Tag Archive | agen asuransi depok

Harta Mendiang Suami Sepenuhnya Menjadi Hak Istri Dan Anak? Ternyata TIDAK!

 

Kisah Tentang JENG KELIN, JENG NGATIN, JENG NGATMAN DAN JENG KATNO

Karena pekerjaannya, istri saya “terpaksa” harus bergaul dengan kalangan wanita sosialita di kota Bogor.  Siapa mereka?  Mereka yang tiap hari di Sosial Medianya nampak berganti restoran atau cafe, dengan dress code yang berbeda… Bisa arisan, atau sekedar chit-chat saja saling pamer cangkir atau gorden di rumah yang dibeli dengan harga jutaan.  Ngupi-ngupi cantik, foto-foto lalu upload.

Dari situlah muncul istilah BPJS.  Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita.  Beberapa dari mereka kelihatannya super glamor, tapi keropos.   Hidup sepenuhnya dari gaji suami yang berangkat pagi, pulang pagi lagi.

Sinyalemen di atas terkonfirmasi dengan cerita kemarin sore.

“Eh, jeng Kelin kasian ya, sejak suaminya “nggak ada” enam bulan lalu, jadi jarang ikutan ngumpul. Aku denger, rumah sama tanah di Ciampea “diparebutin” sama mertua dan adik-adik suaminya.  Stress dia, kesian” kata Jeng Ngatin ngomongin salah satu teman di komunitas itu juga.

“Iya, padahal suaminya dulu pejabat ya. Duitnya banyak.  Inget dulu dia cerita beli cangkir set harga Rp 4 juta di GI (maksudnya Grand Indonesia, bukan Gardu Induk). Eh, tapi Jeng Ngatman lebih kasihan loh. Suaminya diem-diem kawin lagi!  Nggak ngomong dia lagi.  Ketahuannya pas suaminya ninggalin hape. Dia kepo, ngoprek hape suami, ketahuan dah. Anak madunya udah dua. Padahal suami Jeng Ngatman keliatannya alim banget.  Kemana-mana pake peci” Jeng Katno menimpali. Membuat obrolan makin seru.

Mendengar glenak-glenik itu, istri saya corat-coret di kertas.

“Jeng semua, perkawinan kita itu, diatur dalam UU no 1 tahun 1974 lho. Di situ diatur soal Dasar Perkawinan, Harta dalam Perkawinan sampai ke Status Anak” kata istri saya santai.

 

“Hubungannya sama Jeng Kelin dan Jeng Ngatno, apa Jeng???” Jeng Ngatman penasaran.

“Satu-satu ya. Kaitan sama Jeng Ngatman. Selain agama, UU itu juga “membuka peluang” lelaki menikah lebih dari satu kali lho. Baca saja pasal 3 ayat (2)” tutur istri saya.

Jeng Ngatin sampai tersedak es jeruk yang diminumnya ketika mendengar itu, nyeletuk “Ah, ciyus nih Jeng?”.

“Ya Serius bu. Mosok saya bercanda pakai Undang-Undang. Nanti itu kaitannya sama Harta dan Anak, Jeng. Bab VII mengatur soal harta dalam perkawinan. Harta yang dimiliki dalam perkawinan, sebagai Harta Bersama, adalah Harta milik berdua” Jelas istri saya.

Jeng Ngatin kelihatan lega dengarnya, disedotnya dengan kuat sisa es jeruk di gelasnya.

“Tapi ….” Lanjut istri saya,  “Harta Bersama yang tadinya dimiliki bersama, ketika suami meninggal dunia, tak lalu serta merta menjadi Harta milik istri dan anak-anak. Sebenarnya temasuk kewajiban (hutang, pajak dll)”.

“Lho, kok bisa Jeng? Aneh!”,protes Jeng Ngatman.

“Karena pada saat suami meninggal dunia, Harta Bersama itu beralih menjadi Harta Waris yang Status Quo, sampai dia dibagikan sesuai Hukum Waris. UU Perkawinan tidak mengatur proses pembagian dan jumlah Harta Warisan. Hukum Waris yang mengatur.

Maka jangan heran, dalam kasus Jeng Kelin (dan biasa terjadi pada perkawinan yang melibatkan Harta Bersama serta Harta Waris yang jumlahnya besar) terjadi sengketa Waris. Menurut Hukum Waris Islam, memang mertua punya hak juga atas harta warisan dari suami Jeng Kelin”.

Jeng Ngatin dan Jeng Katno kelihatan berubah paras mukanya.  Rada pucat jamur kuping gitu.

“Tapi jeng, ada solusinya….” kata istri saya mencoba menenangkan. “Nanti malam, minta suami belikan Asuransi, dengan Uang Pertanggungan yang cukup, dan Penerima Manfaat Warisnya adalah kita, istrinya.   Itu siasat paling jitu, untuk memastikan ketika suami meninggal, meninggalkan harta banyak, kita, istri-istri, masih tetap hidup layak, nggak ribet sama sengketa waris”.

“Oh, begitu ya Jeng” Jeng Ngatin nyeletuk.  “Padahal selama ini paling sebel kalau suami saya beli Produk Asuransi. Ngurang-ngurangi belanja saya beli tas” imbuhnya.

“Yaahh… Kecuali, kisah Jeng-jeng semua mau mirip sama Jeng Kelin yang bersengketa waris, atau Jeng Ngatman yang harus “berbagi waris” dengan anak dari madu suaminya, ya larang aja suaminya punya Asuransi” Kata istri saya sambil pamitan.  Meninggalkan mereka bengong, dan kasak-kusuk.

 

 

** Disarikan dari kisah nyata di dunia BPJS, mengandung unsur edukasi sekaligus jualan.

Bila alergi, ambil bedak anti gatal di rak obat.  Bila kepikiran berlanjut untuk diskusi tentang asuransi secara GRATIS, hubungi Agen Asuransi Berlisensi:  Estri Heni (SMS/WA:  0817 028 4743 atau isi form permintaan penawaran ilustrasi  klik DISINI).

** UU no 1 tahun 1974 bisa diunduh dengan mudah dari berbagai situs hukum di internet.

** Tokoh dalam cerita ini nyata, namun namanya disamarkan.

Kisah ini sudah mendapat ijin penulis aslinya untuk disalin ulang di blog ini.  (sumber)

Baca Juga Artikel terkait:

Istri Tidak Setuju Suami Beli Polis Asuransi

Suami Punya Polis Asuransi Jiwa Atau Tidak, Ini Bedanya

Hidup Tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi, Ini Bedanya

Premi 1 juta perbulan, UP 4 Miliar.  Klik disini

 

 

 

 

 

Iklan

Cari Asuransi Kesehatan? Beli Asuransi Kesehatan Lewat Agen Asuransi Berlisensi

Saat Anda mencari asuransi kesehatan, ada 14 hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan:

  1.  Jenis asuransi kesehatan.  Ada 2 jenis:  Asuransi kesehatan Murni dan asuransi kesehatan tambahan.
  2. Manfaat yang akan dibeli.  Pada Askes Tambahan umumnya hanya menyediakan manfaat rawat inap saja.  Sedangkan pada Asuransi Kesehatan Murni, selain manfaat utama Rawat Inap, juga tersedia manfaat rawat jalan, kehamilan, gigi, dll.  Sesuaikan kebutuhan Anda.  Perhatikan juga detil fasilitas manfaat rawat inapnya, apakah  itu semua sudah termasuk biaya kamar ICU, biaya perawatan dan biaya daignosa dokter karena biaya rawat inap adalah biaya yang paling besar.
  3. Pengecualian.  Tanyakan pada agen asuransi, hal-hal apa saja yang termasuk pengecualian.  Adakah penyakit tertentu dan kondisi tertentu yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.  Baca juga:  Pengecualian pada Asuransi Kesehatan Allianz
  4. Jaringan RS rekanan.  Bila suatu perusahaan asuransi memiliki jaringan RS yang banyak, bahkan mencakup RS di luar negeri, Anda bisa memilih Asuransi Kesehatan tersebut.  Baca juga:  Jaringan RS Rekanan Allianz
  5. Masa berlaku dan masa tunggu.  Penting mengetahui masa berlaku proteksi asuransi kesehatan yang Anda minati.  Apakah manfaatnya sudah bisa digunakan sejak pengajuan disetujui, atau harus menunggu beberapa hari baru bisa digunakan.  Adakah suatu kondisi penyakit yang memiliki masa tunggu.
  6. Usia masuk.  Usia masuk lebih muda maka premi akan lebih murah.
  7. Plan yang dipilih.  Banyak juga calon nasabah yang minta ilustrasi asuransi kesehatan dengan plan rawat inap terendah, agar preminya murah.  Allianz punya plan 100 di produk Asuransi Kesehatan “Allisya Care”.  Plan 100, artinya harga kamar perawatan = 100 ribu perhari.  Mungkin setara dengan kamar kelas 3 di RS tertentu.  Jika memang dana Anda tersedia, minimal pilihlah plan yang sedang, yaitu plan 500, artinya harga kamar perawatan = 500 ribu perhari, atau setara kamar kelas 1 di RS tertentu.
  8. Inflasi.  Kontrak asuransi kesehatan adalah 1 tahun.  Setelahnya, saat akan perpanjangan polis, Anda bisa mereview kembali polis Anda.  Apakah manfaat plan yang dipilih masih sesuai dengan kebutuhan proteksi Anda.
  9. Premi.  Usia masuk, jenis kelamin, plan yang dipilih, manfaat yang dibeli, mempengaruhi besarnya premi.  Semakin lengkap, maka premi akan semakin mahal.
  10. Cara bayar premi.  Ada beberapa cara bayar premi yang disediakan: tahunan (umumnya), semesteran, kuartalan, dan bulanan.
  11. Cara Klaim.  Manfaat rawat inap dan maternity umumnya klaim secara cashless (pakai kartu).  Manfaat lainnya klaim secara reimburse.
  12. Koordinasi manfaat (bukan dobel klaim).  Kebanyakan asuransi kesehatan sekarang sudah bisa koordinasi manfaat dengan perusahaan asuransi lain.
  13. Sesuaikan dengan budget Anda.  Pertimbangkan proteksi terbaik sesuai kebutuhan Anda dan kemampuan finansial Anda.
  14. Hubungi agen asuransi berlisensi.  Baca juga:  Cara memilih agen asuransi

Saat Anda membandingkan dengan asuransi kesehatan lainnya, silahkan dibandingkan detil manfaat/fasilitasnya apa saja, dan berapa limitnya (untuk askes yang ada limit).

 

 

Hati-hati dengan penawaran yang datang pada Anda melalui telepon (telemarketing asuransi).

Dibandingkan dengan Agen Asuransi Berlisensi, ternyata cara penawaran asuransi kesehatan melalui telemarketing ini memiliki beberapa kekurangan:

Pertama, Sales yang menawarkan hanya bertujuan untuk mendapat klosingan pada saat itu juga.  Seringkali terlalu bersemangat sehingga terkesan “ngotot” supaya nasabah segera “SETUJU” untuk buka polis SAAT ITU JUGA.  Sekarang ini, kalimat yang digunakan jadi lebih halus “apakah ibu bersedia kami bantu untuk dikirimkan dokumennya”.  Itu artinya, jika nasabah setuju, maka polis langsung aktif, dan akan ada debet rekening ataupun debet kartu kredit secara OTOMATIS yang ditagihkan ke nasabah.

Kedua, Sales yang menawarkan akan berbeda dengan sales yang kelak akan mendampingi proses klaim nasabah.  Nasabah hanya akan langsung berhubungan dengan Customer Care nya via telepon juga.

Ketiga, Tidak ada kedekatan emosional antara sales yang menawarkan dengan nasabah.  Nasabah tertentu bisa merasa “kurang adanya support” dari salesnya.  Bila ada hal kecil yang ingin ditanyakan, harus kontak Customer Care-nya yang juga berganti-ganti orangnya saat dihubungi.

Keempat, Nasabah tidak tau dan tidak kenal siapa salesnya, seperti apa “penampakannya”, hanya tau nama saat perkenalan via telepon saja.  Tidak juga ada blog pribadi  atau blog bisnis ataupun web resmi perusahaan yang disana bisa dilihat foto diri sales.  Walau tidak kenal secara pribadi, tapi kalau tau orangnya, tentu “feel”nya akan berbeda toh?  Lebih nyaman, pastinya.  Berbeda jika Anda sampai di blog saya http://ProteksiKita.com, ada foto diri saya, ada foto lisensi keagenan aktif saya, ada data kontak pribadi juga.

Kelima, Menggunakan bahasa verbal yang hanya bisa mudah dipahami oleh orang yang memiliki kemampuan menyimak yang sangat baik.  Pada orang yang kemampuan visualnya jauh lebih baik, masih harus dibantu dengan menulis ulang manfaat yang disampaikan sales.

Keenam, Menawarkan produk secara tergesa-gesa, sehingga bisa ada informasi yang terlewat ataupun kurang detil menyampaikan manfaat produk.

Ketujuh, Menggunakan bahasa “per-asuransi-an” yang terdengar kurang familiar dan agak sulit dimengerti bagi nasabah yang baru kenal “asuransi”, apalagi via telepon yang hanya mengandalkan indera pendengar saja.  Padahal secara psikologi, suatu informasi akan lebih mudah dipahami secara visual sekitar 80%.

Kedelapan, Umumnya mengutamakan penawaran premi yang murah.  Jika demikian, saran saya jangan langsung tergiur premi murah.  Anda harus mendengarkan secara seksama, manfaat apa saja yang Anda bisa dapat dari premi murah tersebut.

 

Berikut saya sekedar berbagi informasi penawaran produk kesehatan yang datang ke saya via telepon baru-baru ini.  Produk dari ****A Family E**iC***.  Setelah berbasa-basi dan perkenalan, sales sampaikan beberapa poin sebagai nilai jual produknya:

“Ibu Estri usia XX, suami usia XX, dengan 3 anak usia X, X, X.

Manfaat yang didapat:  untuk rawat inap 200 juta/tahun utk 5 orang, dengan rincian sbb: kamar 600rb perhari, ICU 1.2 juta perhari, operasi maksimal 12 juta pertindakan operasi, rawat jalan pasca rawat inap max 1.2 juta/orang perkejadian reimburse,

Premi = 500 ribuan perbulan, sudah cover untuk 5 orang”

Apa yang ada di benak Anda, setelah mendengar informasi tersebut dalam  1x penjelasan tanpa interupsi?  “WOW… murah banget, 500 ribu perbulan untuk 5 orang, manfaatnya segitu”…  Benar ya?  Kalau saya, memang itu yang tertanam di benak saya setelah salesnya sampaikan secara tuntas semua informasi tanpa saya potong.  Setelah itu, baru saya tanya2 lagi secara rinci.

Di akhir2 penjelasannya (itupun setelah saya tanya berkali-kali untuk mendapat informasi yang lebih detil, karena agen asuransi pun mudah tertarik dengan yang berjudul “murah”  🙂 ), barulah disampaikan oleh salesnya bahwa “Betul ibu, ini bukan asuransi kesehatan, melainkan santunan saja yang melengkapi asuransi kesehatan yang sudah ibu miliki”..

Naahh looo…  Kenapa bukan disampaikan dari awal, jadi otak saya lebih mudah mengikuti penjelasan si sales.

Ini strategi marketing yang efektif untuk sales bisa cepat menjaring nasabah, tapi merupakan trik berbahaya bagi nasabah yang minim pengetahuan tentang asuransi.  Dan informasi seperti ini sangat tidak adil bagi nasabah.  Mendengar istilah “kamar 600rb perhari”, pemahaman saat pertama kali mendengarnya adalah kamar perawatan seharga 600rb perhari, alias setara kamar kelas 1 di RS tertentu.  Padahal ini adalah 2 hal yang berbeda. Ternyata terakhir baru sadar bahwa yang ditawarkan adalah SANTUNAN kesehatan, BUKAN asuransi kesehatan.

Santunan kesehatan = memberi sejumlah uang sesuai perjanjian polis terhadap suatu kondisi/tindakan.  Contoh di atas, berarti:  hanya memberi uang sejumlah 600 ribu dikali lamanya hari di rawat inap, yaitu 600 ribu X 10 hari = 6 juta.  Jadi, misal saya  dirawat di kamar perawatan saja tanpa ada tindakan operasi, pulang dari RS saya klaim ke asuransi tersebut, maka saya akan terima uang = 6 juta. ITU SAJA.

Asuransi kesehatan = mengganti biaya perawatan/pengobatan selama berurusan dengan Rumah Sakit.  Saat di rawat di kamar perawatan kelas 1, misal harga kamar 600rb/hari.  Jangan lupa bahwa selama di rawat, saya pasti diberi obat, ada visit dokter spesialis/umum, mungkin juga ada pemeriksaan diagnostik spt ambil darah/rontgen dll.  Ternyata banyak hal yang harus saya bayar saat perawatan di RS.  Disinilah fungsi Asuransi Kesehatan.  Asuransi Kesehatan mengganti semua biaya perawatan selama berada di RS.  Sedangkan santunan kesehatan tidak sedetil ini.

Pengalaman ini menarik untuk saya bagi kepada pembaca blog saya yang budiman.  Agar Anda lebih waspada dan mengetahui secara jelas dan detil, produk apa yang Anda butuhkan.  Asuransi kesehatan jenis apa yang Anda cari.  Manfaat apa saja yang ingin Anda dapatkan dari sebuah produk Asuransi Kesehatan.  Pilihannya ada pada Anda.  Jangan sampai keliru atau dibuat keliru dalam memilih, yang disebabkan karena tergiur dengan premi murah namun belum paham detil manfaat yang didapat.  Ingat bahwa: Yang mengganti semua biaya perawatan selama di RS adalah Asuransi Kesehatan.

Jadi, mau beli Asuransi Kesehatan lewat telemarketing asuransi atau lewat Agen Asuransi Berlisensi?

Mencari Asuransi Kesehatan cashless yang klaimnya sesuai tagihan?  Klik Smartmed Premier.

Mencari Asuransi Kesehatan cashless yang sesuai limit dan Syariah?  Klik Allisya Care

Mau tanya-tanya dan diskusi GRATIS?  Hubungi Agen Asuransi Berlisensi  WA:  0817 028 4743

 

95% nasabah tidak memahami isi polisnya. 

Hubungi Estri Heni untuk membantu membedah polis asuransi yang sudah Anda miliki.

 

 

 

Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

 

hepifam

 

Seorang kepala keluarga dari sebuah keluarga bahagia menghubungi saya, menyampaikan maksudnya yang sedang mencari Asuransi untuk Masa Depan Anak.  Apakah di Allianz Syariah ada produk yang bisa menjawab kebutuhan saya itu?

 

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan “meluruskan” pemahaman tentang Asuransi untuk “Masa Depan Anak”.  Yang beliau maksud dengan “Masa Depan Anak” yaitu bahwa Anaknya akan terjamin ketersediaan dana pendidikannya dan juga kebutuhan lainnya dapat dipastikan persiapan dananya tidak terganggu.  Saya tanya kembali:  “Apakah Bapak sudah punya asuransi untuk Bapak sendiri?”.  Beliau menjawab:  “Belum.  Saya fokuskan persiapan dana untuk masa depan anak”

Baiklah, saya sudah mengerti maksudnya.

 

KETERSEDIAAN DANA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

Kebanyakan orangtua masih rancu dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.  Menghubungi saya untuk membeli asuransi pendidikan anak, dengan pemikiran agar dana pendidikan bisa disiapkan melalui asuransi.

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?

Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja merupakan “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti, yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).

Bila Pencari nafkah sudah PUNYA polis asuransi, artinya:

  1. Selama pencari nafkah masih sehat –> pencari nafkah bekerja –> ada penghasilan  –> ada dana yang disisihkan untuk persiapan dana pendidikan melalui instrumen investasi –> dana pendidikan anak akan siap.
  2. Bila pencari nafkah mengalami musibah –> tidak bisa bekerja –> tidak ada penghasilan –> ada DANA TUNAI dari klaim asuransi –> dana digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi dana pendidikan.

Dari uraian tersebut, tentunya sudah dapat dipahami bahwa dengan adanya polis asuransi untuk pencari nafkah, maka masa depan Anak akan terjamin.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak

 

 

KETERSEDIAAN DANA JIKA TERJADI MUSIBAH, TANPA HARUS JUAL HARTA

Sekarang kita coba pelajari isi polis.  Bagi agen asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan dalam rangka menyiapkan masa depan anak, biasanya dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah ANAK.  Sedangkan saya, yang mengutamakan asuransi bagi pencari nafkah, untuk tujuan masa depan anak yang terjamin, maka dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah PENCARI NAFKAH.

Apa bedanya, jika dalam polis, yang menjadi TERTANGGUNG adalah ANAK, dengan TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH ?

 

TERTANGGUNG adalah ANAK

  1.  Jika terjadi musibah pada anak ??

rip

 

panah

Penerima Manfaat Untuk Siapa ???

Untuk orangtuanya yang masih sehat dan produktif?

 

 

2.  Jika terjadi musibah pada pencari nafkah ??

rip

panahYang ditanggung = anak.  Yang kena musibah = pencari nafkah.

Maka  Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan

HANYA   bebas premi saja, dan atau dana pendidikan sampai usia tertentu.

 

 

Lalu, bagaimana untuk keluarga yang ditinggalkan…

Masalah apa saja yang masih mungkin terjadi ?

  • Biaya kebutuhan keluarga, seperti: makan, pakaian, dll
  • Cicilan
  • Berbagai tagihan
  • Kebutuhan / perlengkapan sekolah
  • Biaya pengobatan
  • Biaya tidak terduga

SIAPA YANG AKAN  MEMBERIKAN “TANGGUNGAN” TERSEBUT ?

Pasangan Anda dan anak tercinta jadi harus bekerja membanting tulang menggantikan posisi Anda, agar semua kebutuhan hidup di atas bisa tetap dibayar/dipenuhi.

Bayangkan, pasangan Anda yang mulai menua, tenaga yang sudah berkurang, tapi masih harus memulai hidup dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan Anak Anda (sesuai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Bayangkan anak Anda yang masih kecil, masih dalam masa permainan, dengan tenaganya yang masih lemah, tapi harus membantu pasangan Anda untuk memulai bekerja dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan mereka (seusai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Anak, ini KURANG tepat!  Saya sangat tidak menyarankan.

 

TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH

Jika terjadi musibah pada Pencari Nafkah:

  •   Terdiagnosa Penyakit Kritis:

cancer

atau penyakit kritis lainnya

 

Ada 49 jenis penyakit kritis atau 100 kondisi “Penyakit Kritis”

  •  Cacat Tetap Total

 

Jika klaim memenuhi kriteria sesuai dalam buku polis, maka PENERIMA MANFAAT (ahli waris) akan:

  1. Menerima “Uang TUNAI jumlah Besar” yang ditransfer oleh Allianz.  Uang Tunai ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Seperti:  kebutuhan hidup keluarga (makan, pakaian, dll), membayar cicilan, membayar tagihan, biaya pengobatan, ditabung untuk biaya pendidikan anak, digunakan sebagai modal usaha, diinvestasikan lagi agar dana semakin berkembang.
  2. Sakit kritis, Cacat Tetap Total, Meninggal dunia  ==>  ada manfaat bebas Premi bagi polis anggota keluarga lainnya.  Artinya:  premi polis anggota keluarga lainnya menjadi GRATIS dan akan dibayarkan preminya oleh Allianz.  Sehingga anggota keluarga lainnya tetap akan mendapatkan perlindungan dan manfaat, walaupun pencari nafkah sudah tidak lagi bersama mereka.

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Pencari Nafkah, saran profesional saya: sangat merekomendasikannya!

Baca juga:   Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

 

Bersama Allianz Syariah, masa depan Anak dan keluarga Anda akan terlindungi, baik selama Anda ada ataupun sudah tidak bersama mereka lagi…

 

happy-family

 

SEGERA lindungi penghasilan Anda, dan siapkan masa depan Anak dan keluarga dengan TEPAT.

Pahami manfaat asuransi yang ditawarkan agen.  Hubungi Agen Asuransi Allianz Syariah Bersertifikasi, yang mengerti fitur produknya dan memahami kebutuhan Anda.

Estri Heni

SMS/WA:   0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com