Arsip

Pengalaman Bersama “Allianz Hospital Assistant” (AHA)

Pengalaman nasabah dari Pak Asep Sopyan
SBP Allianz

 

 

AHA (Allianz Hospital Assistant) sangat membantu nasabah.  Infonya DISINI.

Kemarin (18 Oktober 2017) satu nasabah saya melakukan operasi amandel.   Nasabah memanfaatkan kartu cashless dari produk Smartmed Premier di RS Harapan Bunda Jaktim. Klaim operasi sudah dijamin oleh Allianz.   Tapi RS menyarankan tambahan tes diagnostik untuk mengukur keganasan dari penyakit nasabah, dan RS membutuhkan biaya 1,4 juta.

Nasabah menghubungi saya apakah dia harus bayar 1,4 juta?

Lalu saya menelepon Allianz Care di 1500136 untuk menanyakan soal ini. CS berkata bahwa petugas AHA (Allianz Hospital Assistant) akan menghubungi saya setelah dia berkomunikasi dengan AdMedika.
Tak berapa lama, saya mendapat telepon dari petugas AHA, yang memberikan kabar baik bahwa tes diagnostik 1,4 juta sudah dijamin oleh Allianz.


Alhamdulillah.
Lalu saya infokan ke nasabah bahwa dia tidak perlu membayar 1,4 juta itu.
Dan tak lama kemudian, nasabah pun memberitahukan bahwa dia sudah ditelepon petugas AHA yang menginformasikan mengenai penjaminan tes diagnostik.


Alhamdulillah, beres. Nasabah nyaman, agen pun tenang.
Terima kasih Allianz.

 

 

 

Iklan

3. Kanker, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Diklaim ke Allianz. Ini Karakteristiknya!

5 sakit kritis paling sering diklaim ke Allianz:

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

Saya akan bahas satu persatu kriteria sakit kritis yang paling sering diklaim ke Allianz.

 

KANKER

#  Pada rider CI+ (49 sakit kritis), kriteria kanker yang bisa diajukan klaim adalah sebagai berikut:

KANKER

Penyakit yang ditandai adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan.  Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan dan didiagnosa oleh Oncologist atau Phatologist.

Penyakit-penyakit yang dikecualikan:

  1. Carsinoma in situ dan tumor yang secara histologi menggambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk dalam hal ini adalah carsinoma in situ payudara, Cervical dysplasia CIN 1, CIN 2, CIN 3.
  2. Hyperkeratoses, basal cell and squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1.5mm Breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukkan adanya penyebaran.
  3. Kanker kelenjar prostat yang berdasarkan pemeriksaan jaringan demikian juga dengan TNM klasifikasi T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostat berdasarkan klasifikasi yang sama atau klasifikasi Lesser, T1N0M0 Pappilary microcarcinoma kantung kemih, dan Chronic Lymphocytic Leukimia kurang dari RAI stage 3, dan
  4. Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV
  5. Termasuk adalah leukimia (selain lymphotic leukimia), tumor ganas semua orga tubuh kecuali semua tumor kulit (selain melanoma malignum) dan tumor jinak dan kanker stadium insitu tidak diasuransikan dalam ta’awuni ini.

 

#  Pada rider CI100 (100 kondisi kritis), kriteria kanker yang bisa diajukan klaim adalah sebagai berikut:

EARLY CI

KARSINOMA IN SITU

Karsinoma in situ pada organ tertentu

Karsinoma in situ yang ditanggung adalah yang terjadi pada organ berikut:  payudara, rahim, tuba falopi, vulva, vagina, leher rahim, usus besar (colon), rektum, penis, testis, paru-paru, perut, nasofaring atau kandung kemih.

Karsinoma in situ berarti pertumbuhan baru yang bersifat focal autonomous dari sel-sel carcinomatous yang terbatas pada sel dimana sel tersebut berasal dan belum mengakibatkan invasi dan/atau kerusakan jaringan di sekitarnya.  Invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar.

Diagnosis karsinoma in situ harus dibbuktikan dengan laporan histopatologi.  Selain itu, diagnosa karsinoma in situ harus berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan, dan harus dibuktikan dengan hasil biopsi.  Diagnosis klinis saja tidak memenuhi kriteria yang dapat dibayarkan.

Diagnosis klinis atau klasifikasi Cervical Intraephitelial Neoplasia (CIN) dengan laporan CIN I, CIN II, CIN III (displasia hebat tanpa carcinoma in situ) tidak memenuhi persyaratan klaim dan dikecualikan.  Karsinoma in situ dari sistem saluran empedu juga dikecualikan.

Kanker Prostat tahap awal

Kanker Prostat yang secara histologis dijelaskan menggunakan klasifikasi TNM sebagai T1a atau T1b atau kanker prostat yang menggunakan klasifikasi lain yang setara.

Kanker tiroid tahap Awal

Kanker Tiroid yang secara histologis dijelaskan menngunakan klasifikasi TNM sebagai T1N0M0 mikrokarsinoma papilari tiroid yang diameternya kurang dari 1 cm.

Kanker Kandung Kemih Tahap Awal

Mikrokarsinoma papilari pada kandung kemih (Ta)

Leukimia Limfositik Kronis Tahap Awal

Leukimia Limfositik Kronis (Crhonic Lymphotic leukaemia (CLL)) RAI stadium 1 atau 2.  CLL RAI stadium 0 atau lebih rendah dikecualikan.

Melanoma Tahap Awal

Melanoma invasive dengan ketebalan Breslow kurang dari 1.5mm, atau kurang dari Clastk Level 3.  Melanoma invasive yang secara histologis dideskripsikan sebagai  “in-situ” dikecualikan.

INTERMEDIATE CRITICAL ILLNESS

KARSINOMA IN SITU DAN KANKER TAHAP AWAL PADA ORGAN TERTENTU YANG DILAKUKAN PEMBEDAHAN RADIKAL

Dilakukan pembedahan radikal untuk meminimalisir penyebaran keganasan di organ tertentu tersebut yang dinyatakan sebagai kondisi yang diperlukan secara medis.  “Pembedahan Radikal” disini didefenisikan (kecuali ditentukan lain) sebagai pembuangan menyeluruh dan tuntas dari salah satu organ berikut: payudara (mastectomy), prostat (prostectomy), rahim (hysterectomy), indung telur (oopherectomy), tuba falopi (salpingectomy), usus besar (colectomy sebagian dengan end to end anastomosis) atau lambung (gasterectomy sebgaian dengan end to end anastomosis).

Diagnosa karsinoma in situ harus selalu ditegakkan berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan dan didukung oleh hasil biopsi dari organ yang diangkat.  Diagonsis klinis saja tidak memenuhi standar ini.

Kanker prostat tahap awal yang secara histologik digambarkan sebagai T1a atau T1b dengan penggolongan TNM atau yang digolongkan dengan klasifikasi lain yang setara jika sudah dilakukan prostatectomy radikal.  Semua tingkat cervical intraephitelial neoplasia (CIN) dan prostatic intraephitelial neoplasia (PIN) secara khusu dikecualikan.

Karsinoma in situ berarti pertumbuhan baru yang bersifat focal autonomous dari sel-sel carcinomatous yang terbatas pada sel dimana sel tersebut berasal dan belum mengakibatkan invasi dan/atau kerusakan jaringan di sekitarnya.  Invasi berarti infiltrasi dan/atau pengrusakan aktif jaringan normal yang melewati membran dasar.

Diagnosis karsinoma in situ harus dibbuktikan dengan laporan histopatologi.  Selain itu, diagnosa karsinoma in situ harus berdasarkan pemeriksaan mikroskopik pada sediaan jaringan, dan harus dibuktikan dengan hasil biopsi.  Diagnosis klinis saja tidak memenuhi kriteria yang dapat dibayarkan.

ADVANCED CRITICAL ILLNESS

KANKER  (kondisi seperti pada rider 49 sakit kritis)

CATASTROPHIC CI

KANKER DENGAN METASTASIS

Semua tumor ganas dengan metastasis/penyebaran jauh sesuai stadium IV AJCC dan tumor otak glioma stadium III/IV WHO.  Penyebaran yang hanya ke kelenjar getah bening dikecualikan.  Diagnosis keganasan harus dikonfirmasi oleh bukti histologis.  Semua tumor yang berhubungan dengan/disebabkan infeksi HIV dikecualikan.

 

 

MENGENAL STADIUM KANKER DAN KANKER SERVIKS

Artikel ini masih berhubungan dengan 2 artikel sebelumnya.  Sekali-sekali seorang agen asuransi membahas topik kesehatan dari sisi medisnya, boleh ya?  Tujuannya agar semakin banyak informasi yang didapat, dalam hubungannya dengan pertanyaan “kenapa sih agen asuransi selalu cerita yang seram-seram?” atau “Kenapa sih agen asuransi ngomonginnya tentang sakit kritis melulu?”  Semata-mata agar calon nasabah atau pembaca yang belum punya asuransi semakin terbuka pemahamannya bahwa tagline “biaya sakit kritis itu mahal”, bukan hanya disampaikan oleh agen asuransi saja, tapi ahli medis pun mengatakan hal yang sama.berkaitan.

Agen asuransi membantu menyampaikan pesan tersebut, sekaligus memberikan penawaran solusi dalam perencanaan keuangan Anda.  Yaitu bagaimana strateginya secara finansial, agar jika (amit-amit semoga kita semua diberi nikmat sehat dan selalu dalam lindunganNya) resiko buruk terjadi, tidak akan berdampak buruk pada keuangan Anda.  Sehingga, Anda bisa fokus pada pengobatan, tidak perlu pusing rencana mau pinjam uang siapa hari ini.

Artikel ini saya ambil dari laman fanpage seorang Dokter Spesialis Kandungan,  DISINI.


 

 

Kanker adalah sel yang berkembang liar di berbagai organ tubuh.

Sebabnya adalah kombinasi genetik (bawaan gen masing-masing) dan lingkungan sebagai pencetus (misal HPV, rokok, hormon dll)

Orang yang tidak memiliki gen kanker ya tidak kena kanker.

Orang yang memiliki gen kanker tapi tidak kena lingkungan pencetus, juga tidak kena.

STADIUM KANKER SECARA UMUM

STADIUM 1 – di stadium 1 kanker baru mengenai organ asal saja. Belum menyebar kemana-mana. Masih kecil. 5-year survival rate 80-90% kebanyakan.

STADIUM 2 – di stadium 2 kanker masih di organ asal. Tetapi sudah melebar hampir mengenai organ sebelahnya. 5-year survival rate 60-80% biasanya.

STADIUM 3 – di stadium 3 kanker sudah menyebar ke organ disekitarnya. 5-year survival rate 40-60% biasanya

STADIUM 4 – di stadium 4 kanker menyebar jauh. Sampai ke organ jauh. Lewat pembuluh darah atau getah bening. 5-year survival year biasanya 30% saja.

 

APA SIH 5-YEAR SURVIVAL RATE?

Penderita kanker tidak pernah dinyatakan sembuh. Tapi dinyatakan bersih. Setelah bersih harus terus kontrol. Untuk mendeteksi dan memastikan tidak kambuh lagi.

5-year survival rate adalah kemungkinan untuk MASIH HIDUP di 5 tahun yang akan datang.

Contoh: 90% 5-year survival rate artinya 90% penderitanya, 5 tahun lagi masih hidup. Jika melakukan terapi lengkap. Semisal operasi, radiasi dan kemoterapi.

Tidak semua kanker 5-year survival rate nya sama. Data diatas hanya gambaran umum.

 

KANKER SERVIKS

sumber

Disebut juga kanker leher rahim.  Suatu penyakit yang sebenarnya MUDAH DICEGAH.  Tapi di Indonesia banyak terjadi.  Kalau sudah kanker: lebih sulit diobati, lama, biaya mahal, antri.

GEJALA:

Jika sudah menjadi KANKER.  Gejalanya keputihan tidak sembuh2.  Berbau.

Kadang juga perdarahan/flek sehabis hubungan seks.

DIAGNOSIS:

Mudah diketahui.  Ada benjolan rapuh mudah berdarah di leher rahim.  Lewat pemeriksaan dokter.  Dilakukan Biopsi.

TERAPI:

Dilakukan di RS kanker atau RS tipe A. Bisa sampai 1 tahun terapinya. Operasi, kemo dan radiasi.

Nah sekarang yang paling penting.

PENCEGAHAN:

1. Kanker leher rahim disebabkan 90-100% oleh virus HPV.  Yang menular lewat hub sex.  Jadi kalau bisa jangan ganti pasangan atau gunakan kondom.

2. Vaksin HPV pada yang belum pernah hub seks. Bisa dimulai sejak anak 10 tahun.

3. Jika belum pernah vaksin, sudah terlanjur hub seks lakukan PAPSMEAR.


 

Semoga bermanfaat bagi Anda pembaca wanita agar lebih peduli dengan diri sendiri, dan juga pembaca pria agar juga menjaga kesehatan pribadi dan mensupport pasangannya untuk peduli dirinya.

2. Stroke, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Diklaim ke Allianz. Ini Karakteristiknya!

5 sakit kritis paling sering diklaim ke Allianz:

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

 

Saya akan bahas satu persatu untuk menambah informasi asuransi tentang karakteristik tiap jenis sakit kritis tersebut.

STROKE

#  Pada rider CI+ (49 sakit kritis), berikut kondisi STROKE  yang bisa diajukan klaim:

STROKE  (kondisi no.2)

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen yang berlangsung lebih dari 24 jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi.  Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut seperti di bawah ini:

  1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.

Penyakit yang dikecualikan:

  • Transient Ischaemic Attack
  • Kerusakan Otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau luka, infeksi, vasculitis, dan penyakit radang
  • Penyakit pembuluh darah yang mempengaruhi mata dan syaraf mata
  • Gangguan ischaemic dari vestibular system

 

STROKE YANG MEMERLUKAN OPERASI ARTERI CAROTID  (kondisi no.41)

Operasi Arteri Carotid (Carotid Endarterectomy) oleh dokter ahli bedah syaraf yang diperlukan untuk membuang timbunan plak di arteri carotid pada stroke yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan.  Operasi ini harus ada indikasi dibutuhkan secara medis oleh dokter ahli syaraf untuk mencegah berulangnya serangan ischemic cerebrovascular.

 

 

 

#  Pada rider CI100 (100 kondisi kritis), berikut kondisi STROKE  yang bisa diajukan klaim:

EARLY CI

PEMASANGAN CEREBRAL SHUNT  (kondisi no.2)

Pembedahan untuk pemasangan shunt dari ventrikel otak untuk mengurangi peningkatan tekanan dalam cairan cerebrospinal.  Kebutuhan pemasangan shunt harus dinyatakan oleh dakter spesialis sebagai pembedaha yang diperlukan secara medis.

ADVANCED CI

STROKE  (seperti pada rider CI+)

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen yang berlangsung lebih dari 24 jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi.  Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut seperti di bawah ini:

  1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.

CATASTROPHIC CI

STROKE BERAT

Insiden serebrovaskular meliputi infark jaringan otak, pendarahan serebral dan subarachnoid, emboli serebral dan trombosis serebral yang menyebabkan Peserta dalam kondisi terbaring di tempat tidur dan memerlukan pengawasan terus menerus untuk penyediaan semua kebutuhan sehari-hari minimal 3 bulan sejak kejadian.

Diagnosis ini harus ditegakkan oleh dokter spesialis syaraf dan didukung oleh temuan pada Magnetic REsonance Imaging, Computerised Tomography,atau teknik imaging lainyang dapat diandalkan secara konsisten dengan diagnosa stroke baru.

 

 

Bagaimana Cara Ajukan Klaim Coordination Of Benefit (COB) antara BPJS Dengan Allianz?

 

Bagaimana cara klaim apabila mempunyai 2 asuransi kesehatan?   Misalnya asuransi pertama BPJS , dan satu lagi asurasi kesehatan yang dari SWASTA. Apabila keduanya Asuransi Swasta, maka Anda tinggal memilih mana dulu asuransi yang akan di gunakan.

Pada dasarnya ketika kita mempunyai dua ASURANSI KESEHATAN (Asuransi yang membayar biaya rawat inap SISTEM KARTU), maka bisa dua-dua nya di klaim, dengan catatan tidak melebihi biaya yang dikeluarkan. Jadi sifatnya saling melengkapi kekurangan tagihan satu sama lain. Namun hal ini bergantung juga akan kebijakan masing masing perusahan asuransi.

Contohnya : Tuan A memiliki asuransi BPJS  dan asuransi  KESEHATAN SWASTA. Saat dirawat di rumah sakit Tuan A menggunakan kamar, biaya dokter, oprasi dan obat obatan yang melebihi dari PLAFON BPJS. Untuk MEMBAYAR KEKURANGAN TAGIHANNYA , Tuan A bisa mengklaim ke perusahaan kedua (ASURANSI KESEHATAN SWASTA) TENTUNYA SESUAI DENGAN PLAFON. Hal ini pun berlaku dengan asuransi ketika dua duanya adalah asuransi swasta. Hal penting yang perlu dicatat adalah, pembayarannya

Adapun prosedur pengajuan klaim, adalah dengan cara prosedur di bawah ini (Prosedur di bawah ini adalah prosedur untuk pengajuan double klaim di Asuransi Allianz) :

  1. Apabila Anda mempunyai BPJS , maka asuransi yang pertama yang HARUS di gunakan saat anda dirawat adalah asuransi BPJS, dan kemudian kekurangan pembayarannya Anda bisa klaim ke asuransi swasta lainnya yang Anda miliki. Setelah itu, anda bisa menghubungi asuransi kedua, untuk memberitahukan bahwa Anda sedang melakukan rawat inap. Untuk menghubunginya di kartu kesehatan Anda ada no call center yang bisa dihubungi 24 jam, atau memberitahukan pihak rumah sakit bahwa selain memiliki asuransi BPJS anda pun memiliki asuransi di perusahaan asuransi lain
  2. Ketika akan pulang dari pengobatan atau rawat inap, Anda bisa meminta rincian dari perusahaan asuransi PERTAMA mengenai PERINCIAN BIAYA APA SAJA YANG TIDAK DICOVER oleh perusahaan tersebut untuk kekurangannya di klaimkan ke asuransi yang kedua.(Dokumen Asli).
  3. Mintalah COPY-AN KUITANSI KESELURUHAN dari biaya pengobatan yang Anda lakukan, dengan dilengkapi dengan CAP ASLI dari rumah sakit tersebut. Sertakan pula RESUME MEDIS DARI DOKTER yang harus diisi oleh dokter yang formatnya sudah disediakan oleh ASURANSI KEDUA. Lengkapi pula dengan HASIL LAB yang berhubungan dengan pengobatan, untuk disertakan di pengajuan ke ASURANSI KEDUA.
  4. Setelah dokumen yang dibutuhkan untuk klaim ke ASURANSI KEDUA, maka segera kirimkan dokumen tersebut, yang disertai dengan pengajuan KLAIM.
  5. Apabila dokumen telah lengkap, maka Anda tinggal menunggu pencairan dana yang yang akan di trasfer perusahaan Asuransi langsung ke rekening Anda atas kekurangan dana pengobatan.

 KESIMPULANNYA DATA YANG DIBUTUHKAN UNTUK KLAIM KE ASURANSI YANG KEDUA :

  • Perincian biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan pertama
  • Copian kuitansi biaya keseluruhan pengobatan
  • Form Resume medis dokter (Disediakan oleh asuransi ke dua )
  • Hasil lab yang berhubungan dengan pengobatan (Boleh Copian)
  • Form pengajuan klaim 

Pengajuan DOUBLE KLAIM ASURANSI KESEHATAN itu MUDAH, asalkan Anda tahu caranya dan LENGKAP DATANYA, dan dana Klaim Anda pun akan lebih cepat cair.

Ringkasan Prosedur COB (Coordination Of Benefit) dengan BPJS yang berjalan saat ini adalah:
1. Peserta ikuti prosedur BPJS. Minta rujukan dari puskesmas nya. Masuk RS BPJS.
2. Kalau naik kelas atau ada biaya Medis yang tidak dicover BPJS, bisa diklaim reimburse ke Allianz.
Dokumen yang diperlukan:
a. Form klaim. Minimal diisi bagian Peserta nya saja. Kalau bisa minta dokter isi
b. SEP (Surat Eligibilitas Peserta) BPJS yg dikeluarkan di awal perawatan oleh petugas di BPJS center di RS
c. Resume Medis dari RS. Ini Hak pasien untuk dapat copynya
d. Yang paling penting kuitansi asli dari biaya yang dibayar sendiri. Namanya bayar, tentu berhak atas kuitansi.
Noted:
Bila nasabah membeli rider Flexicare (detil info rider Flexicare DISINI), maka tidak perlu kuitansi asli. Tapi butuh resume medis atau surat keterangan RS yg menjelaskan dirawat kapan, dokter siapa & diagnosanya.
Prosedur COB atau Koordinasi manfaat ke asuransi kedua itu mudah.  Asalkan dari perusahaan asuransi pertama sudah lengkap, maka asuransi kedua pasti akan membayar ekses klaimnya.
Bila ingin COB atau koordinasi manfaat dari BPJS ke asuransi swasta juga mudah.  Yang dibutuhkan oleh asuransi swasta adalah dokumen yang lengkap.  Yang menjadi pertanyaan adalah:  apakah BPJS bisa dan mau (dengan mudah) memberikan dokumen yang diperlukan nasabah untuk memenuhi syarat yang diminta oleh asuransi swasta?

1. Jantung, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Di Klaim ke Allianz: Ini Karakteristiknya!

5 kasus sakit kritis paling sering diajukan klaim-nya ke Allianz:

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

Saya akan bahas satu persatu untuk menambah informasi asuransi tentang karakteristik tiap jenis sakit kritis tersebut.

JANTUNG 

 

#   Pada rider CI+ (49 jenis sakit kritis), ada beberapa kondisi organ jantung yang termasuk dalam kriteria sakit kritis yang bisa diklaim ke Allianz, yaitu:

 

SERANGAN JANTUNG PERTAMA (kondisi no.1)

Infark sebagian otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung.  Kriteria diagnostik yang harus dipenuhi pada saaat terjadinya serangan tersebut adalah harus memenuhi 3 kriteria dari 5 kriteria di bawah ini dimana sesuai dengan diagnosa serangan jantung pertama:

  1. Adanya nyeri dada khas pada saat serangan
  2. Terjadinya perubahan gambaran elektrokardiogram yang khas untuk Infark Myocardial stadium dini
  3. Terjadinya peningkatan pada kadar enzim jantung CK-MB
  4. Terjadinya peningkatan Troponin (T or I)
  5. Left Centricular Ejevtion fraction kurang dari 50% yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih setelah serangan

 

OPERASI JANTUNG KORONER (kondisi no. 3)

Operasi dengan membuka dinding dada, untuk melakukan operasi pada satu atau lebih pembuluh darah arteri jantung karena penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri tersebut.  Diagbosa ditegakkan berdasarkan angiography yang menunjukkan adanya penyumbatan arteri koroner yang bermakna dan prosedur untuk itu harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh ahli jantung. 

Tidak termasuk teknik yang tidak memerlukan pembedahan, seperti Angioplasti atau laser.

 

OPERASI PENGGANTIAN KATUP JANTUNG  (kondisi no.4)

Operasi dengan membuka jantung untuk mengganti atau memperbaiki katup-katup jantung sebagai akibat rusaknya katup jantung.  Diagnosa katup jantung abnormal harus ditegakkan berdasarkan kateterisasi jantung atau echocardiogram dan prosedur pemeriksaan tersebut harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh dokter ahli jantung.

 

PENYAKIT JANTUNG KORONER LAIN YANG SERIUS  (kondisi no. 29)

Penyempitan dari salah satu arteri koroner dengan minimal 75% dan dua arteri koroner lainnya dengan minimal 60% yang dibuktikan dengan coronary arteriography, tanpa memandang apakah operasi sudah dilakukan atau belum.  Arteri koroner yang dimaksud adalah: Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC)

 

ANGIOPLASTI DAN PENATALAKSANAAN INVASIF LAINNYA UNTUK PENYAKIT JANTUNG KORONER  (kondisi no. 30)

Batasan pembayaran manfaat ini adalah 10% dari total Maslahat Penyakit Kritis (CI+) atau maksimal tidak lebih dari Rp. 200.000.000,- setelah peserta melakukan balloning angioplasty atau intra arterial kateter prosedur untuk mengobati penyempitan minimal pembuluh darah koroner 60% dari satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner yang major yang dibuktikan dari angiographic.  Revascularisasi ini harus sesuai dengan indikasi dan consultan cardiologist atau dokter spesialis jantung.

Arteri koroner yang dimaksud adalah: Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC)

Pembayaran manfaat tersebut di atas untuk penyakit ini hanya dilakukan 1x saja dan sisa dari manfaat yang ada untuk program tambahan Penyakit Kritis (CI+) lainnya akan diteruskan dengan sisa sebesar 90% dari jumlah maslahat Penyakit Kritis (CI+).

Tindakan Diagnostik dengan angioplasty dikecualikan dari penyakit ini.

 

CARDIOMYOPATHY  (kondisi no. 38)

Diagnosis yang telah ditegakkan oleh dokter ahli jantung bahwa cardiomyopathy disebabkan oleh kerusakan fungsi bilik Ventrikel Jantung, ditunjukkan oleh hasil ECG yang tidak normal dan dikonfirmasikan oleh echo cardio graphy dan menyebabkan ketidakmampuan fisik secara permanen dengan derajat paling sedikit pada Clas III sesuai dengan New York Association Classification of Cardial Impairment.

Class III – Ketidakmampuan yang bermakna ditandai dengan – Pasien dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukkan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif

Class IV – Ketidakmampuan melakukan aktifitas apapun.  Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat.  Setiap ada peningkatan aktifitas fisik, ketidaknyamanan akan terjadi.

Cardiomyopathy yang berlangsung berhubungan dengan penyalahgunaan minuman beralkohol dikecualikan dari penyakit ini.

 

#   Pada rider CI100  (100 kondisi sakit kritis), ada tambahan beberapa kondisi organ jantung yang termasuk dalam kriteris sakit kritis yang bisa diklaim ke Allianz, yaitu:

 

KATEGORI  EARLY CRITICAL ILLNESS

KELAINAN JANTUNG  (kondisi no.1)

Pemasangan Alat Pacu Jantung  (kondisi no. 1.a)

Pemasangan alat pacu jantung yang diperlukan karena aritmia jantung yang btidak dapat diterapi dengan cara lain.  Pemasangan alat pacu jantung harus dinyatakan oleh dokter spesialis jantung sebagai hal yang diperlukan secara medis.

Pericardectomy  (kondisi no. 1.b)

Tindakan pericardectomy atau prosedur pembedahan lain yang menggunakan prosedur keyhole sebagai akibat dari penyakit pericardial.  Prosedur pembedahan ini harus dinyatakan oleh dokter spesialis jantung sebagai pembedahan yang diperlukan secara medis.

 

TRANSMYOCARDIAL LASER THERAPY  (kondisi no.3)

Menjalani terapi laser transmyocardial untuk pengobatan refractory angina yang masih menetap walaupun telah mendapatkan terapi medis yang optimal.

Tindakan operasi bypass dan percutaneous angioplasty telah gagal dilakukan atau dianggap tidak tepat.

Manfaat ini tidak dibayarkan jika telah dilakukan tindakan revaskularisasi jantung lainnya termasuk CABG dan angioplasty.

 

PEMBEDAHAN KATUP JANTUNG PERCUTANEOUS  (kondisi no.4)

Pembedahan katup jantung percutaneous mengacu pada percutaneous valvuloplasty, percutaneous valvotomy dan penggantian katup percutaneous dimana prosedur ini dilakukan melalui teknik kateter intravaskuler.

Prosedur pada katup jantung yang membuka atau memasuki dada melalui thoractotomy incision dikecualikan.

 

PEMBEDAHAN PEMBULUH DARAH AORTA  (kondisi no. 17)

Pembuluh invasif minimum terhadap Pembuluh darah Aorta  (17.a)

Pembedahan melalui teknik invasif minimum atau intra-arterial untuk memperbaiki atau melakukan koreksi atas suatu aneurisma, penyempitan, penyumbatan atau diseksi pembuluh darah aorta, yang dibuktikan oleh pemeriksaan ekokardiogram jantung atau uji diagnostik lainnya yang tepat dan tersedia.  Defenisi pembuluh darah aorta yang dimaksud di atas adalah pembuluh darah aorta torakalis dan aorta abdominalis saja, tidak mencakup cabang-cabangnya.

Aneurisma besar aorta asimtomatik  (17.b)

Aneurisma besar pada aorta abdominalis atau aorta torakalis atau diseksi aorta sebagaimana dibuktikan oleh teknik imaging yang sesuai.  Diameter pembuluh darah aorta harus lebih besar dari 55 mm dan diagnosis harus ditegakkan oleh dokter spesialis jantung.

 

HIPERTENSI PULMONALIS TAHAP AWAL  (kondisi no.18)

Hipertensi pulmonalis primer dengan adanya pembesaran ventrikel kanan yang mengakibatkan ketidakmampuan fisik permanen sesuai dengan kelas III dari Classification Cardiac Impairment the New York Heart Association (NYHA) Classification.  Diagnosis harus didukung dengan pemeriksaan kateterisasi jantung yang ditegakkan oleh dokter spesialis jantung.

Class III – Ketidakmampuan yang bermakna ditandai dengan – Pasien dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukkan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif

Class IV – Ketidakmampuan melakukan aktifitas apapun.  Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat.  Setiap ada peningkatan aktifitas fisik, ketidaknyamanan akan terjadi.

 

PENYAKIT ARTERI KORONER RINGAN  (kondisi no. 25)

Penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner minimal 60% yang dapat dibuktikan melalui angiografi koroner (pemeriksaan CT/MRI Angiography tidak dapat diterima).  Penyempitan arteri koroner harus menyebabkan gejala yang tidak dapat disembuhkan melalui terapi medis.  Paling tidak salah satu dari arteri koroner sudah dilakukan penatalaksanaan dengan angioplasti koroner.

Arteri koroner yang dimaksud adalah: Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC)

KATEGORI INTERMEDIATE CRITICAL ILLNESS

PEMASANGAN DEFIBRILATOR JANTUNG  (kondisi no.1)

Telah dilakukan pemasangan defibrilator jantung secara permanen sebagai akibat dari aritmia jantung yang tidak dapat diterapi dengan metode lain.  Prosedur pembedahan haruslah dikonfirmasi oleh dokter spesialis jantung sebagai hal yang diperlukan secara medis.

KATEGORI ADVANCES CRITICAL ILLNESS

Adalah kondisi sakit kritis seperti pada CI+ (49 sakit kritis) yang sudah disebutkan di atas, yaitu kondisi

no. 1 (Serangan Jantung Pertama),

no. 3  (Operasi Jantung Koroner),

no. 4  (Operasi Penggantian Katup Jantung),

no. 19  (Operasi Pembuluh Aorta),

no. 21  (Pulmonary Artery Hypertension Primer),

no. 29  (Penyakit Jantung Korone Lain Yang Serius),

no. 37  (Cardiomyopathy)

KATEGORI CATASTROPHIC CRITICAL ILLNESS

SERANGAN JANTUNG YANG EKSTENSIF

Kematian sebagian besar otot jantung yang timbul karena suplai darah yang tidak mencukupi.  Diagnosis ini harus didukung oleh seluruh kriteria berikut ini sesuai dengan serangan jantung baru dan berat:

  1. Nyeri dada yang khas, dan
  2. Perubahan elektrokardiogram (EKG) baru dengan kehadiran gelombang Q terus menerus, dan
  3. Peningkatan enzim jantung CK-MB atau protein jantung Troponin (T atau I), dan
  4. Ejection Fraction kurang dari 30% secara terus menerus yang dibuktikan pada echocardiogram jantung atau metode diagnostik lain yang dapat diandalkan, dan dilakukan oleh dokter spesialis jantung, setelah 60 hari dari seranga jantung akut, dan mengakibatkan gangguan fisik permanen sesuai dengan kleas IV klasifikasi New York Heart Association (NYHA)

TRANSPLANTASI JANTUNG DAN PARU-PARU

Transplantasi jantung dan paru-paru dari donor manusia yang dilakukan secara bersamaan.