meninggal Dunia dan Kecelakaan

Pembayaran klaim meninggal dunia+kecelakaan sebesar 377 juta. Klien dari bpk Andreas Difa (kanan), leader di grup Busster APL Tower.(1)

 

 

Nasabah saya, Mrs, 59 tahun, masuk menjadi nasabah sejak 1,5 tahun yang lalu, pada umur kurang lebih 58 tahun.

Premi 1 juta perbulan

Manfaat yang didapat:

UP meninggal dunia     = 225 juta

UP 49 sakit kritis           = 175 juta

UP kecelakaan               = 150 juta

UP cacat tetap total      =   50 juta

Kasus: nasabah mengalami kecelakaan dan kemudian meninggal dunia,

 

Jadi, Allianz membayarkan klaim:

kecelakaan                    = 225 juta, dan

meninggal dunia         = 150 juta

Jumlah                          = 375 juta

Ditambah nilai investasi yang terbentuk selama 1,5 tahun sebesar Rp.  2.947.934,-

Sehingga total manfaat yang diterima ahli waris =  Rp.  377.947.934,-

 

Terima kasih kepada nasabah saya yang telah mempercayai saya sebagai agen pendamping, dan Allianz sebagai proteksi bagi keluarga yang disayanginya.

*

Lindungi keluarga Anda dengan proteksi dan kehidupan yang layak untuk mereka.  Karena keluarga-lah ASET yang terbaik untuk kita.  Karenanya, berilah mereka kehidupan terbaik di saat kita sudah tiada ataupun disaat kita tidak berdaya lagi.  Sebelum semuanya terlambat dan jangan sampai menyesal kemudian hari.

(seperti diceritakan oleh Andreas Difa, Bussiness Director Allianz, area Agency Jakarta)

*     *     *

Turut berduka kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah menjalani kehidupan selanjutnya.

Saat saya share foto bukti Allianz bayar klaim nasabah tersebut, banyak yang bertanya:

“kenapa klaim yang dibayarkan hanya sedikit (ratusan juta)?  Bukan miliaran?”

“kenapa klaim yang dibayarkan jumlahnya ganjil (tidak bulat)?”

Jawaban saya singkat saja:

“karena usia beliau saat masuk asuransi sudah 58 tahun, sehingga dengan premi 1 juta, manfaat yang diterima hanya bisa segitu.  Kecil ya?”  😛  😀

Yup, benar sekali!

Besarnya manfaat (UP) yang bisa didapat oleh nasabah, ditentukan oleh:

  • Usia masuk  >> semakin muda usia saat masuk jadi nasabah, semakin besar UP bisa didapat
  • Besarnya premi  >> semakin besar premi yang disetor, semakin besar UP
  • Manfaat / rider apa saja yang diambil >> berhubungan dengan premi.  Semakin banyak manfaat yang diambil, premi besar, maka UP besar.  Semakin banyak manfaat yang diambil, premi kecil, UP kecil.  Begitu pula sebaliknya.
  • Jenis kelas pekerjaan  >> berhubungan dengan premi.  Semakin tinggi resiko suatu jenis pekerjaan, premi semakin besar, UP besar.

 

 

Penasaran?

Nanti saya bandingkan, antara nasabah usia muda dengan nasabah usia senja ya.

Cekidot! 😉

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s