Istri Tidak Setuju Suami Beli Polis Asuransi?

 

Sebagai agen asuransi yang memasarkan produk secara online, saya banyak dihubungi oleh pembaca.  Baik yang memang serius sedang mencari asuransi jiwa ataupun yang baru cari informasi tentang asuransi jiwa.  Tidak sedikit pembaca yang sudah berdiskusi mendalam dengan saya.  Dari yang awalnya belum tau sama sekali tentang asuransi jiwa, atau sudah tau asuransi jiwa namun belum paham, bahkan sampai yang sudah memahami asuransi jiwa.  Ada yang segera buka polis, namun banyak juga yang menunda-nunda.  Yang menunda-nunda itu seringnya mengatakan akan berdiskusi dulu dengan istrinya.  Lalu, hilang kontak dengan saya… hehe… Trik  menolak yang halus ya…

Padahal, saya yakin loh.  Sang suami ini karena saking sayangnya pada istri dan anak, sampai-sampai dia rela untuk membeli asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis untuk dirinya sendiri.  Sebagai upaya antisipasi jika terjadi apa apa terhadap dirinya, maka istri tercinta dan anak-anak tersayangnya tidak sampai terkena dampaknya.  Itu loh sebenarnya fungsi asuransi.  Bukan untuk gaya-gayaan atau ikut-ikutan tren berasuransi sekedarnya.

Yang kadang membuat saya bingung adalah, jika memang sudah menjadi paham tentang fungsi asuransi, dan sudah sesuai dengan kebutuhan proteksinya, lalu kenapa harus ditunda atau bahkan dibatalkan?

Bisa jadi, karena sang suami yang sudah memahami fungsi asuransi dan sudah setuju tersebut, ternyata terganjal oleh ijin sang istri tercinta.  Bila sang istri tidak mengijinkan, lalu bagaimana? Kenapa hal itu bisa terjadi?

Faktor penyebab Suami batal beli polis asuransi:

  1.  Istri belum sepenuhnya memahami fungsi asuransi.  Seharusnya hal ini bukan kendala.  Informasi tentang asuransi sudah banyak bisa didapat dari internet.  Tinggal kemauan untuk mau memperbaharui informasi saja.
  2.  Istri tidak terbuka menerima hal baru yang bukan “area” pemahamannya.  Nah, disini peran suami bijak sangat dibutuhkan.  Suami yang bijaksana tentu dapat memberikan pemahaman yang baik kepada istri bahwa asuransi jiwa yang dibeli ini nantinya bermanfaat untuk memberikan proteksi kepada istri dan anak-anaknya kelak, di saat dirinya sudah tidak bersama-sama dengan mereka lagi.   Siapa yang bisa menebak usia seseorang bisa hidup sampai kapan? Bila belum berhasil atau perlu informasi lebih detil, silahkan kita atur waktu.  Beri kesempatan agen asuransi untuk menjelaskannya.
  3.  Istri sebagai pengambil keputusan.  Sebenarnya, jika istri sudah memahami fungsi asuransi, saya yakin, istri tercinta akan mendukung suami untuk buka polis asuransi jiwa.  Kenapa?  Karena hal ini juga berhubungan dengan diri istri dan anak loh.  Polis asuransi jiwa itu melindungi penghasilan suami, agar penghasilan suami tetap utuh, saat terjadi hal-hal buruk pada suami.  Karena ada asuransi yang akan memberikan Uang Tunai Jumlah Besar…
  4.  Istri kuatir anggaran belanja bulanan untuk dirinya akan berkurang karena dipakai untuk bayar premi asuransi.  Hehe… Benarkah demikian?  Kebanyakan istri jaman sekarang pastinya sudah mandiri.  Sudah punya penghasilan sendiri.  Baik untuk menambah penghasilan suami, ataupun memang untuk memenuhi keinginan sendiri seperti jalan-jalan, makan-makan bersama rekan kerja.  Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada juga yang memang masih berharap penuh dari penghasilan suami.
  5.   Istri merasa rugi keluarkan uang untuk bayar premi asuransi.  Kalau suami baik-baik saja, kan tidak dapat apa-apa dari asuransi.  Padahal sudah bayar premi bertahun-tahun…  Nah, kalau yang seperti ini, masalahnya sama.  Sang istri juga pasti belum paham asuransi.  Solusinya seperti pada poin 1 di atas.

 

husband-wife-relation

 

Saran untuk Istri

Apakah anda sebagai istri bisa menjamin bahwa suami yang anda telah anda nikahi akan menemani anda sampai akhir hayat anda? Anda patut bersyukur jika:

  • suami anda tetap diberi kesehatan yang prima sehingga dia dapat bekerja untuk menafkahi anda sekeluarga.
  • suami anda diberikan usia yang panjang sehingga anda dan anak anak anda masih dapat menggantungkan hidup anda pada suami.

Namun, bagaimana jika faktanya tidak seindah keinginan Anda:

  • Jika maut merenggut nyawa suami anda di usia muda?
  • Jjika suami divonis terkena sakit kritis yang mengakibatkan dia tidak dapat bekerja lagi?
  • Dikala anak anak anda masih kecil dan anda sendiri sebagai istri juga tidak bekerja, pernahkah anda berpikir bagaimana nasib anda dan anak anak kelak?

Alangkah bijaksananya jika istri tidak melarang suami anda untuk membeli asuransi untuk dirinya sendiri. Sebagai istri, anda bahkan perlu mendorong suami anda untuk memiliki asuransi.

Bahkan teman saya tidak mau menikahkan anak gadisnya dengan pemuda yang belum memiliki asuransi loh.  Jadi syarat untuk meminang anak gadisnya, bukanlah si calon menantu harus sudah memiliki rumah, pekerjaan tetap, mobil atau harta benda lain, tetapi apakah dia sudah punya asuransi jiwa atau belum.

 

Saran Untuk Suami

Anda memang sebaiknya mendiskusikan keinginan Anda untuk punya polis asuransi jiwa ini dengan istri.  Apapun respon istri, Anda tetap harus memberikan pemahaman yang benar tentang manfaat dan fungsi asuransi jiwa.  Jika memang Anda sangat sayang istri dan anak, saya yakin Anda akan memutuskan apa yang menurut anda terbaik bagi keluarga anda.

Silahkan membatalkan beli polis asuransi jiwa, jika:

  • Anda sudah punya investasi yang sangaaaaaattt banyak dan dengan nominal yang sangaaaaaaat besar
  • Anda sudah siap dana darurat jumlah sangaaaaaat besar, yang bisa dicairkan dalam waktu sesingkat-singkatnya
  • Anda sudah punya harta warisan yang tidak akan habis sampai 7 turunan
  • Anda sudah dipastikan tidak akan mengalami resiko hidup (kecelakaan, cacat tetap, sakit berat) semasa hidup

Pastikan bahwa Anda tidak membeli asuransi jiwa untuk diri anda, bukan karena dilarang oleh istri ya.  Ini namanya anda mencelakakan keluarga anda sendiri.  Anda mempertaruhkan masa depan anak anak anda.  Ingat loh, anda yang menginginkan anak anak anda dilahirkan di dunia ini, jadi anda juga sebagai orang tua bertanggung jawab untuk masa depan mereka kelak.

Tanggung jawab anda ini tidak hanya berlaku di saat anda masih hidup, tetapi juga di saat anda sudah meninggal dunia. Anda tentu tidak mau kan melihat anak anak anda putus sekolah atau tidak mendapatkan pendidikan yang baik hanya gara gara anda sudah tidak mampu menafkahi keluarga lagi? Anda tidak mau kan kelak hidup anak anak anda susah, bahkan untuk makan saja sulit hanya gara gara anda terlalu cepat meninggalkan mereka?

Karena itu rencanakan proteksi Anda guna melindungi penghasilan Anda, dan pastikan keluarga Anda tetap bisa hidup layak walau Anda tidak lagi bersama mereka.

Belilah asuransi jiwa Tapro Allianz mulai dari sekarang. Toh, premi bulanan yang mesti anda bayar juga tidak berat kok. Mulai dari Rp. 355.000 per bulan, anda sudah bisa mendapatkan UP jiwa sebesar Rp 1 Miliar yang melindungi sampai dengan anda berusia 70 tahun.

Inspirasi ide artikel dari sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s