Tag Archive | asuransi sakit kritis

Jangan Pelit Sama Diri Sendiri (Julia Perez)

Masih dalam suasana duka kepergian artis Julia Perez.  Saya teringat tahun 2015 Jupe menerima pembayaran dari Allianz atas klaim sakit kritis yang di deritanya.  Kala itu, yang menjadi perhatian kami, para agen asuransi Allianz untuk berbagi kepada para calon nasabah asuransi adalah saran beliau untuk TIDAK PELIT SAMA DIRI SENDIRI.

Ya, quote yang pernah disampaikan artis Julia Perez itu benar-benar mewakili kondisi seseorang yang mengalami sakit kritis.  Ternyata memang benar dan fakta bahwa sakit kritis itu butuh biaya besar.  Akan berbeda maknanya, apabila seseorang yang mengalami sakit kritis itu:

  1. Tidak punya asuransi
  2. Punya asuransi seadanya
  3. Punya asuransi dengan santunan besar/maksimal.

 

Sebelum membahas lebih dalam, mari kita samakan dulu pemahaman bahwa asuransi merupakan salah satu ikhtiar dalam upaya merencanakan keuangan keluarga.  Jadi asuransi adalah salah satu pos “pengeluaran” keuangan keluarga yang bertujuan melindungi penghasilan dari resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

 

TIDAK PUNYA ASURANSI

Bila Anda belum memiliki pos pengeluaran keuangan keluarga untuk berasuransi, mungkin Anda menyetor dana di tabungan di bank.  Dengan harapan, dana akan berkembang dan bila resiko hidup terjadi maka dananya tersedia di bank.

Ralat 1:  jika tujuan Anda adalah mengembangkan dana di bank, jangan simpan di tabungan.  Silahkan sisihkan dana Anda di instrumen investasi.  Mengenai ini, silahkan googling sendiri ya.  Jika produknya adalah tabungan, berarti dana Anda hanya untuk disimpan saja.

Ralat 2:  ubah tujuan Anda menabung.  Tujuan menabung lebih tepatnya adalah untuk menyimpan dana likuid.  Dana yang Anda gunakan sehari-hari, cashflow rutin bulanan Anda saja.  JANGAN: gunakan dana di tabungan sebagai dana cadangan untuk menutup kebutuhan hidup bila terjadi resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

Jika tidak punya suransi, maka ketika terjadi sakit kritis, solusinya adalah:  kuras tabungan, bongkar investasi, jual aset, pinjam teman/keluarga.

Masalah:  Bagaimana Jika:

  • tabungan Anda masih sedikit?
  • investasi Anda tidak cukup?
  • aset Anda tidak langsung terjual dengan cepat sementara kondisi sakit kritisnya tidak bisa menunggu alias perlu tindakan segera?
  • merasa malu untuk pinjam uang pada keluarga dan bingung nanti bagaimana cara mengembalikan hutangnya karena jumlahnya yang begitu besar? (awas, hindari riba hutang!)

Pertanyaan:

Apakah Anda rela: selama bertahun-tahun sudah bekerja keras banting tulang, pergi gelap pulang gelap sampai tidak sempat mengikuti tumbuh kembang anak, kumpulkan sedikit demi sedikit uang receh demi masa depan lebih baik, namun ternyata uang tersebut harus terpakai untuk biaya sakit kritis???

Belum lagi adanya biaya hidup, biaya cicilan, biaya tagihan yang tetap datang saat Anda sudah tidak bisa bekerja lagi akibat terkena sakit kritis, mau dibayar pakai apa???

Detilnya klik ini:  Rencana keuangan tanpa asuransi atau dengan asuransi,  Ini bedanya!

 

PUNYA ASURANSI SEADANYA

Sering saya ketemu calon nasabah dengan penghasilan 50 juta perbulan, namun meminta proteksi asuransi dengan premi termurah di Allianz.  Padahal, Pakar Perencana Keuangan menyarankan bahwa sebaiknya ada alokasi dana untuk asuransi adalah minimal 10% dari gaji, atau sesuai kebutuhan.  Kenapa?  Orang dengan penghasilan 50 juta perbulan, tentunya memiliki gaya hidup yang berbeda dengan orang yang berpenghasilan 5 juta perbulan. Artinya: Gaya hidup yang lebih tinggi itu, tentu menuntut pengeluaran yang lebih tinggi juga.

Sebaiknya dalam memiliki proteksi asuransi, bila dananya memang ada, belilah proteksi yang Uang Pertanggungannya sesuai pengeluaran rutin bulanan Anda dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan Anda.  Uang Pertanggungan diberikan oleh perusahaan asuransi dalam bentuk UANG TUNAI yang jumlahnya bisa sangat besar (contoh miliar-an).

Bila gaya hidup Anda tinggi, artinya pengeluaran Anda juga tinggi, tapi proteksi asuransi yang dimiliki hanya dengan santunan/UP seadanya, lalu bagaimana jika resiko sakit kritis terjadi????

Anda masih harus nombok banyak loh untuk bisa menjalani proses pengobatan dan perawatan sakit kritisnya.  Malah bisa jadi, Anda yang sudah kepayahan dengan sakit kritis yang dialami, ternyata masih harus berpikir bagaimana mendapatkan tambahan dananya???

 

PUNYA ASURANSI DENGAN MANFAAT/SANTUNAN YANG MAKSIMAL

Kegunaan UP (Uang Pertanggungan) pada asuransi sakit kritis adalah:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Bagaimana mengetahui Uang Pertanggungan yang sesuai dan cukup untuk kebutuhan rutin bulanan?  Jawabannya ada DISINI.  Setelah Anda mengetahui UP yang sesuai dan cukup, kita bisa diskusikan berapa besarnya premi yang  Anda bayarkan untuk mendapatkan UP senilai tersebut, sesuai dengan profil Anda.

Memiliki produk asuransi yang tepat, didampingi oleh agen yang tepat (memahami kebutuhan Anda dan memberikan solusi yang sesuai), dengan manfaat santunan yang maksimal, akan:

  • memantapkan Anda dalam keseharian Anda bekerja mencari nafkah demi keluarga yang Anda cintai.
  • menenangkan Anda jika resiko sakit kritis terjadi.  Anda bisa fokus menjalani tahapan terapi dan pengobatan yang mesti dijalani tanpa harus kebanyakan pertimbangan ini itu masalah biaya.
  • keluarga Anda juga tenang.  Kerabat Anda juga tidak perlu kuatir akan didatangi oleh istri Anda yang bersedih-sedih memohon bantuan doa dan dana untuk menambah biaya pengobatan Anda.

 

 

Jadi, apakah Anda masih:

  • lebih mementingkan kesenangan dan gaya hidup berlebih?
  • merasa berat untuk menunda kesenangan agar bisa menyisihkan dana untuk berasuransi?
  • bahkan pelit sama diri sendiri?

 

Bijaklah dengan uang Anda.  Mari berasuransi.  Pilih asuransi syariah.  Asuransi syariah menentramkan.

Konsultasi GRATIS, kontak saya:  Estri Heni, WA:  0817 028 4743

 

Iklan

UP Jiwa Dan UP Sakit Kritis, Mana Yang Harus Dimaksimalkan Proteksinya?

 

Tanya:
Suami ingin siapkan polis untuk dirinya dengan UP jiwa maksimal dan UP CI seadanya saja. Sementara istri inginnya polis suami yang UP CI sama besar dengan UP jiwa. Mohon saran, bagaimana sebaiknya?
Jawab:
Sebenarnya tidak ada rumusan baku mengenai hal ini.  Kebutuhan tiap individu dan keluarganya akan berbeda-beda.  Meskipun demikian, beberapa hal di bawah ini bisa menjadi dasar pertimbangan:
UP JIWA

Kalau seseorang meninggal, maka “urusan dunia”nya sudah selesai.  Maka yang menjadi langkah selanjutnya adalah keluarga yang ditinggalkan.  Istri dan anak  akan berpikir bagaimana “move on” dari kondisi berduka dan meneruskan hidup mereka secara layak. Tidak ada hal lain yang harus dilakukan keluarga untuk mendiang suami, kecuali mendoakan.   Umumnya tidak perlu ada biaya lagi untuk mendiang suami.  Kecuali di beberapa daerah di Indonesia yang masih menjaga adat budaya daerahnya, mungkin masih ada beberapa “acara” yang butuh biaya.  Kalau mendiang meninggalkan warisan yang cukup, maka sebagian dapat digunakan untuk membiayai “acara” tersebut dan sebagian lainnya akan dapat bermanfaat bagi ahli waris meneruskan hidup.  Masalah selesai.

Baca juga:  UP jiwa saja tidak cukup

 UP SAKIT KRITIS
Pertama,  Jika seseorang mengalami sakit kritis, artinya: dia masih hidup (artinya: ada aktifitas harian yang dilakukan), tapi kondisinya tidak sehat alias sedang sakit. Sakitnya kritis, biasanya menjadi berkurang kemandiriannya, maka aktifitas hariannya harus dibantu orang lain.  Sakit kritis pasti butuh dana besar untuk pengobatan dan pemulihan.
Dengan kondisi tersebut, maka kebutuhan finansial akan bertambah: biaya si sakit, biaya suster pribadi, biaya akomodasi dan transportasi keluarga yang mengantar/menemani ke RS, biaya hidup harian keluarga yang sehat di rumah, biaya hidup bulanan, cicilan, tagihan, tabungan, cita2 pendidikan terbaik untuk anak. Biaya-biaya tersebut tetap harus ada, padahal orangnya sedang sakit.
Bahasa kasarnya sih: kalau ada 1 anggota keluarga yang sakit, maka semua anggota keluarga ikut repot.  Kalau hanya sakit ringan-sedang, mungkin repotnya hanya 1 minggu.  Kalau sakitnya berat alias sakit kritis?
Kalau butuhnya tenaga, pasti masih ada deh yang mau dimintain bantuan tenaganya.
Tapi kalau butuhnya dana? Jika menyangkut hal-hal berbau “dana”, bahkan yang namanya saudara pun bisa jaga jarak nih… Kalaupun bisa galang dana, seberapa besar bisa terkumpul?  Seberapa cepat bisa terkumpul?  Seberapa lama dana tersebut bisa menopang kebutuhan berobat si sakit ataupun kebutuhan hidup keluarga yang sehat?
Sakit berat/kritis, selama urusannya dengan Rumah Sakit, bisa di-cover oleh Asuransi Kesehatan (Swasta ataupun BPJS).  Namun, untuk urusan di luar Rumah Sakit?  Selama perawatan di rumah, sudah pasti harus pakai uang sendiri, tidak bisa lagi pakai asuransi kesehatan.
 Kedua, sakit kritis itu bukan penyakit yang bisa sembuh dalam hitungan hari atau minggu, namun bisa berbulan-bulan.  Contoh: stroke.  Pasien dirawat di RS mungkin hanya 5-7 hari, lalu pulang.  Setelah itu, apakah bisa langsung bekerja lagi?  Tidak, pasien harus istirahat di rumah sekitar 3 bulan.  Selama 3 bulan itu, bagaimana posisinya di kantor?  Kosong.  Apakah perusahaan tetap akan menunggu kekosongan itu sampai karyawannya sembuh?  Tentu tidak.  Pasti perusahaan akan mencari pengganti yang jauh lebih berkualitas, atau minimal setara kualifikasinya dengan Anda.
Adanya efek lanjutan dan jangka panjang dari sakitnya: kondisi tubuh tidak sebugar seperti sebelumnya, kemampuan bekerja menurun, produktifitas berkurang, penghasilan bisa berkurang atau bahkan stop (perusahaan mencari karyawan pengganti dirinya).  Si sakit masih hidup, butuh biaya tambahan bagi dirinya, selain biaya hariannya.  Keluarga yang sehat juga butuh biaya.  Cicilan, tagihan, tabungan, semua biaya ini juga harus diselesaikan.
 Jika kondisinya sama2 hanya punya dana “seadanya”:
1.  kalau orangnya sudah meninggal, artinya “case closed”, tinggal mikirin masa depan.
2.  kalau orangnya masih hidup tapi kondisinya sakit kritis/sakit berat? Maka belum bisa “case closed” ya. Harus terus berikhtiar melakukan pengobatannya, membantu pemulihannya, dibutuhkan support dari keluarga besar agar si sakit bisa tumbuh lagi kepercayaan dirinya sehingga semangat juga untuk segera pulih.
Pada kondisi ini, keluarga yang sehat jadi bertambah aktifitasnya: harus mikirin anggota keluarga lainnya (anak yang masih butuh perhatian orangtuanya),  jadi repot harus bolakbalik antar si sakit ke RS, otomatis aktifitas rutinnya terganggu (harusnya kerja, jadi harus ijin untuk antar ke RS). Anak2 di rumah siapa yang jaga? Oma-Opanya? Susternya? Pengeluaran jadi bertambah. Yang semula hanya perlu ongkos bensin rumah-kantor pp, jadi bertambah ada ongkos rumah-RS pp.  Ini jika pengobatan masih berada di kota yang sama.  Bagaimana jika keluarga mengupayakan pengobatan ke luar negeri???
Sakit kritis butuh biaya besar saat sakit terjadi.  Sakit kritis juga masih butuh biaya besar, meski sudah “tidak sakit”, yaitu => kondisi kesehatan tidak se-fit seperti sebelumnya, hilangnya kemandirian hidup, aktifitas harian harus dibantu orang lain, biaya hidup bulanan keluarga tetap ada.
 Jadi, antara 2 kondisi itu, antara meninggal dunia dan sakit kritis:
  • Mana yang lebih butuh banyak biaya?
  • Apakah sudah siap dananya?
Pastikan bahwa sumber dananya bukan dari “tabungan persiapan pendidikan anak” loh ya.  Jika hal ini terjadi, sia-sia upaya Anda menyiapkan dana pendidikan anak, bisa buyar impian anak bersekolah sesuai keinginannya.
Sudah punya askes? Keputusan Anda tepat karena akan ada penggantian biaya perawatan RS.  Cek lagi polis askesnya, apakah Anda sudah memilih plan askes yang baik, atau malah hanya punya plan askes paling minimal “yang penting asal punya askes”?  Klik kanan artikel terkait:
Baca juga:
–  Saya tidak pernah sakit parah yang harus dirawat di RS, pola hidup sehat, tidak merokok, berolahraga, tidak perlu proteksi sakit kritis.  Yakin bahwa pola makan Anda juga benar?  Baca FAKTA INI.
Belum punya Asuransi Kesehatan?  Mau buka polis Asuransi Kesehatan?  KLIK DISINI
Sudah punya Asuransi Kesehatan?  Ingin melengkapi proteksinya dengan Asuransi Sakit Kritis?  KLIK DISINI

Data Tentang Jenis Penyakit Kritis

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyatakan baru saja  menyelesaikan analisa awal survei penyebab kematian berskala nasional.

Survei itu disebut Sample Registration Survey (SRS). Datanya menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Balitbangkes, dikumpulkan dari kejadian selama 2014.

“Data dikumpulkan dari sampel yang mewakili Indonesia, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, dan pada semua kematian itu dilakukan autopsi verbal, sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara real time oleh dokter dan petugas terlatih,” tulis Tjandra Yoga beberapa waktu lalu seperti dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.

 

10 Jenis Penyakit Paling Sering Menjadi Penyebab Kematian di Indonesia:

1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke.
2. Penyakit jantung iskemik.
3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.
4. Tubercolusis pernapasan.
5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi.
6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
7. Penyakit liver atau hati.
8. Akibat kecelakaan lalu lintas.
9. Pneumonia atau radang paru-paru.
10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.

Menurut Tjandra Yoga, data tersebut di atas menunjukkan ada peningkatan peringkat Penyakit Tidak Menular (PTM)  atau sering juga disebut sebagai penyakit degeneratif sebagai penyebab kematian di Indonesia.  (sumber)

Sementara itu, Tjandra melanjutkan, WHO memperkirakan 10 penyebab kematian di dunia pada 2015, di antaranya, penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran napas bawah, PPOK, diare, HIV/AIDS, kanker paru, bronkus dan trakea, diabetes melitus, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit jantung hipertensif.  (sumber)

 

JENIS PENYAKIT YANG BERPOTENSI MENJADI BEBAN FINANSIAL

Berikut data yang disampaikan Menkes RI di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

1. Penyakit jantung

Jantung termasuk penyakit kritis yang menghabiskan triliunan rupiah. Disebutkan pada periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).

2. Stroke

Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Karena itulah pengobatannya butuh biaya yang mahal.

3. Ginjal

Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menangani 138.779 pasien ginjal sebesar Rp750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.

4. Diabetes

Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini menurut Menkes menghabiskan Rp313,64 miliar untuk menangani 70.584 pasien sepanjang Januari Ð Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.

5. Kanker

Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan. Jumlahnya mencapai Rp313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya. Untuk merawat penderita, biasanya pasien harus menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.

Agar terhindar dari jenis jenis penyakit tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di antaranya adalah dengan tidak merokok. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.

HardyWebsiteCritical

 

DATA ALLIANZ TENTANG SAKIT KRITIS

Allianz sendiri telah melakukan survei terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Manado, dan Bali. Hasilnya, 95 persen responden menyatakan bahwa mereka sadar akan risiko penyakit kritis dan tingginya biaya pengobatan yang dikeluarkan.

Todd Swihart, Direktur Allianz Life Indonesia, mengatakan, jumlah klaim yang dibayarkan terkait penyakit kritis di Allianz bisa mencapai 500-600 klaim per tahun. Tahun 2012 saja, klaim yang telah dibayarkan terkait penyakit itu mencapai 496 klaim. Kembali menurut data perusahaan, 5 penyakit kritis yang paling banyak diklaim dalam dua tahun terakhir adalah:

  1. kanker,
  2. stroke,
  3. penyakit jantung,
  4. gagal ginjal, dan
  5. tumor otak jinak.

 

Agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis penyakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi sakit kritis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana caranya?  Miliki asuransi sakit kritis di Allianz.

Kenapa di Allianz?  Karena Allianz memiliki fitur:

  1. Rider CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sd usia 70 tahun.  Detil info DISINI.
  2. Rider CI100 merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.  Detil info DISINI.

Secara umum, CI100 lebih bagus karena cakupan penyakitnya lebih banyak, menanggung mulai tahap awal (early stage), dan masa perlindungannya sd usia 100 tahun, tapi biaya asuransinya lebih mahal. Sedangkan CI+ memiliki kelebihan yaitu biaya asuransinya lebih murah dan tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa), sementara CI100 memiliki syarat survival period 7 hari (ini pun paling sebentar dibanding produk sejenis di pasaran).

Karena ada kelebihan dan kekurangan itulah, saya menyarankan anda memiliki dua-duanya. UP atau uang pertanggungannya dibagi dua. Misalnya UP penyakit kritis 1 miliar, maka bisa dibagi CI+ 500 juta dan CI100 500 juta.

Kabar baiknya, gabungan dari rider penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali uang pertanggungan jiwa. Misal, jika anda ingin UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Hal ini memberikan keleluasaan bagi orang yang secara teoretis tidak memerlukan asuransi jiwa dengan UP besar, misalnya anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.

Asuransi sakit kritis UP 1 Miliar bisa Anda dapatkan dengan premi ekonomis, mulai dari 300 ribu perbulan.

Anda sudah punya asuransi sakit kritis dari perusahaan lain?  Bagus.  Anda sudah bagus dalam merencanakan keuangan.  Silahkan buka dan pelajari kembali polis yang Anda punya, pastikan bahwa UP nya cukup besar untuk antisipasi jikalau musibah sakit kritis menimpa.  Jangan sampai, polis Asuransi sakit kritis Anda tidak bermanfaat saat Anda membutuhkannya.

UP sakit kritis dari polis yang Anda miliki sangat kecil? Hanya puluhan juta untuk UP sakit kritis?  Silahkan hubungi agen asuransi Anda untuk upgrade polis Anda.  Pastikan bahwa dengan premi yang baru, Anda akan mendapatkan “harga” yang sebanding untuk UP sakit kritis.

Bila ternyata disana preminya sangat tinggi untuk mendapatkan UP sakit kritis sebesar minimal 1 Miliar, silahkan kontak agen asuransi Allianz Syariah bersertifikasi (agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743) untuk mendapatkan proteksi sakit kritis UP 1 Miliar dengan premi ekonomis.

 

Asuransi Apa Yang Anda Cari? Ini Solusinya!

 

horatio2

 

Apakah anda sedang mencari asuransi?

Jika ya, asuransi apa yang anda cari?

Semoga informasi berikut ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan asuransi anda.

 

 

 

 

 

Klik pada nama produk untuk keterangan lebih lengkap, dan anda pun dapat membaca penjelasannya di bagian bawah. 

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus

4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:

1. HSC+

2. CI+ atau CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Kesehatan Kumpulan Blue Sapphire
8 Asuransi Rawat Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
11 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, ortu punya asuransi jiwa.
12 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

 

Jika anda berminat dengan salah satu produk asuransi di atas, silakan mengisi formulir berikut:

 

Apa Beda Asuransi Kesehatan dengan Asuransi Sakit Kritis?

Pernahkah Anda mendapat tawaran asuransi penyakit kritis dari seorang agen asuransi? Lebih dari 75% orang yang saya tanya, ternyata pernah mendapatkan tawaran tersebut. Namun, sebagian besar tidak memahami jenis perlindungan ini, sehingga masih banyak orang yang menolak untuk membelinya.

Alasan terbanyak biasanya karena sudah memiliki polis asuransi kesehatan. Apabila Anda telah memiliki tunjangan kesehatan dari kantor tempat bekerja misalnya, untuk apa lagi membeli polis asuransi penyakit kritis?  Apa bedanya asuransi kesehatan dengan asuransi sakit kritis?

 

ASURANSI KESEHATAN

Asuransi Kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.  Manfaat utama yang didapat nasabah adalah manfaat rawat inap.

Jenis Asuransi kesehatan ada 2:

  1. Askes murni.  Karakteristiknya:  berdiri sendiri (tidak gabung dengan asuransi jiwa), tidak ada nilai tunai yang terbentuk, tidak ada premi yang dikembalikan, premi murah, ada limit.  Di Allianz produknya:  Askes Syariah (Allisya Care), askes Non Syariah (Maxi Violet), askes Non Syariah Premium (Smartmed Premier)
  2. Askes sebagai Rider kesehatan.  Karakteristiknya:  merupakan rider/manfaat tambahan dari asuransi jiwa (Gabung dengan asuransi jiwa), nilai tunai yang terbentuk ada namun merupakan nilai investasi dari asuransi jiwa, tidak ada premi yang dikembalikan, premi sedikit lebih mahal karena merupakan premi asuransi jiwa, ada limit.  Di Allianz nama ridernya adalah: HSC+ (Hospital Surgical Care Plus)

Nasabah akan mendapatkan kartu asuransi kesehatan untuk mendapatkan fasilitas cashless jika harus dirawat di RS.  Cashless = tidak perlu mengeluarkan uang saat akan di rawat di RS.  Hanya tinggal menunjukkan saja kartunya, bagian administrasi RS akan mengurusnya, dan pasien langsung bisa menjalani proses rawat inap di RS rekanan tersebut.

Nasabah hanya perlu membayar apabila terdapat selisih biaya perawatan antara biaya aktual yang timbul dengan plafon yang dimiliki di perusahaan asuransi.  Contohnya produk asuransi kesehatan Allianz Syariah: (Allisya Care). Jika askes yang dimiliki adalah askes tanpa plafon (sesuai tagihan), maka Allianz akan membayarkan biaya perawatan rawat inap rumah sakit sesuai tagihan rumah sakit, berapapun jumlahnya, asalkan tidak melebihi 6 Milyar per tahun.  Contohnya produk askes Premium dari Allianz:  (Smartmed Premier)

Bila nasabah tidak menggunakan kartu cashless, maka semua perawatan rumah sakit yang timbul harus dibayarkan terlebih dahulu dengan uang pribadi, baru kemudian direimburse ke pihak asuransi. Di Allianz, reimburse askes cuma butuh 7 hari kerja dengan aplikasi Allianz Eazy Claim yang bisa di download di handphone berbasis IOS atau Android. (Sampai saat ini, blum ada satu asuransi pun yang memiliki aplikasi ini, hanya di Allianz yang punya.)

Selain rawat inap sebagai manfaat utama, juga ada manfaat tambahan (bisa dibeli, bisa juga tidak).  Manfaat tambahan pada asuransi kesehatan murni:

  1. Rawat jalan
  2. Rawat Gigi
  3. Kehamilan
  4. Santunan Harian (pada produk Allisya Care)

Asuransi Kesehatan sangat bermanfaat untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda membutuhkan Asuransi Kesehatan.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Hanya sampai disinilah Asuransi Kesehatan Anda berperan.

Mau buka polis asuransi Kesehatan?  Mari kita diskusikan dulu kebutuhan asuransi Kesehatan Anda, melalui ilustrasi Asuransi Kesehatan Allianz.  Kirimkan data diri Anda KESINI untuk mendapatkan ilustrasinya.

 

 

ASURANSI SAKIT KRITIS

Bagaimana jika Anda kena sakit kritis, tetapi tidak dirawat inap di rumah sakit? Ya, berarti asuransi kesehatan Anda tidak bermanfaat. Asuransi kesehatan Anda hanya bermanfaat selama Anda dirawat inap di rumah sakit. Jika Anda cari pengobatan alternatif, cari tabib, sinshe, akupunctur, makan suplemen dan lain lain, asuransi kesehatan tidak akan mengcover biaya itu.    Bagaimana jika Anda kena sakit parah, cari pengobatan alternatif selain dirawat inap di rumah sakit?  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar semua biaya itu.

 

Critical Illness Hidden Cost

 

Jangan lupa, bahwa apapun kategori sakitnya, (baik sakit “ringan” ataupun sakit “berat/kritis”), pasti ada yang namanya “biaya tersembunyi”.

Nah, bagaimana dengan “biaya tersembunyi”?  Apakah masih dicover oleh Asuransi Kesehatan?  Tentu saja adanya biaya tersembunyi tersebut sudah tidak dapat memanfaatkan fasilitas Asuransi Kesehatan.

Apa saja “biaya tersembunyi” itu?  Dari gambar diatas, inilah beberapa “biaya tersembunyi”:

  • Biaya Pengobatan di luar plafon
  • Biaya Pengobatan Alternatif / obat eksperimental
  • Income yang hilang selama tidak bekerja
  • Income pasangan/keluarga yang hilang
  • Akomodasi dan penginapan di luar kota / luar negeri
  • Increased Childcare Expenses (pengeluaran/biaya pengasuh anak jadi bertambah)
  • Juru rawat pribadi + tambahan supir
  • Nutrisi ekstra untuk penyembuhan

Umumnya biaya tersembunyi terpaksa diselesaikan dengan “uang sendiri”.  Terpaksa kuras tabungan, jual asset, atau pinjam teman/kerabat.

 

SOLUSI

Bagaimana jika Estri Heni (Hp: 0817 028 4743) menawarkan solusi lain yang tidak perlu “mengganggu” dana pribadi Anda?  Apakah itu?

Disinilah peran “asuransi sakit kritis”.  Bagi pasien sakit kritis, biaya2 tersembunyi tersebut akan sangat terasa dibutuhkan.

Asuransi sakit kritis memberikan Uang Tunai (sekaligus) dalam Jumlah Besar.  Berapa jumlah besarnya?  Tergantung UP (Uang pertanggungan) yang ada di polis.

Misalnya dalam polis tertera UP penyakit kritis sebesar 1 Miliar, maka akan diberikan sebesar 1 Miliar jika tertanggung terdiagnosa suatu penyakit kritis, atau separuhnya jika penyakit kritis terdiagnosa di tahap awal (khusus untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal, contohnya CI100).

Yang namanya uang tunai, tentunya boleh digunakan untuk apa saja. Mau dipakai berobat boleh, tidak dipakai berobat pun silakan saja (misalnya biaya rumah sakit sudah dijamin askes sesuai tagihan). Berobat di rumah sakit boleh, di klinik alternatif pun oke-oke saja. Mau digunakan untuk biaya hidup sehari-hari boleh, atau disimpan saja untuk keperluan pendidikan anak pun boleh. Untuk melunasi utang boleh, diinvestasikan untuk menambah dana pensiun pun tak masalah. Bahkan mau dipakai jalan-jalan dan membeli mobil baru pun tak ada larangannya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

Bagaimana dengan preminya?

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

 

Merasakan Manfaat Fasilitas Asuransi Kesehatan

 

 

Ooo… Begini ya, rasanya punya asuransi kesehatan..   (Sebelumnya terpaksa selalu rogoh kantong pribadi untuk biaya pengobatan RS)

Alhamdulillah, setelah 8 tahun jadi karyawan kontrak, akhirnya suami saya diangkat jadi karyawan tetap di tempatnya bekerja.  Salah satu fasilitas yang diterimanya, sudah pasti “Asuransi Kesehatan”, dari perusahaan asuransi lain (bukan Allianz)

Saya memang mau konsul ke dokter, sekalian saja “tes case” rasanya memanfaatkan fasilitas asuransi kesehatan rawat jalan, utamanya dari asuransi tersebut.

Kasus saya bukan kasus gawat.  Karena tujuan saya bukan untuk konsul ke salah satu dari 4 spesialis yang bisa langsung (sesuai ketentuan asuransi tersebut), maka saya datang ke faskes 1 untuk konsul dan minta surat rujukan.  Ternyata oleh dokter umum di faskes 1, saya dirujuk ke dokter Spesialis Bedah dengan diagnosa Clavus.

Saya langsung menuju ke RS Meilia Cibubur, konsul ke 2 dokter Spesialis sekaligus:  Spesialis Mata dan Spesialis Bedah.  Hasil konsul dari Spesialis Mata:  minus saya bertambah sedikit sehingga harus ganti kacamata dan diberi obat tetes mata untuk mata saya yang kering dan mudah lelah.  Mungkin karena saya sering kurang cukup tidur yaa..

Lanjut, saya ke Spesialis Bedah, ketemu Dr. Yoyok SpB.  Setelah konsultasi dan diskusi, saya disarankan untuk tindakan pengangkatan Clavus esok hari.  Karena pihak RS harus konfirmasi ke Asuransi nya dulu, apakah untuk kasus Multiple Clavus ini bisa dicover atau tidak.  Dan biasanya asuransi tersebut lama kasih jawabannya.  Kuatir saya kelamaan menunggu.  Okelah, saya ikuti saja prosedurnya.  Jadi saya pulang dulu.

Lanjut, kisah hari ini.  Sama seperti kemarin.  Antrian saya di bagian pendaftaran sangat singkat.  Saya sudah antri di poli sekitar jam 10.30.  Baru dipanggil jam 11.30.  Dokter dan perawat siapkan peralatannya.  Tindakan dilakukan di poli saja.  Saya minta cara elektrocauter.  Prosedurnya sama saja.   Telapak kaki yang memang banyak titik syaraf nya itu disuntik bius lokal di beberapa titik sebaran clavus.  Rasanya… mantab!  Haha… Untung respon biusnya cepat.  Jadi langsung ditindak, untuk 10 titik sebaran Clavus, hanya butuh 1 jam saja.  Dari resep yang diberikan, yang tidak dicover asuransi kesehatan tersebut hanya kain kasa, dan Betad*ne.  Untuk obat anti nyeri dan antibiotik dicover asalkan mengikuti formularium dari asuransi kesehatan yang saya pakai.  Ya sudah lah, tidak apa.  Palingan hanya beda merek.  Zat aktif obatnya sama.

Info dari perawat, bahwa  tindakan electrocauter untuk kasus saya dengan diagnosa Multiple Clavus, biayanya 2.5 juta…. WOW… Mahal juga yaa…  Sayang banget kalau harus pakai uang pribadi.

Secara keseluruhan, asuransi kesehatan tersebut tidak ribet lah, selama sesuai prosedurnya.  Bagian Pendaftaran, Perawat Poli,  Dokter Spesialis Mata dan Spesialis Bedah Umum, bagian kasir dan Apotek di RS Meilia juga support dan cekatan.  Saya merasa tidak terlalu banyak waktu terbuang.

 

Dari pengalaman saya ini, sudah terasa sekali manfaat dari adanya asuransi kesehatan.  Asuransi kesehatan sangat membantu dan bermanfaat untuk mengganti biaya pengobatan dan atau perawatan selama di Rumah Sakit.  Jadi, untuk kasus apapun, baik sakit “ringan” atau “berat” selama dilakukan perawatan di RS, umumnya akan dicover oleh asuransi.  Tergantung dari plan kelas kamar yang dipilih dan juga manfaat tambahan apa saja yang dipilih.

Untuk kasus sakit “ringan”, contoh DB atau typhus.  Terpaksa saya sebut “ringan” karena:  setelah pulih, diijinkan pulang dari RS, maka kasus selesai.  Artinya tidak perlu ada perawatan lagi di luar RS, dan tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga.

Kalau kasus saya kemarin sih termasuk kasus ringan, hanya rawat jalan, tanpa perlu rawat inap.  Jadi dengan asuransi kesehatan manfaat tambahan rawat jalan, cukup membantu bagi saya.  Seandainya uang saya banyak banget, biaya 2.5 juta akan terasa sangat ringan dikantong, tanpa asuransi kesehatan rawat jalan pun, biaya masih bisa ditanggung sendiri.  Atau seburuk-buruknya harus pinjam saudara, masih bisa lah mencicil untuk kembalikannya.

Untuk sakit “berat”, contoh stroke, jantung, gagal ginjal, bahkan sampai kanker.  Saya sebut ini sakit berat, karena perlu dilakukan perawatan di RS (yang bagian ini masih bisa dicover oleh asuransi kesehatan), dan saat kondisi membaik (belum berarti pulih seperti sediakala), boleh pulang, kasus belum selesai.  Artinya:  kadang kala perlu ada perawatan lanjutan sepulang dari RS dan kondisi keuangan keluarga bisa jadi terganggu.  Contoh:

  • Akomodasi untuk orang yang menemani, seperti transportasi, penginapan, biaya makan, dan lain-lain. Orang yang menemani si sakit ini bisa jadi bukan satu-dua orang. Biaya akan lebih besar jika perawatan dilakukan di luar negeri.
  • Perawatan lanjutan sepulang dari rumah sakit, seperti perawat di rumah dalam jangka waktu yang lama (untuk kasus stroke atau lumpuh), cuci darah hingga seumur hidup (untuk kasus gagal ginjal), atau suplemen untuk penguat tubuh yang pada umumnya berharga mahal (seperti produk kesehatan yang sering ditawarkan MLM).
  • Biaya hidup selama tidak bekerja karena menjalani perawatan, dan biaya hidup untuk keluarga jika tidak bisa bekerja lagi untuk seterusnya.
  • Biaya pendidikan anak atau dana pensiun (jika sembuh dan dapat bekerja lagi seperti sebelumnya sehingga biaya hidup tak jadi masalah).

Naaah… ini yang berat…   Sudah sakitnya berat, efek keuangannya juga berat nih…

Baca juga:

Sudah punya Asuransi Kesehatan, perlukah Asuransi Sakit Kritis?

Pertanyaan:  apakah kondisi sepulang dari RS ini juga dicover oleh asuransi kesehatan?  Tentu TIDAK.

Lalu, apa masalahnya?

Jika Anda punya dana darurat yang sangat banyak, hal ini tidak jadi masalah.  Namun bagaimana jika kondisinya adalah:  belum siap dana darurat dengan jumlah besar?

Sementara resiko bisa terjadi kapan saja tanpa kasih info dulu sebelumnya via what’s app / email ?

Dan… resiko yang terjadi juga tidak bisa dipilih, kalau kebagian resiko maunya kasus yang ringan saja, yang berat untuk dia…  Big NO…

Lalu bagaimana solusinya?

Gampang saja.  Anda menabung 2 juta perbulan, dengan tujuan siapkan 1 Miliar.  Ini cara standar.

Pertanyaan:  Kapan akan tercapai 1 Miliar dengan menabung 2 juta perbulan?  41 tahun!

Misal Anda baru mulai menabung 2 juta/bulan saat usia 30th (asumsi sudah bekerja dan sudah mapan sehingga ada alokasi dana “nganggur” 2jt/bulan untuk ditabung).  Artinya, 41 tahun kemudian, yaitu saat usia 71tahun, Anda punya 1 Miliar.  Bagus ya? Tentu bagus!  Ada upaya menabung, dan tercapai dana 1 M.

Pertanyaan:  Bagaimana jika resiko terjadi saat usia belum capai 71 tahun?  Artinya:  tabungan 1 M belum tercapai.  Jangan abaikan inflasi.  Dana 1 M di 41 tahun mendatang tentu beda nilainya dengan 1 M 10 tahun mendatang.

Adakah cara lain?  Yang bisa tersedia dana besar dalam waktu singkat untuk antisipasi resiko sakit berat?

ADA!

Yaitu dengan TAPRO.  TAbungan dan PROteksi dari Allianz Syariah.

Tapro adalah asuransi jiwa yang memberikan uang besar jika terjadi resiko meninggal dunia, kecelakaan, cacat tetap total, dan sakit berat.  Tapro bisa menjadi sarana bagi Anda untuk menabung dan siapkan dana besar dalam waktu singkat, sebagai antisipasi terhadap resiko meninggal dunia, kecelakaan, cacat tetap total dan sakit berat.

 

Untuk kasus tersebut di atas, contoh seorang pria 30 tahun, bertujuan siapkan dana 1 Miliar dengan cepat untuk antisipasi resiko sakit berat.

Dengan buka polis Tapro, maka manfaat yang didapat sbb:

artikel-askes-meilia

Dengan menabung hanya 1.1 juta perbulan

Manfaat:

  • UP meninggal dunia                   = 1 Miliar
  • UP 100 jenis sakit kritis            = 1 Miliar
  • Premi gratis dan diteruskan oleh Allianz jika terjadi resiko
  • Ada tabungan sebagai “bonus”

Baca juga:  100 jenis sakit kritis yang ditanggung Allianz

 

Keuntungan menabung di Tapro vs menabung di bank:

  1. Dana yang ditabungkan hanya 1.1 juta perbulan (bukan 2 juta perbulan seperti yang dianggarkan)
  2. Langsung disiapkan oleh Allianz dana besar, senilai total 2 Miliar
  3. Siap dana besar senilai 1 Miliar bila terjadi sakit kritis / sakit berat, hanya dalam waktu 3 bulan (tidak harus menunggu selama 41 tahun)
  4. Allianz yang akan melanjutkan tabungan jika terjadi resiko sakit kritis / sakit berat, atau cacat tetap total
  5. Ada dana yang bisa ditarik, jika ada keperluan yang sangat mendesak

 

Anda tertarik menabung dan punya proteksi sakit kritis di Allianz?

Hubungi:  Estri Heni

WA = 0817 028 4743

atau email dengan isi form klik PERMINTAAN ILUSTRASI ASURANSI JIWA

Hindari Kesalahan dalam Membeli Asuransi

 

polis

 

Menurut Aidil Akbar, perencana keuangan independen sekaligus founder AFC Financial Check-Up, dalam acara Kopdar Asuransi NgaturDuit Bersama AFC Financial Check, Rabu, 23/5, kesalahan yang dilakukan para klien dalam membeli asuransi, pada kenyataannya sama. Apa saja? Simak di bawah ini:

Uang Pertanggungan Kurang.

Uang Pertanggungan atau UP adalah uang yang menanggung nilai jiwa orang yang diasuransikan. Misalnya Anda membeli asuransi jiwa, UP adalah yang diterima ahli waris saat Anda meninggal. Mengapa dikatakan UP kurang? Karena demi mengejar premi kecil Anda menerima saja perhitungan UP yang dilakukan agen. “Saat ini, dibutuhkan UP antara Rp1,4 miliar sampai Rp3,5 miliar,” tegas Aidil. “Jadi, kalau UP asuransi Anda di bawah Rp1 miliar, bahkan ada yang dibawah Rp100 juta, well, Anda underinsured.”

Allianz menawarkan produk asuransi (utamanya jenis unitlink) yang memberikan proteksi maksimal dengan premi ringan.  Saya seringkali memberikan penawaran kepada calon nasabah untuk memiliki proteksi dengan UP minimal 1 Miliar.  Kenapa?  Karena: kontrak antara nasabah dan perusahaan asuransi (dalam hal ini Allianz) adalah kontrak jangka panjang, dimana Allianz melindungi nasabah seumur hidup.  Dengan memberikan proteksi yang besar (UP jumlah besar, minimal 1M), diharapkan nominal tersebut masih “terasa manfaatnya” minimal sampai 10 tahun ke depan.  Hal ini dengan mempertimbangkan adanya inflasi, dll.  Walaupun idealnya, dianjurkan bagi nasabah untuk me-review kembali polis asuransinya minimal dalam 5 tahun, dan mempertimbangkan kembali Uang Pertanggungan yang ada dalam polis.  Apakah Uang Pertanggungan dalam polis masih sesuai dengan fungsinya kelak, yaitu untuk menggantikan biaya hidup bulanan keluarga, jika terjadi resiko pada pencari nafkah utama.

Silahkan klik beberapa contoh proteksi Allianz di bawah ini, yang memberi Uang Pertanggungan minimal 1 Miliar dengan premi murah:

Ahli waris salah.

Siapa yang Anda jadikan sebagai ahli waris atau penerima manfaat atau pemaslahat atau beneficiary? Kalau Anda menjawab ‘anak’, bisa jadi Anda melakukan kesalahan. Mengapa? “Karena anak yang belum cakap hukum nggak bisa menerima waris. Karena seseorang dikatakan cakap hukum bila berusia 21 atau sudah menikah,” ujar Aidil. “Jadi, jika Anda mencantumkan anak sebagai ahli waris, segera ubah. Bisa digantikan dengan nama pasangan atau orang tua. ”

Di Allianz, bila nasabah mencantumkan nama anak sebagai ahli waris, dan ternyata saat resiko terjadi sang anak masih di bawah umur, maka Allianz akan mengacu pada surat “Perwalian Hak Asuh Anak” dari pengadilan.  Artinya, siapapun nama wali yang menjadi keputusan hak asuh anak, maka UP yang cair akan diberikan pada wali tersebut, bukan kepada anak.  Bila nasabah ingin UP menjadi milik anak, silahkan buat Surat Wasiat secara lengkap dan detil, yang kelak menjadi tanggung jawab anggota keluarga (utamanya wali asuh anak) untuk menuruti/mengacu pada isi Surat Wasiat tersebut.  Asuransi hanya bertanggung jawab sampai pada hasil keputusan resmi dari pengadilan.

Tertanggung salah.

Banyak orang salah kaprah soal tertanggung. Misalnya menjadikan anak sebagai tertanggung alias mengasuransikan anak. Biasanya agen Anda akan menawarkan – setelah Anda dan pasangan – agar anak diasuransikan juga. Padahal anak tidak mempunyai nilai ekonomis, sehingga tidak bisa diasuransikan. Kesalahan ini terjadi utamanya pada asuransi pendidikan, di mana agen mencantumkan anak sebagai tertanggung, umumnya dengan dalih agar premi lebih kecil dan UP lebih besar. Padahal dengan demikian asuransi justru akan keluar pada saat anak Anda meninggal. Itu berarti tujuan memiliki asuransi pendidikan buat anak jadi tidak tepat.

Allianz adalah perusahaan asuransi yang mengutamakan proteksi, bukan investasi.  Meskipun Allianz punya produk unitlink (produk utama yang saya jual: Tapro Allisya) yang menjawab kebutuhan nasabah akan hal tersebut, yaitu memberi proteksi dan investasi.  Namun fungsi utama investasi disini adalah untuk menjaga polis tetap aktif selama masa perlindungan.  Detilnya DISINI.

Kami memahami benar fakta di lapangan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang sama. Artinya calon nasabah masih berharap bisa mendapatkan hasil investasi yang besar dari asuransi.  Hal ini terbukti dari banyaknya “permohonan ilustrasi untuk persiapan dana pendidikan anak” yang masuk ke email sayaMenjawab kebutuhan calon nasabah akan hal ini, biasanya saya bantu meluruskan pemahaman calon nasabah dengan memberi informasi berikut ini :

Membeli rider yang tidak perlu.

Selain asuransi dasar, Agen pasti menawarkan berbagai riders atau asuransi tambahan. Nah, kerap kali pihak agen juga kesulitan menjelaskan soal riders, sehingga timbul salah kaprah. Misalnya riders berbentuk asuransi kesehatan atau hospital benefit, dengan alasan asuransi meng-cover critical illness. Jika pemahaman Anda bahwa asuransi akan membayar saat Anda didiagnosis menderita 42 penyakit kritis yang disebutkan dalam polis, Anda salah besar. Karena yang dimaksud di sini adalah asuransi hanya akan membayar ketika Anda sudah dalam tahap sakit kritis – misalnya dalam kondisi stadium 4 kanker. “Jadi saat Anda didiagnosis, bahkan di stadium 3B pun asuransi nggak akan bayar,” ungkap Aidil. “Jadi benar-benar dibayarkan kalau Anda sudah kritis, dan kenyataannya, dari stadium 4 ke 4B itu jaraknya hanya 6-8 bulan sebelum akhirnya meninggal.” Lalu, apakah tidak perlu membeli riders critical illness sama sekali? “Tergantung riwayat kesehatan ayah dan ibu,” jawab Aidil. “Kalau ada riwayat penyakit kanker dan sebagainya dalam keluarga, beli saja. Kalau tidak ada, abaikan.” (Antono Purnomo)

Tentang kapabilitas agen asuransi.  Penting sekali untuk mengetahui profil calon agen Anda, apakah calon agen tersebut benar-benar memahami Anda, peduli kebutuhan proteksi Anda sehingga bisa memberikan solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan tersebut?  apakah calon agen Anda benar-benar sudah memahami produk yang dijualnya?  Bila Anda bertemu langsung dengan calon agen yang belum pernah Anda kenal atau baru saja Anda kenal, ada baiknya Anda coba menyelami juga karakternya, apakah Anda sudah “klik” dengan karakternya? 

Bila Anda bertemu dengan calon agen via blog bisnisnya, silahkan Anda telusuri artikel-artikel yang ada di blognya.  Dari situ Anda bisa ketahui bagaimana karakter calon agen (si penulis artikel / pengelola blog), bagaimana pendapatnya tentang asuransi, tentang produknya, tentang rencana keuangan, dll.  Jangan sampai salah pilih calon agen Anda.  Bila Anda setuju dengan pemikirannya (yang dituangkan pada artikelnya), berminat dengan produknya, silahkan kontak calon agen Anda.  Karena calon agen Anda adalah mitra Anda untuk membantu rencana proteksi Anda, dan mendampingi Anda sampai tahun-tahun mendatang (jangka panjang).

Tentang asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis.  Asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis adalah 2 hal yang memiliki pemahaman yang berbeda. Asuransi Kesehatan =  sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.   Asuransi penyakit kritis = bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan yang timbul DI LUAR rumah sakit, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.  Detilnya bisa dibaca DISINI.

Pertanyaan lainnya:  bila sudah punya asuransi kesehatan (baik dari kantor maupun pribadi), apalagi askes yang sesuai tagihan, apakah masih perlu punya asuransi sakit kritis?  Jawabannya ada DISINI.

Bila Anda mencari informasi tentang asuransi kesehatan,  Allianz memiliki beberapa pilihan asuransi kesehatan yang bisa menjadi pertimbangan Anda.  Silahkan cek DISINI.

Tentang proteksi sakit kritis

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Detil infonya DISINI.   Allianz paling banyak cover sakit kritis (dibanding perusahaan asuransi lain), yaitu 49 sakit kritis.  Seiring waktu, melihat kebutuhan masyarakat yang besar terhadap proteksi sakit kritis, kemudian Allianz melahirkan proteksi sakit kritis yang lebih besar dan lebih luas, yaitu 100 sakit kritis.

Keunggulan proteksi 100 sakit kritis pada produk unitlink (Tapro) Allianz:

  • cover 100 kondisi kritis
  • kondisi kritis sejak tahap awal
  • proteksi sampai usia nasabah 100 tahun

Lebih lanjut tentang 100 kondisi kritis, baca DISINI.

________________________

Disclaimer:  Artikel asli adalah tulisan yang berwarna hitam ( disini Sumbernya).  Sedangkan informasi dari pengelola blog adalah tulisan berwarna biru.

________________________

 

Apakah Anda sudah siap untuk menghindari kesalahan dalam membeli asuransi?

Berminat untuk punya proteksi penghasilan di asuransi jiwa Allianz Syariah?

Butuh diskusi lebih lanjut?

KONTAK SAYA ya….