Tag Archive | asuransi murah

Kesalahan Ketika Membeli Asuransi

life-insurance1

 

Perlahan, kesadaran akan pentingnya proteksi meningkat dalam masyarakat. Sayang, kesadaran ini kurang diiringi dengan pengetahuan tentang aneka produk asuransi. Keterbatasan informasi dan pengetahuan produk dan kurangnya penjelasan agen asuransi kerap mengakibatkan konsumen membuat kesalahan ketika membeli asuransi.

Kebanyakan orang tidak mengerti produk asuransi apa yang dibelinya. Ini adalah kesalahan yang sering saya temui. Jangankan mengerti bahwa pertanggungannya kurang, asuransi apa yang dibeli saja dia tidak paham,” kata Ligwina Hananto, perencana keuangan dari Quantum Magna Financial.

Ligwina pernah menjumpai seorang teman yang memiliki 17 polis asuransi. Polis yang banyak ternyata tak menjamin hidup seseorang terproteksi dengan baik. ”Banyak yang hanya membayar premi, menyimpan polis, lalu ketika mengajukan klaim, baru sadar jika asuransi yang dibelinya ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan,” ujar Freddy Pieloor, perencana keuangan dari Money n Love. Selain tidak paham produk apa yang dibeli, kesalahan paling umum yang dilakukan nasabah adalah membeli asuransi dengan uang pertanggungan di bawah yang diperlukan. Istilahnya underinsure. Kebanyakan orang cukup puas membeli asuransi dengan uang pertanggungan sebesar Rp 50 juta, Rp 100 juta, atau Rp 250 juta. Jangan keburu senang kalau sudah memiliki asuransi. Bayangkan jika pencari nafkah meninggal dan keluarga hanya mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta, padahal pengeluaran per bulan sebesar Rp 10 juta. Uang itu hanya cukup untuk bertahan hidup selama dua tahun. Setelah itu bagaimana?

Berdasarkan survei, nilai pertanggungan asuransi jiwa di Indonesia hanya sekitar Rp 78 juta per polis per tahun. Padahal, kebutuhannya mencapai 10 kali lipatnya. Selisih uang pertanggungan dengan kebutuhan yang ada di Indonesia cukup besar. ”Jadi, pemegang polis asuransi jiwa di Indonesia mengalami underinsure yang besar,” kata Kepala Divisi Syariah AIA Ade Bungsu.

Tidak jarang pula kita membeli asuransi karena tidak enak menolak tawaran agen asuransi yang merupakan teman, kakak, adik, atau keluarga dekat lainnya. Padahal, asuransi yang kita beli belum tentu cocok dengan tujuan keuangan kita. Misalnya, membeli asuransi yang preminya mahal dengan uang pertanggungan ala kadarnya. Padahal, kebutuhan lain masih banyak yang harus dipenuhi. Jadi, penting sekali untuk menghitung besaran kebutuhan asuransi lalu membeli asuransi yang sesuai.

Membeli asuransi untuk anak

Apakah anak Anda sudah dibelikan asuransi? Pertanyaan seperti ini biasa muncul ketika para orangtua berbicara tentang anak-anak mereka. Membeli asuransi dengan anak sebagai tertanggung merupakan hal yang tidak bijaksana.

Baca juga:  Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

Wah, apa lagi ini ? Tujuan membeli asuransi adalah untuk melindungi penghasilan sehingga jika kepala keluarga meninggal dan tidak dapat memberikan penghasilan lagi, keluarga yang ditinggalkan tetap terjamin. Maka, yang harus memiliki asuransi adalah orangtua agar jika terjadi risiko pada orangtua, kehidupan anak-anak terjamin. Orangtualah yang memiliki nilai ekonomis, bukan anak. Jika kehilangan anak, keluarga tidak kehilangan secara finansial, melainkan secara emosional.

Anak penerima manfaat Ketika membeli asuransi, kita pasti ditanya siapa penerima manfaat asuransi tersebut (beneficiary). Memang asuransi ini untuk memproteksi pendapatan orangtua agar anak tak telantar. Ternyata, mencantumkan nama anak di bawah umur sebagai penerima manfaat juga merupakan kesalahan. Lho? ”Untuk anak di bawah 18 tahun yang kedua orangtuanya meninggal dunia pada saat yang sama, ia mewarisi dari kedua orangtuanya. Untuk mengurus harta peninggalan orangtuanya tersebut, pengadilan agama akan menunjuk seorang wali untuknya. Untuk Muslim, wali ditunjuk oleh pengadilan agama setempat, untuk agama lain, wali ditunjuk oleh pengadilan negeri setempat,” ujar Dedek  Yuliona, seorang notaris. Bila nanti si anak menghendaki hartanya dijual atau perlu uang, wali tersebut bisa minta penetapan dari pengadilan negeri, tambahnya lagi.

Wali dapat merupakan saudara dekat. Itu pun jika walinya benar-benar memberikan uang itu untuk kepentingan si anak. Kalau si wali senang belanja, bisa- bisa uang pertanggungan asuransi orangtua menguap di mal.

Kesimpulan dari ilustrasi itu, orangtua yang membeli asuransi haruslah langsung menunjuk seorang wali. Tunjuklah wali yang dapat mengurus anak Anda jika Anda atau pasangan meninggal dunia. ”Menunjuk wali yang benar-benar jujur dan bertanggung jawab adalah hal penting,” imbuh Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan dari ZAPfinance.

Asuransi untuk ibu rumah tangga

Sebagian berpendapat, orang yang tidak bekerja, termasuk ibu rumah tangga, tidak perlu membeli asuransi. Seorang ibu rumah tangga memang tidak menghasilkan pendapatan bagi keluarganya. Namun, perlu diingat bahwa ibu rumah tangga berpotensi mengurangi pengeluaran keluarga.

Seorang ibu rumah tangga dapat berperan sebagai sopir pengantar anak ke sekolah, menjadi guru privat, guru berenang, juru masak, pengasuh anak, perawat, tukang kebun, pembersih rumah dan lainnya. Bayangkan jika si ibu tidak ada. Berapa besar pengeluaran yang harus ditanggung jika harus membayar sopir, guru privat, pengasuh anak, tukang kebun, atau pembersih rumah? Biaya inilah yang harus diperhitungkan ketika membeli asuransi jiwa untuk si ibu.

Baca Juga:  Istri Punya Polis Asuransi Jiwa Atau Tidak, Ini Bedanya!

Bujangan beli asuransi

Asuransi jiwa terkait erat dengan upaya memproteksi penghasilan. Seorang bujangan yang tidak membiayai orangtua, saudara, atau keponakannya, alias tidak memiliki tanggungan secara ekonomi, tidaklah perlu membeli asuransi jiwa. Apalagi jika sudah memiliki investasi. Jika si bujang meninggal, tidak ada orang yang telantar karena tidak disokong secara finansial lagi olehnya. Ketika dia meninggal pun, biaya yang diperlukan hanyalah biaya pemakaman dan uang untuk membayar utang.

Namun, bujangan seperti ini memerlukan perlindungan asuransi cacat atau penyakit kritis. Jika suatu kali dia menderita sakit kritis atau cacat permanen sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhannya, uang pertanggungan dari asuransi dapat menjadi biaya hidup. Survei membuktikan, kemungkinan seseorang cacat tujuh kali lebih banyak dibandingkan dengan meninggal.

Baca Juga:  Bujangan Punya Polis Asuransi Jiwa Atau Tidak, Ini Bedanya!

Tidak memberi tahu keluarga

Pada beberapa kebudayaan, berbicara soal kematian adalah hal yang tabu, sementara asuransi terkait dengan kematian. Beberapa orang memilih menyembunyikan polis asuransinya dan tidak memberi tahu keluarga jika dia memiliki polis asuransi. Hanya saja, jika itu dilakukan, ketika risiko meninggal terjadi dan kebetulan agen tak lagi berhubungan dengan nasabahnya atau sudah pindah ke bisnis lain, tetap saja keluarga si pemilik polis tidak menerima manfaat asuransi.

Polis tetap teronggok di tempat tersembuyi. Tidak dicairkan. Di beberapa perusahaan asuransi, batas akhir klaim asuransi jiwa adalah setahun setelah tertanggung meninggal. ”Di Allianz, pengajuan klaim meninggal selambatnya 60 hari setelah terjadinya risiko. Bila klaim diajukan lebih dari itu, harus ada alasan kuat dari termaslahat (penerima manfaat) mengapa baru diajukan. Bagian klaim akan menganalisis apakah klaim yang terlambat itu dapat disetujui atau tidak,” papar Handojo Kusuma, Deputi CEO Asuransi Allianz Life.

Jangan taruh polis di ”safety box”

Kesalahan lain yang mungkin dibuat adalah menyimpan polis asuransi di safety box di bank. Jika pemegang polis meninggal, akan sulit membuka safety box tersebut. Letakkanlah polis asuransi di tempat yang mudah ditemukan, misalnya dalam satu map. Jika terjadi kebakaran atau bencana alam, map tersebut dapat langsung diselamatkan. Hindarilah membuat kesalahan-kesalahan seperti ini karena manfaat yang seharusnya diterima akan berkurang.

 

 

 

Sumber
Iklan

Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

 

hepifam

 

Seorang kepala keluarga dari sebuah keluarga bahagia menghubungi saya, menyampaikan maksudnya yang sedang mencari Asuransi untuk Masa Depan Anak.  Apakah di Allianz Syariah ada produk yang bisa menjawab kebutuhan saya itu?

 

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan “meluruskan” pemahaman tentang Asuransi untuk “Masa Depan Anak”.  Yang beliau maksud dengan “Masa Depan Anak” yaitu bahwa Anaknya akan terjamin ketersediaan dana pendidikannya dan juga kebutuhan lainnya dapat dipastikan persiapan dananya tidak terganggu.  Saya tanya kembali:  “Apakah Bapak sudah punya asuransi untuk Bapak sendiri?”.  Beliau menjawab:  “Belum.  Saya fokuskan persiapan dana untuk masa depan anak”

Baiklah, saya sudah mengerti maksudnya.

 

KETERSEDIAAN DANA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

Kebanyakan orangtua masih rancu dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.  Menghubungi saya untuk membeli asuransi pendidikan anak, dengan pemikiran agar dana pendidikan bisa disiapkan melalui asuransi.

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?

Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja merupakan “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti, yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).

Bila Pencari nafkah sudah PUNYA polis asuransi, artinya:

  1. Selama pencari nafkah masih sehat –> pencari nafkah bekerja –> ada penghasilan  –> ada dana yang disisihkan untuk persiapan dana pendidikan melalui instrumen investasi –> dana pendidikan anak akan siap.
  2. Bila pencari nafkah mengalami musibah –> tidak bisa bekerja –> tidak ada penghasilan –> ada DANA TUNAI dari klaim asuransi –> dana digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi dana pendidikan.

Dari uraian tersebut, tentunya sudah dapat dipahami bahwa dengan adanya polis asuransi untuk pencari nafkah, maka masa depan Anak akan terjamin.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak

 

 

KETERSEDIAAN DANA JIKA TERJADI MUSIBAH, TANPA HARUS JUAL HARTA

Sekarang kita coba pelajari isi polis.  Bagi agen asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan dalam rangka menyiapkan masa depan anak, biasanya dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah ANAK.  Sedangkan saya, yang mengutamakan asuransi bagi pencari nafkah, untuk tujuan masa depan anak yang terjamin, maka dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah PENCARI NAFKAH.

Apa bedanya, jika dalam polis, yang menjadi TERTANGGUNG adalah ANAK, dengan TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH ?

 

TERTANGGUNG adalah ANAK

  1.  Jika terjadi musibah pada anak ??

rip

 

panah

Penerima Manfaat Untuk Siapa ???

Untuk orangtuanya yang masih sehat dan produktif?

 

 

2.  Jika terjadi musibah pada pencari nafkah ??

rip

panahYang ditanggung = anak.  Yang kena musibah = pencari nafkah.

Maka  Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan

HANYA   bebas premi saja, dan atau dana pendidikan sampai usia tertentu.

 

 

Lalu, bagaimana untuk keluarga yang ditinggalkan…

Masalah apa saja yang masih mungkin terjadi ?

  • Biaya kebutuhan keluarga, seperti: makan, pakaian, dll
  • Cicilan
  • Berbagai tagihan
  • Kebutuhan / perlengkapan sekolah
  • Biaya pengobatan
  • Biaya tidak terduga

SIAPA YANG AKAN  MEMBERIKAN “TANGGUNGAN” TERSEBUT ?

Pasangan Anda dan anak tercinta jadi harus bekerja membanting tulang menggantikan posisi Anda, agar semua kebutuhan hidup di atas bisa tetap dibayar/dipenuhi.

Bayangkan, pasangan Anda yang mulai menua, tenaga yang sudah berkurang, tapi masih harus memulai hidup dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan Anak Anda (sesuai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Bayangkan anak Anda yang masih kecil, masih dalam masa permainan, dengan tenaganya yang masih lemah, tapi harus membantu pasangan Anda untuk memulai bekerja dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan mereka (seusai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Anak, ini KURANG tepat!  Saya sangat tidak menyarankan.

 

TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH

Jika terjadi musibah pada Pencari Nafkah:

  •   Terdiagnosa Penyakit Kritis:

cancer

atau penyakit kritis lainnya

 

Ada 49 jenis penyakit kritis atau 100 kondisi “Penyakit Kritis”

  •  Cacat Tetap Total

 

Jika klaim memenuhi kriteria sesuai dalam buku polis, maka PENERIMA MANFAAT (ahli waris) akan:

  1. Menerima “Uang TUNAI jumlah Besar” yang ditransfer oleh Allianz.  Uang Tunai ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Seperti:  kebutuhan hidup keluarga (makan, pakaian, dll), membayar cicilan, membayar tagihan, biaya pengobatan, ditabung untuk biaya pendidikan anak, digunakan sebagai modal usaha, diinvestasikan lagi agar dana semakin berkembang.
  2. Sakit kritis, Cacat Tetap Total, Meninggal dunia  ==>  ada manfaat bebas Premi bagi polis anggota keluarga lainnya.  Artinya:  premi polis anggota keluarga lainnya menjadi GRATIS dan akan dibayarkan preminya oleh Allianz.  Sehingga anggota keluarga lainnya tetap akan mendapatkan perlindungan dan manfaat, walaupun pencari nafkah sudah tidak lagi bersama mereka.

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Pencari Nafkah, saran profesional saya: sangat merekomendasikannya!

Baca juga:   Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

 

Bersama Allianz Syariah, masa depan Anak dan keluarga Anda akan terlindungi, baik selama Anda ada ataupun sudah tidak bersama mereka lagi…

 

happy-family

 

SEGERA lindungi penghasilan Anda, dan siapkan masa depan Anak dan keluarga dengan TEPAT.

Pahami manfaat asuransi yang ditawarkan agen.  Hubungi Agen Asuransi Allianz Syariah Bersertifikasi, yang mengerti fitur produknya dan memahami kebutuhan Anda.

Estri Heni

SMS/WA:   0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

 

 

 

Bagaimana Komposisi Asuransi Yang Ideal Untuk 1 Keluarga?

 

happy_family_

 

Beberapa hal mendasar yang harus dipahami:

Asuransi = Proteksi, bukan Investasi.  Jika Anda membutuhkan proteksi, hubungi agen asuransi.

Investasi bukan ranah asuransi.  Walaupun pada produk unitlink ada juga porsi investasi.  Namun fungsi investasi pada produk unitlink adalah:  klik DISINI.

Apa tujuan Anda berasuransi?  Tujuan asuransi adalah:  melindungi penghasilan dari musibah yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.

Asuransi apa yang menjadi prioritas?  Utamanya adalah ASURANSI JIWA.  Detilnya baca DISINI.

Yang utama harus punya asuransi adalah:  pencari nafkah utama.  Kenapa?  Sebab penghasilan beliau adalah sumber utama keuangan keluarga.  Dimana pada beliaulah roda kehidupan keluarga bergantung.

Bila biaya kesehatan (berobat dan perawatan di RS) sudah ditanggung kantor, sisihkan sedikit penghasilan untuk memiliki polis asuransi jiwa.  Lengkapi asuransi kesehatan dari kantor, dengan memiliki polis asuransi jiwa.  Alasannya baca DISINI.  Maksimalkan proteksinya pada penyakit kritis dan meninggal dunia.  Kenapa?  Penyakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, dan penderitanya masih “ada” sehingga biaya hidup menjadi dobel antara penderita sakit kritis dan keluarganya.  Begitu juga bila meninggal dunia, pastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap dapat hidup layak sepeninggalnya si pencari nafkah.

Bila biaya kesehatan belum ditanggung kantor, dan dana Anda terbatas, miliki BPJS untuk menghindari kebangkrutan bila terjadi musibah sakit, utamanya sakit berat.  Dengan premi yang terjangkau, mohon untuk tidak mengeluhkan pelayanan BPJS yang mungkin agak kurang memuaskan Anda.

Asuransi Pendidikan untuk anak?  Ini kurang tepat.  Penjelasannya baca artikel ini:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak.   Sudah punya asuransi Pendidikan untuk Anak?  Coba baca KISAH  INI.

Apa asuransi yang tepat untuk anak?  Kembali pada poin 1 di atas, bahwa asuransi adalah proteksi.  Sehingga walaupun ditujukan untuk anak, selama “judulnya” adalah asuransi, maka milikilah asuransi jiwa dan kesehatan.  Asuransi kesehatan bisa memaksimalkan fasilitas dari kantor, atau BPJS.  Asuransi jiwa utamakan untuk memaksimalkan proteksi sakit kritisnya. Sementara untuk UP jiwa / asuransi dasar (pada asuransi jiwa) bisa diminimalkan.  Ingatlah bahwa asuransi kesehatan itu ada batasan proteksinya, dan tentu saja ada perbedaan manfaat dengan asuransi penyakit kritis.  Baca ini:  Bedanya Asuransi Kesehatan dengan asuransi penyakit kritis.

Kenapa anak juga harus punya asuransi sakit kritis?  Ingat bahwa musibah itu tidak pilih2 orang.  Siapa saja bisa terkena musibah:  orang tua, orang muda, orang sehat, orang sakit, anak-anak, laki-laki, atau perempuan.

Asuransi apa yang tepat untuk Ibu Rumah Tangga?  Jawabannya sama seperti poin di atas.  Baca juga:  Istri punya asuransi jiwa atau tidak, ini bedanya.  Beruntung Anda sampai di blog saya.  Asuransi jiwa Allianz Syariah sudah mengembangkan fitur produknya, yaitu untuk penyakit kritis, UPnya bisa 5x lebih besar dari UP jiwanya.  Sehingga selain fasilitas askes dari kantor suami (yang ternyata ada limit manfaatnya), asuransi untuk ibu rumah tangga bisa memaksimalkan proteksi penyakit kritis hingga 5x UP jiwa.  Info detilnya DISINI.

 

Dari poin-poin pemahaman dasar yang disebutkan di atas, maka komposisi ideal untuk proteksi keluarga adalah sbb:

  1.  Ayah.  Sebagai pencari nafkah utama, maka maksimalkan UP jiwa (warisan, proteksi penghasilan sepeninggalnya agar keluarga yang ditinggalkan masih dapat hidup layak) dan maksimalkan UP sakit kritis (karena sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  2. Ibu.  Jika ibu adalah seorang ibu rumah tangga, artinya penghasilan utama bergantung pada suami.  Proteksi yang ideal: warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  3. Anak 1 dan 2.  Masih usia sekolah, biaya hidup masih bergantung pada ayah.  Proteksi yang ideal:  warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).

 

Berikut adalah contoh   Program Asuransi  Paket untuk Keluarga

 

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

 

Berikut adalah ilustrasinya:

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

 

ayah

Ilustrasi Tapro utk pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan.

 

 

ibu1

Ilustrasi Tapro utk wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan.

 

 

anak1

Ilustrasi Tapro utk anak usia 5th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 300 ribu per bulan.

—————————-

Hal di atas adalah contoh komposisi proteksi yang ideal berdasarkan pada pemahaman dasar asuransi.  Jika memang dana yang tersedia terbatas, silahkan diskusikan kebutuhan proteksi Anda pada agen Estri Heni (WA: 0187 028 4743) untuk mendapatkan solusi terbaik bagi proteksi keluarga Anda.

Sudah Punya Asuransi Kesehatan Dari Kantor? Lengkapi Proteksi Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis

 

“Kesehatan saya sudah dicover oleh kantor, jadi tidak perlu asuransi lagi”  kalimat itu sering sekali disampaikan ketika saya bercerita tentang asuransi sakit kritis.

Bersyukurlah jika Anda sudah punya asuransi kesehatan dari kantor.  Ini bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda pada saat mengalami sakit dan harus melakukan pengobatan atau perawatan di Rumah Sakit.

Setelah Anda menerima informasi bahwa kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi kesehatan kantor, saran saya:  Segera hubungi Customer Care Asuransi Kesehatan dari kantor Anda untuk detil manfaat yang Anda terima.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan/konfirmasi ke CS Askes dari kantor Anda:

  1.  Cara klaim kesehatan.  Apakah cashless, atau reimburse.
  2.  Limit yang Anda dapatkan:  Kelas kamar apa, atau kelas kamar harga berapa perharinya?
  3. Bagaimana cara mengetahui limit:  harus telepon CS Askes kantor, atau info dari RS rekanan
  4. Kondisi yang dikecualikan apa saja.  Kondisi bagaimana yang tidak dicover?
  5. Manfaat apa saja yang dicover: rawat inap saja kah?  Atau ada juga rawat jalan, rawat gigi, kehamilan, santunan harian?
  6. Prosedur berobat:  apakah bisa langsung ke RS konsul ke dokter ahli?  atau harus melalui faskes 1 dulu? atau ada beberapa dokter spesialis yang bisa langsung, tanpa harus ada rujukan dulu dari faskes 1?
  7. Selain Anda sebagai pekerja di kantor Anda, apakah pasangan Anda dan anakAnda  juga ditanggung?  Sampai anak keberapa yang ditanggung?  Sampai anak usia berapa yang ditanggung?

Semua hal itu harus jelas sampai ke Anda informasinya.  Jangan sampai: setelah Anda selesai konsul dengan dokter, ternyata Anda tidak bisa cashless tapi harus reimburse, atau biaya kesehatan yang tadi Anda konsulkan ke dokter ternyata termasuk pengecualian alias tidak dicover.

Sejatinya, asuransi kesehatan haruslah bisa meringankan Anda saat harus melakukan perawatan/pengobatan di RS/Klinik rekanan.  Sehingga sangat penting untuk memahami manfaat yang Anda dapat dari Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh Kantor Anda.

Jangan risau jika Kantor Anda tidak memberikan fasilitas Asuransi Kesehatan.  Toh, Anda  bisa ajukan asuransi kesehatan pribadi ke perusahaan asuransi terpercaya kepada agen asuransi bersertifikasi (Silahkan kontak agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743), atau bisa juga ajukan permohonan fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan pribadi, mohon cek kembali polis Anda untuk detil manfaat yang Anda dapat.  Beberapa poin penting yang bisa menjadi acuan adalah seperti pertanyaan pada customer Care tersebut di atas.

Asuransi kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda bisa memanfaatkan Asuransi Kesehatan dari kantor.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jangan lupa, pada umumnya, asuransi kesehatan dari kantor memberikan manfaat sesuai limit pertahun (mohon konfirmasikan ke CS Asuransi Kesehatan dari kantor Anda).  Artinya apa?  Ada beberapa kondisi yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan dari kantor.

Contoh kasus:

Limit askes kantor = kamar kelas 1.  Ternyata saat Anda harus dirawat, kamar kelas 1 sudah penuh. Maka Anda disarankan oleh pihak RS untuk dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi.  (Pada jenis askes tertentu, masih bisa cover kondisi ini, pada 2 hari pertama.  Dengan ketentuan, hari ke3 kembali ke kelas 1).  Namun, bagaimana jika sampai Anda selesai dirawat, kamar kelas 1 (yang sesuai limit askes kantor) juga tidak bisa Anda tempati?  Maka terpaksa Anda harus membayar ekses klaim.

Apa itu ekses klaim? Ekses klaim adalah biaya perawatan yang dipakai oleh peserta melebihi dari plafon atau limit yang menjadi haknya dalam polis asuransi kesehatan yang dimilikinya. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit menunjukkan batasan manfaat yang dapat diterima oleh peserta asuransi kesehatan.  Artinya:  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar ekses klaim ini.

Apakah hal ini berat bagi Anda?  Tergantung berapa jumlah yang harus Anda bayar.  Mungkin jika kurang dari 1 Juta, masih belum jadi masalah ya…  Ataukah 1 juta saja sudah jadi masalah bagi finansial Anda???  hehehe…

Yang saya mau garis bawahi disini adalah fakta bahwa:  walaupun sudah punya asuransi kesehatan (yang katanya bisa meringankan finansial Anda saat terjadi sakit, masuk RS tinggal gesek kartu saja tidak perlu keluar uang lagi), ternyata masih ada kemungkinan Anda masih harus pakai uang pribadi lagi.  Betul ya?  Pada contoh ini, biaya pribadi yang harus Anda keluarkan lagi adalah biaya ekses klaim.

Itu baru contoh kecil, dimana Anda masih harus bayar lagi, harus keluarkan uang lagi, untuk bayar biaya kelebihan tagihan perawatan RS.

Jangan lupa, saat Anda akan/sedang berobat ke RS:

  1.  Ada anggota keluarga lain yang mendampingi
  2. Butuh transportasi umum (jika tidak punya kendaraan pribadi)
  3. Jika penyakit Anda harus dirujuk ke RS yang lebih besar:  Butuh ambulance
  4. Jika dirujuk ke RS di luar kota/luar negeri:  butuh penginapan
  5. Pendamping Anda butuh makan
  6. Anak Anda yang ditinggal di rumah selama Anda sakit juga butuh pengasuh sementara

6 hal di atas adalah untuk kasus sakit “ringan”, contohnya: febris, DBD, thypoid.

Jika kasusnya adalah sakit “berat/kritis”, contohnya:  jantung, gagal ginjal, kanker, maka selain 6 faktor di atas, akan ada 5 hal lagi yang harus Anda ingat:

  1. Mungkin Anda butuh pengobatan alternatif
  2. Juru rawat pribadi atau tambahan supir
  3. Suplemen, vitamin ekstra untuk penyembuhan
  4. Income Anda yang terganggu atau bahkan hilang
  5. Income pasangan Anda yang terganggu  atau bahkan hilang

Apakah  11 faktor tersebut butuh biaya juga?  Jawabannya:  YA!

Apakah 11 faktor tersebut juga ditanggung/dicover oleh Asuransi Kesehatan fasilitas dari kantor yang Anda miliki?  Jawabannya:  11 faktor tersebut TIDAK ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk menutup biayanya?

  • Kuras tabungan.  Bisa cepat tersedia uang tunai, jumlahnya belum tentu besar.  Tanya kembali:  Sudah berapa lama Anda menabung?  Berapa besar uang yang Anda tabungkan setiap bulan?  Apa sebenarnya tujuan Anda menabung?  Apakah untuk impian masa depan yang indah dan sejahtera?  Atau memang uangnya disiapkan untuk jaga-jaga bila terjadi musibah (sakit, kecelakaan, cacat, meninggal)?
  • Jual motor/mobil/rumah/tanah.  Perlu waktu untuk tersedia uang tunai, jumlahnya bisa besar.  Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.
  • Pinjam teman/saudara/kerabat.  Bisa cepat, bisa juga butuh waktu, jumlahnya tidak tentu. Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.

 

Jika penyakitnya termasuk kategori “sakit berat/kritis”, apakah biayanya yang didapat dari 3 upaya di atas tersebut bisa cukup?

Baca juga:  Benarkah sakit kritis butuh biaya besar?

Kenapa agen Estri Heni selalu menyinggung tentang “sakit berat/kritis”?   Seseorang yang sakit, adalah orang yang masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas harian.  Jadi, orang yang sakit itu butuh pengobatan terhadap sakitnya, ditambah pemulihan dari sakitnya, ditambah perawatan pasca sakit, ditambah adanya kemungkinan beliau bisa kehilangan produktifitas kerja, ditambah lagi kemungkinan kehilangan penghasilan akibat sakit yang lama…

Karena sakit ringan itu masih bisa dicover oleh asuransi kesehatan, atau juga karena dampak finansialnya tidak buruk.  Sakit ringan, misalnya thypus, paling banter rawat inap 5 hari di kelas VIP butuh biaya “hanya” 21 juta (baca DISINI).  Sedangkan berat/kritis itu butuh biaya yang sangat besar.  Selain itu, sakit berat/kritis itu juga memberikan dampak keuangan yang buruk.

Fungsi asuransi adalah:  melindungi penghasilan Anda dari dampak keuangan yang buruk.  Yaitu menjaga agar penghasilan Anda tidak terganggu dan impian masa depan yang indah dan sejahtera tetap bisa terwujud, apabila terjadi musibah pada diri Anda.  Penghasilan Anda aman/utuh, keluarga Anda tidak terganggu, tetap bisa hidup layak walau musibah sakit kritis menimpa Anda.

Fungsi asuransi sakit kritis:

  • Membiayai pengobatan penyakit kritis.
  • Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
  • Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
  • Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
  • Memelihara kepercayaan diri

Maka, untuk membiayai 11 hal di atas, yang tidak dicover/tidak ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda, lengkapilah proteksi Anda dengan asuransi sakit kritis.

Ingat, asuransi kesehatan fasilitas dari kantor Anda memiliki banyak batasan.  Untuk sakit ringan, mungkin uang pribadi Anda masih bisa menjadi solusi.

Bagaimana bila yang terjadi adalah sakit berat/kritis?

  • Apakah Anda bisa memilih untuk “hanya terima sakit ringan saja”, “sakit beratnya jangan ke saya, tolong limpahkan saja kepada si Fulan”?
  • Mampukah uang pribadi Anda menjadi solusinya?
  • Seberapa besar bantuan dari keluarga bisa menjadi solusi?
  • Apakah Anda hanya akan menunggu dan mengandalkan bantuan dari orang lain saja?
  • Tidakkah lebih baik Anda siapkan secara mandiri proteksinya, agar Anda bisa pastikan siap dana tunai minimal 1 Miliar untuk Anda?

Saran saya, untuk hal ini, jadilah pribadi yang EGOIS.  Pikirkanlah hanya diri Anda sendiri, dan keluarga kecil Anda.  Siapkan dana maksimal untuk jaga-jaga terhadap musibah yang mungkin bisa terjadi pada diri Anda dan keluarga Anda.  Jangan menggantungkan hidup Anda kepada oranglain.  Orang lain sudah pusing dengan urusannya sendiri.  Janganlah Anda usik dengan kedatangan Anda untuk tawarkan harta Anda untuk dijual padanya karena Anda butuh dana, ataupun kedatangan Anda pinjam uang padanya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

 

Berikut contoh ilustrasinya:

 

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

 

 

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

 

 

TABEL PREMI Asuransi Sakit Kritis UP = 1 Miliar

tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit1

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

 

 

 

 

Hidup Tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi, Ini Bedanya

Berikut saya berikan ilustrasi yang mudah dipahami mengenai perbedaan menjalani hidup, antara seseorang yang hanya menabung biasa (TANPA asuransi), dengan seseorang yang tidak hanya menabung biasa (PUNYA asuransi).

 

 

 

Contoh Kasus Perbedaannya:   Hidup tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi

Dua Orang AMIR dan ARIF, masing-masing berusia 30 Tahun, keduanya tidak merokok dan memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta. Amir dan Arif merencanakan keuangannya dengan menabung sebesar Rp. 500.000/bulan demi Masa Depan Keluarga mereka dengan cara :

  • AMIR dengan Tabungan Biasa
  • ARIF dengan Tapro (Tabungan Proteksi) Allianz

 

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

6

 

 

7

 

 

8

 

 

9

 

 

kasus-selamat

sumber ilustrasi

 

Asuransi Syariah BUKAN berarti meng-asuransi-kan jiwa Anda kepada Allah SWT.  Asuransi Syariah merupakan penyempurnaan ikhtiar rencana keuangan Anda atas takdir Allah SWT.

Anda punya asuransi, atau Anda tidak punya asuransi, jika takdir Allah akan menjadi musibah, ya pasti terjadilah musibah.

Bedanya:  jika Anda punya Asuransi Syariah, maka akan ada orang yang membantu meringankan masalah finansial ketika musibah terjadi pada diri Anda.

 

 

Mari berasuransi Syariah.

Konsultasi Gratis,  Hubungi:

Estri Heni, SMS/WA:  0817 028 4743