Fleksibel Bank atau Asuransi?

 

IMG_20150306_120106398 1

Seorang mantan direktur sebuah perusahaan besar, istri yang setia sampai maut memisahkan, ibu yang bertanggung jawab, manager keluarga yang hebat dan wanita yang menginspirasi saat beliau bahkan telah tiada,

Sekian lama sudah ibu yang dicintai ini berbaring lemah dirumah sakit karena kondisi kesehatan yang semakin turun diusia 60an.Semua usaha terus dilakukan untuk menyelamatkan dirinya. Tidak ada masalah untuk uang DP dan biaya pengobatan. Anak-anak masih bisa menggunakan dana mereka dulu. Tapi ternyata lama kelamaan semua cash sudah terkuras, credit card harus dibayar, tagihan terus bertambah. Sekaya apapun seseorang sangat jarang membiarkan dana lebih dari ratusan juta ditabungan biasa kan? Pasti akhirnya harus mencairkan deposito atau jual aset!

Jual aset bisakah beberapa minggu? Deposito? Bisa! Tapi sewaktu bilyet deposito akan dicairkan pihak bank yang mana adalah priority banking yang sangat berkelas, meminta tanda tangan sang ibu pemilik dana! Masalahnya ibu sudah koma sejak kemarin-kemarin dan mana bisa tanda tangan? Harus tunggu sampai bisa tanda tangan??

Bernegosiasi sana sini sampai direktur bankpun hanya bisa mencairkan HARUS dengan tandatangan klien. Kalau tidak bisa, ya sesuai wasiat/hukum. Pasti setelah ibu berpulang kan? Demikian juga dengan penjualan fixed aset! Ditengah kepanikan keluarga terhadap keadaan, agen asuransinya telah bekerja mencairkan benefit asuransi dan menjelaskan dengan detail kepada perusahaannya. Bahwa klien butuh urgent.

Asuransi ada untuk kemanusiaan. Selama ada alasan dan hubungan baik pasti ada niat baik perusahaan membantu kliennya. Inilah mutual trust.
Hanya kurang dari 2 minggu dana sudah cair lebih dari yang mereka butuhkan untuk melunasi tagihan rumah sakit! Betapa berterima kasihnya keluarga ini kepada polis asuransi mereka yang sudah menjadi jalan keluar ditengah2 keadaan yang buntu. Semoga tulisan ini bisa membantu lebih banyak keluarga Indonesia untuk bisa menjawab pertanyaan ini dan semakin bijak dengan perencaan keuangannya.

Jadi mana lebih fleksibel asuransi atau bank?

 

——————————-

Kisah nyata dituliskan kembali oleh Esra Manurung dari pengalaman Yogie Soedira.

SUMBER

One thought on “Fleksibel Bank atau Asuransi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s