Tag Archive | allisya protection plus

UP Jiwa Saja Belum Cukup

Businessman and angels

Banyak orang yang merekomendasikan pemisahan asuransi dan investasi hanya menyebut termlife (asuransi jiwa berjangka) sebagai alternatif pengganti unit link. Padahal UP jiwa saja belum cukup, terutama bagi orang usia muda dan produktif (di bawah 50 tahun). Kenapa? Karena pada dasarnya orang muda itu tidak akan meninggal hanya karena faktor usia. Memang yang namanya mati itu tidak kenal umur. Tapi melihat usia harapan hidup orang Indonesia yang sekitar 65 tahun, maka jika orang meninggal jauh di bawah usia itu, besar kemungkinan penyebabnya adalah faktor lain.

Apa biasanya penyebab orang muda meninggal dunia? Pertama, kecelakaan. Kedua, sakit. Sakit macam-macam, bisa sakit kritis, penyakit menular, atau sekadar sakit perut.

Orang yang hanya mengambil asuransi jiwa berjangka, jika ia mengalami kecelakaan lalu mati, uang pertanggungan jiwa dapat langsung cair dan diterima ahli warisnya. Tapi jika kecelakaan itu tidak langsung mengirim dia ke alam lain, maka persoalan belum selesai. Jika ia cacat, tentunya UP jiwa tidak bisa keluar, tapi biaya hidup tetap jalan dan makin sulit karena orang cacat tidak akan bisa bekerja sebaik sebelumnya.

Begitu pula mengalami sakit kritis pun belum tentu bikin meninggal. Orang muda usia daya tahan tubuhnya masih relatif kuat, sehingga ketika dia sakit, mungkin dia tetap hidup tapi berbaring saja di rumah atau di RS. Jelas orang seperti ini pun tidak bisa bekerja secara optimal.

Oleh karena itu, asuransi jiwa murni saja tidak cukup. Seseorang masih under-insured jika hanya memiliki polis asuransi jiwa murni. Dia boleh dikatakan belum aman secara keuangan. Risiko terburuk bukan hanya kematian. Bahkan kematian bukanlah risiko terburuk, karena begitu mati selesai sudah. Kesulitan hidup hanya dialami orang yang ditinggalkan, jika yang meninggal merupakan tulang punggung keluarga.

Ada risiko lain yang lebih buruk dari kematian, yaitu cacat (total maupun tidak) dan sakit kritis sehingga hidup tidak mati pun enggan. Jadi, selain asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan asuransi sakit kritis juga sangat perlu dimiliki.

Tinggal persoalannya sekarang, apakah ketiganya (jiwa, kecelakaan, sakit kritis) harus diambil terpisah ataukah sekaligus dalam satu paket. Tentunya di sini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, biaya. Mana yang lebih murah, mengambil terpisah atau sekaligus. Soal biaya ini juga harus dilihat dalam jangka panjang, bukan jangka tertentu saja.

Kedua, jangka waktu. Butuhnya sampai usia tertentu saja atau seumur hidup.

Ketiga, kemudahan dan kepraktisan. Jelas, satu polis yang mengkover sekaligus lebih praktis daripada beberapa polis.

Demikian untuk jadi pertimbangan.

Selanjutnya, beberapa tawaran bisa anda pertimbangkan di sini:

1. 600 Ribu Dapat Total UP > 2,5 M

2. 1 Juta Dapat Total UP > 4 M

Mari berasuransi.  Selamat memilih…

 

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
pin BB                      :    2A0897CB
e-mail                      :    AllianzKita@gmail.com

 

 

 

Sumber:

http://myallisya.wordpress.com/2011/12/15/termlife-saja-belum-cukup/

Iklan

Siapa saja yang perlu Asuransi Jiwa?

Extended happy family standing in the park.

Selama pencarian saya terhadap asuransi jiwa yang tepat, saya belajar banyak hal dan menemukan informasi dari para Penasehat Keuangan terkenal, bahwa : hanya pencari nafkah utama yang wajib memiliki proteksi Asuransi Jiwa. Pertimbangannya adalah: ekonomi keluarga akan terganggu apabila terjadi resiko pada pencari nafkah utama. Sedangkan anak kecil, remaja, lajang yang bekerja, dan orang tua yang memasuki masa pensiun tidak perlu asuransi jiwa.

Apabila mengacu secara definisi “asuransi jiwa diperlukan untuk melindungi perekonomian keluarga yang terganggu”, pertimbangannya tentu akan berbeda apabila terjadi kasus seperti di bawah ini.

Contoh:


1.  Seorang anak terdiagnosa kanker butuh biaya sangat besar untuk pengobatannya.  Apakah hal ini dapat mengganggu ekonomi keluarga?  Apakah kondisi ini tidak perlu proteksi Asuransi Jiwa?

Okelah, si anak diproteksi dengan Asuransi Kesehatan.  Untuk kondisi penyakit biasa, asuransi kesehatan cukup membantu.  Namun, asuransi kesehatan memiliki limit sesuai plan yang diambil.

Kenyataannya, seorang yang menderita sakit kritis seperti kanker, jantung, terpaksa harus menjalani terapi pembedahan kompleks yang biayanya jauh di atas limit yang disediakan asuransi kesehatan tersebut.

Dalam kondisi ini, bila anak hanya diproteksi asuransi kesehatan, tentu orangtuanya akan “nombok” banyak, bukan? Apakah hal ini tidak mengganggu ekonomi keluarga (orangtua)?

Berdasarkan pertimbangan tersebut, pertanggungan berupa santunan sakit kritis juga diperlukan bagi anak.  Pertanggungan jiwa mungkin tidak terlalu penting bagi anak.  Tapi karena pada asuransi yang ada, pertanggungan sakit kritis merupakan rider (asuransi tambahan) yang menyertai asuransi dasar (pertanggungan jiwa), maka untuk mendapatkan pertanggungan sakit kritis seorang anak harus mengambil pertanggungan jiwanya.

2.  Seorang pensiunan seringkali dianggap sudah tidak memiliki nilai ekonomis karena anak-anaknya sudah tidak bergantung padanya.

Faktanya? Justru masih banyak pensiunan yang masih menjadi tempat bergantung anak-anaknya.  Bukan hanya terjadi pada keluarga miskin.  Keluarga mapan pun tidak semua anaknya mampu menjalani hidup secara mandiri.  Pada akhirnya banyak pensiunan yang akan ganti bergantung pada anaknya pada saat-saat tertentu.

Seperti kasus sebelumnya.  Saat si pensiunan menderita sakit kritis yang perlu biaya besar, seringkali anak-anaknya harus “patungan” membiayai pengobatan orangtua mereka.  Jadi, apakah si pensiunan perlu perlindungan terhadap sakit kritis? PERLU!

Pertanyaan:

Umumnya rider sakit kritis hanya sampai usia 85 tahun.  Lalu bagaimana apabila usia si pensiunan sudah tidak dapat dilindungi oleh perlindungan sakit kritis? Apakah masih perlu ambil perlindungan jiwa hingga usia 99 tahun?

Jawaban kasus:

Seorang usia 87 tahun, sakit kritis, butuh biaya 1 milyar, punya 5 anak.  Dari 5 anak tersebut, hanya   1 anak yang rejekinya berlebih, sisanya hanya cukup untuk keluarga masing-masing secara mandiri.  Meskipun demikian, tentu anak-anaknya akan mengusahakan yang terbaik walau apapun hasil akhirnya yang mungkin terjadi.

Apabila sang Ayah punya asuransi jiwa sebesar 1 Milyar, akan sangat bijak apabila anak yang punya rejeki lebih “nalangin” dulu biayanya.  Mungkin menggadaikan rumah atau cari pinjaman atau cara lain.  Jadi, saat sang Ayah meninggal, uang pertanggungan 1 Milyar tadi bisa digunakan untuk mengembalikan aset si anak yang digunakan untuk nalangin biaya tersebut, kan?

Dengan berbagai pertimbangan  dan kepentingan tersebut, keputusan tetap ada pada Anda.

Namun utamanya, saya tetap menyarankan Anda untuk memiliki proteksi jiwa (Asuransi  Jiwa) bagi pencari nafkah utama.

Pilihlah asuransi jiwa dengan premi murah, memberi manfaat berlimpah yang melindungi Anda dari berbagai “jurusan”.

Diskusikan kebutuhan Anda dengan Agen berlisensi yang memahami kemampuan financial Anda, untuk mendapatkan solusi terbaik.

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
pin BB                      :    2A0897CB
e-mail                      :    AllianzKita@gmail.com

Miliki Asuransi Berdasarkan Prioritasnya

Prioritas asuransi diukur dari dampaknya pada keuangan kita, bukan dari frekuensi kejadiannya. Ada yang kejadiannya sering, misalnya pilek atau batuk biasa, tapi karena dampak keuangannya kecil, tanpa asuransi pun tak masalah. Tapi ada peristiwa yang kejadiannya mungkin hanya sekali, namun bekas yang ditinggalkannya tak terhapuskan seumur hidup, baik dari segi fisik maupun keuangan.

Jika akibat dari satu kejadian itu membuat seseorang langsung jatuh dalam kemiskinan, aset-aset terjual atau tergadai, terjerat dalam belitan utang, sumber penghasilan terputus, hingga keluarga terbenam dalam kesedihan dan kehinaan, maka risiko itulah yang harus kita prioritaskan untuk diasuransikan.

Ketika kita memutuskan untuk berasuransi, berpikirlah – walau sejenak saja – untuk risiko-risiko yang paling buruk. Yaitu risiko-risiko yang butuh biaya sangat besar.

 

Apa saja?

Berdasarkan dampak keuangannya dan preminya, setidaknya ada 4 jenis proteksi yang merupakan prioritas untuk dimiliki, yaitu asuransi yang menanggung risiko meninggal dunia, rawat inap, penyakit kritis, dan cacat. Jika anda telah memiliki empat proteksi ini, silakan mau nambah asuransi lain juga (rumah, mobil, rawat jalan, rawat gigi, persalinan, dll), kalau memang ada dananya.

 
 

Asuransi Meninggal Dunia

 

Asuransi yang menanggung risiko meninggal dunia menjadi prioritas pertama karena: selama masih hidup, akan selalu ada harapan. Tapi jika sudah dijemput maut, tak ada lagi yang bisa dikatakan.

Asuransi jiwa wajib bagi pencari nafkah dalam keluarga, biasanya ayah, dan juga ibu jika bekerja. Jika dana yang tersedia terbatas, inilah yang harus dibeli terlebih dahulu.

Kematian seorang ayah atau ibu berdampak pada putusnya sumber penghasilan karena tidak ada lagi orang yang mencarikan nafkah untuk keluarga. Kesedihan paling besar dialami oleh si anak. Terkadang dia harus dipelihara di rumah saudara atau bahkan dititipkan di panti asuhan. Tentunya kita tidak mau anak kita merepotkan orang lain, bukan?

 

Asuransi Kesehatan Rawat Inap

 

Setelah proteksi dasar terpenuhi, prioritas berikutnya adalah asuransi kesehatan rawat inap untuk seluruh anggota keluarga. Produk asuransi kesehatan ada yang dipasangi rider (proteksi tambahan) rawat jalan, rawat gigi, atau persalinan. Tapi yang prioritas hanyalah rawat inap. Yang lainnya terlalu mahal untuk dibeli, sementara manfaatnya tak seberapa, dan tanpa asuransi pun masih bisa ditanggulangi.

 

Asuransi kesehatan rawat inap memberikan penggantian biaya pengobatan sesuai yang dijanjikan dalam polis jika peserta mengalami rawat inap di klinik atau rumah sakit. Biaya pengobatan penyakit yang memerlukan rawat inap sangat bervariasi tergantung penyakitnya, tapi pada umumnya cukup memberatkan jika harus ditanggung sendiri.

 

Saat ini sebagian besar orang telah memiliki askes rawat inap. Mereka yang bekerja di sektor formal (PNS, Polri, TNI, dan karyawan swasta), boleh dikata semuanya telah memiliki askes. Sedangkan untuk masyarakat secara umum, khususnya kalangan menengah-bawah, pemerintah telah menyediakan berbagai jaminan kesehatan melalui program semacam Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), Jamkesos (Jaminan Kesehatan Sosial), Jampersal (Jaminan Persalinan), KJS (Kartu Jakarta Sehat), hingga BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial).

Oleh karena itu, jika anda beruntung termasuk pemilik askes (apa pun jenis dan namanya), anda dapat melewatkan bagian ini dan melanjutkan ke prioritas asuransi berikutnya.

 

Asuransi Penyakit Kritis

 

Dari segi dampak keuangan, penyakit kritis dapat menimbulkan dampak yang lebih besar ketimbang kematian. Apalagi jika penyakit kritis tersebut berlangsung berkepanjangan atau tidak tersembuhkan, yang repot bukan hanya penderita, tapi juga keluarga, para kerabat, hingga teman-temannya. Contohnya, orang yang terkena stroke, jika tidak sembuh, dia jadi lumpuh dan tidak bisa bekerja seperti sebelumnya. Tapi dia harus tetap berobat sementara biaya hidup tak bisa ditunda pemenuhannya.

 

Sayangnya banyak yang belum menyadari pentingnya proteksi penyakit kritis. Mereka merasa asuransi kesehatan saja sudah cukup. Mungkin jika askesnya berkategori premium, biaya ratusan juta hingga miliaran bisa ditanggung, tapi askes premium harganya tak akan terjangkau oleh kebanyakan orang. Dan sebagus-bagusnya askes, tak ada yang memberikan uang tunai untuk nasabahnya. Padahal orang yang terkena penyakit kritis, dia bukan hanya butuh penggantian biaya pengobatan, tapi juga sejumlah uang untuk biaya hidup dan lain-lainnya.

 

Proteksi penyakit kritis tidak dimaksudkan untuk menggantikan asuransi kesehatan. Proteksi penyakit kritis menambal apa yang tidak dapat diberikan askes, yaitu uang tunai dalam jumlah besar (ratusan juta hingga miliaran rupiah).

 
 

Asuransi Cacat (Sebagian maupun Total, karena Sakit ataupun Kecelakaan)

 

Cacat bisa disebabkan kecelakaan ataupun penyakit. Dalam hal cacat tetap total, kejadian ini sama akibatnya dengan meninggal dunia dan beberapa jenis penyakit kritis, yaitu putusnya penghasilan karena tidak mampu lagi bekerja.

 

Di sini, tersedia dua proteksi yang penting, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability). ADDB menanggung risiko cacat (sebagian maupun total) akibat kecelakaan, sedangkan TPD menanggung risiko cacat total akibat sakit maupun kecelakaan.

 
 
 

Jangan buang waktu Anda untuk terus mencari.  Apabila Anda setuju dengan artikel ini, artinya Anda harus segera ambil TAPRO Allisya, karena semuanya ada disini.

 

Yuk hubungi saya untuk mendapatkan penawaran solusi terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan financial Anda.

 
 
 
 
 
 

UP 4 Miliar hanya 1 juta perbulan

 

Setelah sebelumnya saya tawarkan UP 1 Milliar, UP 2 Milliar, keduanya dengan premi sangat terjangkau, berikut saya tawarkan proteksi jiwa UP 1 miliar ditambah 4 bentuk proteksi lain dengan total UP lebih dari 4 miliar.

 

UP 4 M

Jika anda pria umur 25 tahun atau kurang, bekerja dalam ruangan, dan sehat, maka yang perlu anda sisihkan cukup 1 juta per bulan.

 

 

Premi untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda:

Premi UP 4 M

 

Lengkap dan murah, bukan? Itulah Tapro Allisya Protection Plus. Tak ada di tempat lain.

Selain lengkap dan murah, program ini ada unsur investasinya pula. Anda boleh menambahkan premi top up untuk mendukung investasi, minimal 100 ribu per bulan, maksimal 3 kali premi. Top up sifatnya opsional, boleh ditambahkan boleh tidak, dan boleh pula ditambahkan kapan saja.

 

 

Keterangan Manfaat

  • Jika pindah dunia sebelum usia 100 tahun, akan cair uang 1 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika pindah dunia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan cair uang 2 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika mengalami cacat akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan diberikan sebesar persentase dari 1 miliar.
  • Jika terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis sebelum umur 70 tahun, akan keluar uang 1 miliar.
  • Jika mengalami cacat tetap total, akibat kecelakaan ataupun sakit, akan cair lagi 1 miliar.
  • Jika terdiagnosa sakit kritis atau cacat tetap total sebelum usia 65 tahun, maka selain mendapat 1 miliar, akan dibayarkan pula tabungan otomatis sebesar premi sampai umur 65 tahun.
  • Jika selamat sehat wal afiat sampai umur 100 tahun, maka alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas karunia nikmatnya kepada anda. Anda dipersilakan menarik semua nilai investasinya.

 

 

 

Hubungi Saya:

 

Estri Heni

SMS/What’s App :  0817 028 4743

pin BB                  :  2a0897cb

E-mail                  :  allianzkita@gmail.com

 

 

 

inspirasi dari:

http://myallisya.wordpress.com/2013/03/03/dapatkan-total-up-4-miliar-lebih-hanya-1-juta-per-bulan/

 

 

 

UP > 2,5 Milliar, premi 600ribu perbulan?? Bisa dooong!

Karena risiko hidup ada berbagai macam, dan semuanya bukan soal pilihan ganda yang bisa dipilih salah satu, langkah paling menentramkan adalah menyiapkan skenario untuk beberapa kemungkinan sekaligus.

 

Saya menawarkan proteksi jiwa UP 1 miliar ditambah 4 bentuk proteksi lain dengan total UP lebih dari 2,5 miliar.

Jika anda pria umur 26-30 tahun, bekerja dalam ruangan, dan sehat, maka yang perlu anda sisihkan cukup 600 ribu per bulan.

Tabel di bawah menunjukkan premi bulanan untuk mendapatkan manfaat di atas, berdasarkan usia masuk dan jenis kelamin.

Premi UP 2,5 M

Lengkap dan murah, bukan? Semuanya ada dalam 1 program yang disebut Allisya Protection Plus atau Tapro Allisya. Tak ada di tempat lain dengan harga segini.

Keterangan Manfaat

  • Jika tutup usia sebelum usia 70 tahun, akan cair uang 1 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika tutup usia setelah usia 70 tahun, akan cair uang 500 juta ditambah nilai investasi.
  • Jika tutup usia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan cair uang 1,5 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika mengalami cacat akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan diberikan sebesar persentase dari 500 juta.
  • Jika terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis sebelum umur 70 tahun, akan keluar uang 500 juta.
  • Jika mengalami cacat tetap total, akibat kecelakaan ataupun sakit, akan cair lagi 500 juta.
  • Jika terdiagnosa sakit kritis atau cacat tetap total sebelum usia 65 tahun, maka selain mendapat 500 juta, akan dibayarkan pula tabungan otomatis sebesar premi sampai umur 65 tahun.
  • Jika selamat sehat wal afiat sampai umur 100 tahun, maka alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas karunia nikmatnya kepada anda. Anda dipersilakan menarik semua nilai investasinya.

Untuk keterangan lebih lanjut, atau ingin mendapatkan ilustrasi, silakan kontak saya :

Estri Heni

SMS/What’s App :  0817 028 4743

pin BB                  :  2a0897cb

E-mail                   :  allianzkita@gmail.com

inspirasi dari:

http://myallisya.wordpress.com/2012/11/13/dapatkan-total-up-25-miliar-lebih-hanya-600-ribu-per-bulan/