Asuransi: cuma bayar 1 juta/bulan, selama 10 tahun, kok dapat 1 Miliar???

Kali ini saya mau berbagi cerita hasil diskusi saya dengan istri dari seorang nasabah asuransi Allianz yang sudah bergabung dengan agen lain (bukan saya).  Sang istri mohon penjelasan mengenai polis asuransi yang sudah dimiliki suaminya sejak sebelum mereka menikah bulan September 2014 lalu.

Kebetulan salah satu produk yang ditanyakan juga bukan produk fokus yang saya jual, meskipun begitu saya mengagumi keberanian beliau untuk meminta penjelasannya pada saya yang jelas2 bukan agen pendamping polis suami beliau.  Tak mengapa, semoga informasi saya ini berguna bagi beliau dan pembaca semua, sehingga juga bisa menjadi berkah buat saya.  Amiin..

Artikel ini saya tulis seadanya diskusi kami, agar para pembaca yang mempunyai pertanyaan yang sama pun dapat mengikuti alur diskusinya.

Informasi tentang polis beliau:

1.  Polis Smartlink Flexy Account Plus, premi 1jt/bulan, UP dasar 1 Miliar

2.  Polis Allisya Protection Plus, premi 500rb/bulan, UP dasar 300 juta.

Pertanyaan beliau sangat mendasar sekali, sehingga penjelasannya pun harus detil agar beliau benar2 puas dengan informasi yang didapat.

 

wa Crop OK

Beliau mohon dijelaskan hal simpel berikut ini:

#  kenapa cuma setor 1jt/bln selama 10 tahun, bisa dapat 1M? Kok bisa?

# kenapa cuma setor 500rb/bln selama 10 tahun, bisa dapat 300jt?

================================================================

Ibu (I):  Saya bingung kenapa dari setor 1jt/bln, bisa dapat 1 Miliar.  Itu uang apa?  Kenapa bisa begitu?

Estri (E):  Ibu bisa baca di pojok kanan atas, ada keterangan: Uang pertanggungan dasar 1 Miliar. Artinya: Bpk S siapkan proteksi utk dirinya dgn UP 1 M. Dimana dana tsb bisa diklaim bila tjd resiko meninggal dunia pd diri beliau. Dana tsb bs dimanfaatkan oleh ahli waris utk berbagai keperluan. Tinggal dicari tau saja, ahli warisnya siapa. Krn beliau buka polis tsb sjk thn 2011. Utk manfaat lainnya, harus dibaca di buku polis. Apakah beliau juga beli proteksi thdp: kecelakaan, cacat tetap, dan sakit kritis.

I:  Memang kalo misal tak terjadi apa2 dan gak meninggal dunia itu selama sepuluh tahun bisa dapet 1 M?
Trus saya liat di internet mbak angsuran 355 bisa dapet 1M?

E:  Itulah asuransi, bu. Asuransi bukan menabung. Tapi membeli proteksi besar dgn uang kecil.

I:  Saya masih bingung “kenapa cuma 500rb selama 10th bisa dpt 300jt” gitu ya?  Masalahnya kan suami ikut asuransi sblm nikah sama saya, jd blm serah terima semuanya, termasuk informasi tentang hal ini.

E:  Oke, saya coba jelaskan ya. Seperti saya info sebelumnya, bahwa: asuransi bukan tabungan, bukan hitung2an setoran dikali lama setor. Tapi dengan berasuransi, artinya nasabah membeli proteksi. Nasabah minta kepada perusahaan asuransi untuk melindungi dirinya dengan Uang Pertanggungan sejumlah sekian, hanya dengan membayar setoran sekian.
Dlm hal ini: pak S setor 1jt/bln utk diberi perlindungan/proteksi berupa Uang tunai dalam jumlah besar senilai 1 Miliar, jika terjadi resiko pada diri beliau (dlm hal ini, resiko yang dicover adalah meninggal dunia).
Jadi nilai UP tidak didapat dari jumlah setoran dikali lama bayar, ya bu.
Melainkan: nasabah butuh UP berapa, maunya dicover thdp resiko apa (ada resiko: kecelakaan, cacat tetap, sakit kritis, meninggal), maka bisa ketauan premi yg hrs disetor brp.
Tentu juga besarnya premi tergantung dari: jenis kelamin, usia masuk saat buka polis (usia muda premi lbh murah VS usia senja), jenis pekerjaan (pekerjaan resiko rendah -staf admin/guru- premi lbh murah VS resiko tinggi-pilot/tentara-)

I:  OOOoo… begitu..  Klo misal dalam 10 tahun itu suami saya baik2 aja dan masih hidup gimana ?
Apakah uang 1 M itu cash dikasih ke nasabah ?

E:  Uang Pertanggungan hanya bisa diklaim jika resiko sdh terjadi.
Walaupun baru setor 3 bulan, kalo tjd resiko spt pd polis, maka UP bisa diklaim.
Kalo 10th tidak terjadi resiko, artinya syukur alhamdulillah, suami sehat walafiat, sehingga UP belum bisa di-klaim.
Bila resiko baru terjadi 50th kemudian, maka klaim pun baru bisa dilakukan 50th kemudian.

I:  Tapi gimana nasib uangnya ?

E:  Uangnya tetap utuh senilai 1M tsb.   Mau kapan pun resiko itu tjd, jumlahnya tetap 1M.

I:  Kasarnya itu mah uang warisan ya mba?

E:  Betul bu. Itu uang warisan. Tinggal dilihat sj di polis, apakah Bpk sudah sempat ubah data ahli waris dgn kondisi sekarang (stlh menikah).

I:  OOoo… Berarti suami saya ga ngerti waktu dia buka polis. Soalnya dia bilang setelah 10 tahun uang 1 M atau yg 300 juta cair.

E:  Yang bisa ditarik setelah 10th, adalah nilai investasinya bu. Di lembar surat yang ibu kirim ke saya, coba dilihat pada tabel bagian bawah. Ada angka 13 juta sekian, itu adalah nilai investasi / tabungan yg terbentuk. Kelak bisa ditarik saat diperlukan.

I: Iya mba, ahli waris yang di polis adalah kakaknya.

E:  Ya bu, benar. Jika buka polis sblm nikah, biasanya ahli waris pasti dipilih saudara kandung. Jika sudah nikah, biasanya diubah jd pasangan+anak.

I:  Bagaimana cara ubah data polis tentang ahli waris?

E:  Caranya: hubungi agennya, nanti diberi form perubahan data utk diisi. Tandatangan Bpk sbg pemegang polis. Itu aja. Gampang kok.  Atau juga bisa hubungi Customer Care Allianz, nanti akan dibantu.

I:  Oke.  Tanya lagi ya.  Nilai investasi bisa ditarik itu dikarenakan apa?

E:  Nilai investasi bisa ditarik kapan saja (sebaiknya setelah thn ke5), tdk ditarik pun akan lbh baik, krn nilainya akan berkembang terus. Lumayan utk nambahin warisan.

I:  Hehehe… Mba Estri bisa aja…

E:  Nilai investasi boleh ditarik, tanpa perlu penjelasan kenapa ditarik, utk apa uangnya, dll.. Bebas kok. Itu kan bonus tabungan saja.  Saran saya sih, kalo gak kepepet banget, gak usah ditarik.  Biar berkembang terus.

Uang Pertanggungan 300jt atau 1M tsb hanya bisa cair jika terjadi resiko saja, ya bu.
Berasuransi bukan untuk cari untung.   Tapi utk melindungi diri dan penghasilan, dari resiko hidup yg dampak keuangannya tidak bisa kita tanggung.
Cth:   jika tjd sakit kritis (spt kanker), butuh biaya sangat buesaarrrr. Kalau punya aset, mungkin masih bisa dijual.  Namun kan tujuan kita kerja, pergi gelap pulang gelap, keluar keringat, tangan jd kaki-kaki jd tangan, kumpulin uang/harta selama puluhan tahun bekerja, BUKAN untuk dijual jika sakit, kan?

Makanya kita sebaiknya punya asuransi, supaya kita tidak bangkrut. Supaya aset tidak perlu dijual. Aset biarlah tetap berupa aset.  Semoga kelak aset tersebut bisa diwariskan untuk anak.

Kalo terjadi resiko, pakainya uang asuransi saja.
Yang kita cuma bayar 1jt/bln, proteksinya 1M.
Uang kecil (1jt) beli Uang besar (1M), itulah asuransi.
Kalo UP = 1M. Baru bayar 1jt/bln X 1 thn = 12jt. Lalu tjd resiko meninggal di bulan ke 12 tsb, maka asuransi akan beri 1M utk ahli waris.
Bayangkan kalo cuma “nabung biasa” di bank. Baru dpt 12jt tuh..
Mana cukup 12jt utk biaya hidup 1 tahun????
Itulah asuransi…

Itu kalo resikonya meninggal, nasabah sudah selesai masalah dunianya.
Bagaimana jika yang terjadi adalah resiko hidup? Artinya terjadi resiko, tapi nasabah masih hidup?
Resiko hidup = kecelakaan, cacat, sakit kritis. Umumnya, jika terjadi resiko hidup, maka orang menjadi kurang produktif lagi, efeknya: penghasilan pun ikut berkurang. Bahkan bisa jadi lama2 penghasilan bisa stop. Padahal nasabah dan keluarganya butuh biaya hidup, butuh biaya perawatan RS, butuh biaya pemulihan, dll..

Kalo punya asuransi (tentu saja jika ambil proteksi terhadap resiko hidup tersebut), maka jika terjadi resiko hidup tersebut, UP bisa di-klaim.

Cth:

Kalo yang terjadi adalah kecelakaan, maka UP kecelakaan bisa di-klaim.
Kalo yang terjadi adalah cacat tetap total, maka UP cacat tetap total bisa di-klaim.

Kalo yang terjadi adalah sakit kritis, maka UP sakit kritis bisa di-klaim.

Kalo yang terjadi: kecelakaan, lalu cacat, lalu sakit kritis, lalu meninggal, maka UP yg bs di-klaim adalah = UP kecelakaan + UP cacat + UP sakit kritis + UP meninggal. Jika masing2 resiko tersebut UPnya 1M, maka ahli waris akan dpt 4M.
Uang 4M, tentu bermanfaat untuk biaya hidup dll ataupun untuk mencapai impian keluarga yang belum terwujud. Ahli waris bisa “move on” tanpa perlu tertatih2 memulai hidup dari nol lagi..
Angka UPnya tidak harus 1M, jika alokasi finansial keluarga untuk setor preminya terbatas. Tapi kalo memang ada, tentunya akan sangat baik. Karenae asuransi kan proteksi jangka panjang. Beli proteksi sekarang dengan UP besar, agar kelak saat 10-20th lagi, nilai UP tsb masih relevan untuk biaya hidup.

I:  Di akhir masa kontrak, berapa yang saya terima?

E:  Sebenarnya kontraknya adalah seumur hidup bu. Bukan yg 10th itu.
10th itu hanya lamanya bayar premi. Thn ke 11 dst (sampai mungkin usia 100th) tidak perlu bayar premi lagi. Tapi kontrak seumur hidup.  Keterangan tentang hal ini, silahkan klik:  ARTIKEL INI

Dalam hal ini, di polis suami Ibu:
UP 1M hanya bisa diterima jika terjadi resiko meninggal dunia. Sementara nilai investasi bisa ditarik setelah tahun ke-5.
Anggap saja premi asuransi sebagai “uang hilang” bu. Supaya tidak dihitung2.

Saat kita sehat, asuransi tidak berguna. Tapi, saat terjadi resiko, asuransi sangat terasa manfaatnya.

Ibu tenang saja ya..

Saran saya, ibu pun harus punya proteksi. Utamanya proteksi thdp sakit kritis.
Supaya tenang.  Jika terjadi resiko, tidak perlu kita merasa bangkrut, karena asuransi akan beri uang tunai dalam jumlah besar.

I:  Oke mba, terimakasih penjelasannya.  Nanti saat suami pulang berlayar, saya akan diskusikan hal ini dengan beliau.

E:  Baik bu, sama-sama.  Nanti untuk polis Ibu, belinya sama Estri yaaa…. Kan diskusinya sama Estri, masa’ beli polisnya ke agen lain… Hehehehe…

I:  Sip mba.  Tenang saja.  Nomor hp mba sudah saya save kok…

*     *     *

 

 

Hihihi… Semoga bukan PHP yaaa….

Rejeki tidak akan tertukar…

#  Senangnya berbagi…

#  Mari berasuransi

#  Allianz memberi Uang Pertanggungan besar (100 juta – 15 Miliar) hanya dengan premi terjangkau

 

klaim-penyakit-kritis-2m

Butuh proteksi sesuai profil Anda?

KONTAK SAYA DISINI

 

 

 

One thought on “Asuransi: cuma bayar 1 juta/bulan, selama 10 tahun, kok dapat 1 Miliar???

  1. Terima kasih untuk artikelnya mbak Estri. Info nya sangat bermanfaat sekali. Saya juga ingin bertanya mbak. Apakah untuk asuransi kecelakaan, sakit kritis, cacat dan kematian. Apakah saya mesti membeli asuransi yang berbeda? Atau adakah yang sekaligus untuk meng cover semuanya?. Tolong dibalas ya mbak…saya butuh pencerahan nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s