Arsip

Penghargaan Allianz Bagi Agen Peraih CPC Program

Mengulang pencapaian saya di tahun 2015 yang lalu,  minggu kemarin  saya mendapatkan undangan dari Allianz untuk menghadiri acara CPC Recognisi ini sebagai “CPC Winner Periode Februari-April 2017 area Jabotabek”, bertempat di Crown Plaza Hotel, hari Senin 22 Mei 2017 jam 14.00-selesai.

Bagi agen (level BE) yang mampu menjual minimal 2 cases perbulan (level BP menjual minimal 5 cases perbulan), maka agen tersebut berhasil mencapai CPC pada bulan itu.  Pemenang CPC Kuartal, artinya agen berhasil mencapai penjualan minimal 6 cases dalam 3 bulan (level BP minimal 15 cases dalam 3 bulan).  Target ini sangat menarik dan sangat achieveable untuk diperjuangkan.  Semua agen pasti bisa melakukan penjualan 2 cases perbulan.  Tinggal bagaimana agen merencanakan actionnya, dan melakukan action tersebut dengan baik dan konsisten.  Program CPC adalah langkah kecil menuju tujuan yang lebih besar.  Kenapa?  Target CPC adalah 2 cases perbulan dan konsisten dilakukan, sehingga bisa menjadi kebiasaan yang baik bagi agen.  Jadi bukan sekedar klosing sesukanya.  Harus ada tujuan jelas kenapa harus konsisten 2 cases tiap bulan.  Program CPC ini merupakan landasan menuju MDiT (tentang MDiT akan dibahas lain waktu).

 

Pencapaian penjualan saya periode Februari-April 2017 ini adalah 7 cases.  Apa saja yang saya lakukan sehingga tercapai target CPC?  Tidak ada yang istimewa rasanya.  Saya hanya mengikuti tips dan strategi yang sudah disiapkan oleh manajemen untuk memperbesar rasio klosing.  Standar rumus klosing yaitu 10:1.  Artinya dari 10 prospek  maka klosing 1.  Bila diselaraskan dengan CPC Program, maka harus ada aktifitas 20 janji temu dengan prospek agar bisa klosing 2 case.  Bagi agen asuransi yang bekerja secara offline rumus itu akan lebih mudah, karena memang agen offline akan bertemu banyak orang dalam kesehariannya.

 

Lalu bagaimana dengan saya?  Saya adalah agen asuransi Allianz Syariah yang bekerja secara online dari rumah atau manapun selama ada koneksi internet.  Saya memasarkan produk asuransi melalui blog saya www.ProteksiKita.com.  Sejak saya menekuni profesi ini secara online, tidak sengaja saya merasakan benefit yang selama ini saya cari.  Kekhawatiran saya akan penolakan secara langsung dari prospek, secara perlahan memudar. Walaupun proses penolakan itu tetap saja ada.  Namun saya akui, dengan memasarkan produk asuransi melalui internet rasio klosing terasa lebih mudah.  Hal ini karena prospek yang datang atau “nyasar” sehingga sampai ke blog saya adalah sudah pasti orang yang sedang mencari informasi tentang asuransi, mencari produk asuransi, atau sudah bulat ingin beli polis asuransi.  Yang saya lakukan tinggal menjawab kebutuhan prospek tersebut, memberikan solusi produk yang sesuai dengan kebutuhannya, dan membantunya mengajukan permohonan asuransi.

Nah, sebelum bisa seperti itu, bagaimana caranya? Lagi-lagi saya cuma mengikut tips dan strategi yang diajarkan oleh Leader saya, Pak Asep Sopyan, yaitu:  terus menulis, perbanyak artikel, isilah dengan konten asli yang berbobot dan harus bermanfaat bagi pembaca.  Apakah saya seorang penulis?  Terbiasa menulis? Atau senang menulis?  Tidak.  Saya tidak punya latar belakang itu.  Lalu, bagaimana supaya bisa menulis?  Saran beliau:  Banyaklah membaca.  Orang yang senang membaca biasanya akan bisa menulis.  Bila belum bisa menulis?  Teruslah belajar menulis.  Menulis itu bisa dipelajari kok.  Saya sudah membuktikannya.  Saya bukan penulis, saya tidak pandai menulis, tapi saya mau belajar menulis.  Saya rasa, kunci dasarnya hanya itu.

Materi artikel yang original dan berkualitas akan lebih bertahan lama melekat di “ingatan” Om Google  🙂  Materi artikel bisa didapat dari mana saja.  Bila senang membaca, kita bisa menuangkan kembali hal-hal menarik dan bermanfaat yang pernah kita dapatkan informasinya dari hasil bacaan kita untuk bisa menjadi sebuah artikel menarik dengan gaya penulisan kita sendiri. Atau dari hasil emak-emak ngobrol tentang rencana keuangan, strategi menabung, pendidikan anak, rencana liburan, rencana perjalanan ibadah, rencana pensiun, semua bisa dijadikan materi artikel.  Yang penting kita mau menulis.

Trus, kalau sudah punya blog, sudah menulis, apalagi yang harus dilakukan?  Tentu ada strategi-strategi khususnya dong.  Serius mau tau atau cuma ingin sekedar tau, nih?  Kalau Anda penasaran ingin jadi agen asuransi yang memasarkan produk via online, pastikan Anda bergabung dengan tim yang tepat ya!  😉

Anda berminat berpenghasilan dari rumah saja via online? Mau fokus menjalankan bisnis sebagai agen asuransi?  Mau bisa klosing 2 cases perbulan? Mau punya penghasilan minimal 5 juta hanya dari rumah saja?  Mau punya penghasilan minimal 5 juta dengan waktu kerja yang lebih pendek dari pekerja kantoran?  Mau punya penghasilan minimal 5 juta tanpa harus nyetok barang?  Mau kerja 1x tapi dibayar sampai 2 tahun?

 

 

HANYA UNTUK YANG SERIUS

Kontak saya:

Estri Heni

WA = 0817 028 4743

Iklan

Pencarian Saya Berhenti di Allianz Syariah (bagian 1)

 

Saya mendaftar sebagai agen asuransi Allianz Syariah beberapa minggu setelah lahirnya anak ke2.  Mengikuti ujian AAJI pada 24 Juli 2013, dengan nomor Lisensi Agen 14077913, dan dinyatakan lulus pada hari itu juga.

Saya lulus Sarjana Biologi di UNSOED (Universitas Jenderal Soedirman) Purwokerto tahun 2001.  Sebelum menjadi agen asuransi (dan sebelum menikah), saya adalah seorang karyawan swasta di PT AstraZeneca Indonesia, sebuah Pharmaceutical Company yang berpusat di London, UK.  Saya ditempatkan untuk area Bandung sejak Februari 2002 – Mei 2008.  Posisi terakhir sebagai Junior Manager Oncology Product Specialist.

Sempat beberapa bulan pindah ke PT Janssen Cilag, sebuah Pharmaceutical Company juga, sebelum akhirnya menikah dan memutuskan untuk mengundurkan diri mengikuti suami yang bekerja di Jakarta.

Terbiasa bekerja dan “punya uang sendiri” mendorong saya untuk tetap bisa produktif, dengan 1 syarat:  tetap dari rumah saja (karena DI JAKARTA, maka saya tidak mau ikut bermacet ria tiap pagi dan malam hari).  Untuk memenuhi syarat yang saya buat itu, artinya bahwa yang bisa saya lakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi.  Sialnya, saat itu saya masih gagap teknologi, dan benar-benar buta bisnis online.  Tapi saya yakin:  saya HARUS COBA, untuk tahu bahwa saya BISA atau saya GAGAL.

Selama pencarian dan proses pembelajaran mandiri, ternyata banyak juga bisnis online yang saya coba, bisa dibaca DISINI.

 

image

 

Jadi Agen Asuransi Allianz Syariah.

Ketemu Leader via online.  Awalnya bukan sengaja ingin masuk dunia asuransi sebagai agen, tapi karena utamanya saya mencari proteksi untuk penghasilan suami.  Saya aware untuk punya proteksi penghasilan, karena:  kami belum siap “UANG TUNAI JUMLAH BESAR” dalam waktu singkat ini, untuk melindungi jiwa kami bila terjadi resiko hidup.

Setelah googling, ketemu blog beberapa agen asuransi dari berbagai perusahaan asuransi, minta ilustrasi, dipelajari, dipertimbangkan… Banyak hal dari penawaran tersebut yang belum sesuai dengan kebutuhan saya.  Beberapa pertimbangannya adalah BERIKUT INI.

Googling lagi… Ketemu blog ini:  myallisya.com .  Saya baca artikelnya, banyak info yang menjawab kebutuhan saya.  Saya hubungi pemilik blognya untuk minta ilustrasi (saat itu Januari 2013), berkali2 revisi, sampai (sepertinya) beliau menyerah dan memilih untuk datang ke rumah.  Hahaha… Ternyata beliau melihat “hal lain”, yang akhirnya memilih untuk mempresentasikan peluang bisnisnya…. (Juni 2013).  Dan seperti biasa, saya cuma modal ingin tau saja, makanya saya harus coba untuk tau: bisa atau gagal.

Saya tertarik bergabung menjadi agen di tim beliau, karena selama saya googling, link blog beliau ada dimana-mana.  Ini membuktikan bahwa beliau serius di bisnis ini, dan lagi sepertinya beliau fokus di online.  Hal ini juga menjawab maunya saya untuk bisa:

tetap produktif, dari rumah saja, secara online, tidak harus setiap hari keluar rumah untuk promosi, tidak harus setiap hari online untuk promosi, tetap bisa efektif berpromosi tanpa ikut yang berbayar, saya tetap belajar banyak hal (tentang asuransi, pentingnya asuransi, cara buat blog, cara bangun blog, cara nge-blog yang baik) dan ada “guru”nya tempat saya bisa bertanya langsung dan responnya cepat!

 

6 Bulan Pertama di Tahun 2013

Belum dapat gregetnya.  Saya masih fokus dengan bayi saya, masih belajar membangun blog, belajar cara memperkenalkan blog, belajar cara meramaikan blog.

Kenapa blog?

Ya, karena itu yang ingin saya lakukan:  memanfaatkan teknologi, menjual asuransi lewat blog, membagi informasi umum tentang asuransi, menginformasikan keunggulan produk asuransi yang saya fokuskan yaitu Tapro Allisya Protection Plus sebagai proteksi penghasilan.

Di tahun 2013 saya baru bisa submit dan issued 4 case, dengan omset 21.240.000.  Lumayan untuk pemula…

 

Tahun 2014

Sudah mulai ada gregetnya.  Blog yang saya bangun perlahan mulai dikenal.  Satu persatu calon nasabah mengunjungi blog saya, mengajak diskusi, meminta ilustrasi proteksi penghasilan, meminta ketemuan untuk buka polis.  Senangnya bisa berbagi informasi, membantu banyak orang untuk punya proteksi penghasilan, dan membantu merencanakan tujuan keuangan masa depan agar terlindungi.

Diskusi dengan banyak nasabah, mengetahui keluhan mereka, mendengarkan kebutuhan mereka, semakin memantapkan hati saya bahwa manfaat proteksi yang ditawarkan Allianz Syariah (melalui produk fokus yang saya jual “Allisya Protection Plus”) ternyata memang lebih unggul memberikan Uang Pertanggungan dengan premi yang lebih ringan, dibandingkan produk unitlink dari perusahaan asuransi lainnya.  Senang sekali rasanya bisa menjawab kebutuhan para nasabah tersebut.  Hal ini memacu saya untuk selalu semangat berbagi informasi ini kepada lebih banyak orang..

Semangat saya ini dapat terus menyala, karena Allianz banyak mengadakan acara untuk memotivasi para agennya, diantaranya:

M3 (Money Making Meeting) dan BSS (Business Support System) Grup Busster

Bagi seorang agen dan calon agen, M3 ini salah satu acara yang ‘harus’ diikuti. M3 adalah semacam kelas motivasi yang menghadirkan pembicara dari kalangan leader-leader yang telah sukses. Mereka bebas bicara apa saja, dari mulai cerita pengalaman hidup hingga tips-tips bisnis, yang dibungkus dengan tema besar “insurance business change my life”. M3 diperuntukkan bagi umum, boleh dihadiri oleh agen maupun calon agen.

Sedangkan BSS adalah kelas pendalaman materi meliputi hal-hal yang diperlukan seorang agen dalam menjalankan bisnis, laangkah sukses bisnis, cara presentasi, pengetahuan produk, cara membuat proposal dan pengisian SPAJ, hingga cara menangani keberatan calon nasabah.

M3 dan BSS diadakan tiap hari Sabtu mulai pukul 9 sd 16 di kantor grus Busster di APL Tower, Grogol.

 

Seminal Final Lap 2014

Ini merupakan acara rutin ASN saat menghadapi kuarter tertakhir, untuk memotivasi para agen agar mampu mencapai target.

 

Seminar Motivasi Syariah

Melihat perkembangan produk asuransi syariah yang semakin meningkat, ASN menyelenggarakan acara untuk memacu semangat para agen syariah melalui Seminar Motivasi Syariah pada tanggal 24 November 2014 di Royal Kuningan Hotel. Acara ini menghadirkan pembicara utama yaitu Adhiwarman A Karim dan Yuswohady.

Dari beberapa acara tersebut, baru acara “Seminar Motivasi Syariah” yang bisa saya ikuti.

Selebihnya, saya membiasakan diri untuk selalu terpacu dan bersemangat.  Beruntungnya saya, support Leader dan rekan2 di tim ini sangat positif sekali.  Walau kita hanya “berjumpa di udara dan dunia maya”, tapi serasa dekat di hati…

Tahun 2014 saya bisa submit dan issued 14 case, dengan omset 77,2 juta.  Masih jauh dari target yang ingin saya raih.  Tapi saya senantiasa bersyukur, sudah bisa membantu lebih banyak orang (dibanding tahun sebelumnya) untuk melindungi penghasilannya bila resiko hidup terjadi.

 

Tahun 2015

Saya merasa mulai tumbuh benih-benih cinta saya terhadap profesi ini.  Sampai2 akhir tahun lalu dan awal tahun ini, walau kondisi saya sedang hamil tua pun, saya tetap bersemangat untuk bisa memenuhi permintaan klien yang ingin ketemuan untuk sekedar berdiskusi saja ataupun langsung mengisi Surat Permohonan Asuransi Jiwa.

Saya mulai berani bermimpi besar disini.  Saya punya cita-cita yang ingin saya raih di tahun ini, melalui profesi ini.  Saya awali tahun 2015 dengan bismillah…