Arsip

Bagaimana Komposisi Asuransi Yang Ideal Untuk 1 Keluarga?

 

happy_family_

 

Beberapa hal mendasar yang harus dipahami:

Asuransi = Proteksi, bukan Investasi.  Jika Anda membutuhkan proteksi, hubungi agen asuransi.

Investasi bukan ranah asuransi.  Walaupun pada produk unitlink ada juga porsi investasi.  Namun fungsi investasi pada produk unitlink adalah:  klik DISINI.

Apa tujuan Anda berasuransi?  Tujuan asuransi adalah:  melindungi penghasilan dari musibah yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.

Asuransi apa yang menjadi prioritas?  Utamanya adalah ASURANSI JIWA.  Detilnya baca DISINI.

Yang utama harus punya asuransi adalah:  pencari nafkah utama.  Kenapa?  Sebab penghasilan beliau adalah sumber utama keuangan keluarga.  Dimana pada beliaulah roda kehidupan keluarga bergantung.

Bila biaya kesehatan (berobat dan perawatan di RS) sudah ditanggung kantor, sisihkan sedikit penghasilan untuk memiliki polis asuransi jiwa.  Lengkapi asuransi kesehatan dari kantor, dengan memiliki polis asuransi jiwa.  Alasannya baca DISINI.  Maksimalkan proteksinya pada penyakit kritis dan meninggal dunia.  Kenapa?  Penyakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, dan penderitanya masih “ada” sehingga biaya hidup menjadi dobel antara penderita sakit kritis dan keluarganya.  Begitu juga bila meninggal dunia, pastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap dapat hidup layak sepeninggalnya si pencari nafkah.

Bila biaya kesehatan belum ditanggung kantor, dan dana Anda terbatas, miliki BPJS untuk menghindari kebangkrutan bila terjadi musibah sakit, utamanya sakit berat.  Dengan premi yang terjangkau, mohon untuk tidak mengeluhkan pelayanan BPJS yang mungkin agak kurang memuaskan Anda.

Asuransi Pendidikan untuk anak?  Ini kurang tepat.  Penjelasannya baca artikel ini:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak.   Sudah punya asuransi Pendidikan untuk Anak?  Coba baca KISAH  INI.

Apa asuransi yang tepat untuk anak?  Kembali pada poin 1 di atas, bahwa asuransi adalah proteksi.  Sehingga walaupun ditujukan untuk anak, selama “judulnya” adalah asuransi, maka milikilah asuransi jiwa dan kesehatan.  Asuransi kesehatan bisa memaksimalkan fasilitas dari kantor, atau BPJS.  Asuransi jiwa utamakan untuk memaksimalkan proteksi sakit kritisnya. Sementara untuk UP jiwa / asuransi dasar (pada asuransi jiwa) bisa diminimalkan.  Ingatlah bahwa asuransi kesehatan itu ada batasan proteksinya, dan tentu saja ada perbedaan manfaat dengan asuransi penyakit kritis.  Baca ini:  Bedanya Asuransi Kesehatan dengan asuransi penyakit kritis.

Kenapa anak juga harus punya asuransi sakit kritis?  Ingat bahwa musibah itu tidak pilih2 orang.  Siapa saja bisa terkena musibah:  orang tua, orang muda, orang sehat, orang sakit, anak-anak, laki-laki, atau perempuan.

Asuransi apa yang tepat untuk Ibu Rumah Tangga?  Jawabannya sama seperti poin di atas.  Baca juga:  Istri punya asuransi jiwa atau tidak, ini bedanya.  Beruntung Anda sampai di blog saya.  Asuransi jiwa Allianz Syariah sudah mengembangkan fitur produknya, yaitu untuk penyakit kritis, UPnya bisa 5x lebih besar dari UP jiwanya.  Sehingga selain fasilitas askes dari kantor suami (yang ternyata ada limit manfaatnya), asuransi untuk ibu rumah tangga bisa memaksimalkan proteksi penyakit kritis hingga 5x UP jiwa.  Info detilnya DISINI.

 

Dari poin-poin pemahaman dasar yang disebutkan di atas, maka komposisi ideal untuk proteksi keluarga adalah sbb:

  1.  Ayah.  Sebagai pencari nafkah utama, maka maksimalkan UP jiwa (warisan, proteksi penghasilan sepeninggalnya agar keluarga yang ditinggalkan masih dapat hidup layak) dan maksimalkan UP sakit kritis (karena sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  2. Ibu.  Jika ibu adalah seorang ibu rumah tangga, artinya penghasilan utama bergantung pada suami.  Proteksi yang ideal: warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  3. Anak 1 dan 2.  Masih usia sekolah, biaya hidup masih bergantung pada ayah.  Proteksi yang ideal:  warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).

 

Berikut adalah contoh   Program Asuransi  Paket untuk Keluarga

 

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

 

Berikut adalah ilustrasinya:

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

 

ayah

Ilustrasi Tapro utk pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan.

 

 

ibu1

Ilustrasi Tapro utk wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan.

 

 

anak1

Ilustrasi Tapro utk anak usia 5th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 300 ribu per bulan.

—————————-

Hal di atas adalah contoh komposisi proteksi yang ideal berdasarkan pada pemahaman dasar asuransi.  Jika memang dana yang tersedia terbatas, silahkan diskusikan kebutuhan proteksi Anda pada agen Estri Heni (WA: 0187 028 4743) untuk mendapatkan solusi terbaik bagi proteksi keluarga Anda.

Iklan

Punya Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan, Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang membayar biaya pengobatan sesuai tagihan rumah sakit. Di Allianz pun sejak Agustus 2014 lalu telah diluncurkan produk SmartMed Premier, program asuransi kesehatan yang membayar klaim sesuai tagihan dengan limit tahunan 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya yang ditagihkan rumah sakit akan dibayar sepenuhnya oleh Allianz, selama tidak melebihi 6 miliar.

Bagus? Tentu saja. (Penjelasan lebih lengkap tentang SmartMed Premier bisa dibaca di SINI).

Pertanyaannya, jika kita sudah memiliki produk askes yang membayar klaim sesuai tagihan semacam itu, apakah kita masih perlu mengambil asuransi penyakit kritis?

Jawabannya adalah PERLU.

 

klaim-penyakit-kritis-2m

Mengapa?

“Karena asuransi kesehatan, sebagus apa pun dan sebesar berapa pun limitnya, tidak memberikan uang tunai dalam jumlah besar; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami penyakit kritis.”

Asuransi kesehatan sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.

criticall-illness-hidden-cost

 

Apa sajakah itu? Contoh:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), atau suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM).
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Biaya pendidikan anak atau dana pensiun (jika sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sebelumnya sehingga biaya hidup tak jadi masalah).

Asuransi penyakit kritis bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan semacam itu, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, maka akan diberikan sebesar 1 miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak dipakai berobat pun silakan saja (karena ceritanya biaya rumah sakit sudah dijamin askes sesuai tagihan). Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif pun oke-oke saja. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, atau disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun baik. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah. Bahkan mau dipakai jalan-jalan dan membeli mobil baru pun tak ada larangannya.

Itulah kekuatan uang tunai dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak diberikan oleh asuransi kesehatan sebagus apa pun.

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100. CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

Bagaimana dengan preminya? Sebagai contoh bisa dilihat pada gambar ilustrasi berikut:

 

#  Rider 49 kondisi kritis:

as ci+ 870

Dengan setoran 870 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh

UP jiwa 1 M ditambah rider CI+ (49 penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M

 

 

 

#  Rider 100 kondisi kritis:

as C100 1jt

Dengan setoran 1 juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

 

Untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda, atau menginginkan manfaat tambahan yang lain, silakan menghubungi saya melalui kontak di bawah, atau mengisi Form Permohonan Ilustrasi.

Terima kasih.

 

 

1 Yang Terpenting: Melindungi Penghasilan

 

Perhatikan gambar berikut:

Dengan apa kita membayar semua tagihan ini?

Dengan apakah kita membayar semua kebutuhan ini?

 

 

 

magic-billKita membayar semua kebutuhan ini, tentunya dengan PENGHASILAN.

magic-bill - Copy

 

Pertanyaannya, bagaimana jika, karena satu dan lain hal, PENGHASILAN kita BERHENTI?

Silakan direnungkan dengan saksama. Boleh dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, boleh juga lebih lama, tapi jangan lama-lama karena kita tak pernah tahu.

Sambil anda merenung, izinkan saya memaparkan hal-hal apa saja yang bisa membuat penghasilan seseorang berhenti, atau setidaknya berkurang secara signifikan.

1. PHK/bangkrut => Penghasilan berhenti.

2. Sakit kritis => Butuh biaya besar, bisa menyedot penghasilan dan menghabiskan aset/tabungan; tidak mampu bekerja, penghasilan berhenti atau berkurang signifikan.

3. Cacat tetap => Tidak mampu bekerja, penghasilan berhenti atau berkurang signifikan.

4. Meninggal dunia => Tidak bekerja lagi, penghasilan berhenti.

 

Hal yang pertama, solusinya adalah memiliki aset atau bisnis yang dapat memberikan penghasilan pasif kepada kita. Soal ini akan saya bahas lebih lanjut di kesempatan lain.

 

 

Untuk tiga penyebab berikutnya, solusinya adalah dengan memiliki TAPRO.

Tapro adalah sebuah program perlindungan keuangan dari Allianz Life Indonesia untuk menanggung risiko-risiko yang mungkin terjadi pada manusia, terutama sakit kritis, cacat tetap (akibat sakit atau kecelakaan), dan meninggal dunia.

Ilustrasinya bisa dilihat di bawah ini:

lindungi penghasilan

Dengan menyetor 1,7 juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun akan memperoleh manfaat perlindungan yang luar biasa, dengan total manfaat lebih dari 4 miliar, yaitu:

1. Jika mengalami 1 dari 100 penyakit kritis sebelum usia 100 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Uang ini bisa digunakan untuk biaya pengobatan penyakit kritis, atau menggantikan penghasilan yang hilang jika tidak bisa bekerja lagi akibat sakit kritis tersebut.

2. Jika mengalami kecelakaan yang berakibat cacat atau meninggal dunia sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Khusus kejadian meninggal dunia karena kecelakaan, manfaat akan ditambahkan dengan uang pertanggungan meninggal dunia (nomor 4), sehingga diberikan uang 2 miliar untuk ahli warisnya, plus nilai investasi yang ada pada saat itu.

3. Jika mengalami cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar. Khusus jika mengalami cacat tetap total karena kecelakaan, manfaat akan ditambahkan dengan uang pertanggungan cacat karena kecelakaan (nomor 2), sehingga diperoleh uang 2 miliar. Uang ini tentunya akan bermanfaat untuk menggantikan penghasilan karena tidak bisa bekerja akibat cacat.

4. Jika meninggal dunia, ahli warisnya akan mendapatkan uang pertanggungan sebesar 1 miliar + nilai investasinya. Uang ini akan bermanfaat bagi ahli waris untuk melanjutkan kehidupan mereka.

5. Jika mengalami sakit kritis atau cacat tetap total, akan dibebaskan dari pembayaran premi dan setoran preminya diteruskan oleh Tapro.

Itulah manfaat Tapro untuk melindungi satu hal terpenting dalam hidup kita, yaitu penghasilan, plus hal-hal lainnya yang tak kalah penting seperti kesehatan dan tabungan.

Selengkapnya tentang Tapro, silakan klik di:   Allisya Protection Plus

 

 

*     *     *

Isi artikel ini disalin ulang dengan beberapa penyesuaian atas ijin penulis.

Sumber:
http://www.myallisya.wordpress.com

Asuransi Jiwa + Kesehatan Premi Murah

Data report dari wordpress terhadap blog saya, ternyata banyak calon nasabah yang membutuhkan informasi mengenai asuransi jiwa unitlink plus manfaat kesehatan dengan premi murah.  Hal ini menginspirasi saya untuk membuat artikel terkait dengan kebutuhan calon nasabah terhadap proteksi yang ditawarkan oleh asuransi jiwa unitlink plus manfaat kesehatan dengan premi murah.

Agar kita bisa punya pemahaman yang sama, ada baiknya Anda baca dulu artikel tentang:

Allisya Protection Plus,

UP 1 M,

UP jiwa saja tidak cukup, dan

Rider Hospital and Surgical Care Plus.

Yuk kita pelajari, manfaat apa saja yang bisa didapat oleh calon nasabah dari produk yang saya tawarkan berikut ini.

Asuransi jiwa unitlink “Allisya Protection Plus” dengan manfaat kesehatan: premi 500 ribu perbulan.

Profil peserta: pria, usia 25 tahun, bekerja dalam ruangan, tidak merokok

Diperoleh manfaat kesehatan: rawat inap cashless dengan plan kamar 350 ribu perhari.  Rincian manfaatnya sesuai tabel:

HSC+ 350

Lebih lengkap tentang rider Hospital dan Sugical Care Plus, klik disini ya.

Bagaimana dengan asuransi jiwa nya?  Didapat 2 tipe proteksi yang berbeda (lihat ilustrasi 1 dan ilustrasi 2), seperti berikut ini:

Ilustrasi 1.

500_jiwa600_HSC+350

Manfaat yang didapat:

Hanya manfaat jiwa saja, yaitu sebesar = 600 juta

Manfaat rawat inap plan kamar 350 ribu perhari

Bebas Premi

Nilai tunai

Keuntungan proteksi jiwanya:

UP besar untuk ahli waris bila terjadi resiko meninggal dunia pada nasabah

Kelemahan proteksi jiwanya:

Bila sebelum meninggal, nasabah mengalami resiko hidup: kecelakaan, cacat tetap, dan sakit kritis yang mengganggu sumber penghasilan, maka tidak ada dana “besar” yang bisa dipakai untuk mengganti biaya hidup yang mungkin hilang.

Ilustrasi 2.

500_lgkp@200_HSC+350

Manfaat yang didapat:

UP jiwa  sebesar = 200 juta

UP sakit kritis     = 200 juta

UP kecelakaan    = 200 juta

UP cacat tetap     = 200 juta

Manfaat rawat inap plan kamar 350 ribu perhari.

Bebas premi

Nilai tunai

Keuntungan proteksi jiwanya:

UP lumayan untuk ahli waris bila terjadi resiko meninggal dunia pada nasabah

UP untuk nasabah (dan keluarganya) bila nasabah mengalami resiko: kecelakaan, cacat tetap, dan sakit kritis.  Dimana UP besar ini tentunya bisa dimanfaatkan untuk biaya hidup nasabah dan keluarganya, atau juga untuk dijadikan modal usaha sambil menunggu sampai si nasabah bisa bekerja kembali.

UP tidak mengurangi nilai UP yang lain (sendiri-sendiri) karena berasal dari “kantong” masing-masing resiko.

Kelemahan proteksi jiwanya:

Nominal UP tampak lebih kecil (hanya 200 juta) untuk masing-masing resiko hidup.  Namun, bila resiko hidup yang terjadi ternyata berkaitan (antar resiko tersebut), maka UP yang cair akan bertambah.

Contoh:

Nasabah mengalami  kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap, dan beberapa waktu kemudian terjadi sakit kritis, maka yang cair adalah sebesar = 200 juta + 200 juta + 200 juta = 600 juta.

Dana 600 juta tersebut bisa digunakan untuk biaya kesembuhan/pemulihan kesehatan, sebagian lagi didepositokan untuk bunganya digunakan sebagai biaya hidup sehari-hari sambil menunggu nasabah dapat bekerja kembali.

Kesimpulan:

Dengan premi 500 ribu perbulan, produk asuransi jiwa unitlink Allianz menawarkan manfaat kesehatan rawat inap plan kamar 350 ribu plus asuransi jiwa.  Calon Nasabah dapat mempertimbangkan pilihan proteksi asuransi jiwa yang dibutuhkan.  Bisa seperti ilustrasi 1 (dengan segala kekurangan dan kelebihan manfaatnya) atau seperti ilustrasi 2 (dengan segala kekurangan dan kelebihan manfaatnya).

*     *     *

Tuuuhh.. Dahsyat ya, proteksi yang diberikan Allianz dengan premi murah?  Tempat lain, tidak bisa kasih manfaat proteksi sebesar ini loh!

Kalau manfaat yang diberikan oleh asuransi bisa sangat membantu nasabah sampai seperti ini, (dimana manfaatnya berlimpah dengan premi yang murah), hal apalagi yang meragukan Anda untuk segera punya proteksi asuransi jiwa unitlink Allianz Syariah ???

*     *     *

Sudah siap buka polis asuransi jiwa unitlink Allianz Syariah plus kesehatan dengan premi murah?

Hubungi Estri Heni klik disini ya!

 

 

Perbandingan komposisi ilustrasi asuransi jiwa

life-en

Senang sekali rasanya tiap kali ponsel saya berbunyi karena ada pesan masuk melalui SMS, WA, maupun BBM yang semuanya berisi permintaan ilustrasi asuransi jiwa.  Bukan semata-mata karena “orderan” datang.  Melainkan lebih kepada perasaan bahagia karena ternyata semakin banyak orang yang sudah menyadari perlunya memiliki asuransi jiwa.

Kepada mereka, saya berupaya mendesain komposisi ilustrasi yang utamanya sesuai permintaan.  Meskipun demikian, tidak lupa saya menawarkan alternatif lain.  Dimana alternatif tersebut, bisa jadi bukan kebutuhan mereka SAAT INI, tapi akan sangat bermanfaat KELAK saat dibutuhkan.

Berikut adalah beberapa komposisi ilustrasi yang biasanya saya berikan:

Ilustrasi 1.

Ilustrasi model inilah yang sekarang sedang banyak dicari orang.  Ya!  Pengaruh pendapat para Financial Planner kondang sangat besar dalam hal ini.  Umumnya, para calon nasabah ini sudah banyak survey ke beberapa asuransi yang menawarkan produk perlindungan jiwa murni.  Tidak sedikit pula yang merasa ingin mengikuti saran Financial Planner ternama tersebut, namun di sisi lain masih ada perasaan “tidak rela” apabila tidak ada nilai tunai yang terbentuk.

Disinilah Allianz menjawab kebutuhan nasabah, melalui produk asuransi jiwa unit link berbasis syariah bernama “Allisya Protection Plus”.

perbdgn asji1

Yuk, kita coba perhatikan ilustrasi di atas.  Kondisi nasabah: laki-laki, 30 tahun, bekerja dalam ruangan.

Nasabah membayar premi sebesar 365 ribu perbulan.  Manfaat yang didapat adalah:

UP jiwa dasar       = 340 juta  (perlindungan sampai usia 100 tahun)

UP jiwa term life = 660 juta  (perlindungan sampai usia < 70 tahun)

Total UP jiwa       = 1 Miliar

Keunggulan ilustrasi 1:

1.  Premi murah

2.  UP Jiwa bisa besar / maksimal

Kekurangan ilustrasi 1:

1.  Hanya proteksi jiwa saja

2.  UP cair hanya bila nasabah / tertanggung / pemegang polis meninggal dunia saja.

3.  Bila resiko yang terjadi adalah kecelakaan, sakit kritis, cacat tetap, sehingga  nasabah tidak bisa berpenghasilan lagi karena tidak bisa bekerja, maka UP tidak cair yaaa…

Klik Artikel terkait:

UP jiwa saja belum cukup

Ilustrasi 2.

Inilah penawaran alternatif ilustrasi yang saya sertakan, untuk bisa menjadi tambahan pertimbangan.  Mengacu pada kemungkinan resiko yang bisa terjadi.  Karena resiko tidak bisa dipilih, tidak bisa ditunda.  Sehingga saya ajukan ilustrasi dengan manfaat maksimal, proteksi yang lengkap dari “segala penjuru”.

perbdgn asji2

Yuk, kita perhatikan ilustrasi di atas.  Kondisi nasabah: laki-laki, 28 tahun, bekerja dalam ruangan

Nasabah bayar premi sebesar 600 ribu perbulan.  Manfaat yang didapat:

UP jiwa dasar      = 500 juta

UP jiwa term life = 500 juta

UP sakit kritis      = 500 juta

UP kecelakaan     = 500 juta

UP cacat tetap      = 500 juta

Keunggulan ilustrasi 2:

1.  Manfaat dari segala penjuru, sebagai antisipasi kemungkinan resiko yang bisa terjadi.

2.  Masing-masing UP berasal dari “kantong” tersendiri, artinya tidak mengurangi UP dari manfaat yang lain.

Kekurangan ilustrasi 2:

1.  Premi lebih mahal dibandingkan ilustrasi 1 (namun premi masih lebih murah dibanding produk lain yang sejenis).

Klik artikel terkait:

UP 2,5 M, premi hanya 600 ribu perbulan

Mengacu pada kenyataan bahwa resiko tidak bisa dipilih, maka ilustrasi 2 bisa menjadi jawabannya.

 

Keunggulan fitur produk asuransi jiwa Allisya Protection Plus dari Allianz Life Syariah:

1.  UP dari masing-masing rider berasal dari “kantong” masing-masing, artinya tidak mengurangi UP lainnya.

2.  Tidak ada masa tunggu untuk klaim manfaat UP kecelakaan, cacat tetap, meninggal dunia.  Walau baru 3 bulan bayar premi, lalu terjadi resiko tersebut, langsung bisa klaim.

3.  Masa tunggu untuk klaim manfaat UP sakit kritis adalah 90 hari.  Jadi, bila nasabah (walaupun baru) TERDIAGNOSA sakit kritis pada hari ke-91, langsung bisa klaim.  Jadi tidak harus rawat inap dulu untuk bisa klaim.  Sementara  di perusahaan asuransi lain prosedurnya begini:  nasabah terdiagnosa sakit kritis dulu, lalu harus melewati masa tunggu 90 hari (mungkin untuk pastikan si nasabah benar-benar kritis dulu ya??), baru deh bisa klaim.

 

Meskipun demikian, keputusan tetap di tangan Anda.  Belilah asuransi jiwa yang memenuhi kebutuhan proteksi Anda dan sesuai dengan kondisi finansial Anda.  Bukan berdasarkan kebutuhan Agen Asuransi!

Selamat memilih…

Anda tertarik dan berminat membuka polis Allisya Protection Plus?

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
pin BB                      :    2A0897CB
e-mail                      :    AllianzKita@gmail.com

 

Terima kasih sudah mempercayakan perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah Anda, bersama saya sebagai agen pendamping Anda…

Allisya Family: TAbungan PROteksi anggota keluarga

14662183-happy-family

Asuransi jiwa keluarga umumnya di peruntukan bagi keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, kakak dan adik.

Mungkin Anda bertanya jika bapak sudah memiliki asuransi jiwa dengan rider sakit kritis misalnya, apakah ibu dan anak-anaknya juga perlu punya asuransi yang sama? Jawabannya adalah Ya. Gambarannya seperti ini. Bagaimana jika ternyata yang terkena sakit kritis adalah ibu atau anak-anaknya? Apakah akan menyebabkan masalah dan kesulitan finansial keluarga? Ada kemungkinan finansial keluarga akan mengalami kesulitan. Jadi, disinilah fungsi dari Allisya Family. Untuk memberikan bantuan finansial kepada seluruh anggota keluarga jika diantara mereka ada yang terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia.

Mari kita simak 2 skenario Allisya Family ini.

1. Bapak yang bekerja sebagai pencari nafkah tunggal  (Ibu sebagai Ibu Rumah Tangga)

Pada skenario pertama ini untuk asuransi dengan tertanggung bapak, ibu, kakak dan adik pemegang polisnya adalah bapak dengan di tambahkan rider Payor Benefit dan Payor Protection pada masing-masing polis. Perhatikan ilustrasi di bawah ini untuk komposisi masing-masing polis.

Bapak:

Bapak35

Ibu:

Ibu28

Kakak:

kakak

Adik:

Adik

Jika diperhatikan pada tabel diatas, bapak adalah pemegang polis untuk asuransi dengan tertanggung bapak sendiri, ibu, kakak dan adik. Total premi yang harus dibayar bapak setiap bulan adalah 3,6 juta dengan total uang pertanggungan untuk semua tertanggung sebesar 8 Miliar! Selain uang pertanggungan, manfaat lain yang bisa diperoleh oleh keluarga tersebut adalah hanya jika bapak sebagai pemegang polis terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen atau meninggal dunia, maka asuransi dengan tertanggung bapak, ibu, kakak & adik akan terbebas dari pembayaran premi sampai bapak berusia 65 tahun. Hal ini dikarenakan bapak menyertakan rider Payor Benefit & Payor Protection pada polis bunda, kakak dan adik.

2. Bapak & Ibu bekerja

Pada skenario yang kedua ini bapak dan ibu menjadi pemegang polis untuk asuransi mereka masing-masing, dengan masing-masing polis menyertakan rider Payor Benefit, Payor Protection, Spouse Payor Benefit & Spouse Payor Protection. Sementara asuransi dengan tertanggung kakak dan adik, pemegang polisnya adalah bapak dengan juga menyertakan rider Spouse Payor Benefit & Spouse Payor Protection. Perhatikan ilustrasi di bawah ini untuk komposisi masing-masing polis.

Bapak:

RS Bapak

Ibu:

RS Ibu

Kakak:

RS Kakak

Adik:

RS Adik

 Jika diperhatikan pada tabel diatas, total premi setiap bulan untuk 1 keluarga sebesar 4,2 juta dan total uang pertanggungan sebesar 8 Miliar! Selain uang pertanggungan, manfaat lain yang bisa diperoleh oleh keluarga tersebut adalah jika bapak lebih dulu terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen atau meninggal dunia, maka asuransi dengan tertanggung bapak, ibu, kakak & adik akan terbebas dari pembayaran premi sampai bapak berusia 65 tahun. Hal ini dikarenakan bapak menyertakan rider Payor Benefit & Payor Protection, Spouse Payor Benefit & Spouse Payor Protection pada polis ibu, kakak dan adik. Manfaat yang sama juga akan diperoleh jika ternyata ibu lebih dulu terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen atau meninggal dunia.

Lalu, apa perbedaan mendasar dari kedua ilustrasi tersebut?

Kunci utama dari Allisya Family ini adalah penggunaan rider Payor Benefit, Payor Protection, Spouse Payor Benefit dan Spouse Payor Protection.

Pada ilustrasi 1:  Bebas premi HANYA jika Bapak yang mengalami resiko. Jadi:  Bila Bapak mengalami resiko, maka Allianz yang akan bayar premi seluruh keluarga.  jika Ibu yang mengalami resiko bagaimana?  Ayah tetap harus bayar premi.

Pada ilustrasi 2:  Bebas premi berlaku apabila (siapapun yang lebih dulu) Bapak atau Ibu yang mengalami resiko.  Jadi:  Bila bapak lebih dulu alami resiko, maka Allianz yang akan bayar premi seluruh anggota keluarga.  Begitu juga halnya, bila ternyata Ibu yang lebih dulu alami resiko, maka Allianz yang akan bayar premi seluruh anggota keluarga.

Dan disini ilustrasi yang saya desain, adalah dengan asumsi masa bayar premi dengan jangka waktu tertentu saja, yaitu HANYA 10 tahun untuk mendapat proteksi seumur hidup.  Hmmm…  Menarik, bukan?

Jika Anda dan keluarga berminat untuk memiliki asuransi jiwa keluarga (Allisya Family) silakan menghubungi saya.

Karena yang bisa seperti ini Cuma ada di Allisya Protection Plus, ya!   😉

Tapro Allisya = Allisya Protection Plus

Terima kasih Anda sudah berkunjung ke blog ini.

Bagi Anda yang benar-benar baru, dan masih mencari-cari pembenaran bagi diri Anda untuk memiliki proteksi, bisa disimak keterangan berikut ini yaaa…

5-jari-B

Apa perbedaan antara pakai uang sendiri dengan pakai uang bersama? Dua pertanyaan ini akan menunjukkannya:

1. Jika besok anda diminta menyediakan uang 1 miliar rupiah untuk suatu keperluan mendadak dan mendesak, apakah anda siap?

2. Tapi jika anda boleh mencicilnya 50 ribu saja per hari (1,5 juta per bulan), apakah anda bisa?

tabel-t-4

+ Mana yang anda rekomendasikan untuk teman dan orang-orang yang anda cintai, siapkan uang sendiri atau melalui Tapro? Kenapa?

+ Kalau anda diberi kesempatan dan memenuhi persyaratannya, anda mau punya Tapro?

Tapro adalah Uang Bersama, yaitu uang anda, uang saya, dan uang dari ribuan orang-orang lainnya yang dikumpulkan dalam satu Rekening Dana Bersama. Rekening ini dikelola oleh Allianz Life Indonesia cabang Syariah, dan digunakan untuk satu tujuan mulia, yaitu memberikan bantuan keuangan jika di antara peserta ada yang mengalami suatu musibah.

Lebih lanjut tentang Tapro, silakan baca di sini:  Allisya Protection Plus

Berikut contoh ilustrasi produk Allisya protection Plus:

allianzkita

Ilustrasi tsb untuk profil peserta: laki-laki, 30 tahun, bekerja dalam ruangan, asumsi cuti premi 10 tahun (klik gambar untuk memperbesar)

Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap ataupun ilustrasi yang sesuai dengan profil anda, silakan  kontak:

Estri Heni

SMS / WA   :   0817 028 4743

E-mail         :   allianzkita@gmail.com