Bayar Premi Asuransi 10 Tahun Saja? Ini Penjelasannya

Terimakasih  kepada agen asuransi senior yang sudah terjun di bisnis ini jauuuuhhh sebelum saya.  Karena ternyata apa yang dikampanyekan saat itu, sangat bisa diterima masyarakat hingga kini.  Yaitu bahwa:  “Bayar asuransi hanya 10 tahun, proteksinya seumur hidup”.

Hampir semua calon nasabah saya beranggapan bahwa setelah 10 tahun, mereka stop membayar premi asuransi.  Perlindungan atau manfaat Asuransi akan didapatkan secara GRATIS hingga usia 99 tahun.  Hanya dengan menyisakan saldo 2 juta rupiah saja pada akhir tahun ke 10.

Sayangnya, agen asuransi pada saat itu, hampir tidak ada yang memberikan penjelasan lebih lanjut terhadap kelangsungan hidup polis tersebut apabila tidak ada saldo dana pada unitlinknya.  Maka, disinilah tugas saya untuk meluruskan pemahaman tersebut dan memberikan informasi lengkap kepada Anda, pembaca blog yang budiman, calon nasabah saya.

 

Fungsi dana investasi dalam sebuah Polis Asuransi Jiwa.

Memiliki polis Asuransi Jiwa dengan pembayaran premi dibatasi beberapa tahun saja bukan keputusan yang salah.  Namun ada hal lebih detail yang harus diketahui oleh calon nasabah mengenai dampak dari kelangsungan hidup polis, apabila tidak dilakukan lagi pembayaran premi oleh nasabah.

Unitlink bukan hanya sekedar tabungan bagi si pemegang polis.  Bila saldo pada dana investasi unitlink Anda tidak mencukupi untuk dilakukannya penarikan Biaya Asuransi, maka Polis akan Lapse.

Dana investasi unitlink berfungsi seperti rekening tabungan dan bisa diambil kapan saja dengan menyisakan saldo minimal sebesar 2 juta rupiah.  Perlu diperhatikan juga bahwa Biaya Asuransi Polis Asuransi Jiwa Anda setiap bulannya juga ditarik dari saldo dana investasi unitlink ini.  Penarikan Biaya Asuransi ini akan dilakukan selama manfaat perlindungan diperoleh Tertanggung atau artinya selama Polis tersebut aktif.

T:  Bila saya mempunyai Asuransi Jiwa Unitlink dengan masa pembayaran Premi Asuransi 10 tahun, saya masih harus membayar Biaya Asuransi setelah tahun ke 10?

J:  Ya Betul…  Karena  Biaya Asuransi berbeda dengan Premi Asuransi.

Premi Asuransi adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada Perusahaan Asuransi sehubungan dengan pembelian suatu Polis, yang terdiri dari Premi Berkala dan apabila ada Premi Top Up Berkala atau Premi Top Up Tunggal.

Pembayaran Premi Asuransi bisa dibatasi.  Di Allianz cuti premi bisa dilakukan paling cepat dalam 5 tahun, artinya setelah 5 tahun premi bisa tidak dibayar lagi.

 Biaya Asuransi adalah biaya yang dikenakan sehubungan dengan manfaat pertanggungan yang diberikan. Biaya Asuransi dikenakan setiap bulan selama Polis aktif.  Jika Biaya Asuransi berhenti dibayar, proteksi dan manfaat Asuransi otomatis berhenti.  Jadi, Biaya Asuransi tetap dibayar walaupun nasabah sudah tidak menyetor premi lagi.
Setiap manfaat yang kita beli pada Polis Asuransi Jiwa, maka kita berkewajiban membayar Biaya Asuransi-nya selama Polis tersebut aktif dan ini berlaku pada semua Perusahaan Asuransi.

 

 

T:  Apakah Polis akan tetap aktif walaupun premi tidak disetor lagi?

J:  Polis tetap aktif selama Perusahaan Asuransi berhasil melakukan pendebitan Biaya Asuransi bulan berjalan dari saldo investasi unitlink anda.

Misalnya Anda merencanakan cuti premi setelah 10 tahun, maka setelah tahun ke 10 memang Anda tidak perlu menyetorkan premi lagi, namun Biaya Asuransi harus tetap dibayar dan akan ditarik dari saldo investasi unitlink yang sudah terbentuk selama 10 tahun tersebut.

Prosedurnya juga tidak bisa langsung berhenti setor premi setelah periode 10 tahun tersebut, melainkan harus mengajukan permohonan cuti premi ke Perusahaan Asuransi tersebut. Bila tidak diajukan Cuti Premi maka setiap bulan Biaya Asuransi akan tetap di debit dari saldo investasi Anda.

Bila nasabah mengajukan cuti premi, maka Perusahaan Asuransi akan menghitung berapa tahun kedepan saldo investasi yang sudah terbentuk dapat membayar Biaya Asuransi Polis Anda.
Semakin besar nilai investasinya akan bisa menutup Biaya Asuransi untuk periode tahun yang lebih lama.

 

T:  Bagaimana jika saldo saya tidak mencukupi untuk membayar Biaya Asuransi?

J:  Jika saldo tidak mencukupi untuk membayar Biaya Asuransi, maka Anda harus melakukan Top Up, agar polis tidak lapse.

Kerugian apabila Polis Lapse sbb :
1. Nasabah tidak bisa melakukan klaim atas manfaat Polis
2. Masa tunggu penyakit kritis diulang lagi dari awal, yaitu masa tunggu 3 bulan

 

Pembayaran Premi Asuransi yang dibatasi atau kita kenal dengan sebutan “Cuti Premi”

Apa itu Cuti Premi?

Cuti premi adalah fitur dimana nasabah dapat sementara berhenti membayar premi, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku, seperti antara lain, usia polis sudah di atas 5 (lima) tahun, dan telah membayar seluruh premi pada periode lima tahun tersebut, serta polis memiliki nilai tunai yang cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Ini sebuah fitur yang sebenarnya bermanfaat buat nasabah, terutama saat kondisi darurat, dimana kondisi keuangan tidak memungkinkan membayar premi, maka perusahaan asuransi memberikan solusi supaya proteksi tetap bisa berjalan.

Dalam prakteknya, cuti premi dimodifikasi dengan membuatnya menjadi masa pembayaran premi yang singkat. Misalnya, bayar premi 10 tahun saja, sisanya sudah tidak bayar lagi.

Ini esensinya sama dengan cuti premi, tapi dibungkus dalam marketing gimmick yang sangat menarik.   Sayangnya, penjelasan detail tentang korelasi antara dana saldo investasi dan kelangsungan hidup polis seringkali tidak disampaikan, sehingga akhirnya banyak nasabah yang salah persepsi.

Siapa yang tidak tergiur dengan penawaran, “ bayar premi cuma 10 tahun, setelah itu gratis, dana bisa ditarik. Perlindungan sampai umur 99 tahun”.

Banyak yang jadi tertarik lalu mengambil asuransi dengan pola pembayaran premi seperti ini.  Cuti premi dipahami oleh nasabah sebagai istilah “gratis bayar premi”.

T:  Apakah ada bedanya, bila bayar premi seumur hidup dengan bayar premi hanya 10 tahun saja?

J:  Ada.  Bila bayar premi seumur hidup, maka preminya lebih murah.  Jika ingin masa bayarnya diperpendek (contoh 10 tahun saja), maka harus ditambah biaya topup, sehingga total premi/setoran yang dibayarkan menjadi lebih mahal.  Kenapa?  Karena kita harus bayar “deposit” selama 10 tahun, agar saldo investasinya kelak cukup untuk membayar biaya asuransi, pada saat kita cuti premi.

 

Kesimpulan

Jadi persoalan bayar premi sampai kapan, itu seharusnya tidak menjadi masalah, karena toh Biaya Asuransinya dibayar seumur hidup Polis.

Jadi jangan terkecoh dengan rayuan agen yang menawarkan bayar premi hanya cukup 10 tahun.  Mintalah penjelasan pada agen yang menawarkan kepada Anda, mengenai detail korelasi antara dana investasi dengan kelangsungan hidup polis.  Jangan-jangan, agennya juga kurang memahami hal ini.  Yang menjadi tujuannya hanyalah menarik nasabah sebanyak-banyaknya dengan iming2 kemudahan cara bayar pendek untuk proteksi yang lama.

Karena sudah banyak saya mendengar cerita calon nasabah yang sudah ancang ancang menarik dana investasinya di akhir tahun 10 dengan pemikiran manfaatnya bisa didapatkan sampai usia 99 tahun tanpa menyetor premi lagi dan juga tidak memperhatikan saldo investasinya.

Perencanaan keuangan terhadap polis nasabah harus dijelaskan secara detail agar dikemudian hari tidak terjadi salah persepsi sesuai dengan kondisi atau keadaaan yang sebenarnya.  (SUMBER dengan beberapa tambahan informasi)

Manfaatkan fasilitas Cuti Premi dengan cara yang tepat, agar dalam kondisi tidak membayar premi pun proteksi bisa tetap dinikmati nasabah.

Bagaimana caranya??

Hubungi:

Estri Heni

WA: 0817 028 4743

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s