Arsip

Asuransi Apa Yang Anda Cari? Ini Solusinya!

 

horatio2

 

Apakah anda sedang mencari asuransi?

Jika ya, asuransi apa yang anda cari?

Semoga informasi berikut ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan asuransi anda.

 

 

 

 

 

Klik pada nama produk untuk keterangan lebih lengkap, dan anda pun dapat membaca penjelasannya di bagian bawah. 

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus

4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:

1. HSC+

2. CI+ atau CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Kesehatan Kumpulan Blue Sapphire
8 Asuransi Rawat Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
11 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, ortu punya asuransi jiwa.
12 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

 

Jika anda berminat dengan salah satu produk asuransi di atas, silakan mengisi formulir berikut:

 

Iklan

Cara Menarik Dana Investasi Unitlink

 

Polis unit-link tidak seperti tabungan di bank yang memiliki fasilitas ATM sehingga bisa ditarik kapan saja. Untuk menarik dana unit-link, dalam hal ini unit-link Tapro dari Allianz, anda harus mengisi Form Penarikan dan Penebusan Polis Unit Link (klik untuk mengunduh). Setelah diprint, diisi, dan ditandatangani, form dikirim ke kantor pusat Allianz, atau dititip lewat agen, dengan lampiran fotokopi KTP pemegang polis.

Cara Pengisian Form Penarikan Dana

Pada Form Penarikan dan Penebusan Polis Unit Link, ada dua hal yang bisa dilakukan, yaitu penarikan sebagian dana (withdrawal) dan penarikan seluruh dana (surrender). Penarikan seluruh dana berarti polisnya ditutup atau ditebus atau diserahkan kembali ke Allianz. Sedangkan penarikan sebagian dana, polis masih aktif.

Yang akan dibahas kali ini adalah penarikan sebagian dana (withdrawal).

Form Penarikan 1.PNG

Hal. 1: Data pokok diisi, lampiran dicentang no 2, bagian A diisi dengan nominal atau jumlah unit, lalu alasan penarikan dana.

Setelah data pokok diisi, lampiran dicentang di nomor 2 (Fotokopi kartu identitas pemegang polis), selanjutnya yang diisi adalah bagian A: Penarikan Dana Investasi (Withdrawal). Pilih jenis dana yang akan diambil dan tulis nominalnya atau jumlah unit (salah satu saja). Lalu tulis pula alasan penarikan.

form-penarikan-2

Hal 2 berisi ketentuan penarikan dan penebusan polis.

form-penarikan-3

Diisi bagian C dan dicentang kotak pertama (Transfer melalui Rekening)

Selanjutnya menuju bagian C: Pembayaran atas Penarikan Dana/Penebusan Polis. Di sini ada tiga pilihan:

  1. Transfer melalui rekening.
  2. Digunakan untuk pembayaran premi dasar.
  3. Digunakan untuk pembayaran premi Top Up Tunggal.

Jika sekadar ingin menarik uang, cukup diisi di opsi pertama.

Form Penarikan 4.PNG

Tanda tangan di kolom pemegang polis. Data agen boleh dikosongkan.

Selanjutnya mengisi bagian D: Data FATCA – Individu. Centang tidak jika anda tidak memiliki kaitan dengan Amerika Serikat.

Selanjutnya, bagian E: Pernyataan Pemegang Polis. Isi tempat dan tanggal, lalu tanda tangan di kolom Tanda Tangan Pemegang Polis disertai nama jelas.

Data agen boleh dikosongkan.

Setelah form diisi lengkap, disertai lampiran fotokopi KTP, form dikirim ke kantor pusat Allianz, atau ke kantor agensi, atau dititip lewat agen.

Alamat Kantor Pusat Allianz

PT Asuransi Allianz Life Indonesia

Allianz Tower

Jl. HR Rasuna Said

Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2

Jakarta Selatan 12980

Telp: 021-2926-8888

 

Tanya Jawab

T: Mulai kapan dana unitlink bisa diambil?

J: Kapan saja bisa selama memenuhi syarat minimum penarikan dan minimum saldo.

T: Berapa minimum penarikan dan berapa minimum saldo?

J: Di unitlink Tapro, minimum penarikan 1 juta, dan minimum saldo 2 juta. Artinya, jika saldo unit-link anda 3 juta, anda bisa menarik dana 1 juta dan sisanya 2 juta. Jika saldo unit-link anda 100 juta, anda boleh menarik dana hingga 98 juta. Tapi jika saldo unit-link anda masih di bawah 3 juta, anda belum bisa ambil sama sekali.

T: Apakah di tahun pertama bisa tarik dana?

J: Bisa jika saldonya sudah 3 juta atau lebih.

T: Apa akibatnya jika saldo unit-link diambil?

J: Yang pasti saldo unit-link anda berkurang sejumlah nilai yang diambil. Misalnya, saldo unit-link anda ada 50 juta, lalu anda ambil 30 juta, maka secara garis besar saldo unit-link anda tinggal 20 juta. Kemudian karena nilai investasinya berkurang, otomatis hasil investasinya juga tidak akan sebesar jika dana tidak ditarik. Dalam jangka panjang, hal ini mungkin membuat polis lebih cepat lapse karena terus dipotong untuk membayar biaya-biaya polis (meliputi biaya asuransi dan administrasi).

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

Punya Asuransi Unitlink: Pilih Proteksi atau Investasi?

 

Karakteristik produk Asuransi jenis Unitlink

Unit-link adalah asuransi jiwa yang ditautkan (linked) dengan investasi. Asuransi jiwanya berbentuk YRT (Yearly Renewable Term, asuransi jiwa berjangka tahunan yang memiliki garansi perpanjangan), sedangkan investasinya berbentuk reksadana (kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi).

Manfaat asuransi unit-link terdiri dari manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). Manfaat dasarnya memberikan sejumlah uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam masa perlindungan, biasanya hingga seumur hidup (usia 99-100 tahun). Ridernya bermacam-macam, antara lain meliputi perlindungan dari cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan, cacat sebagian hingga cacat total), penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi.

Investasi unit-link disalurkan ke dalam instrumen investasi berbentuk reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi. Dana pada reksadana dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko dan potensi keuntungannya.

Baca juga:  Perbedaan Unitlink dengan Asuransi Tradisional

Karena Unitlink merupakan perpaduan proteksi dan investasi, maka calon nasabah bisa memilih komposisi asuransi yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan finansial / dana yang dianggarkan.  Bisa dalam bentuk komposisi sebagai berikut:

  • proteksi maksimal dan nilai investasi minimal, ATAU
  • proteksinya sedang dan nilai investasi juga sedang, ATAU
  • proteksi minimal dan nilai investasi maksimal.

 

businessman cover his money with umbrella

 

 

Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut:

Pengertian asuransi:

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.[1]

Istilah “diasuransikan” biasanya merujuk pada segala sesuatu yang mendapatkan perlindungan.[1]

(WIKIPEDIA)

 

Tujuan utama berasuransi unitlink, proteksi atau investasi?

Banyak agen asuransi menawarkan produk unit-link dengan iming-iming investasi. Tahun kesekian dapat uang sekian, uangnya bisa dipakai untuk pendidikan anak, bisa dipakai pensiun, bisa untuk jalan-jalan, dsb.

Benarkah demikian? Belum tentu. Belum tentu berarti: bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Kenyataannya akan tergantung banyak hal. Dengan kata lain, investasi itu tidak dijamin.

Dan terkait dengan pekerjaan sebagai agen asuransi, menjual sesuatu yang tidak dijamin itu akan tidak menenangkan. Padahal asuransi itu sendiri sesuai pengertian harfiahnya adalah proteksi, perlindungan, atau jaminan. Jadi, agen asuransi mestinya menjual sesuatu yang bisa memberikan perlindungan bagi nasabahnya.

Begitu pula bagi nasabah, mengambil produk asuransi dengan tujuan investasi itu bisa bikin khawatir, karena mungkin saja dana pendidikan atau dana pensiun yang direncanakan tidak bisa diambil sesuai nilai yang diharapkan.

Baca juga:  Ambil Unitlink untuk berinvestasi

Proteksi (manfaat dan Uang pertanggungan)  di asuransi itu nilainya (jumlahnya) PASTI.  Sedangkan investasi itu nilainya (jumlahnya) TIDAK PASTI.

Penjelasan Proteksi.  Misal Anda beli rider sakit kritis dengan UP = 1 Miliar.  Lalu terjadilah sakit kritis di tahun ke5, maka cairlah UP sakit kritis senilai 1 Miliar.  Walaupun premi yang sudah Anda bayarkan selama 5 tahun tersebut totalnya belum mencapai 1 Miliar.  UP tetap diklaim dan nilainya seperti pada polis (PASTI senilai 1 Miliar).

Penjelasan Investasi.  Misal di ilustrasi yang ditawarkan agen asuransi tertulis nilai investasi di tahun ke5 adalah 100 juta, kenyataannya investasi yang terbentuk itu bisa saja lebih kecil nilainya, atau sama nilainya, atau bahkan lebih besar nilainya dibandingkan dengan yang tertera di ilustrasi.  Banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya oleh  sebab kinerja Manager Investasi (yang mengelola dana investasi), atau kondisi ekonomi yang terjadi saat itu.  Itulah sebabnya disebutkan bahwa nilai investasi itu tidak pasti.

Lamanya Masa Dibutuhkan

Banyak orang beranggapan bahwa asuransi itu program jangka panjang. Anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Sebetulnya asuransi itu bukan program jangka panjang, tapi program jangka pendek atau paling jauh jangka menengah.

Jika anda mengambil asuransi jiwa (unitlink ataupun bukan) dengan manfaat UP jiwa 1 miliar, maka uang 1 miliar itu mungkin terasa besar di saat sekarang, tapi akan semakin menurun nilainya di masa yang akan datang. Untuk saat ini, uang 1 miliar bisa dipakai membeli rumah mewah, tapi 10 tahun kemudian mungkin hanya rumah menengah saja. Dan 20 tahun kemudian, mungkin rumah sangat sederhana pun tak dapat.  Jangan abaikan inflasi.

Sedangkan investasi adalah betul program jangka panjang, karena manfaat investasi baru akan terasa di masa-masa yang akan datang. Investasi berguna untuk memenuhi keperluan kita di masa depan, misalnya kuliah anak, perjalanan ibadah, dan dana pensiun. Jika kita rutin berinvestasi di reksadana misalnya 1 juta tiap bulan, nilainya masih terasa kecil di tahun-tahun awal. Barulah setelah 5 tahun, atau 10 tahun, nilainya lebih terasa, dan jika konsisten dalam 20 tahun nilainya akan sangat mengejutkan.

Jadi, jika anda mengambil asuransi, niatkanlah untuk jangka pendek saja, 5 atau paling lama 10 tahun. Setelah itu anda harus meningkatkan manfaat polis asuransi anda, entah dengan cara mengupgrade polis yang ada ataupun menambah polis baru.  Just in case,  sebagai antisipasi jika resiko hidup (cacat tetap, sakit berat/kritis, meninggal) terjadi dalam jangka pendek, manfaat UPnya masih terasa besar sehingga masih sesuai dengan biaya hidup Anda.  Dimana pada masa jangka pendek itu, nilai investasi yang terbentuk belum maksimal.  Sehingga pada saat nilai investasi yang terbentuk belum maksimal dan belum bisa dijadikan “pegangan” sebagai pengganti penghasilan yang hilang, ada dana tunai yang besar (Uang Pertanggungan) yang pasti bisa bermanfaat dan menggantikan penghasilan yang hilang akibat resiko hidup yang terjadi.

Baca juga:  Asuransi=jangka pendek, Investasi=jangka panjang

Apakah Tidak Boleh Berinvestasi di Asuransi?

Ini bukan masalah boleh atau tidak.  Jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perbedaan Asuransi VS Investasi

Berikut adalah perbedaannya:

  • Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak
  • Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan
  • Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.
  • Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.
  • Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.
  • Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Baca juga:  Salahkan berinvestasi di asuransi?

Saran profesional saya adalah:  pilihlah PROTEKSI sebagai tujuan Anda berasuransi (utamanya jenis unitlink) untuk menggantikan penghasilan Anda yang hilang, jika resiko hidup (cacat tetap, sakit berat/sakit kritis, atau meninggal dunia) terjadi pada jangka pendek.

Jika dananya ada, belilah manfaat (Uang Pertanggungan) yang maksimal.  Ingat:  persiapkan dana tunai jumlah besar untuk resiko yang terjadi pada jangka pendek.

Saya terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai strategi siapkan proteksi maksimal dan terbaik untuk melindungi penghasilan Anda.

Hubungi Agen Asuransi Bersertifikasi:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

Atau isi form untuk permintaan ilustrasi, KLIK DISINI

 

 

 

250 juta atau 500 juta? (Tentang Memilih Ilustrasi Asuransi Unitlink)

 

Jika anda ditawari dua ilustrasi unit-link dengan kondisi seperti di bawah ini, mana yang akan anda pilih?

Tabel Ilustrasi A dan BCatatan:

  1. UP jiwa (warisan) adalah manfaat yg diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia sd usia 100 tahun.
  2. CI100 (Critical Illness 100) adalah proteksi dari 100 kondisi kritis sejak tahap awal penyakit hingga usia 100 tahun. 
  3. ADDB (Accident Death and Disability Benefit) adalah proteksi cacat tetap atau meninggal dunia karena kecelakaan sd usia 65 tahun. 
  4. TPD (Total Permanent Disability) adalah proteksi cacat tetap total, baik karena sakit ataupun kecelakaan, sd usia 65 tahun. 
  5. Payor Benefit adalah pembebasan premi jika pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis sd usia 65 tahun. 

Di antara dua alternatif, ilustrasi A dan ilustrasi B, mana yang anda pilih?

Untuk membantu anda menentukan pilihan, saya akan pandu dengan dua pertanyaan:

  1. Jika anda mengalami suatu musibah, berapakah anda ingin dibantu: 250 juta atau 500 juta?
  2. Jika anda ingin memberikan warisan kepada anak-anak anda, berapa yang ingin anda wariskan: 250 juta atau 500 juta?

Jika dua pertanyaan itu diajukan kepada saya, jelas saya akan pilih mendapat bantuan 500 juta daripada 250 juta, dan memberikan warisan 500 juta ketimbang 250 juta.

Bagaimana dengan anda?

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan investasinya? Ilustrasi A lebih besar nilai investasinya daripada ilustrasi B. Ilustrasi A nilai investasinya terus berkembang meskipun setop bayar setelah 10 tahun, sedangkan ilustrasi B nilai investasinya habis meskipun bayar terus.

Betul, tapi saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

  1. Nilai investasi tidak dijamin, sedangkan saya butuh proteksi yang dijamin. Belum tentu ada nilai 31 juta di 5 tahun mendatang, belum tentu ada uang 889 juta di 40 tahun mendatang. Sedangkan nilai 500 juta adalah dijamin.
  2. Investasi butuh waktu, sedangkan yang namanya risiko bisa datang kapan saja. Bisa dilihat di tabel di atas, nilai 31 juta baru diperoleh setelah 5 tahun, dan nilai 889 juta baru diperoleh setelah 40 tahun, itu pun jika asumsi investasinya terpenuhi. Sedangkan nilai uang 500 juta, tidak perlu waktu lama, segera siaga begitu polis disetujui. Khusus manfaat penyakit kritis, ada masa tunggu 90 hari dari tanggal polis disetujui, tapi ini pun bukan waktu yang lama.
  3. Asuransi itu proteksi (perlindungan kekayaan), bukan investasi (pengembangan kekayaan). Meskipun produk ini berjenis unit-link yang ada investasinya, tetap saja tujuannya asuransi. Jadi saya pilih maksimalkan manfaat asuransinya. Jika saya ingin investasi, saya akan melakukannya di instrumen lain yang murni untuk investasi, bukan melalui produk asuransi.

Mungkin ada yang khawatir dengan polis lapse karena di ilustrasi B nilai investasinya akan habis selewat tahun ke-30, meskipun premi bayar terus. Bagaimana kalau itu terjadi?

Saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

  1. Waktu 30 tahun lagi itu masih lama, padahal saya butuh proteksi sebesar mungkin sejak sekarang dengan kemampuan yang ada saat ini.
  2. Asuransi itu biaya. Kalaupun preminya hangus, saya tak keberatan.
  3. Seiring waktu, penghasilan saya pun mestinya telah meningkat. Jadi saya tak akan kesulitan melakukan top up supaya polis tetap berlanjut.
  4. Seiring waktu, kebutuhan proteksi saya pun pasti telah bertambah, bukan lagi 500 juta. Mungkin dalam 5 atau 10 tahun kemudian, saya butuh menambah nilai proteksi polis.
  5. Nilai investasi habis bisa dicegah dengan melakukan top up tunggal, atau dibiarkan saja pun tak apa-apa. Sepanjang saya membayar biaya asuransinya (tabarru), saya tetap mendapatkan proteksi.

Demikian.

Semakin Banyak Membantu, Semakin Banyak Dibantu

Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi orang yang memilih ilustrasi B akan mendapat bantuan 500 juta seandainya mengalami penyakit kritis, kecelakaan, atau cacat total, dan ahli warisnya akan memperoleh 500 juta seandainya dia dipanggil Tuhan. Sedangkan orang yang memilih ilustrasi A, bantuan yang diterimanya dan warisan yang diberikannya lebih kecil yaitu 250 juta.

Mengapa orang yang memilih ilustrasi B bisa mendapat bantuan yang lebih besar? Jawabannya tidak lain karena dia pun membantu lebih besar.

Asuransi dibangun dengan prinsip saling membantu di antara sesama peserta. Orang yang membantu lebih besar untuk para peserta lainnya, dia berhak memperoleh bantuan yang lebih besar pula.

Perhatikan tabel berikut:

Tabel iuran tabarru per bulan

Ilustrasi A dengan total manfaat > 1 miliar, total iuran tabarru-nya adalah 158.903 per bulan di tahun pertama kepesertaan. Sedangkan ilustrasi B dengan total manfaat > 2 miliar, total iuran tabarru-nya 297.820 per bulan. Tabarru adalah derma atau sedekah yang diberikan oleh peserta untuk membantu para peserta lain yang mengalami suatu musibah yang ditanggung. Iuran tabarru tiap peserta ini dikumpulkan dalam satu rekening dana bersama, di mana dari rekening dana bersama inilah uang klaim asuransi akan dicairkan untuk diberikan kepada siapa yang membutuhkan.

Iuran tabarru dipotong dari premi. Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi dana yang dialokasikan untuk tabarru (sedekah) pada ilustrasi B lebih besar dibanding pada ilustrasi A. Itulah makanya UP atau bantuan yang akan diterima pemilik ilustrasi B pun lebih besar.

Dengan kata lain, semakin besar kita membantu orang lain, semakin besar pula kita akan mendapat bantuan.

Selisih premi dikurang tabarru digunakan untuk biaya lain dan sisanya masuk ke investasi. Ilustrasi A, karena alokasi untuk sedekahnya lebih kecil, maka nilai investasinya jadi lebih besar. Nilai investasi ini adalah murni uang milik sendiri, itulah sebabnya untuk mencapai jumlah yang besar butuh waktu yang lama. Sedangkan dana yang diikhlaskan sebagai sedekah (tabarru), dalam waktu singkat segera berubah menjadi uang yang besar, karena digabung dengan iuran tabarru dari para peserta lain.

Asuransi adalah tentang meringankan beban sesama manusia. Setiap orang yang meringankan beban sesamanya, maka bebannya pun akan diringankan. Semakin besar dia meringankan beban orang lain, semakin besar pula keringanan yang akan dia terima.

Betapa mulianya cara kerja dan prinsip asuransi, saya pun teringat sebuah ayat dalam kitab suci yang menyatakan bahwa harta yang disedekahkan itu akan dibalas hingga 700 kali lipat bahkan lebih (al-Baqarah [2]: 261).

Sekarang, jika anda punya uang 1 juta dan diberikan kesempatan untuk menyumbang 200 ribu atau 400 ribu, berapakah yang akan anda sumbangkan?

 

SUMBER

Cara Membandingkan Produk Asuransi UNITLINK

 

Ketika anda tengah mencari asuransi, mungkin anda membutuhkan perbandingan antara satu produk asuransi dengan produk lainnya dari perusahaan yang berbeda, sebelum memutuskan mau memilih yang mana.

Artikel ini memberikan panduan mengenai cara membandingkan produk asuransi jenis unit-link. Secara umum, perbandingan produk unit-link dapat dilakukan dengan melihat 4 aspek, yaitu besaran premi dan manfaat, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis, dan fitur manfaat asuransi secara detail.

  1. Besaran Premi dan Manfaat Asuransi

Berapa premi dan berapa manfaat asuransinya, inilah hal pertama yang paling mudah dilihat ketika membandingkan ilustrasi produk unit-link. Misalnya, dengan premi 1 juta per bulan, manfaatnya apa saja, UP atau uang pertanggungan jiwanya berapa, UP kecelakaan berapa, UP cacat tetap total berapa, UP sakit kritis berapa, rawat inap rumah sakit plan kamar berapa, ada manfaat bebas premi atau tidak, dan sebagainya.

Dalam membandingkan beberapa produk, manfaat asuransinya harus sejenis supaya bisa dibandingkan. Jika di ilustrasi unit-link A ada manfaat UP jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, maka di ilustrasi unit-link B dan C dan D pun sama. Jika di unit-link A ditawarkan manfaat rumah sakit, maka di ilustrasi lain pun serupa. Jika di proposal A ada manfaat rawat inap, lalu anda membandingkan dengan proposal B yang tidak ada manfaat rawat inap, maka itu perbandingan yang tidak setara.

Tentunya setiap orang akan cenderung memilih produk yang memberikan manfaat asuransi lebih besar dengan premi yang sama, atau premi yang lebih rendah dengan manfaat yang sama.

Beberapa contoh ilustrasi premi dan manfaat unit-link :

  1. Proyeksi Nilai Investasi

Proyeksi nilai investasi perlu dilihat ketika anda membandingkan ilustrasi unit-link. Jika premi dan manfaat asuransinya sama, lihat juga berapa nilai investasinya. Dalam membandingkan nilai investasi, asumsi return investasi yang digunakan harus sama, misalnya sama-sama 5%, 10%, 15%, atau 18%.

Misalnya, anda mendapatkan ilustrasi dengan setoran premi sama-sama 1 juta per bulan, manfaat asuransi sama (contohnya: UP jiwa 500 juta, UP sakit kritis 500 juta, UP kecelakaan 500 juta, UP cacat tetap total 500 juta, dan ada pembebasan premi), maka bandingkan pula nilai investasinya dengan asumsi investasi yang sama. Pada tahun ke-5 nilai investasinya berapa, tahun ke-10 berapa, dan seterusnya. Tentunya jika manfaat asuransi sama, orang cenderung akan memilih yang nilai investasinya lebih besar.

Seringkali antara satu proposal dengan proposal lain tidak menggunakan asumsi yang sama, maka mintalah agen anda untuk membuatkan proposal lagi menggunakan asumsi yang anda inginkan, misalnya dengan mengganti jenis dana.

  1. Biaya-Biaya Polis

Premi dan manfaat serta proyeksi nilai investasi adalah perbandingan dari sisi permukaan. Lebih dalam lagi, anda juga disarankan memperhatikan biaya-biaya polis yang dikenakan. Biaya-biaya polis unit-link pada umumnya meliputi biaya akuisisi, biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah), biaya administrasi, biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up atau selisih harga jual-beli unit. Yang paling perlu diperhatikan adalah biaya akuisisi dan biaya asuransi. Biaya administrasi pun dapat dipertimbangkan, selebihnya perbedaannya tidak signifikan.

Biaya-biaya polis ini biasanya dicantumkan di proposal unit-link, tapi tidak semua unit-link menuliskannya secara lengkap. Untuk yang tidak lengkap ini, anda bisa menanyakannya kepada agen.

Proposal unit-link dari Allianz, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), termasuk yang tidak mencantumkan biaya-biaya polis secara lengkap. Jadi biar saya tuliskan di sini:

  1. Biaya akuisisi: Tahun 1: 75%, Tahun 2: 40%, Tahun 3: 15%, Tahun 4: 7,5%, Tahun 5: 7,5%, Tahun 6 dan seterusnya: 0%. Total: 145% dihitung dari premi dasar.
  2. Biaya asuransi (tabarru): Tergantung manfaat, besarnya UP, jenis kelamin, dan usia. Biaya asuransi tahun pertama dicantumkan di proposal halaman 1.
  3. Biaya administrasi: 26.500 per bulan.
  4. Biaya pengelolaan investasi: 2% per tahun (untuk equity fund)
  5. Selisih harga jual-beli unit (di tempat lain dapat disetarakan dengan biaya top up): 5%

Dengan bekal informasi ini, silakan anda cek di polis atau ilustrasi unit-link anda berapa biaya-biayanya. Tentunya semakin rendah struktur biaya, semakin menguntungkan bagi nasabah.

  1. Fitur Manfaat Asuransi secara Detail

Lebih ke dalam lagi, dan ini yang paling penting, adalah fitur dari manfaat asuransi yang diambil. Bagaimana pun, kita mencari asuransi untuk mendapatkan manfaat proteksi. Idealnya kita mendapatkan manfaat proteksi yang bagus dengan premi yang murah. Tapi ketersediaan produk di pasaran tidak selalu sesuai keinginan kita, dan tidak ada produk unit-link yang unggul atau terbaik dalam segala hal.

Mungkin saja di proposal A, UP-nya lebih besar dari proposal B, tapi untuk detail manfaatnya anda lebih setuju dengan proposal B. Mungkin sama-sama memberikan manfaat proteksi penyakit kritis, tapi fitur-fiturnya tentu ada perbedaan. Sama-sama manfaat rawat inap, rincian manfaatnya tentu berbeda. Bahkan sama-sama manfaat dasar pun bisa memiliki perbedaan yang signifikan. Ada manfaat dasar yang murni menanggung risiko meninggal dunia, ada manfaat dasar yang menanggung risiko meninggal dunia ATAU cacat tetap total.

Fitur manfaat secara detail ini tidak akan semuanya dicantumkan di proposal. Oleh karena itu, sebaiknya anda meminta lihat contoh polisnya. Tapi dari pengalaman saya beberapa kali memperlihatkan contoh polis kepada calon nasabah yang meminta, umumnya contoh polis tersebut didiamkan saja tanpa dibaca, atau dibaca tapi kurang dipahami. Jadi tetap lebih praktis jika anda menanyakannya secara langsung kepada agen melalui diskusi yang lebih mendalam.

Di bagian ini saya menyodorkan panduan dasar mengenai hal-hal yang dapat anda diskusikan dengan calon agen anda mengenai fitur manfaat asuransi yang lazim ditawarkan produk unit-link. Panduan ini meliputi manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, dan rider rawat inap.

Manfaat Dasar

Manfaat dasar unit-link biasanya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Masa perlindungan biasanya hingga seumur hidup (sampai usia 99 atau 100 tahun). Ini yang ada di unit-link pada umumnya.

Tapi ada juga unit-link yang manfaat dasarnya bukan hanya meninggal dunia, melainkan digabung dengan risiko cacat tetap total (CTT, TPD). Apa artinya? Jika tertanggung menderita cacat tetap total, maka polis berakhir walaupun tertanggung belum meninggal dunia. Dengan berakhirnya polis, maka berakhir pulalah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, dan bebas setor.

Ada pula unit-link yang masa perlindungan manfaat dasarnya tidak sampai usia 100 tahun, tapi sampai 75 atau 80 tahun.

Jangan lupa, bandingkan pula biaya asuransinya (tabarru) untuk usia dan UP yang sama. Misal: berapa biaya asuransi untuk UP 1 miliar, pria usia 30 tahun.

Rider Penyakit Kritis

Secara umum, rider penyakit kritis dibedakan menjadi rider yang menanggung penyakit kritis tahap akhir saja (advanced stage), dan rider yang menanggung penyakit kritis sejak tahap awal (early stage). Tentunya rider penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal akan lebih mahal biayanya dibanding rider penyakit kritis yang menanggung tahap akhir saja. Rider penyakit kritis juga dibedakan berdasarkan klaimnya, ada yang mengurangi UP dasar dan ada yang tidak mengurangi.

Lebih lengkap lagi, dalam membandingkan manfaat penyakit kritis antara satu produk dengan produk lain, ada beberapa aspek yang perlu dicermati, antara lain: jumlah kondisi atau penyakit yang ditanggung, masa berlaku proteksi, menanggung sejak tahap awal atau hanya tahap akhir, klaimnya mengurangi UP dasar atau tidak, ada syarat survival period (masa bertahan hidup) atau tidak, kalau ada berapa hari masa survival periodnya, dan biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz ada 3 jenis rider penyakit kritis, yaitu CI accerated, CI+, dan CI100. Perbedaannya bisa dilihat di tabel berikut. Semoga bisa menjadi bahan perbandingan dengan manfaat sejenis dari ilustrasi lain.

Aspek Perbandingan CI Accelerated CI+ CI100
Jumlah penyakit/ kondisi 49 penyakit kritis 49 penyakit kritis 100 kondisi penyakit kritis
Tahap penyakit/ kondisi Tahap lanjut (advanced) Tahap lanjut (advanced) Sejak tahap awal (early stage), menengah, lanjut, dan terparah.
Mengurangi/ tidak mengurangi UP dasar Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun 1 sd 64 tahun 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan Sd usia 85 tahun Sd usia 70 tahun Sd usia 100 tahun
Survival period Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Biaya asuransi Lebih murah Sedang Lebih mahal

Rider Kecelakaan (Personal Accident)

Secara umum, rider kecelakaan menanggung manfaat meninggal dunia atau cacat karena kecelakaan. Ada unit-link yang menambahkan pada rider ini manfaat santunan jika dirawat karena kecelakaan. Selebihnya tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya. Biaya asuransi pada rider kecelakaan bersifat tetap (flat), tidak dipengaruhi usia. Yang membedakan adalah kelas risiko pekerjaan.

Di Tapro Allianz, hanya tersedia satu rider kecelakaan, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit). Manfaatnya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan, dengan masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun.

Perbedaan kecil biasanya terdapat pada persentase cacat. Keterangan lengkap tentang ADDB Allianz termasuk persentase cacat, bisa dilihat di ADDB.

Rider Cacat Tetap Total (TPD)

Sebagian besar unit-link memiliki rider cacat tetap total atau TPD (Total Permanent Disability). Tapi ada juga yang tidak, dan menjadikan rider ini bagian dari manfaat dasar seperti dijelaskan di atas. Tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya.

Di Tapro Allianz, Rider TPD memberikan uang pertanggungan jika tertanggung mengalami cacat tetap total, baik karena sakit atau kecelakaan. Masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun. Pengertian cacat tetap total ialah kehilangan fungsi secara permanen pada dua anggota gerak dan penglihatan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi dari ketiganya. Rider ini juga memberikan perlindungan jika tertanggung mengalami kemandirian hidup, dengan kriteria tidak bisa melakukan 3 dari 5 aktivitas dasar sehari-hari. Klaim rider TPD ada yang mengurangi UP dasar, ada juga yang tidak mengurangi UP dasar.

Selengkapnya mengenai TPD, bisa dilihat di SINI.

Rider Bebas Premi

Rider bebas premi, sesuai namanya, memberikan manfaat dibayarkannya premi oleh perusahaan asuransi jika pemegang polis mengalami suatu risiko yang ditanggung.

Variasi dalam rider ini antara lain: jenis risiko yang menjadikan bebas setor premi, masa perlindungan, dan tentunya biaya asuransi.

Bicara jenis risiko yang menjadikan bebas premi, pada umumnya menanggung risiko penyakit kritis atau cacat tetap total. Tapi ada juga yang menanggung bebas premi karena risiko penyakit kritis saja, tanpa cacat tetap total, karena kalau cacat tetap total polis berakhir.

Jika pemegang polis berbeda dengan tertanggung, manfaat bebas premi juga bisa ditambahkan dengan risiko meninggal dunia. Misalnya jika tertanggung anak, pemegang polis ayah, maka bisa ditambahkan rider bebas premi dari risiko si ayah meninggal dunia.

Rider ini juga bisa ditambahkan untuk pasangan pemegang polis (Spouse Payor).

Di Tapro Allianz, rider bebas premi karena sakit kritis atau cacat tetap total disebut Payor Benefit, berlaku sampai pemegang polis berusia 65 tahun. Kemudian rider bebas premi karena meninggal dunia disebut Payor Protection, masa berlaku sd pemegang polis seolah-olah berusia 65 tahun. Selengkapnya bisa dibaca di SINI.

Rider Rawat Inap

Rider rawat inap secara umum ada dua jenis, yaitu yang klaimnya bersifat cashless dan bersifat reimburse. Rider rawat inap cashless disebut juga asuransi kesehatan, sedangkan yang reimburse biasanya berupa santunan harian.

Untuk rider rawat inap cashless, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membandingkan produk, antara lain: apakah klaimnya sesuai tagihan atau ada plafonnya tiap manfaat, berapa limit tahunan, rincian manfaatnya apa saja, manfaat tambahannya apa saja (kemoterapi, cuci darah, dll), dan berapa biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz, rider rawat inap cashless disebut HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Fitur standar menyediakan fasilitas kartu cashless, ada plafon tiap manfaat (inner limit), tidak ada limit tahunan, dan menyediakan tambahan manfaat untuk kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selengkapnya mengenai produk dan pilihan produk asuransi kesehatan lainnya, bisa dilihat di artikel “Asuransi Kesehatan dari Allianz, Apa Saja?.

Mengenal UNITLINK dan perbedaannya dengan Asuransi Tradisional

 

Pengertian Unit-link

Secara sederhana, unit-link adalah asuransi jiwa yang ditautkan (linked) dengan investasi. Asuransi jiwanya berbentuk YRT (Yearly Renewable Term, asuransi jiwa berjangka tahunan yang memiliki garansi perpanjangan), sedangkan investasinya berbentuk reksadana (kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi).

Manfaat asuransi unit-link terdiri dari manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). Manfaat dasarnya memberikan sejumlah uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam masa perlindungan, biasanya hingga seumur hidup (usia 99-100 tahun). Ridernya bermacam-macam, antara lain meliputi perlindungan dari cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan, cacat sebagian hingga cacat total), penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi.

Investasi unit-link disalurkan ke dalam instrumen investasi berbentuk reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi. Dana pada reksadana dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko dan potensi keuntungannya.

Definisi unit-link dalam gambar.

Perbedaan Unit-link dengan Asuransi Tradisional

Produk asuransi tradisional ada tiga jenis. Term-life, whole-life, dan endowment. Term-life adalah asuransi jiwa berjangka tanpa nilai tunai. Whole-life adalah asuransi jiwa seumur hidup dengan nilai tunai yang tidak terlalu besar. Endowment adalah asuransi jiwa berjangka dengan titik tekan pada nilai tunai. Untuk uang pertanggungan yang sama, premi term-life lebih murah daripada whole-life, dan premi whole-life lebih murah daripada endowment.

Seperti halnya unit-link, asuransi tradisional juga menyediakan manfaat dasar dan sejumlah manfaat tambahan (rider). Hanya saja, dalam dekade terakhir ini asuransi tradisional kurang mendapat perhatian karena hampir semua perusahaan asuransi fokus pada pengembangan unit-link.

Term-life vs Unit-link

Term-life adalah asuransi jiwa berjangka, ada yang tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 20 tahunan, atau sesuai kebijakan perusahaan asuransi. Ciri pokok term-life adalah tanpa nilai tunai alias premi hangus. Ciri lainnya, masa perlindungan sama dengan masa pembayaran. Bayar 1 tahun, perlindungan 1 tahun. Bayar 10 tahun, perlindungan 10 tahun. Ada klaim dapat uang pertanggungan, tidak ada klaim premi hangus.

Term-life yang berjangka tahunan merupakan bentuk paling dasar dari asuransi jiwa. Nasabah membayar premi untuk masa perlindungan selama satu tahun, dan tahun berikutnya premi naik jika polis diperpanjang. Term-life tahunan ada yang mensyaratkan seleksi kesehatan saat perpanjangan, ada juga yang memiliki fitur garansi perpanjangan (YRT: Yearly Renewable Term). Saat ini skema semacam term-life tahunan banyak digunakan di asuransi umum (asuransi rumah, mobil), asuransi kesehatan murni, asuransi kumpulan/karyawan, dan unit-link.

Kok unit-link? Ya, betul, tidak salah lagi. Seperti disebutkan di awal, unsur asuransi jiwa pada unit-link berbentuk YRT. Premi yang disetorkan secara berkala digunakan untuk membayar biaya-biaya, salah satunya biaya asuransi (cost of insurance atau COI, atau tabarru dalam asuransi syariah). Biaya asuransi adalah biaya yang dikenakan untuk setiap manfaat dasar maupun rider yang diambil. Premi bersifat tetap (flat), sedangkan biaya asuransi naik setiap tahun seiring usia. Selisih dari premi dikurang biaya-biaya sama dengan nilai investasi.

Untuk membuktikan bahwa unit-link itu sama dengan YRT, caranya mudah saja. Jika anda punya unit-link yang sudah berjalan di atas 5 tahun, cobalah tarik hampir seluruh nilai investasi yang ada, sisakan sedikit sebesar biaya asuransi + administrasi yang dikenakan pada bulan itu. Bulan-bulan berikutnya, anda hanya perlu menyetor sebesar biaya asuransi + administrasi. Maka secara prinsip, unit-link tsb telah berubah menjadi YRT. Selama anda membayar biaya asuransi + administrasi, unit-link anda akan tetap berlaku sampai seumur hidup. Jika anda menghentikan pembayaran, polis berakhir dan biaya asuransi + administrasi tadi hangus.

Jadi, unit-link adalah YRT + reksadana. Bedanya, YRT pada unit-link memberikan perlindungan hingga seumur hidup (usia 100 tahun), YRT pada asuransi term-life dibatasi sampai usia tertentu (maksimal sampai usia 70 tahun).

 

Term-life yang bukan tahunan merupakan pengembangan lebih lanjut dari term-life tahunan. Sekarang ini, kebanyakan produk term-life ditawarkan dengan tenor yang lebih panjang, 10, 15, atau 20 tahun. Premi flat selama masa kontrak, dan akan naik beberapa kali lipat jika diperpanjang.

Secara umum premi term-life lebih murah daripada unit-link. Tentu wajar, karena term-life tidak mengandung nilai tunai sedangkan unit-link mengandung nilai tunai. Tapi dengan suatu cara tertentu, unit-link bisa dibuat lebih murah daripada term-life. Caranya dengan menambahkan rider Term-life ke dalam unit-link. Silakan simak tabel premi berikut:

Contoh premi unit-link untuk mendapatkan UP jiwa 1 miliar.

Tabel di atas menunjukkan premi bulanan dari suatu produk unit-link untuk mendapatkan manfaat uang pertanggungan sebesar 1 miliar rupiah. Contoh untuk usia 40 tahun, preminya 520 ribu per bulan atau 6,2 juta per tahun. Saya telah mengecek beberapa produk term-life di beberapa perusahaan asuransi, preminya tak jauh beda, bahkan kebanyakan lebih mahal. Apakah anda menemukan yang lebih murah?

Tabel di atas hanya bicara manfaat meninggal. Jika ditambah manfaat lain seperti proteksi kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, tidak akan mudah mencari pembandingnya yang sepadan pada skema term-life, disebabkan ketersediaan produk yang sangat terbatas serta beragamnya perbedaan tiap rider. Misalnya, rider penyakit kritis di tiap perusahaan asuransi memiliki perbedaan fitur yang variatif, dilihat dari jumlah penyakit yang ditanggung, kriteria tiap penyakit, tahap awal atau tahap lanjut, ada syarat survival period atau tidak, masa perlindungan, dan sebagainya.

Baca juga:

Term-Life dalam Unit-Link, Lebih Murah dan Fleksibel

Whole-life vs Unit-link

Whole-life, sesuai namanya, adalah asuransi jiwa dengan jangka perlindungan seumur hidup (usia 100 tahun). Masa pembayaran preminya bisa diatur sesuai kesepakatan, ada yang 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, bahkan ada yang sekali bayar. Semakin singkat masa pembayaran, preminya semakin mahal, tapi secara keseluruhan lebih murah (mirip cicilan rumah). Whole-life memiliki nilai tunai yang dijamin, dan ada nilai tunai tambahan yang tidak dijamin (hasil pengembangan investasi). Nilai tunai pada whole-life tidaklah terlalu besar, karena tujuan utamanya tetap untuk mendapatkan proteksi. Asuransi jenis whole-life biasanya digunakan oleh orang yang sudah berumur (katakanlah 40 tahun ke atas) untuk mempersiapkan warisan, karena kepastian yang diberikannya.

Banyak yang menyangka unsur asuransi jiwa pada unit-link adalah whole-life. Bukan. Seperti disebutkan di atas, unsur asuransi jiwa pada unit-link lebih tepat disebut YRT atau term-life tahunan.

Jika dilihat dari masa perlindungan jiwanya, memang unit-link dan whole-life sama-sama menyediakan proteksi hingga seumur hidup (usia 100 tahun). Tapi ada satu perbedaan besar. Pada whole-life, nasabah membayar premi sesuai masa perjanjian (misalnya 10 tahun), setelah itu tidak bayar lagi, dan perlindungan dijamin selama seumur hidup.

Pada unit-link, nasabah membayar premi sesuai rencana (misalnya 10 tahun), setelah itu boleh cuti premi, dan perlindungan akan tetap berlaku selama nilai investasi cukup untuk membayar biaya asuransi + administrasi. Jika nilai investasi habis, polis berakhir, tapi nasabah bisa tetap mendapatkan perlindungan selama dia membayar biaya asuransi + administrasi. Biaya asuransi + administrasi ini dikenakan hingga seumur hidup, dan inilah yang disebut YRT.

Secara umum, premi unit-link sedikit lebih murah daripada premi whole-life. Hal ini karena pada whole-life, perusahaan asuransi harus menjamin manfaat polis tetap berlaku setelah masa pembayaran premi berakhir. Sedangkan pada unit-link, manfaat polis tergantung pada ketersediaan nilai investasi yang sifatnya tidak dijamin, atau tergantung pada kesediaan nasabah untuk tetap membayar biaya asuransi + administrasi.

Endowment vs Unit-link

Endowment atau dwiguna adalah asuransi jiwa + tabungan dengan titik tekan pada unsur tabungannya, sedangkan asuransi jiwanya tidaklah besar. Endowment biasanya digunakan untuk keperluan mempersiapkan dana pendidikan anak dan dana pensiun. Sekarang, seiring munculnya unit-link, endowment semakin jarang ditawarkan.

Menurut saya, endowment merupakan produk yang setengah-setengah. Dari segi proteksi, uang pertanggungannya sangat kecil dibandingkan term-life, whole-life, ataupun unit-link. Dari segi tabungan, jumlahnya pun masih lebih kecil dibandingkan tabungan pendidikan atau deposito di bank, dan tentunya kalah agresif dibandingkan unit-link.

Kelebihan endowment dibanding unit-link hanyalah bahwa nilai tabungannya bersifat dijamin. Tapi karena dijamin, jumlahnya tidak besar. Sedangkan dari segi proteksi, endowment kalah jauh sekali.

 

 

Mengenal Unit-link dari Allianz: Tapro

Unit-link dari Allianz secara populer disebut Tapro (Tabungan + Proteksi). Kelihatannya istilah tabungan digunakan lebih karena alasan praktis. Arti yang sebenarnya adalah investasi. Perbedaan antara tabungan dan investasi: tabungan itu dijamin, investasi tidak dijamin; keuntungan tabungan tidak besar, keuntungan investasi bisa sangat besar tapi juga ada kemungkinan rugi.

Tapro ada dua jenis, syariah dan konvensional. Tapro syariah nama produknya Allisya Protection Plus, Tapro konvensional nama produknya Smartlink Flexi Account Plus.

Tapro memberikan manfaat asuransi dasar berupa proteksi meninggal dunia hingga seumur hidup (usia 100 tahun). Sedangkan manfaat asuransi tambahan atau ridernya terdiri dari:

  1. ADDB (Accident Death and Diability Benefit): Proteksi meninggal atau cacat karena kecelakaan.
  2. TPD (Total Permanent Disability): Proteksi cacat tetap total.
  3. CI+ (Critical Illness Plus), CIA (Critical Illness Accelerated), atau CI100 (Critical Illness 100): Proteksi penyakit kritis.
  4. HSC+ (Hospital and Surgical Care +): Rawat inap dengan sistem cashless.
  5. Flexicare Family: Santunan rawat inap dan pembedahan dengan sistem reimburse.
  6. Payor Benefit: Pembebasan premi berkala jika pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis.
  7. Payor Protection: Pembebasan premi berkala jika pemegang polis meninggal dunia.
  8. Spouse Payor Benefit: Pembebasan premi berkala jika pasangan pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis.
  9. Spouse Payor Protection: Pembebasan premi berkala jika pasangan pemegang polis (istri/suami) meninggal dunia.
  10. Term-life: Tambahan manfaat meninggal dunia.

Tapro juga memberikan manfaat investasi yang bisa ditarik jika ada keperluan. Investasi Tapro disalurkan pada instrumen reksadana yang bisa dipilih oleh nasabah, antara lain fix income fund (reksadana pendapatan tetap), balanced fund (reksadana campuran), dan equity fund (reksadana saham). Dana unit-link Tapro dikelola oleh manajer investasi dari Allianz sendiri, tidak diserahkan ke luar.

Selengkapnya tentang Tapro, khususnya yang syariah, bisa dibaca di Allisya Protection Plus.

Kesimpulan

Unit-link memiliki manfaat asuransi dan juga manfaat investasi. Tentang manfaat investasi pada unit-link (termasuk Tapro), saya selalu menyebutnya sebagai bonus, bukan tujuan utama. Jika anda mencari keuntungan dari investasi, tempatnya bukan unit-link. Tapi jika anda mencari asuransi, unit-link sangat layak dipertimbangkan karena manfaat asuransinya memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki asuransi tradisional.

 

 

SUMBER

Mengetahui kebutuhan Uang Pertanggungan untuk polis Anda

1a man thinking

 

Jika anda memiliki penghasilan 5 juta per bulan, berarti nilai ekonomis diri anda adalah 5 juta per bulan. Selama anda hidup dan bekerja, uang 5 juta rupiah tiap bulan akan bisa anda bawa pulang ke rumah.

Tapi bagaimana jika anda tidak ada, masihkah keluarga anda memperoleh uang 5 juta per bulan?

Jawabannya ada empat kemungkinan:

  1. Tidak, jika anda tidak punya asuransi jiwa.
  2. Tidak, jika anda punya asuransi jiwa tapi uang pertanggungannya tidak memadai.
  3. Ya, jika anda punya asuransi jiwa dan uang pertanggungannya memadai.
  4. Ya, jika anda punya aset yang sangat banyak sekali.

Mari kita singkirkan kemungkinan keempat, karena kalau anda punya aset yang bejibun, mestinya penghasilan bulanan anda lebih dari 5 juta.

Tinggal tiga kemungkinan. Dan melihat kemungkinan kedua, tampak bahwa punya asuransi jiwa saja belum tentu cukup. Lihat dulu UP-nya, mampukah dia menggantikan uang yang rutin anda serahkan kepada keluarga anda.

Berapa itu?

Sederhananya, UP anda harus menghasilkan “bunga” atau “retur” sebesar penghasilan anda jika uang tsb disimpan saja di suatu instrumen investasi yang tergolong aman (misalnya deposito, reksadana pendapatan tetap, dan obligasi atau sukuk pemerintah).

Jadi, berapa itu?

Deposito, RDPT, dan Obligasi/Sukuk

Jika keluarga anda tidak tahu cara menyimpan uang selain di bank, di mana deposito adalah instrumen yang paling besar bunganya, yaitu sekitar 6% setahun untuk saat ini, maka perhitungannya seperti ini: 5 juta x 12 (disetahunkan) sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,06 (6%), sama dengan 1 miliar.

Jadi UP jiwa yang setara dengan nilai ekonomi diri anda adalah 1 miliar.

Jika keluarga anda tahu cara berinvestasi melalui RDPT (Reksa Dana Pendapatan Tetap), yang saat ini bisa memberikan retur sekitar 8% setahun, maka cara menghitungnya seperti ini: 5 juta x 12, sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,08, sama dengan 750 juta.

Jadi, anda boleh mengambil UP jiwa sebesar 750 juta, dengan catatan keluarga anda sudah paham apa itu reksadana.

Jika keluarga anda tahu cara berinvestasi melalui obligasi atau sukuk ritel keluaran pemerintah (ORI atau SUKRI), yang saat ini bisa memberikan bunga sekitar 10% setahun, maka cara menentukan UP jiwa anda adalah begini: 5 juta x 12, sama dengan 60 juta. 60 juta dibagi 0,1, sama dengan 600 juta.

Jadi, UP jiwa anda bisa juga hanya sebesar 600 juta, dengan catatan: pesankan kepada keluarga anda bahwa jika anda meninggal dunia, uang 600 juta itu agar dibelikan obligasi atau sukuk.

Deposito dan RDPT bisa dibeli setiap saat, tapi ORI (Obligasi Republik Indonesia) dan SUKRI (Sukuk Ritel) hanya bisa dibeli pada waktu-waktu tertentu saat ada penawaran dari pemerintah.

Beberapa Penyesuaian

Cara penghitungan ini belum menyertakan beberapa faktor:

  1. Utang
  2. Inflasi
  3. Naiknya penghasilan anda seiring meningkatnya karir
  4. Bertambahnya aset anda seiring tumbuhnya investasi anda
  5. Turunnya biaya hidup karena berkurangnya satu anggota keluarga, yaitu anda.
  6. Turunnya biaya hidup karena keluarnya anggota keluarga, misalnya anak telah menikah.

Untuk menyesuaikan UP dengan utang, tambahkan UP jiwa anda sebesar utang anda. Jika anda punya utang KPR 200 juta, maka UP 1 miliar tambah 200 juta, jadi 1,2 miliar.

Untuk menyesuaikan UP dengan inflasi, ada dua cara: Pertama, lebihkan UP jiwa anda dari yang seharusnya, mungkin sekitar 10 atau 20%. Kedua, tinjau kembali UP jiwa anda setiap lima atau sepuluh tahun.

Untuk menyesuaikan UP dengan naiknya penghasilan anda, ada dua cara juga, sama dengan cara di atas.

Untuk menyesuaikan UP dengan bertambahnya aset anda, tinjau kembali UP jiwa anda setelah 5, 10, 15, atau 20 tahun. Jika aset anda bertambah, UP tidak perlu ditambah. Jika aset anda bertambah signifikan, bisa jadi UP perlu dikurangi. Jika aset anda tetap, lihat faktor lainnya.

Untuk menyesuaikan UP dengan berkurangnya satu anggota keluarga, maka tidak perlu melakukan apa-apa, karena meski anggota keluarga berkurang, biaya hidup biasanya naik. Demikian juga jika anak anda telah menikah.

Apa Produknya?

Lalu di mana anda bisa mendapatkan produk asuransi jiwa dengan UP sebesar itu, sekaligus preminya terjangkau?

Anda bisa membeli term life dengan tenor 5 atau 10 tahunan.

Anda juga bisa mendapatkannya melalui produk unit link Tapro Allisya. Jika umur anda 30 tahun, UP jiwa 1 M bisa anda peroleh dengan premi 355 ribu per bulan. Penjelasannya DISINI.

***

 

Sumber: myallisya.com
Gambar: dreamstime.com