Mana Lebih Baik: Meninggalkan Cicilan Atau Meninggalkan Warisan?

Adalah Bapak Bijak, seorang ayah luar biasa yang sangat mencintai keluarganya.  Saat masih sehat, masih produktif, banyak sekali impian yang ingin diwujudkan bersama keluarga tercinta.  Bapak Bijak dengan senang hati dan penuh suka cita menyisihkan dana untuk tabungan pendidikan anak, berinvestasi untuk masa tua, menyiapkan dana liburan, menyiapkan dana perjalanan ibadah, dll. Untuk hal ini, Bapak Bijak melakukan investasi di berbagai instrumen investasi.  Sesuai dengan tujuan investasinya.

Tidak lupa pula Bapak Bijak harus menyesuaikan kebutuhan hidup seperti membeli rumah yang lebih besar untuk menampung anggota keluarga yang bertambah, misalnya.  Belum mampu membeli rumah secara tunai, sekarang ada skema cicilan Syariah, yaitu mencicil langsung ke developer.  Guna mempercantik interior rumah, sang istri tercinta pun membeli pernak pernik rumah dan elektronik dengan cara mencicil.  Untuk memudahkan transportasi, Bapak Bijak juga mencicil beli kendaraan.

Gaya hidup serba instan saat ini, ditambah effort kerja luarbiasa, sering melenakan, sehingga terlewat untuk tetap berpola hidup sehat.  Bapak Bijak sering melewatkan waktu makan siangnya karena sangat serius bekerja.  Seringkali perutnya hanya diisi dengan minuman ringan bersoda yang mudah didapat.  Support lingkungan pun semakin minim:  menjamurnya restoran cepat saji, debu dan polusi, asap rokok, minuman dan makanan berpengawet, dll.  Sehingga potensi terjadinya resiko sakit kritis bisa terjadi pada usia yang lebih muda.

Karena rasa cinta dan sayangnya yang begitu besar terhadap keluarga, Bapak Bijak begitu memanjakan keluarganya dengan fasilitas kemudahan yang bisa didapat keluarganya.  Rasa sayang keluarga tersebut ditunjukkan dengan cara kerjanya yang luarbiasa.  Sehingga Bapak Bijak terlupa menjaga kesehatan dirinya.  Beliau jatuh sakit, yang bukan sakit biasa.  Beliau mengalami sakit kritis.

Selama menjalani pengobatan terhadap sakit kritisnya, sang istri mengandalkan asuransi kesehatan dari kantor yang ternyata ADA LIMITnya.  Ternyata hanya cukup untuk mengganti biaya pengobatan selama di RS saja.  Selama perawatan di rumah, sang istri mengandalkan investasi yang dimiliki.  Bapak Bijak mengalami sakit kritis menyebabkan penghasilan berhenti.  Namun kebutuhan biaya hidup sehari-hari tidak berhenti.  Untuk tetap dapat hidup layak, sedikit demi sedikit, aset yang dimiliki terpaksa harus dijual.  Saat dana yang dimiliki sudah tidak mencukupi, sang istri hanya bisa pasrah karena sudah tidak ada biaya.

Perjalanan sakit kritis Bapak Bijak hanya bertahan beberapa tahun saja.  Sampai akhirnya Bapak Bijak harus pergi meninggalkan keluarga tercinta untuk selamanya.  Meninggalkan sejuta mimpi indah yang masih dalam rencana dan hanya berupa angan-angan untuk diwujudkan, serta meninggalkan sejumlah besar cicilan hutang yang harus diselesaikan oleh keluarganya.

Untunglah, kisah itu hanyalah cerita karangan saya semata.  Meskipun tidak dapat dipungkiri, kisah itu bisa juga terjadi di kehidupan nyata.  Ini adalah pesan tentang bagaimana mengatur rencana keuangan keluarga.  Menyiapkan dana untuk hal baik, dan juga dibarengi dengan strategi menyiapkan dana untuk hal terburuk dalam hidup.

Anda bisa berdiskusi dengan agen Asuransi Bersertifikasi mengenai bagaimana menyiapkan proteksi terhadap penghasilan Anda, selagi Anda masih sehat.  Kondisi sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total dan Tua, adalah kondisi “tidak menyenangkan” yang membutuhkan dana besar, dan Anda masih ada bersama keluarga tercinta.

Asuransi adalah proteksi terhadap penghasilan Anda, jika terjadi resiko hidup seperti:  Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Tetap Totap, Meninggal, dan Tua.  Yaitu strategi rencana keuangan dimana finansial Anda tidak terganggu jika resiko itu terjadi.

Saya setuju dengan saran Perencana Keuangan untuk memisahkan investasi dan asuransi.  Silahkan Anda berinvestasi menyiapkan penghidupan yang layak bagi Anda dan keluarga SELAGI Anda masih bersama keluarga tercinta.  Jangan lupa barengi investasi Anda dengan BERASURANSI.  Karena asuransi adalah menyiapkan penghidupan yang layak bagi keluarga tercinta WALAUPUN Anda sudah tidak bersama mereka lagi.

Di bawah ini adalah contoh proteksi penghasilan milik Bapak Bijak, usia 30th, tidak merokok, kerja dalam ruangan.

#1.   Proteksi Lengkap Penghasilan Bpk Bijak:

Premi = 1.5 juta perbulan

Manfaat:

UP dasar                                   = 500 juta

UP termlife 75                         = 500 juta

Total UP jiwa = 1 Miliar

 

UP 49 sakit kritis                   = 500 juta

UP 100 sakit kritis                 = 500 juta

Total UP sakit kritis = 1 Miliar

 

UP kecelakaan                      = 500 juta

UP cacat tetap total             = 500 juta

Manfaat rawat inap plan 1000

Manfaat Payor (stop premi jika terdiagnosa sakit kritis/cacat tetap total, dan premi selanjutnya dibayarkan Allianz sampai usia nasabah seolah-olah 65th)

Ada nilai tunai

 

#2.  Jika Bapak Bijak bertujuan menyiapkan warisan melalui asuransi jiwa:

Premi = 850 ribu perbulan

Manfaat:

UP dasar                                            = 700 juta

UP termlife 75                                 = 1.8 Miliar

Total UP jiwa = 2.5 Miliar

 

Kesimpulan:

Bapak Bijak, 30 th, dengan menyisihkan 1.5 juta perbulan untuk asuransi jiwa, mendapatkan manfaat proteksi total = 3 Miliar + manfaat rawat inap plan 1000 + manfaat bebas premi + ada nilai tunai

atau, jika Bapak Bijak, 30th, menyisihkan 850 ribu perbulan untuk asuransi jiwa, artinya Bapak Bijak sudah menyiapkan warisan untuk anak istrinya sejumlah = 2.5 Miliar + nilai tunai.

Pertanyaan:

Apa manfaat dari berasuransi?

  1. Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia. (Ingat, malaikat Izrail tidak pernah menghitung usia Anda).

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

  1. Melindungi keluarga dari beban utang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari utang. Utang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Utang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun utang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari utang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan utang yang dimiliki keluarga itu.

  1. Memberikan sejumlah warisan yang berharga untuk anak-anak.

Para perencana keuangan kerap menyarankan batas masa kontrak asuransi jiwa hanya sampai tahap ketika anak-anak sudah mandiri atau sampai utang terlunasi. Mungkin ini yang wajibnya.

Tapi merencanakan asuransi jiwa sebagai warisan pun tak kalah penting.  Bagi keluarga sederhana, dimana penghasilan mereka masih pas-pasan, sehingga belum bisa beli rumah atau kendaraan. Sekarang harga rumah mahal. Mungkin mereka sanggup membayar cicilannya, tapi untuk uang mukanya tidak.  Adanya warisan, termasuk dari uang pertanggungan asuransi jiwa, akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan ataupun keinginan mereka, suatu saat. Kalaupun UP jiwa tidak cukup untuk beli rumah secara kontan, minimal bisa buat uang mukanya.

Bagi keluarga superkaya pun, asuransi jiwa sebagai warisan, tetap bernilai penting.  Contoh:  pemilik perusahaan punya 2 anak dewasa dan mandiri.  Dari 2 anak ini, hanya 1 orang yang berkompeten melanjutkan perusahaan Ayahnya.  Dengan punya asuransi jiwa yang pertanggungannya sebesar nilai asset perusahaan, maka pertanggungan ini dapat diwariskan pada anak  yang kurang kompeten melanjutkan perusahaan.  Jadi perusahaan tidak perlu dibagi 2. Tiap anak mendapat nilai warisan yang sama.

Walaupun usia anak 55 tahun, apakah si anak akan menolak warisan ini?

Yakinlah, anak-anak akan sangat berterima kasih kepada orangtua yang tetap mengasuransikan jiwanya walaupun mereka telah dewasa.

  1. Sebagai final expenses (biaya kematian).

Meninggal dunia itu butuh biaya. Untuk upah orang yang memandikan, untuk pemakaman, makanan ringan untuk orang-orang yang melayat, untuk tahlilan, mencetak buku Yasin, mengurus sertifikat kematian, dan lain-lain. Apalagi di perkotaan, tanah pemakaman harganya mahal, bisa jutaan rupiah hanya untuk sewa selama tiga tahun. Dan biaya tahlilan itu, bagi yang melaksanakannya, lebih mahal lagi.

Pilihannya ada dua: apakah mau menyuruh anak-anak untuk membayar semua biaya itu, atau mempersiapkan sendiri mumpung masih hidup. Asuransi jiwa dapat dipandang sebagai salah satu cara mempersiapkan biaya terakhir hidup kita.

  1. Menjadi sedekah jariyah untuk terakhir kalinya.

Ini fungsi tambahan asuransi jiwa yang jarang dikemukakan para perencana keuangan. Jika fungsi pertama sudah lewat (anak sudah mandiri), fungsi kedua sudah berlalu (utang sudah lunas), dan begitu pula fungsi ketiga dan keempat (anak-anak sudah sangat kaya sehingga tidak butuh warisan apa pun dari orangtuanya dan tak masalah dengan final expenses), maka UP jiwa bisa saja disedekahkan kepada orang miskin, masjid, lembaga amal, atau kegiatan sosial. Ini akan menjadi amal ibadah terakhir bagi yang bersangkutan, mengurangi catatan dosa-dosanya, dan menerangi perjalanannya di alam keabadian.

 

Dengan memiliki asuransi jiwa Syariah di Allianz, Bapak Bijak sudah melakukan perencanaan keuangan dengan tepat.  Dengan cara mudah, yaitu menyisihkan sedikit penghasilannya untuk bersama peserta asuransi jiwa Syariah lainnya di Allianz, semua peserta saling tolong-menolong untuk membantu sesama peserta yang mengalami musibah. Berpahala dan mendapat keberkahan adalah tujuan akhirnya.

 

 

Bagaimana dengan Anda, mana yang Anda siapkan untuk diberikan kepada keluarga tercinta kelak:

Meninggalkan cicilan (rumah, kendaraan, dll) atau meninggalkan warisan ?

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsultasi asuransi GRATIS, hubungi:

Estri Heni   |  WA: 0817 028 4743

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s