Tag Archive | allianz syariah

Harta Mendiang Suami Sepenuhnya Menjadi Hak Istri Dan Anak? Ternyata TIDAK!

 

Kisah Tentang JENG KELIN, JENG NGATIN, JENG NGATMAN DAN JENG KATNO

Karena pekerjaannya, istri saya “terpaksa” harus bergaul dengan kalangan wanita sosialita di kota Bogor.  Siapa mereka?  Mereka yang tiap hari di Sosial Medianya nampak berganti restoran atau cafe, dengan dress code yang berbeda… Bisa arisan, atau sekedar chit-chat saja saling pamer cangkir atau gorden di rumah yang dibeli dengan harga jutaan.  Ngupi-ngupi cantik, foto-foto lalu upload.

Dari situlah muncul istilah BPJS.  Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita.  Beberapa dari mereka kelihatannya super glamor, tapi keropos.   Hidup sepenuhnya dari gaji suami yang berangkat pagi, pulang pagi lagi.

Sinyalemen di atas terkonfirmasi dengan cerita kemarin sore.

“Eh, jeng Kelin kasian ya, sejak suaminya “nggak ada” enam bulan lalu, jadi jarang ikutan ngumpul. Aku denger, rumah sama tanah di Ciampea “diparebutin” sama mertua dan adik-adik suaminya.  Stress dia, kesian” kata Jeng Ngatin ngomongin salah satu teman di komunitas itu juga.

“Iya, padahal suaminya dulu pejabat ya. Duitnya banyak.  Inget dulu dia cerita beli cangkir set harga Rp 4 juta di GI (maksudnya Grand Indonesia, bukan Gardu Induk). Eh, tapi Jeng Ngatman lebih kasihan loh. Suaminya diem-diem kawin lagi!  Nggak ngomong dia lagi.  Ketahuannya pas suaminya ninggalin hape. Dia kepo, ngoprek hape suami, ketahuan dah. Anak madunya udah dua. Padahal suami Jeng Ngatman keliatannya alim banget.  Kemana-mana pake peci” Jeng Katno menimpali. Membuat obrolan makin seru.

Mendengar glenak-glenik itu, istri saya corat-coret di kertas.

“Jeng semua, perkawinan kita itu, diatur dalam UU no 1 tahun 1974 lho. Di situ diatur soal Dasar Perkawinan, Harta dalam Perkawinan sampai ke Status Anak” kata istri saya santai.

 

“Hubungannya sama Jeng Kelin dan Jeng Ngatno, apa Jeng???” Jeng Ngatman penasaran.

“Satu-satu ya. Kaitan sama Jeng Ngatman. Selain agama, UU itu juga “membuka peluang” lelaki menikah lebih dari satu kali lho. Baca saja pasal 3 ayat (2)” tutur istri saya.

Jeng Ngatin sampai tersedak es jeruk yang diminumnya ketika mendengar itu, nyeletuk “Ah, ciyus nih Jeng?”.

“Ya Serius bu. Mosok saya bercanda pakai Undang-Undang. Nanti itu kaitannya sama Harta dan Anak, Jeng. Bab VII mengatur soal harta dalam perkawinan. Harta yang dimiliki dalam perkawinan, sebagai Harta Bersama, adalah Harta milik berdua” Jelas istri saya.

Jeng Ngatin kelihatan lega dengarnya, disedotnya dengan kuat sisa es jeruk di gelasnya.

“Tapi ….” Lanjut istri saya,  “Harta Bersama yang tadinya dimiliki bersama, ketika suami meninggal dunia, tak lalu serta merta menjadi Harta milik istri dan anak-anak. Sebenarnya temasuk kewajiban (hutang, pajak dll)”.

“Lho, kok bisa Jeng? Aneh!”,protes Jeng Ngatman.

“Karena pada saat suami meninggal dunia, Harta Bersama itu beralih menjadi Harta Waris yang Status Quo, sampai dia dibagikan sesuai Hukum Waris. UU Perkawinan tidak mengatur proses pembagian dan jumlah Harta Warisan. Hukum Waris yang mengatur.

Maka jangan heran, dalam kasus Jeng Kelin (dan biasa terjadi pada perkawinan yang melibatkan Harta Bersama serta Harta Waris yang jumlahnya besar) terjadi sengketa Waris. Menurut Hukum Waris Islam, memang mertua punya hak juga atas harta warisan dari suami Jeng Kelin”.

Jeng Ngatin dan Jeng Katno kelihatan berubah paras mukanya.  Rada pucat jamur kuping gitu.

“Tapi jeng, ada solusinya….” kata istri saya mencoba menenangkan. “Nanti malam, minta suami belikan Asuransi, dengan Uang Pertanggungan yang cukup, dan Penerima Manfaat Warisnya adalah kita, istrinya.   Itu siasat paling jitu, untuk memastikan ketika suami meninggal, meninggalkan harta banyak, kita, istri-istri, masih tetap hidup layak, nggak ribet sama sengketa waris”.

“Oh, begitu ya Jeng” Jeng Ngatin nyeletuk.  “Padahal selama ini paling sebel kalau suami saya beli Produk Asuransi. Ngurang-ngurangi belanja saya beli tas” imbuhnya.

“Yaahh… Kecuali, kisah Jeng-jeng semua mau mirip sama Jeng Kelin yang bersengketa waris, atau Jeng Ngatman yang harus “berbagi waris” dengan anak dari madu suaminya, ya larang aja suaminya punya Asuransi” Kata istri saya sambil pamitan.  Meninggalkan mereka bengong, dan kasak-kusuk.

 

 

** Disarikan dari kisah nyata di dunia BPJS, mengandung unsur edukasi sekaligus jualan.

Bila alergi, ambil bedak anti gatal di rak obat.  Bila kepikiran berlanjut untuk diskusi tentang asuransi secara GRATIS, hubungi Agen Asuransi Berlisensi:  Estri Heni (SMS/WA:  0817 028 4743 atau isi form permintaan penawaran ilustrasi  klik DISINI).

** UU no 1 tahun 1974 bisa diunduh dengan mudah dari berbagai situs hukum di internet.

** Tokoh dalam cerita ini nyata, namun namanya disamarkan.

Kisah ini sudah mendapat ijin penulis aslinya untuk disalin ulang di blog ini.  (sumber)

Baca Juga Artikel terkait:

Istri Tidak Setuju Suami Beli Polis Asuransi

Suami Punya Polis Asuransi Jiwa Atau Tidak, Ini Bedanya

Hidup Tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi, Ini Bedanya

Premi 1 juta perbulan, UP 4 Miliar.  Klik disini

 

 

 

 

 

Iklan

Hari Kartini = Emansipasi Wanita = Asuransi Jiwa ?

tulisan ini saya tujukan untuk perempuan hebat di seluruh Indonesia

 

Tanggal 21 April kemarin, bertepatan dengan perayaan hari Kartini, hampir semua kawan saya merayakannya.  Ada yang sekedar tulis status “Selamat Hari kartini” di berbagai sosial media, sampai yang pasang DP aneh-aneh di BBnya.  Dari semua itu, ada satu DP di BB kawan yang menarik perhatian saya, yaitu:

 D~faulina 1

Hahaha… Menarik, bukan?

Saya cuman komentar singkat kepadanya:  “WOW… DPnya ngeri!”

Dijawabnya:  “Hehe.. Menyambut Hari Kartini”  😛

*     *     *

Hihihi…  karena saya agen asuransi :D, tentu saja saya berpikir bahwa gambar tersebut lebih berhubungan dengan asuransi ya…

Bisa jadi maksud kawan saya, itu hanya sekedar “Menyambut Hari Kartini”, yang katanya adalah pencetus emansipasi wanita.  Kartini membuka cakrawala berpikir kaum hawa untuk bisa setara dengan para pria.  Hal ini positif sekali, karena sudah terbukti dengan banyaknya posisi penting dalam dunia kerja dan dunia bisnis yang diduduki oleh wanita.  Kereeeeennn!!

Disisi lain, bisa jadi maksud kawan saya, itu adalah hal yang romantis.  Karena ada istilah “tercipta dari tulang rusuk” tuh… Hehehe… Jadi ingat lagu jaman dulu kan?

Di lain sisi, dan ini yang menarik bagi saya, itu adalah hal yang harus dipersiapkan.  Kebetulan, kawan saya ini berkarir sebagai ibu rumah tangga MURNI.  Sementara suaminya adalah seorang Direktur sukses di sebuah perusahaan Farmasi asing.

Kenapa saya katakan bahwa hal ini harus dipersiapkan?  Perhatikan kalimat “Jangan suruh Ia menjadi tulang punggung”.  Rasanya, semua pasti setuju bahwa tidak pernah ada yang menyuruh seorang wanita untuk menjadi tulang punggung keluarga.  Kalaupun demikian adanya, pastilah itu terjadi karena KEADAAN lah yang memaksa seorang wanita untuk menjadi tulang punggung.

Keadaan yang bagaimana?

Banyak kemungkinan keadaan yang bisa dialami si wanita tersebut, umumnya tentu karena kondisi suami yang tidak memungkinkan untuk memberikan nafkah, diantaranya:

1.  Suami meninggal dunia, anak masih kecil usia sekolah.  Kondisi si wanita mungkin bisa berbeda bila: suami meninggal, anak sudah mapan dan sukses semua.  Ya toh?

2.  Suami menderita sakit kritis.  Oww… untuk hal ini, kondisi keuangan bisa dobel-dobel pengeluarannya.  Perlu biaya pengobatan yang jumlahnya pasti besar (bisa mencapai ratusan juta), perlu biaya hidup juga untuk semua anggota keluarga, dan biaya-biaya lainnya.

3.  Suami menderita cacat total tetap.  Hal ini juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.  Bagaimana pun, suami tetap harus dirawat agar tetap bisa menikmati hidup dalam keterbatasannya yang mengakibatkan tidak berpenghasilan lagi.

Mau jual investasi tanah/rumah/Logam Mulia/ReksaDana?

Apakah Anda yakin sudah diversifikasi investasi selengkap itu (seperti arahan Perencana Keuangan Ternama)?

Kalau semua investasi yang Anda miliki, yang sudah Anda kumpulkan sejak masih muda, aktif, agresif, dengan susah payah, cucuran keringat dan air mata, sampai kepala dijadikan kaki, kaki dijadikan kepala tersebut, ternyata hanya untuk Anda JUAL untuk membiayai sakit kritis dan biaya hidup keluarga?????

hmmm… semua hasil kerja keras Anda jadi terasa sia-sia ya?  Maksud hati, semua jerih payah tersebut tentu selain untuk anak-anak, juga untuk Anda nikmati bersama pasangan Anda tercinta untuk hidup nyaman di masa pensiun, bukan?

Lalu, bagaimana agar “seorang wanita yang tercipta dari tulang rusuk ini tidak harus terpaksa menjadi tulang punggung”?

Jawabannya tentu saja:  berikan proteksi terbaik untuk suami Anda!

Parameter terbaik itu seperti apa?

Well, tentunya proteksi tersebut HARUS:

1.  Melindungi suami Anda (yang merupakan pencari nafkah) dari segala “jurusan” yaitu:

  • proteksi jiwa jika beliau meninggal dunia,
  • proteksi terhadap sakit kritis,
  • proteksi akibat kecelakaan,
  • proteksi bila terjadi cacat.

2.  Uang Pertanggungan nya BESAR.  Untuk apa?  Ya untuk bisa mengganti sumber biaya yang hilang kalau terjadi hal-hal tersebut pada beliau, dong.  Masa tega sih, sudah sakit kritis masih diminta untuk bekerja?

3.  Premi nya MURAH.  Naaaahhh…. yang seperti ini pasti diminati para ibu.  Ya kaaaann???  Premi murah, tapi bukan murahan.  Anda akan mendapatkan manfaat maksimal dengan premi minimal, hanya disini:  Asuransi Jiwa Unitlink Syariah “Allisya Protection Plus” !

 

Yuuk, perhatikan ilustrasi berikut:

Kartini

Saya bantu membacanya ya.

Bpk Gagah usia 35 tahun, setiap bulan menabung 1,5 juta rupiah.  Apabila dalam proses menabung tersebut, beliau mengalami resiko:

  • terkena 1 dari 100 sakit kritis >> cair  1 M
  • kecelakaan >> cair 1 M
  • cacat tetap total >> cair 1 M
  • meninggal dunia >> cair 1 M

Plus, ada dana tunai yang terbentuk dan manfaat bebas premi jika cacat/sakit.

Jangan lupa bahwa dana yang cair tersebut adalah TUNAI ya, bukan cicil… 🙂

 

 

Anda tidak mau kan tiba-tiba harus jadi tulang punggung keluarga, mulai dari nol lagi, justru pada saat angka usia Anda sudah banyak, saat kondisi tubuh sudah merapuh, saat kesehatan sudah tidak fit lagi???

Duhai Anda para wanita, baik yang sudah ibu-ibu ataupun belum, yuk lindungi suami Anda tercinta dengan Asuransi Jiwa Allianz Syariah “Allisya Protection Plus”!

 

Jangan ragu kontak saya untuk membantu Anda ya…

 

Bagi Anda yang tinggal di wilayah Jakarta Timur, utamanya sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Bogor, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
pin BB                      :    2A0897CB
e-mail                      :    ProteksiKita@gmail.com

Bagi Anda yang berada di luar wilayah tersebut dan ingin didampingi oleh saya sebagai agen asuransi Anda, saya bisa dihubungi di kontak tersebut.

 

UP Jiwa Saja Belum Cukup

Businessman and angels

Banyak orang yang merekomendasikan pemisahan asuransi dan investasi hanya menyebut termlife (asuransi jiwa berjangka) sebagai alternatif pengganti unit link. Padahal UP jiwa saja belum cukup, terutama bagi orang usia muda dan produktif (di bawah 50 tahun). Kenapa? Karena pada dasarnya orang muda itu tidak akan meninggal hanya karena faktor usia. Memang yang namanya mati itu tidak kenal umur. Tapi melihat usia harapan hidup orang Indonesia yang sekitar 65 tahun, maka jika orang meninggal jauh di bawah usia itu, besar kemungkinan penyebabnya adalah faktor lain.

Apa biasanya penyebab orang muda meninggal dunia? Pertama, kecelakaan. Kedua, sakit. Sakit macam-macam, bisa sakit kritis, penyakit menular, atau sekadar sakit perut.

Orang yang hanya mengambil asuransi jiwa berjangka, jika ia mengalami kecelakaan lalu mati, uang pertanggungan jiwa dapat langsung cair dan diterima ahli warisnya. Tapi jika kecelakaan itu tidak langsung mengirim dia ke alam lain, maka persoalan belum selesai. Jika ia cacat, tentunya UP jiwa tidak bisa keluar, tapi biaya hidup tetap jalan dan makin sulit karena orang cacat tidak akan bisa bekerja sebaik sebelumnya.

Begitu pula mengalami sakit kritis pun belum tentu bikin meninggal. Orang muda usia daya tahan tubuhnya masih relatif kuat, sehingga ketika dia sakit, mungkin dia tetap hidup tapi berbaring saja di rumah atau di RS. Jelas orang seperti ini pun tidak bisa bekerja secara optimal.

Oleh karena itu, asuransi jiwa murni saja tidak cukup. Seseorang masih under-insured jika hanya memiliki polis asuransi jiwa murni. Dia boleh dikatakan belum aman secara keuangan. Risiko terburuk bukan hanya kematian. Bahkan kematian bukanlah risiko terburuk, karena begitu mati selesai sudah. Kesulitan hidup hanya dialami orang yang ditinggalkan, jika yang meninggal merupakan tulang punggung keluarga.

Ada risiko lain yang lebih buruk dari kematian, yaitu cacat (total maupun tidak) dan sakit kritis sehingga hidup tidak mati pun enggan. Jadi, selain asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan asuransi sakit kritis juga sangat perlu dimiliki.

Tinggal persoalannya sekarang, apakah ketiganya (jiwa, kecelakaan, sakit kritis) harus diambil terpisah ataukah sekaligus dalam satu paket. Tentunya di sini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, biaya. Mana yang lebih murah, mengambil terpisah atau sekaligus. Soal biaya ini juga harus dilihat dalam jangka panjang, bukan jangka tertentu saja.

Kedua, jangka waktu. Butuhnya sampai usia tertentu saja atau seumur hidup.

Ketiga, kemudahan dan kepraktisan. Jelas, satu polis yang mengkover sekaligus lebih praktis daripada beberapa polis.

Demikian untuk jadi pertimbangan.

Selanjutnya, beberapa tawaran bisa anda pertimbangkan di sini:

1. 600 Ribu Dapat Total UP > 2,5 M

2. 1 Juta Dapat Total UP > 4 M

Mari berasuransi.  Selamat memilih…

 

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
pin BB                      :    2A0897CB
e-mail                      :    AllianzKita@gmail.com

 

 

 

Sumber:

http://myallisya.wordpress.com/2011/12/15/termlife-saja-belum-cukup/

Siapa saja yang perlu Asuransi Jiwa?

Extended happy family standing in the park.

Selama pencarian saya terhadap asuransi jiwa yang tepat, saya belajar banyak hal dan menemukan informasi dari para Penasehat Keuangan terkenal, bahwa : hanya pencari nafkah utama yang wajib memiliki proteksi Asuransi Jiwa. Pertimbangannya adalah: ekonomi keluarga akan terganggu apabila terjadi resiko pada pencari nafkah utama. Sedangkan anak kecil, remaja, lajang yang bekerja, dan orang tua yang memasuki masa pensiun tidak perlu asuransi jiwa.

Apabila mengacu secara definisi “asuransi jiwa diperlukan untuk melindungi perekonomian keluarga yang terganggu”, pertimbangannya tentu akan berbeda apabila terjadi kasus seperti di bawah ini.

Contoh:


1.  Seorang anak terdiagnosa kanker butuh biaya sangat besar untuk pengobatannya.  Apakah hal ini dapat mengganggu ekonomi keluarga?  Apakah kondisi ini tidak perlu proteksi Asuransi Jiwa?

Okelah, si anak diproteksi dengan Asuransi Kesehatan.  Untuk kondisi penyakit biasa, asuransi kesehatan cukup membantu.  Namun, asuransi kesehatan memiliki limit sesuai plan yang diambil.

Kenyataannya, seorang yang menderita sakit kritis seperti kanker, jantung, terpaksa harus menjalani terapi pembedahan kompleks yang biayanya jauh di atas limit yang disediakan asuransi kesehatan tersebut.

Dalam kondisi ini, bila anak hanya diproteksi asuransi kesehatan, tentu orangtuanya akan “nombok” banyak, bukan? Apakah hal ini tidak mengganggu ekonomi keluarga (orangtua)?

Berdasarkan pertimbangan tersebut, pertanggungan berupa santunan sakit kritis juga diperlukan bagi anak.  Pertanggungan jiwa mungkin tidak terlalu penting bagi anak.  Tapi karena pada asuransi yang ada, pertanggungan sakit kritis merupakan rider (asuransi tambahan) yang menyertai asuransi dasar (pertanggungan jiwa), maka untuk mendapatkan pertanggungan sakit kritis seorang anak harus mengambil pertanggungan jiwanya.

2.  Seorang pensiunan seringkali dianggap sudah tidak memiliki nilai ekonomis karena anak-anaknya sudah tidak bergantung padanya.

Faktanya? Justru masih banyak pensiunan yang masih menjadi tempat bergantung anak-anaknya.  Bukan hanya terjadi pada keluarga miskin.  Keluarga mapan pun tidak semua anaknya mampu menjalani hidup secara mandiri.  Pada akhirnya banyak pensiunan yang akan ganti bergantung pada anaknya pada saat-saat tertentu.

Seperti kasus sebelumnya.  Saat si pensiunan menderita sakit kritis yang perlu biaya besar, seringkali anak-anaknya harus “patungan” membiayai pengobatan orangtua mereka.  Jadi, apakah si pensiunan perlu perlindungan terhadap sakit kritis? PERLU!

Pertanyaan:

Umumnya rider sakit kritis hanya sampai usia 85 tahun.  Lalu bagaimana apabila usia si pensiunan sudah tidak dapat dilindungi oleh perlindungan sakit kritis? Apakah masih perlu ambil perlindungan jiwa hingga usia 99 tahun?

Jawaban kasus:

Seorang usia 87 tahun, sakit kritis, butuh biaya 1 milyar, punya 5 anak.  Dari 5 anak tersebut, hanya   1 anak yang rejekinya berlebih, sisanya hanya cukup untuk keluarga masing-masing secara mandiri.  Meskipun demikian, tentu anak-anaknya akan mengusahakan yang terbaik walau apapun hasil akhirnya yang mungkin terjadi.

Apabila sang Ayah punya asuransi jiwa sebesar 1 Milyar, akan sangat bijak apabila anak yang punya rejeki lebih “nalangin” dulu biayanya.  Mungkin menggadaikan rumah atau cari pinjaman atau cara lain.  Jadi, saat sang Ayah meninggal, uang pertanggungan 1 Milyar tadi bisa digunakan untuk mengembalikan aset si anak yang digunakan untuk nalangin biaya tersebut, kan?

Dengan berbagai pertimbangan  dan kepentingan tersebut, keputusan tetap ada pada Anda.

Namun utamanya, saya tetap menyarankan Anda untuk memiliki proteksi jiwa (Asuransi  Jiwa) bagi pencari nafkah utama.

Pilihlah asuransi jiwa dengan premi murah, memberi manfaat berlimpah yang melindungi Anda dari berbagai “jurusan”.

Diskusikan kebutuhan Anda dengan Agen berlisensi yang memahami kemampuan financial Anda, untuk mendapatkan solusi terbaik.

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
pin BB                      :    2A0897CB
e-mail                      :    AllianzKita@gmail.com

UP 4 Miliar hanya 1 juta perbulan

 

Setelah sebelumnya saya tawarkan UP 1 Milliar, UP 2 Milliar, keduanya dengan premi sangat terjangkau, berikut saya tawarkan proteksi jiwa UP 1 miliar ditambah 4 bentuk proteksi lain dengan total UP lebih dari 4 miliar.

 

UP 4 M

Jika anda pria umur 25 tahun atau kurang, bekerja dalam ruangan, dan sehat, maka yang perlu anda sisihkan cukup 1 juta per bulan.

 

 

Premi untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda:

Premi UP 4 M

 

Lengkap dan murah, bukan? Itulah Tapro Allisya Protection Plus. Tak ada di tempat lain.

Selain lengkap dan murah, program ini ada unsur investasinya pula. Anda boleh menambahkan premi top up untuk mendukung investasi, minimal 100 ribu per bulan, maksimal 3 kali premi. Top up sifatnya opsional, boleh ditambahkan boleh tidak, dan boleh pula ditambahkan kapan saja.

 

 

Keterangan Manfaat

  • Jika pindah dunia sebelum usia 100 tahun, akan cair uang 1 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika pindah dunia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan cair uang 2 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika mengalami cacat akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan diberikan sebesar persentase dari 1 miliar.
  • Jika terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis sebelum umur 70 tahun, akan keluar uang 1 miliar.
  • Jika mengalami cacat tetap total, akibat kecelakaan ataupun sakit, akan cair lagi 1 miliar.
  • Jika terdiagnosa sakit kritis atau cacat tetap total sebelum usia 65 tahun, maka selain mendapat 1 miliar, akan dibayarkan pula tabungan otomatis sebesar premi sampai umur 65 tahun.
  • Jika selamat sehat wal afiat sampai umur 100 tahun, maka alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas karunia nikmatnya kepada anda. Anda dipersilakan menarik semua nilai investasinya.

 

 

 

Hubungi Saya:

 

Estri Heni

SMS/What’s App :  0817 028 4743

pin BB                  :  2a0897cb

E-mail                  :  allianzkita@gmail.com

 

 

 

inspirasi dari:

http://myallisya.wordpress.com/2013/03/03/dapatkan-total-up-4-miliar-lebih-hanya-1-juta-per-bulan/

 

 

 

UP > 2,5 Milliar, premi 600ribu perbulan?? Bisa dooong!

Karena risiko hidup ada berbagai macam, dan semuanya bukan soal pilihan ganda yang bisa dipilih salah satu, langkah paling menentramkan adalah menyiapkan skenario untuk beberapa kemungkinan sekaligus.

 

Saya menawarkan proteksi jiwa UP 1 miliar ditambah 4 bentuk proteksi lain dengan total UP lebih dari 2,5 miliar.

Jika anda pria umur 26-30 tahun, bekerja dalam ruangan, dan sehat, maka yang perlu anda sisihkan cukup 600 ribu per bulan.

Tabel di bawah menunjukkan premi bulanan untuk mendapatkan manfaat di atas, berdasarkan usia masuk dan jenis kelamin.

Premi UP 2,5 M

Lengkap dan murah, bukan? Semuanya ada dalam 1 program yang disebut Allisya Protection Plus atau Tapro Allisya. Tak ada di tempat lain dengan harga segini.

Keterangan Manfaat

  • Jika tutup usia sebelum usia 70 tahun, akan cair uang 1 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika tutup usia setelah usia 70 tahun, akan cair uang 500 juta ditambah nilai investasi.
  • Jika tutup usia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan cair uang 1,5 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika mengalami cacat akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan diberikan sebesar persentase dari 500 juta.
  • Jika terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis sebelum umur 70 tahun, akan keluar uang 500 juta.
  • Jika mengalami cacat tetap total, akibat kecelakaan ataupun sakit, akan cair lagi 500 juta.
  • Jika terdiagnosa sakit kritis atau cacat tetap total sebelum usia 65 tahun, maka selain mendapat 500 juta, akan dibayarkan pula tabungan otomatis sebesar premi sampai umur 65 tahun.
  • Jika selamat sehat wal afiat sampai umur 100 tahun, maka alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas karunia nikmatnya kepada anda. Anda dipersilakan menarik semua nilai investasinya.

Untuk keterangan lebih lanjut, atau ingin mendapatkan ilustrasi, silakan kontak saya :

Estri Heni

SMS/What’s App :  0817 028 4743

pin BB                  :  2a0897cb

E-mail                   :  allianzkita@gmail.com

inspirasi dari:

http://myallisya.wordpress.com/2012/11/13/dapatkan-total-up-25-miliar-lebih-hanya-600-ribu-per-bulan/

Premi 355ribu per bulan dapat UP 1 Milyar. Mau?

Selama masa pencarian saya mendapatkan produk asuransi yang tepat (untuk saya), saya belajar tentang kelebihan dan kekurangan antara  produk termlife dan unitlink. Informasi ini saya bagikan untuk Anda yang sedang mencari asuransi yang paling tepat, sesuai kebutuhan dan anggarannya, dan mungkin sedang bingung apakah memilih term life atau unit link. 

Saya menawarkan unitlink Tapro Allisya Protection Plus sebagai bahan perbandingan dengan produk asuransi lain (terutama dari jenis term life) yang telah atau akan Anda survey. Informasi lengkap tentang Tapro Allisya, silakan baca di SINI

 

Tapro Allisya bisa memberikan uang pertanggungan jiwa 1 Milliar dengan premi 355 ribu per bulan, untuk pria usia 30 tahun, kerja dalam ruangan, dan sehat. 

Keunggulan produk ini antara lain:

1. Bisa Bayar Bulanan

Tapro Allisya bisa memberikan UP 1 Miliar dengan premi hanya 355 ribu per bulan untuk pria 30 tahun. Di term life tertentu, anda mungkin akan mendapat premi yang lebih murah, tapi pada umumnya hanya bisa bayar secara tahunan atau semesteran.

Apa perbedaannya?

Pertama, tidak semua orang punya persediaan uang kas yang cukup besar untuk bayar secara tahunan. Seperti halnya terhadap barang-barang lain, bayar secara mencicil memungkinkan dia punya asuransi jiwa dengan lebih cepat.

Kedua, kalaupun punya, cara bayar bulanan memungkinkan peserta memanfaatkan selisih uang yang ada untuk keperluan lain yang juga penting, atau dijadikan modal usaha, atau diinvestasikan. Jika dijadikan modal usaha atau investasi, siapa tahu untungnya cukup untuk membayar premi bulan berikutnya. Bukankah konon orang memilih term life dengan tujuan agar bisa berinvestasi sendiri lebih maksimal? Bagaimana bisa maksimal kalau belum apa-apa uangnya sudah diambil banyak untuk asuransi.

Ketiga, kebanyakan orang mengatur keuangannya secara bulanan, karena gajinya juga bulanan. Membayar asuransi secara bulanan cocok untuk orang-orang seperti ini. Anda dapat mengalokasikan cicilan asuransi bersama tagihan-tagihan rutin lain seperti listrik, telepon, iuran sampah dan keamanan, KPR/sewa kontrakan, kredit mobil/motor, langganan koran, langganan TV kabel, dan lain-lain.

Keempat, membayar tagihan dengan cara dicicil terasa lebih ringan daripada bayar sekaligus.

Kelima, jika kurang disiplin menyisihkan penghasilan sejak awal, terkadang kedatangan tagihan yang besar bisa bikin kaget. Misalnya anda bayar asuransi per tahun 10 juta. Setelah bayar premi tahun pertama, anda tenang-tenang saja toh tahun depan masih lama. Tiba-tiba, tahu-tahu, sekonyong-konyong, tanpa anda sadari (mungkin karena hidup anda terlalu bahagia), tahun depan sudah di depan mata, dan anda sama sekali belum menyiapkan uang 10 juta.

2. Masa Bayar Lebih Pendek, Masa Proteksi Lebih Panjang

Di term life, masa pembayaran premi sama dengan masa berlaku asuransi. Jika kontrak 10 tahun, masa pembayaran pun 10 tahun dan masa proteksi pun 10 tahun.

Tapi di unit link Tapro Allisya, masa pembayaran premi bisa lebih pendek untuk masa berlaku yang lebih panjang. Jika hasil investasinya bagus, bayar 10, atau 15, atau 20 tahun pun cukup untuk masa proteksi hingga 70 tahun. Tapi jika hasil investasi ternyata tidak sesuai harapan, anda bisa memperlakukan unit link ini sama seperti term life: membayar selama ingin mendapat proteksi.

3. Premi Flat Sampai Seterusnya

Di term life, jika kontrak anda 10 tahun, maka saat anda mau perpanjang asuransi di tahun ke-11 sampai ke-20, anda akan dikenakan premi yang lebih tinggi, bisa dua kali lipat premi saat ini. Jika kontrak anda 20 tahun, maka saat perpanjangan di tahun ke-21 sampai ke-40, kenaikan preminya bisa lima kali lipat bahkan lebih.

Tapi di Tapro Allisya, premi 355 ribu per bulan itu tetap flat sampai kapan pun anda ingin mendapatkan perlindungan, dengan catatan setoran premi lancar tidak ada bolongnya, tidak pernah melakukan penarikan dana, dan kinerja investasi rata-rata tergolong cukup baik (sedang, pertengahan), tidak buruk terus selama puluhan tahun. Di tahun kesebelas (usia 40), premi tetap 355 ribu per bulan. Di tahun ke-21 (usia 50), premi juga masih 355 ribu per bulan. Bahkan seperti dikatakan sebelumnya, jika hasil investasi sesuai dengan asumsi tertinggi atau lebih tinggi lagi, anda boleh berhenti membayar setelah tahun ke-10 atau 15, dan proteksi jiwa 1 miliar anda tetap berlangsung sampai usia 70 tahun.

Cobalah berpikir jangka panjang. Haruskah anda berkorban uang lebih banyak di 10-20 tahun mendatang hanya untuk bayar lebih murah saat ini, di mana selisihnya pun tak seberapa, dan itu pun harus bayar sekaligus per tahun?

4. Premi Tidak Seluruhnya Hangus, Malah Bisa Lebih Besar dari Total Setoran

Karena Tapro Allisya ini unit link, maka ada sebagian premi yang diinvestasikan, selain yang dipakai untuk membayar biaya-biaya seperti biaya akuisisi, administrasi, tabarru (biaya asuransi), dan pengelolaan investasi. Biaya-biaya memang hangus, tapi premi yang diinvestasikan adalah hak anda.

Jika di tengah jalan anda ingin berhenti, anda tinggal ambil seluruh nilai investasi yang ada. Beres. Dalam jangka pendek mungkin belum balik modal, tapi bagaimana pun itulah biaya proteksi anda.

Dalam jangka panjang, sebagian premi yang diinvestasikan ini bisa berkembang melebih total dana yang disetorkan. Silakan lihat ilustrasi di bagian bawah untuk melihat proyeksinya.

5. Tidak Perlu Medical Check

Di Allianz, UP 1,2 Miliar ke bawah untuk usia di bawah 41 tahun tidak memerlukan tes kesehatan (medical check). Jika anda sehat, maka anda akan langsung diterima sebagai peserta Tapro Allisya. Perusahaan lain mungkin memberlakukan batasan tes medis yang berbeda.

6. Tidak Usah Memikirkan Garansi Perpanjangan. Masa Berlaku hingga 70 Tahun.

Di term life, jika anda melakukan perpanjangan selepas masa kontrak, sebagian perusahaan asuransi akan mewajibkan anda menjalani tes kesehatan lagi. Jika kesehatan anda dianggap buruk, perpanjangan asuransi bisa jadi ditolak. Oleh karena itu, jika anda memutuskan mengambil term life, pastikan polis anda memiliki garansi perpanjangan (renewal guarantee).

Tapi di Tapro Allisya, anda sama sekali tidak perlu memikirkan masalah perpanjangan. Sejak awal, dalam kontrak polis dinyatakan bahwa masa berlaku UP 1 Miliar anda adalah sampai usia 70 tahun.

7. Maslahat Meninggal, pada Akhirnya, akan Lebih dari 1 Miliar

Ya. Meski UP jiwa anda 1 miliar, yang akan diterima ahli waris anda pada akhirnya akan lebih dari 1 miliar. Kenapa? Karena ada hasil investasi. Besarnya tergantung waktu dan hasil investasi pada saat itu. Dengan ini, UP jiwa anda kemungkinan tidak perlu diupgrade, kecuali anda mengalami peningkatan gaya hidup yang signifikan.

8. Masih Ada Sisa UP Jika Umur Anda Melewati 70 Tahun

Jika anda diberi umur panjang sampai lewat usia 70 tahun, jangan khawatir, UP jiwa anda masih ada. Bukan 1 miliar, tapi 340 juta plus hasil investasi. Pada saat ini, hasil investasinya bisa jadi lebih besar dari UP-nya. UP 340 juta ini berlaku sampai usia 100 tahun. Karena sangat jarang orang mencapai usia 100 tahun, maka uang 340 juta ini sangat besar kepastiannya bisa diwariskan. Okelah, mungkin anak-anak dan cucu-cucu anda sudah kaya dan tidak butuh warisan dari anda. Tapi jika anda bisa memakai uang sendiri setidaknya untuk membayar kain kafan, upah petugas pemakaman, biaya tahlilan, dan bersedekah kepada fakir-miskin-yatim untuk terakhir kalinya, bukankah itu lebih menyenangkan?

9. Memiliki Rider yang Bagus dan Murah

Tapro Allisya memiliki rider (asuransi tambahan) yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian maupun total dan meninggal akibat kecelakaan. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  2. CI+ (Critical Illness Plus), menanggung 49 penyakit kritis. Masa berlaku sampai usia 70 tahun. Klaim rider ini tidak mengurangi UP jiwa.
  3. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total akibat kecelakaan ataupun sakit kritis. Masa berlaku sampai 65 tahun.
  4. Flexicare Family, memberikan santunan rawat inap dan pembedahan di rumah sakit. Rider ini bisa menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  5. Payor benefit, yaitu bebas premi jika terkena CI+ atau TPD, bisa untuk peserta ataupun pasangan dari peserta. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.

Jika anda menambahkan riders di atas, tentunya preminya tidak lagi 355 ribu per bulan, tapi ada tambahannya. Sekadar contoh, jika anda usia 30 tahun menambahkan rider ADDB dengan UP 500 juta, maka preminya jadi 430 ribu per bulan (nambah 75 ribu).

Jika selain itu anda menambahkan juga rider CI+ sebesar 500 juta, maka preminya jadi 565 ribu per bulan.

Di term life juga ada ridernya. Tapi belum tentu preminya murah juga.

10. Rider Payor Benefit Lebih Menguntungkan daripada Waiver of Premium

Di term life, ada rider yang disebut pembebasan premi atau waiver of premium. Rider ini membebaskan nasabah dari membayar premi jika terkena cacat total, ada pula yang cacat total plus sakit kritis. Kebanyakan agen term life menambahkan rider ini sebagai prioritas setelah proteksi dasar (jiwa).

Mari kita timbang tindakan ini:

Pertama, jika orang terkena cacat total atau sakit kritis, yang lebih dia butuhkan pertama kali bukanlah pembebasan premi, tapi biaya berobat dan solusi dari kebingungan karena tidak bisa bekerja. Jadi, mestinya rider kecelakaan dan sakit kritis didahulukan daripada rider pembebasan premi.

Kedua, karena sifat term life adalah berjangka, maka rider waiver of premium juga berjangka. Jika kontraknya 10 tahun, bebas preminya juga maksimal 10 tahun. Misalnya, pada tahun kedelapan nasabah terkena cacat total, maka bebas preminya tinggal dua tahun lagi. Ketika masa kontrak habis, berhentilah masa bebas preminya. Kalau rider ini mau ditambahkan saat perpanjangan, maka harus bayar lagi.

Hal ini berbeda dengan payor benefit di unit link Tapro Allianz, yang masa berlakunya ditetapkan sejak awal sampai usia 65 tahun. Jika waiver of premium hanya membebaskan nasabah dari pembayaran premi, maka payor benefit memberikan tabungan ekstra sejumlah premi yang disetorkan nasabah. Dengan demikian, nasabah yang kehilangan sumber penghasilannya karena tidak bisa bekerja, setidaknya mendapatkan sejumlah uang secara rutin walaupun sangat kecil dibanding gaji dia sebelumnya.

Saya sebagai agen asuransi yang menjual unit link, menempatkan rider payor benefit di urutan terakhir setelah proteksi yang lain terpenuhi.

11. Sesuai Syariah

Bagi anda yang peduli dengan nilai-nilai kesyariahan dari suatu produk atau aktivitas ekonomi, akan sulit bagi anda menemukan produk term life yang murah sekaligus sesuai syariah. Kecuali yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi murni syariah, semua produk term life adalah nonsyariah. Akadnya bersifat transfer risiko antara tertanggung dengan perusahaan asuransi, dan anda pun tidak perlu tahu uang anda diputar di mana.

Tapi Tapro Allisya, sesuai namanya, adalah produk asuransi yang memenuhi kriteria syariah. Akadnya berbagi risiko (risk sharing) dan tolong-menolong (ta’awuni) antara sesama peserta. Dengan ikut program ini, berarti anda meniatkan uang anda dipakai untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Itu saja insya Allah sudah bernilai ibadah. Pada saatnya, siapa tahu anda sendirilah atau keluarga andalah yang membutuhkan pertolongan itu.

Selain itu, investasi anda pun disalurkan ke instrumen-instrumen yang sesuai kriteria syariah, baik di saham, sukuk, maupun deposito. Jadi, akadnya baik, investasinya pun halal.

12. Kelebihan Lain

Adanya unsur investasi pada Tapro Alisya memungkinkan anda memiliki sejumlah keleluasaan yang tidak mungkin diperoleh di term life.

Pertama, jika suatu waktu selewat tahun kedua anda nunggak bayar (misalnya karena sedang tidak punya uang), anda tidak dikenakan denda dan proteksi masih berjalan selama dana investasi masih mencukupi untuk membayar biaya asuransi.

Kedua, uang yang anda setorkan bisa kembali kepada anda dengan jumlah yang lebih besar.

Ketiga, jika anda benar-benar butuh uang, hasil investasi Tapro bisa diambil sesuai keperluan asalkan ada saldo 2 juta rupiah. Dana unit link memiliki likuiditas yang tinggi, artinya bisa dicairkan kapan saja sesuai keperluan, dengan proses pencairan maksimal 7 hari kerja.

Keempat, ahli waris anda akan menerima lebih dari 1 miliar, karena ditambah dengan hasil investasi yang ada pada saat itu.

Memang investasi unit link ini ada risikonya, tapi itulah sifat investasi. Di mana pun anda berinvestasi, risiko itu ada. Tapi dengan pengalaman Allianz sebagai perusahaan asuransi dan jasa keuangan terbesar dunia selama lebih dari 120 tahun, kiranya risiko investasi bisa diminimalkan melalui pemilihan portofolio secara tepat, pembayaran premi secara berkala, dan komitmen investasi jangka panjang.


PREMI UNTUK USIA SELAIN 30 TAHUN

UP 1 Miliar (tanpa rider) untuk usia selain 30 tahun, laki-laki dan perempuan, premi per bulannya adalah:

Kesimpulan

Ringkasan KELEBIHAN unitlink Tapro Allisya VS term life adalah:

  1. Preminya bisa dibayar bulanan
  2. Masa bayar lebih pendek, masa proteksi lebih panjang.
  3. Besaran premi tetap sampai kapan pun anda ingin mendapat perlindungan
  4. Premi tidak seluruhnya hangus, malah bisa lebih besar dari total setoran.
  5. Tidak usah cek kesehatan (untuk usia di bawah 41 tahun)
  6. Tidak usah memikirkan garansi perpanjangan. Masa berlaku hingga 70 tahun.
  7. Maslahat meninggal akan lebih dari 1 miliar, karena ditambah hasil investasi.
  8. Masih ada sisa UP sebesar 340 juta selewat usia 70 tahun, yang berlaku sampai 99 tahun.
  9. Ridernya bagus dan murah.
  10. Rider payor benefit lebih menguntungkan dibanding waiver of premium
  11. Produknya tersedia dalam format syariah.
  12. Dan lain-lain keunggulan, seperti boleh nunggak tanpa kena denda dan proteksi tetap berjalan.

Demikian beberapa hal yang bisa saya perbandingkan antara term life (beberapa produk di antaranya pernah saya survey) dengan unit link Tapro Allisya. Semoga menjadi tambahan pertimbangan bagi Anda sebelum memutuskan mengambil asuransi apa yang cocok bagi Anda dan keluarga.

Artikel Terkait:

UP jiwa saja belum cukup

600 ribu dapat total UP > 2,5 M

Anda berminat dengan produk TAPRO ALLISYA?

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
e-mail                      :    ProteksiKita@gmail.com

NOTED:
  • Artikel ini dibuat tahun 2012.  Pada masa itu, rider termlife hanya cover sampai usia <70tahun.  Sehingga pada tabel premi didapat angka premi seperti tersebut di atas.
  • Pada tahun 2017, rider termlife memiliki beberapa pilihan batasan usia, yaitu 45, 55, 65, 75, dan 85.  Semakin lama batasan usia yang diingin pada rider termlife, maka premi akan lebih mahal (jika dibandingkan pada tabel premi di atas).
  • Untuk lebih detil mengenai besarnya premi untuk UP 1 Miliar sesuai profil Anda, silahkan hubungi saya, Estri Heni di WA: 0817 028 4743

 

 

 

 

 

 

 

 

Inspirasi dari :

http://myallisya.wordpress.com/2012/02/28/355-ribu-per-bulan-dapat-up-1-miliar-mau/