Tag Archive | asuransi sakit kritis premi murah

UP Jiwa Dan UP Sakit Kritis, Mana Yang Harus Dimaksimalkan Proteksinya?

 

Tanya:
Suami ingin siapkan polis untuk dirinya dengan UP jiwa maksimal dan UP CI seadanya saja. Sementara istri inginnya polis suami yang UP CI sama besar dengan UP jiwa. Mohon saran, bagaimana sebaiknya?
Jawab:
Sebenarnya tidak ada rumusan baku mengenai hal ini.  Kebutuhan tiap individu dan keluarganya akan berbeda-beda.  Meskipun demikian, beberapa hal di bawah ini bisa menjadi dasar pertimbangan:
UP JIWA

Kalau seseorang meninggal, maka “urusan dunia”nya sudah selesai.  Maka yang menjadi langkah selanjutnya adalah keluarga yang ditinggalkan.  Istri dan anak  akan berpikir bagaimana “move on” dari kondisi berduka dan meneruskan hidup mereka secara layak. Tidak ada hal lain yang harus dilakukan keluarga untuk mendiang suami, kecuali mendoakan.   Umumnya tidak perlu ada biaya lagi untuk mendiang suami.  Kecuali di beberapa daerah di Indonesia yang masih menjaga adat budaya daerahnya, mungkin masih ada beberapa “acara” yang butuh biaya.  Kalau mendiang meninggalkan warisan yang cukup, maka sebagian dapat digunakan untuk membiayai “acara” tersebut dan sebagian lainnya akan dapat bermanfaat bagi ahli waris meneruskan hidup.  Masalah selesai.

Baca juga:  UP jiwa saja tidak cukup

 UP SAKIT KRITIS
Pertama,  Jika seseorang mengalami sakit kritis, artinya: dia masih hidup (artinya: ada aktifitas harian yang dilakukan), tapi kondisinya tidak sehat alias sedang sakit. Sakitnya kritis, biasanya menjadi berkurang kemandiriannya, maka aktifitas hariannya harus dibantu orang lain.  Sakit kritis pasti butuh dana besar untuk pengobatan dan pemulihan.
Dengan kondisi tersebut, maka kebutuhan finansial akan bertambah: biaya si sakit, biaya suster pribadi, biaya akomodasi dan transportasi keluarga yang mengantar/menemani ke RS, biaya hidup harian keluarga yang sehat di rumah, biaya hidup bulanan, cicilan, tagihan, tabungan, cita2 pendidikan terbaik untuk anak. Biaya-biaya tersebut tetap harus ada, padahal orangnya sedang sakit.
Bahasa kasarnya sih: kalau ada 1 anggota keluarga yang sakit, maka semua anggota keluarga ikut repot.  Kalau hanya sakit ringan-sedang, mungkin repotnya hanya 1 minggu.  Kalau sakitnya berat alias sakit kritis?
Kalau butuhnya tenaga, pasti masih ada deh yang mau dimintain bantuan tenaganya.
Tapi kalau butuhnya dana? Jika menyangkut hal-hal berbau “dana”, bahkan yang namanya saudara pun bisa jaga jarak nih… Kalaupun bisa galang dana, seberapa besar bisa terkumpul?  Seberapa cepat bisa terkumpul?  Seberapa lama dana tersebut bisa menopang kebutuhan berobat si sakit ataupun kebutuhan hidup keluarga yang sehat?
Sakit berat/kritis, selama urusannya dengan Rumah Sakit, bisa di-cover oleh Asuransi Kesehatan (Swasta ataupun BPJS).  Namun, untuk urusan di luar Rumah Sakit?  Selama perawatan di rumah, sudah pasti harus pakai uang sendiri, tidak bisa lagi pakai asuransi kesehatan.
 Kedua, sakit kritis itu bukan penyakit yang bisa sembuh dalam hitungan hari atau minggu, namun bisa berbulan-bulan.  Contoh: stroke.  Pasien dirawat di RS mungkin hanya 5-7 hari, lalu pulang.  Setelah itu, apakah bisa langsung bekerja lagi?  Tidak, pasien harus istirahat di rumah sekitar 3 bulan.  Selama 3 bulan itu, bagaimana posisinya di kantor?  Kosong.  Apakah perusahaan tetap akan menunggu kekosongan itu sampai karyawannya sembuh?  Tentu tidak.  Pasti perusahaan akan mencari pengganti yang jauh lebih berkualitas, atau minimal setara kualifikasinya dengan Anda.
Adanya efek lanjutan dan jangka panjang dari sakitnya: kondisi tubuh tidak sebugar seperti sebelumnya, kemampuan bekerja menurun, produktifitas berkurang, penghasilan bisa berkurang atau bahkan stop (perusahaan mencari karyawan pengganti dirinya).  Si sakit masih hidup, butuh biaya tambahan bagi dirinya, selain biaya hariannya.  Keluarga yang sehat juga butuh biaya.  Cicilan, tagihan, tabungan, semua biaya ini juga harus diselesaikan.
 Jika kondisinya sama2 hanya punya dana “seadanya”:
1.  kalau orangnya sudah meninggal, artinya “case closed”, tinggal mikirin masa depan.
2.  kalau orangnya masih hidup tapi kondisinya sakit kritis/sakit berat? Maka belum bisa “case closed” ya. Harus terus berikhtiar melakukan pengobatannya, membantu pemulihannya, dibutuhkan support dari keluarga besar agar si sakit bisa tumbuh lagi kepercayaan dirinya sehingga semangat juga untuk segera pulih.
Pada kondisi ini, keluarga yang sehat jadi bertambah aktifitasnya: harus mikirin anggota keluarga lainnya (anak yang masih butuh perhatian orangtuanya),  jadi repot harus bolakbalik antar si sakit ke RS, otomatis aktifitas rutinnya terganggu (harusnya kerja, jadi harus ijin untuk antar ke RS). Anak2 di rumah siapa yang jaga? Oma-Opanya? Susternya? Pengeluaran jadi bertambah. Yang semula hanya perlu ongkos bensin rumah-kantor pp, jadi bertambah ada ongkos rumah-RS pp.  Ini jika pengobatan masih berada di kota yang sama.  Bagaimana jika keluarga mengupayakan pengobatan ke luar negeri???
Sakit kritis butuh biaya besar saat sakit terjadi.  Sakit kritis juga masih butuh biaya besar, meski sudah “tidak sakit”, yaitu => kondisi kesehatan tidak se-fit seperti sebelumnya, hilangnya kemandirian hidup, aktifitas harian harus dibantu orang lain, biaya hidup bulanan keluarga tetap ada.
 Jadi, antara 2 kondisi itu, antara meninggal dunia dan sakit kritis:
  • Mana yang lebih butuh banyak biaya?
  • Apakah sudah siap dananya?
Pastikan bahwa sumber dananya bukan dari “tabungan persiapan pendidikan anak” loh ya.  Jika hal ini terjadi, sia-sia upaya Anda menyiapkan dana pendidikan anak, bisa buyar impian anak bersekolah sesuai keinginannya.
Sudah punya askes? Keputusan Anda tepat karena akan ada penggantian biaya perawatan RS.  Cek lagi polis askesnya, apakah Anda sudah memilih plan askes yang baik, atau malah hanya punya plan askes paling minimal “yang penting asal punya askes”?  Klik kanan artikel terkait:
Baca juga:
–  Saya tidak pernah sakit parah yang harus dirawat di RS, pola hidup sehat, tidak merokok, berolahraga, tidak perlu proteksi sakit kritis.  Yakin bahwa pola makan Anda juga benar?  Baca FAKTA INI.
Belum punya Asuransi Kesehatan?  Mau buka polis Asuransi Kesehatan?  KLIK DISINI
Sudah punya Asuransi Kesehatan?  Ingin melengkapi proteksinya dengan Asuransi Sakit Kritis?  KLIK DISINI
Iklan

Sudah Punya Asuransi Kesehatan Dari Kantor? Lengkapi Proteksi Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis

 

“Kesehatan saya sudah dicover oleh kantor, jadi tidak perlu asuransi lagi”  kalimat itu sering sekali disampaikan ketika saya bercerita tentang asuransi sakit kritis.

Bersyukurlah jika Anda sudah punya asuransi kesehatan dari kantor.  Ini bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda pada saat mengalami sakit dan harus melakukan pengobatan atau perawatan di Rumah Sakit.

Setelah Anda menerima informasi bahwa kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi kesehatan kantor, saran saya:  Segera hubungi Customer Care Asuransi Kesehatan dari kantor Anda untuk detil manfaat yang Anda terima.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan/konfirmasi ke CS Askes dari kantor Anda:

  1.  Cara klaim kesehatan.  Apakah cashless, atau reimburse.
  2.  Limit yang Anda dapatkan:  Kelas kamar apa, atau kelas kamar harga berapa perharinya?
  3. Bagaimana cara mengetahui limit:  harus telepon CS Askes kantor, atau info dari RS rekanan
  4. Kondisi yang dikecualikan apa saja.  Kondisi bagaimana yang tidak dicover?
  5. Manfaat apa saja yang dicover: rawat inap saja kah?  Atau ada juga rawat jalan, rawat gigi, kehamilan, santunan harian?
  6. Prosedur berobat:  apakah bisa langsung ke RS konsul ke dokter ahli?  atau harus melalui faskes 1 dulu? atau ada beberapa dokter spesialis yang bisa langsung, tanpa harus ada rujukan dulu dari faskes 1?
  7. Selain Anda sebagai pekerja di kantor Anda, apakah pasangan Anda dan anakAnda  juga ditanggung?  Sampai anak keberapa yang ditanggung?  Sampai anak usia berapa yang ditanggung?

Semua hal itu harus jelas sampai ke Anda informasinya.  Jangan sampai: setelah Anda selesai konsul dengan dokter, ternyata Anda tidak bisa cashless tapi harus reimburse, atau biaya kesehatan yang tadi Anda konsulkan ke dokter ternyata termasuk pengecualian alias tidak dicover.

Sejatinya, asuransi kesehatan haruslah bisa meringankan Anda saat harus melakukan perawatan/pengobatan di RS/Klinik rekanan.  Sehingga sangat penting untuk memahami manfaat yang Anda dapat dari Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh Kantor Anda.

Jangan risau jika Kantor Anda tidak memberikan fasilitas Asuransi Kesehatan.  Toh, Anda  bisa ajukan asuransi kesehatan pribadi ke perusahaan asuransi terpercaya kepada agen asuransi bersertifikasi (Silahkan kontak agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743), atau bisa juga ajukan permohonan fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan pribadi, mohon cek kembali polis Anda untuk detil manfaat yang Anda dapat.  Beberapa poin penting yang bisa menjadi acuan adalah seperti pertanyaan pada customer Care tersebut di atas.

Asuransi kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda bisa memanfaatkan Asuransi Kesehatan dari kantor.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jangan lupa, pada umumnya, asuransi kesehatan dari kantor memberikan manfaat sesuai limit pertahun (mohon konfirmasikan ke CS Asuransi Kesehatan dari kantor Anda).  Artinya apa?  Ada beberapa kondisi yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan dari kantor.

Contoh kasus:

Limit askes kantor = kamar kelas 1.  Ternyata saat Anda harus dirawat, kamar kelas 1 sudah penuh. Maka Anda disarankan oleh pihak RS untuk dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi.  (Pada jenis askes tertentu, masih bisa cover kondisi ini, pada 2 hari pertama.  Dengan ketentuan, hari ke3 kembali ke kelas 1).  Namun, bagaimana jika sampai Anda selesai dirawat, kamar kelas 1 (yang sesuai limit askes kantor) juga tidak bisa Anda tempati?  Maka terpaksa Anda harus membayar ekses klaim.

Apa itu ekses klaim? Ekses klaim adalah biaya perawatan yang dipakai oleh peserta melebihi dari plafon atau limit yang menjadi haknya dalam polis asuransi kesehatan yang dimilikinya. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit menunjukkan batasan manfaat yang dapat diterima oleh peserta asuransi kesehatan.  Artinya:  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar ekses klaim ini.

Apakah hal ini berat bagi Anda?  Tergantung berapa jumlah yang harus Anda bayar.  Mungkin jika kurang dari 1 Juta, masih belum jadi masalah ya…  Ataukah 1 juta saja sudah jadi masalah bagi finansial Anda???  hehehe…

Yang saya mau garis bawahi disini adalah fakta bahwa:  walaupun sudah punya asuransi kesehatan (yang katanya bisa meringankan finansial Anda saat terjadi sakit, masuk RS tinggal gesek kartu saja tidak perlu keluar uang lagi), ternyata masih ada kemungkinan Anda masih harus pakai uang pribadi lagi.  Betul ya?  Pada contoh ini, biaya pribadi yang harus Anda keluarkan lagi adalah biaya ekses klaim.

Itu baru contoh kecil, dimana Anda masih harus bayar lagi, harus keluarkan uang lagi, untuk bayar biaya kelebihan tagihan perawatan RS.

Jangan lupa, saat Anda akan/sedang berobat ke RS:

  1.  Ada anggota keluarga lain yang mendampingi
  2. Butuh transportasi umum (jika tidak punya kendaraan pribadi)
  3. Jika penyakit Anda harus dirujuk ke RS yang lebih besar:  Butuh ambulance
  4. Jika dirujuk ke RS di luar kota/luar negeri:  butuh penginapan
  5. Pendamping Anda butuh makan
  6. Anak Anda yang ditinggal di rumah selama Anda sakit juga butuh pengasuh sementara

6 hal di atas adalah untuk kasus sakit “ringan”, contohnya: febris, DBD, thypoid.

Jika kasusnya adalah sakit “berat/kritis”, contohnya:  jantung, gagal ginjal, kanker, maka selain 6 faktor di atas, akan ada 5 hal lagi yang harus Anda ingat:

  1. Mungkin Anda butuh pengobatan alternatif
  2. Juru rawat pribadi atau tambahan supir
  3. Suplemen, vitamin ekstra untuk penyembuhan
  4. Income Anda yang terganggu atau bahkan hilang
  5. Income pasangan Anda yang terganggu  atau bahkan hilang

Apakah  11 faktor tersebut butuh biaya juga?  Jawabannya:  YA!

Apakah 11 faktor tersebut juga ditanggung/dicover oleh Asuransi Kesehatan fasilitas dari kantor yang Anda miliki?  Jawabannya:  11 faktor tersebut TIDAK ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk menutup biayanya?

  • Kuras tabungan.  Bisa cepat tersedia uang tunai, jumlahnya belum tentu besar.  Tanya kembali:  Sudah berapa lama Anda menabung?  Berapa besar uang yang Anda tabungkan setiap bulan?  Apa sebenarnya tujuan Anda menabung?  Apakah untuk impian masa depan yang indah dan sejahtera?  Atau memang uangnya disiapkan untuk jaga-jaga bila terjadi musibah (sakit, kecelakaan, cacat, meninggal)?
  • Jual motor/mobil/rumah/tanah.  Perlu waktu untuk tersedia uang tunai, jumlahnya bisa besar.  Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.
  • Pinjam teman/saudara/kerabat.  Bisa cepat, bisa juga butuh waktu, jumlahnya tidak tentu. Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.

 

Jika penyakitnya termasuk kategori “sakit berat/kritis”, apakah biayanya yang didapat dari 3 upaya di atas tersebut bisa cukup?

Baca juga:  Benarkah sakit kritis butuh biaya besar?

Kenapa agen Estri Heni selalu menyinggung tentang “sakit berat/kritis”?   Seseorang yang sakit, adalah orang yang masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas harian.  Jadi, orang yang sakit itu butuh pengobatan terhadap sakitnya, ditambah pemulihan dari sakitnya, ditambah perawatan pasca sakit, ditambah adanya kemungkinan beliau bisa kehilangan produktifitas kerja, ditambah lagi kemungkinan kehilangan penghasilan akibat sakit yang lama…

Karena sakit ringan itu masih bisa dicover oleh asuransi kesehatan, atau juga karena dampak finansialnya tidak buruk.  Sakit ringan, misalnya thypus, paling banter rawat inap 5 hari di kelas VIP butuh biaya “hanya” 21 juta (baca DISINI).  Sedangkan berat/kritis itu butuh biaya yang sangat besar.  Selain itu, sakit berat/kritis itu juga memberikan dampak keuangan yang buruk.

Fungsi asuransi adalah:  melindungi penghasilan Anda dari dampak keuangan yang buruk.  Yaitu menjaga agar penghasilan Anda tidak terganggu dan impian masa depan yang indah dan sejahtera tetap bisa terwujud, apabila terjadi musibah pada diri Anda.  Penghasilan Anda aman/utuh, keluarga Anda tidak terganggu, tetap bisa hidup layak walau musibah sakit kritis menimpa Anda.

Fungsi asuransi sakit kritis:

  • Membiayai pengobatan penyakit kritis.
  • Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
  • Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
  • Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
  • Memelihara kepercayaan diri

Maka, untuk membiayai 11 hal di atas, yang tidak dicover/tidak ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda, lengkapilah proteksi Anda dengan asuransi sakit kritis.

Ingat, asuransi kesehatan fasilitas dari kantor Anda memiliki banyak batasan.  Untuk sakit ringan, mungkin uang pribadi Anda masih bisa menjadi solusi.

Bagaimana bila yang terjadi adalah sakit berat/kritis?

  • Apakah Anda bisa memilih untuk “hanya terima sakit ringan saja”, “sakit beratnya jangan ke saya, tolong limpahkan saja kepada si Fulan”?
  • Mampukah uang pribadi Anda menjadi solusinya?
  • Seberapa besar bantuan dari keluarga bisa menjadi solusi?
  • Apakah Anda hanya akan menunggu dan mengandalkan bantuan dari orang lain saja?
  • Tidakkah lebih baik Anda siapkan secara mandiri proteksinya, agar Anda bisa pastikan siap dana tunai minimal 1 Miliar untuk Anda?

Saran saya, untuk hal ini, jadilah pribadi yang EGOIS.  Pikirkanlah hanya diri Anda sendiri, dan keluarga kecil Anda.  Siapkan dana maksimal untuk jaga-jaga terhadap musibah yang mungkin bisa terjadi pada diri Anda dan keluarga Anda.  Jangan menggantungkan hidup Anda kepada oranglain.  Orang lain sudah pusing dengan urusannya sendiri.  Janganlah Anda usik dengan kedatangan Anda untuk tawarkan harta Anda untuk dijual padanya karena Anda butuh dana, ataupun kedatangan Anda pinjam uang padanya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

 

Berikut contoh ilustrasinya:

 

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

 

 

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

 

 

TABEL PREMI Asuransi Sakit Kritis UP = 1 Miliar

tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit1

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

 

 

 

 

Program Asuransi Sakit Kritis Paket Keluarga

 

critical-illness-insurance-1-728Penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, liver, tumor jinak otak, membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan yang tinggi. Biayanya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Mayoritas orang tidak memiliki uang sebanyak itu, apalagi dalam bentuk tunai. Mereka yang punya pun tentu tidak pernah berpikir bahwa simpanan uangnya mungkin bakal diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Selain masalah biaya, penyakit kritis pun bisa menimbulkan menurunnya kemampuan bekerja sehingga penghasilan pun berkurang atau bahkan hilang. Jika ini terjadi pada pencari nafkah, berarti hilang pula penghasilan yang biasanya ia berikan untuk keluarganya.

Penyakit kritis tidak selalu bicara penyakit. Sebagian lagi merupakan kondisi yang bisa disebabkan kecelakaan, misalnya buta, tuli, bisu, lumpuh, koma, trauma kepala serius, dan hilangnya kemandirian hidup. Dalam hal ini, anda yang merasa sehat harus lebih rendah hati. 

Siapa yang Butuh Asuransi Penyakit Kritis?

Idealnya semua anggota keluarga memiliki asuransi penyakit kritis, baik ayah, ibu, maupun anak-anak. Kenapa? Karena tidak ada orang yang kebal dari penyakit kritis. Laki-laki bisa kena, perempuan pun bisa kena. Orang dewasa bisa kena, anak-anak pun bisa kena.

Jika hanya ayah yang punya asuransi penyakit kritis, lalu tak tahunya yang kena sakit kritis adalah ibu (istri), tentu ayah pula yang kerepotan soal biayanya. Jika ayah dan ibu sudah punya asuransi penyakit kritis, lalu ternyata yang kena anak-anak, tentu ayah dan ibu pula yang repot soal biayanya.

Bahkan kerabat dekat, kerabat jauh, tetangga, dan teman-teman kita pun mestinya memiliki asuransi penyakit kritis. Kenapa? Karena jika salah satu dari mereka terkena, ada kemungkinan mereka akan minta bantuan kepada kita. Jika ada saudara atau teman kita sakit, berapa rupiah yang sanggup kita bantu? Jika dia butuh uang 500 juta atau 1 miliar untuk biaya pengobatan dan pemulihan, signifikankah bantuan kita?

Produk Asuransi Penyakit Kritis dari Allianz

Allianz memiliki produk asuransi penyakit kritis terbaik dan termurah se-Indonesia. Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan untuk dimiliki, yaitu CI+ dan CI100. Keduanya merupakan rider (asuransi tambahan) pada asuransi jiwa unit-link Tapro Allisya Protection Plus.

  1. Rider CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sd usia 70 tahun.
  2. Rider CI100 merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.

Secara umum, CI100 lebih bagus karena cakupan penyakitnya lebih banyak, menanggung mulai tahap awal (early stage), dan masa perlindungannya sd usia 100 tahun, tapi biaya asuransinya lebih mahal. Sedangkan CI+ memiliki kelebihan yaitu biaya asuransinya lebih murah dan tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa), sementara CI100 memiliki syarat survival period 7 hari (ini pun paling sebentar dibanding produk sejenis di pasaran).

Karena ada kelebihan dan kekurangan itulah, saya menyarankan anda memiliki dua-duanya. UP atau uang pertanggungannya dibagi dua. Misalnya UP penyakit kritis 1 miliar, maka bisa dibagi CI+ 500 juta dan CI100 500 juta.

Kabar baiknya, gabungan dari rider penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali uang pertanggungan jiwa. Misal, jika anda ingin UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Hal ini memberikan keleluasaan bagi orang yang secara teoretis tidak memerlukan asuransi jiwa dengan UP besar, misalnya anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.

 

Program Asuransi Penyakit Kritis Paket Keluarga

Berikut adalah contoh program asuransi penyakit kritis untuk sekeluarga.

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

 

Berikut adalah ilustrasinya:

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

 

ayah

Ilustrasi Tapro utk pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan.

 

 

ibu1

Ilustrasi Tapro utk wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan.

 

 

anak1

Ilustrasi Tapro utk anak usia 5th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 300 ribu per bulan.

Tabel Premi Asuransi Penyakit Kritis

Tabel di atas hanyalah contoh. Usia anda dan anak-anak mungkin berbeda. Anda bisa menghitungnya sendiri melalui tabel premi asuransi penyakit kritis di bawah ini.

tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit1

 

sumber

 

 

Form Permohonan Ilustrasi

Jika anda berminat dengan penawaran ini dan ingin mendapatkan ilustrasi, silakan mengisi form dengan meng-klik tautan berikut:  PERMOHONAN ILUSTRASI ASURANSI JIWA

 

atau hubungi Estri Heni   

   SMS/WA:  0817 028 4743   

E-mail:  ProteksiKita@gmail.com