Hindari Kesalahan dalam Membeli Asuransi

 

polis

 

Menurut Aidil Akbar, perencana keuangan independen sekaligus founder AFC Financial Check-Up, dalam acara Kopdar Asuransi NgaturDuit Bersama AFC Financial Check, Rabu, 23/5, kesalahan yang dilakukan para klien dalam membeli asuransi, pada kenyataannya sama. Apa saja? Simak di bawah ini:

Uang Pertanggungan Kurang.

Uang Pertanggungan atau UP adalah uang yang menanggung nilai jiwa orang yang diasuransikan. Misalnya Anda membeli asuransi jiwa, UP adalah yang diterima ahli waris saat Anda meninggal. Mengapa dikatakan UP kurang? Karena demi mengejar premi kecil Anda menerima saja perhitungan UP yang dilakukan agen. “Saat ini, dibutuhkan UP antara Rp1,4 miliar sampai Rp3,5 miliar,” tegas Aidil. “Jadi, kalau UP asuransi Anda di bawah Rp1 miliar, bahkan ada yang dibawah Rp100 juta, well, Anda underinsured.”

Allianz menawarkan produk asuransi (utamanya jenis unitlink) yang memberikan proteksi maksimal dengan premi ringan.  Saya seringkali memberikan penawaran kepada calon nasabah untuk memiliki proteksi dengan UP minimal 1 Miliar.  Kenapa?  Karena: kontrak antara nasabah dan perusahaan asuransi (dalam hal ini Allianz) adalah kontrak jangka panjang, dimana Allianz melindungi nasabah seumur hidup.  Dengan memberikan proteksi yang besar (UP jumlah besar, minimal 1M), diharapkan nominal tersebut masih “terasa manfaatnya” minimal sampai 10 tahun ke depan.  Hal ini dengan mempertimbangkan adanya inflasi, dll.  Walaupun idealnya, dianjurkan bagi nasabah untuk me-review kembali polis asuransinya minimal dalam 5 tahun, dan mempertimbangkan kembali Uang Pertanggungan yang ada dalam polis.  Apakah Uang Pertanggungan dalam polis masih sesuai dengan fungsinya kelak, yaitu untuk menggantikan biaya hidup bulanan keluarga, jika terjadi resiko pada pencari nafkah utama.

Silahkan klik beberapa contoh proteksi Allianz di bawah ini, yang memberi Uang Pertanggungan minimal 1 Miliar dengan premi murah:

Ahli waris salah.

Siapa yang Anda jadikan sebagai ahli waris atau penerima manfaat atau pemaslahat atau beneficiary? Kalau Anda menjawab ‘anak’, bisa jadi Anda melakukan kesalahan. Mengapa? “Karena anak yang belum cakap hukum nggak bisa menerima waris. Karena seseorang dikatakan cakap hukum bila berusia 21 atau sudah menikah,” ujar Aidil. “Jadi, jika Anda mencantumkan anak sebagai ahli waris, segera ubah. Bisa digantikan dengan nama pasangan atau orang tua. ”

Di Allianz, bila nasabah mencantumkan nama anak sebagai ahli waris, dan ternyata saat resiko terjadi sang anak masih di bawah umur, maka Allianz akan mengacu pada surat “Perwalian Hak Asuh Anak” dari pengadilan.  Artinya, siapapun nama wali yang menjadi keputusan hak asuh anak, maka UP yang cair akan diberikan pada wali tersebut, bukan kepada anak.  Bila nasabah ingin UP menjadi milik anak, silahkan buat Surat Wasiat secara lengkap dan detil, yang kelak menjadi tanggung jawab anggota keluarga (utamanya wali asuh anak) untuk menuruti/mengacu pada isi Surat Wasiat tersebut.  Asuransi hanya bertanggung jawab sampai pada hasil keputusan resmi dari pengadilan.

Tertanggung salah.

Banyak orang salah kaprah soal tertanggung. Misalnya menjadikan anak sebagai tertanggung alias mengasuransikan anak. Biasanya agen Anda akan menawarkan – setelah Anda dan pasangan – agar anak diasuransikan juga. Padahal anak tidak mempunyai nilai ekonomis, sehingga tidak bisa diasuransikan. Kesalahan ini terjadi utamanya pada asuransi pendidikan, di mana agen mencantumkan anak sebagai tertanggung, umumnya dengan dalih agar premi lebih kecil dan UP lebih besar. Padahal dengan demikian asuransi justru akan keluar pada saat anak Anda meninggal. Itu berarti tujuan memiliki asuransi pendidikan buat anak jadi tidak tepat.

Allianz adalah perusahaan asuransi yang mengutamakan proteksi, bukan investasi.  Meskipun Allianz punya produk unitlink (produk utama yang saya jual: Tapro Allisya) yang menjawab kebutuhan nasabah akan hal tersebut, yaitu memberi proteksi dan investasi.  Namun fungsi utama investasi disini adalah untuk menjaga polis tetap aktif selama masa perlindungan.  Detilnya DISINI.

Kami memahami benar fakta di lapangan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang sama. Artinya calon nasabah masih berharap bisa mendapatkan hasil investasi yang besar dari asuransi.  Hal ini terbukti dari banyaknya “permohonan ilustrasi untuk persiapan dana pendidikan anak” yang masuk ke email sayaMenjawab kebutuhan calon nasabah akan hal ini, biasanya saya bantu meluruskan pemahaman calon nasabah dengan memberi informasi berikut ini :

Membeli rider yang tidak perlu.

Selain asuransi dasar, Agen pasti menawarkan berbagai riders atau asuransi tambahan. Nah, kerap kali pihak agen juga kesulitan menjelaskan soal riders, sehingga timbul salah kaprah. Misalnya riders berbentuk asuransi kesehatan atau hospital benefit, dengan alasan asuransi meng-cover critical illness. Jika pemahaman Anda bahwa asuransi akan membayar saat Anda didiagnosis menderita 42 penyakit kritis yang disebutkan dalam polis, Anda salah besar. Karena yang dimaksud di sini adalah asuransi hanya akan membayar ketika Anda sudah dalam tahap sakit kritis – misalnya dalam kondisi stadium 4 kanker. “Jadi saat Anda didiagnosis, bahkan di stadium 3B pun asuransi nggak akan bayar,” ungkap Aidil. “Jadi benar-benar dibayarkan kalau Anda sudah kritis, dan kenyataannya, dari stadium 4 ke 4B itu jaraknya hanya 6-8 bulan sebelum akhirnya meninggal.” Lalu, apakah tidak perlu membeli riders critical illness sama sekali? “Tergantung riwayat kesehatan ayah dan ibu,” jawab Aidil. “Kalau ada riwayat penyakit kanker dan sebagainya dalam keluarga, beli saja. Kalau tidak ada, abaikan.” (Antono Purnomo)

Tentang kapabilitas agen asuransi.  Penting sekali untuk mengetahui profil calon agen Anda, apakah calon agen tersebut benar-benar memahami Anda, peduli kebutuhan proteksi Anda sehingga bisa memberikan solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan tersebut?  apakah calon agen Anda benar-benar sudah memahami produk yang dijualnya?  Bila Anda bertemu langsung dengan calon agen yang belum pernah Anda kenal atau baru saja Anda kenal, ada baiknya Anda coba menyelami juga karakternya, apakah Anda sudah “klik” dengan karakternya? 

Bila Anda bertemu dengan calon agen via blog bisnisnya, silahkan Anda telusuri artikel-artikel yang ada di blognya.  Dari situ Anda bisa ketahui bagaimana karakter calon agen (si penulis artikel / pengelola blog), bagaimana pendapatnya tentang asuransi, tentang produknya, tentang rencana keuangan, dll.  Jangan sampai salah pilih calon agen Anda.  Bila Anda setuju dengan pemikirannya (yang dituangkan pada artikelnya), berminat dengan produknya, silahkan kontak calon agen Anda.  Karena calon agen Anda adalah mitra Anda untuk membantu rencana proteksi Anda, dan mendampingi Anda sampai tahun-tahun mendatang (jangka panjang).

Tentang asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis.  Asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis adalah 2 hal yang memiliki pemahaman yang berbeda. Asuransi Kesehatan =  sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.   Asuransi penyakit kritis = bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan yang timbul DI LUAR rumah sakit, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.  Detilnya bisa dibaca DISINI.

Pertanyaan lainnya:  bila sudah punya asuransi kesehatan (baik dari kantor maupun pribadi), apalagi askes yang sesuai tagihan, apakah masih perlu punya asuransi sakit kritis?  Jawabannya ada DISINI.

Bila Anda mencari informasi tentang asuransi kesehatan,  Allianz memiliki beberapa pilihan asuransi kesehatan yang bisa menjadi pertimbangan Anda.  Silahkan cek DISINI.

Tentang proteksi sakit kritis

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Detil infonya DISINI.   Allianz paling banyak cover sakit kritis (dibanding perusahaan asuransi lain), yaitu 49 sakit kritis.  Seiring waktu, melihat kebutuhan masyarakat yang besar terhadap proteksi sakit kritis, kemudian Allianz melahirkan proteksi sakit kritis yang lebih besar dan lebih luas, yaitu 100 sakit kritis.

Keunggulan proteksi 100 sakit kritis pada produk unitlink (Tapro) Allianz:

  • cover 100 kondisi kritis
  • kondisi kritis sejak tahap awal
  • proteksi sampai usia nasabah 100 tahun

Lebih lanjut tentang 100 kondisi kritis, baca DISINI.

________________________

Disclaimer:  Artikel asli adalah tulisan yang berwarna hitam ( disini Sumbernya).  Sedangkan informasi dari pengelola blog adalah tulisan berwarna biru.

________________________

 

Apakah Anda sudah siap untuk menghindari kesalahan dalam membeli asuransi?

Berminat untuk punya proteksi penghasilan di asuransi jiwa Allianz Syariah?

Butuh diskusi lebih lanjut?

KONTAK SAYA ya….

 

 

One thought on “Hindari Kesalahan dalam Membeli Asuransi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s