Tag Archive | term life

Term Life dalam Unit Link >> Lebih Murah dan Fleksibel.

Term-Life-Insurance

 

Bagi anda yang sedang mencari asuransi term life, saya menawarkan sebuah alternatif yang menarik, yaitu term life dalam unit link. Mungkin tidak semua unit link menyediakannya, tapi di Allianz, Term Life merupakan rider (proteksi tambahan) dari produk Allisya Protection Plus atau Tapro Allisya.

Rider Term Life memberikan tambahan UP jiwa selain yang ada pada Asuransi Dasar dan berlaku sampai usia 70 tahun. Rider Term Life dapat diambil dengan UP minimum separuh dari UP Dasar, maksimum 2 kali UP Dasar. Untuk mendapatkan gabungan UP jiwa yang maksimal dengan premi yang minimal, komposisinya adalah 1:2. Satu bagian UP Dasar banding dua bagian UP Term Life.

Dengan menambahkan rider Term Life, manfaat meninggal akan menjadi seperti ini: Jika peserta meninggal sebelum umur 70 tahun, yang diperoleh ahli warisnya adalah UP Dasar + UP Term Life + nilai investasi. Jika meninggal setelah umur 70 tahun, maka yang diperoleh ahli waris adalah UP Dasar + nilai investasi.

Contoh penerapan rider Term Life bisa dilihat di  355 Ribu Dapat UP 1 Miliar, Mau?

Tanya-Jawab

Apa bedanya rider Term Life dengan Asuransi Dasar?

Bedanya hanya di jangka waktu proteksi. Rider Term Life sampai usia 70 tahun, Asuransi Dasar sampai usia 100 tahun.

Kenapa tidak ada pilihan, misalnya sampai usia 50, 55, atau 60?

Itu tidak perlu. Jika anda hanya butuh proteksi sampai usia 50 tahun, tinggal tutup saja rider term lifenya, atau polisnya sekalian. Kelebihan dari tanpa pilihan ini justru membuat anda lebih fleksibel berhenti kapan pun. Mau berhenti di usia 51, bisa. Usia 57, silakan. 63, oke.

Apa betul dengan menambahkan rider Term Life, premi jadi lebih murah dibanding jika ambil term life pada produk tradisional?

Ya, khususnya jika masuk pada usia di atas 35 tahun, atau jika menambahkan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit).

Pada usia di bawah 35 tahun, preminya memang sedikit lebih mahal, tapi patut diingat bahwa premi tsb sudah termasuk porsi investasi.

Apa yang dimaksud lebih fleksibel?

  • Cara pembayaran dapat dilakukan secara bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan. Di lain pihak, asuransi term life tradisional biasanya hanya menyediakan cara bayar tahunan dan semesteran, jarang sekali yang bisa bulanan. Kalaupun ada, itu pun cara bayarnya harus dengan kartu kredit.
  • Masa pembayaran premi dapat lebih pendek daripada masa berlaku proteksinya. Dengan catatan, hasil investasi sedang atau bagus. Selanjutnya, penagihan biaya-biaya asuransi akan dipotong otomatis dari nilai investasi yang telah terakumulasi.
  • Ada fasilitas cuti premi (berhenti bayar premi untuk sementara). Fasilitas ini sangat diperlukan jika suatu saat lupa bayar premi atau tidak punya uang untuk bayar premi, karena penagihan biaya akan otomatis dipotong dari nilai investasi yang ada pada saat itu. Dengan demikian, kondisi lupa bayar tidak mengakibatkan polis langsung lapse.
  • Jika ditambah rider, maka UP rider dapat diatur sesuai keperluan sepanjang masih dalam batasan minimum dan maksimum. Pada sejumlah produk term life murni, UP rider seringkali dipatok dalam rasio tertentu dari UP dasar, tidak boleh kurang atau lebih (misal: harus setengah atau harus sama dengan UP dasar).

Apa betul manfaat rider Term Life sama dengan manfaat Asuransi Dasar?

Ya, sama persis, yaitu memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia.

Bagaimana dengan biaya asuransinya (Tabarru)?

Tabarru rider Term Life sama persis dengan tabarru Asuransi Dasar.

Apa kelebihan lainnya jika ambil rider Term Life pada unit link Tapro Allisya?

  • Akadnya sesuai syariah. Di sisi lain, produk asuransi term life tradisional yang saat ini ada di pasaran hampir semuanya bukan syariah.
  • Dapat ditambahkan aneka rider yang bagus dengan harga bersaing, yaitu ADDB, Critical Illness, Total Permanent Disability (TPD), Payor Benefit, dan Flexicare Family (Rawat inap dan pembedahan untuk peserta utama maupun anggota keluarganya).

,

Tertarik?

Silakan hubungi saya untuk mendapatkan ilustrasi dan penjelasan selengkapnya.

Iklan

Miliki Asuransi Berdasarkan Prioritasnya

Prioritas asuransi diukur dari dampaknya pada keuangan kita, bukan dari frekuensi kejadiannya. Ada yang kejadiannya sering, misalnya pilek atau batuk biasa, tapi karena dampak keuangannya kecil, tanpa asuransi pun tak masalah. Tapi ada peristiwa yang kejadiannya mungkin hanya sekali, namun bekas yang ditinggalkannya tak terhapuskan seumur hidup, baik dari segi fisik maupun keuangan.

Jika akibat dari satu kejadian itu membuat seseorang langsung jatuh dalam kemiskinan, aset-aset terjual atau tergadai, terjerat dalam belitan utang, sumber penghasilan terputus, hingga keluarga terbenam dalam kesedihan dan kehinaan, maka risiko itulah yang harus kita prioritaskan untuk diasuransikan.

Ketika kita memutuskan untuk berasuransi, berpikirlah – walau sejenak saja – untuk risiko-risiko yang paling buruk. Yaitu risiko-risiko yang butuh biaya sangat besar.

 

Apa saja?

Berdasarkan dampak keuangannya dan preminya, setidaknya ada 4 jenis proteksi yang merupakan prioritas untuk dimiliki, yaitu asuransi yang menanggung risiko meninggal dunia, rawat inap, penyakit kritis, dan cacat. Jika anda telah memiliki empat proteksi ini, silakan mau nambah asuransi lain juga (rumah, mobil, rawat jalan, rawat gigi, persalinan, dll), kalau memang ada dananya.

 
 

Asuransi Meninggal Dunia

 

Asuransi yang menanggung risiko meninggal dunia menjadi prioritas pertama karena: selama masih hidup, akan selalu ada harapan. Tapi jika sudah dijemput maut, tak ada lagi yang bisa dikatakan.

Asuransi jiwa wajib bagi pencari nafkah dalam keluarga, biasanya ayah, dan juga ibu jika bekerja. Jika dana yang tersedia terbatas, inilah yang harus dibeli terlebih dahulu.

Kematian seorang ayah atau ibu berdampak pada putusnya sumber penghasilan karena tidak ada lagi orang yang mencarikan nafkah untuk keluarga. Kesedihan paling besar dialami oleh si anak. Terkadang dia harus dipelihara di rumah saudara atau bahkan dititipkan di panti asuhan. Tentunya kita tidak mau anak kita merepotkan orang lain, bukan?

 

Asuransi Kesehatan Rawat Inap

 

Setelah proteksi dasar terpenuhi, prioritas berikutnya adalah asuransi kesehatan rawat inap untuk seluruh anggota keluarga. Produk asuransi kesehatan ada yang dipasangi rider (proteksi tambahan) rawat jalan, rawat gigi, atau persalinan. Tapi yang prioritas hanyalah rawat inap. Yang lainnya terlalu mahal untuk dibeli, sementara manfaatnya tak seberapa, dan tanpa asuransi pun masih bisa ditanggulangi.

 

Asuransi kesehatan rawat inap memberikan penggantian biaya pengobatan sesuai yang dijanjikan dalam polis jika peserta mengalami rawat inap di klinik atau rumah sakit. Biaya pengobatan penyakit yang memerlukan rawat inap sangat bervariasi tergantung penyakitnya, tapi pada umumnya cukup memberatkan jika harus ditanggung sendiri.

 

Saat ini sebagian besar orang telah memiliki askes rawat inap. Mereka yang bekerja di sektor formal (PNS, Polri, TNI, dan karyawan swasta), boleh dikata semuanya telah memiliki askes. Sedangkan untuk masyarakat secara umum, khususnya kalangan menengah-bawah, pemerintah telah menyediakan berbagai jaminan kesehatan melalui program semacam Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), Jamkesos (Jaminan Kesehatan Sosial), Jampersal (Jaminan Persalinan), KJS (Kartu Jakarta Sehat), hingga BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial).

Oleh karena itu, jika anda beruntung termasuk pemilik askes (apa pun jenis dan namanya), anda dapat melewatkan bagian ini dan melanjutkan ke prioritas asuransi berikutnya.

 

Asuransi Penyakit Kritis

 

Dari segi dampak keuangan, penyakit kritis dapat menimbulkan dampak yang lebih besar ketimbang kematian. Apalagi jika penyakit kritis tersebut berlangsung berkepanjangan atau tidak tersembuhkan, yang repot bukan hanya penderita, tapi juga keluarga, para kerabat, hingga teman-temannya. Contohnya, orang yang terkena stroke, jika tidak sembuh, dia jadi lumpuh dan tidak bisa bekerja seperti sebelumnya. Tapi dia harus tetap berobat sementara biaya hidup tak bisa ditunda pemenuhannya.

 

Sayangnya banyak yang belum menyadari pentingnya proteksi penyakit kritis. Mereka merasa asuransi kesehatan saja sudah cukup. Mungkin jika askesnya berkategori premium, biaya ratusan juta hingga miliaran bisa ditanggung, tapi askes premium harganya tak akan terjangkau oleh kebanyakan orang. Dan sebagus-bagusnya askes, tak ada yang memberikan uang tunai untuk nasabahnya. Padahal orang yang terkena penyakit kritis, dia bukan hanya butuh penggantian biaya pengobatan, tapi juga sejumlah uang untuk biaya hidup dan lain-lainnya.

 

Proteksi penyakit kritis tidak dimaksudkan untuk menggantikan asuransi kesehatan. Proteksi penyakit kritis menambal apa yang tidak dapat diberikan askes, yaitu uang tunai dalam jumlah besar (ratusan juta hingga miliaran rupiah).

 
 

Asuransi Cacat (Sebagian maupun Total, karena Sakit ataupun Kecelakaan)

 

Cacat bisa disebabkan kecelakaan ataupun penyakit. Dalam hal cacat tetap total, kejadian ini sama akibatnya dengan meninggal dunia dan beberapa jenis penyakit kritis, yaitu putusnya penghasilan karena tidak mampu lagi bekerja.

 

Di sini, tersedia dua proteksi yang penting, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability). ADDB menanggung risiko cacat (sebagian maupun total) akibat kecelakaan, sedangkan TPD menanggung risiko cacat total akibat sakit maupun kecelakaan.

 
 
 

Jangan buang waktu Anda untuk terus mencari.  Apabila Anda setuju dengan artikel ini, artinya Anda harus segera ambil TAPRO Allisya, karena semuanya ada disini.

 

Yuk hubungi saya untuk mendapatkan penawaran solusi terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan financial Anda.

 
 
 
 
 
 

9 Alasan Saya Pilih Unit Link

14 Agustus 2013 aku menandatangani formulir pengajuan asuransi jiwa tipe unit link. Bayar premi 500 ribu per bulan, manfaat yang kuperoleh (laki-laki, 37 tahun, kelas pekerjaan 1) adalah:

  1. Jika meninggal dunia setelah 70 tahun: 250 juta (sampai usia <100 tahun)
  2. Jika meninggal dunia sebelum 70 tahun:  400 juta (+250 juta tsb di atas)
  3. Jika kecelakaan dengan akibat meninggal atau cacat : 245 juta (sampai usia <65 tahun)
  4. Jika cacat total tetap :  240 juta 
  5. Jika sakit kritis (49 penyakit kritis) : 250 juta (sampai usia <70 tahun)
  6. Payor (pembebasan premi dan dibayari premi oleh perusahaan jika terdiagnosis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total) sampai usia 65 tahun.

Ada juga nilai tunai di akhir tahun kesepuluh sebesar Rp 26.947.000 (asumsi pertumbuhan 18%). Nilai tunai ini belum menyamai premi total yang kubayarkan selama 10 tahun (60 juta), karena  mengambil porsi asuransi yang maksimal. Tak mengapa, karena memang tujuanku adalah proteksi, bukan investasi.

Kalau memang tujuannya proteksi, kenapa tidak ambil asuransi murni? Kan bisa lebih murah?


Alasannya ada sembilan.


Pertama, aku ingin asuransi yang menyediakan keempat manfaat di atas. Aku tidak tahu adakah asuransi murni (tradisional) yang menyediakan empat manfaat tsb sekaligus, dengan harga yang kompetitif.

Apakah keempatnya harus diambil? Menurutku, ya. Karena asuransi jiwa murni saja tidak cukup. Bagaimana kalau kecelakaan tapi tidak mati, melainkan cacat? Kalau hanya mengambil asji murni, tentu UP-nya tidak cair. Sejauh ini tidak ada metode yang ampuh untuk mencegah kecelakaan. Berhati-hati saja tidak cukup, karena bisa saja penyebabnya kecerobohan orang lain. Satu-satunya cara hanyalah berdoa mengharap perlindungan dari Tuhan.

Tentang manfaat sakit kritis, sebetulnya aku pribadi yakin dengan pola hidupku yang sekarang ini, aku tidak akan mengalami sakit kritis, kecuali mungkin saat hendak meninggal. Tapi aku juga tahu potensi itu ada. Bapakku alhamdulillah kondisi masih sehat di usianya yang ke 71 tahun. Ibuku sewaktu mudanya sehat, siapa menyangka akhirnya ada benjolan di payudaranya sejak 2006, merasa sehat tapi ternyata 2011 terpaksa di-kemoterapi, radiasi dll yang menghabiskan dana hampir 300 juta (beruntung masih dicover perusahaan sekitar 280 juta, sisanya tetap harus rogoh kocek sendiri), sekarang alhamdulillah sehat walau masih recovery. 

Mengambil manfaat sakit kritis adalah tindakan jaga-jaga, karena penyakit model begini biaya berobatnya mahal. Tentunya harapanku adalah tetap sehat sentosa selamanya.

Sedangkan manfaat payor menjamin bahwa rencana keuanganku, yakni mendapat proteksi jiwa sekaligus investasi, tetap berjalan apa pun yang terjadi pada diriku, sekalipun sakit kritis, cacat total, dan tidak bisa bekerja. Boleh dikatakan, payor benefit adalah “asuransi atas asuransi”. Ya, asuransi kita pun perlu diasuransikan lagi. (Di sini aku teringat ungkapan dalam dunia sufi: “Bahkan istigfar kita pun perlu diistigfarkan lagi”).

Kedua, aku ingin asuransi jiwa yang bisa berlaku seumur hidup, bukan sampai usia tertentu saja. Asuransi jiwa murni (termlife) paling banter hanya sampai 70 tahun, itu pun dengan premi yang sangat mahal selewat usia 50. Dengan unit link, aku punya keleluasaan apakah tetap sampai 100 tahun ataukah kubatalkan pada usia tertentu (misalnya 70 tahun). 

Dengan demikian, pada usia 70 tahun, seandainya masih hidup, aku bisa punya pilihan apakah akan mewariskan uang 250 juta (kemungkinan nanti nilainya tidak seheboh sekarang akibat inflasi) kepada keluargaku, ataukah membatalkan asuransi jiwaku dan mengambil hasil investasi yang ada (di ilustrasi nilainya mencapai 165 juta).  

Dan apabila aku “pindah dunia” sebelum 70 tahun, maka keluargaku tidak akan kehilangan penghasilan karena aku sudah siapkan 650 juta untuk di-depositokan.

Pilihan semacam ini tidak akan kuperoleh di asuransi murni termlife. Memang, menurut teori para perencana keuangan, orang tua umur 70 tahun tidak butuh asuransi jiwa karena hartanya diasumsikan sudah bejibun berkat hasil investasinya sejak masa muda. (Iya kalau sukses. Kalau bangkrut?). 

Tapi punya pilihan tentu lebih menyenangkan. Jika untuk punya pilihan itu aku harus membayar lebih, ya oke-oke saja. Dengan mengambil unit link sekarang, aku bisa menikmati biaya asuransi atau cost of insurance (COI) yang jauh lebih murah di masa tua, dibanding termlife. Dan dana untuk membayar COI itu tidak usah dipikirkan karena akan tertutupi oleh hasil investasi (dengan asumsi kondisi ekonomi sehat, dan tentunya kita mengharapkan demikian. Jika kondisi ekonomi tidak sehat, bukan hanya unit link yang rugi; semua investasi juga rugi, dan asuransi murni juga bisa mengalami gagal bayar klaim).

Ketiga, ada nilai tunai hasil investasi yang akan digunakan untuk merawat manfaat asuransi sampai masa berlakunya berakhir, atau jika butuh uang bisa diambil sebagian tanpa membatalkan manfaat asuransi.

Keempat, unit link menyediakan fasilitas cuti premi, yang memungkinkan diriku:

 1) berhenti menyetor premi untuk sementara (beberapa bulan) jika karena satu dan lain hal aku mengalami kesulitan finansial. Pemberhentian ini tidak otomatis membatalkan polis asuransi karena ada unit investasi yang akan membayarkan biaya asuransi dan administrasi. Setelah keuanganku pulih, aku bisa kembali meneruskan setoran premi;

 2) membayar premi lebih singkat (rencanaku 10 tahun) untuk mendapatkan proteksi lebih panjang.

Fasilitas ini mungkin bisa direplikasikan jika aku mengambil terpisah (TL+TD), dengan cara membayar premi lanjutan dari retur reksadana. Tapi kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi jika uang sudah di tangan kita.

Kelima, belum tentu asuransi murni lebih murah daripada unit link. Memang jika hanya membandingkan unit link vs termlife murni+reksadana, unit link akan kalah, termasuk dalam jangka panjang. Namun jika unit link dibandingkan dengan termlife+(kecelakaan+sakit kritis+payor)+reksadana, aku yakin unit link lebih unggul, termasuk dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, unit link akan lebih tampak lagi keunggulannya. Menurutku, unit link dirancang untuk diambil dengan manfaat yang beragam, bukan satu manfaat saja. Dengan mengambil minimal 2 atau 3 manfaat tambahan, keunggulan unit link akan lebih tampak.

Keenam, jelas unit link lebih praktis daripada mengambil asuransi terpisah dengan investasi. Kepraktisan adalah nilai lebih dari suatu produk, sebab bisa membantu kita menghemat waktu, tenaga, dan pikiran. Jika untuk kepraktisan ini kita membayar sedikit lebih mahal, itu lumrah. Apalagi jika lebih murah.

Ketujuh, dalam unit link ada agen yang sudah berkomitmen untuk melayani nasabah jika melakukan klaim. Ini juga nilai tambah yang tidak boleh diremehkan. Jika untuk fasilitas ini kita membayar lebih mahal, tak masalah. Apalagi jika lebih murah.

Kedelapan, kemampuan keuanganku saat ini hanya memungkinkan aku bayar premi secara bulanan, sedangkan beberapa produk term life yang sudah kusurvai, bayarnya hanya bisa tahunan. Biarpun ada term life yang misalnya menawarkan premi 3 juta utk UP 1 miliar, saat ini aku tidak sanggup bayar sekaligus. Lagi pula, seperti kusebutkan di atas, kebutuhan proteksiku bukan hanya UP jiwa.

Kesembilan, dengan alasan etis dan religius, aku hanya ingin asuransi yang syariah. Produk term-life yang murah-murah tsb pada umumnya belum syariah. Sedangkan term-life syariah preminya lebih mahal, ridernya tidak lengkap, dan aku tidak yakin ada renewal guarantee (garansi perpanjangan).

Produk unit link yang kuambil ini jenisnya syariah. Dan rata-rata penyedia unit link memiliki produk syariah.

 

Kesimpulan: Aku yakin unit link masih lebih baik daripada asuransi murni, dengan catatan:

1. Manfaat proteksinya dimaksimalkan. Perbesar uang pertanggungan meninggal, kecelakaan, dan sakit kritis, sampai jumlah maksimal yang diizinkan oleh program unit link tersebut sesuai premi yang kita bayarkan.

O ya, di sini aku tidak mengambil manfaat kesehatan karena sementara ini aku masih punya kartu Jamsostek dari kantor. Aku tidak tahu berapa plafonnya (kurasa tidak besar), tapi cukuplah untuk sekadar sakit biasa dan dirawat inap di kamar paling murah. Lagi pula pemakaiannya jarang, karena jika aku sakit, aku pilih kerokan saja daripada ke rumah sakit.

2. Tidak salah memilih produk. Mengapa? Karena unit link berbeda-beda dalam segi manfaat yang bisa diberikan dan biaya yang dikenakan. Sebelum memutuskan yang sekarang ini, aku telah melakukan survai terhadap 5 produk unit link (P, T, A, A, dan A). Insya Allah yang kuambil ini adalah yang terbaik (manfaat paling besar, biaya paling rendah).

3. Agennya berkualitas. Jika anda bertemu agen asuransi, tanya berapa lama dia sudah jadi agen. Semakin lama insya Allah semakin baik, tandanya sudah pengalaman. Tapi juga jangan terlalu tua. Kalau bisa seumuran, sebab dia akan melayani kita seumur hidup kita. Kalau dia meninggal lebih dulu, kita bisa kehilangan fasilitas dilayani agen, kecuali agen di atasnya mau menggantikan.

Itulah beberapa pertimbangan yang kuambil sebelum memutuskan membeli unit link. Sebelumnya aku sempat anti dengan unit link setelah membaca saran beberapa perencana keuangan yang menganjurkan pemisahan antara asuransi dan investasi. Tapi kupikir para penyedia unit link pun membaca kritik-kritik yang dialamatkan kepada produk mereka. Ada yang sudah memperbaiki produknya, sebagian lagi belum.

Dan aku memilih produk unit link yang kelihatannya telah disempurnakan untuk siap menghadapi kritik tsb. Salah satu cirinya, dulu produk ini mengenakan biaya akuisisi 195%, sekarang biaya akuisisinya 145% dan bisa turun menjadi 118,7% jika aku membayar premi rutin hingga 10 tahun (produk ini memberikan ekstra 5,26% untuk porsi investasi sejak tahun keenam).

Demikian sekadar sharing. Jadi kita tidak sekadar anti dengan unit link tanpa punya pertimbangan yang komprehensif menyangkut sisi kelebihan dan kelemahan suatu produk. Termlife murah, tapi tidak bisa seumur hidup. Unit link lebih mahal, tapi bisa seumur hidup. Selain itu termlife saja belum cukup; kita juga butuh asuransi kecelakaan dan sakit kritis. 

Unit link memberikan manfaat-manfaat tambahan yang biaya asuransinya akan lebih murah dibanding harus mengambil satu-satu secara terpisah. (Di sini saya belum punya perbandingan dalam bentuk angka, tapi saya yakin setidaknya dalam jangka panjang unit link lebih murah).

Kemudian dari segi investasi, memang reksadana bisa menghasilkan retur yang lebih maksimal. Tapi tentunya kita mengambil unit link bukan dengan tujuan investasi, melainkan proteksi. Hasil investasi yang ada itu fungsinya untuk membayar biaya-biaya asuransi, sehingga sebaiknya tidak kita ambil, kecuali disisakan sejumlah dana yang cukup untuk berkembang sendiri agar kita tidak lagi harus membayar premi. 

pertimbangan pribadi A P, nasabah unitlink Allisya Protection Plus

Financial Consultant : Estri Heni (0817 028 4743)

sharing pengalaman A S, nasabah unitlink Allisya Protection Plus

Financial Consultant: Y H

 

Kekurangan Term Life dan Kelebihan Unit Link

Di antara berbagai jenis produk asuransi, menurut saya hanya dua yang layak dipertimbangkan, yaitu term life (asuransi jiwa berjangka) dan unit link (asuransi jiwa plus investasi). Jenis asuransi yang lain, yaitu whole life (asuransi jiwa seumur hidup) dan endowment (dwiguna, asuransi jiwa plus tabungan, biasanya dipakai untuk dana pensiun atau dana pendidikan) terlalu mahal preminya dan manfaatnya lebih kecil.

Banyak perencana keuangan menyarankan untuk memisahkan asuransi dan investasi. Asuransinya ambil term life, investasinya boleh di mana saja (reksadana, emas, saham, dll). Saya setuju, tapi tidak semua orang cocok dengan saran ini.

Selain itu, setelah saya menggali berbagai kemungkinan yang ada di unit link, khususnya produk yang saya jual yaitu Tapro Allisya, ternyata preminya tidak berselisih jauh dibandingkan term life untuk mendapatkan manfaat yang sama. Malah beberapa produk term life masih lebih mahal dibandingkan unit link Tapro Allisya ini.


Kekurangan Term Life

Jadi, ya, saya tahu term life lebih murah ketimbang unit link, tapi dengan beberapa catatan:

1.  Murah hanya pada awalnya atau selama masa kontrak (5, 10, 20 tahun). Pada saat perpanjangan preminya akan naik berlipat-lipat. Oleh karena itu, kalau anda memutuskan mengambil term life, minta juga ilustrasi berapa preminya jika asuransi diperpanjang.

2.  Hanya bisa bayar tahunan. Bayar tahunan berarti keluar uang sekaligus banyak, misalnya 3 atau 5 juta tergantung manfaat proteksinya. Bagi orang yang uangnya berlimpah, ini tak masalah. Tapi tidak semua orang punya uang sebanyak itu. Kalaupun punya, mungkin masih ada keperluan lain yang juga penting. Selain itu, selisih uang yang ada bisa juga dipakai untuk bisnis atau investasi. Siapa tahu hasilnya bisa menutupi premi bulan berikutnya. Biasanya orang mengambil term life dengan tujuan agar bisa berinvestasi sendiri. Bagaimana mau investasi, kalau belum apa-apa uangnya sudah diambil oleh asuransi.

3.  Beberapa produk term life mensyaratkan tes kesehatan saat perpanjangan sehingga jika kesehatan anda menurun, perpanjangan asuransi anda belum tentu diterima. Oleh karena itu, kalau anda mengambil term life, cari yang ada garansi perpanjangannya.

4.  Kalau ditambah rider, seperti kecelakaan dan sakit kritis, belum tentu ridernya tersedia. Selain itu, belum tentu tarif ridernya murah juga.

5.  Bagi yang peduli dg nilai-nilai syariah: term life umumnya bukan produk syariah. Memang sudah ada yang syariah, tapi silakan cek preminya.


 

Kelebihan Unit Link Tapro Allisya

Unit link Tapro Allisya mengenakan premi 355 ribu per bulan untuk mendapat UP jiwa 1 miliar, tanpa rider apa pun. Manfaat ini berlaku untuk pria usia 30 tahun, tidak merokok, dan pekerjaannya dalam ruangan.


Silakan anda survai, adakah produk term life yang bisa memberikan premi seperti ini untuk UP 1 miliar? Jika dihitung per tahun, memang ada yang lebih murah. Tapi ini per bulan.


 

Kelebihannya:

  1. Preminya flat, tidak naik sampai kapan pun. Malah anda berkesempatan mendapatkan masa bayar lebih pendek (10 tahun) jika hasil investasi sesuai ilustrasi dengan asumsi tertinggi.
  2. Cara bayar bulanan cocok untuk orang yang keuangannya terbatas atau mereka yang merencanakan keuangan dengan periode bulanan (karena gajinya juga bulanan).
  3. Masa bayar bisa lebih pendek untuk masa proteksi yang lebih panjang.
  4. Tidak usah memikirkan perpanjangan. Masa berlaku proteksi sampai 70 tahun (UP 1 miliar), dan masih ada sisa UP 340 juta sampai usia 99 tahun.
  5. Tidak usah medical check up (untuk UP 1 miliar ke bawah)
  6. Kalau mau ditambah rider, tersedia bermacam rider yang bagus dan lebih murah.
  7. Maslahat meninggal akan lebih besar dari 1 miliar karena ditambah hasil investasi. Dengan begini, UP jiwa anda tidak usah diupgrade, karena sudah ada tambahannya dari hasil investasi. Anda juga, kalau mau dan butuh banget uang, bisa mengambil sebagian hasil investasi itu selagi masih hidup.
  8. Produk sudah sesuai syariah, baik dari segi akad maupun penyaluran dana investasi.

Estri Heni

0817 028 4743

2a0897cb

UP 4 Miliar hanya 1 juta perbulan

 

Setelah sebelumnya saya tawarkan UP 1 Milliar, UP 2 Milliar, keduanya dengan premi sangat terjangkau, berikut saya tawarkan proteksi jiwa UP 1 miliar ditambah 4 bentuk proteksi lain dengan total UP lebih dari 4 miliar.

 

UP 4 M

Jika anda pria umur 25 tahun atau kurang, bekerja dalam ruangan, dan sehat, maka yang perlu anda sisihkan cukup 1 juta per bulan.

 

 

Premi untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda:

Premi UP 4 M

 

Lengkap dan murah, bukan? Itulah Tapro Allisya Protection Plus. Tak ada di tempat lain.

Selain lengkap dan murah, program ini ada unsur investasinya pula. Anda boleh menambahkan premi top up untuk mendukung investasi, minimal 100 ribu per bulan, maksimal 3 kali premi. Top up sifatnya opsional, boleh ditambahkan boleh tidak, dan boleh pula ditambahkan kapan saja.

 

 

Keterangan Manfaat

  • Jika pindah dunia sebelum usia 100 tahun, akan cair uang 1 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika pindah dunia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan cair uang 2 miliar ditambah nilai investasi.
  • Jika mengalami cacat akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun, akan diberikan sebesar persentase dari 1 miliar.
  • Jika terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis sebelum umur 70 tahun, akan keluar uang 1 miliar.
  • Jika mengalami cacat tetap total, akibat kecelakaan ataupun sakit, akan cair lagi 1 miliar.
  • Jika terdiagnosa sakit kritis atau cacat tetap total sebelum usia 65 tahun, maka selain mendapat 1 miliar, akan dibayarkan pula tabungan otomatis sebesar premi sampai umur 65 tahun.
  • Jika selamat sehat wal afiat sampai umur 100 tahun, maka alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan atas karunia nikmatnya kepada anda. Anda dipersilakan menarik semua nilai investasinya.

 

 

 

Hubungi Saya:

 

Estri Heni

SMS/What’s App :  0817 028 4743

pin BB                  :  2a0897cb

E-mail                  :  allianzkita@gmail.com

 

 

 

inspirasi dari:

http://myallisya.wordpress.com/2013/03/03/dapatkan-total-up-4-miliar-lebih-hanya-1-juta-per-bulan/

 

 

 

Premi 355ribu per bulan dapat UP 1 Milyar. Mau?

Selama masa pencarian saya mendapatkan produk asuransi yang tepat (untuk saya), saya belajar tentang kelebihan dan kekurangan antara  produk termlife dan unitlink. Informasi ini saya bagikan untuk Anda yang sedang mencari asuransi yang paling tepat, sesuai kebutuhan dan anggarannya, dan mungkin sedang bingung apakah memilih term life atau unit link. 

Saya menawarkan unitlink Tapro Allisya Protection Plus sebagai bahan perbandingan dengan produk asuransi lain (terutama dari jenis term life) yang telah atau akan Anda survey. Informasi lengkap tentang Tapro Allisya, silakan baca di SINI

 

Tapro Allisya bisa memberikan uang pertanggungan jiwa 1 Milliar dengan premi 355 ribu per bulan, untuk pria usia 30 tahun, kerja dalam ruangan, dan sehat. 

Keunggulan produk ini antara lain:

1. Bisa Bayar Bulanan

Tapro Allisya bisa memberikan UP 1 Miliar dengan premi hanya 355 ribu per bulan untuk pria 30 tahun. Di term life tertentu, anda mungkin akan mendapat premi yang lebih murah, tapi pada umumnya hanya bisa bayar secara tahunan atau semesteran.

Apa perbedaannya?

Pertama, tidak semua orang punya persediaan uang kas yang cukup besar untuk bayar secara tahunan. Seperti halnya terhadap barang-barang lain, bayar secara mencicil memungkinkan dia punya asuransi jiwa dengan lebih cepat.

Kedua, kalaupun punya, cara bayar bulanan memungkinkan peserta memanfaatkan selisih uang yang ada untuk keperluan lain yang juga penting, atau dijadikan modal usaha, atau diinvestasikan. Jika dijadikan modal usaha atau investasi, siapa tahu untungnya cukup untuk membayar premi bulan berikutnya. Bukankah konon orang memilih term life dengan tujuan agar bisa berinvestasi sendiri lebih maksimal? Bagaimana bisa maksimal kalau belum apa-apa uangnya sudah diambil banyak untuk asuransi.

Ketiga, kebanyakan orang mengatur keuangannya secara bulanan, karena gajinya juga bulanan. Membayar asuransi secara bulanan cocok untuk orang-orang seperti ini. Anda dapat mengalokasikan cicilan asuransi bersama tagihan-tagihan rutin lain seperti listrik, telepon, iuran sampah dan keamanan, KPR/sewa kontrakan, kredit mobil/motor, langganan koran, langganan TV kabel, dan lain-lain.

Keempat, membayar tagihan dengan cara dicicil terasa lebih ringan daripada bayar sekaligus.

Kelima, jika kurang disiplin menyisihkan penghasilan sejak awal, terkadang kedatangan tagihan yang besar bisa bikin kaget. Misalnya anda bayar asuransi per tahun 10 juta. Setelah bayar premi tahun pertama, anda tenang-tenang saja toh tahun depan masih lama. Tiba-tiba, tahu-tahu, sekonyong-konyong, tanpa anda sadari (mungkin karena hidup anda terlalu bahagia), tahun depan sudah di depan mata, dan anda sama sekali belum menyiapkan uang 10 juta.

2. Masa Bayar Lebih Pendek, Masa Proteksi Lebih Panjang

Di term life, masa pembayaran premi sama dengan masa berlaku asuransi. Jika kontrak 10 tahun, masa pembayaran pun 10 tahun dan masa proteksi pun 10 tahun.

Tapi di unit link Tapro Allisya, masa pembayaran premi bisa lebih pendek untuk masa berlaku yang lebih panjang. Jika hasil investasinya bagus, bayar 10, atau 15, atau 20 tahun pun cukup untuk masa proteksi hingga 70 tahun. Tapi jika hasil investasi ternyata tidak sesuai harapan, anda bisa memperlakukan unit link ini sama seperti term life: membayar selama ingin mendapat proteksi.

3. Premi Flat Sampai Seterusnya

Di term life, jika kontrak anda 10 tahun, maka saat anda mau perpanjang asuransi di tahun ke-11 sampai ke-20, anda akan dikenakan premi yang lebih tinggi, bisa dua kali lipat premi saat ini. Jika kontrak anda 20 tahun, maka saat perpanjangan di tahun ke-21 sampai ke-40, kenaikan preminya bisa lima kali lipat bahkan lebih.

Tapi di Tapro Allisya, premi 355 ribu per bulan itu tetap flat sampai kapan pun anda ingin mendapatkan perlindungan, dengan catatan setoran premi lancar tidak ada bolongnya, tidak pernah melakukan penarikan dana, dan kinerja investasi rata-rata tergolong cukup baik (sedang, pertengahan), tidak buruk terus selama puluhan tahun. Di tahun kesebelas (usia 40), premi tetap 355 ribu per bulan. Di tahun ke-21 (usia 50), premi juga masih 355 ribu per bulan. Bahkan seperti dikatakan sebelumnya, jika hasil investasi sesuai dengan asumsi tertinggi atau lebih tinggi lagi, anda boleh berhenti membayar setelah tahun ke-10 atau 15, dan proteksi jiwa 1 miliar anda tetap berlangsung sampai usia 70 tahun.

Cobalah berpikir jangka panjang. Haruskah anda berkorban uang lebih banyak di 10-20 tahun mendatang hanya untuk bayar lebih murah saat ini, di mana selisihnya pun tak seberapa, dan itu pun harus bayar sekaligus per tahun?

4. Premi Tidak Seluruhnya Hangus, Malah Bisa Lebih Besar dari Total Setoran

Karena Tapro Allisya ini unit link, maka ada sebagian premi yang diinvestasikan, selain yang dipakai untuk membayar biaya-biaya seperti biaya akuisisi, administrasi, tabarru (biaya asuransi), dan pengelolaan investasi. Biaya-biaya memang hangus, tapi premi yang diinvestasikan adalah hak anda.

Jika di tengah jalan anda ingin berhenti, anda tinggal ambil seluruh nilai investasi yang ada. Beres. Dalam jangka pendek mungkin belum balik modal, tapi bagaimana pun itulah biaya proteksi anda.

Dalam jangka panjang, sebagian premi yang diinvestasikan ini bisa berkembang melebih total dana yang disetorkan. Silakan lihat ilustrasi di bagian bawah untuk melihat proyeksinya.

5. Tidak Perlu Medical Check

Di Allianz, UP 1,2 Miliar ke bawah untuk usia di bawah 41 tahun tidak memerlukan tes kesehatan (medical check). Jika anda sehat, maka anda akan langsung diterima sebagai peserta Tapro Allisya. Perusahaan lain mungkin memberlakukan batasan tes medis yang berbeda.

6. Tidak Usah Memikirkan Garansi Perpanjangan. Masa Berlaku hingga 70 Tahun.

Di term life, jika anda melakukan perpanjangan selepas masa kontrak, sebagian perusahaan asuransi akan mewajibkan anda menjalani tes kesehatan lagi. Jika kesehatan anda dianggap buruk, perpanjangan asuransi bisa jadi ditolak. Oleh karena itu, jika anda memutuskan mengambil term life, pastikan polis anda memiliki garansi perpanjangan (renewal guarantee).

Tapi di Tapro Allisya, anda sama sekali tidak perlu memikirkan masalah perpanjangan. Sejak awal, dalam kontrak polis dinyatakan bahwa masa berlaku UP 1 Miliar anda adalah sampai usia 70 tahun.

7. Maslahat Meninggal, pada Akhirnya, akan Lebih dari 1 Miliar

Ya. Meski UP jiwa anda 1 miliar, yang akan diterima ahli waris anda pada akhirnya akan lebih dari 1 miliar. Kenapa? Karena ada hasil investasi. Besarnya tergantung waktu dan hasil investasi pada saat itu. Dengan ini, UP jiwa anda kemungkinan tidak perlu diupgrade, kecuali anda mengalami peningkatan gaya hidup yang signifikan.

8. Masih Ada Sisa UP Jika Umur Anda Melewati 70 Tahun

Jika anda diberi umur panjang sampai lewat usia 70 tahun, jangan khawatir, UP jiwa anda masih ada. Bukan 1 miliar, tapi 340 juta plus hasil investasi. Pada saat ini, hasil investasinya bisa jadi lebih besar dari UP-nya. UP 340 juta ini berlaku sampai usia 100 tahun. Karena sangat jarang orang mencapai usia 100 tahun, maka uang 340 juta ini sangat besar kepastiannya bisa diwariskan. Okelah, mungkin anak-anak dan cucu-cucu anda sudah kaya dan tidak butuh warisan dari anda. Tapi jika anda bisa memakai uang sendiri setidaknya untuk membayar kain kafan, upah petugas pemakaman, biaya tahlilan, dan bersedekah kepada fakir-miskin-yatim untuk terakhir kalinya, bukankah itu lebih menyenangkan?

9. Memiliki Rider yang Bagus dan Murah

Tapro Allisya memiliki rider (asuransi tambahan) yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian maupun total dan meninggal akibat kecelakaan. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  2. CI+ (Critical Illness Plus), menanggung 49 penyakit kritis. Masa berlaku sampai usia 70 tahun. Klaim rider ini tidak mengurangi UP jiwa.
  3. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total akibat kecelakaan ataupun sakit kritis. Masa berlaku sampai 65 tahun.
  4. Flexicare Family, memberikan santunan rawat inap dan pembedahan di rumah sakit. Rider ini bisa menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  5. Payor benefit, yaitu bebas premi jika terkena CI+ atau TPD, bisa untuk peserta ataupun pasangan dari peserta. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.

Jika anda menambahkan riders di atas, tentunya preminya tidak lagi 355 ribu per bulan, tapi ada tambahannya. Sekadar contoh, jika anda usia 30 tahun menambahkan rider ADDB dengan UP 500 juta, maka preminya jadi 430 ribu per bulan (nambah 75 ribu).

Jika selain itu anda menambahkan juga rider CI+ sebesar 500 juta, maka preminya jadi 565 ribu per bulan.

Di term life juga ada ridernya. Tapi belum tentu preminya murah juga.

10. Rider Payor Benefit Lebih Menguntungkan daripada Waiver of Premium

Di term life, ada rider yang disebut pembebasan premi atau waiver of premium. Rider ini membebaskan nasabah dari membayar premi jika terkena cacat total, ada pula yang cacat total plus sakit kritis. Kebanyakan agen term life menambahkan rider ini sebagai prioritas setelah proteksi dasar (jiwa).

Mari kita timbang tindakan ini:

Pertama, jika orang terkena cacat total atau sakit kritis, yang lebih dia butuhkan pertama kali bukanlah pembebasan premi, tapi biaya berobat dan solusi dari kebingungan karena tidak bisa bekerja. Jadi, mestinya rider kecelakaan dan sakit kritis didahulukan daripada rider pembebasan premi.

Kedua, karena sifat term life adalah berjangka, maka rider waiver of premium juga berjangka. Jika kontraknya 10 tahun, bebas preminya juga maksimal 10 tahun. Misalnya, pada tahun kedelapan nasabah terkena cacat total, maka bebas preminya tinggal dua tahun lagi. Ketika masa kontrak habis, berhentilah masa bebas preminya. Kalau rider ini mau ditambahkan saat perpanjangan, maka harus bayar lagi.

Hal ini berbeda dengan payor benefit di unit link Tapro Allianz, yang masa berlakunya ditetapkan sejak awal sampai usia 65 tahun. Jika waiver of premium hanya membebaskan nasabah dari pembayaran premi, maka payor benefit memberikan tabungan ekstra sejumlah premi yang disetorkan nasabah. Dengan demikian, nasabah yang kehilangan sumber penghasilannya karena tidak bisa bekerja, setidaknya mendapatkan sejumlah uang secara rutin walaupun sangat kecil dibanding gaji dia sebelumnya.

Saya sebagai agen asuransi yang menjual unit link, menempatkan rider payor benefit di urutan terakhir setelah proteksi yang lain terpenuhi.

11. Sesuai Syariah

Bagi anda yang peduli dengan nilai-nilai kesyariahan dari suatu produk atau aktivitas ekonomi, akan sulit bagi anda menemukan produk term life yang murah sekaligus sesuai syariah. Kecuali yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi murni syariah, semua produk term life adalah nonsyariah. Akadnya bersifat transfer risiko antara tertanggung dengan perusahaan asuransi, dan anda pun tidak perlu tahu uang anda diputar di mana.

Tapi Tapro Allisya, sesuai namanya, adalah produk asuransi yang memenuhi kriteria syariah. Akadnya berbagi risiko (risk sharing) dan tolong-menolong (ta’awuni) antara sesama peserta. Dengan ikut program ini, berarti anda meniatkan uang anda dipakai untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Itu saja insya Allah sudah bernilai ibadah. Pada saatnya, siapa tahu anda sendirilah atau keluarga andalah yang membutuhkan pertolongan itu.

Selain itu, investasi anda pun disalurkan ke instrumen-instrumen yang sesuai kriteria syariah, baik di saham, sukuk, maupun deposito. Jadi, akadnya baik, investasinya pun halal.

12. Kelebihan Lain

Adanya unsur investasi pada Tapro Alisya memungkinkan anda memiliki sejumlah keleluasaan yang tidak mungkin diperoleh di term life.

Pertama, jika suatu waktu selewat tahun kedua anda nunggak bayar (misalnya karena sedang tidak punya uang), anda tidak dikenakan denda dan proteksi masih berjalan selama dana investasi masih mencukupi untuk membayar biaya asuransi.

Kedua, uang yang anda setorkan bisa kembali kepada anda dengan jumlah yang lebih besar.

Ketiga, jika anda benar-benar butuh uang, hasil investasi Tapro bisa diambil sesuai keperluan asalkan ada saldo 2 juta rupiah. Dana unit link memiliki likuiditas yang tinggi, artinya bisa dicairkan kapan saja sesuai keperluan, dengan proses pencairan maksimal 7 hari kerja.

Keempat, ahli waris anda akan menerima lebih dari 1 miliar, karena ditambah dengan hasil investasi yang ada pada saat itu.

Memang investasi unit link ini ada risikonya, tapi itulah sifat investasi. Di mana pun anda berinvestasi, risiko itu ada. Tapi dengan pengalaman Allianz sebagai perusahaan asuransi dan jasa keuangan terbesar dunia selama lebih dari 120 tahun, kiranya risiko investasi bisa diminimalkan melalui pemilihan portofolio secara tepat, pembayaran premi secara berkala, dan komitmen investasi jangka panjang.


PREMI UNTUK USIA SELAIN 30 TAHUN

UP 1 Miliar (tanpa rider) untuk usia selain 30 tahun, laki-laki dan perempuan, premi per bulannya adalah:

Kesimpulan

Ringkasan KELEBIHAN unitlink Tapro Allisya VS term life adalah:

  1. Preminya bisa dibayar bulanan
  2. Masa bayar lebih pendek, masa proteksi lebih panjang.
  3. Besaran premi tetap sampai kapan pun anda ingin mendapat perlindungan
  4. Premi tidak seluruhnya hangus, malah bisa lebih besar dari total setoran.
  5. Tidak usah cek kesehatan (untuk usia di bawah 41 tahun)
  6. Tidak usah memikirkan garansi perpanjangan. Masa berlaku hingga 70 tahun.
  7. Maslahat meninggal akan lebih dari 1 miliar, karena ditambah hasil investasi.
  8. Masih ada sisa UP sebesar 340 juta selewat usia 70 tahun, yang berlaku sampai 99 tahun.
  9. Ridernya bagus dan murah.
  10. Rider payor benefit lebih menguntungkan dibanding waiver of premium
  11. Produknya tersedia dalam format syariah.
  12. Dan lain-lain keunggulan, seperti boleh nunggak tanpa kena denda dan proteksi tetap berjalan.

Demikian beberapa hal yang bisa saya perbandingkan antara term life (beberapa produk di antaranya pernah saya survey) dengan unit link Tapro Allisya. Semoga menjadi tambahan pertimbangan bagi Anda sebelum memutuskan mengambil asuransi apa yang cocok bagi Anda dan keluarga.

Artikel Terkait:

UP jiwa saja belum cukup

600 ribu dapat total UP > 2,5 M

Anda berminat dengan produk TAPRO ALLISYA?

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Dewi Sartika, Otista, Cawang, UKI, Cililitan, Condet, Halim, Ceger, Cipayung, Ciracas, Cilangkap, Cibubur, Cimanggis, Cibinong, Depok, Pondok Gede, Lubang Buaya, Jatimakmur, Jatibening, Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Setu, Taman Mini, Bambu Apus, yang membutuhkan informasi ataupun bermaksud memiliki perlindungan Asuransi Jiwa Allianz Syariah  “Allisya Protection Plus”, silahkan hubungi saya:

              Estri Heni     
SMS / What’s App :    0817 028 4743
e-mail                      :    ProteksiKita@gmail.com

NOTED:
  • Artikel ini dibuat tahun 2012.  Pada masa itu, rider termlife hanya cover sampai usia <70tahun.  Sehingga pada tabel premi didapat angka premi seperti tersebut di atas.
  • Pada tahun 2017, rider termlife memiliki beberapa pilihan batasan usia, yaitu 45, 55, 65, 75, dan 85.  Semakin lama batasan usia yang diingin pada rider termlife, maka premi akan lebih mahal (jika dibandingkan pada tabel premi di atas).
  • Untuk lebih detil mengenai besarnya premi untuk UP 1 Miliar sesuai profil Anda, silahkan hubungi saya, Estri Heni di WA: 0817 028 4743

 

 

 

 

 

 

 

 

Inspirasi dari :

http://myallisya.wordpress.com/2012/02/28/355-ribu-per-bulan-dapat-up-1-miliar-mau/

Ketemu: premi paling MURAH manfaatnya BERLIMPAH!

Kesadaran saya akan pentingnya asuransi tidak terjadi begitu saja dan asal-asalan. Ketika kejadian tidak terduga, tiba-tiba, dan belum waktunya (menurut saya) itu terjadi.   Saat itu Ibu saya (di jakarta) menelpon saya (di Bandung), minta saya untuk berdoa karena Ayah saya masuk Rumah Sakit (di Jambi).  Belum sempat bertanya banyak, 1 jam kemudian Ibu saya telpon lagi dan bilang bahwa Ayah sudah meninggal!!!!

Yap, Ayah meninggal bukan karena “sejarah penyakit” yang dimiliki (mungkin kami bisa maklum dan lebih bisa “siapkan dana” masa depan), melainkan karena kejadian yang hanya sekejap (tidak sampai 1 hari, dan kami diinfokan oleh rekan kerjanya setelah “injury time”), yaitu: luka bakar 90% saat bekerja di pengeboran minyak di Jambi.

Kami semua terluka dan menangis (terutama saya). Bukan karena tidak ikhlas atas takdirNya.  Buat saya, saat itu yang terlintas di benak saya adalah:

Lalu bagaimana kehidupan kami kelak, tanpa Ayah sebagai pencari nafkah utama????

Selanjutnya, Anda pasti tau apa yang terjadi.  Ya, benar! Kami sangat sangat sangat menurunkan taraf hidup.  Dulu: makan bersama di restoran bisa tiap akhir pekan, beli kebutuhan sekunder pun tidak pakai pikir-pikir bisa langsung gesek atau bayar, saya dan adik laki-laki bisa leluasa pilih kampus tanpa perlu pikirkan biaya.  Sekarang, tidak ada entertain pun kami sudah mulai terbiasa.  Namun tetap ada hal yang paling mengiris hati saya (sebagai anak tertua) adalah saat adik perempuan bungsu mau melanjutkan pendidikan setelah SMA. Dia jadi harus selektif membaca brosur kampus-kampus yang diminatinya, terutama bagian paling penting, yaitu: biaya kuliah.

Saya merasa itulah kesalahan pengaturan keuangan terbesar keluarga kami, yaitu: kurangnya persiapan dana masa depan, terutama tentang pentingnya asuransi (sehingga tidak menyiapkannya juga) di saat Ayah masih mampu menyisihkan dana untuk asuransi…

Adanya pengalaman pribadi tersebut dalam perjalanan hidup saya, lebih membuka mata dan hati saya untuk mempercayakan minimalisir resiko hidup dan mengalihkannya pada sebuah polis asuransi.

Kenyataannya, tidak mudah bagi saya menemukan produk yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial keluarga kecil yang sedang saya bangun bersama suami.  Butuh waktu yang tidak sebentar karena memang tidak ada agen yang datang + mempresentasikan produknya ke saya.  Banyak belajar dan mencari melalui dunia maya, malah membuat saya bingung.

Saran dari  para ahli perencana keuangan untuk memisahkan proteksi dan investasi, sudah saya lakukn (ternyata tidak mudah buat saya yang punya 2 balita tanpa asisten rumah tangga, walau sudah dengan manfaatkan teknologi, nih).  Akhirnya pilihan jatuh ke unitlink (suami belum ‘rela’ setorannya nyata hangus apabila kami ambil produk termlife).  Setelah dapat beberapa pilihan pun, saya masih harus seleksi lagi, apa saja manfaat yang didapat dari tiap produk tersebut.

Seperti layaknya ibu-ibu muda yang lain (atau hanya saya aja, nih? haha), sebagai “Manager Keuangan Keluarga”, dan naluri kewanitaannya, saya menginginkan produk yang MURAH (premi terjangkau), tapi saya bisa mendapat manfaat yang BERLIMPAH….

Beruntung saya sudah MENEMUKANNYA!

“Terima kasih untuk Pak Asep Sopyan. Melalui blog beliau http://myallisya.wordpress.com, saya bisa dapat kesimpulan dan informasi yang berimbang atas pencarian saya terhadap beragam produk asuransi (dilema proteksi di termlife vs unitlink, dan dilema investasi di reksadana vs unitlink), dan pembenaran atas pilihan saya pribadi akan produk asuransi yang tepat sesuai kebutuhan saya & kondisi keuangan saya.  Tulisan Pak Asep disana menginspirasi saya untuk ‘berbenah’ dan berbagi informasi kepada lebih banyak orang”

Dan…. karena saya ingin berbagi motivasi, inspirasi dan informasi seputar produk ini, maka dengan mengucap Basmalah dan atas ijin suami, saya memutuskan untuk menjadi Agen-nya.

Semoga bermanfaat dan dapat membantu Anda mengambil keputusan SEGERA.

Karena waktu terus berjalan dan tidak pernah kembali…

Yuk, ngobrol dengan saya tentang produknya:

Estri Heni

SMS/What’s App :  0817 028 4743

pin BB                  :  2a0897cb

E-mail                   :  allianzkita@gmail.com