Apa Bedanya Dana di Bank VS di Asuransi ?

 

Apakah Anda termasuk yang masih berpendapat bahwa menyimpan dana di asuransi itu = RUGI??  Kuatir dana tidak kembali atau tidak dapat diambil jika Anda sehat wal’afiat??  Jika demikian, artinya Anda perlu memahami kembali makna asuransi.

Untuk itu, mari kita samakan persepsi dulu ya.  Untuk memudahkan pemahaman, khusus di artikel ini saya akan pakai kata “menabung” untuk memberi arti “menyetor dan menyimpan dana”, baik untuk dana di bank maupun di asuransi.

Pada dasarnya menabung di bank dan di asuransi memang bukan hal yang sama, terutama dari beberapa hal berikut ini:

 

IMG_20150306_001236713 1

Menabung di Bank:

  • Tujuan :   Transaksi rutin bulanan dan simpan dana
  • Lama menabung  :  Umumnya jangka pendek
  • Pengambilan Dana  :  Kapan Saja
  • Jumlah Dana yang Terkumpul  :  Sesuai jumlah yang disetor (kurang lebih)
  • Kewajiban Setor  :  Tidak ada, bisa kapan saja
  • Ahli Waris  :  Tidak jelas, tidak diminta data ahli waris saat buka rekening tabungan

 

Menabung di Asuransi:

  • Tujuan  :  PROTEKSI dan Investasi (sebagai bonus)
  • Lama Menabung  :  Jangka Panjang
  • Pengambilan Dana  :  Jangka waktu tertentu, disarankan setelah tahun ke5
  • Jumlah Dana yang terkumpul  :  Dana yang diterima = Uang Pertanggungan (jumlahnya DIJAMIN) dan         Dana yang terkumpul = nilai investasi (jumlahnya TIDAK DIJAMIN)
  • Kewajiban Setor  :  Bisa bulanan / kuartal / semester / tahunan
  • Ahli waris  :  Jelas, diminta data ahli waris saat buka polis asuransi

Mengenai ahli waris tabungan di bank dan di asuransi, kiranya artikel berikut bisa menjadi pertimbangan Anda:

 

Gugatan Ahli Waris Nasabah BCA Ditolak

Rabu, 11 Desember 2013 21:09 WITA
 
2014Sep_HariPelanggan2
 

JAKARTA, tribunkaltim.co.id –  Perjuangan ahli waris nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk mencairkan deposito ayahnya kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Majelis hakim menolak gugatan yang dilayangkan nasabah, Hesti Kartika Nindiah dan kedua saudaranya.

Ketua majelis hakim Aviantara membacakan putusan pada Selasa (10/12). Majelis menolak gugatan untuk seluruhnya. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan BCA dapat membuktikan rekening almarhum Soeharso Kartodipuro merupakan rekening giro. Sementara ahli waris sebagai penggugat tidak dapat membuktikan rekening deposito.

Kuasa hukum BCA, Alexander Lay menyambut baik putusan ini. “Fakta-fakta dalam persidangan, baik bukti maupun saksi menyatakan bahwa rekening almarhum Soeharso di BCA berjenis rekening giro,” ujar Alex.

Sementara kuasa hukum ahli waris nasabah, Sri Harini memastikan untuk banding. Alasannya, pertimbangan majelis hanya soal jenis rekening saja. Padahal dalam gugatan, nasabah juga mempertanyakan sikap BCA yang menunda pencairan rekening karena berbagai alasan. “Kenapa hanya satu saja pertimbangannya, soal jenis rekening saja,” ujarnya.

Sebelumnya Hesti Kartika Nindiah bersama kedua saudaranya telah berjuang untuk mencairkan rekening deposito atas nama ayahnya, almarhum Soeharso Kartodipoero di Bank BCA. Perjuangan sejak tahun 1995 ini tidak membuahkan hasil karena BCA tetap menolak permohonan mereka.

Karena itu, Hesti akhirnya memilih untuk melayangkan gugatan ke BCA di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Awalnya, sepeninggal Soeharso pada 1995 silam, Hesti selaku ahli waris mengajukan permohonan pencairan Rek. deposito No 002-328271-0 di BCA cabang Pasar Baru. Saat itu, BCA menolak dengan alasan harus melampirkan pengesahan pengadilan selaku ahli waris.

Hesti akhirnya mendapat surat pengadilan sebagai ahli waris. Selanjutnya Hesti kembali memproses pencairan. Namun, BCA tetap menolak karena ada pihak yang mengatasnamakan diri sebagai janda waris dan putra-putri alm Soeharso. Akhirnya, Hesti berjuang melalui jalur pengadilan untuk menegaskan selaku ahli waris yang sah.

Berbekal putusan Mahkamah Agung (MA) selaku ahli waris yang sah, Hesti kembali mengajukan pencairan. BCA pada April 2012 merespon dengan menyebutkan proses pencairan bisa dilakukan.

Rupanya, sekali lagi muncul masalah. BCA mengkonfirmasi bahwa rekening deposito yang dimaksud ternyata berupa rekening giro. Sejak 1996, BCA tidak pernah menginformasikan hal ini. Hesti menganggap hal ini masuk perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan hak subjektif nasabah.

Karena itu, Hesti meminta pengadilan menghukum BCA mencairkan secara tunai rekening senilai Rp 6,23 miliar serta membayar kerugian imateriil Rp 4 miliar.

Sumber

 

Beruntungnya kami, karena saat itu Alm Ayah saya hanya punya tabungan di rekening biasa (bukan dalam bentuk deposito), jadi untuk “mengosongkan” rekening tabungan / pengambilan dana masih lebih mudah.  Hanya menunjukkan surat kematian, dan beberapa dokumen pendukung seperti: buku nikah, Kartu Keluarga yang mencantumkan nama ibu saya sebagai istri beliau.

_____________________________

Bagaimana “nasib” dana di asuransi?

Saat  calon nasabah mengajukan permohonan asuransi, jelas-jelas di Surat Permohonan Asuransi tercantum permintaan data termaslahat / data ahli waris, yang berisi: nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan hubungannya dengan calon nasabah.

Jadi saat terjadi klaim, asuransi akan menelusuri data tersebut dan ahli waris akan mendapatkan hak nya sebagaimana tercantum dalam kontrak polis.

_____________________________

 

Selain itu, hal UTAMA perbedaan menabung di bank dan menabung di asuransi, tentunya dalam hal PROTEKSI. Dimana, bila menabung di bank maka tidak ada proteksi untuk penabung, sedangkan bila menabung di asuransi maka ADA PROTEKSI bagi si penabung.

Detilnya adalah seperti ilustrasi berikut:

 

IMG-20141213-WA004 1

 

Yuk, coba dibaca skemanya:

Contoh profil penabung: pria usia 30 tahun, bekerja dalam ruangan, tidak merokok.

Menabung di Bank (Cth: BCA) misalnya 1 juta perbulan.  Tujuan:  punya simpanan dana 500 juta, maka lamanya menabung perlu waktu 500 bulan = 41 tahun lebih.

Menabung di Asuransi (setoran melalui bank pilihan Anda: BCA/BRI/Mandiri) misalnya 600 ribu perbulan.  Untuk profil penabung tersebut, menabung di Allianz, langsung dapat manfaat :  Proteksi (sakit kritis 500 juta, kecelakaan 500 juta, cacat tetap total 500 juta) + warisan 1 Miliar + tabungan.  (Mau punya tabungan seperti ini di asuransi Allianz?  KONTAK SAYA ya)

Kasus:

Bagaimana bila selama menabung, kemudian si penabung mengalami SAKIT?

 

  • Bila kasusnya berupa: sakit ringan / musiman yang perlu rawat inap, rasanya hal ini masih bisa diatasi dengan mudah.  Untuk itu, pilihannya ada 3:
  1. BPJS, untuk faskes 1, premi paling mahal hanya 59.500 perbulan, ATAU
  2. Asuransi Swasta, pilihannya: askes biasa sesuai plafon atau askes premier (sesuai tagihan).  Untuk askes premier: di Indonesia untuk kamar 500rb/hari, usia 40th, premi 4.5 juta/tahun.  Di luar negeri untuk kamar 3 juta/hari, premi 19.5 juta/tahun, ATAU
  3. Uang Sendiri : ambil tabungan di bank

 

  • Yang menjadi MASALAH adalah, bagaimana bila kasusnya adalah Sakit KRITIS yang butuh biaya BESAR, sekitar 500 JUTA???  Untuk ini pun pilihannya ada 3:
  1. Pasrah saja karena tidak punya aset untuk diuangkan, ATAU
  2. Berupaya dengan menjual harta yang dimiliki, ATAU
  3. Menunggu / Meminta / Meminjam uang/sumbangan dari 1000 orang @500 ribu ???

 

Beruntungnya Anda, yang menabung di Asuransi:  karena sejak Anda mengajukan formulir Permohonan Asuransi Jiwa, Anda sudah terproteksi (cth: proteksi Sakit Kritis) dengan Uang Pertanggungan yang jumlahnya DIJAMIN sesuai kontrak di polis (cth: UP sakit kritis = 500 juta).  Sehingga, kapan pun resiko sakit kritis itu terjadi, Anda bisa klaim sehingga Uang TUNAI dalam jumlah BESAR akan cair.  Dan dana tersebut bisa Anda manfaatkan untuk menuntaskan pengobatan dan juga sebagai pengganti biaya hidup yang hilang selama Anda sakit dan pemulihan dari sakit.

Baca juga:      Premi 600 ribu, dapat UP > 2.5 Miliar

 

Dengan menyisihkan sebagian kecil penghasilan Anda untuk memiliki proteksi di asuransi, artinya Anda sudah membeli rasa aman.  Tidak perlu lagi ada kekhawatiran harus jual harta, harus buang malu demi pinjam uang pada sanak saudara, ataupun menunggu sumbangan dana dari kawan.

 

Biarkan Asuransi membantu Anda pada saat yang PALING Anda perlukan, dimana pada saat itu tidak ada SEORANG pun yang mengambil tanggungjawab dan tidak ada yang MAMPU membantu.

 

 

#  Mari berasuransi

#  Lindungi penghasilan Anda

#  Allianz memberi Uang TUNAI dalam jumlah BESAR

#  Allianz Syariah:  Premi murah, UP besar

2 thoughts on “Apa Bedanya Dana di Bank VS di Asuransi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s