Manfaat Berasuransi Sejak Muda VS Saat Tua

Kata siapa yang memiliki asuransi hanya orang yang sudah menikah, punya anak banyak, dan sudah mapan ekonomi saja? Ternyata masih banyak masyarakat muda yang berpikir asuransi untuk orang tua saja dan menganggap asuransi itu belum penting. Apakah kamu salah satunya?

Seberapa pentingkah memiliki asuransi ketika masih muda?

Ternyata pemahaman asuransi di kalangan masyarakat muda masih cukup rendah, mereka beranggapan asuransi hanya untuk orang yang sudah menikah atau yang sudah menjadi orang tua. Mereka berpendapat bahwa seseorang yang masih muda apalagi belum berkeluarga , belum memerlukan untuk memiliki Asuransi.

Sebenarnya persepsi seperti itu kurang tepat karena pada dasarnya setiap orang memerlukan perencanaan untuk melindungi rencana yang telah di susun sebelumnya. Ketika perencanaan yang telah kita lindungi sedini mungkin, kita dapat merasakan hasilnya dan menikmatinya pada saat semakin beranjak usia dan telah memasuki masa pensiun.

 

 

Hampir setiap orang tentu memiliki rencana untuk tetap memiliki badan yang sehat serta umur yang panjang sehingga dapat melihat pertumbuhan anak dan cucu kita. Namun apakah itu semua bisa di capai?

Kita pasti sepakat bahwa tidak akan ada yang dapat memastikan risiko kapan akan terjadi, mungkin akan terjadi nanti atau terjadi sekarang, kita tidak pernah akan tahu itu. Maka  di sinilah pentingnya memiliki asuransi sedini mungkin karena dengan memiliki asuransi, kita dapat mengalihkan risiko keuangan yang muncul kapanpun dan dimanapun.

Sama halnya ketika membeli mobil baru, kita akan memastikan bahwa aset tersebut sudah di lindungi oleh asuransi sehingga jika terjadi risiko, kita sebagai pemilik mobil mendapatkan ganti ruginya. Dari situlah kita mendapatkan jawabannya, kenapa kita masih berpikir berkali-kali untuk melindungi kita dari berbagai risiko? Sederhananya, sekarang mungkin kita masih single tapi kemungkinan bahwa kedepannya kita akan memiliki keluarga yang perlu di lindungi.

Dengan perkembangan gaya hidup masyarakat di jaman modern ini pun juga mendorong kita untuk memiliki kehidupan yang tinggi, seperti minum-minuman beralkohol, addicted dengan coffee, makanan yang tidak sehat, dan masih banyak lagi. Dari gaya hidup sepertilah yang membuat risiko sakit bisa datang kapan saja, hingga kita belum ada persiapan untuk mencegahnya.

Allianz memiliki solusi untuk kebutuhan Anda, Allianz memiliki asuransi jiwa dan asuransi kesehatan yang dapat membantu Anda untuk melindungi rencana masa depan Anda.

Di bawah ini adalah contoh ilustrasi dari Allianz Syariah untuk proteksi keuangan pada usia muda (25th) dan usia mapan (45th):

Tn Masihmuda, 25th, tidak merokok, kerja dalam ruangan.  Premi = 500rb perbulan. Manfaat:  Warisan = 500 juta, santunan terhadap 100 sakit kritis = 600 juta, santunan kecelakaan = 200 juta, santunan cacat tetap total = 200 juta, gratis premi dan dibayarkan Allianz jika sakit kritis.

 

 

Bapak Sudahmapan Ekonomi, 45th, tidak merokok, kerja dalam ruangan.  Premi = 2 juta perbulan. Manfaat:  Warisan = 500 juta, santunan terhadap 100 sakit kritis = 600 juta, santunan kecelakaan = 200 juta, santunan cacat tetap total = 200 juta, gratis premi dan dibayarkan Allianz jika sakit kritis.

 

Perhatikan ke2 ilustrasi di atas.  Ternyata untuk mendapatkan manfaat proteksi yang sama, nasabah dengan usia muda bisa mendapatkan premi yang lebih ekonomis. Nasabah dengan usia mapan harus membayar premi lebih mahal untuk mendapatkan manfaat proteksi yang sama persis dengan nasabah muda tersebut.

Faktanya, saat usia mapan, tentu manfaat proteksi yang dibutuhkan akan berbeda dengan nasabah muda tersebut.  Biasanya nasabah usia mapan membutuhkan persiapan warisan yang lebih besar  (di atas 1 Miliar) untuk anak istrinya, lalu proteksi terhadap sakit kritis juga butuh UP (Uang Pertanggungan) yang lebih besar (di atas 2 Miliar) karena usia mapan cenderung sudah mulai ada keluhan kesehatan, yang mungkin disebabkan akibat gaya hidup saat muda dulu.  Dengan kebutuhan proteksi yang lebih besar ini, maka premi yang dibayarkan akan lebih besar juga.

 

Masih berpikir Asuransi tidak penting?

Mulailah untuk memikirkan rencana keuangan Anda di masa depan dan bagaimana cara melindungi masa depan keuangan Anda dan keluarga Anda nantinya.

 

 

Dapatkan konsultasi GRATIS tentang asuransi Allianz Syariah, hubungi saya:

Estri Heni,  WA:  0817 028 4743

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER

Iklan

Data Tentang Jenis Penyakit Kritis

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyatakan baru saja  menyelesaikan analisa awal survei penyebab kematian berskala nasional.

Survei itu disebut Sample Registration Survey (SRS). Datanya menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Balitbangkes, dikumpulkan dari kejadian selama 2014.

“Data dikumpulkan dari sampel yang mewakili Indonesia, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, dan pada semua kematian itu dilakukan autopsi verbal, sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara real time oleh dokter dan petugas terlatih,” tulis Tjandra Yoga beberapa waktu lalu seperti dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.

 

10 Jenis Penyakit Paling Sering Menjadi Penyebab Kematian di Indonesia:

1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke.
2. Penyakit jantung iskemik.
3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.
4. Tubercolusis pernapasan.
5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi.
6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
7. Penyakit liver atau hati.
8. Akibat kecelakaan lalu lintas.
9. Pneumonia atau radang paru-paru.
10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.

Menurut Tjandra Yoga, data tersebut di atas menunjukkan ada peningkatan peringkat Penyakit Tidak Menular (PTM)  atau sering juga disebut sebagai penyakit degeneratif sebagai penyebab kematian di Indonesia.  (sumber)

Sementara itu, Tjandra melanjutkan, WHO memperkirakan 10 penyebab kematian di dunia pada 2015, di antaranya, penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran napas bawah, PPOK, diare, HIV/AIDS, kanker paru, bronkus dan trakea, diabetes melitus, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit jantung hipertensif.  (sumber)

 

JENIS PENYAKIT YANG BERPOTENSI MENJADI BEBAN FINANSIAL

Berikut data yang disampaikan Menkes RI di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

1. Penyakit jantung

Jantung termasuk penyakit kritis yang menghabiskan triliunan rupiah. Disebutkan pada periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).

2. Stroke

Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Karena itulah pengobatannya butuh biaya yang mahal.

3. Ginjal

Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menangani 138.779 pasien ginjal sebesar Rp750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.

4. Diabetes

Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini menurut Menkes menghabiskan Rp313,64 miliar untuk menangani 70.584 pasien sepanjang Januari Ð Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.

5. Kanker

Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan. Jumlahnya mencapai Rp313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya. Untuk merawat penderita, biasanya pasien harus menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.

Agar terhindar dari jenis jenis penyakit tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di antaranya adalah dengan tidak merokok. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.

HardyWebsiteCritical

 

DATA ALLIANZ TENTANG SAKIT KRITIS

Allianz sendiri telah melakukan survei terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Manado, dan Bali. Hasilnya, 95 persen responden menyatakan bahwa mereka sadar akan risiko penyakit kritis dan tingginya biaya pengobatan yang dikeluarkan.

Todd Swihart, Direktur Allianz Life Indonesia, mengatakan, jumlah klaim yang dibayarkan terkait penyakit kritis di Allianz bisa mencapai 500-600 klaim per tahun. Tahun 2012 saja, klaim yang telah dibayarkan terkait penyakit itu mencapai 496 klaim. Kembali menurut data perusahaan, 5 penyakit kritis yang paling banyak diklaim dalam dua tahun terakhir adalah:

  1. kanker,
  2. stroke,
  3. penyakit jantung,
  4. gagal ginjal, dan
  5. tumor otak jinak.

 

Agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis penyakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi sakit kritis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana caranya?  Miliki asuransi sakit kritis di Allianz.

Kenapa di Allianz?  Karena Allianz memiliki fitur:

  1. Rider CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sd usia 70 tahun.  Detil info DISINI.
  2. Rider CI100 merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.  Detil info DISINI.

Secara umum, CI100 lebih bagus karena cakupan penyakitnya lebih banyak, menanggung mulai tahap awal (early stage), dan masa perlindungannya sd usia 100 tahun, tapi biaya asuransinya lebih mahal. Sedangkan CI+ memiliki kelebihan yaitu biaya asuransinya lebih murah dan tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa), sementara CI100 memiliki syarat survival period 7 hari (ini pun paling sebentar dibanding produk sejenis di pasaran).

Karena ada kelebihan dan kekurangan itulah, saya menyarankan anda memiliki dua-duanya. UP atau uang pertanggungannya dibagi dua. Misalnya UP penyakit kritis 1 miliar, maka bisa dibagi CI+ 500 juta dan CI100 500 juta.

Kabar baiknya, gabungan dari rider penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali uang pertanggungan jiwa. Misal, jika anda ingin UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Hal ini memberikan keleluasaan bagi orang yang secara teoretis tidak memerlukan asuransi jiwa dengan UP besar, misalnya anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.

Asuransi sakit kritis UP 1 Miliar bisa Anda dapatkan dengan premi ekonomis, mulai dari 300 ribu perbulan.

Anda sudah punya asuransi sakit kritis dari perusahaan lain?  Bagus.  Anda sudah bagus dalam merencanakan keuangan.  Silahkan buka dan pelajari kembali polis yang Anda punya, pastikan bahwa UP nya cukup besar untuk antisipasi jikalau musibah sakit kritis menimpa.  Jangan sampai, polis Asuransi sakit kritis Anda tidak bermanfaat saat Anda membutuhkannya.

UP sakit kritis dari polis yang Anda miliki sangat kecil? Hanya puluhan juta untuk UP sakit kritis?  Silahkan hubungi agen asuransi Anda untuk upgrade polis Anda.  Pastikan bahwa dengan premi yang baru, Anda akan mendapatkan “harga” yang sebanding untuk UP sakit kritis.

Bila ternyata disana preminya sangat tinggi untuk mendapatkan UP sakit kritis sebesar minimal 1 Miliar, silahkan kontak agen asuransi Allianz Syariah bersertifikasi (agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743) untuk mendapatkan proteksi sakit kritis UP 1 Miliar dengan premi ekonomis.