Arsip

Allianz Ecopark, Perwujudan Komitmen Allianz Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup

 Allianz Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.  Sejak tahun 2012,  Allianz Indonesia telah menyelenggarakan beragam aktifitas untuk mendukung peningkatan kualitas hidup, salah satunya dengan aktifitas berlari yaitu Allianz World Run.  Pada pertengahan tahun 2017, Allianz Indonesia mewujudkan komitmennya dengan menghadirkan sarana dalam peningkatan kualitas hidup melalui perubahan hak penamaan yang semula bernama Ocean Ecopark menjadi Allianz Ecopark.  Melalui kemitraan ini, Allianz dapat lebih terintegrasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dapat dilakukan di Allianz Ecopark.

Kawasan Ancol merupakan pasar terluas untuk taman hiburan di Indonesia yang mencapai sekitar 17 juta pengunjung setiap tahunnya.  Berdasarkan segmentasi Pelanggan Accenture 2016,  Allianz Indonesia memiliki segmen yang kuat dalam kategori profesional muda.  Dengan hak penamaan Allianz Ecopark di kawasan Ancol ini,  Allianz dapat memperkuat brand top of mind di segmen lainnya.
Taman seluas 34 hektar ini merupakan wisata Nature Sport Edutainment, dimana pengunjung dapat melakukan beragam aktifitas dengan nilai-nilai edukasi dan hiburan melalui pendekatan green lifestyle.  Allianz Ecopark terbagi menjadi beberapa kawasan (zona) dengan fungsi dan fasilitas berbeda, yaitu:  Eco Nature, Eco Art, Eco Care, Eco Market, Taman Fitness, dan Learning Farm.
Eco Nature akan memanjakan pengunjung dengan keindahan alam dan berbagai jenis satwa yang sudah jinak.  Untuk melihat seni dan budaya Indonesia, pengunjung dapat berkunjung ke Eco Art.  Eco Care, pengunjung diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan keluarga.  Ingin belanja sayur dan buah?  Pengunjung dapat berkunjung ke Eco Market dimana terdapat buah dan sayur bebas pestisida.  Eco Market merupakan pasar organik pertama dan terbesar di Jakarta.  Selain itu, pengunjung juga dapat berolahraga fitness outdoor di Taman Fitness yang menyediakan beragam peralatan fitness.  Ada juga Learning Farm, sarana edukasi yang sangat baik untuk anak-anak dengan hibunran atau wahana bermain sambil belajar.  Pengunjung akan diajarkan bagaimana cara berkebun dilengkapi dengan lahan untuk bercocok tanam yang cukup luas layaknya seorang petani.
Selain itu, Allianz Ecopark juga menyediakan fasilitas untuk jogging, walking dan bersepeda.  Disini,  Allianz dapat melakukan beragam kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan dan lingkungan yang menjangkau segmen pasar maupun segmen lain.  Allianz Ecopark akan dipromosikan  sebagai pusat pernapasan sehat di kawasan Ancol yang dapat memberi manfaat bagi sekitarnya.
Iklan

Selamat Jalan Julia Perez…

Innalillaahi wa inna ilaihirojiuun…

Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua pasti akan kembali kepada Allah.
Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikanmu dan menempatkanmu disurga…

Pertama mengetahui kabar ini, saya dapatkan dari sumbernya DISINI.   Julia Perez adalah artis Indonesia, yang sudah berjuang cukup lama atas kondisi kesehatannya yaitu kanker serviks sejak tahun 2015.

 

 

Beberapa waktu lalu, pernah saya posting berita tentang klaim sakit kritis Julia Perez yang sudah dibayarkan oleh Allianz.  Beritanya DISINI.

Belajar dari pengalaman Julia Perez.  Upayanya dalam pengobatan sakit kritis yang dialami, sudah melewati perjuangan yang sangat besar.  Dari menjual aset miliknya, donasi dari berbagai pihak, bantuan dari rekan artis, dan sebagainya.

Uang memang bukan segalanya.  Namun jika ada uang, maka dalam setiap proses pengobatan dan perawatan yang diperlukan, tidak perlu banyak pertimbangan dan tidak perlu mengulur waktu jika harus pinjam sana sini.  Tinggal ikuti saran dokter karena uang tunai sudah siap.

Manusia hanya berencana, Allah Subhanahu Wa Ta’ala jugalah yang menentukan.  Asuransi bukan untuk melawan takdir.  Tapi asuransi merupakan salah satu ikhtiar dalam merencanakan keuangan untuk kehidupan yang lebih baik.

 

Selamat Jalan Julia Perez,  semoga khusnul khotimah..  Aamiin..

 

 

 

 

#  Perlunya memiliki asuransi jiwa

#  UP jiwa saja tidak cukup

#  Lengkapi dengan proteksi terhadap sakit kritis

#  Solusi uang tunai untuk berobat sakit kritis

#  Asuransi sakit kritis beda dengan asuransi kesehatan (BPJS)

#  Mari Berasuransi

#  Konsultasi GRATIS, hubungi:  Estri Heni,  WA:  0817 028 4743

 

Harta Mendiang Suami Sepenuhnya Menjadi Hak Istri Dan Anak? Ternyata TIDAK!

 

Kisah Tentang JENG KELIN, JENG NGATIN, JENG NGATMAN DAN JENG KATNO

Karena pekerjaannya, istri saya “terpaksa” harus bergaul dengan kalangan wanita sosialita di kota Bogor.  Siapa mereka?  Mereka yang tiap hari di Sosial Medianya nampak berganti restoran atau cafe, dengan dress code yang berbeda… Bisa arisan, atau sekedar chit-chat saja saling pamer cangkir atau gorden di rumah yang dibeli dengan harga jutaan.  Ngupi-ngupi cantik, foto-foto lalu upload.

Dari situlah muncul istilah BPJS.  Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita.  Beberapa dari mereka kelihatannya super glamor, tapi keropos.   Hidup sepenuhnya dari gaji suami yang berangkat pagi, pulang pagi lagi.

Sinyalemen di atas terkonfirmasi dengan cerita kemarin sore.

“Eh, jeng Kelin kasian ya, sejak suaminya “nggak ada” enam bulan lalu, jadi jarang ikutan ngumpul. Aku denger, rumah sama tanah di Ciampea “diparebutin” sama mertua dan adik-adik suaminya.  Stress dia, kesian” kata Jeng Ngatin ngomongin salah satu teman di komunitas itu juga.

“Iya, padahal suaminya dulu pejabat ya. Duitnya banyak.  Inget dulu dia cerita beli cangkir set harga Rp 4 juta di GI (maksudnya Grand Indonesia, bukan Gardu Induk). Eh, tapi Jeng Ngatman lebih kasihan loh. Suaminya diem-diem kawin lagi!  Nggak ngomong dia lagi.  Ketahuannya pas suaminya ninggalin hape. Dia kepo, ngoprek hape suami, ketahuan dah. Anak madunya udah dua. Padahal suami Jeng Ngatman keliatannya alim banget.  Kemana-mana pake peci” Jeng Katno menimpali. Membuat obrolan makin seru.

Mendengar glenak-glenik itu, istri saya corat-coret di kertas.

“Jeng semua, perkawinan kita itu, diatur dalam UU no 1 tahun 1974 lho. Di situ diatur soal Dasar Perkawinan, Harta dalam Perkawinan sampai ke Status Anak” kata istri saya santai.

 

“Hubungannya sama Jeng Kelin dan Jeng Ngatno, apa Jeng???” Jeng Ngatman penasaran.

“Satu-satu ya. Kaitan sama Jeng Ngatman. Selain agama, UU itu juga “membuka peluang” lelaki menikah lebih dari satu kali lho. Baca saja pasal 3 ayat (2)” tutur istri saya.

Jeng Ngatin sampai tersedak es jeruk yang diminumnya ketika mendengar itu, nyeletuk “Ah, ciyus nih Jeng?”.

“Ya Serius bu. Mosok saya bercanda pakai Undang-Undang. Nanti itu kaitannya sama Harta dan Anak, Jeng. Bab VII mengatur soal harta dalam perkawinan. Harta yang dimiliki dalam perkawinan, sebagai Harta Bersama, adalah Harta milik berdua” Jelas istri saya.

Jeng Ngatin kelihatan lega dengarnya, disedotnya dengan kuat sisa es jeruk di gelasnya.

“Tapi ….” Lanjut istri saya,  “Harta Bersama yang tadinya dimiliki bersama, ketika suami meninggal dunia, tak lalu serta merta menjadi Harta milik istri dan anak-anak. Sebenarnya temasuk kewajiban (hutang, pajak dll)”.

“Lho, kok bisa Jeng? Aneh!”,protes Jeng Ngatman.

“Karena pada saat suami meninggal dunia, Harta Bersama itu beralih menjadi Harta Waris yang Status Quo, sampai dia dibagikan sesuai Hukum Waris. UU Perkawinan tidak mengatur proses pembagian dan jumlah Harta Warisan. Hukum Waris yang mengatur.

Maka jangan heran, dalam kasus Jeng Kelin (dan biasa terjadi pada perkawinan yang melibatkan Harta Bersama serta Harta Waris yang jumlahnya besar) terjadi sengketa Waris. Menurut Hukum Waris Islam, memang mertua punya hak juga atas harta warisan dari suami Jeng Kelin”.

Jeng Ngatin dan Jeng Katno kelihatan berubah paras mukanya.  Rada pucat jamur kuping gitu.

“Tapi jeng, ada solusinya….” kata istri saya mencoba menenangkan. “Nanti malam, minta suami belikan Asuransi, dengan Uang Pertanggungan yang cukup, dan Penerima Manfaat Warisnya adalah kita, istrinya.   Itu siasat paling jitu, untuk memastikan ketika suami meninggal, meninggalkan harta banyak, kita, istri-istri, masih tetap hidup layak, nggak ribet sama sengketa waris”.

“Oh, begitu ya Jeng” Jeng Ngatin nyeletuk.  “Padahal selama ini paling sebel kalau suami saya beli Produk Asuransi. Ngurang-ngurangi belanja saya beli tas” imbuhnya.

“Yaahh… Kecuali, kisah Jeng-jeng semua mau mirip sama Jeng Kelin yang bersengketa waris, atau Jeng Ngatman yang harus “berbagi waris” dengan anak dari madu suaminya, ya larang aja suaminya punya Asuransi” Kata istri saya sambil pamitan.  Meninggalkan mereka bengong, dan kasak-kusuk.

 

 

** Disarikan dari kisah nyata di dunia BPJS, mengandung unsur edukasi sekaligus jualan.

Bila alergi, ambil bedak anti gatal di rak obat.  Bila kepikiran berlanjut untuk diskusi tentang asuransi secara GRATIS, hubungi Agen Asuransi Berlisensi:  Estri Heni (SMS/WA:  0817 028 4743 atau isi form permintaan penawaran ilustrasi  klik DISINI).

** UU no 1 tahun 1974 bisa diunduh dengan mudah dari berbagai situs hukum di internet.

** Tokoh dalam cerita ini nyata, namun namanya disamarkan.

Kisah ini sudah mendapat ijin penulis aslinya untuk disalin ulang di blog ini.  (sumber)

Baca Juga Artikel terkait:

Istri Tidak Setuju Suami Beli Polis Asuransi

Suami Punya Polis Asuransi Jiwa Atau Tidak, Ini Bedanya

Hidup Tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi, Ini Bedanya

Premi 1 juta perbulan, UP 4 Miliar.  Klik disini

 

 

 

 

 

Teladan Bapak Penjual Tahu

 

sugeng

Kisahku dengan mas Sugeng Sang Pencuri Hati 3 tahun yang lalu.

Perkenalan kami dimulai karena keadaan.  Saat dunia masih terlelap dengan mimpinya,  saat itulah kami harus mengais rejeki kami di pasar dalam dinginnya angin malam.

Mas Sugeng bersama istri yang dicintainya dengan ramah melayani pembeli dan pelanggannya.  Mengantarkan pesanan tahu satu persatu ke pedagang sayur keliling.  Berjalan dari ujung ke ujung dan seringkali sambil membawakan belanjaan tukang sayur yang lain.

Tiba saatnya untuk mengambil nafas sembari cerita tentang TAPRO.  Entah mengapa saat mendengar informasi tentang manfaat TAPRO, mas Sugeng langsung memberikan tanggapan positif.  Tidak ada argumen ataupun penolakan.  Sampailah di hari yg naas itu sebuah bis malam mengambil nyawanya.

 
Teman…

Polis asuransi memang tidak bisa menggantikan sosok mas sugeng sebagai seorang suami atau ayah.  Tapi polis asuransi bisa menggantikan peran mas Sugeng sebagai penghasil income dalam keluarganya.

Saat istri2 yang lain yang sudah ditinggal suaminya tidak mendapatkan uang belanja bulanan lagi dari almarhum suaminya, mbak Yani masih tetap dapatkan itu dari mas sugeng.

Saat anak2 yang lain yang sudah ditinggal ayahnya tidak mendapatkan uang saku lagi dari almarhum ayahnya, anak2 mas Sugeng masih bisa bilang sama teman2nya:  “Ayahku masih kasih aku uang jajan”.

Untuk istri2 disana…

Jangan pernah larang suami kalian untuk beli polis asuransi.   Karena sebenarnya itu adalah bentuk cinta kasih yang terdalam untuk istrinya.

Saat suami harus meninggalkan dunia ini, dia hanya ingin memastikan kita bisa tetap hidup layak dan nyaman, tanpa harus menurunkan gaya hidup keluarganya sekarang.

Dia tidak bisa membayangkan istrinya membanting tulang mencari nafkah untuk anak2  yang masih kecil, menggantikan peran mereka.
Polis asuransi memang hanyalah selembar kertas…

Tapi saat resiko itu datang dan tak ada seorangpun yang bisa membantu kita,  polis itu akan berubah menjadi mukjizat.
Kami atas nama agen asuransi mohon maaf yang sebesar2nya pada teman2,  jika kalian risih terhadap tawaran kami yang seolah memaksa.

Karena saat resiko itu datang, kami ingin memberikan sesuatu yang lebih berarti, bukan cuma sekedar ucapan belasungkawa.
TERIMA KASIH untuk mas Sugeng karena sudah memberikan kepercayaan kepada Allianz.

Semoga kau tenang disana temanku.

 

seperti diceritakan DISINI

 

Untuk konsultasi dan pembuatan proposal gratis, silahkan hubungi:

Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

atau isi form data klik PERMOHONAN ILUSTRASI

 

 

 

Ketika Resiko Hidup Tidak Bisa Dipilih

 

Akhir bulan September kemarin saya dihubungi oleh calon nasabah yang ingin bertanya tentang asuransi jiwa Allianz Syariah.  Beliau bertanya sampai hal detil tentang asuransi jiwa Allianz Syariah.  Diskusi melalui media sosial berlangsung sejak sore-malam- hingga larut malam.  Sampai pada keputusan untuk ketemu saya esok hari di kantor beliau guna mengisi form pengajuan asuransi jiwa.

Waktu pertemuan sangat singkat, hampir tidak ada diskusi lagi.  Beliau sangat ingin segera memiliki proteksi bagi dirinya, dan terutama agar penghasilannya tidak terganggu jika terjadi resiko pada beliau.  Pada siang hari itu, selepas ibadah sholat Jumat, beliau langsung setuju dengan ilustrasi proteksi yang saya tawarkan, mengisi form pengajuan asuransi jiwa Allianz Syariah, dan tandatangan.

Saya memang belum lama menjadi agen asuransi Allianz Syariah, baru menjelang 4 tahun.  Dalam masa  tahun tersebut, saya rasa kali itulah proses permintaan pengajuan asuransi yang paling singkat yang saya temui.  Untuk menjawab rasa penasaran saya, saya tanyakan pertimbangan beliau dalam memiliki asuransi jiwa.

“Mbak Estri, beberapa bulan lalu,  istri saya terdiagnosa kanker payudara.  Saya bagaikan disambar petir ketika mendengar kabar itu.  Bagaimana tidak, istri saya itu sehat-sehat saja, baik-baik saja, tidak pernah rawat inap, tidak ada gejala apapun yang tampak.  Kok tau-tau divonis kanker…  ” cerita beliau sedih..

“Lalu solusinya bagaimana menurut dokter pak?” tanya saya

“Operasi dan kemoterapi…  Mbak Estri tau, berapa biaya kemoterapi??? 70 juta sekali kemoterapi !!!  Mahal banget kan??!!! Padahal istri saya perlu berkali-kali kemoterapi.  Untungnya, semua biaya pengobatan istri saya ditanggung oleh atasan saya.  Kalau pakai uang sendiri, saya tidak tau akan bagaimana ceritanya…”

Saya menyimak cerita beliau yang sangat berapi-api, seperti ingin membuang semua rasa yang sudah lama ditahan dalam hati.

“Itulah sebabnya, saya ingin punya proteksi untuk diri saya, sehingga bila terjadi resiko pada saya, kondisi keuangan saya untuk keluarga tidak terganggu…”

Dari beberapa ilustrasi proteksi yang saya tawarkan, beliau memilih skema proteksi sebagai berikut:

Profil:  Pria, usia 33 tahun, pekerjaan kelas 4

Premi = 850 ribu

Manfaat:

UP dasar                                 = 500 juta

UP termlife                            = 500 juta

UP kecelakaan                       = 500 juta

UP cacat tetap total              = 500 juta

UP 49 sakit kritis                = 500 juta

# Total proteksi = 2.5 Miliar

 

brs

 

Beliau membeli polis asuransi karena terinspirasi oleh kondisi pasangan hidupnya  yang SUDAH mengalami resiko.

Resiko hidup tidak bisa dipilih, tapi kita harus punya strategi  cara pasti menyiapkan dana tunai jumlah besar, yang siap dicairkan dalam waktu singkat.

Bijaksanalah mengelola keuangan, miliki proteksi pada saat Sehat, pada saat Belum butuh, sehingga Asuransi masih bisa menerima pengajuan aplikasi asuransi Anda.

 

Diskusikan kebutuhan proteksi Anda dengan Agen Asuransi Bersertifikasi

Bingung memilih agen asuransi online?  Ini kriterianya:  Memilih Agen Asuransi

Bila Anda tertarik memiliki proteksi sakit berat, silahkan hubungi saya:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

Ingin langsung mendapatkan ilustrasinya?  Klik:  PERMOHONAN ILUSTRASI

 

 

 

 

 

 

Klaim Sakit Kritis artis Julia Perez dibayar Allianz

 

PhotoGrid_1433593822246

Belum hilang dari ingatan saat beberapa waktu lalu masyarakat mendapat berita bahwa artis Julia Perez terkena penyakit kanker serviks, dan terpaksa menjual rumah mewah dan mobilnya untuk biaya berobat.  Beritanya DISINI.

Alhamdulillah, akhirnya klaim asuransi sakit kritis artis Julia Perez cair.  Semoga dana yang diterima artis Julia Perez dapat membantu biaya pengobatannya meskipun kita tahu sebenarnya ini masih jauh dari cukup..

Terkadang butuh sesuatu kejadian untuk menyadarkan seseorang pentingnya asuransi bagi dirinya dan keluarganya.. Hendaklah kita semua dapat mengambil pelajaran dari pengalaman Jupe untuk menyayangi diri kita sendiri dan keluarga kita dengan mengambil proteksi yang cukup sesuai kebutuhan kita masing-masing.

Walau sebenarnya tidak perlu harus mengalami “resiko” dulu untuk tau pentingnya asuransi.  Cukuplah dengan belajar dari kejadian atau pengalaman orang lain.
Asuransi melindungi income dan asetmu..

Kalau ada asuransi, kenapa harus pake duit sendiri???

Perlindungan 1 Miliar itu preminya murah di Allianz.

Tidak percaya?  Cari tau ilustrasinya sesuai profil Anda, lalu silahkan bandingkan dengan produk asuransi jiwa unitlink lainnya.

Kontak Saya DISINI

Fleksibel Bank atau Asuransi?

 

IMG_20150306_120106398 1

Seorang mantan direktur sebuah perusahaan besar, istri yang setia sampai maut memisahkan, ibu yang bertanggung jawab, manager keluarga yang hebat dan wanita yang menginspirasi saat beliau bahkan telah tiada,

Sekian lama sudah ibu yang dicintai ini berbaring lemah dirumah sakit karena kondisi kesehatan yang semakin turun diusia 60an.Semua usaha terus dilakukan untuk menyelamatkan dirinya. Tidak ada masalah untuk uang DP dan biaya pengobatan. Anak-anak masih bisa menggunakan dana mereka dulu. Tapi ternyata lama kelamaan semua cash sudah terkuras, credit card harus dibayar, tagihan terus bertambah. Sekaya apapun seseorang sangat jarang membiarkan dana lebih dari ratusan juta ditabungan biasa kan? Pasti akhirnya harus mencairkan deposito atau jual aset!

Jual aset bisakah beberapa minggu? Deposito? Bisa! Tapi sewaktu bilyet deposito akan dicairkan pihak bank yang mana adalah priority banking yang sangat berkelas, meminta tanda tangan sang ibu pemilik dana! Masalahnya ibu sudah koma sejak kemarin-kemarin dan mana bisa tanda tangan? Harus tunggu sampai bisa tanda tangan??

Bernegosiasi sana sini sampai direktur bankpun hanya bisa mencairkan HARUS dengan tandatangan klien. Kalau tidak bisa, ya sesuai wasiat/hukum. Pasti setelah ibu berpulang kan? Demikian juga dengan penjualan fixed aset! Ditengah kepanikan keluarga terhadap keadaan, agen asuransinya telah bekerja mencairkan benefit asuransi dan menjelaskan dengan detail kepada perusahaannya. Bahwa klien butuh urgent.

Asuransi ada untuk kemanusiaan. Selama ada alasan dan hubungan baik pasti ada niat baik perusahaan membantu kliennya. Inilah mutual trust.
Hanya kurang dari 2 minggu dana sudah cair lebih dari yang mereka butuhkan untuk melunasi tagihan rumah sakit! Betapa berterima kasihnya keluarga ini kepada polis asuransi mereka yang sudah menjadi jalan keluar ditengah2 keadaan yang buntu. Semoga tulisan ini bisa membantu lebih banyak keluarga Indonesia untuk bisa menjawab pertanyaan ini dan semakin bijak dengan perencaan keuangannya.

Jadi mana lebih fleksibel asuransi atau bank?

 

——————————-

Kisah nyata dituliskan kembali oleh Esra Manurung dari pengalaman Yogie Soedira.

SUMBER