Tag Archive | asuransi kesehatan

Prosedur Klaim Asuransi Kesehatan Allianz secara Reimbursement

 

Klaim asuransi kesehatan bisa dilakukan secara cashless maupun reimbursement. Klaim secara cashless berlaku untuk produk tertentu dan dilakukan di RS jaringan Allianz. Prosedurnya cukup dengan menunjukkan kartu peserta ke admininstrasi RS, lalu admin RS akan melakukan konfirmasi ke Allianz, dan jika penjaminan disetujui, nasabah dapat dirawat inap tanpa harus setor uang jaminan.

Berikut ini adalah prosedur klaim asuransi kesehatan individu Allianz jika diajukan secara reimbursement.

Klaim reimbursement adalah nasabah membayar biaya RS dulu, setelah itu mengajukan klaim ke Allianz dengan mengisi formulir dilengkapi lampiran-lampiran yang diperlukan.

 

Ada 6 langkah dalam prosedur klaim asuransi kesehatan individu Allianz.

  1. Bawa dan isi lengkap Formulir Klaim Allianz saat berobat. Formulir bisa diperoleh di web allianz.co.id.
  2. Minta surat rujukan, hasil pemeriksaan penunjang diagnostik, diagnosa dokter, resume medis ditandatangani dokter dan cap RS, dan salinan resep.
  3. Minta juga bukti pembayaran perincian biaya obat, tindakan, dan lainnya dengan kuitansi asli.
  4. Kirim semua dokumen klaim ke kantor pusat Allianz di Jakarta di bagian Mailing Room, boleh lewat kurir atau aplikasi Allianz Eazy Claim dari ponsel anda.
  5. Bagian analis klaim Allianz akan menganalisis dan memutuskan status klaim sesuai dengan polis asuransi dan peraturan perusahaan.
  6. Service Guarantee menjamin klaim asuransi kesehatan dibayarkan dalam 7 hari kerja (syarat dan ketentuan berlaku), atau dapatkan voucher belanja senilai 100 ribu rupiah jika proses klaim melewati 7 hari kerja.

Catatan: Jika diperlukan, Allianz akan meminta tambahan dokumen pendukung untuk menganalisis lebih lanjut pengajuan klaim anda.

Produk asuransi kesehatan individu Allianz yang dapat menggunakan prosedur ini adalah Allisya Care, maxi Violet, Smartmed Premier, Rider HSC+, dan Flexicare Family.  (Silakan diklik pada produk untuk mendapatkan penjelasan).

Demikian.

Keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi AllianzCare di 1500136 atau AllianzCare Syariah di 1500139.

Untuk konsultasi asuransi secara gratis, hubungi:

ESTRI HENI

WA:  0817 028 4743

Iklan

Apa Beda Asuransi Kesehatan dengan Asuransi Sakit Kritis?

Pernahkah Anda mendapat tawaran asuransi penyakit kritis dari seorang agen asuransi? Lebih dari 75% orang yang saya tanya, ternyata pernah mendapatkan tawaran tersebut. Namun, sebagian besar tidak memahami jenis perlindungan ini, sehingga masih banyak orang yang menolak untuk membelinya.

Alasan terbanyak biasanya karena sudah memiliki polis asuransi kesehatan. Apabila Anda telah memiliki tunjangan kesehatan dari kantor tempat bekerja misalnya, untuk apa lagi membeli polis asuransi penyakit kritis?  Apa bedanya asuransi kesehatan dengan asuransi sakit kritis?

 

ASURANSI KESEHATAN

Asuransi Kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.  Manfaat utama yang didapat nasabah adalah manfaat rawat inap.

Jenis Asuransi kesehatan ada 2:

  1. Askes murni.  Karakteristiknya:  berdiri sendiri (tidak gabung dengan asuransi jiwa), tidak ada nilai tunai yang terbentuk, tidak ada premi yang dikembalikan, premi murah, ada limit.  Di Allianz produknya:  Askes Syariah (Allisya Care), askes Non Syariah (Maxi Violet), askes Non Syariah Premium (Smartmed Premier)
  2. Askes sebagai Rider kesehatan.  Karakteristiknya:  merupakan rider/manfaat tambahan dari asuransi jiwa (Gabung dengan asuransi jiwa), nilai tunai yang terbentuk ada namun merupakan nilai investasi dari asuransi jiwa, tidak ada premi yang dikembalikan, premi sedikit lebih mahal karena merupakan premi asuransi jiwa, ada limit.  Di Allianz nama ridernya adalah: HSC+ (Hospital Surgical Care Plus)

Nasabah akan mendapatkan kartu asuransi kesehatan untuk mendapatkan fasilitas cashless jika harus dirawat di RS.  Cashless = tidak perlu mengeluarkan uang saat akan di rawat di RS.  Hanya tinggal menunjukkan saja kartunya, bagian administrasi RS akan mengurusnya, dan pasien langsung bisa menjalani proses rawat inap di RS rekanan tersebut.

Nasabah hanya perlu membayar apabila terdapat selisih biaya perawatan antara biaya aktual yang timbul dengan plafon yang dimiliki di perusahaan asuransi.  Contohnya produk asuransi kesehatan Allianz Syariah: (Allisya Care). Jika askes yang dimiliki adalah askes tanpa plafon (sesuai tagihan), maka Allianz akan membayarkan biaya perawatan rawat inap rumah sakit sesuai tagihan rumah sakit, berapapun jumlahnya, asalkan tidak melebihi 6 Milyar per tahun.  Contohnya produk askes Premium dari Allianz:  (Smartmed Premier)

Bila nasabah tidak menggunakan kartu cashless, maka semua perawatan rumah sakit yang timbul harus dibayarkan terlebih dahulu dengan uang pribadi, baru kemudian direimburse ke pihak asuransi. Di Allianz, reimburse askes cuma butuh 7 hari kerja dengan aplikasi Allianz Eazy Claim yang bisa di download di handphone berbasis IOS atau Android. (Sampai saat ini, blum ada satu asuransi pun yang memiliki aplikasi ini, hanya di Allianz yang punya.)

Selain rawat inap sebagai manfaat utama, juga ada manfaat tambahan (bisa dibeli, bisa juga tidak).  Manfaat tambahan pada asuransi kesehatan murni:

  1. Rawat jalan
  2. Rawat Gigi
  3. Kehamilan
  4. Santunan Harian (pada produk Allisya Care)

Asuransi Kesehatan sangat bermanfaat untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda membutuhkan Asuransi Kesehatan.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Hanya sampai disinilah Asuransi Kesehatan Anda berperan.

Mau buka polis asuransi Kesehatan?  Mari kita diskusikan dulu kebutuhan asuransi Kesehatan Anda, melalui ilustrasi Asuransi Kesehatan Allianz.  Kirimkan data diri Anda KESINI untuk mendapatkan ilustrasinya.

 

 

ASURANSI SAKIT KRITIS

Bagaimana jika Anda kena sakit kritis, tetapi tidak dirawat inap di rumah sakit? Ya, berarti asuransi kesehatan Anda tidak bermanfaat. Asuransi kesehatan Anda hanya bermanfaat selama Anda dirawat inap di rumah sakit. Jika Anda cari pengobatan alternatif, cari tabib, sinshe, akupunctur, makan suplemen dan lain lain, asuransi kesehatan tidak akan mengcover biaya itu.    Bagaimana jika Anda kena sakit parah, cari pengobatan alternatif selain dirawat inap di rumah sakit?  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar semua biaya itu.

 

Critical Illness Hidden Cost

 

Jangan lupa, bahwa apapun kategori sakitnya, (baik sakit “ringan” ataupun sakit “berat/kritis”), pasti ada yang namanya “biaya tersembunyi”.

Nah, bagaimana dengan “biaya tersembunyi”?  Apakah masih dicover oleh Asuransi Kesehatan?  Tentu saja adanya biaya tersembunyi tersebut sudah tidak dapat memanfaatkan fasilitas Asuransi Kesehatan.

Apa saja “biaya tersembunyi” itu?  Dari gambar diatas, inilah beberapa “biaya tersembunyi”:

  • Biaya Pengobatan di luar plafon
  • Biaya Pengobatan Alternatif / obat eksperimental
  • Income yang hilang selama tidak bekerja
  • Income pasangan/keluarga yang hilang
  • Akomodasi dan penginapan di luar kota / luar negeri
  • Increased Childcare Expenses (pengeluaran/biaya pengasuh anak jadi bertambah)
  • Juru rawat pribadi + tambahan supir
  • Nutrisi ekstra untuk penyembuhan

Umumnya biaya tersembunyi terpaksa diselesaikan dengan “uang sendiri”.  Terpaksa kuras tabungan, jual asset, atau pinjam teman/kerabat.

 

SOLUSI

Bagaimana jika Estri Heni (Hp: 0817 028 4743) menawarkan solusi lain yang tidak perlu “mengganggu” dana pribadi Anda?  Apakah itu?

Disinilah peran “asuransi sakit kritis”.  Bagi pasien sakit kritis, biaya2 tersembunyi tersebut akan sangat terasa dibutuhkan.

Asuransi sakit kritis memberikan Uang Tunai (sekaligus) dalam Jumlah Besar.  Berapa jumlah besarnya?  Tergantung UP (Uang pertanggungan) yang ada di polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 Miliar, maka akan diberikan sebesar 1 Miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak dipakai berobat pun silakan saja (misalnya biaya rumah sakit sudah dijamin askes sesuai tagihan). Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif pun oke-oke saja. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, atau disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun boleh. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah. Bahkan mau dipakai jalan-jalan dan membeli mobil baru pun tak ada larangannya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

Bagaimana dengan preminya?

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

 

Merasakan Manfaat Fasilitas Asuransi Kesehatan

 

 

Ooo… Begini ya, rasanya punya asuransi kesehatan..   (Sebelumnya terpaksa selalu rogoh kantong pribadi untuk biaya pengobatan RS)

Alhamdulillah, setelah 8 tahun jadi karyawan kontrak, akhirnya suami saya diangkat jadi karyawan tetap di tempatnya bekerja.  Salah satu fasilitas yang diterimanya, sudah pasti “Asuransi Kesehatan”, dari perusahaan asuransi lain (bukan Allianz)

Saya memang mau konsul ke dokter, sekalian saja “tes case” rasanya memanfaatkan fasilitas asuransi kesehatan rawat jalan, utamanya dari asuransi tersebut.

Kasus saya bukan kasus gawat.  Karena tujuan saya bukan untuk konsul ke salah satu dari 4 spesialis yang bisa langsung (sesuai ketentuan asuransi tersebut), maka saya datang ke faskes 1 untuk konsul dan minta surat rujukan.  Ternyata oleh dokter umum di faskes 1, saya dirujuk ke dokter Spesialis Bedah dengan diagnosa Clavus.

Saya langsung menuju ke RS Meilia Cibubur, konsul ke 2 dokter Spesialis sekaligus:  Spesialis Mata dan Spesialis Bedah.  Hasil konsul dari Spesialis Mata:  minus saya bertambah sedikit sehingga harus ganti kacamata dan diberi obat tetes mata untuk mata saya yang kering dan mudah lelah.  Mungkin karena saya sering kurang cukup tidur yaa..

Lanjut, saya ke Spesialis Bedah, ketemu Dr. Yoyok SpB.  Setelah konsultasi dan diskusi, saya disarankan untuk tindakan pengangkatan Clavus esok hari.  Karena pihak RS harus konfirmasi ke Asuransi nya dulu, apakah untuk kasus Multiple Clavus ini bisa dicover atau tidak.  Dan biasanya asuransi tersebut lama kasih jawabannya.  Kuatir saya kelamaan menunggu.  Okelah, saya ikuti saja prosedurnya.  Jadi saya pulang dulu.

Lanjut, kisah hari ini.  Sama seperti kemarin.  Antrian saya di bagian pendaftaran sangat singkat.  Saya sudah antri di poli sekitar jam 10.30.  Baru dipanggil jam 11.30.  Dokter dan perawat siapkan peralatannya.  Tindakan dilakukan di poli saja.  Saya minta cara elektrocauter.  Prosedurnya sama saja.   Telapak kaki yang memang banyak titik syaraf nya itu disuntik bius lokal di beberapa titik sebaran clavus.  Rasanya… mantab!  Haha… Untung respon biusnya cepat.  Jadi langsung ditindak, untuk 10 titik sebaran Clavus, hanya butuh 1 jam saja.  Dari resep yang diberikan, yang tidak dicover asuransi kesehatan tersebut hanya kain kasa, dan Betad*ne.  Untuk obat anti nyeri dan antibiotik dicover asalkan mengikuti formularium dari asuransi kesehatan yang saya pakai.  Ya sudah lah, tidak apa.  Palingan hanya beda merek.  Zat aktif obatnya sama.

Info dari perawat, bahwa  tindakan electrocauter untuk kasus saya dengan diagnosa Multiple Clavus, biayanya 2.5 juta…. WOW… Mahal juga yaa…  Sayang banget kalau harus pakai uang pribadi.

Secara keseluruhan, asuransi kesehatan tersebut tidak ribet lah, selama sesuai prosedurnya.  Bagian Pendaftaran, Perawat Poli,  Dokter Spesialis Mata dan Spesialis Bedah Umum, bagian kasir dan Apotek di RS Meilia juga support dan cekatan.  Saya merasa tidak terlalu banyak waktu terbuang.

 

Dari pengalaman saya ini, sudah terasa sekali manfaat dari adanya asuransi kesehatan.  Asuransi kesehatan sangat membantu dan bermanfaat untuk mengganti biaya pengobatan dan atau perawatan selama di Rumah Sakit.  Jadi, untuk kasus apapun, baik sakit “ringan” atau “berat” selama dilakukan perawatan di RS, umumnya akan dicover oleh asuransi.  Tergantung dari plan kelas kamar yang dipilih dan juga manfaat tambahan apa saja yang dipilih.

Untuk kasus sakit “ringan”, contoh DB atau typhus.  Terpaksa saya sebut “ringan” karena:  setelah pulih, diijinkan pulang dari RS, maka kasus selesai.  Artinya tidak perlu ada perawatan lagi di luar RS, dan tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga.

Kalau kasus saya kemarin sih termasuk kasus ringan, hanya rawat jalan, tanpa perlu rawat inap.  Jadi dengan asuransi kesehatan manfaat tambahan rawat jalan, cukup membantu bagi saya.  Seandainya uang saya banyak banget, biaya 2.5 juta akan terasa sangat ringan dikantong, tanpa asuransi kesehatan rawat jalan pun, biaya masih bisa ditanggung sendiri.  Atau seburuk-buruknya harus pinjam saudara, masih bisa lah mencicil untuk kembalikannya.

Untuk sakit “berat”, contoh stroke, jantung, gagal ginjal, bahkan sampai kanker.  Saya sebut ini sakit berat, karena perlu dilakukan perawatan di RS (yang bagian ini masih bisa dicover oleh asuransi kesehatan), dan saat kondisi membaik (belum berarti pulih seperti sediakala), boleh pulang, kasus belum selesai.  Artinya:  kadang kala perlu ada perawatan lanjutan sepulang dari RS dan kondisi keuangan keluarga bisa jadi terganggu.  Contoh:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), atau suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM).
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Biaya pendidikan anak atau dana pensiun (jika sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sebelumnya sehingga biaya hidup tak jadi masalah).

Naaah… ini yang berat…   Sudah sakitnya berat, efek keuangannya juga berat nih…

Baca juga:

Sudah punya Asuransi Kesehatan, perlukah Asuransi Sakit Kritis?

Pertanyaan:  apakah kondisi sepulang dari RS ini juga dicover oleh asuransi kesehatan?  Tentu TIDAK.

Lalu, apa masalahnya?

Jika Anda punya dana darurat yang sangat banyak, hal ini tidak jadi masalah.  Namun bagaimana jika kondisinya adalah:  belum siap dana darurat dengan jumlah besar?

Sementara resiko bisa terjadi kapan saja tanpa kasih info dulu sebelumnya via what’s app / email ?

Dan… resiko yang terjadi juga tidak bisa dipilih, kalau kebagian resiko maunya kasus yang ringan saja, yang berat untuk dia…  Big NO…

Lalu bagaimana solusinya?

Gampang saja.  Anda menabung 2 juta perbulan, dengan tujuan siapkan 1 Miliar.  Ini cara standar.

Pertanyaan:  Kapan akan tercapai 1 Miliar dengan menabung 2 juta perbulan?  41 tahun!

Misal Anda baru mulai menabung 2 juta/bulan saat usia 30th (asumsi sudah bekerja dan sudah mapan sehingga ada alokasi dana “nganggur” 2jt/bulan untuk ditabung).  Artinya, 41 tahun kemudian, yaitu saat usia 71tahun, Anda punya 1 Miliar.  Bagus ya? Tentu bagus!  Ada upaya menabung, dan tercapai dana 1 M.

Pertanyaan:  Bagaimana jika resiko terjadi saat usia belum capai 71 tahun?  Artinya:  tabungan 1 M belum tercapai.  Jangan abaikan inflasi.  Dana 1 M di 41 tahun mendatang tentu beda nilainya dengan 1 M 10 tahun mendatang.

Adakah cara lain?  Yang bisa tersedia dana besar dalam waktu singkat untuk antisipasi resiko sakit berat?

ADA!

Yaitu dengan TAPRO.  TAbungan dan PROteksi dari Allianz Syariah.

Tapro adalah asuransi jiwa yang memberikan uang besar jika terjadi resiko meninggal dunia, kecelakaan, cacat tetap total, dan sakit berat.  Tapro bisa menjadi sarana bagi Anda untuk menabung dan siapkan dana besar dalam waktu singkat, sebagai antisipasi terhadap resiko meninggal dunia, kecelakaan, cacat tetap total dan sakit berat.

 

Untuk kasus tersebut di atas, contoh seorang pria 30 tahun, bertujuan siapkan dana 1 Miliar dengan cepat untuk antisipasi resiko sakit berat.

Dengan buka polis Tapro, maka manfaat yang didapat sbb:

artikel-askes-meilia

Dengan menabung hanya 1.1 juta perbulan

Manfaat:

  • UP meninggal dunia                   = 1 Miliar
  • UP 100 jenis sakit kritis            = 1 Miliar
  • Premi gratis dan diteruskan oleh Allianz jika terjadi resiko
  • Ada tabungan sebagai “bonus”

Baca juga:  100 jenis sakit kritis yang ditanggung Allianz

 

Keuntungan menabung di Tapro vs menabung di bank:

  1. Dana yang ditabungkan hanya 1.1 juta perbulan (bukan 2 juta perbulan seperti yang dianggarkan)
  2. Langsung disiapkan oleh Allianz dana besar, senilai total 2 Miliar
  3. Siap dana besar senilai 1 Miliar bila terjadi sakit kritis / sakit berat, hanya dalam waktu 3 bulan (tidak harus menunggu selama 41 tahun)
  4. Allianz yang akan melanjutkan tabungan jika terjadi resiko sakit kritis / sakit berat, atau cacat tetap total
  5. Ada dana yang bisa ditarik, jika ada keperluan yang sangat mendesak

 

Anda tertarik menabung dan punya proteksi sakit kritis di Allianz?

Hubungi:  Estri Heni

WA = 0817 028 4743

atau email dengan isi form klik PERMINTAAN ILUSTRASI ASURANSI JIWA

Operasi Batu Ginjal, apakah dicover asuransi?

 

Kali ini saya hanya sekedar bercerita apa adanya tentang sepupu yang baru saja operasi batu ginjal.  Sepupu saya, laki-laki 37 tahun, seorang manajer finance di sebuah perusahaan.  Sepupu saya ini SEHAT terus, rajin OLAHRAGA bersepeda,  TIDAK ADA keluhan yang dirasakan.  Sampailah pada keadaan dia menemukan kondisi dimana saat itu air seninya berwarna merah.

batu-ginjalBeliau cek ke klinik, hasilnya:  ada protein di urin.  Konsul ke dokter Urologi, USG nya dinyatakan ada batu ginjal di kanan kiri dan harus operasi untuk ambil batu di ginjal kanan.  Sementara batu di ginjal kiri bisa dilakukan tindakan ESWL saja, tanpa perlu operasi.  Karena sudah syok mendengar kata “operasi”, maka istrinya yang melanjutkan konsultasi.  Dokter menyarankan CT Urologi untuk detilnya.  Informasi dari dokter:  batu ginjal tersebut termasuk jenis “batu tanduk rusa” karena berukuran besar yang sudah hampir menutupi bagian kalises ginjal, bila tidak diambil maka konsekuensinya 2:

  • Batu akan turun menutupi ureter, pasien bisa meninggal dunia
  • Bila pasien hidup, maka harus cuci darah

Pasien berusaha mencari second opinion ke beberapa Urolog lain.  Hasilnya sama:  harus operasi.  Bermaksud mencoba BPJS, dirujuk ke RS rekanan BPJS, yang ternyata jaraknya jauh dari rumah.  Akhirnya diputuskan menggunakan askes dari kantor saja, dengan pertimbangan:  RS rekanan dekat dari rumah.  Sehingga memudahkan istri untuk bolak balik, dan tidak kelamaan meninggalkan batita di rumah.

Karena dokter sudah tau prosedur klaim asuransi, dan beliau meminimalkan konfirmasi dari pihak asuransi untuk kasus pasien tersebut.  Mengingat kesibukan beliau menangani pasien lebih banyak perlu waktu, ketimbang harus menjawab pertanyaan dari pihak asuransi.  Maka untuk mempercepat pelayanan dan tindakan, saran dokter:  bila ingin memanfaatkan askes kantor, masuknya dari UGD saja.  Bukan dari poliklinik.

Prosedur diikuti, operasi dilakukan.  Ternyata setelah observasi pasca operasi, ditemukan adanya rembesan darah yang masih keluar dari ginjal.  observasi dilanjutkan.  Bila didapati rembesan semakin banyak, maka harus dioperasi ulang.  Pasien semakin tidak nyaman mendengar hasil observasi, terasa masih nyeri pasca operasi, ditambah hati tidak tenang, terbayang anak istri…  Sungguh perasaan yang campur aduk…

Curhat istri di rumah:  “syok dengar penjelasan dokter tentang konsekuensi bila tidak dioperasi.  Padahal pasien takut dioperasi.  Dengan pertimbangan:  mumpung masih muda, recovery pasca operasi akan lebih mudah daripada ditunda.  Sedih, di rumah hanya bisa menangis.  Balita di rumah demam tinggi, sementara suami di rumah sakit masih observasi pasca operasi.  Ditambah pula keterangan dokter tentang adanya rembesan itu… hadeeuuuhh”

—————————-

Saya tidak berada di posisi tersebut, tapi saya bisa merasakan bagaimana bila ada di posisi pasien dan bagaimana bila ada di posisi istrinya.  Jika bisa dibilang : padahal kasusnya “hanya” operasi batu ginjal saja,  perasaan pasien dan istri bisa sedemikian hebohnyaa…

Bagaimana bila kasusnya lebih parah dari itu????

 

Pelajaran berharga yang saya dapat dari kasus ini:

Asuransi Kesehatan penting untuk bisa menggantikan biaya rumah sakit saat pasien harus dilakukan tindakan medis dan rawat inap, namun tidak dapat menggantikan “biaya yang tersembunyi”.  Apa saja biaya yang tersembunyi itu?  karena kasusnya “hanya” operasi batu ginjal, maka biaya yang tersembunyi mungkin hanya ini:  akomodasi anggota keluarga yang menunggu pasien.

Baca juga:  Biaya Tersembunyi

Berada di posisi istri.  Beliau sampai hanya bisa menangis di rumah karena terbayang sang suami di RS.  Padahal kasusnya “hanya” operasi batu ginjal, yang masih bisa recovery saja walaupun butuh waktu, sang istri menangis terus di rumah.  Pernahkah terbayang, (karena sang suami sehat, olahraga, tidak ada keluhan) bagaimana bila yang terjadi adalah: suami terlambat terdeteksi ada batu di ginjalnya, sehingga terjadi konsekuensi seperti yang disampaikan dokter?

Bagaimana bila kasusnya sampai terjadi gagal ginjal?  Pasien harus bolak balik cuci darah, dan itu harus terus menerus???  Pastinya:

  1.  Istri sampai tidak bisa menangis lagi karena sudah kering airmata
  2. Istri tidak bisa fokus: anak 2 (usia sekolah dan batita).  Antara pekerjaan antar jemput sekolah si kakak, meninggalkan batitanya, dan bolakbalik temani suami ke RS.  Karena istri tidak bisa setir mobil, otomatis minta bantuan opa untuk setir mobil
  3. Bila pasien diberi umur panjang, kualitas hidup pasien menurun, produktifitas kerja berkurang, bisa saja perusahaan akan memintanya berhenti.  Artinya apa?  Penghasilan bisa berhenti juga.  Sementara istri berprofesi sebagai “Wonder Mom”, alias ibu rumah tangga luarbiasa.  Boleh jadi, biaya tindakan medisnya bisa di-cover asuransi kesehatan.  Namun, bagaimana dengan biaya hidupnya?
  4. Bila pasien diberi umur pendek, sudah pasti penghasilan juga berhenti.  Bagaimana biaya hidup keluarga yang ditinggalkan?  Bagaimana rencana sekolahkan anak setinggi2nya?  Bagaimana rencana perjalanan ibadahnya?  Bagaimana melunasi cicilan rumah dan mobilnya?  Bagaimana???

Saya meyakini rejeki sudah diatur.  Namun tidak ada salahnya mempersiapkan kebaikan bagi keluarga tercinta, bila resiko terburuk terjadi.  Sudah tepatkah rencana keuangan keluarga Anda?  Jangan lupa sisihkan sedikit penghasilan Anda untuk melindungi penghasilan Anda.

Siapkan proteksi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

 

Allianz memiliki rider CI100, yaitu manfaat tambahan proteksi terhadap 100 jenis sakit kritis, cover sampai nasabah usia 100 tahun.  Yang termasuk sakit kritis untuk ginjal adalah kasus:

  • Pengangkatan satu ginjal  (early stage, cair 50% UP)
  • Penyakit Ginjal Kronis (early stage, cair 50% UP)
  • Gagal ginjal (advance stage, cair 100% UP)

*defenisi masing2 kasus lebih jelas ada pada polis

 

Kasus sakit kritis merupakan keadaan yang memerlukan biaya sangat besar.  Bila finansial Anda mendukung, maka pastikan Anda memiliki proteksi yang besar pula, bukan hanya sekedar ada.

Silahkan KONTAK SAYA untuk mendapatkan ilustrasi proteksi sakit kritis.

 

Asuransi Kesehatan (rawat inap RS) VS Asuransi Jiwa (proteksi sakit kritis), pilih mana?

Banyak kawan dan juga klien saya yang bertanya pada saya karena masih bingung bedanya asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis.  Bagaimana dengan Anda?

Saya coba beri gambaran ringkasnya ya, untuk memudahkan pemahaman.

Asuransi Kesehatan =  sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.

Asuransi penyakit kritis = bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan yang timbul DI LUAR rumah sakit, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

 

“Asuransi kesehatan, sebagus apa pun dan sebesar berapa pun limitnya, tidak memberikan uang TUNAI dalam jumlah BESAR; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami penyakit kritis”

 Baca juga artikel terkait:  Klik disini

Satu lagi bukti pentingnya asuransi sakit kritis dengan proteksi maksimal, adalah pengalaman Artis Senior Ria Irawan berikut ini:

Angkat Rahim dan Divonis Kanker, Ria Irawan Habis Biaya Rp 1 Miliar

 Desi Puspasari – detikhot
Selasa, 18/11/2014 10:36 WIB
https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2014/11/18/230/103707_214358_wp_20141113_0171.jpg
Jakarta

Ria Irawan masih menyisakan cerita mengenai kanker kelenjar getah bening yang diidapnya. Menurut Ria sejak 2009 lalu, ia menghabiskan banyak biaya.

Bintang film ‘Biola Tak Berdawai’ itu menjelaskan, karena dahulu lebih percaya berobat ke luar negeri, ia total menghabiskan biaya Rp 1 miliar.

“Asuransi gue tutup. Kalau udah urusan rahim aja, asuransi nggak bisa cover. Bisa tapi di-reimburse. Reimburse kan harus masuk rumah sakit dulu dirawat. Sekarang asuransi, polis semua gue tutup,” jelas Ria ditemui di Studio Palem, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2014) malam.

Pada 2009 silam, Ria memang belum divonis menderita kelenjar getah bening stadium 3. Namun saat itu, ia sudah mengalami gangguan pada rahimnya karena mengalami penebalan.

Setelah mengangkat rahim pada akhir September 2014 lalu, Ria belum bisa bernapas lega. Sebab kanker kelenjar getah bening sudah kadung menyebar.

Saat ini, Ria pun mengaku lebih percaya dengan pengobatan di dalam negeri. Ia pun terhitung sudah melakukan satu kali kemoterapi.

 

Sumber

 

Seandainya saja dulu beliau beli proteksi asuransi sakit kritis, mungkin ceritanya akan berbeda yaaa…

*     *     *

 

Saya siap membantu Anda untuk memiliki:

proteksi sakit kritis 1 M + warisan 1 M

Premi mulai 1 juta-an perbulan.

 

Butuh ilustrasi sesuai profil Anda?

KONTAK SAYA DISINI

Biaya sakit kritis, sudah punya?

Sekedar sharing…

 

Seorang teman, anaknya terkena sakit demam kawasaki dan perlu biaya pengobatan 70 juta.  Sementara asuransinya hanya meng-cover 20 juta..

 

A-mother-with-a-sick-chil-001

Teman tersebut adalah seorang ibu single parent (suaminya sudah meninggal karena sakit jantung), dan kini beliau bekerja sebagai agen di asuransi *L tersebut.

 

 

Solusi:

Berdasarkan pengalaman dari orang di sekitar kita, apalagi yang kita kenal, hendaklah bisa menjadi masukan yang menambah kaya pengalaman kita tanpa harus mengalaminya.

Dari pengalaman beliau, artinya:  UP sakit kritis haruslah CUKUP BESAR, bukan hanya sekedar ada

 

Di Allianz:

1.  Demam kawasaki termasuk penyakit ke-49 dalam list sakit kritis.

2.  UP sakit kritis berasal dari ‘kantong’ sendiri, artinya: tidak mengurangi UP lainnya.

3.  Premi murah untuk dapat UP besar.

 

 

Sudah punya proteksi untuk jiwa Anda dan orang tersayang?

Yuk, dibaca lagi polisnya.  Pastikan UPnya cukup besar yaaa, agar bisa digunakan untuk membiayai pengobatannya dan masih cukup besar untuk menggantikan biaya hidup yang hilang.

Miliki proteksi besar dengan menyisihkan sedikit uang Anda…

 

 

 

Tanya Estri Heni

0817 028 4743

2A0897CB

allianzkita@gmail.com

 

Mari Berasuransi!

 

Pertanyaan nasabah seputar Allisya Care

plan H allisya care

Contoh ilustrasi manfaat rawat inap plan H dan manfaat santunan Harian plan H yang diambil nasabah

profil nasabah: pria, 29 tahun, premi 5.201.000 pertahun

Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan calon nasabah tentang asuransi kesehatan murni individu syariah dari Allianz (Allisya Care):

 

T:  Cara pembayaran preminya bisa semesteran nggak?

J:  Allisya care hanya menerima cara bayar tahunan.

 

T:  Apa bedanya Allisya Care dengan Flexy Care?

J:  Allisya Care = asuransi kesehatan murni merupakan perlindungan yang mencakup biaya rawat inap, rawat jalan, gigi, kehamilan, dll.  Biaya yang di-cover meliputi:  biaya kamar, biaya dokter umum, biaya dokter spesialis, biaya obat, biaya tindakan bedah dll, biaya ambulans, biaya perawatan sebelum dan sesudah rawat inap, dll.

Flexy Care = santunan kesehatan.  Allianz hanya mengganti (reimburse) biaya kamar sesuai plan harga kamar yang dipilih.  Contoh: nasabah plan kamar 500rb/hari.  Ternyata saat rawat inap 10 hari, nasabah menggunakan kamar 350rb/hari, .  Maka klaim yang cair adalah = 500rb X 10 hari rawat inap = 5 juta.

 

T:  Apakah Allisya Care juga meng-cover sakit kritis?

J:  Ya.  Allisya Care meng-cover biaya rawat inap sesuai plan yang diambil, oleh sebab sakit apapun.  Dengan demikian, apabila saat sakit nasabah terdiagnosa sakit kritis, maka untuk biaya perawatan di RS bisa memanfaatkan asuransi kesehatan murni  Allisya Care untuk penggantian biayanya.

Untuk mendapatkan proteksi sakit kritis, silahkan ambil asuransi jiwa dengan rider sakit kritis. Sehingga untuk mengganti biaya hidup akibat sakit kritis yang menyebabkan adanya hilangnya kemandirian hidup, akan mendapatkan manfaat UANG TUNAI sebesar UP yang diambil (contoh: ambil UP sakit kritis senilai = 500 juta).  Lebih lengkap, klik Critical illness dan Keunggulan Critical Illness

 

T:  Bagaimana kalau dalam 1 tahun tidak ada klaim, apakah uang kembali?  Dapat diskon kah untuk perpanjangan tahun berikutnya?

J:  Uang tidak kembali.  Mendapat pembagian surplus dana tabarru sebagai diskon premi perpanjangan tahun berikutnya.

 

T:  Bisa info RS provider asuransi kesehatan murni Allisya Care di kota saya?

J:  Silahkan lihat disini:  RS Provider

 

T:  Bagaimana kalau saya ambil plan kamar 200rb, ternyata kamar penuh, lalu saya ambil kamar di atasnya.  Misalnya tagihan obat+dokter masih masuk plan tsb, apakah saya hanya nombok kelebihan harga kamar saja?

J:  Ya, bayar kelebihan kamarnya saja.  Biaya lain ditanggung maksimal sesuai limit di tabel plan 200 tsb.

 

T:  Di tabel manfaat ada pernyataan:  “sebelum dan sesudah rawat inap”, maksudnya bagaimana?

J:  Maksudnya: rawat jalan sebelum dan sesudah rawat inap.  Kasus:  pasien datang dengan keluhan kesehtan ke dokter umum, hasil diagnosa disarankan untuk rawat inap.  Maka yang rawat jalan tersebut bisa di-klaim.  Sistemnya reimburse.  Lalu sepulangnya dari rawat inap, masih harus ada rawat jalannya, maka rawat jalan ini juga bisa di-reimburse.  Nominal penggantian sesuai plan.

 

T:  Di tabel manfaat ada pernyataan:  “Rawat jalan dan rawat gigi perkejadian dalam waktu 14 hari” maksudnya bagaimana?

J:  Kasus:  kecelakaan, lalu langsung ke RS tapi tidak rawat inap, ditanggung di manfaat tsb.  Maksimal rawat jalan 14 hari.

 

T:  Kalau pembedahan itu sudah termasuk obat bedah, biaya dokter bedah, biaya dokter anestesi dan semua keperluan bedah?

J:  Ya.

 

T:  “Perawatan pribadi di rumah”, maksudnya bagaimana?

J:  Kasus:  pulang dari RS butuh perawat di rumah, maka ditanggung disitu.

 

T:  Kasus kecelakaan dibawa ke RS terdekat yang ternyata bukan provider, apakah masih ditanggung?

J:  Ya, masih ditanggung.  Sistemnya reimburse.

 

T:  Apakah penyakit jantung di-cover oleh Allisya Care?

J:  Penyakit jantung di-cover Allisya Care sesuai tabel manfaat, asalkan kejadiannya sudah melewati masa tunggu 1 tahun.

 

T:  Apa maksudnya penyakit khusus dengan pre-existing condition?

J;  Penyakit khusus:  sudah ada daftarnya di polis ataupun di proposal, bisa dilihat langsung.  Ketentuan berlaku bisa klaim bila polis sudah 1 tahun.

Pre-existing condition:  segala penyakit yang sudah ada, sebelum buka polis.  Bila naasabah sudah tau sebelum punya polis, tapi tidak diinfokan di spak (Surat Pengajuan Asuransi Kesehatan), maka perusahaan tidak akan membayar klaim-nya.   Pre-existing condition juga ada ketentuannya di dalam proposal dan polis.

Jika penyakit khusus tersebut sudah diketahui sebelumnya, masuk kriteria pre-existing condition.

 

 

#     #     #

Info lebih lengkap tentang asuransi kesehatan murni dari Allianz Syariah “Allisya Care”, silahkan klik:  Allisya Care

Manfaat (plan) yang bisa diambil pada asuransi kesehatan murni dari Allianz Syariah “Allisya Care”, silahkan klik:  Tabel manfaat

Premi yang dibayar sesuai plan yang diambil pada asuransi kesehatan murni dari Allianz Syariah “Allisya Care”, silahkan klik:  Tabel Premi