Setor 5 juta setahun atau 21 juta sekali rawat inap, pilih mana?

Sakit merupakan salah satu risiko hidup yang harus kita hadapi bila kita mengalaminya.  Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Sama seperti nasabah saya yang tidak pernah menyangka harus rawat inap untuk sakit “biasa”, yaitu tiphus.

Beliau sudah merasakan gejala berupa demam tinggi sampai menggigil selama 5 hari.  Konsul internis, cek darah suspect tiphus, ternyata negatif.  Minggu ke-2 gejala yang sama muncul lagi, ditambah badan terasa lemas, selama 5 hari.  Konsul internis yang berbeda, diagnosanya GERD (gastroentero Refluks Diseases) atau bahasa awamnya asam lambung naik.  Hanya disarankan ubah pola makan dan resep obat.  Minggu ke-3 masih gejala yang sama dengan minggu ke-2, ditambah mual muntah setiap kali ada makanan masuk lambung.  Konsul internis yang berbeda lagi, cek darah, ternyata positif tiphus.  Diharuskan rawat inap mengingat masa inkubasi bakterinya yang terlalu lama, butuh penanganan serius dengan pengawasan dokter.

Pasien merasa butuh untuk cepat sembuh dan segera fit kembali agar bisa beraktifitas normal lagi, sehingga setuju rawat inap.  Memilih kamar VIP agar lebih nyaman dan proses penyembuhan bisa lebih cepat.  Pertimbangan lain:  “saat sehat pergi liburan keluarga saja pilih kamar terbaik.  Masa saat sakit butuh segera fit tuntas, malah pilih kamar paling murah” katanya.

Dokter memberikan terapi antibiotik yang adekuat untuk mempercepat proses recovery, dengan lama masa rawat total 5 hari.

Pasien agak kaget saat mengurus administrasi untuk pulang.  Baru disadari ternyata rawat inap itu mahal, terutama obat-obatan.  Karena beliau pasien umum, terpaksalah tabungan yang sedianya dipersiapkan untuk suatu keperluan, malah terpakai untuk bayar biaya rawat inap.

bill blur

 

Merasa masih sehat, tidak ada tanda-tanda akan mengalami rawat inap walau hanya sekedar sakit “biasa”, maka ketika resiko terjadi, terpaksa tabungan dipakai untuk biaya rawat inap.

pentingnya

 

Seandainya nasabah mempunyai asuransi kesehatan, maka biaya rawat inapnya tentu akan dicover oleh asuransi.  Allianz punya asuransi kesehatan murni Syariah, detilnya klik DISINI.  Sebagai contoh, untuk diketahui manfaat apa saja yang bisa beliau dapatkan bila membeli asuransi kesehatan murni Syariah Allianz.

Berikut ilustrasinya:

wanita, 37th, plan 1000 Premi = 5 juta-an

wanita, 37th, plan 1000
Premi = 5 juta-an

 

Bagaimana dengan Anda, jika mengalami rawat inap, mau bayar sendiri atau dibayari asuransi?

 

 

 

2 thoughts on “Setor 5 juta setahun atau 21 juta sekali rawat inap, pilih mana?

  1. Info yang sangat baik sekali. Dan apakah ada asuransi yang dapat meng cover kecelakaan, sakit kritis, cacat dan kematian. Didalam satu asuransi saja?? Atau haruskah saya membeli asuransi yang berbeda beda?. Terima kasih untuk bantuan informasinya.

    • Salam bu Anna.
      Tks sdh berkunjung ke blog saya.
      Tepat sekali ibu menanyakan hal tersebut. Allianz punya produk asuransi jiwa yg memberikan proteksi terhadap kecelakaan, cacat, 100 sakit kritis sejak tahap awal (baru Allianz yg punya proteksi 100 jenis sakit kritis), dan kematian, semua lengkap dalam 1 polis.
      Lengkapnya disini:
      https://proteksikita.com/allisya-protection-plus/

      Bila berminat, sy berikan penawaran proteksinya via email yaa bu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s