Memilih Agen Asuransi

agen-asuransi-prudential-604x270

logo_aasi2

 

 

 

 

 

Memilih agen asuransi bisa menjadi hal mudah, bisa juga tidak.  Banyak agen asuransi disekitar kita.  Bila dia adalah orang yang kita kenal, kita bisa tau lebih detil profilnya.  Namun bagaimana dengan agen asuransi yang belum kita kenal?

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih agen asuransi:

1. Mempunyai sertifikasi AAJI (dan tambahan sertifikasi AASI jika menjual produk Syariah)

Hal ini penting, karena merupakan legalitas bagi agen untuk bisa menjual produknya, dan membantu nasabahnya sesuai kebutuhan nasabah.

2.  Memahami produk dengan baik

Untuk mengetahui penguasaan produknya, nasabah bisa mengajukan beberapa pertanyaan.  Bila agen dapat menjawab pertanyaan Anda secara memuaskan dan membantu Anda untuk bisa paham, artinya penguasaan produknya bagus.

3.  Sudah memiliki produknya

Nasabah bisa menanyakan, apakah si agen juga memiliki produk yang dijualnya?  Dengan memiliki produk, menandakan bahwa agen memahami manfaat yang bisa didapat dari produknya, yakin bahwa produknya bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

4.  Memahami perencanaan keuangan

Asuransi merupakan bagian dari perencanaan keuangan. Agen asuransi yang baik akan ikut membantu perencanaan keuangan anda supaya keuangan anda sehat, bukan sekadar mengejar premi besar. Menurut para perencana keuangan, maksimal premi untuk asuransi adalah 10% dari penghasilan. Khusus produk unit link, karena dia sekaligus investasi, maka maksimal preminya bisa lebih besar, mungkin 15 atau 20%.

5.  Sudah menjadi agen selama beberapa waktu

Artinya, bukan agen yang baru saja bergabung dan masih “belajar”.  Nasabah perlu pendampingan proteksi dalam jangka waktu lama.  Bila agennya masih baru dan ternyata prestasinya kurang bagus, bisa saja dia beralih profesi.  Tidak sedikit calon nasabah yang menunda buka polis hanya untuk sekedar melihat apakah agen yang dihubunginya masih bertahan di bisnis asuransi minimal 2 tahun ke depan.

6.  Memahami kebutuhan calon nasabah

Penguasaan produk, menguasai perencanaan keuangan, dan lamanya menjadi agen, sangat membantu agen dalam memahami kebutuhan calon nasabahnya.  Apakah nasabah butuh proteksi maksimal, atau ingin seimbang antara proteksi dan investasi.  Nasabah butuh informasi sebanyak yang diinginkan, dan tentunya informasi itu didapat dari agen asuransi yang sudah bergabung beberapa waktu.  Hal ini juga menunjukkan pengalaman agen menjawab kebutuhan proteksi nasabah.

7.  Memberi solusi terbaik

Solusi yang diberikan bisa dijawab dengan produk asuransi yang dijualnya, bisa juga dijawab dengan produk lain.  Selama solusi yang diberikan bukan semata-mata hanya untuk kepentingan pribadi agen yang hanya mengejar komisi besar.

8.  Calon nasabah nyaman dengan agennya

Hal ini bisa diketahui dari cara agen bersikap, cara menjawab pertanyaan, cara memberikan penjelasan, solusi yang diberikan, dan suasana keakraban yang dibangunnya.  Agen asuransi bukan hanya penjual produk asuransi.  Agen asuransi juga harus bisa menjadi teman dalam diskusi rencana keuangan Anda.

9.  Komitmen yang besar terhadap profesinya

Agen senantiasa memperbarui penguasaan terhadap produknya, mengikuti info terkini mengenai strategi perencanaan keuangan, masih setia berada di bisnis asuransi, bukan sekedar “sedang coba-coba” jadi agen asuransi.  Dalam berdiskusi memberikan solusi terbaik, win-win solution bagi nasabah dan agen.  Selalu ingin membantu lebih banyak orang agar merencanakan keuangannya dengan baik dan memiliki proteksi terhadap income-nya.

10.  Lokasi agen

Sebagian calon nasabah hanya mau agen yang tinggal di lokasi yang sama dengan pertimbangan supaya kelak klaimnya mudah.  Tidak mengapa memilih agen yang dekat bila memang memenuhi kriteria 1-9 tersebut.  Penting diketahui bahwa lancarnya pengurusan klaim bukan semata-mata karena agennya tinggal 1 kota dengan nasabah, tapi bagaimana agen berkomitmen dan serius membantu nasabah.  Sebab setiap klaim ada syarat dan ketentuan yang berlaku, dan pengurusannya hanya dapat diinfokan oleh agen yang berkomitmen.  Jadi walaupun agen beda kota, nasabah tidak perlu kuatir selama agennya memenuhi kriteria 1-9 tersebut.

11.  Hindari memilih agen hanya berdasarkan rasa “tidak enak hati” karena agennya adalah saudara, teman, kerabat.  Tidak mengapa si agen adalah orang yang sudah dikenal, hanya perlu dipastikan bahwa agen tersebut memiliki komitmen besar terhadap profesinya dan berkomitmen membantu nasabah.

12.  Buat janji temu

Nasabah bisa membuat janji temu dengan beberapa agen di hari yang berbeda, untuk mengetahui detil profil agen, penguasaan produk, komitmennya, dan hal lain yang ingin diketahui.

13.  Pilih agen

Nasabah boleh melakukan seleksi terhadap solusi produk yang ditawarkan para agen.  Bila ada yang cocok dan sudah “klik’ dengan seorang agen, SELAMAT!  Anda sudah didampingi oleh agen yang tepat.

 

 

4 thoughts on “Memilih Agen Asuransi

  1. Ping-balik: Agen Asuransi Hindari Lakukan Ini | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz Syariah

  2. Ping-balik: Ketika Resiko Hidup Tidak Bisa Dipilih | Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz Syariah

  3. Ping-balik: Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Asuransi Kesehatan | Asuransi Jiwa Allianz Syariah

  4. Ping-balik: Perhatikan Hal Ini Sebelum Daftar Asuransi | Asuransi Jiwa Allianz Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s