Mau Berasuransi? Yuk, Pahami Ini Dulu!

 

Asuransi Jiwa  BUKAN menabung yang ada manfaat proteksinya.

Asuransi Jiwa adalah PROTEKSI.

Asuransi Jiwa ada banyak jenisnya.  Lebih lengkap baca DISINI:  Evolusi Asuransi Jiwa.  Kita fokus pada  produk asuransi jiwa yang paling gencar digaungkan oleh agen asuransi dan paling banyak dicari oleh nasabah yaitu asuransi jiwa jenis Unitlink.

Asuransi Jiwa Unitlink di Allianz Syariah dikenal dengan istilah Tapro Syariah.  Tapro adalah akronim dari TAbungan dan PROteksi.  Akronim ini untuk membantu calon nasabah Allianz memudahkan dan membedakan produk Unitlink dari Allianz dengan produk Unitlink dari perusahaan asuransi lainnya.

Mari kita luruskan pemahaman asuransi jiwa unitlink.  BUKAN:  menabung yang ada manfaat proteksinya.  MELAINKAN:  proteksi yang ada nilai investasinya.

Bedanya apa?  Kan cuma dibalik saja kalimatnya?

Beda!

Jika kita memahami asuransi sebagai kegiatan menabung yang ada manfaat proteksinya, maka tujuan utama kita adalah BERHARAP ada dana yang bisa diambil.  Dari dana/premi yang disetorkan tiap bulan 500 ribu, maka dalam 12 bulan akan ada dana 6 juta.  Jadi kita bisa ambil kurang dari 6 juta.  Begitu ya?

Jika Anda masih menganut pemahaman asuransi seperti ini, mohon maaf, Anda akan kecewa.

Asuransi Jiwa Unitlink adalah PROTEKSI yang ada nilai investasinya.  JIka kita memahami pengertian asuransi jiwa unitlink seperti ini, maka Anda akan bisa fokus pada manfaat proteksi yang maksimal bagi Anda dan keluarga.

Fungsi asuransi adalah: melindungi penghasilan Anda dari dampak keuangan yang buruk. Yaitu menjaga agar penghasilan Anda tidak terganggu dan impian masa depan yang indah dan sejahtera tetap bisa terwujud, apabila terjadi musibah pada diri Anda. Penghasilan Anda aman/utuh, keluarga Anda tidak terganggu, tetap bisa hidup layak walau musibah sakit kritis menimpa Anda.

+  Loh, kan asuransi unitlink ada nilai tunainya?  Berarti bisa diambil dong dananya?

 

++  Fungsi nilai tunai (investasi) di asuransi jenis unitlink adalah:

1. Membayar biaya-biaya asuransi

Ini adalah fungsi dasar dari unsur investasi pada unit link. Biaya-biaya asuransi unit link meliputi biaya akuisisi (dikenakan di 5 tahun pertama), administrasi, tabarru atau cost of insurance, dan biaya pengelolaan investasi.

2. Membuat premi menjadi flat

Pada unit link, pada awalnya kita membayar premi lebih besar dari biaya-biaya asuransinya. Tapi hal ini akan meringankan kita di masa depan, karena nilai investasi yang terbentuk akan membayari biaya-biaya asuransi sehingga premi menjadi flat (tetap, tidak naik) sampai akhir masa kontrak. (Contoh penggunaan fungsi ini bisa dilihat di 355 Ribu Per Bulan Dapat UP 1 M, Mau?)

3. Memperpendek masa pembayaran premi

Dengan adanya unsur investasi yang berfungsi membayari biaya-biaya asuransi, maka masa pembayaran pun bisa menjadi lebih pendek. Dengan pengaturan premi dasar dan top up yang tepat, masa bayar unit link bisa direncanakan agar cukup 10 tahun. Seterusnya proteksi akan terus berjalan bersamaan dengan berkembangnya nilai investasi.

4. Mengembangkan dana

Selayaknya investasi lainnya, investasi pada unit link pun merupakan satu bentuk pengembangan dana agar tumbuh berlipat ganda dari modal awal. Jika unit link ditujukan untuk mengembangkan dana, maka alokasi premi top up harus diperbesar.

 

Dalam asuransi unitlink, ada yang namanya biaya akuisisi, dan ini berlangsung dalam 5 tahun pertama.  Pada produk Tapro Syariah, begini detilnya:

Biaya akuisisi dan pemeliharaan (dipotong dari premi berkala dasar; top up tidak dihitung). Tahun 1: 75%Tahun 2: 40%

Tahun 3: 15%

Tahun 4: 7,5%

Tahun 5: 7,5%

Tahun 6 dst: 0%

Total: 145%

 

 

Sedangkan untuk investasinya, begini detilnya:

Alokasi investasi (dihitung dari premi berkala dasar) Tahun 1: 25%Tahun 2: 60%

Tahun 3: 85%

Tahun 4: 92,5%

Tahun 5: 92,5%

Tahun 6 dst: 105,26%

 

Ketika Anda ingin berasuransi, kembalikan pada tujuan asuransi yaitu: Proteksi. Silahkan diskusi dengan agen Anda bahwa Anda membutuhkan proteksi maksimal dengan premi yang terjangkau.

Klik artikel iniTips Memilih Agen Asuransi Online

Ingin mulai berasuransi?

Butuh proteksi sebesar 1 Miliar dengan premi mulai 355 ribu perbulan?

Hubungi saya:

Estri Heni    |   WA:  0817 028 4743

Atau isi form berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Asuransi Apa Yang Tepat Untuk Masa Depan Anak?

 

hepifam

 

Seorang kepala keluarga dari sebuah keluarga bahagia menghubungi saya, menyampaikan maksudnya yang sedang mencari Asuransi untuk Masa Depan Anak.  Apakah di Allianz Syariah ada produk yang bisa menjawab kebutuhan saya itu?

 

 

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya akan “meluruskan” pemahaman tentang Asuransi untuk “Masa Depan Anak”.  Yang beliau maksud dengan “Masa Depan Anak” yaitu bahwa Anaknya akan terjamin ketersediaan dana pendidikannya dan juga kebutuhan lainnya dapat dipastikan persiapan dananya tidak terganggu.  Saya tanya kembali:  “Apakah Bapak sudah punya asuransi untuk Bapak sendiri?”.  Beliau menjawab:  “Belum.  Saya fokuskan persiapan dana untuk masa depan anak”

Baiklah, saya sudah mengerti maksudnya.

 

KETERSEDIAAN DANA UNTUK PENDIDIKAN ANAK

Kebanyakan orangtua masih rancu dalam menyiapkan dana pendidikan untuk anak.  Menghubungi saya untuk membeli asuransi pendidikan anak, dengan pemikiran agar dana pendidikan bisa disiapkan melalui asuransi.

Mari kita cermati bersama:

Kira-kira seorang anak bisa sekolah sampai jenjang yang tinggi, itu disebabkan oleh karena adanya asuransi pendidikan ATAU karena orang tuanya masih mampu bekerja?

Tentunya karena orang tuanya masih mampu bekerja, bukan?

Orang tua bekerja –> ada penghasilan –> bisa siapkan dana pendidikan anak.

Artinya:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan si anak.  Kemampuan orangtua dalam bekerja merupakan “asuransi pendidikan” bagi si anak.

Bila Anda setuju bahwa:  kemampuan orang tua bekerja adalah JAMINAN bagi suksesnya pendidikan anak, maka tentu Anda juga setuju bahwa itu berarti, yang sebaiknya diasuransikan terlebih dulu adalah orang tuanya (si pencari nafkah).

Bila Pencari nafkah sudah PUNYA polis asuransi, artinya:

  1. Selama pencari nafkah masih sehat –> pencari nafkah bekerja –> ada penghasilan  –> ada dana yang disisihkan untuk persiapan dana pendidikan melalui instrumen investasi –> dana pendidikan anak akan siap.
  2. Bila pencari nafkah mengalami musibah –> tidak bisa bekerja –> tidak ada penghasilan –> ada DANA TUNAI dari klaim asuransi –> dana digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk investasi dana pendidikan.

Dari uraian tersebut, tentunya sudah dapat dipahami bahwa dengan adanya polis asuransi untuk pencari nafkah, maka masa depan Anak akan terjamin.

Baca juga:  Ini Pemahaman Yang Benar Tentang Asuransi Pendidikan Anak

 

 

KETERSEDIAAN DANA JIKA TERJADI MUSIBAH, TANPA HARUS JUAL HARTA

Sekarang kita coba pelajari isi polis.  Bagi agen asuransi yang menawarkan asuransi pendidikan dalam rangka menyiapkan masa depan anak, biasanya dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah ANAK.  Sedangkan saya, yang mengutamakan asuransi bagi pencari nafkah, untuk tujuan masa depan anak yang terjamin, maka dalam polisnya, yang menjadi “TERTANGGUNG” adalah PENCARI NAFKAH.

Apa bedanya, jika dalam polis, yang menjadi TERTANGGUNG adalah ANAK, dengan TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH ?

 

TERTANGGUNG adalah ANAK

  1.  Jika terjadi musibah pada anak ??

rip

 

panah

Penerima Manfaat Untuk Siapa ???

Untuk orangtuanya yang masih sehat dan produktif?

 

 

2.  Jika terjadi musibah pada pencari nafkah ??

rip

panahYang ditanggung = anak.  Yang kena musibah = pencari nafkah.

Maka  Keluarga yang ditinggalkan mendapatkan

HANYA   bebas premi saja, dan atau dana pendidikan sampai usia tertentu.

 

 

Lalu, bagaimana untuk keluarga yang ditinggalkan…

Masalah apa saja yang masih mungkin terjadi ?

  • Biaya kebutuhan keluarga, seperti: makan, pakaian, dll
  • Cicilan
  • Berbagai tagihan
  • Kebutuhan / perlengkapan sekolah
  • Biaya pengobatan
  • Biaya tidak terduga

SIAPA YANG AKAN  MEMBERIKAN “TANGGUNGAN” TERSEBUT ?

Pasangan Anda dan anak tercinta jadi harus bekerja membanting tulang menggantikan posisi Anda, agar semua kebutuhan hidup di atas bisa tetap dibayar/dipenuhi.

Bayangkan, pasangan Anda yang mulai menua, tenaga yang sudah berkurang, tapi masih harus memulai hidup dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan Anak Anda (sesuai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Bayangkan anak Anda yang masih kecil, masih dalam masa permainan, dengan tenaganya yang masih lemah, tapi harus membantu pasangan Anda untuk memulai bekerja dari nol sepeninggal Anda, demi masa depan mereka (seusai tujuan awal Anda menghubungi saya sebagai agen Asuransi Anda)…

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Anak, ini KURANG tepat!  Saya sangat tidak menyarankan.

 

TERTANGGUNG adalah PENCARI NAFKAH

Jika terjadi musibah pada Pencari Nafkah:

  •   Terdiagnosa Penyakit Kritis:

cancer

atau penyakit kritis lainnya

 

Ada 49 jenis penyakit kritis atau 100 kondisi “Penyakit Kritis”

  •  Cacat Tetap Total

 

Jika klaim memenuhi kriteria sesuai dalam buku polis, maka PENERIMA MANFAAT (ahli waris) akan:

  1. Menerima “Uang TUNAI jumlah Besar” yang ditransfer oleh Allianz.  Uang Tunai ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Seperti:  kebutuhan hidup keluarga (makan, pakaian, dll), membayar cicilan, membayar tagihan, biaya pengobatan, ditabung untuk biaya pendidikan anak, digunakan sebagai modal usaha, diinvestasikan lagi agar dana semakin berkembang.
  2. Sakit kritis, Cacat Tetap Total, Meninggal dunia  ==>  ada manfaat bebas Premi bagi polis anggota keluarga lainnya.  Artinya:  premi polis anggota keluarga lainnya menjadi GRATIS dan akan dibayarkan preminya oleh Allianz.  Sehingga anggota keluarga lainnya tetap akan mendapatkan perlindungan dan manfaat, walaupun pencari nafkah sudah tidak lagi bersama mereka.

Jika polis asuransi Anda, yang menjadi TERTANGGUNG adalah Pencari Nafkah, saran profesional saya: sangat merekomendasikannya!

Baca juga:   Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan Anak

 

Bersama Allianz Syariah, masa depan Anak dan keluarga Anda akan terlindungi, baik selama Anda ada ataupun sudah tidak bersama mereka lagi…

 

happy-family

 

SEGERA lindungi penghasilan Anda, dan siapkan masa depan Anak dan keluarga dengan TEPAT.

Pahami manfaat asuransi yang ditawarkan agen.  Hubungi Agen Asuransi Allianz Syariah Bersertifikasi, yang mengerti fitur produknya dan memahami kebutuhan Anda.

Estri Heni

SMS/WA:   0817 028 4743

Email:  ProteksiKita@gmail.com

 

 

 

 

Memilih Agen Asuransi

agen-asuransi-prudential-604x270

logo_aasi2

 

 

 

 

 

Memilih agen asuransi bisa menjadi hal mudah, bisa juga tidak.  Banyak agen asuransi disekitar kita.  Bila dia adalah orang yang kita kenal, kita bisa tau lebih detil profilnya.  Namun bagaimana dengan agen asuransi yang belum kita kenal?

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih agen asuransi:

1. Mempunyai sertifikasi AAJI (dan tambahan sertifikasi AASI jika menjual produk Syariah)

Hal ini penting, karena merupakan legalitas bagi agen untuk bisa menjual produknya, dan membantu nasabahnya sesuai kebutuhan nasabah.

2.  Memahami produk dengan baik

Untuk mengetahui penguasaan produknya, nasabah bisa mengajukan beberapa pertanyaan.  Bila agen dapat menjawab pertanyaan Anda secara memuaskan dan membantu Anda untuk bisa paham, artinya penguasaan produknya bagus.

3.  Sudah memiliki produknya

Nasabah bisa menanyakan, apakah si agen juga memiliki produk yang dijualnya?  Dengan memiliki produk, menandakan bahwa agen memahami manfaat yang bisa didapat dari produknya, yakin bahwa produknya bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

4.  Memahami perencanaan keuangan

Asuransi merupakan bagian dari perencanaan keuangan. Agen asuransi yang baik akan ikut membantu perencanaan keuangan anda supaya keuangan anda sehat, bukan sekadar mengejar premi besar. Menurut para perencana keuangan, maksimal premi untuk asuransi adalah 10% dari penghasilan. Khusus produk unit link, karena dia sekaligus investasi, maka maksimal preminya bisa lebih besar, mungkin 15 atau 20%.

5.  Sudah menjadi agen selama beberapa waktu

Artinya, bukan agen yang baru saja bergabung dan masih “belajar”.  Nasabah perlu pendampingan proteksi dalam jangka waktu lama.  Bila agennya masih baru dan ternyata prestasinya kurang bagus, bisa saja dia beralih profesi.  Tidak sedikit calon nasabah yang menunda buka polis hanya untuk sekedar melihat apakah agen yang dihubunginya masih bertahan di bisnis asuransi minimal 2 tahun ke depan.

6.  Memahami kebutuhan calon nasabah

Penguasaan produk, menguasai perencanaan keuangan, dan lamanya menjadi agen, sangat membantu agen dalam memahami kebutuhan calon nasabahnya.  Apakah nasabah butuh proteksi maksimal, atau ingin seimbang antara proteksi dan investasi.  Nasabah butuh informasi sebanyak yang diinginkan, dan tentunya informasi itu didapat dari agen asuransi yang sudah bergabung beberapa waktu.  Hal ini juga menunjukkan pengalaman agen menjawab kebutuhan proteksi nasabah.

7.  Memberi solusi terbaik

Solusi yang diberikan bisa dijawab dengan produk asuransi yang dijualnya, bisa juga dijawab dengan produk lain.  Selama solusi yang diberikan bukan semata-mata hanya untuk kepentingan pribadi agen yang hanya mengejar komisi besar.

8.  Calon nasabah nyaman dengan agennya

Hal ini bisa diketahui dari cara agen bersikap, cara menjawab pertanyaan, cara memberikan penjelasan, solusi yang diberikan, dan suasana keakraban yang dibangunnya.  Agen asuransi bukan hanya penjual produk asuransi.  Agen asuransi juga harus bisa menjadi teman dalam diskusi rencana keuangan Anda.

9.  Komitmen yang besar terhadap profesinya

Agen senantiasa memperbarui penguasaan terhadap produknya, mengikuti info terkini mengenai strategi perencanaan keuangan, masih setia berada di bisnis asuransi, bukan sekedar “sedang coba-coba” jadi agen asuransi.  Dalam berdiskusi memberikan solusi terbaik, win-win solution bagi nasabah dan agen.  Selalu ingin membantu lebih banyak orang agar merencanakan keuangannya dengan baik dan memiliki proteksi terhadap income-nya.

10.  Lokasi agen

Sebagian calon nasabah hanya mau agen yang tinggal di lokasi yang sama dengan pertimbangan supaya kelak klaimnya mudah.  Tidak mengapa memilih agen yang dekat bila memang memenuhi kriteria 1-9 tersebut.  Penting diketahui bahwa lancarnya pengurusan klaim bukan semata-mata karena agennya tinggal 1 kota dengan nasabah, tapi bagaimana agen berkomitmen dan serius membantu nasabah.  Sebab setiap klaim ada syarat dan ketentuan yang berlaku, dan pengurusannya hanya dapat diinfokan oleh agen yang berkomitmen.  Jadi walaupun agen beda kota, nasabah tidak perlu kuatir selama agennya memenuhi kriteria 1-9 tersebut.

11.  Hindari memilih agen hanya berdasarkan rasa “tidak enak hati” karena agennya adalah saudara, teman, kerabat.  Tidak mengapa si agen adalah orang yang sudah dikenal, hanya perlu dipastikan bahwa agen tersebut memiliki komitmen besar terhadap profesinya dan berkomitmen membantu nasabah.

12.  Buat janji temu

Nasabah bisa membuat janji temu dengan beberapa agen di hari yang berbeda, untuk mengetahui detil profil agen, penguasaan produk, komitmennya, dan hal lain yang ingin diketahui.

13.  Pilih agen

Nasabah boleh melakukan seleksi terhadap solusi produk yang ditawarkan para agen.  Bila ada yang cocok dan sudah “klik’ dengan seorang agen, SELAMAT!  Anda sudah didampingi oleh agen yang tepat.