Proteksi 1 Miliar, Berapa Preminya?

Apakah Anda masih membandingkan produk asuransi jiwa termlife dengan produk asuransi jiwa unitlink?  Saya menawarkan produk Asuransi Jiwa SYARIAH jenis unitlink, namun dengan skema memaksimalkan Rider termlife.

Tapro Allisya bisa memberikan uang pertanggungan jiwa 1 Milliar dengan premi 380 ribu per bulan, untuk pria usia 30 tahun, kerja dalam ruangan, dan sehat. 

780B1830-BC70-4C35-A642-3654DE900E26

ASIS iPad ver 5.9.0 380_upd340_TL75 660

Keunggulan produk ini antara lain:

1. Bisa Bayar Bulanan

Tapro Allisya bisa memberikan UP 1 Miliar dengan premi hanya 380 ribu per bulan untuk pria 30 tahun. Di term life tertentu, anda mungkin akan mendapat premi yang lebih murah, tapi pada umumnya hanya bisa bayar secara tahunan atau semesteran.

Apa perbedaannya?

Pertama, tidak semua orang punya persediaan uang kas yang cukup besar untuk bayar secara tahunan. Seperti halnya terhadap barang-barang lain, bayar secara mencicil memungkinkan dia punya asuransi jiwa dengan lebih cepat.

Kedua, kalaupun punya, cara bayar bulanan memungkinkan peserta memanfaatkan selisih uang yang ada untuk keperluan lain yang juga penting, atau dijadikan modal usaha, atau diinvestasikan. Jika dijadikan modal usaha atau investasi, siapa tahu untungnya cukup untuk membayar premi bulan berikutnya. Bukankah konon orang memilih term life dengan tujuan agar bisa berinvestasi sendiri lebih maksimal? Bagaimana bisa maksimal kalau belum apa-apa uangnya sudah diambil banyak untuk asuransi.

Ketiga, kebanyakan orang mengatur keuangannya secara bulanan, karena gajinya juga bulanan. Membayar asuransi secara bulanan cocok untuk orang-orang seperti ini. Anda dapat mengalokasikan cicilan asuransi bersama tagihan-tagihan rutin lain seperti listrik, telepon, iuran sampah dan keamanan, KPR/sewa kontrakan, kredit mobil/motor, langganan koran, langganan TV kabel, dan lain-lain.

Keempat, membayar tagihan dengan cara dicicil terasa lebih ringan daripada bayar sekaligus.

Kelima, jika kurang disiplin menyisihkan penghasilan sejak awal, terkadang kedatangan tagihan yang besar bisa bikin kaget. Misalnya anda bayar asuransi per tahun 10 juta. Setelah bayar premi tahun pertama, anda tenang-tenang saja toh tahun depan masih lama. Tiba-tiba, tahu-tahu, sekonyong-konyong, tanpa anda sadari (mungkin karena hidup anda terlalu bahagia), tahun depan sudah di depan mata, dan anda sama sekali belum menyiapkan uang 10 juta.

2. Masa Bayar Lebih Pendek, Masa Proteksi Lebih Panjang

Di term life, masa pembayaran premi sama dengan masa berlaku asuransi. Jika kontrak 10 tahun, masa pembayaran pun 10 tahun dan masa proteksi pun 10 tahun.

Tapi di unit link Tapro Allisya, masa pembayaran premi bisa lebih pendek untuk masa berlaku yang lebih panjang. Jika hasil investasinya bagus, bayar 10, atau 15, atau 20 tahun pun cukup untuk masa proteksi hingga 70 tahun. Tapi jika hasil investasi ternyata tidak sesuai harapan, anda bisa memperlakukan unit link ini sama seperti term life: membayar selama ingin mendapat proteksi.

3. Premi Flat Sampai Seterusnya

Di term life, jika kontrak anda 10 tahun, maka saat anda mau perpanjang asuransi di tahun ke-11 sampai ke-20, anda akan dikenakan premi yang lebih tinggi, bisa dua kali lipat premi saat ini. Jika kontrak anda 20 tahun, maka saat perpanjangan di tahun ke-21 sampai ke-40, kenaikan preminya bisa lima kali lipat bahkan lebih.

Tapi di Tapro Allisya, premi 380 ribu per bulan itu tetap flat sampai kapan pun anda ingin mendapatkan perlindungan, dengan catatan setoran premi lancar tidak ada bolongnya, tidak pernah melakukan penarikan dana, dan kinerja investasi rata-rata tergolong cukup baik (sedang, pertengahan), tidak buruk terus selama puluhan tahun. Di tahun kesebelas (usia 40), premi tetap 380 ribu per bulan. Di tahun ke-21 (usia 50), premi juga masih 380 ribu per bulan. Bahkan seperti dikatakan sebelumnya, jika hasil investasi sesuai dengan asumsi tertinggi atau lebih tinggi lagi, anda boleh berhenti membayar setelah tahun ke-10 atau 15, dan proteksi jiwa 1 miliar anda tetap berlangsung sampai usia 75 tahun.

Cobalah berpikir jangka panjang. Haruskah anda berkorban uang lebih banyak di 10-20 tahun mendatang hanya untuk bayar lebih murah saat ini, di mana selisihnya pun tak seberapa, dan itu pun harus bayar sekaligus per tahun?

4. Premi Tidak Seluruhnya Hangus, Malah Bisa Lebih Besar dari Total Setoran

Karena Tapro Allisya ini unit link, maka ada sebagian premi yang diinvestasikan, selain yang dipakai untuk membayar biaya-biaya seperti biaya akuisisi, administrasi, tabarru (biaya asuransi), dan pengelolaan investasi. Biaya-biaya memang hangus, tapi premi yang diinvestasikan adalah hak anda.

Jika di tengah jalan anda ingin berhenti, anda tinggal ambil seluruh nilai investasi yang ada. Beres. Dalam jangka pendek mungkin belum balik modal, tapi bagaimana pun itulah biaya proteksi anda.

Dalam jangka panjang, sebagian premi yang diinvestasikan ini bisa berkembang melebih total dana yang disetorkan. Silakan lihat ilustrasi di bagian bawah untuk melihat proyeksinya.

5. Tidak Perlu Medical Check

Di Allianz, UP 2.5 Miliar ke bawah untuk usia di bawah 45 tahun tidak memerlukan tes kesehatan /medical check up (klik tabel Medis DISINI). Jika anda sehat, maka anda akan langsung diterima sebagai peserta Tapro Allisya. Perusahaan lain mungkin memberlakukan batasan tes medis yang berbeda.

6. Tidak Usah Memikirkan Garansi Perpanjangan. Masa Berlaku hingga 75 Tahun.

Di term life, jika anda melakukan perpanjangan selepas masa kontrak, sebagian perusahaan asuransi akan mewajibkan anda menjalani tes kesehatan lagi. Jika kesehatan anda dianggap buruk, perpanjangan asuransi bisa jadi ditolak. Oleh karena itu, jika anda memutuskan mengambil term life, pastikan polis anda memiliki garansi perpanjangan (renewal guarantee).

Tapi di Tapro Allisya, anda sama sekali tidak perlu memikirkan masalah perpanjangan. Sejak awal, dalam kontrak polis dinyatakan bahwa masa berlaku UP 1 Miliar anda adalah sampai usia 75 tahun.

7. Maslahat Meninggal, pada Akhirnya, akan Lebih dari 1 Miliar

Ya. Meski UP jiwa anda 1 miliar, yang akan diterima ahli waris anda pada akhirnya akan lebih dari 1 miliar. Kenapa? Karena ada hasil investasi. Besarnya tergantung waktu dan hasil investasi pada saat itu. Dengan ini, UP jiwa anda kemungkinan tidak perlu diupgrade, kecuali anda mengalami peningkatan gaya hidup yang signifikan.

8. Masih Ada Sisa UP Jika Umur Anda Melewati 75 Tahun

Jika anda diberi umur panjang sampai lewat usia 75 tahun, jangan khawatir, UP jiwa anda masih ada. Bukan 1 miliar, tapi 340 juta plus hasil investasi. Pada saat ini, hasil investasinya bisa jadi lebih besar dari UP-nya. UP 340 juta ini berlaku sampai usia 100 tahun. Karena sangat jarang orang mencapai usia 100 tahun, maka uang 340 juta ini sangat besar kepastiannya bisa diwariskan. Okelah, mungkin anak-anak dan cucu-cucu anda sudah kaya dan tidak butuh warisan dari anda. Tapi jika anda bisa memakai uang sendiri setidaknya untuk membayar kain kafan, upah petugas pemakaman, biaya tahlilan, dan bersedekah kepada fakir-miskin-yatim untuk terakhir kalinya, bukankah itu lebih menyenangkan?

9. Memiliki Rider yang Bagus dan Murah

Tapro Allisya memiliki rider (asuransi tambahan) yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian maupun total dan meninggal akibat kecelakaan. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  2. CI+ (Critical Illness Plus), menanggung 49 penyakit kritis. Masa berlaku sampai usia 45-85 tahun (bisa pilih). Klaim rider ini tidak mengurangi UP jiwa.
  3. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total akibat kecelakaan ataupun sakit kritis. Masa berlaku sampai usia 45-70 tahun (bisa pilih).
  4. CI 100, menanggung 100 kondisi kritis. Masa berlaku 45-100 tahun (bisa pilih). Klaim Rider ini tidak mengurangi UP Jiwa.
  5. Payor benefit, yaitu bebas premi jika terkena CI+ atau TPD, bisa untuk peserta ataupun pasangan dari peserta. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.

Jika anda menambahkan riders di atas, tentunya preminya tidak lagi 380 ribu per bulan, tapi ada tambahannya.

Di term life juga ada ridernya. Tapi belum tentu preminya murah juga.

10. Rider Payor Benefit Lebih Menguntungkan daripada Waiver of Premium

Di term life, ada rider yang disebut pembebasan premi atau waiver of premium. Rider ini membebaskan nasabah dari membayar premi jika terkena cacat total, ada pula yang cacat total plus sakit kritis. Kebanyakan agen term life menambahkan rider ini sebagai prioritas setelah proteksi dasar (jiwa).

Mari kita timbang tindakan ini:

Pertama, jika orang terkena cacat total atau sakit kritis, yang lebih dia butuhkan pertama kali bukanlah pembebasan premi, tapi biaya berobat dan solusi dari kebingungan karena tidak bisa bekerja. Jadi, mestinya rider kecelakaan dan sakit kritis didahulukan daripada rider pembebasan premi.

Kedua, karena sifat term life adalah berjangka, maka rider waiver of premium juga berjangka. Jika kontraknya 10 tahun, bebas preminya juga maksimal 10 tahun. Misalnya, pada tahun kedelapan nasabah terkena cacat total, maka bebas preminya tinggal dua tahun lagi. Ketika masa kontrak habis, berhentilah masa bebas preminya. Kalau rider ini mau ditambahkan saat perpanjangan, maka harus bayar lagi.

Hal ini berbeda dengan payor benefit di unit link Tapro Allianz, yang masa berlakunya ditetapkan sejak awal sampai usia 65 tahun. Jika waiver of premiumhanya membebaskan nasabah dari pembayaran premi, maka payor benefit memberikan tabungan ekstra sejumlah premi yang disetorkan nasabah. Dengan demikian, nasabah yang kehilangan sumber penghasilannya karena tidak bisa bekerja, setidaknya mendapatkan sejumlah uang secara rutin walaupun sangat kecil dibanding gaji dia sebelumnya.

Saya sebagai agen asuransi yang menjual unit link, menempatkan rider payor benefit di urutan terakhir setelah proteksi yang lain terpenuhi.

11. Sesuai Syariah

Bagi anda yang peduli dengan nilai-nilai kesyariahan dari suatu produk atau aktivitas ekonomi, akan sulit bagi anda menemukan produk term life yang murah sekaligus sesuai syariah. Kecuali yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi murni syariah, semua produk term life adalah nonsyariah. Akadnya bersifat transfer risiko antara tertanggung dengan perusahaan asuransi, dan anda pun tidak perlu tahu uang anda diputar di mana.

Tapi Tapro Allisya, sesuai namanya, adalah produk asuransi yang memenuhi kriteria syariah. Akadnya berbagi risiko (risk sharing) dan tolong-menolong (ta’awuni) antara sesama peserta. Dengan ikut program ini, berarti anda meniatkan uang anda dipakai untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Itu saja insya Allah sudah bernilai ibadah. Pada saatnya, siapa tahu anda sendirilah atau keluarga andalah yang membutuhkan pertolongan itu.

Selain itu, investasi anda pun disalurkan ke instrumen-instrumen yang sesuai kriteria syariah, baik di saham, sukuk, maupun deposito. Jadi, akadnya baik, investasinya pun halal.

12. Kelebihan Lain

Adanya unsur investasi pada Tapro Alisya memungkinkan anda memiliki sejumlah keleluasaan yang tidak mungkin diperoleh di term life.

Pertama, jika suatu waktu selewat tahun kedua anda nunggak bayar (misalnya karena sedang tidak punya uang), anda tidak dikenakan denda dan proteksi masih berjalan selama dana investasi masih mencukupi untuk membayar biaya asuransi.

Kedua, uang yang anda setorkan bisa kembali kepada anda dengan jumlah yang lebih besar.

Ketiga, jika anda benar-benar butuh uang, hasil investasi Tapro bisa diambil sesuai keperluan asalkan ada saldo 2 juta rupiah. Dana unit link memiliki likuiditas yang tinggi, artinya bisa dicairkan kapan saja sesuai keperluan, dengan proses pencairan maksimal 7 hari kerja.

Keempat, ahli waris anda akan menerima lebih dari 1 miliar, karena ditambah dengan hasil investasi yang ada pada saat itu.

Memang investasi unit link ini ada risikonya, tapi itulah sifat investasi. Di mana pun anda berinvestasi, risiko itu ada. Tapi dengan pengalaman Allianz sebagai perusahaan asuransi dan jasa keuangan terbesar dunia selama lebih dari 120 tahun, kiranya risiko investasi bisa diminimalkan melalui pemilihan portofolio secara tepat, pembayaran premi secara berkala, dan komitmen investasi jangka panjang.

 

UP 1 Miliar untuk profil peserta pria usia 35 tahun, tidak merokok, kerja dalam ruangan:

7F3B92D8-DC23-43F7-8CBF-D3C535AF1690

430+100_upd340_TL75 660 (asis iPad ver 5.9.0)

 

 

UP 1 Miliar, untuk profil peserta pria usia 40 tahun, kerja dalam ruangan, tidak merokok:

44D6E30D-6B12-4606-93CB-4F56B97A6FCA

580+100_upd340_TL75 660 (ASIS iPad ver 5.9.0)

 

Iklan

Jangan Pelit Sama Diri Sendiri (Julia Perez)

Masih dalam suasana duka kepergian artis Julia Perez.  Saya teringat tahun 2015 Jupe menerima pembayaran dari Allianz atas klaim sakit kritis yang di deritanya.  Kala itu, yang menjadi perhatian kami, para agen asuransi Allianz untuk berbagi kepada para calon nasabah asuransi adalah saran beliau untuk TIDAK PELIT SAMA DIRI SENDIRI.

Ya, quote yang pernah disampaikan artis Julia Perez itu benar-benar mewakili kondisi seseorang yang mengalami sakit kritis.  Ternyata memang benar dan fakta bahwa sakit kritis itu butuh biaya besar.  Akan berbeda maknanya, apabila seseorang yang mengalami sakit kritis itu:

  1. Tidak punya asuransi
  2. Punya asuransi seadanya
  3. Punya asuransi dengan santunan besar/maksimal.

 

Sebelum membahas lebih dalam, mari kita samakan dulu pemahaman bahwa asuransi merupakan salah satu ikhtiar dalam upaya merencanakan keuangan keluarga.  Jadi asuransi adalah salah satu pos “pengeluaran” keuangan keluarga yang bertujuan melindungi penghasilan dari resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

 

TIDAK PUNYA ASURANSI

Bila Anda belum memiliki pos pengeluaran keuangan keluarga untuk berasuransi, mungkin Anda menyetor dana di tabungan di bank.  Dengan harapan, dana akan berkembang dan bila resiko hidup terjadi maka dananya tersedia di bank.

Ralat 1:  jika tujuan Anda adalah mengembangkan dana di bank, jangan simpan di tabungan.  Silahkan sisihkan dana Anda di instrumen investasi.  Mengenai ini, silahkan googling sendiri ya.  Jika produknya adalah tabungan, berarti dana Anda hanya untuk disimpan saja.

Ralat 2:  ubah tujuan Anda menabung.  Tujuan menabung lebih tepatnya adalah untuk menyimpan dana likuid.  Dana yang Anda gunakan sehari-hari, cashflow rutin bulanan Anda saja.  JANGAN: gunakan dana di tabungan sebagai dana cadangan untuk menutup kebutuhan hidup bila terjadi resiko hidup yang dampak keuangannya tidak dapat kita tanggung.

Jika tidak punya suransi, maka ketika terjadi sakit kritis, solusinya adalah:  kuras tabungan, bongkar investasi, jual aset, pinjam teman/keluarga.

Masalah:  Bagaimana Jika:

  • tabungan Anda masih sedikit?
  • investasi Anda tidak cukup?
  • aset Anda tidak langsung terjual dengan cepat sementara kondisi sakit kritisnya tidak bisa menunggu alias perlu tindakan segera?
  • merasa malu untuk pinjam uang pada keluarga dan bingung nanti bagaimana cara mengembalikan hutangnya karena jumlahnya yang begitu besar? (awas, hindari riba hutang!)

Pertanyaan:

Apakah Anda rela: selama bertahun-tahun sudah bekerja keras banting tulang, pergi gelap pulang gelap sampai tidak sempat mengikuti tumbuh kembang anak, kumpulkan sedikit demi sedikit uang receh demi masa depan lebih baik, namun ternyata uang tersebut harus terpakai untuk biaya sakit kritis???

Belum lagi adanya biaya hidup, biaya cicilan, biaya tagihan yang tetap datang saat Anda sudah tidak bisa bekerja lagi akibat terkena sakit kritis, mau dibayar pakai apa???

Detilnya klik ini:  Rencana keuangan tanpa asuransi atau dengan asuransi,  Ini bedanya!

 

PUNYA ASURANSI SEADANYA

Sering saya ketemu calon nasabah dengan penghasilan 50 juta perbulan, namun meminta proteksi asuransi dengan premi termurah di Allianz.  Padahal, Pakar Perencana Keuangan menyarankan bahwa sebaiknya ada alokasi dana untuk asuransi adalah minimal 10% dari gaji, atau sesuai kebutuhan.  Kenapa?  Orang dengan penghasilan 50 juta perbulan, tentunya memiliki gaya hidup yang berbeda dengan orang yang berpenghasilan 5 juta perbulan. Artinya: Gaya hidup yang lebih tinggi itu, tentu menuntut pengeluaran yang lebih tinggi juga.

Sebaiknya dalam memiliki proteksi asuransi, bila dananya memang ada, belilah proteksi yang Uang Pertanggungannya sesuai pengeluaran rutin bulanan Anda dan cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan Anda.  Uang Pertanggungan diberikan oleh perusahaan asuransi dalam bentuk UANG TUNAI yang jumlahnya bisa sangat besar (contoh miliar-an).

Bila gaya hidup Anda tinggi, artinya pengeluaran Anda juga tinggi, tapi proteksi asuransi yang dimiliki hanya dengan santunan/UP seadanya, lalu bagaimana jika resiko sakit kritis terjadi????

Anda masih harus nombok banyak loh untuk bisa menjalani proses pengobatan dan perawatan sakit kritisnya.  Malah bisa jadi, Anda yang sudah kepayahan dengan sakit kritis yang dialami, ternyata masih harus berpikir bagaimana mendapatkan tambahan dananya???

 

PUNYA ASURANSI DENGAN MANFAAT/SANTUNAN YANG MAKSIMAL

Kegunaan UP (Uang Pertanggungan) pada asuransi sakit kritis adalah:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Bagaimana mengetahui Uang Pertanggungan yang sesuai dan cukup untuk kebutuhan rutin bulanan?  Jawabannya ada DISINI.  Setelah Anda mengetahui UP yang sesuai dan cukup, kita bisa diskusikan berapa besarnya premi yang  Anda bayarkan untuk mendapatkan UP senilai tersebut, sesuai dengan profil Anda.

Memiliki produk asuransi yang tepat, didampingi oleh agen yang tepat (memahami kebutuhan Anda dan memberikan solusi yang sesuai), dengan manfaat santunan yang maksimal, akan:

  • memantapkan Anda dalam keseharian Anda bekerja mencari nafkah demi keluarga yang Anda cintai.
  • menenangkan Anda jika resiko sakit kritis terjadi.  Anda bisa fokus menjalani tahapan terapi dan pengobatan yang mesti dijalani tanpa harus kebanyakan pertimbangan ini itu masalah biaya.
  • keluarga Anda juga tenang.  Kerabat Anda juga tidak perlu kuatir akan didatangi oleh istri Anda yang bersedih-sedih memohon bantuan doa dan dana untuk menambah biaya pengobatan Anda.

 

 

Jadi, apakah Anda masih:

  • lebih mementingkan kesenangan dan gaya hidup berlebih?
  • merasa berat untuk menunda kesenangan agar bisa menyisihkan dana untuk berasuransi?
  • bahkan pelit sama diri sendiri?

 

Bijaklah dengan uang Anda.  Mari berasuransi.  Pilih asuransi syariah.  Asuransi syariah menentramkan.

Konsultasi GRATIS, kontak saya:  Estri Heni, WA:  0817 028 4743

 

UP Jiwa Dan UP Sakit Kritis, Mana Yang Harus Dimaksimalkan Proteksinya?

 

Tanya:
Suami ingin siapkan polis untuk dirinya dengan UP jiwa maksimal dan UP CI seadanya saja. Sementara istri inginnya polis suami yang UP CI sama besar dengan UP jiwa. Mohon saran, bagaimana sebaiknya?
Jawab:
Sebenarnya tidak ada rumusan baku mengenai hal ini.  Kebutuhan tiap individu dan keluarganya akan berbeda-beda.  Meskipun demikian, beberapa hal di bawah ini bisa menjadi dasar pertimbangan:
UP JIWA

Kalau seseorang meninggal, maka “urusan dunia”nya sudah selesai.  Maka yang menjadi langkah selanjutnya adalah keluarga yang ditinggalkan.  Istri dan anak  akan berpikir bagaimana “move on” dari kondisi berduka dan meneruskan hidup mereka secara layak. Tidak ada hal lain yang harus dilakukan keluarga untuk mendiang suami, kecuali mendoakan.   Umumnya tidak perlu ada biaya lagi untuk mendiang suami.  Kecuali di beberapa daerah di Indonesia yang masih menjaga adat budaya daerahnya, mungkin masih ada beberapa “acara” yang butuh biaya.  Kalau mendiang meninggalkan warisan yang cukup, maka sebagian dapat digunakan untuk membiayai “acara” tersebut dan sebagian lainnya akan dapat bermanfaat bagi ahli waris meneruskan hidup.  Masalah selesai.

Baca juga:  UP jiwa saja tidak cukup

 UP SAKIT KRITIS
Pertama,  Jika seseorang mengalami sakit kritis, artinya: dia masih hidup (artinya: ada aktifitas harian yang dilakukan), tapi kondisinya tidak sehat alias sedang sakit. Sakitnya kritis, biasanya menjadi berkurang kemandiriannya, maka aktifitas hariannya harus dibantu orang lain.  Sakit kritis pasti butuh dana besar untuk pengobatan dan pemulihan.
Dengan kondisi tersebut, maka kebutuhan finansial akan bertambah: biaya si sakit, biaya suster pribadi, biaya akomodasi dan transportasi keluarga yang mengantar/menemani ke RS, biaya hidup harian keluarga yang sehat di rumah, biaya hidup bulanan, cicilan, tagihan, tabungan, cita2 pendidikan terbaik untuk anak. Biaya-biaya tersebut tetap harus ada, padahal orangnya sedang sakit.
Bahasa kasarnya sih: kalau ada 1 anggota keluarga yang sakit, maka semua anggota keluarga ikut repot.  Kalau hanya sakit ringan-sedang, mungkin repotnya hanya 1 minggu.  Kalau sakitnya berat alias sakit kritis?
Kalau butuhnya tenaga, pasti masih ada deh yang mau dimintain bantuan tenaganya.
Tapi kalau butuhnya dana? Jika menyangkut hal-hal berbau “dana”, bahkan yang namanya saudara pun bisa jaga jarak nih… Kalaupun bisa galang dana, seberapa besar bisa terkumpul?  Seberapa cepat bisa terkumpul?  Seberapa lama dana tersebut bisa menopang kebutuhan berobat si sakit ataupun kebutuhan hidup keluarga yang sehat?
Sakit berat/kritis, selama urusannya dengan Rumah Sakit, bisa di-cover oleh Asuransi Kesehatan (Swasta ataupun BPJS).  Namun, untuk urusan di luar Rumah Sakit?  Selama perawatan di rumah, sudah pasti harus pakai uang sendiri, tidak bisa lagi pakai asuransi kesehatan.
 Kedua, sakit kritis itu bukan penyakit yang bisa sembuh dalam hitungan hari atau minggu, namun bisa berbulan-bulan.  Contoh: stroke.  Pasien dirawat di RS mungkin hanya 5-7 hari, lalu pulang.  Setelah itu, apakah bisa langsung bekerja lagi?  Tidak, pasien harus istirahat di rumah sekitar 3 bulan.  Selama 3 bulan itu, bagaimana posisinya di kantor?  Kosong.  Apakah perusahaan tetap akan menunggu kekosongan itu sampai karyawannya sembuh?  Tentu tidak.  Pasti perusahaan akan mencari pengganti yang jauh lebih berkualitas, atau minimal setara kualifikasinya dengan Anda.
Adanya efek lanjutan dan jangka panjang dari sakitnya: kondisi tubuh tidak sebugar seperti sebelumnya, kemampuan bekerja menurun, produktifitas berkurang, penghasilan bisa berkurang atau bahkan stop (perusahaan mencari karyawan pengganti dirinya).  Si sakit masih hidup, butuh biaya tambahan bagi dirinya, selain biaya hariannya.  Keluarga yang sehat juga butuh biaya.  Cicilan, tagihan, tabungan, semua biaya ini juga harus diselesaikan.
 Jika kondisinya sama2 hanya punya dana “seadanya”:
1.  kalau orangnya sudah meninggal, artinya “case closed”, tinggal mikirin masa depan.
2.  kalau orangnya masih hidup tapi kondisinya sakit kritis/sakit berat? Maka belum bisa “case closed” ya. Harus terus berikhtiar melakukan pengobatannya, membantu pemulihannya, dibutuhkan support dari keluarga besar agar si sakit bisa tumbuh lagi kepercayaan dirinya sehingga semangat juga untuk segera pulih.
Pada kondisi ini, keluarga yang sehat jadi bertambah aktifitasnya: harus mikirin anggota keluarga lainnya (anak yang masih butuh perhatian orangtuanya),  jadi repot harus bolakbalik antar si sakit ke RS, otomatis aktifitas rutinnya terganggu (harusnya kerja, jadi harus ijin untuk antar ke RS). Anak2 di rumah siapa yang jaga? Oma-Opanya? Susternya? Pengeluaran jadi bertambah. Yang semula hanya perlu ongkos bensin rumah-kantor pp, jadi bertambah ada ongkos rumah-RS pp.  Ini jika pengobatan masih berada di kota yang sama.  Bagaimana jika keluarga mengupayakan pengobatan ke luar negeri???
Sakit kritis butuh biaya besar saat sakit terjadi.  Sakit kritis juga masih butuh biaya besar, meski sudah “tidak sakit”, yaitu => kondisi kesehatan tidak se-fit seperti sebelumnya, hilangnya kemandirian hidup, aktifitas harian harus dibantu orang lain, biaya hidup bulanan keluarga tetap ada.
 Jadi, antara 2 kondisi itu, antara meninggal dunia dan sakit kritis:
  • Mana yang lebih butuh banyak biaya?
  • Apakah sudah siap dananya?
Pastikan bahwa sumber dananya bukan dari “tabungan persiapan pendidikan anak” loh ya.  Jika hal ini terjadi, sia-sia upaya Anda menyiapkan dana pendidikan anak, bisa buyar impian anak bersekolah sesuai keinginannya.
Sudah punya askes? Keputusan Anda tepat karena akan ada penggantian biaya perawatan RS.  Cek lagi polis askesnya, apakah Anda sudah memilih plan askes yang baik, atau malah hanya punya plan askes paling minimal “yang penting asal punya askes”?  Klik kanan artikel terkait:
Baca juga:
–  Saya tidak pernah sakit parah yang harus dirawat di RS, pola hidup sehat, tidak merokok, berolahraga, tidak perlu proteksi sakit kritis.  Yakin bahwa pola makan Anda juga benar?  Baca FAKTA INI.
Belum punya Asuransi Kesehatan?  Mau buka polis Asuransi Kesehatan?  KLIK DISINI
Sudah punya Asuransi Kesehatan?  Ingin melengkapi proteksinya dengan Asuransi Sakit Kritis?  KLIK DISINI

Asuransi Apa Yang Anda Cari? Ini Solusinya!

 

horatio2

 

Apakah anda sedang mencari asuransi?

Jika ya, asuransi apa yang anda cari?

Semoga informasi berikut ini dapat menjadi solusi atas kebutuhan asuransi anda.

 

 

 

 

 

Klik pada nama produk untuk keterangan lebih lengkap, dan anda pun dapat membaca penjelasannya di bagian bawah. 

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus

4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus

2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:

1. HSC+

2. CI+ atau CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Kesehatan Kumpulan Blue Sapphire
8 Asuransi Rawat Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
11 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, ortu punya asuransi jiwa.
12 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

 

Jika anda berminat dengan salah satu produk asuransi di atas, silakan mengisi formulir berikut: