Tag Archive | allianz bayar klaim stroke

Mau Tutup Polis Asuransi Unitlink Yang Dimiliki? Pertimbangkan Dulu Hal Ini!

 

Beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan bagi Anda nasabah Asuransi Allianz Syariah yang terhormat, apabila Anda berencana untuk menutup polis asuransi yang Anda miliki saat ini, yaitu:

KENAPA Anda Berencana Menutup Polis

Berikut mungkin salah satu alasan Anda berencana untuk tutup polis asuransi:

 

Tidak ada uang lagi untuk membayar polis.

Apakah Anda yakin, tidak bisa lagi sisihkan dana 1 juta perbulan?  Anda yakin, hal itu bukan karena Anda lebih mementingkan gaya hidup Anda? Sehingga dana 1 juta perbulan yang semula bisa Anda sisihkan untuk asuransi, menjadi hilang karena harus dialokasikan ke hal lain demi gaya hidup Anda? Apakah Anda lebih suka 1 juta perbulan Anda gunakan untuk ngopi-ngopi ketimbang beli asuransi?

Cek lagi kemampuan finansial yang Anda miliki.  Apakah Anda sudah siap dana “nganggur” di tabungan Anda sebesar minimal 1 Miliar jika terjadi sakit kritis menimpa Anda?  Apakah Anda sudah siap asset yang banyak senilai minimal 1 Miliar jika terjadi resiko sakit kritis?  Baiklah Anda punya asset/harta begitu banyak yang sangat besar nominalnya, apakah Anda rela jika harus dijual satu persatu atau bahkan semuanya untuk membiayai pengobatan sakit kritis?  Apakah itu cara yang efektif untuk mengantisipasi biaya tak terduga semacam biaya sakit kritis?

Mana yang lebih mudah bagi Anda untuk siapkan dana tunai 1 Miliar jika terjadi resiko sakit kritis:  cicil 1 juta perbulan atau tiba-tiba harus setor 1 Miliar untuk pengobatannya?

 

Masih Ada Kebutuhan Lain, seperti:  biaya sekolah anak, cicilan rumah, cicilan mobil

Kondisi ini memang penting untuk dipikirkan dan selalu dilakukan pembayarannya.  Namun, apakah solusinya dengan mengambil kembali atau bahkan menghilangkan anggaran dana premi asuransi yang “hanya” 1 juta perbulan?

Selagi Anda sehat dan mampu bekerja, tentu Anda masih dapat berpenghasilan yang dapat digunakan untuk semua pengeluaran rutin Anda.

Masalahnya:  bagaimana bila Anda sakit?  Baiklah, hanya sakit ringan-sedang bisa manfaatkan asuransi kesehatan dari kantor.  Bagaimana bila musibah yang terjadi adalah sakit berat/sakit kritis (jantung, kanker, stroke, gagal ginjal)???  Bila sakit berat terjadi, bisa-bisa tabungan anak yang sedianya adalah untuk dana pendidikan, malah terpaksa diambil untuk membantu biaya pengobatan sakit kritis.  Hasilnya:  orangtua sakit, harta orangtua terjual, tabungan anak ludes, ujung-ujungnya:  anak tertunda sekolah tinggi atau bahkan gagal meneruskan pendidikannya.  Belum lagi ditambah adanya tagihan cicilan rumah, tagihan cicilan mobil yang terganggu karena dananya sudah dipakai untuk pengobatan sakit kritis…  😦

 

Masih Muda Dan Sehat, Rasanya Rugi Punya Asuransi Karena Tidak Terpakai Juga

Alhamdulillah kita semua senantiasa diberi nikmat sehat oleh Allah Subhanahu Wata’ala.  Kesehatan adalah karunia yang paling mahal.  Maka hendaklah kita selalu menjaganya, menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat.

Masih muda dan sehat?  Wajar.  Sudah tua dan banyak keluhan kesehatan?  Juga wajar, lawong sudah tua.  Nah, yang tidak wajar itu jika masih muda, tapi sakit.  Kok bisa, padahal kan pola hidup sehat, pola makan sehat???  Nah, jangan lupa bahwa kita hidup kan tidak sendirian.  Bisa jadi, diri kita sudah berupaya sehat, tapi orang disekitar kita tidak?  Sehingga bisa saja kan, kitanya sehat, tapi tertular tetangga, misalnya.  Kita bisa kontrol diri kita, tapi kita tidak bisa kontrol tetangga kita.

Keadaan sehat dan sakit adalah takdir Tuhan.  Kita sudah berupaya sehat, tapi kalau Tuhan mentakdirkan kita sakit berat pada hari H tanggal T jam J, kita bisa apa?  Begitupun asuransi.  Asuransi bukan untuk mencegah takdir.  Asuransi adalah salah satu upaya/cara merencanakan keuangan agar bisa bermanfaat di waktu yang tepat, jika resiko hidup yang buruk terjadi.  Mungkin saat ini kita masih muda dan sehat, pasti belum perlu asuransi.  Sayangnya, yang namanya musibah (bahkan yang namanya hadiah) itu tidak pernah “pengumuman” dulu sebelumnya bahwa akan datang kepada seseorang.  Jadi, siapa yang akan tau, jika beberapa waktu kemudian mengalami musibah buruk?  Jika Anda punya asuransi:  tabungan Anda akan aman, tidak akan terpakai untuk biaya pengobatan sakit kritis.  Anda juga tidak perlu silaturahim ke kerabat dengan tujuan lain yaitu mau pinjam uang untuk berobat.  Anda pinjam 10-50 juta, kerabat bisa berikan.  Anda butuh 100 juta-200 juta, orangtua masih bisa berupaya.  Anda butuh 600 juta – 1 Miliar, apakah kerabat dan orangtua masih bisa kasih??

 

Agen Asuransi Hilang Kontak dan Tidak Bisa Dihubungi Lagi

Nah, kalau hal ini, menyangkut masalah personality.  Agen tipenya bermacam-macam.  Begitupun dengan nasabah.  Bila nasabah butuh Agen untuk hal urgent sehubungan dengan klaim, namun agen sulit dihubungi, nasabah bisa hubungi Leadernya.  Masih sulit juga?  Hubungi kantor Agency-nya.  Masih sulit juga?  Hubungi kantor Pusat Allianz di nomor 021-29269999, atau di nomor khusus Allianz Syariah 1500-139.

Agen sulit dihubungi, bisa jadi karena kondisi belum memungkinkan untuk menerima telepon.  Mungkin sedang di jalan setir mobil, setir motor, berdesakan di busway atau kereta, bonceng ojek, janji temu dengan calon nasabah, training fullday di kantor Allianz, atau bahkan mungkin sedang tidur…. Hehehe…  Agen Asuransi kan manusia juga, butuh istirahat di sela-sela waktu melayani nasabah.  Jika demikian kondisinya, silahkan tinggalkan pesan dengan menyampaikan maksud dan kebutuhan Anda.  Agar Agen tau mana yang bisa didahulukan.

Jika Agen sudah tidak aktif lagi, dan Anda bermaksud menutup polis Anda karena itu, saya rasa Anda yang akan rugi.  Agen Anda sudah tidak aktif lagi, bukan berarti manfaat polis Anda berakhir juga toh?  Bila status polis Anda masih aktif, semua manfaat di dalamnya masih berlaku dan bisa dilakukan klaim jika resiko sesuai polis terjadi.  Tugas Agen adalah membantu nasabah.  Jika tidak ada agen yang membantu Anda, jangan manja.  Masih ada call center Allianz yang bisa Anda hubungi.  Call Canter akan membantu Anda.  Apa saja yang harus Anda lakukan, dokumen apa saja yang harus disiapkan.  Call Center akan menginformasikannya untuk Anda.  Nasabah juga harus mandiri, jangan terlalu bergantung pada agen.  Jangan kecewa terhadapnya, karena Anda sendiri yang saat itu memilih dia untuk mendampingi proteksi Anda.

Mau tutup polis asuransi karena agen tidak perhatian.  Agen hanya hubungi nasabah sekedar untuk ingatkan bayar premi supaya agen dapet komisi.  Nah, pemahaman seperti ini yang harus diluruskan.  Seorang agen asuransi mengingatkan nasabah tentang jatuh temponya dan mengingatkan untuk membayar premi, sebenarnya adalah bentuk perhatian agen terhadap nasabah.  Tujuannya tentu semata-mata untuk nasabah juga.  Yaitu agar polis Anda tetap aktif, dan manfaat dalam polis tetap berlaku bagi Anda.  Sehingga jika kelak mungkin musibah terjadi, nasabah tetap bisa klaim dan Uang Pertanggungan cair.  Mengenai komisi yang didapat agen, itu adalah efek samping dari tugasnya.  Dan adalah wajar jika agen dapat komisi, karena agen bertanggungjawab mendampingi nasabahnya seumur hidup.  Seumur hidup, loh.  Bukan sesaat setelah terjadi penjualan saja.

Bagi Anda pembaca yang belum punya polis asuransi, belum berani buka polis asuransi karena kuatir agennya kurang kompeten?  Tips berikut bisa menjadi pertimbangan, klik:  Memilih Agen Asuransi

 

Masih Ada Keraguan Di Hati:  Apakah Kelak Jika Ada Klaim, Allianz Akan Membayarnya?

Jika hal ini yang menjadi pertimbangan Anda, saya tidak akan bicara banyak hal.  Silahkan Anda buktikan saja testimoni nasabah Allianz dengan cara KLIK DISINI.

Allianz akan membayar klaim nasabah, dengan syarat:

  1. Kondisi nasabah sesuai ketentuan dalam polis
  2. Status polis masih aktif saat musibah terjadi
  3. Dokumen yang diserahkan ke Allianz sudah lengkap
  4. Sesuai dengan rentang waktu pengajuan klaim yang ditetapkan Allianz

 

Alternatif Selain Menutup Polis Asuransi

Asuransi terutama asuransi jiwa memiliki prioritas yang sangat tinggi dibanding banyak kebutuhan lainnya. Hanya sedikit kebutuhan yang prioritasnya di atas asuransi jiwa, yaitu: utang (KPR, kartu kredit, dan utang-utang lain yang telah terlanjur dibuat), kebutuhan makan-minum, operasional rumah tangga, operasional pekerjaan, sedekah wajib (zakat), dan biaya sekolah anak (jika sudah punya anak yang sekolah). Di luar itu, prioritasnya berada di bawah asuransi jiwa.

Oleh karena itu, jika anda mengalami suatu kesulitan keuangan, atau peningkatan kebutuhan hidup sementara penghasilan tetap, inilah beberapa alternatif yang bisa anda lakukan selain menutup polis.

  • Mengurangi pengeluaran yang sifatnya untuk gaya hidup (life style), seperti makan di restoran, ngopi di mall, merokok, naik taksi, pakai mobil pribadi, penyaluran hobi, liburan, beli baju baru, dll.
  • Mengurangi anggaran untuk tabungan atau investasi. Asuransi memiliki prioritas yang lebih utama dibandingkan menabung atau berinvestasi. Investasi tak akan banyak berguna jika seseorang mengalami musibah dalam waktu dekat, karena investasi itu butuh waktu untuk tumbuh besar.
  • Mengurangi anggaran untuk pengembangan diri, seperti beli buku dan ikut seminar. Pengembangan diri itu ibarat investasi, prioritasnya berada di bawah asuransi.
  • Menurunkan premi polis hingga preminya sesuai dengan angggaran anda, mungkin dikurangi seperempatnya, setengahnya, atau ambil premi minimal.
  • Jika anda memiliki beberapa polis untuk sekeluarga, dan mayoritas didominasi asuransi kesehatan, boleh dikurangi untuk manfaat kesehatannya, atau ditutup dan dialihkan ke JKN-BPJS. Tapi pastikan pencari nafkah terlindungi oleh asuransi jiwa dengan UP (Uang Pertanggungan) yang memadai.
  • Bersedekahlah. Janji Allah “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At Thalak: 7). Rasulullah Saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. “Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma.” (HR Muttafaq alaih).

Jika hal-hal di atas tidak dapat dilakukan, berarti kesulitan keuangan yang anda alami memang lumayan gawat. Baiklah anda boleh menutup polis anda atau membiarkannya tidak dibayar.

 

Ada Produk Unitlink Lain Yang Ditawarkan Oleh Perusahaan Asuransi Sebelah

Nah, jika hal ini yang menjadi pertimbangan Anda, saya masih bisa mendukung Anda.  Karena itu artinya bahwa Anda sangat memahami apa itu asuransi jiwa.  Anda menyadari bahwa Anda butuh asuransi jiwa sebagai salah satu upaya melakukan perencanaan keuangan yang baik.  Dan saat ini sedang menimbang dan membandingkan produk asuransi jiwa unitlink yang sekarang dimiliki dengan produk sejenis dari “toko” sebelah

Saya sarankan beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan dalam membandingkan produk unitlink:

  • Besaran Premi dan Manfaat Asuransi
  • Proyeksi Nilai Investasi
  • Biaya-biaya Polis
  • Fitur Manfaat Asuransi Secara Detil  (manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, rider rawat inap)

Detil informasinya silahkan klik dan baca artikel “Cara Membandingkan produk Unitlink”

 

Jadi, apakah Anda masih berniat tutup polis Asuransi Jiwa Unitlink?  Seharusnya sih tidak, kecuali memang kesulitan keuangan yang anda alami sudah lumayan gawat…

 

 

 

Iklan

2. Stroke, Jenis Sakit Kritis Yang Paling Sering Diklaim ke Allianz. Ini Karakteristiknya!

5 sakit kritis paling sering diklaim ke Allianz:

  1. jantung,
  2. stroke,
  3. kanker,
  4. gagal ginjal,
  5. tumor otak jinak.

 

Saya akan bahas satu persatu untuk menambah informasi asuransi tentang karakteristik tiap jenis sakit kritis tersebut.

STROKE

#  Pada rider CI+ (49 sakit kritis), berikut kondisi STROKE  yang bisa diajukan klaim:

STROKE  (kondisi no.2)

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen yang berlangsung lebih dari 24 jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi.  Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut seperti di bawah ini:

  1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.

Penyakit yang dikecualikan:

  • Transient Ischaemic Attack
  • Kerusakan Otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau luka, infeksi, vasculitis, dan penyakit radang
  • Penyakit pembuluh darah yang mempengaruhi mata dan syaraf mata
  • Gangguan ischaemic dari vestibular system

 

STROKE YANG MEMERLUKAN OPERASI ARTERI CAROTID  (kondisi no.41)

Operasi Arteri Carotid (Carotid Endarterectomy) oleh dokter ahli bedah syaraf yang diperlukan untuk membuang timbunan plak di arteri carotid pada stroke yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan.  Operasi ini harus ada indikasi dibutuhkan secara medis oleh dokter ahli syaraf untuk mencegah berulangnya serangan ischemic cerebrovascular.

 

 

 

#  Pada rider CI100 (100 kondisi kritis), berikut kondisi STROKE  yang bisa diajukan klaim:

EARLY CI

PEMASANGAN CEREBRAL SHUNT  (kondisi no.2)

Pembedahan untuk pemasangan shunt dari ventrikel otak untuk mengurangi peningkatan tekanan dalam cairan cerebrospinal.  Kebutuhan pemasangan shunt harus dinyatakan oleh dakter spesialis sebagai pembedaha yang diperlukan secara medis.

ADVANCED CI

STROKE  (seperti pada rider CI+)

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen yang berlangsung lebih dari 24 jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi.  Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut seperti di bawah ini:

  1. Bukti defisit neurologis permanen harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  2. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik imaging lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.

CATASTROPHIC CI

STROKE BERAT

Insiden serebrovaskular meliputi infark jaringan otak, pendarahan serebral dan subarachnoid, emboli serebral dan trombosis serebral yang menyebabkan Peserta dalam kondisi terbaring di tempat tidur dan memerlukan pengawasan terus menerus untuk penyediaan semua kebutuhan sehari-hari minimal 3 bulan sejak kejadian.

Diagnosis ini harus ditegakkan oleh dokter spesialis syaraf dan didukung oleh temuan pada Magnetic REsonance Imaging, Computerised Tomography,atau teknik imaging lainyang dapat diandalkan secara konsisten dengan diagnosa stroke baru.

 

 

Allianz (kembali) membayar klaim Stroke nasabah

Hemorrhagic-stroke-image

 

 

Berikut ini adalah kisah nyata seorang nasabah dari agen Allianz yang termasuk dalam kelompok saya yaitu Allianz Star Network (ASN) cabang Serpong.

 

Ibu Iin memiliki nasabah yang membeli produk TAPRO, dengan manfaat dasar (UP 50 Juta) dan manfaat tambahan seperti CI+ (UP 40 Juta), TPD, ADDB dan Payor Benefit  pada tahun 2008. Premi yang nasabah setorkan setiap bulan sebesar 300 ribu. Nasabah tersebut sempat cuti premi dan polisnya hampir lapse. Namun beberapa bulan yang lalu nasabah tersebut aktif lagi menyetorkan preminya. Lalu pada tanggal 9 Mei 2014 musibah menimpa nasabah tersebut. Dia terkena Stroke Hemogarik dan mengajukan klaim ke Allianz pada tanggal 18 Mei 2014. Bukti MRI pada tanggal 10 Mei 2014 memberikan kesan nasabah tersebut mengalami pendarahan akut dilobus temporal kanan dan lobus occipital kiri dengan edema perifokal disertai pendarahan subarachnoid infark subakut di corona radiata kanan.

 

Setelah 6 minggu lebih dia periksa fisik dan isi data oleh dokter. Yang ada kesan fungsi anggota kiri hanya 4+ sedangkan menurut Allianz indikasi sembuh itu 5. Dan keputusan perihal pengajuan klaimnya baru disetujui tanggal 25 Juli 2014 pagi. Alhamdulillah nasabah tersebut mendapatkan semua UP yang sudah disepakati antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (Allianz) yang tertulis di dalam polis sebesar 40 juta rupiah. Selain itu, nasabah tersebut juga dibebaskan pembayaran preminya (premi dibayarkan oleh Allianz) sampai yang bersangkutan berusia 65 tahun. Hal ini karena nasabah tersebut juga membeli rider Payor Benefit. Saat kejadian nasabah tersebut berusia 53 tahun.

 

Untuk kesekian kalinya Allianz membuktikan komitmennya dalam membayarkan klaim nasabahnya. Dibawah ini surat persetujuan klaim yang dimaksud, yang saya peroleh dari Bu Iin langsung:

Nasabah Bu Iin ASN Serpong

 

Hikmah yang dapat dipetik dari kejadian tersebut adalah:

bahwa semua manusia yang hidup pasti memiliki resiko baik itu terkena sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total atau meninggal dunia. Dan kita tidak pernah tahu atau memprediksi kapan resiko itu akan datang menghampiri kita.

Pertanyaannya adalah:

  • apakah kita sudah mempersiapkan segala sesuatu terutama dalam hal finansial jika resiko itu datang?
  • Apakah secara finansial kita sudah siap untuk membayar biaya penyembuhan jika kita terkena sakit kritis seperti sakit stroke misalnya?
  • Atau, apakah kita sudah memberikan warisan yang cukup secara finansial kepada ahli waris kita jika kita harus meninggalkan mereka selamanya?

Hanya Anda yang bisa menjawabnya!

Namun jika Anda ingin memiliki produk TAPRO untuk membantu masalah finansial Anda jika resiko tersebut datang, silakan Anda menghubungi saya.

 

 

Mau punya juga proteksi 100 kondisi kritis di Allianz?  Kontak saya:

Estri Heni

0817 028 4743

pin bbm 2a0897cb

allianzkita@gmail.com

Klaim stoke Nasabahku disetujui

Allianz kembali membuktikan komitmen..

 

Sekilas ceritaku, semoga berguna buat kita semua..

 

Kondisi nasabah:

Usia nasabah 56 tahun.

Premi Rp.  1,2 juta perbulan, baru berjalan 13 bulan.

Terserang stroke hemoragik intraserebral

Tidak ada riwayat hipertensi

Tidak pernah sakit

Pola hidup sehat

 cerebral_hemorrhage

 

Berkas klaim lengkap diajukan 8 November 2013, dan disetujui 23 Jnauari 2014

Masa proses 52 hari kerja

Uang Pertanggungan sejumlah Rp.  200 juta dibayarkan ke rekening nasabah.

 

*  *  *

 

Asuransi bisa dibeli saat tidak membutuhkan, tapi saat dibutuhkan Asuransi tidak bisa dibeli…

Uang kecil beli uang besar, itulah Asuransi..

 

*   *   *

 

 

Seperti diceritakan oleh Ligor Tampubolon

Allianz Life Insurance, area Tangerang