Tag Archive | gagal ginjal

Data Tentang Jenis Penyakit Kritis

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyatakan baru saja  menyelesaikan analisa awal survei penyebab kematian berskala nasional.

Survei itu disebut Sample Registration Survey (SRS). Datanya menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama Kepala Balitbangkes, dikumpulkan dari kejadian selama 2014.

“Data dikumpulkan dari sampel yang mewakili Indonesia, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, dan pada semua kematian itu dilakukan autopsi verbal, sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara real time oleh dokter dan petugas terlatih,” tulis Tjandra Yoga beberapa waktu lalu seperti dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.

 

10 Jenis Penyakit Paling Sering Menjadi Penyebab Kematian di Indonesia:

1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke.
2. Penyakit jantung iskemik.
3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.
4. Tubercolusis pernapasan.
5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi.
6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
7. Penyakit liver atau hati.
8. Akibat kecelakaan lalu lintas.
9. Pneumonia atau radang paru-paru.
10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.

Menurut Tjandra Yoga, data tersebut di atas menunjukkan ada peningkatan peringkat Penyakit Tidak Menular (PTM)  atau sering juga disebut sebagai penyakit degeneratif sebagai penyebab kematian di Indonesia.  (sumber)

Sementara itu, Tjandra melanjutkan, WHO memperkirakan 10 penyebab kematian di dunia pada 2015, di antaranya, penyakit jantung iskemik, stroke, infeksi saluran napas bawah, PPOK, diare, HIV/AIDS, kanker paru, bronkus dan trakea, diabetes melitus, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit jantung hipertensif.  (sumber)

 

JENIS PENYAKIT YANG BERPOTENSI MENJADI BEBAN FINANSIAL

Berikut data yang disampaikan Menkes RI di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

1. Penyakit jantung

Jantung termasuk penyakit kritis yang menghabiskan triliunan rupiah. Disebutkan pada periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).

2. Stroke

Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Karena itulah pengobatannya butuh biaya yang mahal.

3. Ginjal

Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menangani 138.779 pasien ginjal sebesar Rp750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.

4. Diabetes

Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini menurut Menkes menghabiskan Rp313,64 miliar untuk menangani 70.584 pasien sepanjang Januari Ð Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.

5. Kanker

Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan. Jumlahnya mencapai Rp313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya. Untuk merawat penderita, biasanya pasien harus menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.

Agar terhindar dari jenis jenis penyakit tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di antaranya adalah dengan tidak merokok. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.

HardyWebsiteCritical

 

DATA ALLIANZ TENTANG SAKIT KRITIS

Allianz sendiri telah melakukan survei terhadap 1.944 orang responden di 11 kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Manado, dan Bali. Hasilnya, 95 persen responden menyatakan bahwa mereka sadar akan risiko penyakit kritis dan tingginya biaya pengobatan yang dikeluarkan.

Todd Swihart, Direktur Allianz Life Indonesia, mengatakan, jumlah klaim yang dibayarkan terkait penyakit kritis di Allianz bisa mencapai 500-600 klaim per tahun. Tahun 2012 saja, klaim yang telah dibayarkan terkait penyakit itu mencapai 496 klaim. Kembali menurut data perusahaan, 5 penyakit kritis yang paling banyak diklaim dalam dua tahun terakhir adalah:

  1. kanker,
  2. stroke,
  3. penyakit jantung,
  4. gagal ginjal, dan
  5. tumor otak jinak.

 

Agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis penyakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi sakit kritis sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagaimana caranya?  Miliki asuransi sakit kritis di Allianz.

Kenapa di Allianz?  Karena Allianz memiliki fitur:

  1. Rider CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sd usia 70 tahun.  Detil info DISINI.
  2. Rider CI100 merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.  Detil info DISINI.

Secara umum, CI100 lebih bagus karena cakupan penyakitnya lebih banyak, menanggung mulai tahap awal (early stage), dan masa perlindungannya sd usia 100 tahun, tapi biaya asuransinya lebih mahal. Sedangkan CI+ memiliki kelebihan yaitu biaya asuransinya lebih murah dan tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa), sementara CI100 memiliki syarat survival period 7 hari (ini pun paling sebentar dibanding produk sejenis di pasaran).

Karena ada kelebihan dan kekurangan itulah, saya menyarankan anda memiliki dua-duanya. UP atau uang pertanggungannya dibagi dua. Misalnya UP penyakit kritis 1 miliar, maka bisa dibagi CI+ 500 juta dan CI100 500 juta.

Kabar baiknya, gabungan dari rider penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali uang pertanggungan jiwa. Misal, jika anda ingin UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Hal ini memberikan keleluasaan bagi orang yang secara teoretis tidak memerlukan asuransi jiwa dengan UP besar, misalnya anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.

Asuransi sakit kritis UP 1 Miliar bisa Anda dapatkan dengan premi ekonomis, mulai dari 300 ribu perbulan.

Anda sudah punya asuransi sakit kritis dari perusahaan lain?  Bagus.  Anda sudah bagus dalam merencanakan keuangan.  Silahkan buka dan pelajari kembali polis yang Anda punya, pastikan bahwa UP nya cukup besar untuk antisipasi jikalau musibah sakit kritis menimpa.  Jangan sampai, polis Asuransi sakit kritis Anda tidak bermanfaat saat Anda membutuhkannya.

UP sakit kritis dari polis yang Anda miliki sangat kecil? Hanya puluhan juta untuk UP sakit kritis?  Silahkan hubungi agen asuransi Anda untuk upgrade polis Anda.  Pastikan bahwa dengan premi yang baru, Anda akan mendapatkan “harga” yang sebanding untuk UP sakit kritis.

Bila ternyata disana preminya sangat tinggi untuk mendapatkan UP sakit kritis sebesar minimal 1 Miliar, silahkan kontak agen asuransi Allianz Syariah bersertifikasi (agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743) untuk mendapatkan proteksi sakit kritis UP 1 Miliar dengan premi ekonomis.

 

Iklan

Sudah Punya Asuransi Kesehatan Dari Kantor? Lengkapi Proteksi Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis

 

“Kesehatan saya sudah dicover oleh kantor, jadi tidak perlu asuransi lagi”  kalimat itu sering sekali disampaikan ketika saya bercerita tentang asuransi sakit kritis.

Bersyukurlah jika Anda sudah punya asuransi kesehatan dari kantor.  Ini bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda pada saat mengalami sakit dan harus melakukan pengobatan atau perawatan di Rumah Sakit.

Setelah Anda menerima informasi bahwa kesehatan Anda ditanggung oleh asuransi kesehatan kantor, saran saya:  Segera hubungi Customer Care Asuransi Kesehatan dari kantor Anda untuk detil manfaat yang Anda terima.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda tanyakan/konfirmasi ke CS Askes dari kantor Anda:

  1.  Cara klaim kesehatan.  Apakah cashless, atau reimburse.
  2.  Limit yang Anda dapatkan:  Kelas kamar apa, atau kelas kamar harga berapa perharinya?
  3. Bagaimana cara mengetahui limit:  harus telepon CS Askes kantor, atau info dari RS rekanan
  4. Kondisi yang dikecualikan apa saja.  Kondisi bagaimana yang tidak dicover?
  5. Manfaat apa saja yang dicover: rawat inap saja kah?  Atau ada juga rawat jalan, rawat gigi, kehamilan, santunan harian?
  6. Prosedur berobat:  apakah bisa langsung ke RS konsul ke dokter ahli?  atau harus melalui faskes 1 dulu? atau ada beberapa dokter spesialis yang bisa langsung, tanpa harus ada rujukan dulu dari faskes 1?
  7. Selain Anda sebagai pekerja di kantor Anda, apakah pasangan Anda dan anakAnda  juga ditanggung?  Sampai anak keberapa yang ditanggung?  Sampai anak usia berapa yang ditanggung?

Semua hal itu harus jelas sampai ke Anda informasinya.  Jangan sampai: setelah Anda selesai konsul dengan dokter, ternyata Anda tidak bisa cashless tapi harus reimburse, atau biaya kesehatan yang tadi Anda konsulkan ke dokter ternyata termasuk pengecualian alias tidak dicover.

Sejatinya, asuransi kesehatan haruslah bisa meringankan Anda saat harus melakukan perawatan/pengobatan di RS/Klinik rekanan.  Sehingga sangat penting untuk memahami manfaat yang Anda dapat dari Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh Kantor Anda.

Jangan risau jika Kantor Anda tidak memberikan fasilitas Asuransi Kesehatan.  Toh, Anda  bisa ajukan asuransi kesehatan pribadi ke perusahaan asuransi terpercaya kepada agen asuransi bersertifikasi (Silahkan kontak agen Estri Heni, Hp:  0817 028 4743), atau bisa juga ajukan permohonan fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah yaitu BPJS.

Bagi Anda yang sudah memiliki asuransi kesehatan pribadi, mohon cek kembali polis Anda untuk detil manfaat yang Anda dapat.  Beberapa poin penting yang bisa menjadi acuan adalah seperti pertanyaan pada customer Care tersebut di atas.

Asuransi kesehatan adalah penggantian biaya kesehatan/perawatan yang timbul selama berurusan dengan Rumah Sakit.   Apapun sakit Anda, baik sakit “ringan” (seperti Typhus, DBD) atau pun sakit “berat” (seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll), selama dilakukan perawatan atau pengobatan dan berhubungan dengan Rumah Sakit, maka Anda bisa memanfaatkan Asuransi Kesehatan dari kantor.

Asuransi Kesehatan hanya memberikan penggantian untuk biaya2 yang “terlihat”, yang bisa dibaca pada tagihan Rumah Sakit.  Contohnya:  biaya dokter, biaya kamar, biaya tindakan operasi, biaya obat.  Selama Anda dirawat inap di RS, jika anda memiliki asuransi kesehatan, maka tidak peduli anda dirawat karena sakit ringan, atau sakit parah karena sakit kritis atau karena kecelakaan, semuanya akan dicover biayanya oleh asuransi kesehatan yang anda miliki.

Jangan lupa, pada umumnya, asuransi kesehatan dari kantor memberikan manfaat sesuai limit pertahun (mohon konfirmasikan ke CS Asuransi Kesehatan dari kantor Anda).  Artinya apa?  Ada beberapa kondisi yang tidak dicover oleh asuransi kesehatan dari kantor.

Contoh kasus:

Limit askes kantor = kamar kelas 1.  Ternyata saat Anda harus dirawat, kamar kelas 1 sudah penuh. Maka Anda disarankan oleh pihak RS untuk dirawat di kelas perawatan yang lebih tinggi.  (Pada jenis askes tertentu, masih bisa cover kondisi ini, pada 2 hari pertama.  Dengan ketentuan, hari ke3 kembali ke kelas 1).  Namun, bagaimana jika sampai Anda selesai dirawat, kamar kelas 1 (yang sesuai limit askes kantor) juga tidak bisa Anda tempati?  Maka terpaksa Anda harus membayar ekses klaim.

Apa itu ekses klaim? Ekses klaim adalah biaya perawatan yang dipakai oleh peserta melebihi dari plafon atau limit yang menjadi haknya dalam polis asuransi kesehatan yang dimilikinya. Semua produk asuransi kesehatan memiliki limit. Limit menunjukkan batasan manfaat yang dapat diterima oleh peserta asuransi kesehatan.  Artinya:  Anda harus pakai uang pribadi untuk membayar ekses klaim ini.

Apakah hal ini berat bagi Anda?  Tergantung berapa jumlah yang harus Anda bayar.  Mungkin jika kurang dari 1 Juta, masih belum jadi masalah ya…  Ataukah 1 juta saja sudah jadi masalah bagi finansial Anda???  hehehe…

Yang saya mau garis bawahi disini adalah fakta bahwa:  walaupun sudah punya asuransi kesehatan (yang katanya bisa meringankan finansial Anda saat terjadi sakit, masuk RS tinggal gesek kartu saja tidak perlu keluar uang lagi), ternyata masih ada kemungkinan Anda masih harus pakai uang pribadi lagi.  Betul ya?  Pada contoh ini, biaya pribadi yang harus Anda keluarkan lagi adalah biaya ekses klaim.

Itu baru contoh kecil, dimana Anda masih harus bayar lagi, harus keluarkan uang lagi, untuk bayar biaya kelebihan tagihan perawatan RS.

Jangan lupa, saat Anda akan/sedang berobat ke RS:

  1.  Ada anggota keluarga lain yang mendampingi
  2. Butuh transportasi umum (jika tidak punya kendaraan pribadi)
  3. Jika penyakit Anda harus dirujuk ke RS yang lebih besar:  Butuh ambulance
  4. Jika dirujuk ke RS di luar kota/luar negeri:  butuh penginapan
  5. Pendamping Anda butuh makan
  6. Anak Anda yang ditinggal di rumah selama Anda sakit juga butuh pengasuh sementara

6 hal di atas adalah untuk kasus sakit “ringan”, contohnya: febris, DBD, thypoid.

Jika kasusnya adalah sakit “berat/kritis”, contohnya:  jantung, gagal ginjal, kanker, maka selain 6 faktor di atas, akan ada 5 hal lagi yang harus Anda ingat:

  1. Mungkin Anda butuh pengobatan alternatif
  2. Juru rawat pribadi atau tambahan supir
  3. Suplemen, vitamin ekstra untuk penyembuhan
  4. Income Anda yang terganggu atau bahkan hilang
  5. Income pasangan Anda yang terganggu  atau bahkan hilang

Apakah  11 faktor tersebut butuh biaya juga?  Jawabannya:  YA!

Apakah 11 faktor tersebut juga ditanggung/dicover oleh Asuransi Kesehatan fasilitas dari kantor yang Anda miliki?  Jawabannya:  11 faktor tersebut TIDAK ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan untuk menutup biayanya?

  • Kuras tabungan.  Bisa cepat tersedia uang tunai, jumlahnya belum tentu besar.  Tanya kembali:  Sudah berapa lama Anda menabung?  Berapa besar uang yang Anda tabungkan setiap bulan?  Apa sebenarnya tujuan Anda menabung?  Apakah untuk impian masa depan yang indah dan sejahtera?  Atau memang uangnya disiapkan untuk jaga-jaga bila terjadi musibah (sakit, kecelakaan, cacat, meninggal)?
  • Jual motor/mobil/rumah/tanah.  Perlu waktu untuk tersedia uang tunai, jumlahnya bisa besar.  Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.
  • Pinjam teman/saudara/kerabat.  Bisa cepat, bisa juga butuh waktu, jumlahnya tidak tentu. Ingat: jika sakit berat/kritis, Anda berlomba dengan waktu!  Anda harus segera diambil tindakan, diberi pengobatan terbaik, oleh doker ahli terbaik, di Rumah Sakit terbaik, dengan alat medis terbaik dan terlengkap.

 

Jika penyakitnya termasuk kategori “sakit berat/kritis”, apakah biayanya yang didapat dari 3 upaya di atas tersebut bisa cukup?

Baca juga:  Benarkah sakit kritis butuh biaya besar?

Kenapa agen Estri Heni selalu menyinggung tentang “sakit berat/kritis”?   Seseorang yang sakit, adalah orang yang masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan aktifitas harian.  Jadi, orang yang sakit itu butuh pengobatan terhadap sakitnya, ditambah pemulihan dari sakitnya, ditambah perawatan pasca sakit, ditambah adanya kemungkinan beliau bisa kehilangan produktifitas kerja, ditambah lagi kemungkinan kehilangan penghasilan akibat sakit yang lama…

Karena sakit ringan itu masih bisa dicover oleh asuransi kesehatan, atau juga karena dampak finansialnya tidak buruk.  Sakit ringan, misalnya thypus, paling banter rawat inap 5 hari di kelas VIP butuh biaya “hanya” 21 juta (baca DISINI).  Sedangkan berat/kritis itu butuh biaya yang sangat besar.  Selain itu, sakit berat/kritis itu juga memberikan dampak keuangan yang buruk.

Fungsi asuransi adalah:  melindungi penghasilan Anda dari dampak keuangan yang buruk.  Yaitu menjaga agar penghasilan Anda tidak terganggu dan impian masa depan yang indah dan sejahtera tetap bisa terwujud, apabila terjadi musibah pada diri Anda.  Penghasilan Anda aman/utuh, keluarga Anda tidak terganggu, tetap bisa hidup layak walau musibah sakit kritis menimpa Anda.

Fungsi asuransi sakit kritis:

  • Membiayai pengobatan penyakit kritis.
  • Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
  • Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
  • Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
  • Memelihara kepercayaan diri

Maka, untuk membiayai 11 hal di atas, yang tidak dicover/tidak ditanggung oleh Asuransi Kesehatan kantor Anda, lengkapilah proteksi Anda dengan asuransi sakit kritis.

Ingat, asuransi kesehatan fasilitas dari kantor Anda memiliki banyak batasan.  Untuk sakit ringan, mungkin uang pribadi Anda masih bisa menjadi solusi.

Bagaimana bila yang terjadi adalah sakit berat/kritis?

  • Apakah Anda bisa memilih untuk “hanya terima sakit ringan saja”, “sakit beratnya jangan ke saya, tolong limpahkan saja kepada si Fulan”?
  • Mampukah uang pribadi Anda menjadi solusinya?
  • Seberapa besar bantuan dari keluarga bisa menjadi solusi?
  • Apakah Anda hanya akan menunggu dan mengandalkan bantuan dari orang lain saja?
  • Tidakkah lebih baik Anda siapkan secara mandiri proteksinya, agar Anda bisa pastikan siap dana tunai minimal 1 Miliar untuk Anda?

Saran saya, untuk hal ini, jadilah pribadi yang EGOIS.  Pikirkanlah hanya diri Anda sendiri, dan keluarga kecil Anda.  Siapkan dana maksimal untuk jaga-jaga terhadap musibah yang mungkin bisa terjadi pada diri Anda dan keluarga Anda.  Jangan menggantungkan hidup Anda kepada oranglain.  Orang lain sudah pusing dengan urusannya sendiri.  Janganlah Anda usik dengan kedatangan Anda untuk tawarkan harta Anda untuk dijual padanya karena Anda butuh dana, ataupun kedatangan Anda pinjam uang padanya.

 

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (manfaat tambahan) pada produk asuransi jiwa Tapro. Saat ini terdapat dua macam rider penyakit kritis, yaitu CI+ dan CI100.

CI+ memberikan perlindungan dari 49 penyakit kritis sampai usia 70 tahun, sedangkan CI100 memberikan perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun.

 

Berikut contoh ilustrasinya:

 

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

Pria usia 30th: UP 1M, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor benefit, premi 950 ribu per bulan

 

 

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

Wanita usia 30th: UP 200jt, CI+ 500jt, CI100 500jt, Payor Benefit, Payor Protection, premi 550 ribu per bulan

 

 

TABEL PREMI Asuransi Sakit Kritis UP = 1 Miliar

tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit1

 

Yuk, diskusikan kebutuhan Uang Tunai asuransi Sakit Kritis !

Kontak:

Estri Heni

WA:  0817 028 4743

 

 

 

 

 

Operasi Batu Ginjal, apakah dicover asuransi?

 

Kali ini saya hanya sekedar bercerita apa adanya tentang sepupu yang baru saja operasi batu ginjal.  Sepupu saya, laki-laki 37 tahun, seorang manajer finance di sebuah perusahaan.  Sepupu saya ini SEHAT terus, rajin OLAHRAGA bersepeda,  TIDAK ADA keluhan yang dirasakan.  Sampailah pada keadaan dia menemukan kondisi dimana saat itu air seninya berwarna merah.

batu-ginjalBeliau cek ke klinik, hasilnya:  ada protein di urin.  Konsul ke dokter Urologi, USG nya dinyatakan ada batu ginjal di kanan kiri dan harus operasi untuk ambil batu di ginjal kanan.  Sementara batu di ginjal kiri bisa dilakukan tindakan ESWL saja, tanpa perlu operasi.  Karena sudah syok mendengar kata “operasi”, maka istrinya yang melanjutkan konsultasi.  Dokter menyarankan CT Urologi untuk detilnya.  Informasi dari dokter:  batu ginjal tersebut termasuk jenis “batu tanduk rusa” karena berukuran besar yang sudah hampir menutupi bagian kalises ginjal, bila tidak diambil maka konsekuensinya 2:

  • Batu akan turun menutupi ureter, pasien bisa meninggal dunia
  • Bila pasien hidup, maka harus cuci darah

Pasien berusaha mencari second opinion ke beberapa Urolog lain.  Hasilnya sama:  harus operasi.  Bermaksud mencoba BPJS, dirujuk ke RS rekanan BPJS, yang ternyata jaraknya jauh dari rumah.  Akhirnya diputuskan menggunakan askes dari kantor saja, dengan pertimbangan:  RS rekanan dekat dari rumah.  Sehingga memudahkan istri untuk bolak balik, dan tidak kelamaan meninggalkan batita di rumah.

Karena dokter sudah tau prosedur klaim asuransi, dan beliau meminimalkan konfirmasi dari pihak asuransi untuk kasus pasien tersebut.  Mengingat kesibukan beliau menangani pasien lebih banyak perlu waktu, ketimbang harus menjawab pertanyaan dari pihak asuransi.  Maka untuk mempercepat pelayanan dan tindakan, saran dokter:  bila ingin memanfaatkan askes kantor, masuknya dari UGD saja.  Bukan dari poliklinik.

Prosedur diikuti, operasi dilakukan.  Ternyata setelah observasi pasca operasi, ditemukan adanya rembesan darah yang masih keluar dari ginjal.  observasi dilanjutkan.  Bila didapati rembesan semakin banyak, maka harus dioperasi ulang.  Pasien semakin tidak nyaman mendengar hasil observasi, terasa masih nyeri pasca operasi, ditambah hati tidak tenang, terbayang anak istri…  Sungguh perasaan yang campur aduk…

Curhat istri di rumah:  “syok dengar penjelasan dokter tentang konsekuensi bila tidak dioperasi.  Padahal pasien takut dioperasi.  Dengan pertimbangan:  mumpung masih muda, recovery pasca operasi akan lebih mudah daripada ditunda.  Sedih, di rumah hanya bisa menangis.  Balita di rumah demam tinggi, sementara suami di rumah sakit masih observasi pasca operasi.  Ditambah pula keterangan dokter tentang adanya rembesan itu… hadeeuuuhh”

—————————-

Saya tidak berada di posisi tersebut, tapi saya bisa merasakan bagaimana bila ada di posisi pasien dan bagaimana bila ada di posisi istrinya.  Jika bisa dibilang : padahal kasusnya “hanya” operasi batu ginjal saja,  perasaan pasien dan istri bisa sedemikian hebohnyaa…

Bagaimana bila kasusnya lebih parah dari itu????

 

Pelajaran berharga yang saya dapat dari kasus ini:

Asuransi Kesehatan penting untuk bisa menggantikan biaya rumah sakit saat pasien harus dilakukan tindakan medis dan rawat inap, namun tidak dapat menggantikan “biaya yang tersembunyi”.  Apa saja biaya yang tersembunyi itu?  karena kasusnya “hanya” operasi batu ginjal, maka biaya yang tersembunyi mungkin hanya ini:  akomodasi anggota keluarga yang menunggu pasien.

Baca juga:  Biaya Tersembunyi

Berada di posisi istri.  Beliau sampai hanya bisa menangis di rumah karena terbayang sang suami di RS.  Padahal kasusnya “hanya” operasi batu ginjal, yang masih bisa recovery saja walaupun butuh waktu, sang istri menangis terus di rumah.  Pernahkah terbayang, (karena sang suami sehat, olahraga, tidak ada keluhan) bagaimana bila yang terjadi adalah: suami terlambat terdeteksi ada batu di ginjalnya, sehingga terjadi konsekuensi seperti yang disampaikan dokter?

Bagaimana bila kasusnya sampai terjadi gagal ginjal?  Pasien harus bolak balik cuci darah, dan itu harus terus menerus???  Pastinya:

  1.  Istri sampai tidak bisa menangis lagi karena sudah kering airmata
  2. Istri tidak bisa fokus: anak 2 (usia sekolah dan batita).  Antara pekerjaan antar jemput sekolah si kakak, meninggalkan batitanya, dan bolakbalik temani suami ke RS.  Karena istri tidak bisa setir mobil, otomatis minta bantuan opa untuk setir mobil
  3. Bila pasien diberi umur panjang, kualitas hidup pasien menurun, produktifitas kerja berkurang, bisa saja perusahaan akan memintanya berhenti.  Artinya apa?  Penghasilan bisa berhenti juga.  Sementara istri berprofesi sebagai “Wonder Mom”, alias ibu rumah tangga luarbiasa.  Boleh jadi, biaya tindakan medisnya bisa di-cover asuransi kesehatan.  Namun, bagaimana dengan biaya hidupnya?
  4. Bila pasien diberi umur pendek, sudah pasti penghasilan juga berhenti.  Bagaimana biaya hidup keluarga yang ditinggalkan?  Bagaimana rencana sekolahkan anak setinggi2nya?  Bagaimana rencana perjalanan ibadahnya?  Bagaimana melunasi cicilan rumah dan mobilnya?  Bagaimana???

Saya meyakini rejeki sudah diatur.  Namun tidak ada salahnya mempersiapkan kebaikan bagi keluarga tercinta, bila resiko terburuk terjadi.  Sudah tepatkah rencana keuangan keluarga Anda?  Jangan lupa sisihkan sedikit penghasilan Anda untuk melindungi penghasilan Anda.

Siapkan proteksi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

 

Allianz memiliki rider CI100, yaitu manfaat tambahan proteksi terhadap 100 jenis sakit kritis, cover sampai nasabah usia 100 tahun.  Yang termasuk sakit kritis untuk ginjal adalah kasus:

  • Pengangkatan satu ginjal  (early stage, cair 50% UP)
  • Penyakit Ginjal Kronis (early stage, cair 50% UP)
  • Gagal ginjal (advance stage, cair 100% UP)

*defenisi masing2 kasus lebih jelas ada pada polis

 

Kasus sakit kritis merupakan keadaan yang memerlukan biaya sangat besar.  Bila finansial Anda mendukung, maka pastikan Anda memiliki proteksi yang besar pula, bukan hanya sekedar ada.

Silahkan KONTAK SAYA untuk mendapatkan ilustrasi proteksi sakit kritis.