Tag Archive | asuransi pendidikan anak

Pendidikan Anak: Kembangkan Dana di Investasi, Dampingi dengan Asuransi Sebagai Proteksi

 

Artikel ini melanjutkan artikel saya sebelumnya, yaitu DISINI.  Artikel tersebut berbicara tentang salah kaprah instrumen berlabel Asuransi Pendidikan.  Ada agen yang memberikan komposisi proteksi dan investasi pada “Asuransi Pendidikan”.  Disadari atau tidak, antara proteksi dan investasi yang diberikan oleh agen tersebut, semuanya serba tanggung manfaatnya.  Tidak maksimal.  Padahal, untuk tujuan siapkan dana Pendidikan, tentu Anda menginginkan nilai tunai yang maksimal, bukan?  Bagitupun untuk tujuan proteksinya.  Anda ingin proteksi yang dananya cukup untuk membiayai pengeluaran rutin Anda, bukan?

 

 

Bicara tentang persiapan dana pendidikan anak, kita harus bicara tentang angka2 yang detail. Berikut contoh kebutuhan dana pendidikan:

diskusi aspend1

Dengan angka yang sedemikian besar, pasti premi yang harus dialokasikan sangatlah besar.

Yang harus dilakukan adalah membuat strategi pencapaian tujuan keuangan yang komprehensif yaitu :

  • Tentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai (dalam hal ini Dana Pendidikan Anak),
  • Tentukan jumlah dana yang dibutuhkan saat ini (Present Value). Nilai ini didapat setelah kita mensurvey ke sekolah yang  kita pilih menjadi tujuan sekolah anak kita nanti.
  • Proyeksikan dengan kebutuhan dana di masa datang (Future Value), ini mempertimbangkan persentase kenaikan biaya sekolah per tahun dan sisa waktu sebelum anak kita masuk jenjang pendidikan yang dimaksud.
  • Lamanya waktu yang tersisa sampai nanti waktunya dana itu dibutuhkan.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan

 

PILIHAN INVESTASI UNTUK SIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK

Produk investasi apa yang cocok untuk dana pendidikan anak: saham atau reksa dana?

Perencana Keuangan Ligwina Hananto mengatakan produk reksa dana saham dinilai cocok untuk menyiapkan dana pendidikan anak di masa yang akan datang.  Hal ini dikarenakan: pembayarannya bisa autodebet, ada manajer investasi yang mengatur, jadi ada ahlinya. Jadi kalau tujuannya dana pendidikan anak, lebih baik di reksadana daripada saham, karena saham biasanya trading hari ini beli besok jual.

Berinvestasi di saham memiliki volatilitas yang tinggi sehingga tingkat risikonya lebih tinggi. Sementara reksadana saham jauh lebih aman daripada berinvestasi saham langsung.  Saham tidak disarankan untuk pendidikan anak.  Karena kalau saham: saat saham turun, dana pendidikan anak tidak aman.  Hal itulah yang membedakan investasi di reksadana saham dan saham.

Sekali lagi saya tekankan ya:  Orang tua harus melek investasi dulu, sebelum nyemplung di investasi.

Pastikan perusahaannya bonafit, tentukan produknya yang sesuai dengan target dana yang ingin dicapai, pantau perkembangan dananya minimal tiap 6 bulan.  Jika dalam 1 tahun, dana yang terbentuk tidak sesuai target Anda, segera alihkan ke produk lain.  Lebih detil mengenai hal ini, silahkan googling ya.

Apapun jenis investasi Anda, dampingi dengan Asuransi sebagai “back up” jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan Anda berinvestasi.

 

DAMPINGI INVESTASI ANDA DENGAN ASURANSI

Strategi ini lebih baik daripada membeli produk asuransi pendidikan untuk tiap anak. Nilai tunai di “Asuransi Pendidikan” kurang bisa mengejar kenaikan biaya pendidikan anak kelak.
Saya coba buatkan ilustrasi asuransi yang tepat untuk pertimbangan “back up” Rencana Persiapan Dana Pendidikan Anak.
Untuk Suami, diasumsikan beliau adalah pencari nafkah utama, premi per bulan Rp. 1.200.000 – Rp. 1.250.000
Ilustrasi  1 untuk Ayah (pencari nafkah utama)
diskusi aspend2
  1. Jika ter DIAGNOSA sakit kritis seperti yang tertera di polis,  contoh : jantung, stroke, kanker, ginjal, lupus, kawasaki dll),  maka akan cair dana CASH 500 juta untuk early stages, 1 milyar untuk intermediate dan advance stages, atau 1,2 milyar untuk catastropic stages.Untuk Sakit Kritis ini ada masa tunggu, yaitu selama 3 bulan.
  2. Cacat Tetap Total (bisa karena sakit atau kecelakaan), cair uang pertanggungan 1 milyar. contoh nasabah kena stroke (sakit kritis), maka uang pertanggungan turun 1 Milyar, 6 bulan kemudian nasabah lumpuh (tidak bisa melakukan 3 aktifitas dari 5 aktifitas hidup (makan, berjalan, dll) maka uang pertanggungan Cacat Tetap Total cair 1 Milyar. kalau sampai pindah dunia, maka ahli waris mendapat  uang pertanggungan 1 milyar plus nilai tunai hasil investasi.
  3. Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap total maka uang pertanggungan ADDB cair 1 milyar. Proteksi jiwa masih terus berjalan meski uang pertanggungan ADDB ini sudah diberikan pada nasabah.Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap, uang pertanggungan ADDB cair sebesar persentase dari Uang Pertanggungan  ADDB.kecelakaan yang menyebabkan kematian, maka uang pertanggungan ADDB+ uang pertanggungan asuransi jiwa cair, totalnya sebesar 2 milyar rupiah
  4. Jika pindah dunia  maka uang pertanggungan asuransi jiwa yang diberikan pada  ahli waris sebesar 1 milyar rupiah plus nilai tunai hasil investasijika nasabah sampai usia 100 tahun, silahkan mengambil seluruh nilai tunai hasil investasinya.
  5. Jika terkena cacat tetap total atau 1 dari 49 sakit kritis, maka dibebaskan dari kewajiban membayar premi sampai usia nasabah 65 tahun.Ilustrasi yang pertama ini proteksinya sangat lengkap.

 

Ilustrasi 2 untuk Ayah

diskusi aspend ilus2

Manfaat yang diperoleh:

  1. Warisan, jika tertanggung pindah dunia di usia sebelum 70 tahun, sebesar 2,1 Milyar plus hasil investasi. (sejumlah dana pendidikan anak yang diperlukan nanti).
  2. Warisan, Jika tertanggung pindah dunia di usia 70-100 tahun, sebesar 700  juta plus hasil investasi.
  3. Jika terkena salah satu dari 100 kondisi kritis sesuai polis, cair santunan totalnya 700 juta

Untuk early stages 50% UP CI 100, advance dan intermediate stages 100% UP CI 100, Catastropic Stages 120% UP CI 100, manfaat angioplasty 10% dan komplikasi diabetes 20%

Ilustrasi ke 2 untuk ayah, manfaatnya untuk proteksi jiwa, sakit kritis dan bebas premi. Ini juga cukup lengkap.

 

Berikut pemahaman sederhananya:

  1. Beli reksadana/beli logam mulia dalam rangka mengumpulkan dana pendidikan (ambil yang moderat, misalnya), bersamaan dengan strategi ke-2 yaitu:
  2. Beli polis tapro syariah. pada usia anak 17 thn (siap kuliah), bisa ambil uang investasinya, jadi rencana reksadana hanya sebagian dari dana yang dibutuhkan.

Misal pada usia anak 17, nilai investasi nya 131 juta, berarti bisa ambil 50 juta dan kekurangannya akan berasal dari investasi reksadana.  Ini di luar konteks asuransi jiwanya ya.

Nilai tunai  itu suatu saat bisa diambil. Dalam kasus ini adalah untuk menambah dana pendidikan anak. Jika suatu saat ketika ada dana lebih, kita ingin menambah investasi di tapro Allisya protection plus ini untuk menambah nilai tunainya nanti, kita bisa top up. Posting tentang “Fungsi Investasi pada Unitlink” selengkapnya bisa di baca disini

Fungsi asuransi adalah sebagai proteksi nilai finansial  jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.  Jika terjadi meninggal dunia, kecelakaan berat ataupun terkena kondisi/sakit  khusus yang menyebabkan kehilangan pekerjaan/tidak bisa bekerja lagi, akan keluar uang pertanggungan.  Para Beneficeary (ahli warisnya) kemudian menempatkan uang pertanggungan ini ke dalam sebuah produk keuangan/investasi sedemikian rupa sehingga dapat menggantikan penghasilan bulanan yang hilang.

Sehingga musibah apapun yang terjadi pada pencari nafkah, keluarga yang ditinggalkan masih bisa hidup layak, persiapan dana pendidikan anak masih tetap bisa dilakukan, sehingga kepastian anak-anak untuk melanjutkan pendidikan lebih terjamin.

Kesimpulan:

  1.  Dana Pendidikan Anak kurang cocok jika disiapkan melalui asuransi.  Saya ingin mengajak Anda untuk lebih cerdas finansial.  Asuransi = proteksi, bukan investasi.  Jadi siapkan dana pendidikan Anak melalui investasi ya.
  2. Jangan lupa, dampingi upaya Anda berinvestasi tersebut, dengan ASURANSI.  Mintalah agen Asuransi Anda untuk membuatkan rencana proteksi yang sesuai kebutuhan Anda dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.  Pertimbangkan proteksi maksimal agar bila dalam perjalanan Anda “siapkan dana pendidikan” ternyata terjadi musibah, maka penghasilan Anda akan tetap aman.  Karena ada Uang Tunai yang diberikan perusahaan Asuransi.
  3. Anda masih bingung? Anda tidak mau pusing?  Sudah berinvestasi tapi belum punya polis asuransi?  Sudah punya polis yang katanya “Asuransi Pendidikan”, tapi tidak paham isinya?  Ingin bertanya dan diskusi GRATIS?  Hubungi Agen Asuransi Berlisensi:  Estri Heni (WA: 0817 028 4743).  Saya akan membantu membedah polis yang sudah  Anda miliki agar Anda memahami manfaat polis Anda.  Bila Anda membutuhkan manfaat lebih, saya akan bantu merancang rencana proteksi terbaik sesuai kebutuhan Anda.

 

 

Permintaan ilustrasi Asuransi Jiwa sebagai pendamping

selama berinvestasi menyiapkan Dana Pendidikan Anak:

Iklan

Tujuan Jangka Panjang Polis Unitlink Untuk Manfaat Maksimal

 

 

Silahkan klik Artikel terkait berikut ini:

Asuransi = jangka pendek, investasi = jangka penjang

Punya asuransi unitlink, pilih proteksi atau investasi?

Ini pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan anak

Bagaimana komposisi asuransi yang ideal untuk 1 keluarga?

Dana Terbatas, asuransi apa yang harus diambil lebih dulu?

Lagi-lagi Tentang Asuransi Pendidikan Anak…

children_460

Warisan terbaik bagi Anak adalah pendidikan.  Warisan berbentuk harta seperti uang, property, bisa habis dengan mudah dan cepat.  Apalagi jika si Anak kurang memahami cara meng”aman”kannya.  Dengan memberikan pendidikan terbaik, maka Anak akan dapat berkarya sesuai keahliannya, sehingga bisa menghasilkan uang ataupun harta sesuai dengan impiannya.  Hal inilah yang menginspirasi orangtua untuk mempunyai kepastian dalam siapkan dana pendidikan untuk Anak.

Semua hal yang berbau “pendidikan” pasti sangat diminati.  Biasanya “bau” tersebut berlabel  Tabungan Pendidikan, atau Asuransi Pendidikan.  Kalau Tabungan Pendidikan, biasanya orangtua akan menghubungi mbak-mbak cantik di Bank.   Karena saya adalah agen asuransi, maka pembaca yang menghubungi saya, pastinya akan menanyakan tentang asuransi pendidikan.  Uraian di bawah ini, bolehlah sekali-kali saya bahas sedikit di luar produk asuransi sebagai awalan ceritanya ya…

 

Siapkan dana Pendidikan anak

Sebenarnya saya juga masih belajar.  Saya mengacu pada saran beberapa Perencana Keuangan Top di Indonesia, bagaimana pengelolaan dananya, bagaimana cara meng”aman”kan dana yang saya punya, dan produk apa yang tepat.  Saya bagi dengan Anda infonya di blog saya ini ya.

Idealnya, siapkan dana pendidikan adalah sejak anak usia 0 tahun , dan memang harus rinci.

Dimulai dari:

Pertama,  Sekolah mana yang kelak menjadi tujuan saat SD,SMP,SMA, sampai Universitas.  Lalu survey juga berapa biaya yang dibutuhkan untuk masuk sekolah tersebut PADA SAAT INI.  Agar memudahkan untuk dikonversikan menjadi biaya di masa datang.

Kedua,  Menghitung biaya pendidikan menggunakan kalkulator klik DISINI.

Ketiga,  Menentukan dan memilih produk apa yang bisa memenuhi target dana pendidikan yang kita butuhkan. Hal ini bisa dilakukan setelah orangtua mengetahui ilustrasi besaran dananya.

Pada produk berlabel “Asuransi Pendidikan”, dana yang dikeluarkan untuk tahapan masuk sekolah bukanlah dana asuransi, tapi dana investasi atau tabungannya. Investasi dan asuransi itu dua hal yang berbeda, bahkan bertolak belakang.

Perlu diketahui perbedaan prinsipil antara asuransi dan investasi:

Kejadian yang memerlukan asuransi adalah risiko yang sifatnya tidak diinginkan dan tidak diketahui kapan waktunya. Contoh: sakit, cacat, meninggal dunia. Sedangkan pendidikan itu kejadiannya diinginkan dan waktunya pun bisa diketahui.

Asuransi menyediakan dana besar dalam waktu singkat, dan ini cocok untuk mengantisipasi risiko tidak pasti yang bisa datang kapan saja. Sedangkan dana investasi butuh waktu untuk bisa menjadi besar, dan ini cocok untuk mengantisipasi kebutuhan yang direncanakan di masa depan (contohnya pendidikan anak).

 Tabungan, asuransi, reksa dana adalah alat/sarana. Harus cari tau kebutuhan kita berapa. Harus tahu tujuan financial untuk apa?   Produk harus melayani tujuan.  Bila bicara tujuan, harus ada angka.  Sebab, orangtua  selalu mendadak “mellow” kalau sudah bertemu dengan produk yang ada kata “pendidikan”.

 

Kalau mau pilih investasi ketimbang menabung, orang tua harus melek investasi dulu.  Jangan sampai masukin modal tapi tidak ngerti apa-apa.  Hanya tau adanya iming-iming: modal sekian juta, beberapa bulan ke depan akan menjadi belasan juta.  Semua orang pasti maunya:  terbentuk dana jumlah besar dengan modal kecil.  Saya pun maunya begitu 😀   Pelajari betul-betul produk yang “sangat menggiurkan” tersebut.  Investasi saham, return nya besar dan sangat menggiurkan.  Hanya saja, kita harus betul-betul mengerti produk, dan memahami caranya.  Tidak sedikit orang yang akhirnya menyerah “main saham”, karena hanya menginginkan “high return”-nya, tapi lupa bahwa saham juga bersifat “high risk”.

Jika orang tua lebih memilih investasi Rp 500 ribu per bulan, perlu menggunakan portofolio investasi berupa reksadana yang mampu memberikan return hingga 20%, selain deposito, ORI dan lainnya. Bahkan kalangan menengah bawah pun dapat memulai investasi dalam bentuk sederhana, seperti emas.

Siapkan dana pendidikan anak melalui investasi, akan memberikan hasil yang lebih maksimal, dibandingkan melalui asuransi.  Saya luruskan lagi ya, bahwa fungsi utama asuransi adalah PROTEKSI, bukan investasi.

Loh, kan ada produk unitlink, yang katanya proteksi sekaligus investasi..?  Benar, produk unitlink memang proteksi sekaligus investasi.  Hanya saja, fungsi investasi pada produk unitlink bukanlah tujuan utamanya.   Investasi pada produk unitlink fungsinya adalah:  membayar biaya asuransi, membuat premi menjadi flat, memperpendek masa bayar premi, dan mengembangkan dana.  Detilnya DISINI.

Lalu, apa yang salah dengan Asuransi Pendidikan?  Tidak ada.  Hanya saja, jika dana Anda terbatas, menyiapkan dana pendidikan anak melalui Asuransi Pendidikan tidak akan maksimal hasilnya.  Bisa jadi, ujung-ujungnya Anda akan protes sama saya, karena nilai tunai yang terbentuk tidak sesuai harapan Anda.

Jadi jika Anda ingin menyiapkan dana pendidikan Anak melalui asuransi, itu sama halnya dengan tujuan utama Anda adalah berinvestasi di asuransi unitlink dengan maksud ‘mendapatkan pengembangan dana senilai tertentu di tahun tertentu’, mohon maaf Anda akan kecewa.  Kenapa?

  1. Premi yang Anda harus bayarkan akan menjadi sangat besar
  2. Jangan lupa bahwa pada produk unitlink, masih ada banyak potongan biaya akuisisi di tahun 1-5.  Premi Anda baru akan 100% diletakkan pada investasi adalah di tahun ke-6.
  3. Sehingga wajar, jika dalam tahun 1-5, dana Anda belum berkembang sesuai harapan.
  4. Jelas Anda akan kecewa, karena merasa “sudah bayar premi 500 ribu selama 3 tahun, kok nilai investasinya kecil banget sih?  Mendingan tabung di bank, sudah jelas dapetnya sekian”  Hayoooo… pasti banyak kan pembaca yang merasa demikian???
  5. Bagi pembaca yang mengalami kejadian poin 4, saya ajak Anda untuk mendalami kembali karakteristik produk unitlink ya.  Penjelasan utamanya seperti pada poin 2.
  6. Bagi pembaca yang sudah memahami fitur produk unitlink, tentu tidak masalah.  Apalagi jika sudah punya produk asuransi jiwa unitlink Syariah “Allisya Protection Plus”, yang pastinya akan memaksimalkan fitur Proteksinya.

 

Perhatikan contoh berikut ya:

Usia anak 0 tahun.  Biaya masuk kuliah suatu Universitas tahun 2017 sebesar 100 juta.  Dengan asumsi inflasi pendidikan 15%, maka kelak 17 tahun kemudian, biaya tersebut menjadi 1.076.100.000.

Bagaimana cara mencapainya?  Bila menggunakan instrumen investasi dengan asumsi return 5%, maka butuh dana yang disisihkan = 3.7 juta perbulan.  Bila menggunakan instrumen investasi dengan asumsi return 10%, maka butuh dana yang disisihkan = 2.3 juta perbulan.  Bila menggunakan instrumen investasi dengan asumsi return 15%, maka butuh dana yang disisihkan = 1.4 juta perbulan.

Untuk sampai ke investasi itu, pilihannya cuma ada dua:

  1. menabung Rp 1.4 juta per bulan tanpa putus selama 17 tahun, atau
  2. investasi Rp 500 ribu setiap bulan untuk jenjang S1.

Jadi kalau tidak punya Rp 1.4 juta, ternyata Rp 500 ribu sudah bisa memenuhi rencana tersebut.

 

Instrumen yang berlabel “Asuransi Pendidikan”, umumnya bertujuan: mendapatkan pengembangan dana senilai tertentu di tahun tertentu.  Hal ini tidak tepat digunakan sebagai alat untuk mencapainya.

Perhatikan contoh berikut:  “Asuransi Pendidikan”:

PREMI = 1.4 juta perbulan, masa bayar = 18th, Ayah 30th, Anak 0th.  Apa saja yang didapat?

hal1-premi1-4jt-cuti-th18

Keterangan dari gambar di atas:

  • Premi = 1.4 juta perbulan, Masa bayar = 18th, Tertanggung = Anak, Pembayar premi = Ayah
  • Asuransi dasar (warisan jika ANAK yang meninggal) = 120juta
  • Payor = gratis premi, dan dibayarkan preminya oleh Allianz sampai usia ayah seolah-olah 65th, JIKA Ayah mengalami musibah sakit kritis/cacat tetap total/meninggal

 

hslinvestpremi1-4jt-perbulan-cuti-th18

Catatan
– Nilai Investasi adalah nilai jual Unit berdasarkan Harga Beli Unit yang akan datang.
– Nilai setiap Unit akan berbeda dari waktu ke waktu tergantung pada kinerja investasi Allianz dan tidak terlepas dari resiko investasi  berdasarkan jenis investasi yang dipilih oleh Pemohon.
– Illustrasi nilai setiap Unit tergantung kepada Tabarru, Biaya Administrasi sebesar Rp. 26,500 per bulan dan Biaya
Pengelolaan Investasi yang berlaku saat ini.
– Jika ada tanda “***” artinya Nilai Investasi Anda sudah tidak mencukupi dan Polis anda akan berakhir.
– Membeli Polis Asuransi Jiwa adalah komitmen jangka panjang. Apabila Polis dihentikan pada tahun-tahun awal dapat menyebabkan  kerugian bagi Nasabah.
– Nilai Investasi pada tabel diatas dicantumkan hingga usia 100 tahun, dan proteksi asuransi kepada Tertanggung tetap berlaku hingga  usia 100 tahun selama nilai dari Unit tersedia cukup untuk membayarkan Tabarru dan Biaya Administrasi.

 

Keterangan dari gambar di atas:

Dengan meletakkan dana premi pada equity fund, maka asumsi proyeksi nilai tunai yang terbentuk saat anak usia 18th adalah antara 900 jutaan (return 13%) sampai 1.6 Miliar (return 18%).  Jika tujuan dana saat anak usia 18th adalah = 1.076.100.000 (biaya saat anak masuk kuliah kelak 17 tahun kemudian), maka bisa saja Anda menggunakan “Asuransi” untuk mencapainya.

Masalahnya:  apakah tersedia dana yang dianggarkan sebesar 1.4 juta perbulan untuk siapkan dana pendidikan Anak?  Dana sebesar itu “hanya” untuk siapkan pendidikan anak, loh.  Belum lagi ada anggaran lainnya yang menjadi kewajiban Anda, seperti: anggaran rutin bulanan Anda untuk biaya hidup bulanan, cicilan, tagihan, liburan…

Ingat, komposisi di atas untuk anak 0 tahun, preminya = 1.4 juta perbulan.

 

Baiklah…

Selanjutnya misalkan dana yang tersedia untuk siapkan dana pendidikan anak adalah PREMI = 500 ribu perbulan, dimasukkan ke dalam “Asuransi Pendidikan”.  Maka hasilnya sbb:

hal1-premi500-cuti-th18

Keterangan dari gambar di atas:

  • Premi = 500 ribu perbulan, Masa bayar = 18th, Tertanggung = Anak, Pembayar premi = Ayah
  • Asuransi dasar (warisan jika ANAK yang meninggal) = 60juta
  • Payor = gratis premi, dan dibayarkan preminya oleh Allianz sampai usia ayah seolah-olah 65th, JIKA Ayah mengalami musibah sakit kritis/cacat tetap total/meninggal

 

hslinvestpremi500rb-perbulan-cuti-th18

Catatan
– Nilai Investasi adalah nilai jual Unit berdasarkan Harga Beli Unit yang akan datang.
– Nilai setiap Unit akan berbeda dari waktu ke waktu tergantung pada kinerja investasi Allianz dan tidak terlepas dari resiko investasi  berdasarkan jenis investasi yang dipilih oleh Pemohon.
– Illustrasi nilai setiap Unit tergantung kepada Tabarru, Biaya Administrasi sebesar Rp. 26,500 per bulan dan Biaya
Pengelolaan Investasi yang berlaku saat ini.
– Jika ada tanda “***” artinya Nilai Investasi Anda sudah tidak mencukupi dan Polis anda akan berakhir.
– Membeli Polis Asuransi Jiwa adalah komitmen jangka panjang. Apabila Polis dihentikan pada tahun-tahun awal dapat menyebabkan  kerugian bagi Nasabah.
– Nilai Investasi pada tabel diatas dicantumkan hingga usia 100 tahun, dan proteksi asuransi kepada Tertanggung tetap berlaku hingga  usia 100 tahun selama nilai dari Unit tersedia cukup untuk membayarkan Tabarru dan Biaya Administrasi.

 

Keterangan dari gambar di atas:

Dengan meletakkan dana premi pada equity fund, maka asumsi proyeksi nilai tunai yang terbentuk saat anak usia 18th adalah antara 300 jutaan (return 13%) sampai 500 jutaan (return 18%).  Jika tujuan dana saat anak usia 18th adalah = 1.076.100.000 (biaya saat anak masuk kuliah kelak 17 tahun kemudian), maka tentu saja Anda TIDAK BISA menggunakan “Asuransi” untuk mencapainya.

 

Pada 2 contoh tersebut, tujuan utama berasuransi adalah mendapatkan dana sejumlah tertentu, pada tahun  tertentu.

Pertanyaan:  Selama bertahun-tahun Anda berupaya menempatkan dana di “Asuransi Pendidikan” tersebut:

Apakah Anda yakin upaya tersebut akan mulus tanpa halangan?  Apakah Anda yakin tidak akan ada musibah (sakit kritis/cacat/meninggal) yang mungkin terjadi?  Apakah Anda yakin, bila musibah itu datang pada diri Anda sebagai penabung, finansial Anda tidak akan terganggu?  Apakah Anda yakin, bahwa Anda tabungan Anda yang lain + asset yang dimiliki, akan cukup untuk mengatasi masalah finansial yang timbul?  Jangan-jangan, dana pendidikan yang Anda siapkan ini malah Anda “bongkar” untuk dipakai menggantikan penghasilan Anda yang hilang?  Kalau sudah begitu, bisa batal dong, rencana siapkan dana Pendidikan Anak?  Impian anak untuk sekolah sampai jenjang yang tinggi terpaksa harus dikubur…

Coba Anda cermati lagi komposisi Asuransi Pendidikan di atas, apa manfaat proteksi yang didapat?  Memang ada, tapi cek lagi apakah sesuai nominalnya untuk menggantikan penghasilan Anda yang hilang jika terjadi musibah?

Mari luruskan kembali pemahaman yang benar dalam ber-asuransi pendidikan…  Siapkan dananya melalui investasi, asuransi itu untuk proteksi penghasilan Anda.

Disitulah bedanya asuransi VS investasi.  Saya tidak ingin asal produk asuransi saya terjual.  Biasanya saya akan tetap memberikan saran profesional agar Anda puas dalam mengelola rencana keuangan Anda sesuai tujuan.

Itulah sebabnya, meski saya adalah agen asuransi, ketika banyak permintaan ilustrasi Asuransi Pendidikan yang masuk ke email, atau ke nomor kontak saya, maka saya tetap akan memberikan saran profesional:

Dana pendidikan disiapkan melalui investasi, bukan via asuransi. Tujuan dana yang ingin disiapkan saat jenjang pendidikan tertentu akan lebih mudah tercapai via investasi.

Syarat penting berinvestasi:  pilih perusahaan yang bonafit, kenali produknya, pilih produk yang sesuai dengan profil Anda, tentukan produk yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda, pelajari portofolio/kinerja produknya, sesuaikan dananya.

Hubungi Manajer Investasi atau agen penjual produk investasi saat Anda ingin berinvestasi.

Hubungi Estri Heni (email: ProteksiKita@gmail.com), atau ke nomor kontak saya (WA: 0817 028 4743) sekarang juga untuk buka polis Asuransi Jiwa Syariah (premi 355 ribu UP 1 Miliar), atau Asuransi Kesehatan Syariah.  Musibah datang tanpa pemberitahuan, maka miliki polis asuransi saat musibah belum terjadi dan saat Anda merasa belum butuh asuransi.  Karena jika Anda merasa butuh asuransi, mungkin Asuransi sudah tidak bisa menerima pengajuan Anda…

Salam.

 

 

Artikel terkait:

Pendidikan Anak:  Kembangkan dananya melalui investasi, dampingi dengan asuransi sebagai proteksi

 

 

 

 

 

 

 

Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

 

hepifam

 

Seorang kepala keluarga dari sebuah keluarga bahagia menghubungi saya, menyampaikan maksudnya yang sedang mencari Asuransi untuk Masa Depan Anak.  Apakah di Allianz Syariah ada produk yang bisa menjawab kebutuhan saya itu?

 

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan “meluruskan” pemahaman tentang Asuransi untuk “Masa Depan Anak”.  Yang beliau maksud dengan “Masa Depan Anak” yaitu bahwa Anaknya akan terjamin ketersediaan dana pendidikannya dan juga kebutuhan lainnya dapat dipastikan persiapan dananya tidak terganggu.  Saya tanya kembali:  “Apakah Bapak sudah punya asuransi untuk Bapak sendiri?”.  Beliau menjawab:  “Belum.  Saya fokuskan persiapan dana untuk masa depan anak”

Baiklah, saya sudah mengerti maksudnya.

 

KETERSEDIAAN DANA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

Kebanyakan orangtua masih rancu dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.  Menghubungi saya untuk membeli asuransi pendidikan anak, dengan pemikiran agar dana pendidikan bisa disiapkan melalui asuransi.

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?

Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja merupakan “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti, yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).

Bila Pencari nafkah sudah PUNYA polis asuransi, artinya:

  1. Selama pencari nafkah masih sehat –> pencari nafkah bekerja –> ada penghasilan  –> ada dana yang disisihkan untuk persiapan dana pendidikan melalui instrumen investasi –> dana pendidikan anak akan siap.
  2. Bila pencari nafkah mengalami musibah –> tidak bisa bekerja –> tidak ada penghasilan –> ada DANA TUNAI dari klaim asuransi –> dana digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi dana pendidikan.

Dari uraian tersebut, tentunya sudah dapat dipahami bahwa dengan adanya polis asuransi untuk pencari nafkah, maka masa depan Anak akan terjamin.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak

 

 

KETERSEDIAAN DANA JIKA TERJADI MUSIBAH, TANPA HARUS JUAL HARTA

Sekarang kita coba pelajari isi polis.  Bagi agen asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan dalam rangka menyiapkan masa depan anak, biasanya dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah ANAK.  Sedangkan saya, yang mengutamakan asuransi bagi pencari nafkah, untuk tujuan masa depan anak yang terjamin, maka dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah PENCARI NAFKAH.

Apa bedanya, jika dalam polis, yang menjadi TERTANGGUNG adalah ANAK, dengan TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH ?

 

TERTANGGUNG adalah ANAK

  1.  Jika terjadi musibah pada anak ??

rip

 

panah

Penerima Manfaat Untuk Siapa ???

Untuk orangtuanya yang masih sehat dan produktif?

 

 

2.  Jika terjadi musibah pada pencari nafkah ??

rip

panahYang ditanggung = anak.  Yang kena musibah = pencari nafkah.

Maka  Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan

HANYA   bebas premi saja, dan atau dana pendidikan sampai usia tertentu.

 

 

Lalu, bagaimana untuk keluarga yang ditinggalkan…

Masalah apa saja yang masih mungkin terjadi ?

  • Biaya kebutuhan keluarga, seperti: makan, pakaian, dll
  • Cicilan
  • Berbagai tagihan
  • Kebutuhan / perlengkapan sekolah
  • Biaya pengobatan
  • Biaya tidak terduga

SIAPA YANG AKAN  MEMBERIKAN “TANGGUNGAN” TERSEBUT ?

Pasangan Anda dan anak tercinta jadi harus bekerja membanting tulang menggantikan posisi Anda, agar semua kebutuhan hidup di atas bisa tetap dibayar/dipenuhi.

Bayangkan, pasangan Anda yang mulai menua, tenaga yang sudah berkurang, tapi masih harus memulai hidup dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan Anak Anda (sesuai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Bayangkan anak Anda yang masih kecil, masih dalam masa permainan, dengan tenaganya yang masih lemah, tapi harus membantu pasangan Anda untuk memulai bekerja dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan mereka (seusai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Anak, ini KURANG tepat!  Saya sangat tidak menyarankan.

 

TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH

Jika terjadi musibah pada Pencari Nafkah:

  •   Terdiagnosa Penyakit Kritis:

cancer

atau penyakit kritis lainnya

 

Ada 49 jenis penyakit kritis atau 100 kondisi “Penyakit Kritis”

  •  Cacat Tetap Total

 

Jika klaim memenuhi kriteria sesuai dalam buku polis, maka PENERIMA MANFAAT (ahli waris) akan:

  1. Menerima “Uang TUNAI jumlah Besar” yang ditransfer oleh Allianz.  Uang Tunai ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Seperti:  kebutuhan hidup keluarga (makan, pakaian, dll), membayar cicilan, membayar tagihan, biaya pengobatan, ditabung untuk biaya pendidikan anak, digunakan sebagai modal usaha, diinvestasikan lagi agar dana semakin berkembang.
  2. Sakit kritis, Cacat Tetap Total, Meninggal dunia  ==>  ada manfaat bebas Premi bagi polis anggota keluarga lainnya.  Artinya:  premi polis anggota keluarga lainnya menjadi GRATIS dan akan dibayarkan preminya oleh Allianz.  Sehingga anggota keluarga lainnya tetap akan mendapatkan perlindungan dan manfaat, walaupun pencari nafkah sudah tidak lagi bersama mereka.

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Pencari Nafkah, saran profesional saya: sangat merekomendasikannya!

Baca juga:   Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

 

Bersama Allianz Syariah, masa depan Anak dan keluarga Anda akan terlindungi, baik selama Anda ada ataupun sudah tidak bersama mereka lagi…

 

happy-family

 

SEGERA lindungi penghasilan Anda, dan siapkan masa depan Anak dan keluarga dengan TEPAT.

Pahami manfaat asuransi yang ditawarkan agen.  Hubungi Agen Asuransi Allianz Syariah Bersertifikasi, yang mengerti fitur produknya dan memahami kebutuhan Anda.

Estri Heni

SMS/WA:   0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

 

 

 

Bagaimana Komposisi Asuransi Yang Ideal Untuk 1 Keluarga?

 

happy_family_

 

Beberapa hal mendasar yang harus dipahami:

Asuransi = Proteksi, bukan Investasi.  Jika Anda membutuhkan proteksi, hubungi agen asuransi.

Investasi bukan ranah asuransi.  Walaupun pada produk unitlink ada juga porsi investasi.  Namun fungsi investasi pada produk unitlink adalah:  klik DISINI.

Apa tujuan Anda berasuransi?  Tujuan asuransi adalah:  melindungi penghasilan dari musibah yang dampak keuangannya tidak dapat ditanggung.

Asuransi apa yang menjadi prioritas?  Utamanya adalah ASURANSI JIWA.  Detilnya baca DISINI.

Yang utama harus punya asuransi adalah:  pencari nafkah utama.  Kenapa?  Sebab penghasilan beliau adalah sumber utama keuangan keluarga.  Dimana pada beliaulah roda kehidupan keluarga bergantung.

Bila biaya kesehatan (berobat dan perawatan di RS) sudah ditanggung kantor, sisihkan sedikit penghasilan untuk memiliki polis asuransi jiwa.  Lengkapi asuransi kesehatan dari kantor, dengan memiliki polis asuransi jiwa.  Alasannya baca DISINI.  Maksimalkan proteksinya pada penyakit kritis dan meninggal dunia.  Kenapa?  Penyakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, dan penderitanya masih “ada” sehingga biaya hidup menjadi dobel antara penderita sakit kritis dan keluarganya.  Begitu juga bila meninggal dunia, pastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap dapat hidup layak sepeninggalnya si pencari nafkah.

Bila biaya kesehatan belum ditanggung kantor, dan dana Anda terbatas, miliki BPJS untuk menghindari kebangkrutan bila terjadi musibah sakit, utamanya sakit berat.  Dengan premi yang terjangkau, mohon untuk tidak mengeluhkan pelayanan BPJS yang mungkin agak kurang memuaskan Anda.

Asuransi Pendidikan untuk anak?  Ini kurang tepat.  Penjelasannya baca artikel ini:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak.   Sudah punya asuransi Pendidikan untuk Anak?  Coba baca KISAH  INI.

Apa asuransi yang tepat untuk anak?  Kembali pada poin 1 di atas, bahwa asuransi adalah proteksi.  Sehingga walaupun ditujukan untuk anak, selama “judulnya” adalah asuransi, maka milikilah asuransi jiwa dan kesehatan.  Asuransi kesehatan bisa memaksimalkan fasilitas dari kantor, atau BPJS.  Asuransi jiwa utamakan untuk memaksimalkan proteksi sakit kritisnya. Sementara untuk UP jiwa / asuransi dasar (pada asuransi jiwa) bisa diminimalkan.  Ingatlah bahwa asuransi kesehatan itu ada batasan proteksinya, dan tentu saja ada perbedaan manfaat dengan asuransi penyakit kritis.  Baca ini:  Bedanya Asuransi Kesehatan dengan asuransi penyakit kritis.

Kenapa anak juga harus punya asuransi sakit kritis?  Ingat bahwa musibah itu tidak pilih2 orang.  Siapa saja bisa terkena musibah:  orang tua, orang muda, orang sehat, orang sakit, anak-anak, laki-laki, atau perempuan.

Asuransi apa yang tepat untuk Ibu Rumah Tangga?  Jawabannya sama seperti poin di atas.  Baca juga:  Istri punya asuransi jiwa atau tidak, ini bedanya.  Beruntung Anda sampai di blog saya.  Asuransi jiwa Allianz Syariah sudah mengembangkan fitur produknya, yaitu untuk penyakit kritis, UPnya bisa 5x lebih besar dari UP jiwanya.  Sehingga selain fasilitas askes dari kantor suami (yang ternyata ada limit manfaatnya), asuransi untuk ibu rumah tangga bisa memaksimalkan proteksi penyakit kritis hingga 5x UP jiwa.  Info detilnya DISINI.

 

Dari poin-poin pemahaman dasar yang disebutkan di atas, maka komposisi ideal untuk proteksi keluarga adalah sbb:

  1.  Ayah.  Sebagai pencari nafkah utama, maka maksimalkan UP jiwa (warisan, proteksi penghasilan sepeninggalnya agar keluarga yang ditinggalkan masih dapat hidup layak) dan maksimalkan UP sakit kritis (karena sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  2. Ibu.  Jika ibu adalah seorang ibu rumah tangga, artinya penghasilan utama bergantung pada suami.  Proteksi yang ideal: warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).
  3. Anak 1 dan 2.  Masih usia sekolah, biaya hidup masih bergantung pada ayah.  Proteksi yang ideal:  warisan bisa minimal, namun dimaksimalkan UP sakit kritis (sakit kritis terbukti membutuhkan biaya sangat besar, yang  bisa mengacaukan keuangan rutin keluarga).

 

Berikut adalah contoh   Program Asuransi  Paket untuk Keluarga

 

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

 

Berikut adalah ilustrasinya:

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

 

ayah

Ilustrasi Tapro utk pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan.

 

 

ibu1

Ilustrasi Tapro utk wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan.

 

 

anak1

Ilustrasi Tapro utk anak usia 5th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 300 ribu per bulan.

—————————-

Hal di atas adalah contoh komposisi proteksi yang ideal berdasarkan pada pemahaman dasar asuransi.  Jika memang dana yang tersedia terbatas, silahkan diskusikan kebutuhan proteksi Anda pada agen Estri Heni (WA: 0187 028 4743) untuk mendapatkan solusi terbaik bagi proteksi keluarga Anda.

Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan

 

Dari survey kecil-kecilan yang saya buat saat membuat iklan di facebook tentang “Asuransi Pendidikan”,  “Asuransi Jiwa” dan “Asuransi Kesehatan”, ternyata Asuransi Pendidikan menempati pilihan pertama para orangtua saat mengalokasikan dana untuk asuransi, ketimbang pilih asuransi Jiwa untuk orangtua.  Permohonan ilustrasi yang masuk ke email saya juga banyak yang meminta informasi mengenai Asuransi Pendidikan.  Hal ini membuat saya ingin menulis artikel tentang hal tersebut.

 

IMG_20160510_094409

 

Asuransi Pendidikan merupakan hal yang sangat diminati orang tua, karena orang tua tentu sangat menyayangi anaknya.  Orangtua menginginkan anak dapat menuntut ilmu setinggi-tingginya dan dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Asuransi Pendidikan.  Asuransi Pendidikan diharapkan dapat menjadi alat bagi orang tua untuk mendampingi kebutuhan finansial terhadap pendidikan anak.  Orangtua juga membutuhkan rasa aman saat siapkan dana pendidikan anak sejak SD-kuliah.  Dengan kata lain:  urusan biaya sekolah sejak SD-kuliah BERES dengan asuransi pendidikan.

Namun, benarkah demikian?

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?  Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja menjadi “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Lalu bagaimana dengan asuransi pendidikan?? Apa yang salah dengan asuransi pendidikan??

Tidak ada yang salah dengan asuransi pendidikan.  Semua asuransi adalah baik adanya.  Hanya saja pemahamannya yang belum tepat.  Frase “Pendidikan” pada istilah “Asuransi Pendidikan” sangat menyentuh emosional.  Manusia bertindak berdasarkan emosional.  Sehingga bila mendengar ada sesuatu yang namanya “Asuransi Pendidikan”, maka hal itu sangat menarik minat, utamanya bagi ibu-ibu (seperti saya, dulu… hehe).

Lalu bagaimana konsep Asuransi Pendidikan yang tepat?

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).  Memang, idealnya bila kita punya dana cukup besar, maka semua anggota keluarga diasuransikan.

Ibaratnya:  bila punya payung, sebaiknya semua anggota keluarga punya payung.  Karena kita tidak tau, siapa yang akan mengalami hujan.  Apakah ayah, ibu, atau anak yang akan mengalami hujan.  Bila semua anggota keluarga punya payung, bila hujan turun di suatu tempat tertentu, maka orang tersebut tidak akan kebasahan oleh hujan.  Ingat: punya payung bukan berarti hujan tidak akan turun, tetapi melindungi si pemilik payung agar tidak kebasahan saat hujan turun.

Bagaimana bila dananya terbatas??  Siapa yang harus diasuransikan terlebih dulu??  Bila keadaannya demikian, jauh lebih bijak jika orangtua (pencari nafkah) yang lebih dulu diasuransikan.

Baca juga:    Dana Terbatas, asuransi apa yang diambil lebih dulu?

Masih merasa lebih sreg bila anak punya asuransi pendidikan?  Masih lebih mengutamakan asuransi pendidikan anak daripada asuransi untuk pencari nafkah?

Mari kita cermati perbedaannya, bila yang diasuransikan lebih dulu adalah anak atau orangtua:

Skenario 1.

Anak PUNYA asuransi pendidikan, namun orang tua tidak punya asuransi jiwa.  Orang tua mengalami musibah, sehingga tidak mampu bekerja.  Tidak mampu bekerja artinya penghasilan terputus (tidak ada penghasilan).  Apa yang akan dilakukan?

Tindakan yang dilakukan umumnya adalah:  aset dijual, investasi dicairkan, tabungan diambil.

Masalah:  apakah Anda yakin, dana yang disiapkan semula untuk tujuan pendidikan anak akan tetap “aman” alias tidak akan diambil juga?

Untuk atasi musibah si orang tua (misal sakit kritis butuh biaya miliaran, atau kondisi cacat total sehingga kemampuan bekerja tidak maksimal lagi), seseorang akan dihadapkan pada kondisi:  bagaimana caranya agar orangtua sembuh.  Salah satu caranya adalah mengambil dana (yang semula ditujukan untuk) tabungan pendidikan anak, bukan? Lalu bagaimana nasib pendidikan anak tersebut?  Apakah anak akan bisa tenang menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang tinggi?

Memang benar, pada skema asuransi pendidikan, ada istilah payor / autosaving.  Yang artinya:  bila orangtua kena musibah, maka tidak perlu bayar premi lagi dan premi akan diteruskan (diteruskan tabungannya) oleh asuransi.

Contoh: premi asuransi pendidikan anak 500rb/bulan.  Dengan adanya autosaving 500rb/bulan, apakah 500rb/bulan itu cukup untuk biaya pendidikan anak dan untuk biaya hidup anak?  Itu baru hitung-hitungan untuk si anak saja, loh.  Belum dihitung biaya hidup orangtua, cicilan, dll yang tentunya tidak dicover oleh asuransi pendidikan anak.

Baca jugaYang punya Asuransi Pendidikan Anak, wajib baca ini!

Skenario 2.

Anak tidak punya asuransi pendidikan.  Orang tua PUNYA asuransi jiwa.  Orang tua mengalami musibah, sehingga tidak mampu bekerja.  Tidak mampu bekerja artinya penghasilan terputus (tidak ada penghasilan).  Apa yang harus dilakukan?

Tindakan yang harus dilakukan:  hubungi agen asuransi atau customer service perusahaan asuransi, klaim diproses, cair DANA TUNAI jumlah BESAR (misal 500 juta atau 1 miliar).

Lalu bagaimana strategi pengelolaan dana besar tersebut?

Dana Besar tersebut dialokasikan ke beberapa instrumen investasi sehingga bisa menjadi dana pendidikan anak, biaya hidup keluarga, biaya cicilan yang belum selesai, dll.  Sehingga dari dana besar yang cair tersebut, si anak akan tetap bisa hidup layak dan menempuh pendidikan dengan tenang sampai jenjang yang tinggi.

Baca juga:

Cara Terbaik Siapkan Dana Pendidikan Anak

Itulah pentingnya melindungi si pencari nafkah terlebih dulu.  Supaya jika terjadi musibah pada pencari nafkah, anak akan tetap aman.  Aman untuk bisa hidup layak, dan aman dalam melanjutkan pendidikan.

Baca juga:

Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

Kesimpulan pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan

3 hal penting yang harus diketahui:

  1.  Seorang anak bisa sekolah sampai selesai jenjang tinggi, bukan semata-mata karena asuransi.  Melainkan karena adanya orangtua masih mampu bekerja.  Kemampuan orang tua dalam bekerja merupakan JAMINAN bagi pendidikan anak.  Mari kita cek diri kita:  apakah kita bisa sekolah tinggi karena asuransi, atau karena orang tua kita mampu bekerja?
  2. Punya asuransi ibarat kita punya payung.  Sebisa mungkin setiap anggota keluarga punya payung agar tidak basah saat hujan turun.  Karena kita tidak bisa memprediksi musibah akan datang pada siapa.  Bila dana cukup, jangan hanya mengasuransikan diri sendiri saja, tapi juga anggota keluarga lainnya.
  3. Bila dana terbatas: #skenario 1.  yang disiapkan adalah asuransi pendidikan anak.  Bila orangtua kena musibah, maka akan sama-sama jatuh.  Artinya:  orangtua kena musibah sehingga tidak berpenghasilan, anak juga tidak bisa sekolah karena dana dipakai untuk pengobatan orangtua.  #skenario 2.  yang disiapkan adalah asuransi jiwa orangtua.  Bila orangtua kena musibah, cair uang besar.  Uang besar itu bisa digunakan sebagian untuk pengobatan orangtua dan sebagian lagi dialokasikan untuk tabungan pendidikan anak.  Orangtua teratasi musibahnya karena bisa melanjutkan pengobatan.  Anak teratasi masalahnya karena bisa melanjutkan sekolah.  Jadi uang besar itu bisa dimanfaatkan sebagai JAMINAN pendidikan anak.

 

Hubungi Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

Dapatkan pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan.

Bila Anda sudah punya polis, hubungi Estri Heni untuk mereview polis Anda, karena 95% orang Indonesia tidak mengerti isi polis mereka, dan berujung pada kekecewaan.

 

Demikian.  Semoga bermanfaat.