Arsip

Perbandingan Komposisi Ilustrasi: Asuransi Jiwa+Askes VS Asuransi Kesehatan Terpisah

 

1469953_827853290597723_5642077226768139007_n

Apakah Anda sedang mencari asuransi jiwa termlife yang preminya murah,  Uang Pertanggungan yang besar, bisa bayar bulanan, dan pastinya sesuai Syariah?

Atau Anda sedang mencari asuransi kesehatan cashless (pakai kartu) ?

Atau Anda sedang mencari kedua proteksi tersebut?  Bingung mau beli terpisah atau digabung dengan asuransi jiwa?

———-

Kali ini saya ingin membahas tentang asuransi kesehatan manfaat rawat inap yang digabung dengan asuransi jiwa (merupakan rider di asuransi jiwa) dan membandingkannya bila asuransi kesehatan tersebut dibeli terpisah dari asuransi jiwa.  Banyaknya email yang masuk dari klien bertanya tentang manfaat rawat inap yang digabung dengan asuransi jiwa dan atau asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, membuat saya ingin berbagi informasinya.

Silahkan disimak.

 

Profil peserta:

Pria usia 35 tahun, tidak merokok, bekerja dalam ruangan.  Butuh asuransi jiwa termlife dengan Uang Pertanggungan = 1 Miliar, dan asuransi kesehatan plan kamar 500rb perhari dengan lama perlindungan sampai usia 70 tahun (artinya masa perlindungan adalah 35 tahun ke depan dari sekarang, saat usia nasabah sudah 35 tahun).

 

Berikut data yang didapat:

1.  Bila asuransi kesehatan digabung dengan asuransi jiwa:

Premi flat = 700 ribu perbulan, setara 8.4 juta setahun

Berikut ilustrasinya:

asjihsc

Detil manfaat rawat inap dari rider HSC+ (Hospital Surgical Care plus) pada asuransi jiwa:

hsc-di-asji

 

2.  Bila asuransi kesehatan dibeli terpisah dari Asuransi jiwa.

A.  Asuransi Jiwa.

Sama seperti pada keterangan nomor 1 di atas, bahwa asuransi jiwa termlife yang ditawarkan adalah produk unitlink.  Adanya rider termlife pada produk unitlink di Allianz memiliki beberapa keunggulan.  Lengkapnya bisa dibaca DISINI dan DISINI.

Untuk proteksi jiwa dengan Uang Pertanggungan = 1 Miliar, dengan profil nasabah tersebut maka premi asuransi jiwa yang dibayarkan = 430 ribu perbulan (murah kan?  Cuma ada di Allianz!)

Berikut ilustrasinya:

asji-saja

 

B.  Asuransi Kesehatan.

Allianz memiliki beberapa asuransi kesehatan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.  Bisa dibaca DISINI.  Pada contoh berikut, saya pilih asuransi kesehatan sesuai plafon “Allisya Care”.

Berikut detil manfaat dari asuransi kesehatan individu “Allisya Care” untuk plan kamar 500 ribu perhari:

ac-plan500

Dengan profil nasabah tersebut, maka pada usia 35 tahun, preminya = 2,5 juta pertahun.

 

 

PEMBAHASAN

 

1.  Bila nasabah tersebut membeli polis asuransi jiwa yang didalamnya ada rider rawat inap (asuransi kesehatan digabung dengan asuransi jiwa), maka premi yang dibayarkan = 700 ribu perbulan, atau setara dengan = 8,4 juta pertahun.  Karena nasabah ingin proteksi sampai usia 70 tahun, maka untuk mendapat perlindungan jiwa sebesar 1 Miliar dan manfaat rawat inap plan kamar 500 ribu perhari, total premi yang kelak dibayarkan = 8,4 juta x 35 tahun = 294 juta.

2.  Bila dibeli terpisah.

A.  Asuransi Jiwa.

Untuk asuransi jiwanya nasabah tersebut hanya perlu membayar premi = 430 ribu perbulan, atau setara dengan = 5,1 juta pertahun.  Untuk perlindungan sampai usia 70 tahun, maka total premi yang kelak dibayarkan = 5,1 juta x 35 tahun = 178,5 juta.

B.  Asuransi Kesehatan.

Untuk asuransi kesehatan stand alone/berdiri sendiri, maka nasabah membayar premi = 2,5 juta pertahun.  Namun perlu diingat bahwa Premi asuransi kesehatan yang berdiri sendiri tidaklah flat/tetap, melainkan ada peningkatan setiap 5 tahun (catatan:  kondisi normal/sehat), seperti pada tabel premi Allisya Care berikut ini:

inpatient

Jadi usia masuk nasabah saat buka polis adalah 35 tahun, premi 2,5 juta pertahun.

Saat usia 36-40tahun, premi = 2,7 juta x 5tahun = 13,5 juta

Saat usia 41-45tahun, premi = 3 juta x 5 tahun = 15 juta

Saat usia 46-50tahun, premi = 3,2 juta x 5 tahun = 16 juta

Saat usia 51-55tahun, premi = 3,5 juta x 5 tahun  = 17,5 juta

Saat usia 56-60tahun, premi = 4,5 juta x 5 tahun = 22,5 juta

Saat usia 61-65tahun, premi = 4,8 juta x 5 tahun = 24 juta

Saat usia 66-70tahun, premi = 5,3 juta x 5 tahun = 26,5 juta

Total premi askes sejak usia 35-70tahun = 137,5 juta

#  Bila nasabah membeli asuransi kesehatan terpisah dari asuransi jiwa, sekaligus membeli polis asuransi jiwa (keterangan no 2A + 2B), maka total premi yang kelak dibayarkan sejak usia 35-70 tahun = 178,5 juta + 137,5 juta = 316 juta

 

Catatan:

1.  Asuransi kesehatan yang digabung dengan asuransi jiwa (dalam hal ini sebagai rider pada asuransi jiwa termlife di unitlink Allianz), ternyata:

  • preminya lebih murah (294 juta selama 35 tahun ke depan, untuk 1 polis asuransi jiwa dengan adanya rider kesehatan)
  • premi yang dibayarkan flat/tetap/fix = 700rb perbulan, setara 8,4jt pertahun, selama 35 tahun.
  • Manfaat dari rider kesehatannya lebih lengkap:

1hsc-di-asji

2.  Asuransi kesehatan yang dibeli terpisah dari asuransi jiwa termlife di unitlink Allianz, ternyata:

  • preminya sedikit lebih mahal (316 juta selama 35 tahun ke depan, untuk 2 polis:  polis asuransi jiwa dan polis asuransi kesehatan)
  • asuransi jiwa preminya flat/fix/tetap =430rb perbulan, setara 5,1jt pertahun
  • asuransi kesehatan preminya naik setiap 5 tahun seperti pada tabel premi.
  • Hanya ada manfaat tambahan berupa santunan kematian.  Tidak ada manfaat tambahan untuk kemoterapi, dialisa, fisioterapi:

1ac-plan500

Bila Anda perhatikan, di tahun pertama nasabah (saat usia masuk 35 tahun):

  • bila beli asuransi jiwa+askes, preminya = 8,4 juta pertahun
  • bila beli terpisah:  asuransi jiwa = 5,1 juta pertahun, dan asuransi kesehatan = 2,3 juta pertahun, total dana untuk preminya = 7,4 juta pertahun
  • Jadi pada tahun pertama: preminya lebih murah bila nasabah beli asuransi terpisah dari asuransi jiwa.

Bila dilihat pada tabel premi asuransi kesehatan “Allisya Care”, pilihan nomor 2 (asuransi kesehatan terpisah dari asuransi jiwa) preminya masih lebih murah dibandingkan pilihan nomor 1 (manfaat kesehatan digabung dengan asuransi jiwa) sampai usia nasabah 45 tahun (10 tahun kemudian).  Saat nasabah berusia 46 tahun (di tahun ke-11), alokasi dana untuk premi asuransi tampak lebih murah pada kondisi dimana asuransi kesehatan digabung dengan asuransi jiwa (pilihan nomor 1).

Demikian gambaran singkat keunggulan dan kekurangan asuransi jiwa+kesehatan VS asuransi jiwa terpisah yang ada di Allianz.

 

Hasil dapat berbeda bila asuransi kesehatan yang dipilih adalah asuransi kesehatan kelas premium yaitu asuransi kesehatan individu “Smartmed Premier”.  Bila pertimbangan utamanya adalah:  memiliki manfaat yang hampir sama lengkapnya dengan rider HSC+ tersebut, yaitu:  adanya manfaat khusus/tambahan yang sama: kemoterapi, cuci darah dan beberapa manfaat tambahan lainnya, maka “Smartmed Premier” bisa menjadi pilihan bagi Anda.

Selain itu, Smartmed Premier memang memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki asuransi kesehatan lain yang ada di Allianz, yaitu:

  • Sesuai tagihan (sementara rider HSC+ sesuai plafon)
  • Limit tahunan sampai 6 Miliar
  • Fasilitas cashless tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri
  • Plan yang tersedia lebih banyak pilihan yaitu sampai 6 juta
  • Rentang usia masuk lebih panjang yaitu sampai usia 75 tahun
  • Masa perlindungan lebih panjang sampai usia 85 tahun
  • cara bayar bisa bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan (pilih tahunan bila ingin lebih murah preminya)
  • Detilnya ada pada tabel manfaat berikut (untuk plan 500):

samrtmed

Dari adanya keunggulan tersebut, sebenarnya sudah terlihat bahwa preminya pasti lebih mahal dibandingkan dengan asuransi kesehatan yang sesuai plafon, yaitu 3,9 juta pertahun.  Itu premi untuk profil nasabah di atas.

Premi juga meningkat setiap 5 tahun, seperti pada tabel premi Smartmed Premier berikut ini:

2tabel premi smartmed plan 500 saja

 

Demikian gambaran singkatnya.  Anda bisa pertimbangkan hal-hal yang dibutuhkan pada asuransi kesehatan yang ingin Anda beli.  Lalu tentukan pilihan, mau beli yang digabung atau beli terpisah.  Butuh diskusi lebih lanjut?  Silahkan kontak saya DISINI.

Selamat memilih.  Semoga bermanfaat.

Iklan

Yang punya Asuransi Pendidikan Anak, wajib baca ini!

susanna

Selamat siang sahabat2ku,

Saya mau share pengalaman saya pagi ini.  Saya lagi nongkrong makan Bakmi Toram di Tegal alur – Cengkareng. Tiba2 datang satu Ncik2 nawarin saya gorengan, dengan wajah memelas dia memohon untuk membeli dagangannya.  Singkat cerita, kita ngobrol.  Si Ncik ini bercerita ttg kesehariannya yang sungguh berat.  Tiap hari dia bangun jam 2 pagi bikin gorengan, kemudian keliling menitipkan gorengannya ke sekolah2, dilanjutkan berkeliling ke pasar dan tempat makan sekitar Palem – Citra.

Suaminya setahun yg lalu terkena stroke, terbaring di tempat tidur.  Sedangkan anak2nya umur 4 dan 7 tahun, masih butuh biaya sekolah.  Saya sempat bertanya apakah dulu suaminya tidak ambil asuransi. Dia bilang Suaminya ada ambil asuransi pendidikan untuk anak2, yg mana sekarang duitnya pun sudah keambil utk berobat suaminya. Andaikata suaminya dulu ambil asuransi untuk dirinya sendiri, mungkin sekarang gak terlalu susah begini.

Tak terasa mata saya berkaca2 mendengar ceritanya. Dan saya putuskan utk borong gorengannya, yang akhirya saya bagi2 ke pangkalan ojek dekat rumah.  Siang ini saya share pengalaman ini ke kalian semua, karena saya sebagai sahabat perduli dengan kamu dan keluarga kamu.  Saya gak mau kalian mengalami seperti Ncik tadi, punya asuransi tapi gak terpakai.

Pastikan proteksi untuk kamu dan keluarga sudah maksimal.  Jangan ambil asuransi sekedar hanya punya atau gak enak sama agennya.   Kamu sudah bayar bertahun2 dan kamu pertaruhkan diri sendiri dan keluargamu.

Karena Asuransi adalah PROTEKSI bukan INVESTASI

Yang sudah punya asuransi banyak, tolong review lagi polisnya. Dapatnya apa aja.  Jangan2 kamu bayar bertahun2 tapi ternyata dapat payung Pinacolada.  Saya bisa bantu untuk review (gratis, tanpa obligasi apapun).  Kemarin saya ketemu teman, ada ikut asuransi 700rb/bln hanya dapat manfaat senilai 42jt jika meninggal.

Padahal dgn uang yg sama untuk seumuran dia, di Allianz masih bisa dpt proteksi sakit kritis min 400jt dgn total manfaat proteksi 1,2M.

 

pengalaman Bpk Albert Lutano (Allianz Jakarta)

SUMBER

*    *    *

 

Asuransi Pendidikan?  Ini adalah istilah yang rancu.
Asuransi kok untuk pendidikan?
Asuransi adalah: proteksi keuangan dari risiko yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diprediksi, dan butuh biaya besar.
Pendidikan: butuh biaya besar, tapi bukan risiko yang tidak diinginkan dan waktunya pun dapat diketahui.
Karena butuh biaya besar, dana pendidikan perlu dipersiapkan. Tapi bukan melalui asuransi, melainkan investasi.
Asuransi dan investasi adalah dua hal yang bertolak belakang.
Asuransi bertujuan utk melindungi uang yang kita miliki (dari hal-hal tidak terduga yang dapat menghabiskannya).
Investasi bertujuan utk mengembangkan uang yang kita miliki (demi hal-hal yang dicita-citakan di masa depan).

 

 

Saya siap bantu Anda untuk me-review polis asuransi yang sudah Anda punya.

Kontak saya ya:

Estri Heni

SMS/WA:    0817 028 4743

bbm:   2a0897cb

Apakah itu ADDB?

  • Sesuai namanya, ADDB hanya menanggung risiko meninggal/cacat karena sebab kecelakaan, bukan sebab lain.
  • Kecelakaan diartikan sebagai kejadian yang memiliki ciri-ciri: 1) Adanya unsur kekerasan dari luar tubuh; 2) Terjadi secara tiba-tiba; 3) Tidak disengaja; 4) Tidak dapat diperkirakan sebelumnya; 5) Akibatnya dapat dibuktikan dan terlepas dari sebab-sebab lainnya. [Pasal 1 Bab tentang ADDB]
  • Dari pengertian di atas, kecelakaan dapat terjadi di jalan raya dan sarana transportasi, dapat pula di tempat lain seperti kamar mandi, tangga, kamar tidur, atau di mana pun.
  • Bagi mereka yang kidal, kata ‘kanan’ berarti ‘kiri’ dan demikian pula sebaliknya. [Pasal 2.3.a]
  • Untuk cacat sebagian, seandainya terjadi beberapa kali klaim, maksimum santunan adalah 100% dari uang pertanggungan. [Pasal 2.3]
  • Satu kelebihan ADDB Allianz yang tidak dimiliki produk serupa di perusahaan lain, yaitu ADDB Allianz menanggung pula kehilangan fungsi pada pendengaran (lihat nomor 15 dan 16).
  • Khusus jika terjadi meninggal dunia, maka UP ADDB masih ditambah pula dengan UP jiwa.

Keunggulan Rider Critical Illness produk “Allisya Protection Plus” Allianz

critical-illness-probability

Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia.

2.       Klaim dapat diajukan begitu terdiagnosa memenuhi syarat kondisi kritis, tanpa harus menjalani pengobatan/operasi terlebih dahulu

Beberapa penyakit kritis dapat ditunda jadwal operasinya. Nah, sebelum operasi dilakukan, klaim dapat diajukan asalkan kelengkapan syarat-syaratnya terpenuhi.

3.       Menanggung kondisi cacat tetap total

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, ada tiga yang masuk kategori cacat tetap total, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup. Apa pun nama penyakitnya, asalkan memenuhi tiga kondisi ini, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

4.       Menanggung kondisi kritis yang disebabkan kecelakaan

Proteksi penyakit kritis dari Allianz tidak hanya bicara tentang kondisi kritis yang disebabkan oleh penyakit, tapi juga kondisi kritis yang disebabkan oleh kecelakaan. Di antara 49 penyakit kritis, setidaknya ada 10 yang dapat diakibatkan oleh kecelakaan, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup; 4) Tuli; 5) Bisu; 6) Trauma kepala serius; 7) Koma; 8) Terminal illness; 9) Luka bakar; dan 10) Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis. Selain itu, rusaknya organ-organ tubuh penting (seperti ginjal dan tulang belakang) juga dapat disebabkan oleh kecelakaan.

5.       Menanggung terminal illness

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, salah satunya adalah Terminal Illness. Apa pun nama penyakitnya, asalkan dokter telah mendiagnosa umur yang bersangkutan tidak akan melebihi 12 bulan, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

6.       Menanggung transplantasi organ tubuh penting

Kinerja organ-organ tubuh penting menjadi perhatian utama dalam rider CI+ Allianz. Organ tubuh seperti jantung, ginjal, pankreas, liver, paru-paru, dan sumsum tulang merupakan penyangga kehidupan manusia. Memiliki proteksi yang dapat digunakan untuk membiayai penggantian organ-organ tersebut akan memberikan rasa aman yang diperlukan oleh setiap orang.

7.       Memberikan uang pertanggungan yang besar dengan premi terjangkau.

Di atas segala kelebihannya, harga adalah faktor yang sangat penting. Rider CI+ dari Allianz sangat murah, dan apalagi rider CI lebih-lebih lagi sangat murah. Mulai dengan premi 300 ribu per bulan, seorang pria dan wanita usia 30-an tahun dapat memiliki proteksi penyakit kritis sebesar 300 juta + proteksi jiwa 300 juta. Dan jika ingin terproteksi sebesar 1 miliar (UP jiwa 1 miliar + penyakit kritis 1 miliar), preminya 1 juta saja per bulan.

Kesimpulan

Dari berbagai keunggulan di atas, jelas bahwa rider Critical Illness dari Allianz adalah produk yang serba meliputi, karena menanggung hampir semua kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia. Dia beririsan dengan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability) pada kondisi cacat total. Jadi, cukup dengan memiliki proteksi jiwa ditambah rider Critical Illness, maka proteksi dasar kita sudah tercukupi. Namun lebih baik lagi jika ditambah ADDB dan TPD, karena meski beririsan, ada juga perbedaannya dan ketiga produk ini tidak saling mengurangi.

Rider Baru Tapro Allisya: “Hospital and Surgical Care Plus”

Mulai 20 Januari 2014, Allianz Life Syariah meluncurkan produk baru berupa rider (manfaat tambahan) pada program Allisya Protection Plus (Tapro), yaitu Hospital & Surgical Care +.

Rider ini dikembangkan untuk memenuhi permintaan dari para nasabah yang menginginkan layanan asuransi kesehatan rawat inap yang dilengkapi kartu cashless dalam bentuk unit link. Sebelumnya, askes rawat inap hanya terdapat dalam bentuk asuransi kesehatan murni Allisya Care. Boleh dikatakan, Hospital & Surgical Care + atau HSC+ adalah Allisya Care yang dipindahkan ke program Tapro Allisya dengan beberapa penyesuaian.

Baca lebih lanjut

Critical Illness, pentingkah?

critical-illness

  1. Critical Illness merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro Allisya dan Smartlink.
  2. Critical Illness memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis.
  3. “Pertama kali terdiagnosa” berarti peserta dapat mengajukan klaim Critical Illness tanpa harus menjalani perawatan terlebih dahulu.
  4. Sesuai namanya, Critical Illness berarti “penyakit kritis” atau “penyakit kronis”. Artinya, kalau belum tahap kritis atau kronis belum bisa klaim. Kriteria penyakit kritis dicantumkan secara jelas dan lengkap dalam polis.
  5. Tidak ada syarat masa bertahan hidup. Contoh: kena serangan jantung langsung meninggal dunia, UP-nya dobel (UP jiwa + UP penyakit kritis).
  6. Minimum uang pertanggungan Critical Illness 8 juta rupiah.
  7. Maksimum uang pertanggungan adalah sebesar UP dasar, atau maksimum 2 miliar rupiah.
  8. Untuk anak-anak (1-17 tahun), maksimum UP adalah 500 juta rupiah.
  9. Rider Critical Illness ada dua macam, yaitu CI dan CI+.
  10. Masa pertanggungan CI berlaku sampai menjelang umur 85 tahun, klaim CI mengurangi UP dasar.
  11. Masa pertanggungan CI+ berlaku sampai menjelang umur 70 tahun, dan klaim CI+ tidak mengurangi UP dasar.
  12. Rider CI dan CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun.
  13. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan.
  14. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta.
  15. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Keunggulan Rider Critical Illness dari Tapro Allianz


Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup) Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain. Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia.

2.       Klaim dapat diajukan begitu terdiagnosa memenuhi syarat kondisi kritis, tanpa harus menjalani pengobatan/operasi terlebih dahulu Beberapa penyakit kritis dapat ditunda jadwal operasinya. Nah, sebelum operasi dilakukan, klaim dapat diajukan asalkan kelengkapan syarat-syaratnya terpenuhi.

3.       Menanggung kondisi cacat tetap total Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, ada tiga yang masuk kategori cacat tetap total, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup. Apa pun nama penyakitnya, asalkan memenuhi tiga kondisi ini, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

4.       Menanggung kondisi kritis yang disebabkan kecelakaan Proteksi penyakit kritis dari Allianz tidak hanya bicara tentang kondisi kritis yang disebabkan oleh penyakit, tapi juga kondisi kritis yang disebabkan oleh kecelakaan. Di antara 49 penyakit kritis, setidaknya ada 10 yang dapat diakibatkan oleh kecelakaan, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup; 4) Tuli; 5) Bisu; 6) Trauma kepala serius; 7) Koma; 8) Terminal illness; 9) Luka bakar; dan 10) Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis. Selain itu, rusaknya organ-organ tubuh penting (seperti ginjal dan tulang belakang) juga dapat disebabkan oleh kecelakaan.

5.       Menanggung terminal illness Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, salah satunya adalah Terminal Illness. Apa pun nama penyakitnya, asalkan dokter telah mendiagnosa umur yang bersangkutan tidak akan melebihi 12 bulan, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

6.       Menanggung transplantasi organ tubuh penting Kinerja organ-organ tubuh penting menjadi perhatian utama dalam rider CI+ Allianz. Organ tubuh seperti jantung, ginjal, pankreas, liver, paru-paru, dan sumsum tulang merupakan penyangga kehidupan manusia. Memiliki proteksi yang dapat digunakan untuk membiayai penggantian organ-organ tersebut akan memberikan rasa aman yang diperlukan oleh setiap orang.

7.       Memberikan uang pertanggungan yang besar dengan premi terjangkau. Di atas segala kelebihannya, harga adalah faktor yang sangat penting. Rider CI+ dari Allianz sangat murah, dan apalagi rider CI lebih-lebih lagi sangat murah. Mulai dengan premi 300 ribu per bulan, seorang pria dan wanita usia 30-an tahun dapat memiliki proteksi penyakit kritis sebesar 300 juta + proteksi jiwa 300 juta. Dan jika ingin terproteksi sebesar 1 miliar (UP jiwa 1 miliar + penyakit kritis 1 miliar), preminya 1 juta saja per bulan.

Kesimpulan Dari berbagai keunggulan di atas, jelas bahwa rider Critical Illness dari Allianz adalah produk yang serba meliputi, karena menanggung hampir semua kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia. Dia beririsan dengan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability) pada kondisi cacat total. Jadi, cukup dengan memiliki proteksi jiwa ditambah rider Critical Illness, maka proteksi dasar kita sudah tercukupi. Namun lebih baik lagi jika ditambah ADDB dan TPD, karena meski beririsan, ada juga perbedaannya dan ketiga produk ini tidak saling mengurangi.

Dibandingkan perusahaan asuransi lainnya, Allianz meng-cover lebih banyak penyakit kritis. 49 Critical Illness:

1. Serangan jantung pertama 2. Stroke 3. Operasi jantung koroner 4. Operasi penggantian katup jantung 5. Kanker 6. Gagal ginjal 7. Kelumpuhan 8. Multiple sclerosis 9. Transplantasi organ vital tubuh 10. Penyakit alzheimer/gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali. 11. Koma 12. Penyakit parkinson 13. Terminal illness 14. Penyakit paru-paru kronis/tahap akhir 15. Penyakit hati kronis 16. Penyakit motor neuron 17. Muscular dystrophy 18. Anemia aplastis 19. Operasi pembuluh aorta 20. Hepatitis fulminant 21. Pulmonary arterial hypertension primer 22. Meningitis bakteri 23. Tumor otak jinak 24. Radang otak 25. Luka bakar 26. Poliomyelitis 27. Trauma kepala serius 28. Apallic syndrome 29. Penyakit jantung koroner lain yang serius 30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk penyakit jantung koroner 31. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus) 32. HIV yang didapatkan melalui transfusi darah dan pekerjaan 33. Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran) 34. Bisu (kehilangan kemampuan bicara) 35. Kebutaan 36. Skleroderma progresif 37. Penyakit kista medullary 38. Cardiomyopathy 39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan 40. Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis 41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid 42. Operasi scoliosis idiopatik 43. Pankreatitis menahun yang berulang 44. Penyakit kaki gajah kronis 45. Hilangnya kemandirian hidup 46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene) 47. Rheumatoid arthritis berat 48. Colitis ulterative berat (cronh’s disease) 49. Penyakit kawasaki yang mengakibatkan komplikasi pada jantung