Perhatikan Hal Ini Sebelum Beli Asuransi Kesehatan

Anda membutuhkan proteksi berupa penggantian biaya pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit?  Tepat sekali Anda membeli Asuransi Kesehatan.  Memiliki polis asuransi kesehatan artinya memberikan ketenangan bila suatu ketika terjadi resiko seseorang terpaksa harus menjalani pengobatan.  Tujuan asuransi kesehatan memang untuk membantu penggantian biaya pengobatan dan perawatan SELAMA di rumah sakit.

IMG_20160607_062634602

 

 

Berikut 14 hal yang harus diperhatikan sebelum membeli Asuransi Kesehatan:

  1.  Jenis asuransi kesehatan.  Ada 2 jenis:  Asuransi kesehatan Murni dan asuransi kesehatan tambahan.  Asuransi Kesehatan Murni yaitu askes saja yang berdiri sendiri.  Tidak ada pengembalian premi jika tidak terjadi klaim.  Tidak ada nilai tunai yang terbentuk.  Premi lebih murah.  Baca juga:  Asuransi Kesehatan Murni Allianz.  Asuransi Kesehatan Tambahan yaitu askes yang merupakan manfaat tambahan dari asuransi jiwa (gabung dengan asuransi jiwa).  Tidak ada pengembalian premi jika tidak terjadi klaim.  Nilai tunai yang terbentuk bukan merupakan manfaat dari askes tambahan, melainkan merupakan manfaat tambahan dari asuransi jiwa-nya.  Premi lebih mahal (karena gabung dengan asuransi jiwa).  Baca juga:  Rider Hospital and Surgical Care
  2. Manfaat yang akan dibeli.  Pada Askes Tambahan umumnya hanya menyediakan manfaat rawat inap saja.  Sedangkan pada Asuransi Kesehatan Murni, selain manfaat utama Rawat Inap, juga tersedia manfaat rawat jalan, kehamilan, gigi, dll.  Sesuaikan kebutuhan Anda.  Perhatikan juga detil fasilitas manfaat rawat inapnya, apakah  itu semua sudah termasuk biaya kamar ICU, biaya perawatan dan biaya daignosa dokter karena biaya rawat inap adalah biaya yang paling besar.   Jika dana terbatas, belilah hanya manfaat rawat inap.  Ingat fungsi asuransi:  menggantikan kondisi yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.  Rawat inap membutuhkan biaya lebih besar daripada “sekedar” rawat jalan, rawat gigi, kesehatan mata.    Baca juga:  Rawat jalan itu TIDAK perlu pakai asuransi.
  3. Pengecualian.  Tanyakan pada agen asuransi, hal-hal apa saja yang termasuk pengecualian.  Adakah penyakit tertentu dan kondisi tertentu yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.  Hal ini penting.  Agar tidak terjadi kesalahpahaman sehingga nasabah tidak perlu protes jika ada klaim yang tidak dibayar atau nasabah diminta pihak Rumah Sakit untuk membayar kelebihan tagihannya.  Baca juga:  Pengecualian pada Asuransi Kesehatan Allianz
  4. Jaringan RS rekanan.  Bila suatu perusahaan asuransi memiliki jaringan RS yang banyak, bahkan mencakup RS di luar negeri, Anda bisa memilih Asuransi Kesehatan tersebut.  Baca juga:  Jaringan RS Rekanan Allianz
  5. Masa berlaku dan masa tunggu.  Penting mengetahui masa berlaku proteksi asuransi kesehatan yang Anda minati.  Apakah manfaatnya sudah bisa digunakan sejak pengajuan disetujui, atau harus menunggu beberapa hari baru bisa digunakan.  Adakah suatu kondisi penyakit yang memiliki masa tunggu.
  6. Usia masuk.  Usia masuk lebih muda maka premi akan lebih murah.
  7. Plan yang dipilih.  Menurut saya ini adalah poin paling penting.  Banyak juga calon nasabah yang minta ilustrasi asuransi kesehatan dengan plan rawat inap terendah.  Allianz punya plan 100 di produk Asuransi Kesehatan “Allisya Care”.  Jika memang dana Anda tersedia, saran saya pilihlah plan kamar terbaik.  Seseorang yang sedang sakit, dia sudah tidak nyaman dengan kondisi dirinya sendiri.  Dengan plan kamar terbaik, tentu fasilitasnya akan jauh lebih nyaman.  Baik dari kebersihan kamar, kelengkapan fasilitas, keramahan petugas medis tentu berbeda dibandingkan dengan plan kamar terendah di RS tersebut.  Contoh saja (pengalaman pribadi):  kamar VIP setiap hari sprei diganti, lantai dibersihkan 2x sehari, tempat sampah dikosongkan 2x sehari, petugas medis datang dengan senyuman dan sangat perhatian, pasien tenang dan nyaman walau saat itu sedang tidak ada anggota keluarga yang menemani, istirahat tidak terganggu oleh pasien lain disebelahnya yang batuk-batuk terus, misalnya.  Hal kecil ini tanpa disadari akan sangat menunjang proses pengobatan dan penyembuhan bagi pasien.  Pasien bisa lebih singkat atau bahkan sesuai jadwal pengobatan saja berada di RS.  . Tentunya juga memberikan rasa nyaman bagi keluarga yang menemani pasien. Tidak perlu sungkan dengan pasien lain, tidak terlalu ribut oleh suara tamu dari pasien sebelahnya.  Semoga menginspirasi.
  8. Inflasi.  Kontrak asuransi kesehatan biasanya 1 tahun.  Setelahnya, saat akan perpanjangan polis, Anda bisa mereview kembali polis Anda.  Apakah manfaat plan yang dipilih masih sesuai dengan kebutuhan proteksi Anda.
  9. Premi.  Usia masuk, jenis kelamin, plan yang dipilih, manfaat yang dibeli, mempengaruhi besarnya premi.  Semakin lengkap, maka premi akan semakin mahal.
  10. Cara bayar premi.  Ada beberapa cara bayar premi yang disediakan: tahunan (umumnya), semesteran, kuartalan, dan bulanan.
  11. Cara Klaim.  Manfaat rawat inap dan maternity umumnya klaim secara cashless (pakai kartu).  Manfaat lainnya klain secara reimburse.
  12. Koordinasi manfaat (bukan dobel klaim).  Kebanyakan asuransi kesehatan sekarang sudah bisa koordinasi manfaat dengan perusahaan asuransi lain.
  13. Sesuaikan dengan budget Anda.  Pertimbangkan proteksi terbaik sesuai kebutuhan Anda dan kemampuan finansial Anda.
  14. Hubungi agen asuransi berlisensi.  Baca juga:  Cara memilih agen asuransi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s