Tag Archive | siapkan dana pendidikan anak

Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

 

hepifam

 

Seorang kepala keluarga dari sebuah keluarga bahagia menghubungi saya, menyampaikan maksudnya yang sedang mencari Asuransi untuk Masa Depan Anak.  Apakah di Allianz Syariah ada produk yang bisa menjawab kebutuhan saya itu?

 

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan “meluruskan” pemahaman tentang Asuransi untuk “Masa Depan Anak”.  Yang beliau maksud dengan “Masa Depan Anak” yaitu bahwa Anaknya akan terjamin ketersediaan dana pendidikannya dan juga kebutuhan lainnya dapat dipastikan persiapan dananya tidak terganggu.  Saya tanya kembali:  “Apakah Bapak sudah punya asuransi untuk Bapak sendiri?”.  Beliau menjawab:  “Belum.  Saya fokuskan persiapan dana untuk masa depan anak”

Baiklah, saya sudah mengerti maksudnya.

 

KETERSEDIAAN DANA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

Kebanyakan orangtua masih rancu dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.  Menghubungi saya untuk membeli asuransi pendidikan anak, dengan pemikiran agar dana pendidikan bisa disiapkan melalui asuransi.

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?

Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja merupakan “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti, yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).

Bila Pencari nafkah sudah PUNYA polis asuransi, artinya:

  1. Selama pencari nafkah masih sehat –> pencari nafkah bekerja –> ada penghasilan  –> ada dana yang disisihkan untuk persiapan dana pendidikan melalui instrumen investasi –> dana pendidikan anak akan siap.
  2. Bila pencari nafkah mengalami musibah –> tidak bisa bekerja –> tidak ada penghasilan –> ada DANA TUNAI dari klaim asuransi –> dana digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi dana pendidikan.

Dari uraian tersebut, tentunya sudah dapat dipahami bahwa dengan adanya polis asuransi untuk pencari nafkah, maka masa depan Anak akan terjamin.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak

 

 

KETERSEDIAAN DANA JIKA TERJADI MUSIBAH, TANPA HARUS JUAL HARTA

Sekarang kita coba pelajari isi polis.  Bagi agen asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan dalam rangka menyiapkan masa depan anak, biasanya dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah ANAK.  Sedangkan saya, yang mengutamakan asuransi bagi pencari nafkah, untuk tujuan masa depan anak yang terjamin, maka dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah PENCARI NAFKAH.

Apa bedanya, jika dalam polis, yang menjadi TERTANGGUNG adalah ANAK, dengan TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH ?

 

TERTANGGUNG adalah ANAK

  1.  Jika terjadi musibah pada anak ??

rip

 

panah

Penerima Manfaat Untuk Siapa ???

Untuk orangtuanya yang masih sehat dan produktif?

 

 

2.  Jika terjadi musibah pada pencari nafkah ??

rip

panahYang ditanggung = anak.  Yang kena musibah = pencari nafkah.

Maka  Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan

HANYA   bebas premi saja, dan atau dana pendidikan sampai usia tertentu.

 

 

Lalu, bagaimana untuk keluarga yang ditinggalkan…

Masalah apa saja yang masih mungkin terjadi ?

  • Biaya kebutuhan keluarga, seperti: makan, pakaian, dll
  • Cicilan
  • Berbagai tagihan
  • Kebutuhan / perlengkapan sekolah
  • Biaya pengobatan
  • Biaya tidak terduga

SIAPA YANG AKAN  MEMBERIKAN “TANGGUNGAN” TERSEBUT ?

Pasangan Anda dan anak tercinta jadi harus bekerja membanting tulang menggantikan posisi Anda, agar semua kebutuhan hidup di atas bisa tetap dibayar/dipenuhi.

Bayangkan, pasangan Anda yang mulai menua, tenaga yang sudah berkurang, tapi masih harus memulai hidup dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan Anak Anda (sesuai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Bayangkan anak Anda yang masih kecil, masih dalam masa permainan, dengan tenaganya yang masih lemah, tapi harus membantu pasangan Anda untuk memulai bekerja dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan mereka (seusai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Anak, ini KURANG tepat!  Saya sangat tidak menyarankan.

 

TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH

Jika terjadi musibah pada Pencari Nafkah:

  •   Terdiagnosa Penyakit Kritis:

cancer

atau penyakit kritis lainnya

 

Ada 49 jenis penyakit kritis atau 100 kondisi “Penyakit Kritis”

  •  Cacat Tetap Total

 

Jika klaim memenuhi kriteria sesuai dalam buku polis, maka PENERIMA MANFAAT (ahli waris) akan:

  1. Menerima “Uang TUNAI jumlah Besar” yang ditransfer oleh Allianz.  Uang Tunai ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Seperti:  kebutuhan hidup keluarga (makan, pakaian, dll), membayar cicilan, membayar tagihan, biaya pengobatan, ditabung untuk biaya pendidikan anak, digunakan sebagai modal usaha, diinvestasikan lagi agar dana semakin berkembang.
  2. Sakit kritis, Cacat Tetap Total, Meninggal dunia  ==>  ada manfaat bebas Premi bagi polis anggota keluarga lainnya.  Artinya:  premi polis anggota keluarga lainnya menjadi GRATIS dan akan dibayarkan preminya oleh Allianz.  Sehingga anggota keluarga lainnya tetap akan mendapatkan perlindungan dan manfaat, walaupun pencari nafkah sudah tidak lagi bersama mereka.

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Pencari Nafkah, saran profesional saya: sangat merekomendasikannya!

Baca juga:   Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

 

Bersama Allianz Syariah, masa depan Anak dan keluarga Anda akan terlindungi, baik selama Anda ada ataupun sudah tidak bersama mereka lagi…

 

happy-family

 

SEGERA lindungi penghasilan Anda, dan siapkan masa depan Anak dan keluarga dengan TEPAT.

Pahami manfaat asuransi yang ditawarkan agen.  Hubungi Agen Asuransi Allianz Syariah Bersertifikasi, yang mengerti fitur produknya dan memahami kebutuhan Anda.

Estri Heni

SMS/WA:   0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

 

 

 

Iklan

Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan

 

Dari survey kecil-kecilan yang saya buat saat membuat iklan di facebook tentang “Asuransi Pendidikan”,  “Asuransi Jiwa” dan “Asuransi Kesehatan”, ternyata Asuransi Pendidikan menempati pilihan pertama para orangtua saat mengalokasikan dana untuk asuransi, ketimbang pilih asuransi Jiwa untuk orangtua.  Permohonan ilustrasi yang masuk ke email saya juga banyak yang meminta informasi mengenai Asuransi Pendidikan.  Hal ini membuat saya ingin menulis artikel tentang hal tersebut.

 

IMG_20160510_094409

 

Asuransi Pendidikan merupakan hal yang sangat diminati orang tua, karena orang tua tentu sangat menyayangi anaknya.  Orangtua menginginkan anak dapat menuntut ilmu setinggi-tingginya dan dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Asuransi Pendidikan.  Asuransi Pendidikan diharapkan dapat menjadi alat bagi orang tua untuk mendampingi kebutuhan finansial terhadap pendidikan anak.  Orangtua juga membutuhkan rasa aman saat siapkan dana pendidikan anak sejak SD-kuliah.  Dengan kata lain:  urusan biaya sekolah sejak SD-kuliah BERES dengan asuransi pendidikan.

Namun, benarkah demikian?

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?  Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja menjadi “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Lalu bagaimana dengan asuransi pendidikan?? Apa yang salah dengan asuransi pendidikan??

Tidak ada yang salah dengan asuransi pendidikan.  Semua asuransi adalah baik adanya.  Hanya saja pemahamannya yang belum tepat.  Frase “Pendidikan” pada istilah “Asuransi Pendidikan” sangat menyentuh emosional.  Manusia bertindak berdasarkan emosional.  Sehingga bila mendengar ada sesuatu yang namanya “Asuransi Pendidikan”, maka hal itu sangat menarik minat, utamanya bagi ibu-ibu (seperti saya, dulu… hehe).

Lalu bagaimana konsep Asuransi Pendidikan yang tepat?

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).  Memang, idealnya bila kita punya dana cukup besar, maka semua anggota keluarga diasuransikan.

Ibaratnya:  bila punya payung, sebaiknya semua anggota keluarga punya payung.  Karena kita tidak tau, siapa yang akan mengalami hujan.  Apakah ayah, ibu, atau anak yang akan mengalami hujan.  Bila semua anggota keluarga punya payung, bila hujan turun di suatu tempat tertentu, maka orang tersebut tidak akan kebasahan oleh hujan.  Ingat: punya payung bukan berarti hujan tidak akan turun, tetapi melindungi si pemilik payung agar tidak kebasahan saat hujan turun.

Bagaimana bila dananya terbatas??  Siapa yang harus diasuransikan terlebih dulu??  Bila keadaannya demikian, jauh lebih bijak jika orangtua (pencari nafkah) yang lebih dulu diasuransikan.

Baca juga:    Dana Terbatas, asuransi apa yang diambil lebih dulu?

Masih merasa lebih sreg bila anak punya asuransi pendidikan?  Masih lebih mengutamakan asuransi pendidikan anak daripada asuransi untuk pencari nafkah?

Mari kita cermati perbedaannya, bila yang diasuransikan lebih dulu adalah anak atau orangtua:

Skenario 1.

Anak PUNYA asuransi pendidikan, namun orang tua tidak punya asuransi jiwa.  Orang tua mengalami musibah, sehingga tidak mampu bekerja.  Tidak mampu bekerja artinya penghasilan terputus (tidak ada penghasilan).  Apa yang akan dilakukan?

Tindakan yang dilakukan umumnya adalah:  aset dijual, investasi dicairkan, tabungan diambil.

Masalah:  apakah Anda yakin, dana yang disiapkan semula untuk tujuan pendidikan anak akan tetap “aman” alias tidak akan diambil juga?

Untuk atasi musibah si orang tua (misal sakit kritis butuh biaya miliaran, atau kondisi cacat total sehingga kemampuan bekerja tidak maksimal lagi), seseorang akan dihadapkan pada kondisi:  bagaimana caranya agar orangtua sembuh.  Salah satu caranya adalah mengambil dana (yang semula ditujukan untuk) tabungan pendidikan anak, bukan? Lalu bagaimana nasib pendidikan anak tersebut?  Apakah anak akan bisa tenang menyelesaikan pendidikannya sampai jenjang tinggi?

Memang benar, pada skema asuransi pendidikan, ada istilah payor / autosaving.  Yang artinya:  bila orangtua kena musibah, maka tidak perlu bayar premi lagi dan premi akan diteruskan (diteruskan tabungannya) oleh asuransi.

Contoh: premi asuransi pendidikan anak 500rb/bulan.  Dengan adanya autosaving 500rb/bulan, apakah 500rb/bulan itu cukup untuk biaya pendidikan anak dan untuk biaya hidup anak?  Itu baru hitung-hitungan untuk si anak saja, loh.  Belum dihitung biaya hidup orangtua, cicilan, dll yang tentunya tidak dicover oleh asuransi pendidikan anak.

Baca jugaYang punya Asuransi Pendidikan Anak, wajib baca ini!

Skenario 2.

Anak tidak punya asuransi pendidikan.  Orang tua PUNYA asuransi jiwa.  Orang tua mengalami musibah, sehingga tidak mampu bekerja.  Tidak mampu bekerja artinya penghasilan terputus (tidak ada penghasilan).  Apa yang harus dilakukan?

Tindakan yang harus dilakukan:  hubungi agen asuransi atau customer service perusahaan asuransi, klaim diproses, cair DANA TUNAI jumlah BESAR (misal 500 juta atau 1 miliar).

Lalu bagaimana strategi pengelolaan dana besar tersebut?

Dana Besar tersebut dialokasikan ke beberapa instrumen investasi sehingga bisa menjadi dana pendidikan anak, biaya hidup keluarga, biaya cicilan yang belum selesai, dll.  Sehingga dari dana besar yang cair tersebut, si anak akan tetap bisa hidup layak dan menempuh pendidikan dengan tenang sampai jenjang yang tinggi.

Baca juga:

Cara Terbaik Siapkan Dana Pendidikan Anak

Itulah pentingnya melindungi si pencari nafkah terlebih dulu.  Supaya jika terjadi musibah pada pencari nafkah, anak akan tetap aman.  Aman untuk bisa hidup layak, dan aman dalam melanjutkan pendidikan.

Baca juga:

Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

Kesimpulan pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan

3 hal penting yang harus diketahui:

  1.  Seorang anak bisa sekolah sampai selesai jenjang tinggi, bukan semata-mata karena asuransi.  Melainkan karena adanya orangtua masih mampu bekerja.  Kemampuan orang tua dalam bekerja merupakan JAMINAN bagi pendidikan anak.  Mari kita cek diri kita:  apakah kita bisa sekolah tinggi karena asuransi, atau karena orang tua kita mampu bekerja?
  2. Punya asuransi ibarat kita punya payung.  Sebisa mungkin setiap anggota keluarga punya payung agar tidak basah saat hujan turun.  Karena kita tidak bisa memprediksi musibah akan datang pada siapa.  Bila dana cukup, jangan hanya mengasuransikan diri sendiri saja, tapi juga anggota keluarga lainnya.
  3. Bila dana terbatas: #skenario 1.  yang disiapkan adalah asuransi pendidikan anak.  Bila orangtua kena musibah, maka akan sama-sama jatuh.  Artinya:  orangtua kena musibah sehingga tidak berpenghasilan, anak juga tidak bisa sekolah karena dana dipakai untuk pengobatan orangtua.  #skenario 2.  yang disiapkan adalah asuransi jiwa orangtua.  Bila orangtua kena musibah, cair uang besar.  Uang besar itu bisa digunakan sebagian untuk pengobatan orangtua dan sebagian lagi dialokasikan untuk tabungan pendidikan anak.  Orangtua teratasi musibahnya karena bisa melanjutkan pengobatan.  Anak teratasi masalahnya karena bisa melanjutkan sekolah.  Jadi uang besar itu bisa dimanfaatkan sebagai JAMINAN pendidikan anak.

 

Hubungi Estri Heni

SMS/WA:  0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

Dapatkan pemahaman yang benar tentang asuransi pendidikan.

Bila Anda sudah punya polis, hubungi Estri Heni untuk mereview polis Anda, karena 95% orang Indonesia tidak mengerti isi polis mereka, dan berujung pada kekecewaan.

 

Demikian.  Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi tentang Persiapan Dana Pendidikan Anak

 

Pada  postingan kali ini, saya ingin berbagi mengenai diskusi saya dengan calon klien saya tentang bagaimana  mempersiapkan Dana Pendidikan Anak. Saya ingin memposting di blog ini untuk sharing kepada anda yang saat ini berencana memulai persiapan Dana Pendidikan Anak. Selamat membaca

 

Kids playing in professions

Q : selamat sore mba, boleh saya minta ilustrasi untuk alisya tapro untuk pendidikan anak usia 3y8m dan 1y1m

A : Terimakasih telah menghubungi saya untuk rencana Dana Pendidikan Anak. Sebelumnya, saya ingin sharing sedikit pandangan tentang Perencanaan Dana Pendidikan Anak.

Banyak orang yang saya ceritai tentang asuransi, bertanya kepada saya tentang asuransi pendidikan. Mereka ingin asuransi yang memberikan sejumlah uang ketika anaknya masuk sekolah (TK, SD, SMP, SMA, PT). Dasar alasannya saya kagumi, yaitu bahwa mereka lebih mementingkan anak daripada diri mereka sendiri.

Tapi sebenarnya ada yang lebih penting ketimbang persiapan dana pendidikan anak, yaitu proteksi jiwa dan kesehatan untuk orangtua. Dasar pemikirannya begini: sepanjang orangtua sehat dan selamat dan masih hidup, dana pendidikan anak bisa diperoleh dengan cara lain dan dari mana saja asalkan berusaha. Tapi jika orangtua tidak sehat atau tidak selamat, bisa-bisa dana pendidikan yang telah dipersiapkan pun akan terpakai untuk biaya berobat orangtua.

Dengan kata lain, ungkapan kasih sayang kepada anak justru lebih tepat disalurkan lewat asuransi jiwa. Dengan asuransi jiwa, orangtua memikirkan kepentingan anak bukan hanya ketika ia sehat dan selamat dan hidup, tapi juga jika ia tak berdaya dan bahkan jika ia terlalu cepat menghadap Sang Pencipta.

Intinya: proteksi harus didahulukan daripada investasi. Inilah alur perencanaan keuangan yang benar.

Namun tidak mudah memberikan pengertian ini kepada para orangtua yang “sangat peduli anak” itu. Belum lagi jika mereka meminta asuransinya atas nama anak. Maka ini kekeliruan lain lagi yang kadarnya lebih besar. Setiap asuransi pendidikan pada hakikatnya adalah asuransi jiwa, hanya ada nilai tunainya, sedangkan anak tidak butuh asuransi jiwa karena dia belum memiliki risiko finansial. Orangtua atau kerabat lain tidak akan disusahkan keuangannya jika anak meninggal dunia. Selain itu peluang meninggalnya anak sangat kecil. Jadi tidak usahlah dia dibelikan asuransi jiwa. Yang butuh asuransi jiwa adalah orangtua (ayah atau ibu jika bekerja), karena risiko meninggalnya orangtua dapat mengakibatkan kesulitan keuangan pada keluarga yang ditinggalkan.

Tentu saja Allianz punya produk asuransi pendidikan, yaitu yang disebut My Education. Tapi produk ini jenisnya (dwiguna; asuransi+tabungan). Saya tidak rekomendasikan kepada calon nasabah saya karena dua hal: manfaat proteksinya tidak maksimal dan nilai tunainya akan tergerus inflasi.

Karena yang dibutuhkan berupa uang, maka cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan adalah investasi. Tapi kebanyakan orang masih awam tentang investasi. Yang mereka tahu hanya menabung. Tapi menabung, meskipun di bank yang ada bunganya, bukanlah cara yang tepat untuk mengumpulkan uang, karena meski jumlah uang bertambah, hakikatnya nilainya menurun oleh inflasi (dan juga pajak; ingat, pajak deposito besarnya 20%). Pada rentang waktu yang sama, biaya pendidikan selalu naik setiap tahun.

Pada dasarnya, sepanjang orangtua telah memiliki proteksi jiwa dan kesehatan yang mencukupi, ia bisa dengan tenang mengumpulkan dana untuk pendidikan anaknya tanpa harus melalui asuransi. Ia bebas berinvestasi di bidang apa saja yang ia pahami. Entah itu emas (dinar), perak (dirham), reksadana, saham, tanah, kayu jabon, hewan ternak, atau apa saja ya ng bisa dilakukan, yang penting hasilnya tidak kalah oleh inflasi.

Dari pemikiran bahwa cara terbaik mempersiapkan dana pendidikan adalah investasi dibarengi proteksi (atas nama orangtua), maka jika ada yang bertanya kepada saya tentang asuransi pendidikan, saya akan menyodorkan Allisya Protection Plus atau Tapro Allisya. Tapro Allisya merupakan program asuransi jiwa dengan manfaat yang lengkap dan maksimal, plus investasi yang menguntungkan melalui saham, sukuk (obligasi syariah), dan deposito syariah, dengan pilihan beberapa jenis dana investasi. Tapro Allisya bukan asuransi pendidikan dalam pengertian tradisional yang lazim dipahami, tapi produk ini bisa dipakai untuk dana pendidikan tanpa melupakan proteksi. Dari sini, maka membuka polis asuransi atas nama anak dengan tujuan untuk pendidikan merupakan suatu kekeliruan. Polis tetap atas nama orangtua, hasil investasinya untuk anak.

Kita bisa berdiskusi lebih lanjut, saya tunggu responnya ya, mbak

Q : thanks for fast response ya mba, saya punya pandangan sama. Intinya memang bukan kata pendidikannya tapi bagaimana saya bisa menyiapkan uang untuk pendidikan anak2 saya.

Anak 1 (5 April 2011) saya butuh persiapan untuk SD nya, yang saat ini biaya masuknya kira2 20 juta. dan smp/sma tidak perlu dana besar lagi. baru saat kuliah saya akan butuh ambil lagi.

bagaimana dengan kondisi ini, bisakah dibuat ilustrasinya? berapa premi dan manfaatnya.

Anak kedua (1 Januari  2014), karena selang usianya 3 tahun, jadi memang saya harus persiapkan dananya dr sekarang. plannya sama, saya hanya butuh untuk SD dan kuliah.

Apakah jumlah premi anak pertama dan anak kedua sama? Kalau anak kedua bisa lebih kecil itu lebih baik ^_^

Saya dan suami bekerja, kebetulan asuransi kesehatan suami dari kantor juga allianz dan saya sendiri inhealth dari kantor. Apakah bisa double klaim atau bagaimana, jika sesuatu terjadi. terimakasih.

A : Kalau kita bicara tentang persiapan dana pendidikan anak, kita harus bicara tentang angka2 yang detail ya mbak. Saya coba hitungkan kebutuhan dana pendidikan yang mbak maksud.

diskusi aspend1

Dengan angka yang sedemikian besar, saya pastikan premi yang harus dialokasikan sangatlah besar.

Menurut saya yang penting harus dilakukan adalah membuat strategi pencapaian tujuan keuangan yang komprehensif. yaitu :

1. Tentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai (dalam hal ini Dana Pendidikan Anak),

2. Tentukan jumlah dana yang dibutuhkan saat ini (Present Value). Nilai ini didapat setelah kita mensurvey ke sekolah yang  kita pilih menjadi tujuan sekolah anak kita nanti.

3. kemudian diproyeksikan dengan kebutuhan dana di masa datang (Future Value), ini mempertimbangkan persentase kenaikan biaya sekolah per tahun dan sisa waktu sebelum anak kita masuk jenjang pendidikan yang dimaksud.

4. berapa lama waktu yang tersisa sampai nanti waktunya dana itu dibutuhkan.

Tujuan keuangan yang jelas waktu dan jumlah dananya ini bisa dicapai melalui investasi yang rutin plus kita pantau juga hasilnya. Seiring dengan kita berinvestasi, kita harus punya ‘back up plan’ yang cukup melalui asuransi bagi ayah dan ibunya. Asuransi ini melindungi Perencanaan Dana Pendidikan anak-anak kita.

Strategi ini lebih baik menurut saya, daripada kita membeli produk asuransi pendidikan untuk tiap anak. Nilai tunai di asuransi pendidikan kurang bisa mengejar kenaikan biaya pendidikan anak-anak kita nanti.
Saya coba bantu buatkan ilustrasi asuransi yang tepat untuk pertimbangan back up Rencana Persiapan Dana Pendidikan untuk Ananda ya Mbak.

Untuk Suami, saya asumsikan beliau pencari nafkah utama, premi per bulan Rp. 1.200.000 – Rp. 1.250.000

Ilustrasi  1 untuk Ayah (pencari nafkah utama)

diskusi aspend2
1. Jika ter DIAGNOSA sakit kritis seperti yang tertera di polis,  contoh : jantung, stroke, kanker, ginjal, lupus, kawasaki dll),  maka akan cair dana CASH 500 juta untuk early stages, 1 milyar untuk intermediate dan advance stages, atau 1,2 milyar untuk catastropic stages.

Untuk Sakit Kritis ini ada masa tunggu, yaitu selama 3 bulan.

2. Cacat Tetap Total (bisa karena sakit atau kecelakaan), cair uang pertanggungan 1 milyar. contoh nasabah kena stroke (sakit kritis), maka uang pertanggungan turun 1 Milyar, 6 bulan kemudian nasabah lumpuh (tidak bisa melakukan 3 aktifitas dari 5 aktifitas hidup (makan, berjalan, dll) maka uang pertanggungan Cacat Tetap Total cair 1 Milyar. kalau sampai pindah dunia, maka ahli waris mendapat  uang pertanggungan 1 milyar plus nilai tunai hasil investasi.

3. Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap total maka uang pertanggungan ADDB cair 1 milyar. Proteksi jiwa masih terus berjalan meski uang pertanggungan ADDB ini sudah diberikan pada nasabah.

Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap, uang pertanggungan ADDB cair sebesar persentase dari Uang Pertanggungan  ADDB.

kecelakaan yang menyebabkan kematian, maka uang pertanggungan ADDB+ uang pertanggungan asuransi jiwa cair, totalnya sebesar 2 milyar rupiah

4. Jika pindah dunia  maka uang pertanggungan asuransi jiwa yang diberikan pada  ahli waris sebesar 1 milyar rupiah plus nilai tunai hasil investasi

jika nasabah sampai usia 100 tahun, silahkan mengambil seluruh nilai tunai hasil investasinya.

5. Jika terkena cacat tetap total atau 1 dari 49 sakit kritis, maka dibebaskan dari kewajiban membayar premi sampai usia nasabah 65 tahun.

Ilustrasi yang pertama ini proteksinya sangat lengkap.

Ilustrasi 2 untuk Ayah

diskusi aspend ilus2

Manfaat yang diperoleh

  1. Warisan, jika tertanggung pindah dunia di usia sebelum 70 tahun, sebesar 2,1 Milyar plus hasil investasi. (sejumlah dana pendidikan anak yang diperlukan nanti).
  1. Warisan, Jika tertanggung pindah dunia di usia 70-100 tahun, sebesar 700  juta plus hasil investasi.
  1. Jika terkena salah satu dari 100 kondisi kritis sesuai polis, cair santunan totalnya 700 juta

Untuk early stages 50% UP CI 100, advance dan intermediate stages 100% UP CI 100, Catastropic Stages 120% UP CI 100, manfaat angioplasty 10% dan komplikasi diabetes 20%

Ilustrasi ke 2 untuk ayah, manfaatnya untuk proteksi jiwa, sakit kritis dan bebas premi. Ini juga cukup lengkap.

untuk ilustrasi ini, bisa didiskusikan lebih lanjut sampai mbak merasa komposisinya cocok dengan kebutuhan proteksi  dan dengan dana yang akan dialokasikan untuk pembayaran  preminya.

Q : Ok, saya sudah baca illustrasinya mba, dan saya sedang membaca beberapa posting di blog – nya mba. 

Tolong benarkan kalau alur pikir saya ada yg tidak sesuai ya :

  1. Misalnya saya buka reksadana/beli logam mulia dalam rangka mengumpulkan dana pendidikan (ambil yg moderat lah yaa).
  1. saya buka tapro. pada usia anak saya 17 thn (siap kuliah) saya bisa ambil uang investasinya kan ya. jadi rencana reksadana saya hanya sebagian dari dana yg dibutuhkan.

misal pada usia anak 17, nilai investasi nya 131 juta, berarti saya bisa ambil 50 juta dan kekurangannya akan berasal dari investasi reksadana saya.

Ini di luar konteks asuransi jiwanya ya mba. 

kalau suami sudah dapat asuransi dari perusahaan, dan kemudian terkena penyakit kritis. apakah tetap keluar claimnya?

A : Betul mbak, nilai tunai  itu suatu saat bisa diambil. Dalam kasus yang kita bahas ini, untuk nambah dana pendidikan anak. Jika suatu saat ketika ada dana lebih, kita ingin menambah investasi di tapro Allisya protection plus ini untuk menambah nilai tunainya nanti, kita bisa top up. Posting tentang “Fungsi Investasi pada Unitlink” selengkapnya bisa di baca disini

Klaim critical illness dan klaim asuransi jiwa itu bisa double klaim dengan asuransi lain atau Polis Allianz yang lain, tidak masalah, Mbak.

Fungsi asuransi adalah sebagai proteksi nilai finansial  jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. jika terjadi meninggal dunia, kecelakaan berat ataupun terkena kondisi/sakit  khusus yang menyebabkan kehilangan pekerjaan/tidak bisa bekerja lagi, akan keluar uang pertanggungan. Para Beneficeary (ahli warisnya) kemudian menempatkan uang pertanggungan ini ke dalam sebuah produk keuangan/investasi sedemikian rupa sehingga dapat menggantikan penghasilan bulanan yang hilang.

Sehingga musibah apapun yang terjadi pada pencari nafkah, keluarga yang ditinggalkan masih bisa melanjutkan hidup, persiapan dana pendidikan anak masih tetap bisa dilakukan sehingga kepastian anak-anak untuk melanjutkan pendidikan lebih terjamin.

Yang tidak kalah penting, lakukan Perencanaan ini segera, Realisasikan segera, dan lakukan Review..

Semoga menjadi apapun cita-cita anak anda nanti, anda akan mampu mewujudkannya..

 

 

 SUMBER