Tag Archive | allianz bayar klaim nasabah

Allianz Bayar Klaim Sakit Kritis Multiple Sclerosis

 

CI Multiple sclerosis

 

Allianz membayar klaim sakit kritis “Multiple Sclerosis” nasabah dari mbak Ninuk Allianz Syariah pada 21 Oktober 2017 lalu.

Manfaat yang diterima nasabah:

  1.  Pembayaran klaim sakit kritis sebesar Rp. 507.890.808
  2. Nasabah tidak perlu bayar premi lagi, dan premi  sebesar Rp. 50 juta pertahun dilanjutkan pembayarannya oleh Allianz sampai tahun 2034 (selama 16 tahun ke depan)

Selain itu, masih ada garansi: warisan yang bisa bermanfaat bagi ahli waris sebesar Rp. 500 juta plus saldo tabungan.

 

Allianz memberikan bukti bukan janji.


 

Musibah datang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, musibah datang tanpa diketahui kapan, dimana, bagaimana kondisinya.

Yang kita bisa tau:  jika terjadi musibah sakit kritis, maka tidak bisa produktif lagi ==> artinya:  tidak ada penghasilan.

Padahal saat mengalami sakit kritis:

  • pengobatan dan perawatan sakit kritis BUTUH WAKTU LAMA
  • biaya pengobatan di luar Rumah Sakit yang tidak dicover asuransi kesehatan AKAN TETAP ADA (vitamin, suplemen, biaya transportasi ke RS untuk kontrol rutin, biaya makan orang yang menunggu, biaya perawat, dll),
  • biaya hidup yang harus dikeluarkan AKAN TETAP ADA (tagihan, cicilan, biaya sekolah, dll),
  • keluarga yang dicintai pun HARUS TETAP HIDUP LAYAK (anak harus sekolah, anak harus bahagia, pasangan bisa mengurus anak dan rumah, dll)

Pertanyaan:

Sudah siapkah tabungan Anda untuk menjadi solusi jika musibah terjadi?

Jika sudah siap tabungannya, adakah nominal 500 juta SIAP TERSEDIA dalam 3 bulan ke depan?

Jika belum siap, apakah Anda RELA jika harta yang Anda kumpulkan sedikit demi sedikit, selama berbulan-bulan bekerja dari pagi hingga malam hari, akhirnya dijual dan DIPAKAI untuk bayar DOKTER DAN RUMAH SAKIT ??

 

Mari berpikir cerdas, mari bijaksana mengelola penghasilan.

Tanya saya bagaimana strategi siapkan UANG BESAR dengan cara sisihkan uang kecil!

Hubungi saya:

ESTRI HENI  |  WA: 0817 028 4743

 

 

 

 

sumber

Iklan

Allianz Bayar Klaim Sakit Kritis 400 juta

 

Bukti pembayaran klaim sakit kritis dan payor benefit oleh Allianz kepada nasabah di Pematang Siantar, 31 Oktober 2017:

 

Jika Memang Klaim-nya BENAR Dan Memenuhi Syarat, Allianz Pasti Bayar

Saat ini Allianz semakin bersinar oleh tayangan berita online dan juga penyebarannya melalui media lainnya. Ya, sejak 2 hari lalu banyak nasabah, keluarga dan kenalan yang menanyakan pada saya perihal berita tentang nasabah yang mempidanakan kasus Allianz yang menolak klaim nasabahnya.  Saya akan sampaikan beberapa hal agar informasinya berimbang.  Sehingga bisa membantu pemahaman masyarakat awam yang belum mengerti asuransi sehingga belum berasuransi, ataupun nasabah bijaksana yang merencanakan proteksi keuangannya dengan baik, agar tidak mudah terganggu dengan adanya berita ini.

Pertama.  Terkait hal ini, jajaran pimpinan di dalam perusahaan memberi perhatian yang sangat serius terhadap kasus ini dan mempercayakan dan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

Kedua.  Allianz menghormati hak nasabahnya dan secara bersamaan memilliki komitmen yang kuat untuk menjaga kepercayaan nasabah.

Proses klaim merupakan salah satu titik temu yang sangat penting bagi perusahaan dengan nasabah.  Sehingga Perusahaan senantiasa menjaga agar segala keputusan yang ada, telah dikaji dengan cermat, dan berdasarkan prinsip penuh kehati-hatian.

Allianz membayarkan klaim nasabah setelah mengkaji dengan cermat dan penuh kehati-hatian.  Begitupun jika Allianz menolak klaim nasabah, tentu setelah mengkaji dengan cermat dan penuh kehati-hatian.

Baca juga:  Langkah Penting Pengajuan Klaim

Ketiga.  Allianz menjunjung tinggi profesionalisme.  Jika klaim layak dibayarkan, maka Allianz akan membayar klaim nasabah.  Walaupun nominalnya besar, bisa sampai ratusan juta bahkan sampai miliaran, Allianz akan bayar klaimnya.  Asalkan: klaimnya BENAR dan memenuhi syarat.

Baca juga:  Kuartal I  2017, Allianz bayar klaim 526 Miliar

Sebaliknya:  Jika klaim memang TIDAK layak dibayarkan, maka Allianz akan menolak klaim tersebut.  Walaupun nominalnya sangat kecil, walaupun hanya 1 rupiah pun, Allianz akan menolak klaimnya.  Jika: klaimnya TIDAK BENAR dan tidak memenuhi syarat.

Keempat.  Utmost good faith (itikad baik) adalah prinsip utama yang harus dimiliki oleh semua pihak, baik itu Perusahaan Asuransi, Agen Asuransi dan Nasabah.  Hal ini tentunya dimulai dari awal saat pengajuan asuransi, yaitu kejujuran melaporkan kondisi kesehatan dan riwayat penyakit, lalu kejujuran saat melaporkan penyebab klaim.

Mungkin Anda terganggu dengan rumor dari seseorang yang beredar, tapi faktanya begitu banyak nasabah yang sudah merasakan manfaat asuransi Allianz dan begitu banyak keluarga yang terbantu secara financial karena klaim yang dibayar oleh Allianz.

Nasabah yang terbantu secara finansial karena klaimnya dibayar Allianz, silahkan klik disini:  TESTIMONI ALLIANZ BAYAR KLAIM NASABAH 

Saya tambahkan lagi beberapa nasabah lagi (yang datanya baru sedikit saya bisa kumpulkan, Insya Allah akan terus saya perbaharui):

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya yakin, Anda adalah pembaca yang bijaksana dalam menilai dan memahami berita yang beredar saat ini, baik secara online maupun media offline.

Jika klaim senilai ratusan juta – miliaran dibayarkan Allianz, lalu kenapa nilai klaim yang sekira 20 juta ditolak Allianz??  Tanya kenapa?  Silahkan dianalisa jika Anda punya banyak waktu luang untuk melakukannya…  😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mau Tutup Polis Asuransi Unitlink Yang Dimiliki? Pertimbangkan Dulu Hal Ini!

 

Beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan bagi Anda nasabah Asuransi Allianz Syariah yang terhormat, apabila Anda berencana untuk menutup polis asuransi yang Anda miliki saat ini, yaitu:

KENAPA Anda Berencana Menutup Polis

Berikut mungkin salah satu alasan Anda berencana untuk tutup polis asuransi:

 

Tidak ada uang lagi untuk membayar polis.

Apakah Anda yakin, tidak bisa lagi sisihkan dana 1 juta perbulan?  Anda yakin, hal itu bukan karena Anda lebih mementingkan gaya hidup Anda? Sehingga dana 1 juta perbulan yang semula bisa Anda sisihkan untuk asuransi, menjadi hilang karena harus dialokasikan ke hal lain demi gaya hidup Anda? Apakah Anda lebih suka 1 juta perbulan Anda gunakan untuk ngopi-ngopi ketimbang beli asuransi?

Cek lagi kemampuan finansial yang Anda miliki.  Apakah Anda sudah siap dana “nganggur” di tabungan Anda sebesar minimal 1 Miliar jika terjadi sakit kritis menimpa Anda?  Apakah Anda sudah siap asset yang banyak senilai minimal 1 Miliar jika terjadi resiko sakit kritis?  Baiklah Anda punya asset/harta begitu banyak yang sangat besar nominalnya, apakah Anda rela jika harus dijual satu persatu atau bahkan semuanya untuk membiayai pengobatan sakit kritis?  Apakah itu cara yang efektif untuk mengantisipasi biaya tak terduga semacam biaya sakit kritis?

Mana yang lebih mudah bagi Anda untuk siapkan dana tunai 1 Miliar jika terjadi resiko sakit kritis:  cicil 1 juta perbulan atau tiba-tiba harus setor 1 Miliar untuk pengobatannya?

 

Masih Ada Kebutuhan Lain, seperti:  biaya sekolah anak, cicilan rumah, cicilan mobil

Kondisi ini memang penting untuk dipikirkan dan selalu dilakukan pembayarannya.  Namun, apakah solusinya dengan mengambil kembali atau bahkan menghilangkan anggaran dana premi asuransi yang “hanya” 1 juta perbulan?

Selagi Anda sehat dan mampu bekerja, tentu Anda masih dapat berpenghasilan yang dapat digunakan untuk semua pengeluaran rutin Anda.

Masalahnya:  bagaimana bila Anda sakit?  Baiklah, hanya sakit ringan-sedang bisa manfaatkan asuransi kesehatan dari kantor.  Bagaimana bila musibah yang terjadi adalah sakit berat/sakit kritis (jantung, kanker, stroke, gagal ginjal)???  Bila sakit berat terjadi, bisa-bisa tabungan anak yang sedianya adalah untuk dana pendidikan, malah terpaksa diambil untuk membantu biaya pengobatan sakit kritis.  Hasilnya:  orangtua sakit, harta orangtua terjual, tabungan anak ludes, ujung-ujungnya:  anak tertunda sekolah tinggi atau bahkan gagal meneruskan pendidikannya.  Belum lagi ditambah adanya tagihan cicilan rumah, tagihan cicilan mobil yang terganggu karena dananya sudah dipakai untuk pengobatan sakit kritis…  😦

 

Masih Muda Dan Sehat, Rasanya Rugi Punya Asuransi Karena Tidak Terpakai Juga

Alhamdulillah kita semua senantiasa diberi nikmat sehat oleh Allah Subhanahu Wata’ala.  Kesehatan adalah karunia yang paling mahal.  Maka hendaklah kita selalu menjaganya, menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat.

Masih muda dan sehat?  Wajar.  Sudah tua dan banyak keluhan kesehatan?  Juga wajar, lawong sudah tua.  Nah, yang tidak wajar itu jika masih muda, tapi sakit.  Kok bisa, padahal kan pola hidup sehat, pola makan sehat???  Nah, jangan lupa bahwa kita hidup kan tidak sendirian.  Bisa jadi, diri kita sudah berupaya sehat, tapi orang disekitar kita tidak?  Sehingga bisa saja kan, kitanya sehat, tapi tertular tetangga, misalnya.  Kita bisa kontrol diri kita, tapi kita tidak bisa kontrol tetangga kita.

Keadaan sehat dan sakit adalah takdir Tuhan.  Kita sudah berupaya sehat, tapi kalau Tuhan mentakdirkan kita sakit berat pada hari H tanggal T jam J, kita bisa apa?  Begitupun asuransi.  Asuransi bukan untuk mencegah takdir.  Asuransi adalah salah satu upaya/cara merencanakan keuangan agar bisa bermanfaat di waktu yang tepat, jika resiko hidup yang buruk terjadi.  Mungkin saat ini kita masih muda dan sehat, pasti belum perlu asuransi.  Sayangnya, yang namanya musibah (bahkan yang namanya hadiah) itu tidak pernah “pengumuman” dulu sebelumnya bahwa akan datang kepada seseorang.  Jadi, siapa yang akan tau, jika beberapa waktu kemudian mengalami musibah buruk?  Jika Anda punya asuransi:  tabungan Anda akan aman, tidak akan terpakai untuk biaya pengobatan sakit kritis.  Anda juga tidak perlu silaturahim ke kerabat dengan tujuan lain yaitu mau pinjam uang untuk berobat.  Anda pinjam 10-50 juta, kerabat bisa berikan.  Anda butuh 100 juta-200 juta, orangtua masih bisa berupaya.  Anda butuh 600 juta – 1 Miliar, apakah kerabat dan orangtua masih bisa kasih??

 

Agen Asuransi Hilang Kontak dan Tidak Bisa Dihubungi Lagi

Nah, kalau hal ini, menyangkut masalah personality.  Agen tipenya bermacam-macam.  Begitupun dengan nasabah.  Bila nasabah butuh Agen untuk hal urgent sehubungan dengan klaim, namun agen sulit dihubungi, nasabah bisa hubungi Leadernya.  Masih sulit juga?  Hubungi kantor Agency-nya.  Masih sulit juga?  Hubungi kantor Pusat Allianz di nomor 021-29269999, atau di nomor khusus Allianz Syariah 1500-139.

Agen sulit dihubungi, bisa jadi karena kondisi belum memungkinkan untuk menerima telepon.  Mungkin sedang di jalan setir mobil, setir motor, berdesakan di busway atau kereta, bonceng ojek, janji temu dengan calon nasabah, training fullday di kantor Allianz, atau bahkan mungkin sedang tidur…. Hehehe…  Agen Asuransi kan manusia juga, butuh istirahat di sela-sela waktu melayani nasabah.  Jika demikian kondisinya, silahkan tinggalkan pesan dengan menyampaikan maksud dan kebutuhan Anda.  Agar Agen tau mana yang bisa didahulukan.

Jika Agen sudah tidak aktif lagi, dan Anda bermaksud menutup polis Anda karena itu, saya rasa Anda yang akan rugi.  Agen Anda sudah tidak aktif lagi, bukan berarti manfaat polis Anda berakhir juga toh?  Bila status polis Anda masih aktif, semua manfaat di dalamnya masih berlaku dan bisa dilakukan klaim jika resiko sesuai polis terjadi.  Tugas Agen adalah membantu nasabah.  Jika tidak ada agen yang membantu Anda, jangan manja.  Masih ada call center Allianz yang bisa Anda hubungi.  Call Canter akan membantu Anda.  Apa saja yang harus Anda lakukan, dokumen apa saja yang harus disiapkan.  Call Center akan menginformasikannya untuk Anda.  Nasabah juga harus mandiri, jangan terlalu bergantung pada agen.  Jangan kecewa terhadapnya, karena Anda sendiri yang saat itu memilih dia untuk mendampingi proteksi Anda.

Mau tutup polis asuransi karena agen tidak perhatian.  Agen hanya hubungi nasabah sekedar untuk ingatkan bayar premi supaya agen dapet komisi.  Nah, pemahaman seperti ini yang harus diluruskan.  Seorang agen asuransi mengingatkan nasabah tentang jatuh temponya dan mengingatkan untuk membayar premi, sebenarnya adalah bentuk perhatian agen terhadap nasabah.  Tujuannya tentu semata-mata untuk nasabah juga.  Yaitu agar polis Anda tetap aktif, dan manfaat dalam polis tetap berlaku bagi Anda.  Sehingga jika kelak mungkin musibah terjadi, nasabah tetap bisa klaim dan Uang Pertanggungan cair.  Mengenai komisi yang didapat agen, itu adalah efek samping dari tugasnya.  Dan adalah wajar jika agen dapat komisi, karena agen bertanggungjawab mendampingi nasabahnya seumur hidup.  Seumur hidup, loh.  Bukan sesaat setelah terjadi penjualan saja.

Bagi Anda pembaca yang belum punya polis asuransi, belum berani buka polis asuransi karena kuatir agennya kurang kompeten?  Tips berikut bisa menjadi pertimbangan, klik:  Memilih Agen Asuransi

 

Masih Ada Keraguan Di Hati:  Apakah Kelak Jika Ada Klaim, Allianz Akan Membayarnya?

Jika hal ini yang menjadi pertimbangan Anda, saya tidak akan bicara banyak hal.  Silahkan Anda buktikan saja testimoni nasabah Allianz dengan cara KLIK DISINI.

Allianz akan membayar klaim nasabah, dengan syarat:

  1. Kondisi nasabah sesuai ketentuan dalam polis
  2. Status polis masih aktif saat musibah terjadi
  3. Dokumen yang diserahkan ke Allianz sudah lengkap
  4. Sesuai dengan rentang waktu pengajuan klaim yang ditetapkan Allianz

 

Alternatif Selain Menutup Polis Asuransi

Asuransi terutama asuransi jiwa memiliki prioritas yang sangat tinggi dibanding banyak kebutuhan lainnya. Hanya sedikit kebutuhan yang prioritasnya di atas asuransi jiwa, yaitu: utang (KPR, kartu kredit, dan utang-utang lain yang telah terlanjur dibuat), kebutuhan makan-minum, operasional rumah tangga, operasional pekerjaan, sedekah wajib (zakat), dan biaya sekolah anak (jika sudah punya anak yang sekolah). Di luar itu, prioritasnya berada di bawah asuransi jiwa.

Oleh karena itu, jika anda mengalami suatu kesulitan keuangan, atau peningkatan kebutuhan hidup sementara penghasilan tetap, inilah beberapa alternatif yang bisa anda lakukan selain menutup polis.

  • Mengurangi pengeluaran yang sifatnya untuk gaya hidup (life style), seperti makan di restoran, ngopi di mall, merokok, naik taksi, pakai mobil pribadi, penyaluran hobi, liburan, beli baju baru, dll.
  • Mengurangi anggaran untuk tabungan atau investasi. Asuransi memiliki prioritas yang lebih utama dibandingkan menabung atau berinvestasi. Investasi tak akan banyak berguna jika seseorang mengalami musibah dalam waktu dekat, karena investasi itu butuh waktu untuk tumbuh besar.
  • Mengurangi anggaran untuk pengembangan diri, seperti beli buku dan ikut seminar. Pengembangan diri itu ibarat investasi, prioritasnya berada di bawah asuransi.
  • Menurunkan premi polis hingga preminya sesuai dengan angggaran anda, mungkin dikurangi seperempatnya, setengahnya, atau ambil premi minimal.
  • Jika anda memiliki beberapa polis untuk sekeluarga, dan mayoritas didominasi asuransi kesehatan, boleh dikurangi untuk manfaat kesehatannya, atau ditutup dan dialihkan ke JKN-BPJS. Tapi pastikan pencari nafkah terlindungi oleh asuransi jiwa dengan UP (Uang Pertanggungan) yang memadai.
  • Bersedekahlah. Janji Allah “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At Thalak: 7). Rasulullah Saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. “Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma.” (HR Muttafaq alaih).

Jika hal-hal di atas tidak dapat dilakukan, berarti kesulitan keuangan yang anda alami memang lumayan gawat. Baiklah anda boleh menutup polis anda atau membiarkannya tidak dibayar.

 

Ada Produk Unitlink Lain Yang Ditawarkan Oleh Perusahaan Asuransi Sebelah

Nah, jika hal ini yang menjadi pertimbangan Anda, saya masih bisa mendukung Anda.  Karena itu artinya bahwa Anda sangat memahami apa itu asuransi jiwa.  Anda menyadari bahwa Anda butuh asuransi jiwa sebagai salah satu upaya melakukan perencanaan keuangan yang baik.  Dan saat ini sedang menimbang dan membandingkan produk asuransi jiwa unitlink yang sekarang dimiliki dengan produk sejenis dari “toko” sebelah

Saya sarankan beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan dalam membandingkan produk unitlink:

  • Besaran Premi dan Manfaat Asuransi
  • Proyeksi Nilai Investasi
  • Biaya-biaya Polis
  • Fitur Manfaat Asuransi Secara Detil  (manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, rider rawat inap)

Detil informasinya silahkan klik dan baca artikel “Cara Membandingkan produk Unitlink”

 

Jadi, apakah Anda masih berniat tutup polis Asuransi Jiwa Unitlink?  Seharusnya sih tidak, kecuali memang kesulitan keuangan yang anda alami sudah lumayan gawat…

 

 

 

Allianz (kembali) membayar klaim Stroke nasabah

Hemorrhagic-stroke-image

 

 

Berikut ini adalah kisah nyata seorang nasabah dari agen Allianz yang termasuk dalam kelompok saya yaitu Allianz Star Network (ASN) cabang Serpong.

 

Ibu Iin memiliki nasabah yang membeli produk TAPRO, dengan manfaat dasar (UP 50 Juta) dan manfaat tambahan seperti CI+ (UP 40 Juta), TPD, ADDB dan Payor Benefit  pada tahun 2008. Premi yang nasabah setorkan setiap bulan sebesar 300 ribu. Nasabah tersebut sempat cuti premi dan polisnya hampir lapse. Namun beberapa bulan yang lalu nasabah tersebut aktif lagi menyetorkan preminya. Lalu pada tanggal 9 Mei 2014 musibah menimpa nasabah tersebut. Dia terkena Stroke Hemogarik dan mengajukan klaim ke Allianz pada tanggal 18 Mei 2014. Bukti MRI pada tanggal 10 Mei 2014 memberikan kesan nasabah tersebut mengalami pendarahan akut dilobus temporal kanan dan lobus occipital kiri dengan edema perifokal disertai pendarahan subarachnoid infark subakut di corona radiata kanan.

 

Setelah 6 minggu lebih dia periksa fisik dan isi data oleh dokter. Yang ada kesan fungsi anggota kiri hanya 4+ sedangkan menurut Allianz indikasi sembuh itu 5. Dan keputusan perihal pengajuan klaimnya baru disetujui tanggal 25 Juli 2014 pagi. Alhamdulillah nasabah tersebut mendapatkan semua UP yang sudah disepakati antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (Allianz) yang tertulis di dalam polis sebesar 40 juta rupiah. Selain itu, nasabah tersebut juga dibebaskan pembayaran preminya (premi dibayarkan oleh Allianz) sampai yang bersangkutan berusia 65 tahun. Hal ini karena nasabah tersebut juga membeli rider Payor Benefit. Saat kejadian nasabah tersebut berusia 53 tahun.

 

Untuk kesekian kalinya Allianz membuktikan komitmennya dalam membayarkan klaim nasabahnya. Dibawah ini surat persetujuan klaim yang dimaksud, yang saya peroleh dari Bu Iin langsung:

Nasabah Bu Iin ASN Serpong

 

Hikmah yang dapat dipetik dari kejadian tersebut adalah:

bahwa semua manusia yang hidup pasti memiliki resiko baik itu terkena sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total atau meninggal dunia. Dan kita tidak pernah tahu atau memprediksi kapan resiko itu akan datang menghampiri kita.

Pertanyaannya adalah:

  • apakah kita sudah mempersiapkan segala sesuatu terutama dalam hal finansial jika resiko itu datang?
  • Apakah secara finansial kita sudah siap untuk membayar biaya penyembuhan jika kita terkena sakit kritis seperti sakit stroke misalnya?
  • Atau, apakah kita sudah memberikan warisan yang cukup secara finansial kepada ahli waris kita jika kita harus meninggalkan mereka selamanya?

Hanya Anda yang bisa menjawabnya!

Namun jika Anda ingin memiliki produk TAPRO untuk membantu masalah finansial Anda jika resiko tersebut datang, silakan Anda menghubungi saya.

 

 

Mau punya juga proteksi 100 kondisi kritis di Allianz?  Kontak saya:

Estri Heni

0817 028 4743

pin bbm 2a0897cb

allianzkita@gmail.com