Tag Archive | asuransi allianz syariah halal

Kehilangan Sedikit Atau Kehilangan Banyak, Yang Mana Pilihan Bijak Anda?

Contoh kasus.  Berdasarkan tabel premi sakit kritis 1 Miliar, maka untuk profil:

Pria 30th.

Premi = 500rb perbulan

Manfaat:

UP dasar       = 200 juta

UP 49 sakit kritis   = 500 juta

UP 100 sakit kritis     = 500 juta

(Total UP sakit kritis = 1 Miliar)

Manfaat payor

 

Saya setor premi 500 ribu perbulan, dalam 10 tahun berarti saya keluar dana 60 juta untuk dapat proteksi sakit kritis sebesar 1 Miliar.  Jika dalam 10 tahun itu saya tidak sakit kritis, UPnya tidak cair ya? Wah, saya rugi 60 juta dong ya….

 

Penjelasan:

Pertama, meluruskan pemahaman bahwa Asuransi = proteksi.

Asuransi bukanlah masalah untung-rugi.  Menjadi untung, jika sudah beli asuransi, lalu terjadi sakit kritis, ada Uang Pertanggungan yang cair.  Menjadi rugi, jika sudah beli asuransi, tapi tidak terjadi sakit kritis, tidak ada Uang pertanggungan yang cair, premi yang dibayarkan menjadi “terasa” hangus.

Mari kita sama-sama meluruskan pemahaman ini.  Mari kita membuka wawasan diri dengan pemahaman yang lebih baik, yaitu bahwa Asuransi Jiwa adalah salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga Anda.  Jika Anda sudah mengatur pos-pos pengeluaran rutin bulanan, kini saatnya Anda menambah alokasi pos untuk premi asuransi.  Tidak ada dana lebih untuk asuransi?  Tidak masalah, Anda bisa mengurangi biaya di pos “gaya hidup”.  Kurangi biaya “gaya hidup” Anda, untuk memaksimalkan biaya hidup.  Lebih detil untuk ini, silahkan googling ya.

Memiliki asuransi jiwa merupakan ikhtiar/upaya untuk menyiapkan dana tunai jumlah besar, dengan menyisihkan hanya sebagian kecil dari penghasilan Anda.  Setuju ya?

Kedua.  Kita tidak pernah tau apakah resiko hidup tersebut (contohnya: sakit kritis) akan datang pada kita?  Bisa ya, bisa tidak.  Kita tidak pernah tau kapan resiko tersebut bisa terjadi?  Mungkin saat usia senja, mungkin malah saat usia produktif.  Kita juga tidak bisa pilih-pilih resiko, maunya kalau sakit tuh hanya sakit pilek saja lah, sakit jantung stroke kankernya terjadi kepada si Fulan saja….  Kita tidak bisa seperti itu.  Menjadi sakit adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa ditolak, harus diterima, dan tetap disyukuri.

Yang bisa kita siasati di awal adalah bagaimana strategi kita dalam mengatur rencana keuangan keluarga kita (baca kembali poin pertama).

Lanjut.  Katakanlah usia Anda saat ini 30th.  Anda menerapkan pola hidup sehat, sehingga sampai usia 40 tahun kondisi kesehatan Anda tetap prima.  Hal ini wajar bukan?  Secara umum diketahui bahwa usia non produktif itu adalah setelah masa pensiun, sekitar usia 55 tahun lebih.  Secara umum, justru pada usia senja tersebutlah baru muncul gejala penurunan kondisi kesehatan.  Ini juga dianggap wajar, karena demikianlah yang terjadi di sekitar kita.

Nah, yang dianggap belum wajar itu yang bagaimana?  Yaitu yang mengalami gejala penurunan kondisi kesehatan pada usia produktif!  Belum bisa dianggap wajar, namun saat ini faktanya demikian.  Contoh yang semua orang tau, tentunya kisah hidup artis muda Indonesia.  Masih muda, namun sudah mengalami sakit kritis.

Anda sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi lingkungan sekitar tidak mendukung.  Menjamurnya restoran cepat saji, outlet penjual kopi, makanan instan yang mudah didapat di warung dekat rumah, sayur dan buah organik yang harganya malah lebih mahal, pola hidup tetangga Anda yang kurang sehat, tetangga Anda buang ludah sembarangan, dan sebagainya…  Hal sepele, namun sedikit banyak tentu bisa memberikan dampak juga bagi kesehatan Anda.

Hal penting untuk dipertimbangkan:

Jika selama ini Anda menyisihkan sedikit dari penghasilan Anda untuk ditabung, atau diinvestasikan, pasti tujuannya untuk kebahagiaan Anda, bukan?  Untuk masa depan anak, pendidikan anak, liburan, perjalanan ibadah, dll.  Sudahkah Anda menyisihkan sedikit penghasilan Anda untuk tujuan meminimalkan dampak buruk keuangan keluarga Anda, jika terjadi resiko hidup yang tidak diinginkan?  Inilah yang dimaksud dengan asuransi sebagai salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga.

Jika dalam 10 tahun ke depan, Anda tidak mengalami sakit kritis, Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Sungguh, saya pun selalu mendoakan agar saya dan semua nasabah saya senantiasa diberi nikmat kesehatan oleh Allah, agar kita semua dapat beraktifitas, dapat berkarya, dapat berpenghasilan, dapat menyisihkan penghasilan untuk ditabung.  Aamiin…  Semua hasil dari upaya yang kita kerjakan adalah bertujuan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, bagi diri kita dan anak-anak kita.  Setuju ya?

Ketiga, pemahaman tentang konsep asuransi jiwa Syariah.  Pada asuransi Syariah, premi yang disetorkan kepada Perusahaan Asuransi (sebagai pengelola dana) adalah Dana Tabarru atau Dana Kebajikan.  Semua peserta asuransi Syariah mengeluarkan dana tabarru.  Dana Tabarru ini dikumpulkan dalam rekening terpisah yaitu rekening Tabarru.  Jika seorang nasabah mengalami resiko, maka diambillah Dana Tabarru ini sebagai Uang Pertanggungan.  Memiliki asuransi syariah, artinya secara otomatis kita melakukan sedekah rutin setiap bulannya (mengikuti cara bayar), dan juga bisa ikut membantu peserta lain yang tertimpa musibah.  Insya Allah berkah…

 

KESIMPULAN

Mana yang Anda pilih:

Kehilangan uang premi sekian tahun, tapi senantiasa sehat?  ataukah

Kehilangan uang ratusan juta sampai miliaran karena mengalami sakit kritis?

 

 

 

Tidak ingin kehilangan uang besar???

Mari sisihkan sedikit penghasilan Anda, upayakan strategi rencana keuangan terbaik bagi keluarga Anda, miliki asuransi jiwa.  Pilih yang Syariah, karena Syariah menentramkan.

Kontak saya:

Estri heni,   WA: 0817 028 4743

Iklan

Jangan Pelit Sama Diri Sendiri (Julia Perez)

Masih dalam suasana duka kepergian artis Julia Perez.  Saya teringat tahun 2015 Jupe menerima pembayaran dari Allianz atas klaim sakit kritis yang di deritanya.  Kala itu, yang menjadi perhatian kami, para agen asuransi Allianz untuk berbagi kepada para calon nasabah asuransi adalah saran beliau untuk TIDAK PELIT SAMA DIRI SENDIRI.

Ya, quote yang pernah disampaikan artis Julia Perez itu benar-benar mewakili kondisi seseorang yang mengalami sakit kritis.  Ternyata memang benar dan fakta bahwa sakit kritis itu butuh biaya besar.  Akan berbeda maknanya, apabila seseorang yang mengalami sakit kritis itu:

  1. Tidak punya asuransi
  2. Punya asuransi seadanya
  3. Punya asuransi dengan santunan besar/maksimal.

 

Sebelum membahas lebih dalam, mari kita samakan dulu pemahaman bahwa asuransi merupakan salah satu ikhtiar dalam upaya merencanakan keuangan keluarga.  Jadi asuransi adalah salah satu pos “pengeluaran” keuangan keluarga yang bertujuan melindungi penghasilan dari resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

 

TIDAK PUNYA ASURANSI

Bila Anda belum memiliki pos pengeluaran keuangan keluarga untuk berasuransi, mungkin Anda menyetor dana di tabungan di bank.  Dengan harapan, dana akan berkembang dan bila resiko hidup terjadi maka dananya tersedia di bank.

Ralat 1:  jika tujuan Anda adalah mengembangkan dana di bank, jangan simpan di tabungan.  Silahkan sisihkan dana Anda di instrumen investasi.  Mengenai ini, silahkan googling sendiri ya.  Jika produknya adalah tabungan, berarti dana Anda hanya untuk disimpan saja.

Ralat 2:  ubah tujuan Anda menabung.  Tujuan menabung lebih tepatnya adalah untuk menyimpan dana likuid.  Dana yang Anda gunakan sehari-hari, cashflow rutin bulanan Anda saja.  JANGAN: gunakan dana di tabungan sebagai dana cadangan untuk menutup kebutuhan hidup bila terjadi resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

Jika tidak punya suransi, maka ketika terjadi sakit kritis, solusinya adalah:  kuras tabungan, bongkar investasi, jual aset, pinjam teman/keluarga.

Masalah:  Bagaimana Jika:

  • tabungan Anda masih sedikit?
  • investasi Anda tidak cukup?
  • aset Anda tidak langsung terjual dengan cepat sementara kondisi sakit kritisnya tidak bisa menunggu alias perlu tindakan segera?
  • merasa malu untuk pinjam uang pada keluarga dan bingung nanti bagaimana cara mengembalikan hutangnya karena jumlahnya yang begitu besar? (awas, hindari riba hutang!)

Pertanyaan:

Apakah Anda rela: selama bertahun-tahun sudah bekerja keras banting tulang, pergi gelap pulang gelap sampai tidak sempat mengikuti tumbuh kembang anak, kumpulkan sedikit demi sedikit uang receh demi masa depan lebih baik, namun ternyata uang tersebut harus terpakai untuk biaya sakit kritis???

Belum lagi adanya biaya hidup, biaya cicilan, biaya tagihan yang tetap datang saat Anda sudah tidak bisa bekerja lagi akibat terkena sakit kritis, mau dibayar pakai apa???

Detilnya klik ini:  Rencana keuangan tanpa asuransi atau dengan asuransi,  Ini bedanya!

 

PUNYA ASURANSI SEADANYA

Sering saya ketemu calon nasabah dengan penghasilan 50 juta perbulan, namun meminta proteksi asuransi dengan premi termurah di Allianz.  Padahal, Pakar Perencana Keuangan menyarankan bahwa sebaiknya ada alokasi dana untuk asuransi adalah minimal 10% dari gaji, atau sesuai kebutuhan.  Kenapa?  Orang dengan penghasilan 50 juta perbulan, tentunya memiliki gaya hidup yang berbeda dengan orang yang berpenghasilan 5 juta perbulan. Artinya: Gaya hidup yang lebih tinggi itu, tentu menuntut pengeluaran yang lebih tinggi juga.

Sebaiknya dalam memiliki proteksi asuransi, bila dananya memang ada, belilah proteksi yang Uang Pertanggungannya sesuai pengeluaran rutin bulanan Anda dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan Anda.  Uang Pertanggungan diberikan oleh perusahaan asuransi dalam bentuk UANG TUNAI yang jumlahnya bisa sangat besar (contoh miliar-an).

Bila gaya hidup Anda tinggi, artinya pengeluaran Anda juga tinggi, tapi proteksi asuransi yang dimiliki hanya dengan santunan/UP seadanya, lalu bagaimana jika resiko sakit kritis terjadi????

Anda masih harus nombok banyak loh untuk bisa menjalani proses pengobatan dan perawatan sakit kritisnya.  Malah bisa jadi, Anda yang sudah kepayahan dengan sakit kritis yang dialami, ternyata masih harus berpikir bagaimana mendapatkan tambahan dananya???

 

PUNYA ASURANSI DENGAN MANFAAT/SANTUNAN YANG MAKSIMAL

Kegunaan UP (Uang Pertanggungan) pada asuransi sakit kritis adalah:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Bagaimana mengetahui Uang Pertanggungan yang sesuai dan cukup untuk kebutuhan rutin bulanan?  Jawabannya ada DISINI.  Setelah Anda mengetahui UP yang sesuai dan cukup, kita bisa diskusikan berapa besarnya premi yang  Anda bayarkan untuk mendapatkan UP senilai tersebut, sesuai dengan profil Anda.

Memiliki produk asuransi yang tepat, didampingi oleh agen yang tepat (memahami kebutuhan Anda dan memberikan solusi yang sesuai), dengan manfaat santunan yang maksimal, akan:

  • memantapkan Anda dalam keseharian Anda bekerja mencari nafkah demi keluarga yang Anda cintai.
  • menenangkan Anda jika resiko sakit kritis terjadi.  Anda bisa fokus menjalani tahapan terapi dan pengobatan yang mesti dijalani tanpa harus kebanyakan pertimbangan ini itu masalah biaya.
  • keluarga Anda juga tenang.  Kerabat Anda juga tidak perlu kuatir akan didatangi oleh istri Anda yang bersedih-sedih memohon bantuan doa dan dana untuk menambah biaya pengobatan Anda.

 

 

Jadi, apakah Anda masih:

  • lebih mementingkan kesenangan dan gaya hidup berlebih?
  • merasa berat untuk menunda kesenangan agar bisa menyisihkan dana untuk berasuransi?
  • bahkan pelit sama diri sendiri?

 

Bijaklah dengan uang Anda.  Mari berasuransi.  Pilih asuransi syariah.  Asuransi syariah menentramkan.

Konsultasi GRATIS, kontak saya:  Estri Heni, WA:  0817 028 4743

 

Selamat Jalan Julia Perez…

Innalillaahi wa inna ilaihirojiuun…

Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua pasti akan kembali kepada Allah.
Semoga Allah SWT menerima semua amal kebaikanmu dan menempatkanmu disurga…

Pertama mengetahui kabar ini, saya dapatkan dari sumbernya DISINI.   Julia Perez adalah artis Indonesia, yang sudah berjuang cukup lama atas kondisi kesehatannya yaitu kanker serviks sejak tahun 2015.

 

 

Beberapa waktu lalu, pernah saya posting berita tentang klaim sakit kritis Julia Perez yang sudah dibayarkan oleh Allianz.  Beritanya DISINI.

Belajar dari pengalaman Julia Perez.  Upayanya dalam pengobatan sakit kritis yang dialami, sudah melewati perjuangan yang sangat besar.  Dari menjual aset miliknya, donasi dari berbagai pihak, bantuan dari rekan artis, dan sebagainya.

Uang memang bukan segalanya.  Namun jika ada uang, maka dalam setiap proses pengobatan dan perawatan yang diperlukan, tidak perlu banyak pertimbangan dan tidak perlu mengulur waktu jika harus pinjam sana sini.  Tinggal ikuti saran dokter karena uang tunai sudah siap.

Manusia hanya berencana, Allah Subhanahu Wa Ta’ala jugalah yang menentukan.  Asuransi bukan untuk melawan takdir.  Tapi asuransi merupakan salah satu ikhtiar dalam merencanakan keuangan untuk kehidupan yang lebih baik.

 

Selamat Jalan Julia Perez,  semoga khusnul khotimah..  Aamiin..

 

 

 

 

#  Perlunya memiliki asuransi jiwa

#  UP jiwa saja tidak cukup

#  Lengkapi dengan proteksi terhadap sakit kritis

#  Solusi uang tunai untuk berobat sakit kritis

#  Asuransi sakit kritis beda dengan asuransi kesehatan (BPJS)

#  Mari Berasuransi

#  Konsultasi GRATIS, hubungi:  Estri Heni,  WA:  0817 028 4743