Bujangan Punya Polis Asuransi Jiwa atau Tidak, Ini Bedanya

 

Bujangan artinya belum menikah.  Bujangan masih menjadi tanggungan orangtua.  Orangtua kaya,  punya investasi, punya dana, tujuan untuk hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan di masa depan sudah tersedia dana dan fasilitasnya.  Bahkan untuk masalah resiko pun sudah ada disiapkan dananya.

Kondisi tersebut bisa melenakan bagi tipe bujang yang manja.  Merasa masih menjadi tanggungan orangtua yang kaya, hidupnya bisa seenaknya, karena semua terjamin.  Tidak kuatir kekurangan fasilitas ataupun dana.

Berbeda kondisinya dengan tipe bujang yang mandiri.  Bujangan tipe mandiri tidak akan terlena dengan “kemudahan” yang diberikan orangtuanya.  Walaupun masih menjadi tanggungan orangtua, namun bujangan mandiri justru tidak ingin merepotkan orangtuanya.  Mungkin karena dia sadar.  Dengan kondisinya yang masih bujangan saja, sebenarnya sudah “membebani” pikiran orangtuanya.  Diakui atau tidak, walau tidak pernah terucap pasti dalam benak orangtua ada sedikit terbersit “Kapan ya anakku menikah…”

Fatih Seferagic Bosnian Qori And Hafizd Quran

Fatih Seferagic
Bosnian Qori And Hafidz Qur’an

Masa muda, masa bujangan, masa belum menikah biasanya tujuan rencana keuangannya adalah berinvestasi.  Bujangan atau orang yang belum menikah melakukan investasi pastinya menyiapkan dana untuk tujuan yang indah-indah dan menyenangkan.  Seperti:  rencana wisata/hiburan, rencana perjalanan ibadah, rencana memperbanyak asset, rencana menikah, rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sampai rencana untuk pensiun sejahtera.

Saya yakin, tidak ada orang berinvestasi dengan tujuan: jika sakit berat, jika kecelakaan, jika tidak berpenghasilan lagi, jika meninggal…

Untuk hal-hal yang tidak menyenangkan (dengan kata lain: musibah), itu adalah “area” bagi asuransi.

Pertanyaan:  Saya masih muda, masih bujangan, belum menikah, masih sehat, masih produktif, apakah perlu punya asuransi?

Bujangan TIDAK punya asuransi jiwa

Bujangan yang sangat kaya raya, mungkin apapun yang terjadi tidak akan kuatir karena dirinya dan orangtuanya sudah punya semuanya.

Bagaimana bila si bujang ini bukan orang kaya raya?  Untuk hal yang membahagiakan (seperti menikah) saja, akan meminjam dana dari sanak saudara.  Bagaimana untuk hal yang disebut sebagai musibah?  Apakah ada dananya?  Apakah sudah siap dana saat musibah terjadi?  Padahal yang namanya musibah itu datangnya tidak akan kasih kabar dulu kan?  Jadi, kapan akan siap-siapnya ya?

Dalam perjalanan si Bujang menyiapkan dana investasi sebesar-besarnya, apakah yakin, perjalanan hidup si Bujang akan selalu semulus yang diinginkannya?  Semoga si Bujang selalu diberi kesehatan agar selalu produktif dan tercapai tujuan investasinya.  AAmiin..

Dalam hidup yang mulus, bisa juga ada kerikil bahkan sampai tebing yang curam.  Apakah si Bujangan rela, investasi yang sudah dikumpulkannya dengan susah payah, untuk tujuan yang indah dalam hidupnya, ternyata jadi terpakai untuk mengatasi musibah yang menimpanya???

Saat si bujang mengalami musibah terdiagnosa sakit berat (contoh serangan jantung, gagal ginjal, kanker ataupun lainnya), dananya dari mana?  Oke, untuk biaya perawatan RS masih bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan dari kantornya.

Jangan lupa bahwa pada kasus sakit berat, ada juga biaya lain yang timbul DI LUAR biaya perawatan RS.

Apa saja biaya yang timbul di luar biaya RS?

Contoh:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), atau suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM).
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Biaya pendidikan anak atau dana pensiun (jika sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sebelumnya sehingga biaya hidup tak jadi masalah).

Biaya tersebut tidak dicover oleh asuransi kesehatan sebaik apapun.  Sehingga asuransi kesehatan dari kantor Bujangan hendaklah didampingi dengan asuransi sakit kritis pada asuransi jiwa.

Bagaimana bila si Bujang tersebut akhirnya dipanggil Yang Kuasa?

Ya sudah, biasa saja.  Bila orangtuanya kaya raya, semua budaya keagamaan bisa dilakukan.  Bila orangtuanya bukan orang kaya raya, dananya akan pinjam dari keluarga.

Masalah selesai.  Si Bujang akan dikenang sesuai dengan hal-hal yang dilakukannya semasa hidup.  Itu saja.

 

Bujangan PUNYA asuransi jiwa

Masa muda, masa bujangan, masa belum menikah, adalah masa paling nikmat untuk berinvestasi.  Tujuan investasi kebanyakan adalah untuk mewujudkan rencana masa depan yang indah dalam hidup.

Sedangkan asuransi, bertugas mendampingi rencana investasi.  Agar tujuan investasi tetap bisa tercapai, walau terjadi hal buruk pada diri si Bujangan.

Punya asuransi jiwa itu buat apa sih?  Jawabannya DISINI.

Bujangan yang punya asuransi jiwa, pasti hatinya mulia.  Bujangan yang punya asuransi jiwa ini tau caranya menjadi lebih mandiri secara finansial, punya keinginan kuat untuk tidak mau (terus-terusan) merepotkan orangtua.  Bujangan yang punya asuransi jiwa sangat menyadari betapa besar pengorbanan orangtua demi dirinya, sejak lahir sampai dewasa.

Membantu finansial orangtua sudah dilakukannya dengan memberikan separuh gajinya untuk orangtuanya, sudah punya rumah sendiri, sudah punya kendaraan sendiri.  Si Bujang ingin membahagiakan orangtuanya dengan selalu istiqomah menjadi anak sholeh.

Si Bujang ingin saat dia bahagia, orangtuanya lebih bahagia dari dirinya.  Saat dia bersedih, dia ingin orangtuanya tidak ikut bersedih.  Si Bujang yang punya asuransi jiwa, ketika musibah terjadi, dia tidak perlu membuat orangtuanya repot atau panik atau sibuk cari pinjaman dana.

Si Bujang tau, ada seseorang (selain orangtuanya) yang tidak akan menjauhinya saat dia mengalami musibah (contoh  kecelakaan, sakit berat atau meninggal dunia).  Si Bujang tau bahwa ada seseorang yang dapat diandalkan.  Seseorang yang “memberinya UANG pada saat yang PALING dibutuhkan.  Dimana pada saat itu TIDAK ADA seorang pun yang mengambil tanggung jawab, dan tidak ada orang yang MAMPU membantu“.  Ya, seseorang itu adalah AGEN ASURANSI!

Ketika musibah terjadi, buatlah repot agen asuransi. Hubungi agen asuransi untuk membantu pengajuan klaim.  Jangan sungkan, karena memang tugasnya demikian.

Jadi, bila si Bujang terkena musibah sakit berat, agen asuransi akan membantunya mengajukan klaim, sehingga ada Dana Tunai yang dapat dimanfaatkan untuk menambah biaya pengobatan dll.

Bila si Bujangan ternyata dipanggil Yang Maha Kuasa, agen asuransi akan membantunya mengajukan klaim, sehingga ada Dana Tunai yang dapat diwariskan kepada orangtuanya ataupun kepada adik-adiknya.  Memang, si Bujang sudah tidak bersama orangtua dan adik-adiknya lagi.  Tetapi perannya membantu biaya hidup orangtua dan adik akan tetap mengalir.  Dana Warisan ini dapat didepositokan sehingga setiap bulan orangtua dan adik-adiknya akan tetap mendapatkan dana untuk berbagai keperluan, sama seperti saat si Bujang masih hidup dulu.

Bujangan yang punya asuransi jiwa, walaupun dia sudah tiada, segala hal baik yang dilakukan semasa hidupnya pasti selalu dikenang.  Ditambah lagi dengan bantuan dana warisan yang disiapkannya sejak awal, tetap bisa bermanfaat bagi orangtuanya untuk membantu mewujudkan cita-cita dan rencana masa depan yang indah bagi semua anggota keluarga…

Sungguh anak sholeh yang berbakti…  Semoga menjadi amalan tidak terputus bagi orangtuanya…

Asuransi Jiwa Sebagai Modal Nikah

Setiap calon mertua tentu mengharapkan calon mantunya adalah seorang anak sholeh, ahli ibadah, yang bisa menuntun anaknya menggapai Jannah, membimbing anaknya untuk senantiasa mendoakan orangtuanya walau orangtuanya telah tiada.  Karena anak yang sholeh merupakan amalan yang tidak putus.

Selain itu, orangtua juga tentunya ada keinginan bahwa calon mantunya tidak akan menyengsarakan anaknya. Hal ini wajar.  Karena orangtua sudah membesarkan anaknya dengan sangat baik, mendidik anaknya menjadi sholeh, bersikap sopan, bertutur santun, memberikan pendidikan terbaik, memberikan penghidupan yang layak. Masa sih, ketika orangtua mempercayakan anaknya pada mantu, si anak menjadi menurun kualitas hidupnya?

Jika saat mantunya sehat saja kualitas hidupnya sudah menurun (dibanding saat masih hidup bersama orangtua), apalagi jika saat mantu sakit????

Si mantu yang sudah punya asuransi jiwa saat masih bujangan tentu tidak akan menyengsarakan pasangan hidup yang dicintainya dan dipercayakan kepadanya.  Dia sudah membuat rencana keuangan yang tepat sejak dirinya belum menikah.

Untuk biaya pengobatan RS, tentu ada asuransi kesehatan terbaik dari kantornya.  Bagaimana bila yang terjadi adalah sakit berat????

Si mantu yang sejak Bujangan sudah punya asuransi jiwa, tidak akan membuat mertuanya kuatir.  Anaknya yang sudah dipercayakan kepada si mantu tidak akan direpotkan hati dan pikirannya.  Bila terjadi sakit berat, ada dana tunai yang cair, sehingga si mantu tidak perlu kuras harta pribadi,  apalagi harus kuras harta mertua.  Artinya: ada jaminan dana tunai untuk sakit berat. Sehingga si mantu bisa fokus pada pengobatan dan cepat pulih. Tidak usah pusing lagi cari pinjaman uang.

Bagaimana bila ternyata si mantu dipanggil Yang Kuasa?  Mertua tidak perlu kuatir anaknya akan sengsara hidupnya.  Si anak tidak harus mulai kembali hidupnya dari nol.  Kalaupun harus kembali ke rumah orangtua, si anak tetap mandiri karena ada warisan yang sudah disiapkan pasangannya sejak masih bujangan dulu.

Jadi, sebagai Bujangan yang well educated, apakah Anda akan:

  • Membuka polis asuransi jiwa sebagai pendamping bila terjadi hal buruk yang bisa mengganggu tujuan rencana investasi?
  • Membuka polis asuransi jiwa sebagai pelengkap asuransi kesehatan dari kantor?
  • Menyiapkan dana warisan untuk orangtua dan adik-adik agar rencana indah masa depan tetap terwujud?

Atau hanya akan:

  • Berinvestasi saja tanpa didampingi asuransi?
  • Memaksimalkan saja asuransi kesehatan dari kantor?
  • Menggunakan dana pribadi untuk biaya2 di luar RS?
  • Membiarkan kehidupan orangtua dan adik-adik berjalan apa adanya “sepeninggal” dirinya?

Saya yakin, walaupun Anda masih bujangan, seorang anak sholeh pasti akan merencanakan pengelolaan keuangan terbaik, tidak hanya jangka pendek, melainkan juga untuk jangka panjang.  Masa muda memang masanya berinvestasi untuk mempersiapkan hal baik dan menyenangkan dalam hidup.  Jangan lupa bahwa dalam masa berinvestasi itu bisa juga terjadi hal buruk.  Sehingga akan lebih bijaksana bila investasi Anda dibarengi dengan proteksi asuransi.

 

Dampingi investasi masa muda, masa bujangan, masa belum menikah Anda dengan Asuransi Jiwa Allianz

Butuh ketentraman? Pilih asuransi jiwa Allianz Syariah.

Konsultasi gratis dan ilustrasi, hubungi:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

atau isi data di form dengan klik PERMOHONAN ILUSTRASI, untuk mendapatkan ilustrasi asuransi jiwa Allianz Syariah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s