Tag Archive | tidak perlu asuransi

Hidup Tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi, Ini Bedanya

Berikut saya berikan ilustrasi yang mudah dipahami mengenai perbedaan menjalani hidup, antara seseorang yang hanya menabung biasa (TANPA asuransi), dengan seseorang yang tidak hanya menabung biasa (PUNYA asuransi).

 

 

 

Contoh Kasus Perbedaannya:   Hidup tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi

Dua Orang AMIR dan ARIF, masing-masing berusia 30 Tahun, keduanya tidak merokok dan memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta. Amir dan Arif merencanakan keuangannya dengan menabung sebesar Rp. 500.000/bulan demi Masa Depan Keluarga mereka dengan cara :

  • AMIR dengan Tabungan Biasa
  • ARIF dengan Tapro (Tabungan Proteksi) Allianz

 

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

6

 

 

7

 

 

8

 

 

9

 

 

kasus-selamat

sumber ilustrasi

 

Asuransi Syariah BUKAN berarti meng-asuransi-kan jiwa Anda kepada Allah SWT.  Asuransi Syariah merupakan penyempurnaan ikhtiar rencana keuangan Anda atas takdir Allah SWT.

Anda punya asuransi, atau Anda tidak punya asuransi, jika takdir Allah akan menjadi musibah, ya pasti terjadilah musibah.

Bedanya:  jika Anda punya Asuransi Syariah, maka akan ada orang yang membantu meringankan masalah finansial ketika musibah terjadi pada diri Anda.

 

 

Mari berasuransi Syariah.

Konsultasi Gratis,  Hubungi:

Estri Heni, SMS/WA:  0817 028 4743

Iklan

Hal-Hal Yang Tidak Memerlukan Asuransi

1356239shutterstock-83375005780x390

Sadar asuransi itu baik, tapi tidak setiap hal memerlukan asuransi.

Artikel ini berisi rangkuman pendapat saya mengenai jenis-jenis asuransi yang sering ditanyakan orang kepada saya, yaitu asuransi yang menanggung rawat jalan, rawat gigi, persalinan, pendidikan, dan pensiun. Semua hal itu, menurut saya, tidak memerlukan asuransi dan sebaiknya dipersiapkan dengan cara lain. Mengapa?

 

Alasannya dapat disimpulkan dalam empat kalimat:

  1. Untuk hal-hal yang dampak keuangannya masih sanggup kita tanggung, kita tidak memerlukan asuransi.
  2. Untuk hal-hal yang bukan musibah, jelas bukan ranahnya asuransi.
  3. Untuk hal-hal yang waktunya dapat diketahui, solusinya bukan asuransi.
  4. Untuk asuransi yang preminya sangat mahal, mendingan tidak usah kita beli.

 

 

Rawat Jalan dan Rawat Gigi

Kenapa rawat jalan dan rawat gigi tidak perlu pakai asuransi?

  1. Biayanya tidak besar, mulai puluhan sampai ratusan ribu saja. Bahkan beberapa penyakit ringan tidak diobati pun sembuh sendiri.
  2. Rate preminya mahal sekali, sekitar 1 per 2 (untuk maksimum manfaat sebesar 2 juta, preminya 1 juta setahun).

Saran:

  1. Siapkan dana darurat.
  2. Bisa pakai BPJS Kesehatan. Premi sangat murah. 25 ribu sd 59,5 ribu per bulan.

Baca juga:

Asuransi Rawat Jalan, Perlukah?

Persalinan/Melahirkan

Kenapa persalinan tidak perlu pakai asuransi?

  1. Melahirkan anak bukan musibah.
  2. Melahirkan anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Waktunya dapat diketahui dan diperkirakan.
  3. Kalau melahirkan di bidan, biayanya tidak besar. Melahirkan di rumah sakit pun tidak terlalu mahal. Kalaupun harus operasi cesar biayanya masih dapat diukur.
  4. Rate preminya mahal sekali, juga sekitar 1 per 2 (untuk maksimum manfaat sebesar 10 juta, preminya 5 juta setahun).

Saran:

  1. Menabunglah sejak awal kehamilan atau lebih awal lagi.
  2. Bisa dibantu dengan BPJS Kesehatan.

 

 

Pendidikan Anak

Dana pendidikan harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Bersekolah bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orangtua akan memiliki waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana pendidikan bisa sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan biaya pendidikan bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, orangtua harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama meninggal dunia, cacat tetap, dan penyakit kritis. Tiga risiko ini dapat menggagalkan pendidikan anak anda.

Baca juga:

Strategi siapkan Dana Pendidikan Anak

 

Pensiun

Seperti halnya dana pendidikan, dana pensiun pun harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Pensiun bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orang mestinya punya cukup waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana yang dibutuhkan untuk bisa pensiun akan sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan dana pensiun bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: Emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, kita harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama proteksi cacat tetap dan penyakit kritis. Dua risiko ini dapat membatalkan rencana pensiun anda.

 

 

 

 

 

 

Sumber: http://myallisya.com

5 Fakta: Tidak Semua Orang Perlu Asuransi

Asuransi, bagi sebagian orang Asuransi merupakan sebuah rekening yang sangat membantu, bagi sebagian lainnya dirasa tidak penting, bahkan dijauhi. Benarkan demikian..?

Kabar baiknya, Memang tidak semua orang memerlukan Asuransi. Lho kok bisa..? Bisa sekali.

Anda termasuk orang yang tidak memerlukan Asuransi lagi, jika:

1. Sudah mempunyai dana yang cukup kalau sampai  Anda, Istri dan buah hati Anda Jatuh sakit.

Kalau Anda termasuk orang yang berdisiplin menyisihkan  dana untuk keadaan tidak terduga, seperti sakit dan membutuhkan biaya yang cukup banyak, maka anda tidak perlu punya asuransi lagi. Karena Anda sudah mempersiapkan sejak awal.

Jika Anda dalam kondisi seperti ini, maka tidak perlu punya asuransi, kalau sakit tinggal habisin aja uang yang sudah dikumpul. Paling yang disesalin nantinya adalah coba punya asuransi, kan gak usah bayar sendiri, udah dibayari ama perusahaan asuransi.

2. Sudah mempunyai Dana yang cukup untuk Istri dan Anak (baca : keluarga) kalau sampai Meninggal terlalu cepat.

Nah, kalau Anda sudah memiliki uang yang cukup untuk membiayai keperluan biaya rutin rumah tangga (biaya kebutuhan hidup, listrik, PAM, dll) , biaya pendidikan anak, biasanya orang seperti ini sudah tidak punya cicilan. Maka dengan kondisi seperti ini ,  Anda tidak perlu punya asuransi.

3. Sudah mempunyai Dana yang cukup untuk biaya Anak sekolah sampai lulus.

Kalau anda sudah merancang pendidikan masa depan anak anda dan sudah menyiapkan dananya juga sesuai dengan perhitungan biaya real yang dibutuhkan, dan meskipun terjadi Suatu resiko yang menimpa Anda, namun Dana Pendididkan tersebut tetap ada, maka anda tidak perlu punya asuransi untuk pendidikan anak.

4. Sudah Sakit-sakitan.

Ya, ketika Anda sudah sakit-sakitan seperti Anda sudah menderita sakit jantung, diabetes, atau ada suatu penyakit pada organ tertentu, maka Anda sudah tidak butuh Asuransi lagi. Karena Perusahaan Asuransi tentunya akan menolak pengajuan Asuransi Anda.

Nah, mumpung masih sehat maka tak ada salahnya memiliki Asuransi. Karena kalau Anda sudah sakit-sakitan, perusahaan Asuransi otomatis akan menolak pengajuan asuransi Anda.

5. Usia Anda sudah diatas 65 tahun.

Ya, karena Faktor usia tersebut, Anda biasanya akan ditolak ketika mengajukan Asuransi. Karena biasanya sebuah Perusahaan Asuransi akan menerima nasabah dengan usia dibawah 60 tahun.

Naaahhh, mumpung masih muda dan sehat, segera miliki rekening Asuransinya.

Jadi sudah tahu kan, bahwa tidak semua orang memerlukan Asuransi. Kalau Anda sendiri kira-kira termasuk yang mana..?

Dan ketika Anda termasuk orang yang mendambakan bisa hidup sejahtera dihari tua dan ingin menyekolahkan buah hati Anda sampai jenjang tingkat tinggi,  namun tidak tahu bagaimana mempersiapkannya. Kami sebagai Financial Consultant akan membantu Anda dalam merencanakan keuangan Anda.