Diskusi tentang Persiapan Dana Pendidikan Anak

 

Pada  postingan kali ini, saya ingin berbagi mengenai diskusi saya dengan calon klien saya tentang bagaimana  mempersiapkan Dana Pendidikan Anak. Saya ingin memposting di blog ini untuk sharing kepada anda yang saat ini berencana memulai persiapan Dana Pendidikan Anak. Selamat membaca

 

Kids playing in professions

Q : selamat sore mba, boleh saya minta ilustrasi untuk alisya tapro untuk pendidikan anak usia 3y8m dan 1y1m

A : Terimakasih telah menghubungi saya untuk rencana Dana Pendidikan Anak. Sebelumnya, saya ingin sharing sedikit pandangan tentang Perencanaan Dana Pendidikan Anak.

Banyak orang yang saya ceritai tentang asuransi, bertanya kepada saya tentang asuransi pendidikan. Mereka ingin asuransi yang memberikan sejumlah uang ketika anaknya masuk sekolah (TK, SD, SMP, SMA, PT). Dasar alasannya saya kagumi, yaitu bahwa mereka lebih mementingkan anak daripada diri mereka sendiri.

Tapi sebenarnya ada yang lebih penting ketimbang persiapan dana pendidikan anak, yaitu proteksi jiwa dan kesehatan untuk orangtua. Dasar pemikirannya begini: sepanjang orangtua sehat dan selamat dan masih hidup, dana pendidikan anak bisa diperoleh dengan cara lain dan dari mana saja asalkan berusaha. Tapi jika orangtua tidak sehat atau tidak selamat, bisa-bisa dana pendidikan yang telah dipersiapkan pun akan terpakai untuk biaya berobat orangtua.

Dengan kata lain, ungkapan kasih sayang kepada anak justru lebih tepat disalurkan lewat asuransi jiwa. Dengan asuransi jiwa, orangtua memikirkan kepentingan anak bukan hanya ketika ia sehat dan selamat dan hidup, tapi juga jika ia tak berdaya dan bahkan jika ia terlalu cepat menghadap Sang Pencipta.

Intinya: proteksi harus didahulukan daripada investasi. Inilah alur perencanaan keuangan yang benar.

Namun tidak mudah memberikan pengertian ini kepada para orangtua yang “sangat peduli anak” itu. Belum lagi jika mereka meminta asuransinya atas nama anak. Maka ini kekeliruan lain lagi yang kadarnya lebih besar. Setiap asuransi pendidikan pada hakikatnya adalah asuransi jiwa, hanya ada nilai tunainya, sedangkan anak tidak butuh asuransi jiwa karena dia belum memiliki risiko finansial. Orangtua atau kerabat lain tidak akan disusahkan keuangannya jika anak meninggal dunia. Selain itu peluang meninggalnya anak sangat kecil. Jadi tidak usahlah dia dibelikan asuransi jiwa. Yang butuh asuransi jiwa adalah orangtua (ayah atau ibu jika bekerja), karena risiko meninggalnya orangtua dapat mengakibatkan kesulitan keuangan pada keluarga yang ditinggalkan.

Tentu saja Allianz punya produk asuransi pendidikan, yaitu yang disebut My Education. Tapi produk ini jenisnya (dwiguna; asuransi+tabungan). Saya tidak rekomendasikan kepada calon nasabah saya karena dua hal: manfaat proteksinya tidak maksimal dan nilai tunainya akan tergerus inflasi.

Karena yang dibutuhkan berupa uang, maka cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan adalah investasi. Tapi kebanyakan orang masih awam tentang investasi. Yang mereka tahu hanya menabung. Tapi menabung, meskipun di bank yang ada bunganya, bukanlah cara yang tepat untuk mengumpulkan uang, karena meski jumlah uang bertambah, hakikatnya nilainya menurun oleh inflasi (dan juga pajak; ingat, pajak deposito besarnya 20%). Pada rentang waktu yang sama, biaya pendidikan selalu naik setiap tahun.

Pada dasarnya, sepanjang orangtua telah memiliki proteksi jiwa dan kesehatan yang mencukupi, ia bisa dengan tenang mengumpulkan dana untuk pendidikan anaknya tanpa harus melalui asuransi. Ia bebas berinvestasi di bidang apa saja yang ia pahami. Entah itu emas (dinar), perak (dirham), reksadana, saham, tanah, kayu jabon, hewan ternak, atau apa saja ya ng bisa dilakukan, yang penting hasilnya tidak kalah oleh inflasi.

Dari pemikiran bahwa cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan adalah investasi dibarengi proteksi (atas nama orangtua), maka jika ada yang bertanya kepada saya tentang asuransi pendidikan, saya akan menyodorkan Allisya Protection Plus atau Tapro Allisya. Tapro Allisya merupakan program asuransi jiwa dengan manfaat yang lengkap dan maksimal, plus investasi yang menguntungkan melalui saham, sukuk (obligasi syariah), dan deposito syariah, dengan pilihan beberapa jenis dana investasi. Tapro Allisya bukan asuransi pendidikan dalam pengertian tradisional yang lazim dipahami, tapi produk ini bisa dipakai untuk dana pendidikan tanpa melupakan proteksi. Dari sini, maka membuka polis asuransi atas nama anak dengan tujuan untuk pendidikan merupakan suatu kekeliruan. Polis tetap atas nama orangtua, hasil investasinya untuk anak.

Kita bisa berdiskusi lebih lanjut, saya tunggu responnya ya, mbak

Q : thanks for fast response ya mba, saya punya pandangan sama. Intinya memang bukan kata pendidikannya tapi bagaimana saya bisa menyiapkan uang untuk pendidikan anak2 saya.

Anak 1 (5 April 2011) saya butuh persiapan untuk SD nya, yang saat ini biaya masuknya kira2 20 juta. dan smp/sma tidak perlu dana besar lagi. baru saat kuliah saya akan butuh ambil lagi.

bagaimana dengan kondisi ini, bisakah dibuat ilustrasinya? berapa premi dan manfaatnya.

Anak kedua (1 Januari  2014), karena selang usianya 3 tahun, jadi memang saya harus persiapkan dananya dr sekarang. plannya sama, saya hanya butuh untuk SD dan kuliah.

Apakah jumlah premi anak pertama dan anak kedua sama? Kalau anak kedua bisa lebih kecil itu lebih baik ^_^

Saya dan suami bekerja, kebetulan asuransi kesehatan suami dari kantor juga allianz dan saya sendiri inhealth dari kantor. Apakah bisa double klaim atau bagaimana, jika sesuatu terjadi. terimakasih.

A : Kalau kita bicara tentang persiapan dana pendidikan anak, kita harus bicara tentang angka2 yang detail ya mbak. Saya coba hitungkan kebutuhan dana pendidikan yang mbak maksud.

diskusi aspend1

Dengan angka yang sedemikian besar, saya pastikan premi yang harus dialokasikan sangatlah besar.

Menurut saya yang penting harus dilakukan adalah membuat strategi pencapaian tujuan keuangan yang komprehensif. yaitu :

1. Tentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai (dalam hal ini Dana Pendidikan Anak),

2. Tentukan jumlah dana yang dibutuhkan saat ini (Present Value). Nilai ini didapat setelah kita mensurvey ke sekolah yang  kita pilih menjadi tujuan sekolah anak kita nanti.

3. kemudian diproyeksikan dengan kebutuhan dana di masa datang (Future Value), ini mempertimbangkan persentase kenaikan biaya sekolah per tahun dan sisa waktu sebelum anak kita masuk jenjang pendidikan yang dimaksud.

4. berapa lama waktu yang tersisa sampai nanti waktunya dana itu dibutuhkan.

Tujuan keuangan yang jelas waktu dan jumlah dananya ini bisa dicapai melalui investasi yang rutin plus kita pantau juga hasilnya. Seiring dengan kita berinvestasi, kita harus punya ‘back up plan’ yang cukup melalui asuransi bagi ayah dan ibunya. Asuransi ini melindungi Perencanaan Dana Pendidikan anak-anak kita.

Strategi ini lebih baik menurut saya, daripada kita membeli produk asuransi pendidikan untuk tiap anak. Nilai tunai di asuransi pendidikan kurang bisa mengejar kenaikan biaya pendidikan anak-anak kita nanti.
Saya coba bantu buatkan ilustrasi asuransi yang tepat untuk pertimbangan back up Rencana Persiapan Dana Pendidikan untuk Ananda ya Mbak.

Untuk Suami, saya asumsikan beliau pencari nafkah utama, premi per bulan Rp. 1.200.000 – Rp. 1.250.000

Ilustrasi  1 untuk Ayah (pencari nafkah utama)

diskusi aspend2
1. Jika ter DIAGNOSA sakit kritis seperti yang tertera di polis,  contoh : jantung, stroke, kanker, ginjal, lupus, kawasaki dll),  maka akan cair dana CASH 500 juta untuk early stages, 1 milyar untuk intermediate dan advance stages, atau 1,2 milyar untuk catastropic stages.

Untuk Sakit Kritis ini ada masa tunggu, yaitu selama 3 bulan.

2. Cacat Tetap Total (bisa karena sakit atau kecelakaan), cair uang pertanggungan 1 milyar. contoh nasabah kena stroke (sakit kritis), maka uang pertanggungan turun 1 Milyar, 6 bulan kemudian nasabah lumpuh (tidak bisa melakukan 3 aktifitas dari 5 aktifitas hidup (makan, berjalan, dll) maka uang pertanggungan Cacat Tetap Total cair 1 Milyar. kalau sampai pindah dunia, maka ahli waris mendapat  uang pertanggungan 1 milyar plus nilai tunai hasil investasi.

3. Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap total maka uang pertanggungan ADDB cair 1 milyar. Proteksi jiwa masih terus berjalan meski uang pertanggungan ADDB ini sudah diberikan pada nasabah.

Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap, uang pertanggungan ADDB cair sebesar persentase dari Uang Pertanggungan  ADDB.

kecelakaan yang menyebabkan kematian, maka uang pertanggungan ADDB+ uang pertanggungan asuransi jiwa cair, totalnya sebesar 2 milyar rupiah

4. Jika pindah dunia  maka uang pertanggungan asuransi jiwa yang diberikan pada  ahli waris sebesar 1 milyar rupiah plus nilai tunai hasil investasi

jika nasabah sampai usia 100 tahun, silahkan mengambil seluruh nilai tunai hasil investasinya.

5. Jika terkena cacat tetap total atau 1 dari 49 sakit kritis, maka dibebaskan dari kewajiban membayar premi sampai usia nasabah 65 tahun.

Ilustrasi yang pertama ini proteksinya sangat lengkap.

Ilustrasi 2 untuk Ayah

diskusi aspend ilus2

Manfaat yang diperoleh

  1. Warisan, jika tertanggung pindah dunia di usia sebelum 70 tahun, sebesar 2,1 Milyar plus hasil investasi. (sejumlah dana pendidikan anak yang diperlukan nanti).
  1. Warisan, Jika tertanggung pindah dunia di usia 70-100 tahun, sebesar 700  juta plus hasil investasi.
  1. Jika terkena salah satu dari 100 kondisi kritis sesuai polis, cair santunan totalnya 700 juta

Untuk early stages 50% UP CI 100, advance dan intermediate stages 100% UP CI 100, Catastropic Stages 120% UP CI 100, manfaat angioplasty 10% dan komplikasi diabetes 20%

Ilustrasi ke 2 untuk ayah, manfaatnya untuk proteksi jiwa, sakit kritis dan bebas premi. Ini juga cukup lengkap.

untuk ilustrasi ini, bisa didiskusikan lebih lanjut sampai mbak merasa komposisinya cocok dengan kebutuhan proteksi  dan dengan dana yang akan dialokasikan untuk pembayaran  preminya.

Q : Ok, saya sudah baca illustrasinya mba, dan saya sedang membaca beberapa posting di blog – nya mba. 

Tolong benarkan kalau alur pikir saya ada yg tidak sesuai ya :

  1. Misalnya saya buka reksadana/beli logam mulia dalam rangka mengumpulkan dana pendidikan (ambil yg moderat lah yaa).
  1. saya buka tapro. pada usia anak saya 17 thn (siap kuliah) saya bisa ambil uang investasinya kan ya. jadi rencana reksadana saya hanya sebagian dari dana yg dibutuhkan.

misal pada usia anak 17, nilai investasi nya 131 juta, berarti saya bisa ambil 50 juta dan kekurangannya akan berasal dari investasi reksadana saya.

Ini di luar konteks asuransi jiwanya ya mba. 

kalau suami sudah dapat asuransi dari perusahaan, dan kemudian terkena penyakit kritis. apakah tetap keluar claimnya?

A : Betul mbak, nilai tunai  itu suatu saat bisa diambil. Dalam kasus yang kita bahas ini, untuk nambah dana pendidikan anak. Jika suatu saat ketika ada dana lebih, kita ingin menambah investasi di tapro Allisya protection plus ini untuk menambah nilai tunainya nanti, kita bisa top up. Posting tentang “Fungsi Investasi pada Unitlink” selengkapnya bisa di baca disini

Klaim critical illness dan klaim asuransi jiwa itu bisa double klaim dengan asuransi lain atau Polis Allianz yang lain, tidak masalah, Mbak.

Fungsi asuransi adalah sebagai proteksi nilai finansial  jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. jika terjadi meninggal dunia, kecelakaan berat ataupun terkena kondisi/sakit  khusus yang menyebabkan kehilangan pekerjaan/tidak bisa bekerja lagi, akan keluar uang pertanggungan. Para Beneficeary (ahli warisnya) kemudian menempatkan uang pertanggungan ini ke dalam sebuah produk keuangan/investasi sedemikian rupa sehingga dapat menggantikan penghasilan bulanan yang hilang.

Sehingga musibah apapun yang terjadi pada pencari nafkah, keluarga yang ditinggalkan masih bisa melanjutkan hidup, persiapan dana pendidikan anak masih tetap bisa dilakukan sehingga kepastian anak-anak untuk melanjutkan pendidikan lebih terjamin.

Yang tidak kalah penting, lakukan Perencanaan ini segera, Realisasikan segera, dan lakukan Review..

Semoga menjadi apapun cita-cita anak anda nanti, anda akan mampu mewujudkannya..

 

 

 SUMBER

One thought on “Diskusi tentang Persiapan Dana Pendidikan Anak

  1. Ping-balik: Asuransi pendidikan? Ini istilah yang rancu. | Asuransi Jiwa Allianz Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s