Fakta “Serangan Jantung” (Dokter Spesialis Jantung – Bandung Barat)

 

Kali ini saya ingin berbagi informasi kesehatan tentang Serangan Jantung dari dokter ahli jantung, Dr Erta Priadi Wirawijaya, SpJP, yang bertugas di Klinik Jantung di Bandung Barat.  Ini adalah informasi yang diposting di akun media sosial milik beliau.  Semoga bermanfaat.

 

dr Erta

 

Sesuai prediksi, dibandingkan hari biasa dihari lebaran ini lebih banyak yang terkena serangan jantung. Sudah ada beberapa pasien yang mengeluh nyeri dada dan datang ke IGD. Mereka terdiagnosis sindrom koroner akut atau serangan jantung. Serangan jantung merupakan pembunuh nomer satu di dunia dan juga di Indonesia saat ini. Jenisnya ada beragam, ada yang mengalami serangan jantung lantas timbul gangguan irama mematikan sehingga terjadi henti jantung mendadak yang berarti kematian saat itu juga. Kejadiannya cukup banyak, seseorang yang tadinya baik-baik saja bisa mendadak tidak bernyawa karena hal ini.

Ada juga yang penyempitannya arteri koronernya tidak lengkap sehingga tidak terjadi kerusakan otot jantung yang menetap. Hanya nyeri dada yang hilang muncul. Tapi ada juga juga yang arteri koronernya tersumbat total hingga timbul kerusakan otot jantung yang luas. Pada keadaan itu, jantung yang tadinya bisa memompakan darah hingga 5 liter/menit bisa mendadak terganggu fungsinya dan hanya bisa memompakan sedikit darah, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan menimbulkan kongesti atau penumpukan darah di paru-paru sehingga timbul keluhan sesak. Jika kongesti yang terjadi berat, paru-paru bisa dengan cepat terendam cairan tubuh yang terkandung didalam darah sehingga timbul sesak nafas yang berat. Kalau hal ini terjadi (infark dengan shock dan gagal jantung / Killip IV), angka kematiannya menjadi sangat tinggi mencapai 81%.

Komplikasi mematikan berupa gangguan irama dan gagal jantung inilah yang sering kali menyertai serangan jantung. Karena itu jangan pernah menganggap remeh keluhan nyeri dada.

Bicara soal kecepatan penanganan, semakin cepat semakin baik. Jika sampai terjadi penyumbatan total arteri koroner, bisa diberikan obat peluruh pembuluh darah yang harganya berkisar 7-14 juta. Tergantung kecepatan pemberian obat dan jenis obat yang diberikan keberhasilannya sekitar 31-62%.

Tindakan intervensi yang bisa memberikan kepastian dan menyelamatkan nyawa pada kasus seperti ini adalah intervensi koroner perkutan atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Ini bukan sebuah operasi besar, sebuah kateter atau selang kecil akan dimasukkan ke pembuluh darah dan dipandu menuju arteri koroner, setelah sampai disana kontras akan disemprot dan akan terekam alat sehingga penyempitan / oklusi yang terjadi bisa kelihatan. Setelah itu gumpalan darah yang menimbulkan penyumbatan bisa disedot, jika ternyata ada penyempitan bermakna bisa dilebarkan dengan ballon atau dilanjutkan dengan pemasangan stent.

Bagaimana biayanya?
Sangat mahal, bisa mencapai 50-100 juta.

Kabar baiknya tindakan penyelamatan nyawa ini ditanggung oleh BPJS kesehatan. Jadi hanya dengan modal Rp 25.500,-/bulan anda sudah cukup terlindungi.

Karena itu saya sarankan mereka yang memiliki faktor risiko dibawah ini untuk memiliki jaminan kesehatan:
1. Kencing manis / Diabetes
2. Tekanan darah tinggi / Hipertensi
3. Berat badan berlebih / Obesitas
4. Kebiasaan hidup tidak sehat & jarang olah raga
5. Kolesterol tinggi
6. Riwayat keluarga sedarah memiliki stroke, penyakit pembuluh darah atau meninggal mendadak, untuk laki-laki <55 tahun, perempuan <65 tahun.
6. Usia lanjut. Laki-laki berusia diatas 45 tahun, perempuan diatas 55 tahun.
7. Merokok

Sakit tidak bisa diduga. Sudah terlalu sering ada cerita pasien mengalami serangan jantung tapi tidak ada biaya untuk berobat. Jangan biarkan hal ini terjadi pada diri anda atau keluarga anda. Miliki asuransi kesehatan. Entah itu BPJS / asurasi swasta lainnya. Pastikan saja asuransi nya mengkover tindakan diatas yang bisa menyedot puluhan bahkan ratusan juta sekali tindakan.

SUMBER

==========================

 

Sebagai seorang ahli medis, beliau menganjurkan agar kita memiliki asuransi kesehatan yang bisa mengcover tindakan medis untuk menangani kasus serangan jantung, yang biayanya sangat mahal itu.

Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit.  Silahkan Anda baca kembali polis asuransi kesehatan yang dimiliki, pastikan bahwa asuransi kesehatan mengcover biaya tindakan medisnya ya..

Bila seorang pasien harus menjalani perawatan/tindakan medis di rumah sakit, jangan lupa bahwa ada biaya “tersembunyi” yang timbul DI LUAR biaya perawatan RS.  Bila pasien mendapat tindakan medis karena diagnosa penyakit yang “biasa” (typhus, demam berdarah) mungkin biaya di luar RS ini masih bisa ditolerir.  Yang sebaiknya menjadi perhatian utamanya adalah pada pasien yang didiagnosa penyakit “berat” (gagal ginjal yang harus berkali-kali cuci darah, kanker yang harus berkali-kali kemoterapi, dll).  Bagaimana untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit?   Asuransi Kesehatan biasanya tidak bertanggung jawab lagi.  Apa saja biaya yang timbul di luar RS dan apa solusinya, bisa dibaca DISINI.

Bagaimana bila asuransi kesehatan yang sudah dimiliki ternyata tidak cover tindakan medis seperti itu?  Tenang, jangan panik.  Anda bisa mendapatkannya dari proteksi yang disebut “Asuransi Sakit Kritis”.

Di Allianz, kasus serangan jantung masuk kategori “sakit kritis” pada rider (manfaat tambahan) dari asuransi jiwa, yaitu rider CI 100.  Detilnya baca DISINI.

Pada rider CI 100, kondisi sakit kritis yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung adalah:

Early CI:

Pemasangan alat pacu jantung

Pericardectomy

Pembedahan katup jantung percutaneous

Penyakit arteri koroner ringan

 

Intermediate CI:

Pemasangan defibrilator jantung

 

Advanced CI:

Serangan jantung pertama

Operasi penggantian katup jantung

Penyakit jantung koroner lain yang serius

 

Catastrophic CI:

Serangan jantung yang ekstensif

Transplantasi jantung dan paru-paru

 

Manfaat tambahan CI:

Angioplasty dan tindakan invasif lainnya untuk penyakit arteri koroner sebesar 10% UP CI100 atau maksimal 75 juta

*defenisi dari masing-masing jenis sakit kritis ada pada ketentuan dalam polis

 

Berikut contoh ilustrasinya:

Profil nasabah:  Pria 30 tahun, tidak merokok, kerja dalam ruangan

  1.  Premi = 700rb perbulan

Manfaat:

UP jiwa dasar              = 500jt

UP termlife                  = 500jt

UP 100 sakit kritis     = 500jt

Payor

Ada tabungan

artikel dr erta

 

2.  Premi = 1.1 juta perbulan

Manfaat:

UP jiwa dasar              = 1 Miliar

UP 100 sakit kritis     = 1 Miliar

Payor

Ada tabungan

artikel dr erta c100 1M

 

 

Bagaimana cara mendapatkan asuransi sakit kritis?  Silahkan isi formnya  KLIK DISINI

atau kontak saya:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

E-mail:  proteksikita@gmail.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s